‘Babak Belur’❗Asal Jeplax Tanggapi T3ror Jurnalis Tempo, Hasan Nasbi ‘Dirujak’ Rocky & Adi Prayitno

Jubir Istana ‘Babak Belur’❗Asal Jeplax Tanggapi T3ror Jurnalis Tempo, Hasan Nasbi ‘Dirujak’ Rocky Gerung & Adi Prayitno
************
Kepala Kantor Komunikasi Presiden (PCO), Hasan Nasbi, menegaskan bahwa ungkapan “dimasak saja” yang ia sampaikan mengenai teror kepala babi yang diterima oleh redaksi Tempo tidak dimaksudkan untuk meremehkan kebebasan pers.

Pernyataan ini sebenarnya ditujukan untuk meredam tindakan pengiriman kepala babi tersebut.

“Saya tidak berniat mengecilkan kebebasan pers. Justru, kita perlu menanggapi dengan serius tindakan teror ini,” ungkap Hasan dalam wawancara dengan Kompas.com pada Sabtu (22/3/2025).

Hasan menjelaskan bahwa dengan menyarankan untuk “memasak” kepala babi itu, ia berharap pelaku teror tidak dapat mencapai tujuannya dalam menyebarkan rasa takut.

“Jika benar-benar dimasak, pelaku akan merasa gagal. Mereka tidak akan mendapatkan perhatian yang mereka inginkan,” tambahnya.
Bagaimana Tanggapan Jurnalis Tempo terhadap Teror Ini?

Sebelumnya, jurnalis Tempo, Francisca Christy Rosana, juga merespons teror tersebut dengan melalui akun X-nya.

“Lain kali ngirim jangan kepala babi, daging babi gitu lho yang enak. Mana telinganya sudah tidak ada,” yang menunjukkan sikap tegasnya terhadap ancaman tersebut.

Hasan menilai bahwa tanggapan Francisca tersebut sangat tepat.

“Saya biasanya jarang setuju dengan Tempo, tetapi kali ini saya sependapat dengan cara Francisca merespons. Tindakan ini dapat membuat si peneror merasa frustrasi karena tidak mendapatkan reaksi yang diharapkan,” ujarnya.
Bagaimana Kronologi Teror Kepala Babi yang Dialami Tempo?

Sebelumnya, redaksi Tempo menerima kiriman kepala babi dengan kedua telinganya terpotong melalui paket dari pengirim yang tidak dikenal.

Kepala babi tersebut dibungkus dengan kardus, styrofoam, dan plastik, tanpa disertai surat.

Hanya terdapat kata “Cica” yang merujuk kepada Francisca Christy Rosana.

Paket tersebut diterima oleh keamanan kantor Tempo pada Rabu (19/3/2025) dan baru dibuka Francisca pada Kamis (20/3/2025) sore setelah kembali dari liputan.

Saat paket dibuka, tercium bau busuk yang menyengat, dan redaksi kemudian membawa kepala babi tersebut ke luar ruangan karena khawatir akan bahaya.
Bagaimana Tindakan Pemerintah Menyikapi Insiden Ini?

Menanggapi insiden ini, wartawan pun bertanya kepada Hasan Nasbi mengenai adanya dugaan bahwa kepala babi tersebut merupakan simbol teror terhadap kebebasan pers di Indonesia.

Namun, Hasan Nasbi menekankan agar isu ini tidak dibesar-besarkan, dengan menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen terhadap kebebasan pers.

“Tidak ada yang menghalangi untuk membuat berita. Jika tidak ada yang menghalangi, berarti kebebasan pers kita baik,” jelasnya.
***********
#beritapolitik
#prabowo
#jokowi
#hasannasbi
#rockygerung
#adiprayitno
#tempo
#bocoraluspolitik