Dian Xiaoer diberkati oleh kesialan dan menjadi peri | Divine Destiny【INDO SUB】EP1 | iQIYI Indonesia
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Divine Destiny] [Episode 1] Tempat tinggal para dewa, Puncak Surgawi. Dewa yang mengawasi Sungai Surgawi karena membaca Buku Surgawi di perbatasan Sungai Surgawi, akhirnya mengubah sebuah batu hijau menjadi dewi. Kemudian, Dewi Batu Hijau tidak sengaja melepaskan Iblis Langit dan melanggar peraturan surgawi. Karena Dewa Pengawas Perbatasan bersedia dihukum bersama,
Maka mereka berdua diturunkan ke dunia fana. Dewi Batu Hijau sepakat dengan Dewa Pengawas Perbatasan untuk menjadikan batu hijau sebagai benda kepercayaan, selamanya tak akan berpisah. Setelah menyelesaikan kultivasi di 100 kehidupan, akan kembali ke Alam Dewa. Setelah mereka saling menemani di 99 kehidupan, dewa buangan pengawas perbatasan di kehidupan terakhirnya,
Berkali-kali mengingat kembali membaca kitab suci di tepi Sungai Surgawi yang tak berbatas. Begitu mengingat sepasang mata hijau itu, dia segera pergi ke Kunlun mencari Dewi Batu Hijau untuk memenuhi janji 100 kehidupan. Saat ini, karena menjaga keseimbangan Tiga Alam, Aura Kekacauan makin melemah. Sebuah bencana penghancur dunia sudah ada di depan mata.
Menurut petunjuk baru dari peramal Surgawi, hanya dewa buangan yang terlahir dengan batu suci berwarna hijau baru bisa mengatasi bencana ini. Setiap sekte di dunia langsung bergerak begitu mendengar berita ini, mencari jejak batu suci di segala tempat. Di dalam buku tertulis, begitu dewa buangan lahir, yang mendapatkannya akan makmur, yang menghilangkannya akan mati.
Tapi iblis-iblis itu mana bisa mengenali tubuh dewa? Bisa-bisanya menganggap dewa buangan sebagai manusia dunia fana. [Catatan Kultivasi Dewa] Ini adalah cerita lama pembasmian iblis oleh dewa buangan sebelumnya. Suatu hari nanti, aku juga akan menjadi dewa. Seperti dewa buangan, menyelamatkan dunia dan rakyat. Kamu masih dengan tidak tahu malunya berkata mau meniru dewa buangan?
Aku mau tanya, apakah kamu tahu seperti apa tampang dewa buangan? Kamu menanyakan ini? Tentu saja dewa buangan itu mirip denganku. Kamu? Bukankah kamu hanya pelayan toko? Dewa buangan apanya? Menurutku, kamu bahkan tidak berhak menjadi bawahan dewa buangan. Benar. – Pingsan. – Benar. Kalian berdua jangan salahkan aku. Ini adalah tugas dari Ibu Hua.
Ibu Hua yang menyuruhku melakukan ini. Dan kamu, apa kamu masih ingat Ibu Hua… Ibu Hua. Sakit sekali. Pantas saja belakangan ini pelanggan makin sedikit. Ternyata gara-gara cerita dari mulut busukmu ini jadi kabur. Apa bagusnya cerita dewa bobrok ini? Kamu sudah membacanya 100 kali. Menyebalkan sekali. Kusita. Bukan, Ibu Hua. Ini… Ibu Hua,
Belakangan ini kamu makan apa? Kenapa aku merasa kulitmu begitu putih? Dan matamu juga makin cerah. Meskipun marah, juga berubah menjadi begitu cantik. Bocah tengik. Semuanya gara-gara mulutmu ini. Zhang Wancai. Kamu ada di mana? Masih tidak keluar untuk cari mangsa? Hua. Dasar pemalas, bekerjalah. Nanti akan repot jika mereka bangun. Baik. Zhang,
Apakah kamu sudah melakukan hal yang aku minta? Sudah. Hampir saja dipukul mati oleh Ibu Hua-mu. Kamu tanyakan saja sendiri. Kamu tidak punya hati nurani. Waktu itu di padang pasir jika bukan karena kami, kamu sudah mati dari awal. Sekarang sudah hebat, ingin meninggalkan kami berdua dan pergi sendiri?
Masih ingin bertapa jadi dewa dan berkelana sampai ke ujung dunia. Lebih baik lupakan niatmu ini. Jika ada waktu untuk bermimpi, lebih baik cari mangsa dengan rajin. Jangan dirobek. Catatan Kultivasi Dewa-ku. Catatan Kultivasi Dewa-ku. Ibu Hua, kenapa kamu merobek catatan kultivasi dewaku? Catatan Kultivasi Dewa-ku. Apa kalian melihat seekor binatang aneh hitam
Melewati tempat ini? Aku lihat! Tadi sudah menerobos keluar. Benar, tidak? Lihat. Benar. Bahkan menabrak kedua orang ini sampai terluka. Jika kamu bisa keluar dari sana sekarang, masih bisa mengejarnya. Benar, pasti belum pergi jauh. Tempat ini terlihat aneh. Apakah ini ilusi yang diciptakan oleh binatang aneh? Aku sedikit haus.
Apakah ada yang bisa menghilangkan dahaga? Tuan, lihat apa yang kamu katakan. Kalau toko kami minuman saja tidak ada, untuk apa membuka penginapan? Kenapa kamu masih berdiri di sana? Cepat bawakan arak beras ketan terbaik. Baik. Tidak mau arak. Teh saja. Baik. Tuan, ini tehmu. Tuan, jangan-jangan kamu merasa teh di toko kami kurang bagus?
Bagaimana bisa? Aku takut kalian menaruh obat bius. Ternyata Tuan takut ini. Lihat. Ini secangkir teh. Dengan begini, kamu sudah tenang, ‘kan? Hanya bercanda. Kenapa kamu menganggapnya serius? Aku tidak menganggapnya serius. Tuan, hari ini badai pasir di luar sangat besar. Hati-hati jangan sampai mengotori bajumu. Mari. Aku dilindungi oleh kekuatan dewa.
Dia seorang manusia biasa, bagaimana bisa mendekati tubuhku? Sakit sekali. Dasar pencuri, beraninya membuka toko penipu. Membunuh orang demi uang. Jika bukan karena aku melewati tempat ini, tidak tahu ada berapa banyak arwah yang mati secara tidak adil. Kami hanya mau harta dan tidak membunuh orang. Cepat lepaskan aku! Zhang! Ibu Hua! Lepaskan!
Kalian para bandit, dunia fana karena ada kalian, makanya bisa begitu kotor. Hari ini aku akan menegakkan keadilan dan membersihkan dunia ini. Ternyata kamu adalah ahli kultivasi. Cepat lepaskan ibuku! Tolong! Xiao’er! Ibu! Tolong! Jurus potong kambing. Kenapa bisa begini? Kenapa bisa begini? Lelah sekali. Di sebelahku sini. Berhenti. Master kultivasi, kamu jangan menyalahkanku.
Kamu reinkarnasi dengan baik dan menjadi orang yang baik. Ayo, pakai ini. Aku tidak mau. Untuk apa kamu berikan padaku? Sayang sekali jika dibuang. Anggap saja pemberian dari Ibu. Aku tidak mau, Ibu. – Pakai ini. – Aku… Berdiri yang benar. Cepat. Sudahlah, ayo pergi. [Penginapan Longmen] Mari. Ayo, minum arak. Para tamu,
Apakah kalian melihat tadi ada orang yang berbaring di sana? Tadi orang itu sangat berisik setelah bangun dan membuatku kesal. Mungkin sekarang dia sedang memegang lidahnya dan pergi mencari tabib untuk menyambungkannya. Apa Tuan sekalian hanya ingin makan atau menginap? Mencari dia. Untuk apa mencariku? Aku tidak kenal dengan kalian. Kita tidak saling kenal.
Bocah ini memang sangat berbeda jauh dengan orang yang dikatakan Tuan. Dia bisa menahan Asap Pemutus Jiwa-ku, seharusnya adalah dewa buangan yang dicari. Bocah, ikut denganku. – Ikut kami. – Ikut kami. Adik kecil sangat tampan. Jangan takut. Kakak akan membawamu ke tempat yang bagus. Tempat yang indah dan menyenangkan,
Jauh lebih baik dari tempat jelek ini. Terima kasih atas perhatian Kakak. Tapi nasibku tidak baik. Aku… aku akan tinggal di tempat ini saja. Tidak tahu diri. Pedang Kuno Tianquan. Aku menyukai orang ini. Jika mau pergi, juga aku yang bawa dia pergi. Terima kasih atas kebaikan kedua kakak. Aku benar-benar sedikit tersanjung.
Bagaimana jika kalian berdua berdiskusi dulu? Yun Wuhua. Semua hal harus membicarakan urutan. Zhang! Ibu Hua! Cepat tolong aku! [Penginapan Longmen] Zhang, cepat tolong aku! Dasar wanita rendahan! Jika berani maju selangkah lagi, aku akan membunuhnya. Guru hanya bilang bawa dia kembali, tidak bilang hidup atau mati. Jika kamu ingin membunuhnya, lakukan saja.
Orangnya tidak bersedia, tapi kalian malah memaksanya. Cih! Tidak tahu malu. Gadis liar dari mana? Sebutkan namamu. Kenapa? Kalian tidak mengenali Pedang Dewa Qingmu yang terkenal? Pedang Dewa Qingmu. Sepertinya Sekte Xixuan juga ingin ikut campur. Sekte Xixuan? Aku ingat Catatan Kultivasi Dewa mengatakan Xixuan adalah sekte pertama di dunia kultivasi.
Mereka juga datang demi aku? Ada apa ini? Kamu berani merebut orang dariku? Terima kasih atas pertolongan dewi yang cantik. Minggir kalau ingin hidup. Ayo. Kamu dari Xixuan? Kenapa kamu ingin menyelamatkanku? Ayo pergi. Di keadaan terdesak, pasti akan ada jalan keluarnya. Aku hitung sampai tiga, kamu pegang aku erat-erat. Tunggu sebentar. Si… siapa namamu?
Jika menunggu lagi, nyawamu akan melayang. Sudah seperti ini masih mau basa-basi. Aku juga tidak mau. Aku juga tidak ingin basa-basi denganmu. Aku hanya orang biasa. Kamu menyuruhku melompat dari tempat yang begitu tinggi. Bagaimana jika aku mati? Aku tidak tahu siapa nama penolongku. Itu akan menjadi penyesalan seumur hidup. Dengarkan baik-baik.
Aku Zhang Yinyin, murid pertama Istana Taixuan dari Sekte Xixuan. Zhang Yinyin. – Aku ingat. – Ayo pergi. Lebih baik kamu peluk aku erat-erat. Apa yang kamu lakukan? Siapa yang menyuruhmu melompat? Bukankah kamu yang bilang satu, dua, tiga mulai lompat? Aku bilang hitung satu, dua, tiga, pegang aku erat-erat.
Aku akan membawamu terbang dengan kekuatan spiritual. Terbang? Kalau begitu kamu katakan lebih awal. Dewa buangan yang melewati ujian kesengsaraan apanya? Aku lihat kamu adalah orang bodoh. Aku, Zhang Yinyin sebagai murid pertama Sekte Xixuan, sejak kapan menjadi begitu menyedihkan? Hari ini anggap saja nasibku tidak baik. Pantas sial. Aku… Serahkan orangnya! Jangan harap!
Dia ditakdirkan untuk berguru dengan Sekte Xixuan. Jika menginginkannya, rebut dengan kemampuanmu. Dewa muda, ayo ikut aku kembali ke Kuil Nanhai. Kali ini benar-benar tidak bisa pergi lagi. Aku kasih tahu kamu, menyelamatkan orang harus sampai selesai. Jangan abaikan aku, Zhang Yinyin. Kalau begitu, kita sudah sepakat. Kelak, kamu adalah orangku. Kamu bergabung ke Xixuan,
Aku akan melindungimu. Kalau begitu sepakat. Ucapan kalian mesra sekali. Begitu cepat sudah bermesraan? Ibu. Aku sudah menemukan orang yang harus menghadapi kesengsaraan. Diam! Kamu sudah berani turun gunung dan merebut orang tanpa izin. Tiga pendeta Tao datang berkunjung, tempat tandus ini juga menjadi gunung dewa. Namaku Hui Hai. Salam, Pendeta Tao.
Sudah lama mendengar Pendeta Zi Wei bertapa selama 30 tahun lebih. Hari ini tiba-tiba keluar dari pertapaan, apa demi pemuda ini? Ketua Sekte keluar dari pertapaan untuk mencari orang yang berjodoh menjadi penerusnya. Ini adalah satu-satunya harapanku sebelum aku menjadi dewa, mohon semuanya memaklumi. Ternyata orang tua ini datang untuk memilih penerus.
Jika bisa masuk ke Xixuan, impianku menjadi ahli kultivasi akan terwujud. Pendeta Zi Wei memiliki harapan, tetapi kami juga punya kesulitan. Bagaimana kalau Anda bermurah hati, menyerahkan pemuda ini pada kami? Ucapan Pendeta Hui Hai benar. Setiap sekte memiliki kesulitan masing-masing. Meskipun Sekte Xixuan sangat besar, kami tidak pernah menindas orang dengan kekuasaan. Begini saja,
Mari kita tanya anak muda ini, dia bersedia bergabung dengan sekte yang mana. Apa dengan begini adil? Katakan saja. Aku bersedia menjadi saksi. Aku… Orangku. Tentu saja aku bersedia berguru di Sekte Xixuan. Guru, terimalah penghormatan dariku. Di Catatan Kultivasi Dewa tertulis bisa menunggangi burung dewa. Ternyata memang sangat hebat. Bukankah hanya menunggang burung?
Apa perlu begitu senang? Tentu saja. Apa itu penginapan? Dewi Yinyin, apa kamu bisa menghentikan burung dewa ini? Aku ingin berpamitan pada Ibu Hua dan Zhang. Setelah memasuki Xixuan, tidak tahu kapan bisa bertemu dengan mereka. Burung dewa tidak bisa berhenti begitu saja. Lagi pula, para guru masih menunggumu di sekte. Tidak boleh menunda-nunda.
Jika jodoh dengan mereka belum berakhir, pasti bisa bertemu lagi. Setelah memasuki Gunung Xixuan, aku adalah seniormu. Kamu adalah juniorku. Kamu harus mendengarkanku. Mengerti? Aku mengerti. Aku akan mendengarkanmu. Kamu tidak bisa apa pun, tapi cepat sekali mengaku sebagai pecundang. Kelak jika ada yang berani menindasmu, sebut saja namaku. Aku, Zhang Yinyin akan melindungimu. Baik.
Aku juga bisa menjadi kultivator. Aku juga bisa terbang. Lihat dirimu. Ini Gunung Xixuan? Cantik sekali! Siapa namamu? Aku hanya ingat aku yatim piatu. Margaku Ji. Aku tidak punya nama. Setelah diadopsi oleh penjaga toko, dia memberiku nama Ji Xiao’er. Kalau begitu, aku akan memberimu nama. Meskipun kamu pernah hidup dalam dosa,
Sekarang harus mengalami kesengsaraan. Ilmu Tao sangat luas, semua makhluk seperti debu. Aku beri kamu nama Ruochen. Terima kasih atas berkah Anda. Nama Xiao’er masih lebih enak didengar. Suamiku, kenapa aku merasa pemuda ini tidak seperti dewa buangan yang kita cari? Apa Yinyin salah tangkap orang? Istriku, jangan khawatir, kita lihat bagaimana keputusan Ketua.
Dari mana kamu mendapatkan batu hijau itu? Aku juga tidak tahu. Sepertinya aku sudah memakainya sejak kecil. Kalau begitu, bolehkah aku melihatnya? Aku … Guru. Ruochen. Kemarilah. Rasa curiga Zi Yang lebih besar dari kita. Dia menggunakan Cermin Spiritual untuk mengujinya. Kamu berdiri di sini. Cermin ini bisa menguji manusia, siluman, dewa, dan iblis.
Manusia becermin tidak akan berubah. Dewa becermin akan menjadi merah. Jika siluman becermin, akan ada aura jahat hitam yang menyebar. Menurutku hal ini makin menarik. Senior, kenapa Cermin Spiritual ini tak bereaksi? Apa seharusnya ada perubahan di cermin ini? Jika orang bodoh ini palsu, bukankah aku akan ditertawakan semua orang?
Kamu berdiri begitu jauh tentu saja tidak bisa. Berdiri lebih dekat. Yinyin! Yinyin! – Yinyin. – Yinyin. – Yinyin. – Senior Yinyin. Ketua, semuanya, tadi sakit kepala putriku kambuh, sungguh tidak sopan. Tidak apa-apa. Semua yang terjadi hari ini berkat Yinyin. Kalian semua sudah melihatnya. Cermin Spiritual ini bersinar karena tubuh dewa becermin.
Sekarang seharusnya sudah percaya Ruochen tidak diragukan lagi dia adalah dewa buangan yang sedang melewati kesengsaraan, ‘kan? Dewa buangan yang melewati kesengsaraan? Dia adalah dewa buangan? Ternyata karena batu hijau ini, membuat orang salah mengira aku adalah dia. Namun, Cermin Spiritual ini tadi tak bereaksi. Rahasia langit sulit ditebak. Bukan sesuatu yang bisa kita pecahkan.
Jangan bilang Cermin Spiritual ini, liontin batu hijau di lehernya, juga memiliki jiwa. Bisa mengenali pemiliknya. Ruochen pasti bukan manusia biasa. Hal ini tidak perlu dibicarakan lagi. Sekarang harus menetapkan dia masuk ke cabang mana. Karena ketua begitu mementingkan dewa buangan yang melewati kesengsaraan ini, dan ilmu Istana Taixuan paling dalam,
Tentu saja aku adalah pilihan terbaik untuk mengajari Ruochen. Pendeta Jing Xiao, Ilmu Pedang Lima Elemen milikmu memang hebat, tapi prinsip inti emas dan Tiga Hukum milikku, Zi Yang masih lebih hebat. Cabangku paling cocok untuk membangun dasar murid muda. Meskipun Ruochen adalah dewa buangan, dasarnya masih lemah. Lebih baik diserahkan padaku.
Menurutku paling tidak pantas. Ada banyak murid wanita di cabangmu, sedangkan Ji Ruochen sangat tampan, terlalu berbahaya. Apa 26 murid di cabang Jing Xiao tidak ada murid wanita? Cepat atau lambat dewa buangan akan kembali ke langit. Jika Pendeta Tai Wei berkata seperti itu, bukankah sangat konyol? Kamu! Kamu! Menurutku dia tidak cocok dengan kalian.
Menurut kalian, benar tidak? Semuanya! Semua yang kalian katakan masuk akal. Ji Ruochen tidak tahu harus masuk ke cabang mana, tapi membantunya kembali ke Alam Dewa adalah prioritas utama Sekte Xixuan dan tidak boleh diabaikan. Begini saja. Untuk sementara Ruochen ditempatkan di Istana Taichang milik Zi Yang.
Kemudian, cabang lainnya akan mengajarinya dua kali setiap bulan. Tunggu tiga tahun kemudian saat ujian, biar dia putuskan sendiri memilih cabang mana. Begitu juga boleh. Daripada berdebat, lebih baik mengajarinya bersama. Ruochen, bagaimana menurutmu? Para Guru, terimalah hormat dari murid. Pedang Chiying! Meskipun Pedang Chiying bukan pedang yang terkuat, ini adalah senjata kesayanganku.
Hari ini kuberikan padamu. Terima kasih, Guru. Pedang Chiying ini seharusnya menjadi milikku. Bagaimana bisa membiarkan dia mendapat keuntungan? Yinyin. Sudahlah, Yinyin, Ayo. Senior Yun Feng, tempat ini jauh lebih cantik dari yang tertulis di Catatan Kultivasi Dewa. Ada banyak pemandangan indah di Gunung Xixuan. Kamu akan menemukannya secara perlahan dan pelan-pelan memahaminya.
Oh ya, Senior Yun Feng. Tadi Yinyin sakit kepala dan penyakit lamanya kambuh di aula. Apa penyakitnya ini adalah penyakit yang sangat berbahaya? Yinyin sejak kecil memiliki penyakit energi dingin. Saat kambuh akan sakit kepala dan pusing. Tapi untung ada energi murni dari Jing Xiao dan istrinya, sehingga tidak menjadi masalah besar. Sebelah sini.
Kedua sisi adalah kamar. Ini adalah tempat tinggal kita. Tempat ini begitu besar. Ruochen, sini. Ruochen, ini adalah kamarmu. Kalau kelak ada yang diperlukan, katakan saja padaku. Kamar sebesar ini, hanya aku sendiri yang tinggal? Benar, hanya kamu seorang. Sekte Xixuan benar-benar adalah sekte pertama di dunia dan benar-benar kaya. Kalian punya begitu banyak murid,
Kalian harus menyiapkan berapa tempat tinggal? Bukan begitu. Kebanyakan murid tidur beramai-ramai. Kamu adalah dewa buangan sekte kami, orang penting untuk membangkitkan sekte. Tentu saja kami tidak bisa dibandingkan denganmu. Oh, pantas saja. Apa kalian semua sedang menungguku menjadi dewa? Namun, kamu tenang saja. Aku akan mengingat keramahan Sekte Xixuan.
Jika suatu hari aku berhasil menjadi dewa, aku tidak akan melupakan kalian. Kamu pasti sudah lelah, istirahatlah lebih awal. Baik. Permisi. Aneh. Tadi jelas-jelas sudah hampir mati kepanasan. Kenapa sekarang baik-baik saja? Hei, batu sialan! Kamu jangan melakukan trik mengenali pemilik. Mulai sekarang, aku adalah majikanmu. Dengar, tidak? Aku beri tahu kamu,
Kamu introspeksi diri baik-baik di dalam. Kali ini aku memecahkan rahasia langit dan keluar pertapaan lebih awal, untung dewa buangan itu memilih sekte kita. Ini bisa dibilang takdir langit untuk menghadapi kesengsaraan. Pasti bisa membantu Xixuan melewati kesulitan. Perkataan Senior benar. Senior Pertama, sejak kamu mulai bertapa, kamu menyuruhku menjadi ketua perguruan pengganti.
Ini sudah beberapa puluh tahun dan kultivasiku sudah tertunda. Cabang kita juga tidak ada kemajuan, bagaimana kalau Anda suruh Jing Xiao saja? Aku sungguh takut mengecewakan kepercayaan Anda. Junior, jangan merendahkan diri. Sekarang Ji Ruochen sudah berada di cabangmu. Tidak peduli ajaran benar atau sesat, menghancurkan Xixuan, atau mendominasi Tiga Alam,
Mereka pasti akan memikirkan segala cara untuk mencelakainya. Junior, kamu harus berhati-hati dalam bertindak. Jangan sampai terjadi bencana pada orang sekte kita yang akan menghadapi kesengsaraan. Aku akan mematuhi perintah Ketua Perguruan. Akhirnya aku bisa bertapa dengan tenang. Tapi urusan dalam sekte harus diurus oleh para junior. Yinyin. – Putriku. – Yinyin.
– Putriku. – Kamu baik-baik saja? Kamu sudah membaik? Yinyin. Aku sudah lebih baik. Tapi hari ini bukan malam bulan purnama. Kenapa penyakit silumanku kambuh begitu ganas? Kamu masih bilang. Jelas-jelas kamu tahu di dalam tubuhmu ada Mutiara Huanyao, tapi masih bersikeras mendekati Cermin Spiritual itu. Cermin itu bisa membedakan manusia, iblis, dan dewa.
Pasti karena cermin itu merasakan aura siluman di dalam tubuhmu, sehingga menyebabkan aliran energimu saling berlawanan. Aku panik karena Ji Xiao’er, sehingga tidak memedulikan hal lain. Kamu ini. Apa kamu tahu jika hari ini bukan karena Ji Ruochen menutupi dengan kekuatan dewanya, mungkin kamu sudah menunjukkan wujud silumanmu? Tunjukkan saja! Selama bertahun-tahun,
Aku terus bersembunyi dan merasa ketakutan. Aku sudah muak. Jika hanya rasa sakit di tubuh, aku masih bisa menahannya. Sama-sama berlatih, orang lain berlatih sebulan, tapi karena gangguan racun iblis, aku harus berlatih beberapa kali lipat. Menjadi siluman akan lebih baik. Jangan. Tidak boleh. Apa kamu tahu, sejak dulu, aku sudah berselisih dengan siluman.
Jika kamu berubah menjadi siluman, hukuman paling ringan adalah diusir dari sekte. Hukuman terberat akan dihukum di tempat. Itu sama saja dengan membunuh orang tuamu. Semua salah rubah tua itu. Putriku, kamu sudah menderita. Ayah dan Ibu tidak melindungimu dengan baik. Ibu. Jangan sedih. Aku hanya melampiaskan kekesalanku. Kalian jangan bersedih lagi. Begini saja.
Aku berjanji pada kalian. Aku pasti akan berlatih dengan baik dan mematuhi aturan sekte. Berusaha mempertahankan peringkat pertama di Daftar Qingyun. Baik. Baik. Apa masih sakit? Apa sudah lebih baik? Sudah lebih baik. Halo, Senior. Halo, Senior. Siapa kamu? Kamu tidak boleh sembarangan memanggil senior. Kamu belum tahu, ‘kan? Dia adalah kultivator berbakat langka,
Dewa buangan yang melewati kesengsaraan. Ji apa namamu? Ji Ruochen. Bagaimana bisa menjadi dewa buangan yang melewati kesengsaraan? Aku lihat lebih mirip pelayan. Nasibku pasti lebih beruntung dari orang lain. Ini adalah Paviliun Penyimpanan Kitab, Tempat penting sekte. Untuk apa kamu datang ke sini? Aku hanya melihat-lihat. Kalau begitu masuklah dan lihat-lihat. Tidak bisa.
Aku sedang menunggu tanda masuk dari Senior Yun Feng. Tidak perlu. Peraturan ini hanya untuk murid biasa seperti kami. Statusmu tidak biasa, tidak perlu terlalu terikat pada peraturan. Langsung masuk saja. Benarkah? Terima kasih. [Paviliun Penyimpanan Kitab] Apa ini? Ka… kamu jangan kemari. Menjijikkan sekali. Kalian jangan kemari lagi. Senior Yinyin, cepat tolong aku. Senior.