DETIK-DETIK MENEGANGKAN 2 KAPAL MALAYSIA KABUR DIHUSIR PASUKAN KHUSUS KOPASKA TNI AL DI BLOK AMBALAT
Seiring semakin meningkatnya alutsista tempur dan adanya pembagian khususu dari para pasukan elite tni, tentunya tidak hanya pasukan khusus kopassus TNI AD saja yang memiliki jejak tempur menghadapi musuh – musuh mereka atau pengganggu wilayah kedaulatan NKRI,
sebab komando pasukan katak atau kopaska tni al yang merupakan salah satu, satuan pasukan khusus di kubut tni al, tidak kalah sangar dari satuan khusus kopassus tni ad.
Hal itu didasari dari berbagai misi khusu yang pernah dilalui oleh para pasukan terbaik TNI AL, baik di medan perang timur-timur dan hingga persitegangan di kepulauan blok ambalat.
Namun salah satu yang menjadi sorotan pmerintah dan masyarakat indonesia saat ini, yaitu pengerahan 2 kapal perang indonesia ke blok ambalat dan penembakan 5 orang WNI yang bertepatan pada kunjungan kenegaraan presiden prabowo ke malaysia,
Walaupun sebelumnya Sebagai tindak lanjut dari kasus penembakan tersebut, pihak otoritas Malaysia telah melakukan pemeriksaan terhadap 6 orang dari ke 14 orang petugas malaysia yang bertugas saat insiden tersebut terjadi.
Karena insiden tersebut dan atas dasar kedaulatan indonesia Di tengah potensi ancaman pelanggaran wilayah, kemudian TNI AL kembali menunjukkan ketegasannya dalam menjaga kedaulatan perairan indonesia di wilayah perbatasan antara malaysia dan indonesia.
Dalam menjaga wilayah kedaulatan maritim indonesia Komando Armada II tidak tanggung-tanggung dengan mengerahkan dua kapal perang siap tempur dengan dibekali berbagai sistem persenjataan.
KRI Oswald Siahaan-354 dan KRI Ajak-653 TNI AL ini, dikerahkan untuk melakukan patroli ketat di perairan Blok Ambalat dan sekaligus memantau berbagai pergerakan di kawasan perbatasan yang kerap menjadi titik panas antara Indonesia dan Malaysia.
Sementara disisi lain, selain pengerahan 2 kapal perang siap tempur TNI AL indonesia ke wilayah perairan blok ambalat, salah satu yang juga menjadi perhatian, yaitu ketegangan kapal perang indonesia dan malaysia di tahun 2005 lalu.
Dimana saat itu marinir tni al menghalau gangguan dari pihak tentara malaysia pada tahun 2005 lalu, karena terjadi krisisi perbatasan antara ke 2 negara.
Namun karena wilayah konflik perbatasan diantara indonesia dan malaysia terjadi di wilayah laut maritim indonesia di blok ambalat, sehingga hal tersebut yang membuat pasukan khusus kopaska tni al, harus turun tangan menghalau para pasukan dan kapal perang malaysia.
Menurut salah satu sumber nasional indonesia, dengan mengutip dari buku kopaskhas spesialis pertempuran laut khususu, kopaska tni al indonesia saat itu bergerak untuk menghusir pihak malaysia yang berusaha mengganggu pembangunan mercusuar karang unarang yang merupakan wilayah kedaulatan negara kesatuan republik indonesia, walaupun saat itu malaysia juga melakukan klaim yang sama.
Namun sejak dilakukannya pembangunan mercusuar diperairan karang unarang, pihak malaysia secara terus menerus memberikan ancaman terhadap pembangunan mercusuar tersebut, sehingga dalam pembangunan, mereka memicu munculnya ombak besar dengan melakukan aksi manuver kapal marinir polis dan tldm malaysia yang memang dengan sengaja untuk melakukan penghentian pembangunan mercusuar indonesia diwilayah laut karang unarang.
Selain itu, para pasukan bersama kapal perang malaysia dengan berani terjun kepembangunan mercusuar indonesia dan mereka disebut mengganggu para pekerja.
Tidak cukup sampai disitu, sebab pada saat itu pada 1 april 2005, kembali menerjunkan kapal polis dan tldm malaysia di sekitar wilayah blok ambalat.
Saat itu 2 unit kapal malaysia melempar jangkar yang tidak jauh dari tempat kopaska bertugas.
Namun tni al yang mengetahui akan hal tersebut, kemudian kapal perang tni al, yaitu KRI Tedong naga 819, lalu diterjunkan kemedan untuk menghusir kapal malaysia yang melakukan aksi manuver disekitar wilayah kedaulatan indonesia. #indonesia #malaysia #ambalat #blokambalat #lautambalat #karangunarang #perbatasanindonesiamalaysia #lautchinaselatan #lcs #kopaska #tni #tnial #marini #kapalperang #kapalperangindonesia #kapalperangmalaysia #nonbloktv #nonblok #news #newsnkritv #newsnkri