MAKIN GEMETARAN?! TIFA MERENGEK MINTA TOLONG PEMERINTAH AGAR JOKOWI CABUT LAPORAN??
Halo semuanya, balik lagi sehat terus dan lancar juga kegiatannya. Masih dan masih mengenai isu ijazah Pak Jokowi. Wah, ini efeknya luar biasa ya, Teman-teman. Ketika Pak Jokowi melapor, Pak Jokowi sendiri yang datang bersama dengan kuasa hukumnya melapor ke polisi, melaporkan orang-orang yang mempermasalahkan ijazah beliau. Nah, dari situ langsung datang respon dari Abraham Samad yang menyatakan bahwa ee Pak Jokowi ini melakukan pembungkaman kritik yang memang intinya meminta Pak Jokowi untuk ee tak melanjutkan laporannya soal tudingan ijazah palsu. Nah, kemudian ada informasi lagi ini mengenai dokter Tipa. tadi dia itu meminta pemerintah hadir dalam kasus ini ya secara konteks itu ya meminta pertolongan pemerintah ya mencari solusi. Padahal ini kan solusi yang sangat bagus ya Pak Jokowi melaporkan kata Pak Jokowi ini biar clear biar gamblang biar jelas seperti apa. Tapi ya dokter tipa inginnya pemerintah hadir dalam kasus ini menemukan win-win solution katanya. K dokter tipa malah begini jadinya ya. Padahal hadapi aja pertanggungjawabkan apa yang sudah dia lakukan terhadap Pak Jokowi. Dan tentu saja netizen merespon apa yang dilakukan dokter tipa ini yang dinilai memang takut ya keterir menghadapi hal ini. Di mana Pak Jokowi melaporkan orang-orang yang mempermasalahkan ijazahnya yang memang salah satunya adalah dokter tipa inisialnya T. Siapa lagi kalau bukan tipa ya. Oke, kita lihat videonya. Jadi sebetulnya begini ya. Ini kan ada dua ada dua domain terkait dengan ijazah ini. Pertama adalah domain hukum ya. Ada fakultasnya sendiri yaitu ruang pengadilan dan ada domain ilmiah di mana kami ada di situ. Sekarang kami para akademisi, orang-orang peneliti seperti ini di apa namanya? Istilahnya dilaporkanlah ya gitu ya. dilaporkan. Maka di sinilah saya mengimbau karena saya yakin juga pemerintah sebetulnya sudah apa namanya sudah sudah apa ya sudah memirsa kami gitu ya. Sudah ini maka kami sampaikan di sini sampaikan di sini bahwa pemerintah harus hadir selesaikan ini secara beyond law beyond science ya. Kenapa? Karena ini adalah aib dari negara kita ya. Ini adalah aib catatan sejarah yang sangat buruk. bagi negara kita, maka pemerintah harus hadir di sini menyelesaikannya dengan baik dengan nah kan meminta bantuan pemerintah meskipun tidak ngomong saya minta bantuan kepada pemerintah gitu kan cuman ya terlihat jelas arif dan bijaksana ya saya punya usulan tetapi mungkin sebaiknya nanti akan saya sampaikan langsung kepada pemerintah bagaimana win-win solution yang tidak saja super cerdas tetapi juga super arif dan super bijaksana jadi pemerintah harus hadir dan kita sama-sama ber ee ber ee diskusi untuk mencari langkah apapun yang terbaik. Itu yang bisa saya sampaikan sebagai ee seorang yang berkecembung dalam dunia ilmiah ya. Tetapi kalau orang hukum mungkin beda lagi mungkin ya tuntutan hukumnya mungkin beda lagi ya. Kalau saya, bagaimana kita bisa menyelesaikan ini tanpa mencederai, tanpa merusak sejarah Indonesia karena apa yang sudah terjadi sudah ter tidak bisa dihapus lagi. Tapin kanya kalau kemudian kriminalisasi dilakukan terus-menerus kepada para ilmuwan ya dengan ilmu dan teknologi mau diberangus dengan cara apa tidak bisa ya. Jadi itu yang ee sayakan betul kepada pemerintah karena ini kita perang bukan soal hukum, bukan soal sains. Ini beyond hukum beyond sacience dan di saat titik momen inilah pemerintah harus hadir. Yang bikin aib, yang bikin buruk catatan sejarah negeri kita itu kamu, cuk. Aku i gak enak misui wong wedok iki tapi gak dipisuhi nggo ateli dancuk. Udah dokter goblok pula kamu. Monggo Mbak Sat. Karena apa namanya? Saya katakan kamu yang bikin aib, kamu yang bikin catatan buruk sejarah negeri ini. Seandainya kamu enggak model-model, enggak neko neko, ya percaya bahwa UGM sudah menyatakan Pak Jokowi kuliah di UGM, Fakultas Kehutanan, terus apa namanya? Punya nomor N dan tercatat angkatan tahun sudah 85 sudah jelas. kamu aja yang goreng-goreng masalah ini gitu. Makane terus kamu pikir dengan dengan konferensi pers bukan konferensi persok iku bolone dewe. Oke bikin video wis di-setting karo bolo-bolone dewe. Mas rumangsamu terus aku percoyo gitu tahmin aku gak percoyo blas. Kenapa? Karena kamuanya kamunya aja sok ngatur gitu loh yang diselesaikan secara ilmiah, diselesaikan secara beond beyon opo ikuang? Biono opo biani? Ee siswa sekolah menengah atas di Singapura. Berjumpa lagi bersama Tipa. Kali ini Tipa bersama gerombolan orang-orang pemburu ijazah keluarga Bapak Joko Widodo. Setelah tipa menyatakan ijazah Pak Jokowi palsu dan tidak berhasil, sekarang tipa mulai menuduh bahwasanya wakil presiden kita Gibran Rakabumieraka tidak pernah mengenyam pendidikan di Singapura. ke Mas Gibran juga kata tipa dari sisi timeline pendidikan di mana yang bersangkutan maksudnya Gibran mengaku sebagai siswa sekolah menengah atas di Singapura kemudian melanjutkan ke salah satu perguruan tinggi di Australia kata dia dan kemudian meneruskan di salah satu perguruan tinggi di Singapura dan itu ternyata tidak benar karena menurut tipa ya banyak bukti yang dia temukan bahwa Gibran ternyata melanjutkan SMP-nya itu melanjutkan ke SMA itu bukan di Singapura tapi di Surakarta sendiri. Fitnah apaagi kau tiba enggak habis-habisnya kau. Setelah ayahnya anaknya pula. Eh, Tipa, kau ya kusarankan coba kau ke Singapura kau cek ke Singapura sana apa betul Gibran itu ya pernah mengenyam pendidikan di Singapura. Kau pikir Singapura itu gampang mengeluarkan ijazah kalau kau tidak bersekolah di sana. Hm. Kurang jauh kau mainnya. Iya. Jangan asal ngomong ya. Harusnya cek dan recek dulu ini dokter tipa. Jangan asal nuduh. Tidak ada buktinya. Waduh, itu tuduhan yang serius, Teman-teman. Kemudian mengenai gelar doktornya, bahkan saya lihat berita bahwa seorang tipa itu justru dipertanyakan itu gelarnya, gelar S3-nya. Saya baca dari Wahana News melalui pengumuman resmi yang juga diunggah oleh ketua Ikatan Alumni STF Driarkara Yustinus Prastowo dinyatakan bahwa dr. Fauzia Tiasuma tidak pernah menyelesaikan study doktoralnya di STF Driarkara karena tidak memenuhi kewajiban akademik seperti pengerjaan tugas dari dosen kayak paper ya, makalah jurnal seperti itu. Makanya kok sampai segitunya ya, Dokter Tipa ee menuduh bahkan ke Mas Gibran ini soal pendidikan. Ketika pendidikannya sendiri dipertanyakan, “Siapa ini yang bikin?” tidak ada kewenangan mereka untuk mengatur saya untuk menunjukkan ijazah asli yang saya miliki. Sulit rasanya orang yang kekeh dan ngotot untuk membela kebenaran yang diperjuangkan misalnya oleh tim pembela ulama dan aktivis seperti Dr. Tifa. Ia pada akhirnya tersandung dengan pernyataan-pernyataannya sendiri yang justru membuka celah untuk orang lain menelusuri bahwa ternyata dr. Tifa itu adalah orang yang tidak lulus dalam program matrikulasi di Sekolah Tinggi Filsafat Driarkara di Jakarta. Padahal ia tampil meyakinkan untuk mengatakan dan memberi pesan kepada siapapun untuk tidak bermain-main dan tidak macam-macam dengan dirinya. Sebab dirinya adalah orang yang salah satunya punya rekam akademik sebagai orang yang lulus dari STF Driarkara atau bahkan menyandang gelar doktor dari STF Triarkara. Ternyata satu persatu terbongkar bahwa orang-orang yang tahu tentang dr. Tifa atau Tifauzia ini pada akhirnya berbicara dan menjelaskan bahwa memang benar si Tifa ini pernah masuk dalam program matrikulasi dengan catatan bahwa ia akan diakui sebagai mahasiswa penuh dan ia benar-benar akan segera masuk dalam dunia perkuliahan ketika ia menyelesaikan tahapan matrikulasi yang salah satunya adalah ia menyelesaikan tugas-tugas membuat paper makalah yang ditugaskan oleh para dosen di STF Driarkara. Tetapi apa yang terjadi? Ternyata sudah ada klarifikasi dari STF Driarkara bahwa droter Tifa ini tidak pernah menyelesaikan program atau level matrikulasi. ia tidak pernah melakukan dan membuat tugas-tugas yang dipercayakan atau yang diwajibkan oleh kampus untuk seorang mahasiswa atau calon mahasiswa itu kemudian menyelesaikan level matrikulasi dan kemudian dinaikkan ke level berikutnya sebagai mahasiswa yang sepenuhnya. Nah, di sinilah teman-teman sulit untuk kemudian kita melihat kebenaran dan juga sekaligus keserian dari para aktivis TPUA seperti dr. yang melakukan pembohongan. Sementara ia tidak sadar bahwa usahanya untuk membuktikan Jokowi melakukan pembohongan publik dengan menutup-nutupi ijazahnya yang sebenarnya palsu tetapi diakui sebagai asli. Itu ternyata tergelincir oleh apa yang tidak ia lakukan sendiri. yang mengaku diri sebagai mahasiswa, tetapi ternyata ia sesungguhnya tidak pernah memenuhi syarat-syarat akademik ketika ia menjadi calon mahasiswa di STF Driarkara. Jadi kalau sudah seperti ini ternyata semakin terbongkar bahwa niat palsu yang dipunyai oleh satu persatu orang yang tergabung dalam tim pembela ulama dan aktivis mulai menunjukkan kepada kita bahwa ternyata tidak ada benarnya juga mereka-mereka yang ngotot mengatakan ijazah Jokowi palsu. termasuk Tifa UIA yang adalah salah satu aktivis yang paling ngotot dan berada di depan garda depan untuk terus menyerang Jokowi dan kepentingan-kepentingan politiknya. Dalam konteks ini, Teman-teman, kita layak juga bertanya-tanya apakah memang benar ia menyandang status sebagai dokter? Kalau dalam beberapa forum diskusi yang bisa kita lihat dalam media-media sosial kita, ya antara lain misalnya menegaskan bagaimana seorang akademisi itu punya tanggung jawab dan kewajiban moral untuk berkata benar. Dan termasuk ketika persoalan itu menyangkut ijazah Jokowi, maka ia membangun narasi yang begitu meyakinkan untuk membuat kita terkesima bahwa Jokowi harus dibongkar habis-habisan terkait dengan ijazahnya agar ia tidak main-main dan tidak macam-macam. agar ia menjadi orang yang kemudian bisa diposisikan sebagai sumber masalah dan arahnya jelas yaitu melakukan pengadilan terhadap Jokowi. Di sinilah teman-teman kita harus menempatkan apa yang dibangun oleh TPUA dengan para aktivisnya ini sebagai bagian dari konspirasi yang sebenarnya ringan saja. Itu yang dikatakan oleh Presiden ketu Joko Widodo. Tetapi mereka sudah keterlaluan dalam memposisikan Jokowi sebagai sumber masalah. Dan inilah yang dikatakan dalam konstruksi hukum yang dibangun oleh Jokowi dan para kuasa hukumnya untuk mengatakan delapan orang yang disebut-sebut sebagai orang-orang yang harus bertanggung jawab terkait dengan pencemaran nama baik dan membangun narasi yang membuat gaduh dalam hidup politik dan demokrasi kita untuk mereka bertanggung jawab bahwa tuduhan-tuduhan mereka tidak benar dan alibi yang mereka bangun itu sama sekali ternyata hanya menutupi kebohongan-kebohongan yang mereka sekarang satu persatu terbongkar. Nah, itu ya mengenai Doter Tipa, salah satu orang yang paling semangat mempermasalahkan ijazah Pak Jokowi. Dan ketika Pak Jokowi melaporkan malah memberikan pernyataan yang di mana isinya ya meminta bantuan pemerintah untuk mencari solusi yang terbaik katanya. mencari menemukan win-win solution-nya seperti apa, terus membangun narasi yang lain yang salah satunya seperti yang disebutkan oleh netizen yaitu mempermasalahkan perihal pendidikan Mas Gkibran.
MAKIN GEMETARAN?! TIFA MERENGEK MINTA TOLONG PEMERINTAH AGAR JOKOWI CABUT LAPORAN??
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#prabowo #gibran #prabowosubianto
#jokowi #megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip
#prabowo #jokowi #jokowidodo #ijazahjokowi
#themamzreaction #hastokristiyanto #pdiperjuangan #pdip #banteng #megawati #politik #jokowi #prabowo #pdip #politikindonesia #gibranrakabuming #beritaviral #infoviral #beritapolitikterkini
Tags:
the mamz menz yeah, prabowo, prabowo subianto, presiden prabowo, presiden prabowo subianto, gibran, gibran rakabuming raka, joko widodo, jokowi, rocky gerung, amien rais, connie bakri, megawati soekarno putri, hasto kristiyanto, roy suryo, dr. tifa, rismon, amien rais, ijazah jokowi, sidang ijazah jokowi, kuasa hukum jokowi, isu ijazah jokowi, pengacara penggugat ijazah jokowi jadi tersangka pemalsuan dokumen, jokowi tunjukkan ijazahnya, ugm jelaskan ijazah jokowi, roy suryo dilaporkan, roy suryo cs dilaporkan, M. Qodari, Mr. Q, M qodari tanggapi isu ijazah jokowi, dr tifa dilaporkan tim advokat jokowi, gugatan ijazah palsu jokowi, rismon, roy suryo minta bantuan prabowo? iyyas subiakto, abraham samad, yakup hasibuan, pengacara jokowi skakmat roy suryo cs, roy suryo cs dilaporkan jokowi, dr. tifa minta tolong pemerintah, gelar dr. palsu tifa??, gelar dr. tifa dipertanyakan