Lin Kan mengunci identitas pelapor | Imperfect Victim【INDO SUB】EP5 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Imperfect Victim] [Kisah ini murni adalah cerita fiksi] [Episode 5] Jangan bocorkan pada siapa pun mengenai yang kutunjukkan padamu ini dan informasi komunikasi kita. Terutama pada Cheng Gong, mengerti? Kamu masih menyelidiki masalah ini? Pada hari di mana kasus itu tidak diajukan, Cheng Gong melapor pada polisi,
Dan menegaskan bahwa dia difitnah orang. Kami berusaha untuk mencari tahu kebenarannya berdasarkan petunjuk yang kami dapatkan untuk memberikan sebuah penjelasan pada Cheng Gong. [Jika ada bukti yang] [membuktikan bahwa pelapor memutarbalikkan fakta,] [membuat laporan palsu,] [dan berniat menjebak,] maka dia akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Aku juga ingin tahu siapakah dia.
Kenapa dia melapor pada polisi? Ada satu pertanyaan lagi yang ingin kutanyakan padamu. Di tempat kejadian malam itu, saat pertama kali aku bertanya padamu apakah itu pemerkosaan atau bukan, kenapa kamu tidak langsung menyangkalnya? Sebaliknya, malah menunggu sampai pemeriksaan medis selesai, lalu datang ke kantor polisi untuk membuat catatan kesaksian,
Kamu baru menyangkal dan memberi klarifikasi. Kenapa tidak kamu katakan dengan jelas saat itu juga? [Jika kamu menyangkalnya saat itu juga,] maka tidak akan ada serangkaian kejadian selanjutnya, [yakni, pemeriksaan medis,] [pergi ke kantor polisi dan diekspos oleh media.] Maaf, sudah merepotkanmu. Kamu tidak perlu minta maaf. Aku tidak takut kerepotan. Baiklah.
Kalau begitu, aku pergi dulu. Terima kasih, Petugas Yan. Beristirahatlah. Kebetulan sekali. Kamu pergi mencari Zhao Xun? Benar. Aku mewakili klienku untuk membereskan buntut masalah. Hasil perbandingan DNA dan laporan identifikasi Zhao Xun sudah keluar, ‘kan? Klienku berhak mengetahui ini semua. Saat ini, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya pemaksaan dengan kekerasan.
Kesimpulan untuk tidak mengajukan kasus tetap tidak berubah. Kamu datang mencari Zhao Xun untuk mengidentifikasi identitas pelapor, ‘kan? Klienku juga berhak untuk mengetahui identitas pelapor dan motif tindakannya. Kalian memang berhak untuk tahu, tetapi setelah polisi mendapatkan bukti, serta memastikan bahwa pelapor melakukan kejahatan subjektif dan dicurigai melakukan tuduhan palsu. Mengenai pelapor,
Aku tidak bisa membocorkan informasi apa pun padamu saat ini. Lalu, kenapa kamu mencari Zhao Xun untuk mengidentifikasinya? Sebagai korban bersama, kenapa Cheng Gong dan Zhao Xun bisa diperlakukan secara berbeda? Jika itu memang adalah tuduhan palsu, maka benar bahwa mereka berdua sama-sama menjadi korban, jadi, tidak akan ada perbedaan.
Namun, jika ada kemungkinan yang lain di mana tuduhan palsu itu tidak ada, maka motif pelapor kemungkinan besar adalah untuk melindungi Zhao Xun. Dalam kemungkinan ini, Zhao Xun dan Cheng Gong tentu harus diperlakukan secara berbeda. Juga karena kemungkinan yang tak bisa dikesampingkan inilah, kamu dan aku masih berada di pihak yang berlawanan sekarang, Senior.
Apa klienku masih belum dibebaskan dari tuduhan kriminal? Ada satu pertanyaan yang selalu ingin kutanyakan padamu. Jika aku bisa menjawabmu. Dari saat kamu menerima laporan hingga melakukan pemanggilan di tempat kejadian, ditambah beberapa jam kemudian, polisi menolak untuk mengajukan kasus. [Berdasarkan pengamatanmu,] kenapa Zhao Xun baru menyangkal aksi pemerkosaan setelah tiba di kantor polisi untuk
Membuat catatan kesaksian, dan bukannya langsung menyangkal hal ini di TKP? [Jika dia langsung menyangkal hal ini,] maka serangkaian kejadian selanjutnya tidak akan terjadi. Kurasa, kamu dan aku memiliki pertanyaan yang sama. Apakah kamu sudah bertanya padanya? Lalu, apa jawabannya? [Ada satu pertanyaan lagi yang ingin kutanyakan padamu.] Di tempat kejadian malam itu,
Saat pertama kali aku bertanya padamu apakah itu pemerkosaan atau bukan, kenapa kamu tidak langsung menyangkalnya? Sebaliknya, malah menunggu sampai pemeriksaan medis selesai, lalu datang ke kantor polisi untuk membuat catatan kesaksian, kamu baru menyangkal dan memberi klarifikasi. Kenapa tidak kamu katakan dengan jelas saat itu juga? [Jika kamu menyangkalnya saat itu juga,]
Maka tidak akan ada serangkaian kejadian selanjutnya, [yakni, pemeriksaan medis,] [pergi ke kantor polisi dan diekspos oleh media.] Maaf, sudah merepotkanmu. Aku juga ingin tahu kenapa. [Sampai jumpa.] [Benar, bagian ini.] [Pihak yang bersangkutan.] [Bagian terdakwa ini,] [bagian ini harus diubah.] [Akan kuperbaiki sebelum pulang kerja.] Sudah datang? Bos ada di dalam. Siapa?
Bos ada di dalam. Sudah kembali? [Selain itu, di bagian ini juga.] [Di bagian ini juga perlu.] Bos. [Dua hari tidak kelihatan,] kukira kamu mendirikan kantor di Dacheng. Ada apa? Hari ini ada waktu untuk pulang ke rumah dan duduk bersantai? Apa karena kekacauan di sana sudah hampir reda [atau karena ada orang]
[yang kamu rindukan di rumah?] Baju baru? Benar. [Bagus, ‘kan?] Warnanya bagus. Perpaduannya juga bagus. Baguslah kalau begitu. Tadi aku pergi menemui Zhao Xun untuk menegosiasikan perjanjian soal buntut masalah dengannya. Tidak lancar? Dia bagai singa yang membuka lebar mulutnya, dan keinginannya sulit untuk dipenuhi? Daya serangannya sangat kuat. Alhasil, kami berpisah dengan tidak menyenangkan.
Menyerang? Menyerang siapa? Dia menyerangku. Kamu? [Gila!] Dia seorang… Atas dasar apa dia berhak menginjak-injakmu? Menurutku, sebenarnya bukan aku yang diinjak-injak olehnya. Lalu, siapa? Dia sendiri. Dalam sebuah negosiasi pribadi yang berfokus pada tawar-menawar, yang dia pedulikan bukanlah kondisi apa yang pihak lawan tawarkan, melainkan tentang bagaimana orang lain akan memandangnya. Halo, Direktur Li.
Halo, Pengacara Lin. [Li Yi] [Liu Liang dari Kuaixun] [baru saja memberikan telepon pelapor padaku.] Itu adalah sepenggal rekaman suara berdurasi 30 detik lebih. Baik, aku akan segera ke sana. [Kuberi kalian sebuah gosip dahsyat] [yang terjadi di Gedung Dacheng.] [Di sana baru saja terjadi kasus pemerkosaan.] [Presdir memerkosa bawahan wanita.]
[Ada orang yang lapor pada polisi.] [Jika kalian tidak ingin melewatkan berita populer ini,] [maka kalian harus bergerak cepat.] [Apakah itu Cheng Gong sang Presdir Dacheng?] [Apakah berita kalian akurat?] [Liu Liang bilang,] dia harus menghubungi berbagai koneksi dan menghabiskan banyak uang, [baru bisa membeli rekaman suara ini] dari sebuah akun publik.
[Memangnya siapa yang percaya?] Mereka sudah mendapatkan banyak popularitas, dan masih ingin kita berutang budi? Sebenarnya, rekaman ini seharusnya terus berada di tangan mereka. Setelah ditahan beberapa hari baru dikeluarkan. Aktingnya pun seperti asli. Dia hanya bilang begitu. Jadi, kamu dengarkan saja apa adanya. [Kita semua adalah orang di atas panggung.]
Kelak, kita masih harus melewati masalah. Yang penting kita mengerti dalam hati. Rekaman suara pelapor ini sudah melewati proses perubahan suara, jadi, sangat sulit untuk diidentifikasi. Berapa nomor telepon dari pelapor ini? Sebuah nomor telepon milik [bilik telepon umum di dekat Jalan Jinrong.] [Telepon umum] [Lalu, pukul berapa dia menelepon?] [Pukul 01:45 subuh.]
Kami sudah menemukan lokasi bilik telepon ini melalui cara khusus. [Bilik Telepon] [Jalanan tempat bilik telepon itu berada tidaklah lebar,] [yaitu, melintang dari timur ke barat.] [Bilik telepon berada di bagian selatan jalan.] [Aku sudah mengutus orang] untuk mengambil foto dan video di lokasi. Akan kukirimkan padamu.
Sepanjang jalan ini seharusnya ada banyak kamera CCTV milik [pemerintah kota atau bagian lalu lintas.] Kalau begitu, jika yang digunakan oleh pelapor juga adalah telepon ini, maka Badan Keamanan Publik sudah melakukan penyelidikan terhadap kamera di sekitarnya dari awal. Namun, pihak polisi tidak akan menunjukkan rekaman CCTV pada kita. [Namun, aku sudah melaporkan kasus.]
Bukankah seharusnya pihak polisi memberitahuku ketika mereka menemukan informasi pelapor? Sebelum menemukan bukti yang memastikan bahwa pelapor memang berniat jahat untuk melakukan tuduhan palsu, Badan Keamanan Publik tidak akan mengungkapkan situasi pelapor pada kita. Lin Kan. Saat kamu pergi ke rumah Zhao Xun pagi ini, apakah perjanjiannya sudah ditandatangani? Belum. Kenapa? Ada masalah apa?
Dari pihak Zhao Xun atau orang tuanya? Zhao Xun. Sikapnya terhadap perjanjian tidak begitu jelas. Apa maksudnya “tidak begitu jelas”? Apakah dia tidak puas terhadap syarat yang diajukan? Dia nyaris tidak membahas sedikit pun isi perjanjiannya denganku. Tidak mungkin. Terakhir kali bertemu, saat aku mengaturkan mereka sekeluarga pergi ke luar negeri,
Dia sama sekali tidak keberatan, serta tidak menolak. Pemikirannya yang sebenarnya sepertinya berbeda dengan apa yang kamu pikirkan. [Sudah kubilang, dia itu tidak sederhana.] Saat ini, dia hanya berpura-pura. [Ini adalah strategi negosiasinya.] Lin Kan. Menurutmu, apa arti dari sikapnya ini? Sebenarnya, aku tidak terlalu mengenalnya. Aku masih harus banyak berkomunikasi dengannya. [Jadi, sekarang]
[masih tidak tahu.] Li Yi. [Apakah rumah dan tiket pesawat ke Chiang Mai] [sudah diatur dengan baik?] Kamu harus memastikan semuanya dalam kondisi bisa terbang dan bisa ditinggali kapan saja. Paling cepat, besok lusa bisa terbang. Lin Kan. [Aku masih harus merepotkanmu] [untuk pergi menemui Zhao Xun lagi,]
Dan menanyakan dengan jelas apa yang sebenarnya dia pikirkan. Jika dia atau orang tuanya mengajukan syarat yang baru, [asalkan tidak keterlaluan,] maka sebisa mungkin penuhi saja. Kirim mereka ke luar negeri secepatnya. Aku akan pergi lagi besok. Kang Hui, mari kita pergi melihat lokasi sekitar telepon umum itu. Kalau begitu, sekian dulu. [Baik.]
Cheng Gong, aku sudah pernah bilang padamu. Zhao Xun itu bermasalah. Aku masih ada data yang harus dilihat. Bukankah kamu mau rapat? Pergilah rapat. Orang itu pasti sudah datang ke sini untuk meninjau dulu sebelum kejadian. Dia tahu, hanya ini saja yang bisa digunakan. Dia datang dengan persiapan.
Meski datang dengan persiapan pun, harus punya jalan masuk. Pergi dari sini usai menelepon pun, harus punya jalan keluar. Lihatlah, di sana ada 4 unit. [Satu, dua,] [tiga, empat.] [Empat unit kamera CCTV.] Di sana juga ada satu. CCTV di kedua sisi ini pasti bisa merekam saat dia menelepon untuk melapor. Selain itu,
Juga bisa merekam bagaimana dia datang kemari, [Telepon umum] dan bagaimana dia meninggalkan tempat kejadian. [Namun, kita tidak punya hak] untuk melihat rekaman CCTV itu. Jika dia mau pergi dari sini setelah menelepon, hanya ada 2 pilihan, antara ke arah timur atau ke arah barat. [Begini saja,] [mari kita berpencar.]
Aku ke arah timur, kamu ke arah barat. Kang Hui. [Cepatlah menuju ke arahku ini.] [Akan kukirimkan titik lokasinya padamu.] [Jalan Hengshan] Bagaimana dengan tempatmu di sana? Apakah kamu menemukan sesuatu? Aku sudah mencari hingga cukup jauh, tetapi tidak menemukan apa pun. Jika kamera ini tidak rusak… Maksudmu, mau coba bertaruh? [Kedai Minum Teh Xizhi]
Tidak disangka, orang itu benar-benar memberikan rekaman video CCTV ini pada kita? Bos. Kamu hebat. Terimalah sujudku. Perhatikan, informasi yang diberikan Li Yi pada kita adalah pelapor itu menelepon di bilik telepon pada pukul 01:45. Namun, orang yang kita lihat ini muncul dalam CCTV ini pada pukul 01:53. Namun, bagaimana kamu bisa yakin bahwa
Orang yang menelepon di bilik telepon umum itu dan orang yang datang ke sini adalah orang yang sama? Tebakan. Tidak bisa diandalkan. Jika tidak bisa diandalkan, maka kita bisa mengukurnya. [Kita bisa lihat berapa lama waktu yang dibutuhkan] dari CCTV itu hingga ke bilik telepon. Cerdas! Kurang lebih di sini. Aku mulai menghitung waktunya, ya.
Mulai. Ayo. Bos. Orang yang cocok dengan yang ada di dalam rekaman CCTV itu kakinya cukup panjang. Kamu harus menyerupai aku. Perbesar langkahanmu. Temponya harus lebih cepat. [Dengan tinggi badanku ini, kakiku ini sudah sangat panjang.] [Tidak tinggi, tidak tinggi.] Harus secepat ini. Bos. Cepat kejar aku. Aku hadir. Sudah hampir sampai. [Telepon umum]
Memakan waktu 8 menit 20 detik. Waktunya hampir sesuai. Kemungkinan besar, orang itu adalah orang yang datang ke sini untuk melapor. Sudah ditemukan secepat ini? [Harusnya tidak semudah itu, ‘kan?] Ayo lihat lagi videonya. Baik. Geser waktunya ke pukul 01:45. Baik. Dimulai dari sini. Tidak ada orang. Geser sedikit ke depan.
Pada menit ke 48 juga tidak ada orang. [Berhenti.] [Dia muncul.] Ayo lihat lagi. [Orang ini mengenakan jas hujan hitam,] sepatu bot hujan hitam, dia juga memakai masker. Dia ini sengaja menutupi wajahnya. Sepertinya tadi aku melihat dia mengangkat kepalanya. Geser sedikit ke belakang. [Tepat di sini.] [Betul, betul, betul.] Perbesar. Ini…
[Kita juga tidak bisa melihat dengan jelas siapakah itu.] Ini terlalu kabur. Tidakkah kamu merasa bahwa dia agak mirip dengan seseorang yang kita kenal? Siapa? Menurutmu, dia ini mirip siapa? Menurutku, dia mirip dengan pengawal pribadi Anda yang baru mengundurkan diri, Yin Sheng. Menurutmu, dia mirip dengan Yin Sheng?
Benar, aku pernah bertemu dengan Yin Sheng beberapa kali. Meskipun orang ini memakai topi dan masker, tetapi dari matanya yang kelihatan, [tinggi dan postur tubuhnya,] [serta cara berjalannya,] menurutku, dia sangat mirip dengan Yin Sheng. Benar. Tinggi dan postur tubuhnya sangat mirip, tetapi masih ada sedikit perbedaan dari cara berjalannya.
[Orang di dalam ini jelas bukan dia.] Bagaimana kalian bisa mendapatkan video ini? Kami menemukan sebuah kamera pribadi di dalam gang dekat bilik telepon umum itu. [Lalu, setelah berdiskusi dengan pedagang,] dia setuju memberikan salinan rekaman video ini pada kami. Itu sebabnya, kami melihat orang ini dari dalam video ini.
[Lalu, kami menganalisis dan melakukan simulasi] [jalur pelapor saat] [meninggalkan bilik telepon.] Dari uji jarak asli dan kecepatan langkah, kurang lebih bisa dipastikan bahwa dialah pelapornya. [Lalu,] kami juga punya sebuah spekulasi yang sangat nekat. [Jika dari tangkapan layar ini] [dipastikan bahwa dia adalah Yin Sheng,] maka dia yang tiba-tiba mengundurkan diri
Pada hari kejadian itu, [akan jadi punya motif untuk lapor polisi.] [Itu sebabnya, kami berspekulasi bahwa] [pembocor berita dan pelapor pada polisi] seharusnya adalah orang yang sama. Spekulasi kalian ini terlalu nekat. Oh ya, aku ingin tahu bagaimana kalian melakukan simulasi? [Apakah basis yang] mengonfirmasi bahwa dialah pelapor itu? Waktu orang ini melewati kamera CCTV
Adalah pukul 01:53 subuh, yakni, 8 menit setelah menelepon dan melapor. Karena di sepanjang jalan ini tidak ada CCTV milik pemerintah kota. [Ini adalah jalur tercepat] [dan teraman untuk meninggalkan] [bilik telepon umum setelah menelepon dan melapor.] [Selain itu, kami juga sudah mengujinya sendiri.] [Waktu yang dibutuhkan untuk berjalan dari CCTV]
[ke bilik telepon umum adalah sekitar 8 menit.] [Pada dasarnya, waktunya sudah sesuai.] Terima kasih. Terima kasih. Aku pernah melihat peta itu. Sebenarnya, siapa pun [bisa lewat di sana dari arah mana pun.] Misalnya, orang yang baru pulang kerja atau tetangga yang berkunjung, semuanya mungkin lewat sana. Lalu, kebetulan sesuai dengan waktu
[dan jalur yang kalian perkirakan.] [Namun, selama itu bukan] satu-satunya dasar eksklusivitas, maka kamu tidak bisa mengonfirmasi bahwa dialah pelapor itu, benar, tidak? Benar, apa yang Anda katakan itu benar. [Hanya berdasarkan tangkapan layar 1 detik ini,] kita hanya bisa menebak, dan tidak bisa membuat kesimpulan. [Namun,]
Ada 3 orang yang lewat dalam rentang 1 jam [antara pukul 01:00 hingga pukul 02:00 ini.] [Waktu dari 2 orang lainnya tidak sesuai,] [jadi, kami hanya bisa mengecualikannya.] Kamu punya logikamu sendiri. [Memang benar juga.] [Namun, kurasa] [masih ada beberapa bagian di dalamnya.] Ia tidak pasti. Yin Sheng telah mengikuti Anda selama setahun? Sudah setahun.
Lalu, dia tiba-tiba mengundurkan diri pada hari kejadian itu? Ini kebetulan sekali. Benar. Hanya kebetulan saja. [Terkadang aku berpikir,] [dia pergi di saat yang tidak tepat.] Jika dia ada, [ayahnya Zhao Xun] juga tidak akan bisa memukulku. Menurut pengamatanku, [Anda sangat puas dengan Yin Sheng.] Apakah Anda tak mencoba menahannya?
Dia bilang ada urusan mendesak di rumah, harus pergi. Bagaimana aku bisa membuatnya tinggal? [Ada urusan mendesak apa di rumah?] Dia tidak bilang. Ada urusan mendesak di rumah, dan tiba-tiba mengundurkan diri. Dia… tidak melaporkannya kepada Anda? Mungkin… tidak bisa mengatakannya. Lalu, Anda juga tidak meneleponnya untuk peduli,
[dan bertanya apakah dia butuh bantuan atau tidak?] Atau apakah dia akan kembali bekerja di masa depan? Dia tidak bilang, aku juga tidak tanya. Jika dia memberitahuku saat menemui kesulitan, aku pasti akan membantunya. [Lin Kan.] [Meskipun aku puas dengan pekerjaannya,] tetapi bagiku, Yin Sheng bukannya tidak tergantikan. Aku sudah menyuruh Departemen SDM
[untuk mencari pengawal baru.] [Penggantinya akan segera ditempatkan.] Dia tidak pernah menghubungi Anda setelah mengundurkan diri? Dia juga tidak menghibur Anda setelah terjadi sesuatu pada Anda? Bagaimana cara menghibur hal seperti ini? Canggung sekali. Dia canggung, aku juga canggung. Anda juga tidak curiga kalau dia ada hubungannya dengan dalang di balik layar yang ingin menjebakmu?
Dia? Sama sekali tidak mungkin. Kenapa tidak mungkin? Karakternya. Saat mempekerjakan orang, aku paling mementingkan karakter. Bagaimana jika dia sangat pandai berpura-pura? Begini saja, Lin Kan. Demi berhati-hati, aku akan meminta Li Yi untuk memeriksa Yin Sheng lagi. Selain Yin Sheng, masih ada satpam gedung juga. Sopirku. [Lalu, dua pengikutku,] [dan lain sebagainya.]
Orang-orang yang bisa mengetahui keberadaanku kapan saja ini, bukan hanya mereka yang akan diperiksa, keluarga mereka juga harus diperiksa. Biarkan Li Yi yang melakukan semuanya. Kamu harus fokus pada Zhao Xun. Mengerti? Bereskan perjanjian itu. Lalu, cepat antar mereka sekeluarga keluar. Baik. Baik. Kalau begitu, ayo kita pergi. [Presdir Cheng, kami pergi dulu.] Baik.
[Selamat malam.] Baik. Hubungi aku kapan saja jika ada masalah. Baik. Terima kasih. [Bagaimana kabarmu hari ini?] [Aku baru pulang kerja.] [Bolehkah aku mengunjungimu di rumahmu?] [Maaf.] [Orang tuaku sudah tidur.] [Maaf mengganggumu.] [Apakah kamu juga sudah mau beristirahat?] [Kalau begitu, selamat malam.] [Kamu sekarang] [ada di mana?] [Tunggu aku.] [Aku akan turun.] [Baiklah.]
Bagaimana cara penyelesaian masalah konflik itu? Apakah kamu sudah memikirkan apa yang harus dilakukan? Aku harus bagaimana? Kamu tidak berencana lapor polisi? Katakan pada polisi, kalau kamu… Aku tidak bisa menjelaskannya. Apanya yang tidak jelas? Jika tidak jelas, suruh polisi menyelidikinya. Menyelidikinya? Dengan menyuruhku mengingatnya kembali berkali-kali? [Aku tidak ingin orang lain tahu]
Kalau aku adalah orang yang wajahnya disamarkan itu. [Aku menggunakan caraku sendiri] [untuk mencernanya.] Masalah seperti ini, bagaimana cara mencernanya? Lalu, apa caramu? Menyembunyikannya? Tidak mengatakan apa-apa dan menahan diri? Ini sudah berlalu beberapa hari. Bahkan ayahmu masih mencarinya untuk membuat perhitungan. Apakah kamu benar-benar tidak berencana melakukan sesuatu? Lalu, bagaimana jika dia terus memaksamu?
Sekarang, aku hanya ingin sendirian saja! Aku tidak ingin… berkali-kali ditanya oleh orang lain… dan menjawabnya berkali-kali. Aku mengerti. Caramu adalah dengan menganggap tidak pernah terjadi apa-apa. [Seperti semua kebingunganmu sebelumnya,] [pada akhirnya, kamu memendamnya] [dan menyembunyikannya] [tanpa suara.] Aku juga sudah mengerti. Perselisihan antara ayahmu dan dia, akhirnya diselesaikan dengan cara apa.
Dia pasti sudah membuat banyak penawaran untuk menyelesaikan masalah ini. Kamu sedang ragu-ragu? Kamu berencana akan menerimanya? [Atau] kamu mau seperti selama 3 bulan ini? Tak peduli apa pun yang terjadi, tak peduli bagaimanapun, kamu tetap tidak mengatakan apa pun. Tak peduli apa pun yang terjadi, kamu tidak bisa mengatakan satu pun kata “tidak”.
Oleh karena itu, dia menganggap keheninganmu sebagai persetujuan bersama. Oleh karena itu, kamu menjadi kekasihnya yang diakui semua orang. [Kamu yang sekarang,] sebenarnya adalah orang yang ditindas oleh kekuasaan dan merupakan korban pelecehan seksual di kantor, atau kamu sendiri ingin mengambil jalan pintas untuk mencapai puncak, dan mengambil keuntungan sambil berpura-pura tidak bersalah?
Karena kata-kata yang aku katakan ini… sangat kurang ajar dan membuatmu terhina, atau karena yang aku katakan benar? [Kamu marah karena malu?] Aku sungguh berharap… jawabannya adalah yang pertama. Suasana hatimu bagus, ya? Harga saham naik kembali. Tentu saja aku harus minum segelas. Ini hampir saja menghancurkanku. Untung saja bisa segera diperbaiki.
Kamu juga kehilangan sepotong besar “daging” dan bercerai? Dari awal, itu memang miliknya. [Setelah membagi setengahnya untuk Xin Lu,] kini, saham yang dia miliki hanya 0,4% lebih sedikit darimu. Namun, besarnya kekuasaannya, hampir setara denganmu. Apakah kamu tidak khawatir bahwa yang dia inginkan bukanlah kompensasi perceraian, melainkan kekuasaan di perusahaan? Jangan khawatir.
Xin Lu tidak memiliki ambisi ini. Jika tidak, dia juga tidak akan kembali ke rumah untuk mengurus anak pada 7 tahun yang lalu. Aku bisa memperebutkan surat jaminannya. Baguslah. Selamat karena kembali melajang. Sebelum menikah, aku sudah tahu bahwa aku tidak cocok menikah. Sebelumnya tidak bercerai, karena aku merasa tidak bisa menemukan lagi
Yang begitu menoleransiku seperti dia. Sekarang, aku setuju untuk bercerai, karena kurasa aku tidak boleh begitu egois. Dia bisa hidup lebih baik. Apakah kamu akan menikah lagi? Kamu bertanya dengan identitas wanita cantik atau dengan identitas sahabat? Menurutmu? Apakah aku masih bisa menemukan wanita yang lebih menoleransiku daripada dia? Apa pun yang terjadi,
Kamu tidak akan mengubah dirimu, ya? Kenapa orang harus menikah? [Pengacara Lin.] [Kalau begitu, segera siapkan perjanjian pemindahan saham.] [Lalu, minta dia tanda tangan.] Tidak masalah. Butuh berapa hari? Tiga hari. Baik. Kalau begitu, apakah revisi terbaru perjanjian pihak pelaku konsorsium juga perlu dibuat dan minta sekalian ditandatangani olehnya? Itu tidak perlu buru-buru.
Aku berjanji padanya untuk menunda penyelesaian perubahan kepemilikan saham. Aku akan mengumumkan pengalihan kepemilikan saham saat aku mengumumkan perceraian. Jadi… Jadi, dengan kata lain, sebelum diumumkan ke publik, hanya kita bertiga yang tahu. Lin Kan. Kamu tahu apa yang ingin aku lakukan, benar, ‘kan? Dari sudut pandang profesionalku, aku harus… menjaga posisi netral antara klien,
Dan tidak memberikan komentar terhadap pilihan klien. Mengenai informasi yang diketahui, kerahasiaannya harus dijaga dengan ketat. Namun, aku mendengar suara dari hatimu. Kalau begitu, aku pergi untuk mempersiapkannya dulu. Sampai jumpa. Pengacara Lin. Mengenai Asisten Zhao yang memintaku untuk mengantarkan arak ke atas, aku merahasiakannya sesuai perintah Anda.
Aku tidak pernah mengatakan sepatah kata pun kepada siapa pun. Bagus sekali. Terima kasih banyak, terima kasih. Pengacara Lin, Anda terlalu sungkan. Bisa berbicara dengan Anda adalah kehormatan bagi kami. Hari ini, mari kita bicara tentang Yin Sheng. Katamu, kalian tak tahu apa alasannya mengundurkan diri hari itu, ya? Kami tidak tahu.
Manajer Xu mungkin sedikit tahu. Kenapa Manajer Xu bisa tahu? Hubungan mereka paling baik. Seberapa baik? Hubungannya baik sampai Manajer setiap bulan selalu membantu Kak Sheng untuk mentransfer uang ke orang lain? Maksudmu, Manajer Xu membantu Yin Sheng mentransfer uang kepada orang lain setiap bulan? Aku hanya pernah melihatnya dua atau tiga kali. [Pengacara Lin,]
[kamu jangan bilang kalau aku yang mengatakannya, ya.] Kamu tenang saja, tidak akan, tidak akan. Dia pergi dengan terburu-buru. Barang pribadi pun tidak sempat dibawa. Manajer Xu bahkan menyuruh membereskan barang-barang yang belum dibawa Kak Sheng. Lalu, menyuruhnya mengambilnya nanti. [Manajer Xu adalah…] [orang yang… agak bulat itu…] [Benar, ‘kan?] [Benar, agak gemuk sedikit.]
[Pengacara Lin.] Manajer Xu. Aku ingin berbicara dengan Anda. [Masuklah.] Apakah setelah itu Yin Sheng datang mencarimu untuk mengambil barangnya? Tidak datang. Barangnya masih ada di lemari kerjaku. Membicarakan Yin Sheng membuatmu kesulitan, ya? Tidak, tidak. Sebenarnya, aku dan dia… lebih sering berhubungan dalam pekerjaan. [Hubungan pribadi kami tidak sebaik itu.] Tidak begitu… mengenalnya.
Presdir Cheng memberitahuku kalau dia mengundurkan diri karena masalah keluarga. Benar. Masalah keluarga. Masalah apa? Tidak tahu. Dia tidak memberitahuku. Kalau begitu, Anda tahu alamat keluarganya, ‘kan? Semua karyawan akan mendaftarkannya saat masuk kerja. Anda tidak mungkin tidak tahu, ‘kan? Rumahnya… di sebuah kabupaten di Ningxia, tidak kaya. Setelah lulus SMA, buru-buru ikut militer,
Dan jadi tentara. Setelah mengundurkan diri dari tentara, baru menjadi pengawal pribadi. Di mana alamat detailnya? Apakah Anda ingin mencarinya sendiri? Rumahnya sangat jauh. Kamu pergi pun belum tentu bisa menemukannya. Aku tidak akan ke sana. Aku… akan menyuruh orang ke sana. Lalu, kamu juga boleh memberikan barangnya padaku. Aku bisa membawakannya untuknya. Pengacara Lin.
Alamat… rumahnya… aku tak begitu jelas. Yin Sheng mengundurkan diri bukan karena masalah keluarga, ‘kan? Sebenarnya, Anda tahu sebab dan akibatnya. Namun, ada orang yang bilang pada Anda [bahwa Anda tidak boleh memberi tahu orang lain,] termasuk aku juga. Benar, ‘kan? Pengacara Lin. Anda adalah orang yang mengerti. Jadi, tolong jangan mempersulitku lagi.
Masalah ini, Presdir Cheng sendiri yang memerintahkan sampai menyuruhku naik ke atas untuk menemuinya. Kemarin malam bahkan masih sengaja menelepon dan berpesan padaku. Anda mengerti. Semalam? Pukul berapa? Sekitar pukul 10.30. Sekitar pukul 10.30. Aku mengerti. Aku tidak akan menyulitkanmu lagi. Terima kasih. Manajer Xu. Kalau begitu… Duduklah. Masih ada sedikit pertanyaan. Maaf.
Setelah Yin Sheng mengundurkan diri, kamu masih berhubungan dengannya, ‘kan? Apakah dia sudah menemukan pekerjaan? Tinggal di mana? Ini tak ada hubungannya dengan Presdir Cheng. Kamu bisa memberitahuku. Pada hari dia pergi, dia langsung pergi ke Fen Miao Da. Maaf. Aku angkat telepon dulu. [Manajer Xu.] [Rekan di Departemen Operasional berkelahi.]
[Suruh Departemen Keamanan mengutus orang untuk menghentikannya.] [Mereka berkelahi?] [Siapa dengan siapa?] [Apa yang terjadi?] Semuanya jangan mendekat! Mundur! [Mundur!] Kita bicarakan baik-baik, bicarakan baik-baik. Letakkan kursinya. Letakkan kursinya. [Chen Mo!] [Bicarakan baik-baik, bicarakan baik-baik!] Letakkan kursinya, letakkan kursinya! Direktur Tang. Masalah ini tidak ada hubungannya dengan Anda. Jika bukan karena mulutnya yang kurang ajar,
[aku tidak mungkin memukulnya.] Kamu dengarkan aku dulu. Turunkan kursinya. [Kamu jangan terbawa emosi.] [Oke?] [Lukanya begitu dalam,] [darahnya sama sekali tidak bisa dihentikan.] Ayo, ke rumah sakit saja. Apanya yang ke rumah sakit? Lapor polisi! Aku akan segera lapor polisi! Ambilkan ponselku. Laporkan saja! Aku akan lapor sekarang! [Halo.] Apakah ini 110?
Aku mau lapor polisi soal pembunuhan berencana! Mundur. [Anti Huru-hara] Halo. Halo, Zhao Xun. [Demi kamu, Chen Mo berkelahi dengan rekan kerjanya.] [Bagian belakang kepala Cao Yu terluka parah karena dipukul.] [Semuanya naik dan membujuk.] [Namun, dia benar-benar gila, dia memukul siapa pun yang menghalangi.] Bisakah kamu membujuknya untuk tenang? Kamu suruh dia angkat telepon.
Chen Mo! Chen Mo! Jangan kemari! Telepon dari Zhao Xun. [Siapa?] [Telepon dari Zhao Xun.] Telepon dari Zhao Xun! [Angkat teleponnya dulu.] [Angkat teleponnya dulu.] [Mundur!] [Mundur, mundur.] [Mundur!] Berikan kemari. Halo. Kenapa kamu berkelahi? Mereka mengataimu. Apakah kamu tidak bisa berpura-pura tidak mendengarnya? Kamu ingin aku sama sepertimu,
Mengubur kepalaku di pasir seperti burung unta, begitu? Aku tidak pantas diperlakukan seperti ini olehmu. Bahkan kamu juga merasa tidak pantas. [Kalau begitu, menurutmu, aku sekarang…] Sekarang, aku seperti orang bodoh. Apa yang sedang kupertahankan? Chen Mo. Halo. Apakah kamu menerima apa yang mereka katakan tentangmu?
[Apa kamu mengakui yang mereka katakan itu memang merupakan dirimu?] Biar kuberi tahu kamu, Zhao Xun. Aku tidak mengakuinya. Aku selalu tidak mengakuinya. Namun, sekarang aku seperti orang yang tidak berdaya. Aku tidak tahu harus bagaimana untuk membantumu. Yang paling aku sesali sekarang [adalah saat kamu keluar dari klub,]
Aku tidak berlari menerjang seperti orang bodoh tanpa memedulikan apa pun dan membawamu pergi. Lepaskan aku! Kamu dulu, kamu dulu. Asisten Zhao. Kenapa kamu datang? Asisten Zhao. Kamu harus mengukur suhu tubuh! Asisten Zhao! Asisten Zhao. Asisten Zhao. Kamu mau ke mana? Bantu aku gesek kartunya. Kamu belum mengukur suhu tubuh. Gesek kartunya!