MODYARR ❌ ROY SURYO ‘TERSKAKMAT MATI’ PENGACARA JOKOWI: JELAS KAN ITU PUNYA JOKOWI

Memalukan Roy Suryo ditelanjangi pengacara Pak Jokowi dalam debat. Roy Panci tersengal-sengal kesulitan mempertahankan kebenaran dari tuduhan ngawurnya. Ya, tentu saja tidak ada kebenaran dari hal ngawur. Tapi dalam debat di sebuah acara TV, Roi Suryo benar-benar mengumbar kebodohannya. Penonton terhibur. Kita mentertawakan Roy Panci sampai terbang-bak. Dengarkan dulu pernyataan dari UGM berikut. Oh iya yang lengkap Mbak Nyataannya Joko Widodo itu ee tercatat dari awal sampai akhir melakukan tridarma perguruan tinggi di Universitas Gajah Mada. itu sudah kami jelaskan dan Joko Widodo itu lulus pada November ya ee 5 November 1985 sesuai dengan catatan di dokumen Fakultas Kehutanan. Nah, ini dipotong nih, Mbak ya. Enggak mungkin 1 jam dong dong gitu. Bukan enggak mungkin 1 jam. Ada alam bawah sadar yang ditunjukkan oleh Allah Subhanahu wa taala ketika Prof. ing Udasworo ini ya mengucapkan Joko Widodo itu adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran eh eh anu ya di Kehutanan. Hm. Profening itu orang sastra Jokowi disebut-sebut lulusan kehutanan kok bisa keluar dari mulutnya itu kedokteran. Itu hal yang sangat tidak mungkin. Kalau tidak secara apa bawaah sadar itu sebenarnya ada sesuatu yang akhirnya keluar gitu loh. Jadi ini enggak boleh enggak boleh dibiarkan ya. Ada dia diketawain tuh sama rekaman. Jadi ada ada kecurigaan dari sini Mas Yakub. Itu itu berdasarkan ilmu apa tuh Mas? Mas Roy dari orang lihat muka lihat muka bukan bukan, bukan bukan saya itu dokter yang menganalisis dokter yang mengerti kalau ada seseorang itu bawa sadar. Jadi bukan saya yang menilai. Ada ada tuh ee alasannya apa, Mas? Saya izin nanya. nanya mohon dijawab dengan jujur. Oh iya, Mas kan tadi bilang bahwa Mas itu e sarjana UGM. Heeh. Katakan, katakanlah, katakanlah ijazah Mas hilang. Ya, kalau punya Pak Jokowi ada. Saya andaikan punya Mas Roy hilang kemudian butuh untuk apply kerja atau mau mendaftarkan KPU. Betul. I ke mana Mas Roy pergi untuk meminta legalisir? Ke UGM dan UGM. Oh, ke UGM. Iya. Oke. Dan UGM mengeluarkan bukan ijazah yang sama dengan kita lulus dulu loh. Oke. Ini ini yang penting keterangan. Oh, iya. Oh, iya. Berarti mempercayakan UGM sebagai yang yang mengeluarkan karena saya lulusan sana asli, Mas. Oke, berarti clear. Berarti Pak Jokowi kemarin sudah diberikan verifikasi oleh UGM ya. Berarti kalau Anda konsisten ya clear sudah memberikan statement. Oke. Nanti nanti bisa dilihat Mas, apakah ijazahnya Pak Ju yang katanya tidak pernah diserahkan kepada orang lain itu sama dengan yang beredar? sekarang jawab juga jujur, Mas, sudah pernah lihat ija yang kemarin di bawah? Wah, sudah pasti dong, Mas. Sudah pasti. Sama enggak dengan yang kemarin-kemarin itu ditunjukkan? Nanti biar dipersidakan diini, Mas. Enggak jujur, Pak. Gini, gini, Mas. Karena saya tidak mau melampaui otoritas juga. Jadi, kalau ada seorang ahli yang mengatakan bahwa saya sudah menganalisa, ada dokumen saya ambil dari online, saya analisa kiri kanan. Ini sama sekali bukan online. Dari mana, Mas? Yang ijazah, Mas ambil. Ijazahnya adalah memang kan ijazah kita pastikan dari ketika skripsinya itu tidak benar ya ijazahnya pasti tidak benar. Mas kan menganalisa ijazah pada katanya fotonya tidak sesuai dengan lain itu dari mana seorang yang menuliskan dia katanya dia mendapatkan langsung dari Pak Jokowi. Oke. Tapi apakah boleh sebagai seorang ahli Mas kan seorang ahli sering di persidangan kan. Boleh enggak source of dokumennya itu enggak boleh enggak source of dokumen yang dianalisa seorang ahli forensik itu bukan berasal dari dokumen asli. Makanya kita tunggu menganalisa kopi boleh enggak apa-apa. Makanya nanti kita tunggu kita tunggu kalau Mas punya yang asli ya kita bandingkan. Kalau itu ternyata yang kemarin dianalisis juga oleh saya dan dokter respon itu tidak benar. Orang itu yang pernah memposting dan katanya asli itu katanya dia dapat dari Pak Joko itu penyebar hoanya di tapi yang menganalisa saat itu palsu siapa Mas? Iya loh kita. Kita karena kalau itu palsu berarti yang ada disebar. Nah ini menarik sekali. Kalian kalau ngamati pengacaranya Pak Joko sudah full ketawa ya. Ngelihat Bung Roy Suryo ini yang beberapa kali ke Jebak dengan statementnya sendiri yang justru mereka sendiri yang mengakui ya penyebar hoa-nya itu mereka sebetulnya. Itulah makin banyak terungkap dari skripsi itu. Mulai dari hurufnya, halamannya, kertasnya, ee salah ketik pada nama pembimbingnya, kemudian bahkan ada tulisan tesis. Padahal itu adalah skripsi untuk S1. Itu kan aneh banget, Troy. Mohon maaf saya mau klarifikasi. Tadi kan Anda bilang bahwa ada tulisan tesis. Itu skripsi siapa yang ada tulisan tesis, Mas? Yang ada tulisan tesis itu adalah bukan miliknya Pak Jokowi. Oh, bukan milik Pak Jokowi ya? Iya. Tapi punya Pak Jokowi enggak ada. Oke. Tapi yang tadi tesis bukan punya Pak Jokowi agar clear satu Indonesia rakyat semua clear. Bukan punya Pak Jokowi. Tapi itu. Oke, terima kasih. Terima kasih. Lagi-lagi Bung Roy ini tidak konsisten dengan omongannya ya. Itu tuh hasil dari ngasal-ngasal tuh kayak gitu. lupa dengan statementnya sendiri. Oh, oh ini ini enggak gini nih. Enggak gini kayak gitu. Beda cerita kalau Bung Roy itu mengatakan yang sebenarnya konsisten tuh. Nah, makanya tadi dari awal sudah kejebak berkali-kali ditambah lagi kayak gini ngomongnya tesis terus habis itu harusnya skripsi udah ngomongin kayak oh kayak benar paling benarlah gitu. Ternyata ketika ditanya itu punya siapa? Bukan Pak Jokowi. Loh, kenapa dibahas kalau bukan punyanya Pak Jokowi? asas yang mengatakan bahwa afirmanti non neganti incumbit probasio. Jadi kalau ada orang yang mendalilkan sesuatu palsu, dia yang wajib untuk membuktikannya gitu ya. E tapi di balik semua itu ee pertama-tama yang saya baca dari berita online hari ini ee tim e kuasa hukum dari Pak Jokowi sudah melaporkan dengan pasal 310 he 11 kemudian 27A ee 32 dan 35 gitu ya. nanti biarkan berproses apakah penyidik menemukan adanya dugaan peristiwa pidana atau tidak untuk menilanjutkan. Karena begini, bagi mereka yang dilaporkan Mbak Cintia ya, pasal 312 KUHP menentukan bahwa kalau nanti hakim memandang perlu untuk si terdakwa ini membuktikan karena dia merasa ini untuk kepentingan umum meskipun kuat-angkot ya bahwa Pak Jokowi itu sudah bukan pejabat lagi tetapi isunya ternyata masih bergulir sampai ee skat ini ya itu saya juga enggak tahu apa yang menjadi motivasi ini. Tentu banyak faktor-faktor lain yang menurut hemat saya itu bukan merupakan ranah hukum untuk saya komentari. Tapi saya mau katakan seperti ini, Mbak Ctia. Kalau ada orang yang mendalilkan bahwa sebuah surat itu palsu atau dipalsukan atau digunakan secara palsu, pasal 77 KOHp itu sudah menentukan dan luaranya maksimal 12 tahun loh. Tadi kan dikatakan ijazahnya tahun 5 ya gitu ya. He. 85. Sekarang tahun 2025 itu berarti sudah 40 tahun. Iya. Dalu untuk menuntut pemalsuannya saja tuh sudah luarsa secara pidana. Secara perdata 1967 kitab Undang-undang hukum perdata juga menyatakan bahwa untuk menuntut karena kita dengar ada perkara perdata juga yang sedang bergulir saat ini itu maksimal 30 tahun. H. Jadi kesempatan untuk membuktikan sebaliknya tetap diberikan ruang tentu dengan catatan bahwa saya belum mengatakan bahwa itu sudah ada luarsa sebenarnya tuntutan mengenai sangkaan bahwa ijazah tersebut diduga palsu. Yang kedua, Mbak Cintia kalau kita lihat dari sisi hukum pembuktian kebetulan saya ee adalah mendalami bidang hukum pembuktian ya. Ini kan setahu saya sudah disampaikan oleh pihak kampus bahwa ini adalah ijazah yang asli. Itu pertama. Yang kedua, dari proses perjalanan Pak Jokowi mulai dari Walikota, gubernur, Presiden dua periode. Bukankah itu sudah melewati proses verifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum ee pusat dan daerah gitu ya. Nah, dalam hukum pembuktian itu ada disebut dengan istilah persangkaan. persangkaan yang ditentukan oleh undang-undang dalam konteks ini adalah Undang-Undang Pemilu sudah menyatakan bahwa konteks ijazah sebagai alat bukti otentik ya yang memberikan pembuktian yang sempurna ditambah persangkaan itu sudah menyatakan bahwa alat bukti itu adalah sempurna bahwa ijazah Pak Jokowi itu harus dipandang sah atau asli sampai dibuktikan sebaliknya. terakhir dari saya Mbak Cindia. Kalau tadi eh Bang Rismon menyatakan bahwa ada teknologi tertentu yang bisa membuktikan, saya mau tanya ke Bang Rism apakah ketentuan mengenai penggunaan dan pembuktian teknologi tersebut yang dimaksud oleh Bang Rismon bisa berlaku surut untuk ijazah yang dikeluarkan oleh e tahun 1985 silap. Terima kasih. Oke. Asas yang Oh, ini menarik teman-teman. Ada jangka waktu yang ternyata ini sudah habis gitu ya. sudah habis. Kalau semisalkan ijazah ini dituntut ya ini sudah tidak bisa sebetulnya. Oke, ini dari lamanhukumonline.com ya teman-teman. Di sini menyatakan kalau masak kada luarsa tindak pidana pemalsuan surat. Oke, sebagaimana dijelaskan sebelumnya pemalsuan surat diancam dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. Ini seperti yang pernah dikatakan oleh siapa ya? Mbah Mirrais kalau enggak salah ya. itu. Maka sesuai dengan pasal 78 ayat 1 angka 3 KUHP, kewenangan menuntut kewenangan menuntut atas tindak pidana pemalsuan tersebut akan menjadi hapus karena Dalarsa sesudah 12 tahun menjadi hapus karena daluarsa sesudah 12 tahun. Sedangkan kita tahu ijazahnya Pak Jokowi itu dari 8 tahun 0-an. Berarti sudah lebih dari waktu tenggat waktu tersebut. Berarti artinya apa? Artinya kasus ini tuh sudah luarsa gitu loh. Sudah kadaluarsa. Enggak bisa lagi ini dituntut. Enggak bisa. Enggak boleh enggak? Source of dokumen yang dianalisa seorang ahli forensik itu bukan berasal dari dokumen asli. Makanya kita tunggu menganalisa kopiak usah. Makanya nanti kita tunggu kita tunggu kalau Mas punya yang asli ya kita bandingkan. Kalau itu ternyata yang kemarin dianalisis juga oleh saya dan Dr. Respon itu tidak benar. Orang itu yang pernah memposting yang katanya asli itu katanya dia dapat dari Pak Joko itu penyebar hnya. Tapi yang menganalisa seak itu palsu siapa Mas? Oh loh kita kita karena kalau itu palsu berarti yang ada itu palsu kan. Foto ijazah yang Anda dapatkan itu terima langsung dari orang namanya Joko Widodo atau tidak? Roi Suryo. Roi Suryo. Ternyata segitu kualitas kamu yo. Nah, ketahuan juga kan pada akhirnya membayangkan kamu itu segoblok ini gitu loh. I Roy Suryo saya enggak enggak berpikir bahwa kamu itu ya meskipun kamu goblok ya saya katakan kamu gak segoblok ini gitu loh. Kenapa? dengan ijazah ee lulusan sarjana lulusan UGM, magister pernah menempuh ee apao ilmu kesehatan masyarakat apa-opo iku ya ternyata sudah tahu bahwa sumber berita yang mau kamu ee apa namanya angkat kamu kamu sebar luaskan sumbernya tidak jelas yang mana saya katakan tidak jelas karena si pemberi foto ijazah dalam hal ini Sandi Utomo itu tidak mendapatkan langsung dari Pak Jokowi padahal ijazah itu kan yang pegang kan Pak Jokowi betul tidak pernah menghadap Pak Jokowi dan lain sebagainya sudah di ee apa namanya? Upload. Upload iku ditampani karo Ro Suryo tanpa bab ibu, tanpa klarifikasi. Moro ya itu tadi sebbarkan bahwa woh dengan dengan skill-nya, dengan kemampuan agak keilmuannya yang katanya ilmiah-ilmiah tadi ya. Oh, weli. Nah, ternyata ada indikasi palsu gitu loh. Akhirnya dia lupa bahwa yang memberi foto ijazah itu tidak dari Pak Jokowi langsung gitu loh. Ngono digawe disebar luaskan bahkan dipakai untuk memprovokasi gak yo goblok t senenge. Nah, kan pada akhirnya ketahuan juga bagaimana sikapnya Bung Roy itu justru menjerumuskan dirinya sendiri gitu loh. Apalagi dengan statement-statementnya yang berkali-kali itu berubah-ubah lah soal tadi yang kata niatnya tuh mau melempar kesalahan ini ke orang lain niatnya eh balik lagi ke dirinya sendiri dengan statementnya yang tidak konsisten. Saya dengan Pak Jokowi akrab banget loh. Maka kita harus ramai-ramai datang ke KPK atau ke kepolisian mengingatkan aparat penegak hukum agar supaya segera melakukan penyelidikan terhadap keluarga Muliao. Mari kita keduduk KPK dan kantor kepolisian untuk mengingatkan bahwa segera melakukan penyelidikan terhadap Presiden Jokowi. Siap. Siap. Siap. Pak Didi, Pak Jokowi. Saya menghimbau teman saya Pak Jokowi ya supaya mungkin lebih elok, lebih arif memberi contoh kepada masyarakat supaya tidak melanjutkan laporannya. Oke. Pertama ya ngaku akrab banget dengan Pak Jokowi. Kemudian pengin mengadili Pak Jokowi. Setelah Pak Jokowi ambil sikap gitu ya, eh minta pencabutan dari Pak Jokowi. Gimana maksudnya? Gimana konsepnya nih? Teman dekat tapi bisa bolak-balik kayak gitu ya. sudah diverikasi. Ketika saya calon DPR RI, enggak mungkin enggak diverifikasi oleh KPU, oleh PKS diverifikasi. Clear. Makanya waktu di surat pemilih ada nama Profesor Doktor. Kalau ada palsunya ya kagak bisa dong pakai profesor. Udah dipersoalin banget saya. Dia cari betul kelemahan saya. Ah jadi bagi yang nanya-nanya dan sering fitnah saya itu faktanya. termasuk sekarang saya difitnah enggak datang ke Solo ini Bogono begini eh lu paling lu pitak lu enggak punya ilmu strategi taktik perang tuh mesti bukan strategi taktik jadi saya pakai strategi panahan tahu enggak lu kalau memanah tarik busur ke belakang enggak tarik kalau enggak ditarik gitu aja bisa lari enggak bisa kcong daya lesatnya ah saya mundur dulu lihat situasi Si mana kutu kupret? Kutu kupret baru ah gitu. Mundur dulu cari strategi. Strateginya yang kayak gimana, Bung Egi? Ini kira-kira menyusun strategi perang atau memang sebetulnya beneran takut nih? Yang mana? Sebaiknya Mas Jokowi, sesegera mungkin Anda memerintahkan sejumlah lawyer atau kuasa hukum yang sudah ditunjuk untuk segera menyeret para tokoh yang tidak pernah berhenti meminta Jokowi untuk menunjukkan ijazah aslinya. Sebaiknya Sebentar, sebentar, sebentar. Mbah Amin Rais tidak pernah berkaca dengan diri Mbah sendiri kah? Bukannya Mbah Hammin Rais juga sering ya menghinap Pak Jokowi berkali-kali. Perlu saya tunjukin satu-satu enggak cukup ini nanti waktunya kalau saya tunjukin satu-satu. Terlalu banyak gitu ya. Terlalu banyak narasi Mbah Hammin Rais yang itu ditujukan untuk Pak Joko Widodo yang jatuhnya itu serangan Mbah Hamin Rais ke Pak Joko Widodo sih ya. Kalau ini dianggap vinah pencemaran ini apar penegak hukum. Nah, inilah salah satu kuasa hukum yang enggak ngerti hukum. Berbicara tentang hukum tapi tidak tahu landasan hukum. Kalau Anda berbicara yang mempertanyakan ISO Jokowi itu jutaan orang, ini lu enggak mikir apa gimana sih? Yang selalu berteriak ke media sosial itu yang sekarang membuat narasi seolah-olah ijazah Jokowi palsu. Nah, itu. Iya. Yang sekarang dipanggil untuk apa? Untuk membuktikan. Kan ana sendiri yang selalu berbicara ketika Jokowi tidak harusnya Jokowi datang ke pengadilan. Harusnya Jokowi yang melaporkan. Tidak boleh diwakilkan oleh kuasa hukum. Jokowi kemarin datang ke Polda Metro Jaya. Ya, Jokowi datang sendiri loh. Tapi tiba-tiba Anda bilangnya apa? Hah? Pembungkaman terhadap kritik, kriminalisasi pendapat. Ini Anda berpikirnya pada sehat apa enggak? Coba saya tanya, kan Anda ya dengan kaum-kaum Anda yang selalu berteriak ijazah Jokowi palsu. Iya. Anda yang meminta Jokowi yang harusnya melaporkan enggak boleh diwakilkan. Sekarang Jokowi datang tuh kemarin. Sekarang bilangnya apa? Yang mempertanyakan ijazah Jokowi itu bukan empat orang aja, jutaan. Ini Anda berpikirnya sehat apa enggak sih? Enggak sih. Yang ketakutan itu sebenarnya Jokowi apa anda? Iya benar. Yang ketakutan itu Pak Jokowi apa Anda? Orang yang terus-terusan membuat narasi yang enggak-enggak yang awalnya kalau memang Pak Jokowi beneran ya datang ke Polda. Pak Jokowi sudah datang tuh. Ketika sudah datang bangun narasi lain lagi. Katanya yang mempertanyakan bukan cuma empat orang. Ya katakanlah memang bukan empat orang ya tapi ada segelintir yang barisan itu-itu aja sebetulnya. yang mempertanyakan masalah ijazahnya Pak Jokowi. Kemudian sebagian besar orang ya tidak peduli dengan itu karena mereka percaya dengan Kak Selain ijazah Pak Jokowi karena logikanya Pak Jokowi sudah menjadi walikota, gubernur hingga presiden. Bagaimana kalau tidak pakai ijazah? Enggak bisa. Gimana nih teman-teman menurut kalian? Silakan tulis pendapat kalian di kolom komentar. Dan terima kasih karena kalian sudah menemani aku dari awal sampai akhir. Aku waj Ajubiu pamit undur diri. Sampai jumpa.

#roysuryo #jokowi #eggysudjana #ijazahjokowi
MEMALUKAN!

ROY SURYO DITELANJANGI PENGACARA PAK JOKOWI DALAM DEBAT
ROY PANCI TERSENGAL-SENGAL, KESULITAN MEMPERTAHANKAN KEBENARAN DARI TUDUHAN NGAWURNYA
YA TENTU SAJA, TIDAK ADA KEBENARAN DARI HAL NGAWUR

TAPI DALAM DEBAT DI SEBUAH ACARA TV, ROY SURYO BENAR-BENAR MENGUMBAR KEBODOHANNYA
PENONTON TERHIBUR, KITA MENERTAWAKAN ROY PANCI SAMPAI TERBAHAK-BAHAK

– ROY PANCI DIBUAT MALU PENGACARA JOKOWI
– BOLAK-BALIK ROY SURYO KECEPLOSAN TUDUHANNYA TERNYATA NGASAL
– ROY SURYO MENGEJAR ANGIN, KASUS IJAZAH JOKOWI SUDAH DALUARSA TAK BISA DITUNTUT
– GOBLOKNYA ROY SURYO, SUMBER YANG DIGUNAKAN UNTUK MENUDUH IJAZAH PALSU TERNYATA DIRAGUKAN
– ADA YANG TIBA-TIBA MENYEBUT TEMAN DAN MENGAKU KAWAN, TAKUT DIPENJARA?
– EGGY NGELES, TAK DATANG KE SOLO ADALAH STRATEGI
– BAHKAN AMIEN RAIS TIBA-TIBA MENDUKUNG JOKOWI
– AHMAD KHOZINUDIN MINTA SEMUA ORANG DILAPORKAN JOKOWI