EKSKLUSIF! HERCULES KORBAN KONSPIRASI INTERNASIONAL: HARUS DIBINA JANGAN DIBULLY

terkait eh Hercules menurut Bapak sendiri bagaimana dengan premanisme dan kemarahan para purnawirawan ini terhadap Hercules, Pak? Apakah Bapak juga sudah menegur dia karena menghina purwirawan tersebut, Pak? Kali Herkules seperti halnya juga setiap ee orang Indonesia adalah anak bangsa kita. Dia dulu juga sebagai TBO kemudian partisan itu ikut bahu-membahu bersama kita dalam melaksanakan tugas negara waktu itu di Timor-Timur yang sekarang namanya Timor jadi itu sama dengan para pemuda generasi penerus sama-sama anak bangsa. yang kita orang tua ini harus selalu membimbing. Kita bisa saja ee mengajar dia dengan keras, tapi jangan membunuh secara perdata. Kalau terus kita ramei-ramai menghojat semuanya langsung ikut pro dan kontra pada ngebully. Itu kan namanya membunuh secara perdata. Anak kita sendiri. Anak kita kalau dia sampai begitu kelewatan ya ngomongnya ada purnawirawan itu bisa begitu ya. Berarti kan selama ini dia berada di masyarakat kita, masyarakat bangsa kita di negara ini yang dia pilih sebagai orang tuanya sendiri itu diperlakukan tidak seperti anak kita. Jangan begitu. Karena waktu Timur-imur menjadi Timor Listim Merdeka kan banyak yang nyebrang ikut ke sana. Ada yang nyeberang tetap setia kepada Indonesia. Dia kan termasuk yang menyeberang dan ikut tetap setia menyatakan tetap setia kepada Republik Indonesia. ee dalam kebersamaannya dengan kita di medan pertempuran kan itu tercatat banyak juga jasa dia yang sampai kakinya buntung. Dia kan orang berkaki satu buntung satu, tangannya juga satu, matanya juga satu. Dalam keadaan cacat demikian dia meskipun preman itu kan kalau bisa milih dia enggak mau jadi preman kan. Coba kasih dia jabatan direktur perusahaan pasti mau kan. Tapi dia milih preman gak ada orang yang mau terima dia kerja dengan kaki buntung, tangan buntung mata satu. Kerja di mana? Jadi dengan dia keadaan yang 50% dari ee senjata hidupnya itu kita lalu kami ya merasa kasihan mungkin tidak ada jalan lain yang bisa dia hidup kecuali dia jadi mereman begitu. Nah, itu kalau begitu yang salah siapa ya? Dia orang yang tidak normal tanpa kaki yang lengkap, tanpa tangan yang lengkap, tanpa mata yang lengkap. Hidup masih bisa hidup seperti ini. Menurut saya apa tidak menyedihkan buat kita ya. Berarti orang seperti dia itu sudah tidak ada tempat untuk bisa hidup. Padahal dia anak bangsa yang bukannya tidak berbuat apa-apa untuk bangsa kita. Apalagi dia. Sedangkan yang normal aja kakinya dua, tangannya dua, matanya dua. Kan hidupnya kan juga banyak yang masih susah. Itu sebetulnya yang jadi keprihatinan kita ini. Kami ini para purnawirawan. kita prihatin seperti itu sehingga siapapun pemimpin kita kalau ee yang kita harapkan semua kita ini mendukung untuk sesuatu yang semakin mendekati keinginan kita, yaitu bisa mensejahterakan dan mengamankan hari depan anak-anak kita. Kita kan udah udah uzur. Saya kira kan kita ingin anak-anak kita bernasib lebih baik daripada kami, bukan lebih jelek. Ya, saya lihat bahwa ee Herkules harus memperbaiki diri, tidak bisa berpreman begini. Ini kan preman jalanan. harus memperbaiki diri. Tapi yang bisa memperbaiki kan dirinya dia sendiri. Dia jadi kayak begini kan akibat dari kita. Kondisi masyarakat kita secara sosial, ekonomi, akhlak, jiwaan, rasa kebangsaan, profesionalisme kita membentuk dia kok jadi seperti ini. Di mana salahnya gitu. Inilah yang harus kita pikirkan untuk memperbaiki dan ee rasanya dia itu patut merubah organisasinya menjadi sebagaimana yang diharapkan oleh para purnawirawan semuanya dan rakyat pada semua juga tidak suka preman. Dia juga kalau suruh milih mau jadi preman apa pasti enggaklah. ini kita perbaiki dan dia adalah agen of perubahan. Agen perubahan ini ya e dia sendiri biar dia ya kita ajarin gimana caranya merubah diri dan caranya merubah dari kesat. Dia kan sudah minta maaf ya. Kalau saya enggak keliru dia sudah minta maaf. He. Nah, kalau anak kita pada suatu hari di rumah tuh ngelawan sama orang tua, kurang ajar, suruh haal, saya rasa harus diperbaiki dan kita mesti juga bertaca diri. Kenapa ya anak saya sampai durhaka sama saya, ngata-ngatain saya? Di mana letaknya kekeliruan kita dalam mendidiknya? Ya, itu saya rasa kita kembali ke kita aja, kita sama-sama aja ee prihatin dan kita mendukung kepemimpinan Presiden, Wakil Presiden sekarang untuk memecahkan masalah yang panjang lebar saya sampaikan ini. Kalau tidak nanti terlalu banyak preman dan ini preman-preman preman jalanan. Preman itu kan yang kita hadapi ya preman itu human trafficking itu loh yang anak-anak dibawa ke Myanmar itu di sana dijual belikan tersiksa kemudian narkoba penyelundupan senjata api itu aduh terus mandi laundri korupsi itu itu premanisme itu. Kalau kena ccules kan preman kampung memang jalanan cuma satu aspek aja cuma soal jagain tanah orang rebutan lahan parkir kan padahal begitu doang karena enggak ada lagi proyeknya bunga itu. Tapi kan dia tidak human trafficking, enggak narkoba, enggak yang hebat kartel seperti di Amerika Latin kan enggak begitu dia. Jadi ya kita masih diberi kesempatanlah oleh Allah, oleh Tuhan. untuk kita memperbaiki anak kita kalau memang salah didik selama ini kita salah lingkungan kita tempat dia hidup anak ini kan bersih sebetulnya anak semua anak kita ini bersih jadi kita yang salah saya juga kan sering baca medsos ya yang makanya saya bilang iliterasi media tu kan kita kan masih rendah masih banyak hoa masih banyak simulakrum, simulakra masih banyak fitnah, kebencian. Kan ada orang yang bekas pejabat juga ya. Dia ee enggak saya kenal, cuma pernah datang ke rumah saya satu kali saja. Saya sampai sekarang tidak ngerti apa salah saya ya. Tiap dia podcastnya dia pasti jelek-jelekin saya. Saya heran saya kenal aja enggak berinteraksi enggaknya satu kali aja dia datang ke rumah tapi saya enggak paham salat itu mah kan saya enggak marah saya tidak balas saya juga pikir e kesalahan saya gitu mungkin ada yang saya perbuat yang saya tidak tahu atau tidak sengaja atau mungkin dia yang salah memperkirakan saya gitu sampai sakit hampir banyak sekali podcastnya itu ya buka podcast. Kebetulan kan banyak yang nonton selalu negatif kepada saya yang saya tidak ngerti apa sebabnya. Cuma kan buat saya maklum aja ini kan kita hidup sama-sama itu ya kita harus saling memaafkan dan berusaha untuk saling mengerti. Kalau enggak begitu, musuh kita yang sebenarnya yang mau menghancurkan kita kesenangan. Kalau kita sendiri sedikit-sedikit marah, sedikit-sedikit tersinggung. Kita memaksakan keinginan kita idealis. Makanya kita maunya begini, semua harus ngikutin pikiran kita kan enggak bisa. Jadi saya juga sangat harapkan kita yang muda tua-tua ini ya saling punya tenggang rasa terutama kalau terhadap anak-anak ya muda, generasi muda yang punya tenggang rasa yang banyak maklumnya. Karena barangkali kita juga mewarisi suatu masyarakat yang tidak seideal kita inginkan. masyarakat dalam negara kekeluargaan. Ternyata kita dari waktu ke waktu semakin liberal dan kita juga semakin tidak ngerti lagi moral kita yang jadi ajaran orang tua kita dulu. Udah enggak ngerti. Kita sudah nunjuk-nunjuk orang tua, nunjuk-nunjuk pemimpin gitu. Karena kita merasa dipilih rakyat DPR, kita nunjuk-nunjuk pemerintah gitu ngomongnya. dan sebaliknya juga tidak sopan. Padahal di luar negeri itu cerita tentang sopan santun dari masyarakat bangsa kita itu sangat mendunia. Maka kalau mereka datang dan lihat berubah semua berubah begitu drastis. Apakah perubahan ini membawa kebaikan buat kita sebenarnya atau enggak? Lalu ternyata premanisme, korupsi itu kok raja lela. Berarti masyarakat kita ini terbentuk tidak sesuai dengan keinginan kita dulu waktu kita masih pada akhir. Nah, itu aja yang kita koreksi supaya karena kita ini kan semua nih generasi yang harus musnah. Sudah pasti musnah. Jadi kita hanya bisa menyampaikan kepada generasi penerus itu pengalaman. Kalau pintar enggak pasti lebih pintar generasi sekarang. Ada juga teknologinya sudah maju, eranya sudah kayak gini pasak kami punya pengalaman dan pengalaman itu kan ada pengalaman sukses, ada pengalaman gagal dan ini termasuk juga pengalaman yang tidak begitu sukses membentuk masyarakat kita seperti sekarang ini pengalaman yang tidak kita inginkan sebetulnya terjadi. Kemudian terkait ee menurut Bapak bagaimana menghadapi premanisme tersebut? ee seperti saya bilang nghadapinnya ya dengan memberikan edukasi kepada orang yang berpengaruh di sana yang berwibawa kan Hercules. Hercules itu yang harus di mulai di ulangi pembinaan terhadap Iya. Dan mungkin juga sudah bukan pembinaan lagi tapi sudah penggalangan. harus digalang dengan beberapa pemuka organisasi yang saya juga terkejut kok bisa bakar mobil polisi apa yang ada waktu generasi kita dulu belum pernah ada yang kayak gitu ya. Kita menghormati orang yang sedang melaksanakan tugas polisi. Nah, tapi itu kan orangnya kan harus tanggung jawab kan. itu kan juga ada hukumhum kan yang ee semua kita bernaung di tapi tidak bisa semuanya terus jadi salah kalau semuanya salah berarti kita termasuk yang salah gitu kita semua hanya yang terkait itu saja yang harus kita mintain pertanggungjawaban sebagaimana kita juga menyetap anak kita yang nakal supaya dia jadi baik bukan supaya dia mati perdata. Kalau Hercules kan belum apa-apa sudah mati perdata dengan kecacatan mata, tangan, kaki kan dia sudah mati perdata. Orang mati perdata masih bisa hidup. Itu kan buat kita sebetulnya mengharukan dan menyedihkan. Kenapa yang kayak begitu kok tidak ada di antara kita yang membukakan pintu supaya dia bisa hidup dengan wajar sesuai keinginan kita? Jadi saya tidak punya ee hak untuk menegur ee siapapun saya. Kebetulan teman saya Pak Wirawan, Pak Parman, Pak Mugi, kita satu hati. Kita merasa kita sudah tua dan ee kami merasa bahwa ee kami enggak lepas dari doa dan juga usaha semaksimal yang masih bisa dikerjakan supaya kalau ada hal-hal yang kita lihat aneh di masyarakat bangsa kita, kita mencari kesalahan kami dulu di mana gitu. Mudah-mudahan ke depan akan lebih baik dan saya juga ya kami ini juga akan ee mohon maaflah kepada Presiden, Wakil Presiden dan pemerintah bahwa ee kami ini ada di antara yang mungkin membuat atau mengganggu. Padahal beliau sudah bilang bergabung atau jangan mengganggu. Ya, saya harapkan kita sih gak ada lagilah yang mengganggu. biar aja beliau bekerja kan juga pasti kita sudah pilih kok presiden, wakil presiden kan kita yang pilih. Kemudian saya baca hasil survei dari media yang juga ee terpercaya seperti kalian ini 80,1% masyarakat puas dengan kinerjanya pemerintah sekarang. Kalau kita ada yang merasa tidak puas, menurut saya kan kita komunikasikan aja nanti kalau masih ada yang tidak puas kita komunikasikan dengan baik. Yeah.

Ikuti berita terbaru kami yang tersedia di https://www.kilat.com/

Follow Us
Instagram: https://bit.ly/IGkilatdotcom
Twitter: https://bit.ly/twitterkilatdotcom
Facebook: https://bit.ly/fbkilatdotcom
Tiktok: https://www.tiktok.com/@kilatdotcom

#hercules #purnawirawan #tni #hendropriyono #amhendropriyono #gibran #gribjaya #grib #ormas #preman