IRONIS ! Calon Polisi Dipecat 6 Hari Sebelum Dilantik. Komisi III DPR Bereaksi Keras !
IRONIS ! Calon Polisi Dipecat 6 Hari Sebelum Dilantik. Komisi III DPR Bereaksi Keras ! Komisi III DPR RI, Habiburokhman, Ahmad Sahroni, Hinca Pandjaitan, “Valyano Boni Raphael SPN Polda Jabar”, “Komisi III DPR RI pemecatan siswa SPN”, “Alasan pemecatan Valyano Boni Raphael”, “Reaksi Komisi III DPR RI atas pemecatan siswa SPN”, “Tanggapan SPN Polda Jabar terkait kasus Valyano Boni Raphael”, Pemberhentian Siswa SPN Polda Jabar, Kasus Pemecatan Siswa SPN, Alasan Pemecatan Siswa SPN, Evaluasi Pemecatan Siswa SPN, Laporan ke Kapolri, Intimidasi Siswa SPN, NPD (Narcissistic Personality Disorder), Psikologi Siswa SPN, Propam Mabes Polri, Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR,Kepala SPN Polda Jabar, Orang Tua Valyano Boni Raphael, IPDA Ferren Azzahra Putri, Kriminalisasi Siswa SPN, Sistem Pendidikan di SPN, Pemecatan Siswa SPN, Valyano Boni Raphael, SPN Polda Jabar, breaking news, berita terkini, tv desa bone,
Kasus Pemecatan/Pemberhentian Siswa SPN (Sekolah Polisi Negara) Polda Jawa Barat, Valyano Boni Raphael, mendapat perhatian Komisi III DPR RI. Hal itu terlihat dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR dengan Kepala SPN Jawa Barat, Kombes Pol Dede Yudy Ferdiansyay dan orang tua Raphael. Habiburokhman (Ketua Komisi III DPR), Ahmad Sahroni (Wakil Ketua Komisi III DPR) dan Hinca Pandjaitan mengkritik keras alasan pemecatan Valyano Boni. Ketiganya meminta agar Kepala SPN Polda Jabar mengevaluasi pemberhentian Raphael, serta akan melaporkan hal tersebut kepada Kapolri.
Menurut Dede Yudy Ferdiansyay, Valyano Boni Raphael diberhentikan karena dua alasan, yaitu mental kepribadian dan aspek akademis. Di antaranya, Valyano disebut sering bolos jam pelajaran dan berbohong. Di sisi keluarga Valyano menyebut anaknya justru kerap mendapat perlakuan intimidasi penculikan saat di dalam sekolah dan ‘bolos’ akibat sakit. Diketahui Valyano diberhentikan enam hari menjelang pelantikan di SPN Polda Jabar.
IPDA Ferren Azzahra Putri dari Bagian Psikologi SDM Polda Jawa Barat, yang memeriksa dan melakukan tes psikologi, menjelaskan dari hasil analisanya, bahwa siswa tersebut menunjukan contoh yang menjurus kepada NPD atau Narcissistic Personality Disorder. “Pak Kepala SPN, enggak bisa begini, Pak. Ini cara melaporkan cuma analisa kebencian kepada seseorang. Ini harus dievaluasi Pak,” tegas Wakil Ketua Komisi III, DPR Ahmad Sahroni. “Rusak SPN kalau seperti ini. Ini bisa terjadi kepada orang lain. Bapak enggak suka sama dia, bikin aja laporan. Pak, rusak pak,” tambahnya.
Ketua Komisi III DPR Habiburokman menilai, pemberhentian Siswa SPN Polda Jabar, Valyano Boni Raphael terkesan dikriminalisasi dan tidak adil. Sedangkan Hinca Pandjaitan menilai, pemberhentian dengan alasan kejiwaan, menunjukkan bahwa system tersebut buruk sekali. Untuk itu, Hinca minta agar Propam Mabes Polri harus ikut turun tangan usut
Selamat menyaksikan dan jangan lupa subscribe, like, share dan koment yang sopan yah ! Gratis koq. Bergabung dengan channel ini untuk mendapatkan akses ke berbagai keuntungan:
https://www.youtube.com/channel/UCmh5Vdr5e2cCp1bs5rH9VzA/join
#polisi
#dprri
#poldajabar
#komisiiiidpr
#sekolahpolisinegara
#polisiindonesia
#kapolri
#kriminalisasi
#diskriminasi
#siswa
#tarunaakpol
#akpol
#ahmadsahroni
#partaipdip
#pdip
#pdiperjuangan
#habiburokhman
#partaigerindra
#hincapandjaitan
#partaidemokrat
#sumut
#sumaterautara
#polri
#polripresisi
#jawabarat
#jabar
#mabespolrinews
#noviralnojustice
#politikindonesia
#beritaterkini
#beritapolitik
#tvdesabone
#tvdesa
#rapatdpr
#rapatkerja
#dpr
#debatpanas
——————————————————————
Contact Bisnis : sanrangeng@gmail.com
——————————————————————
follow me in social media :
facebook : https://web.facebook.com/hardi.mahendrah
instagram : hhttps://www.instagram.com/tvdesabone/
tiktok : https://www.tiktok.com/@tv.desa.bone