TEMAN SEJATI
Seorang anak memiliki kemampuan langka. Ia bisa melihat dan berbicara dengan roh orang yang telah meninggal. Ia tahu apakah roh itu meninggal dengan perasaan belum tenang hanya dengan melihat warna-warna yang ada pada mereka. Hantu di hadapan anak itu penasaran dan bertanya, “Aku berwarna apa?” Tapi anak itu tidak menjawab. Sebelum bertemu anak itu, pada hari kematiannya hantu itu sedang mendengarkan musik. Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Begitu membuka mata, ia sudah berada di sini sendiri. Waktu berjalan cepat 10 tahun berlalu. Tak ada yang datang mengunjungi makamnya. Rumput liar tumbuh tanpa henti. Ia merasa dilupakan sepenuhnya. Sampai suatu hari, seorang anak berjalan melintasi area pemakaman itu. Ia berhenti di depan makam yang tak terawat itu, mengeluarkan dua permen dari saku, dan berkata, “Pelank ini untukmu.” Saat itu juga hantu itu merasa anak ini bisa melihatnya. Tahun kedua, anak itu kembali dan ia berbicara sendiri, “Kenapa cuma makan satu permen? Kamu enggak suka yang satunya?” Hantu itu menjawab, “Meski anak itu tak mendengarnya, aku suka cokelat dan daging panggang. Dan datanglah pakai topi karena mungkin tahun depan akan panas sekali.” Di tahun ketiga, anak itu kembali lagi. Kali ini ia membawa sesajian kecil berisi coklat dan daging panggang. Hantu itu sangat terkejut. Ia melambaikan tangan dengan harapan anak itu benar-benar melihatnya. Hantu itu heran kenapa ia memakai topi dan memberikan makanan favoritnya kalau ia tidak mendengarnya. Tahun keempat, sesajen kembali diletakkan. Saat itu hantu itu mencoba memanggilnya dan bocah itu menoleh. Namun pada saat yang sama suara ayahnya memanggil dari kejauhan. Anak itu pun berlalu begitu saja. Sang hantu pun terdiam. Awalnya ia berpikir anak itu bisa melihatnya, tetapi ternyata semuanya hanya kebetulan. Namun tahun kelima datang, anak itu muncul lagi. Namun kali ini ia menangis. Hantu itu mendekat ingin menenangkannya. Namun tanpa diduga anak itu memeluknya erat. Menunjukkan bahwa selama ini ia memang bisa melihatnya. Ayahku telah pergi, kata anak itu dengan suara gemetar. Sang hantu berkata lembut, “Jadilah kuat dan itu akan membuat ayahmu bangga.” Mendengar itu, ia menghapus air matanya dan berkata, “Aku akan menjaga diriku baik-baik.” Dan sang ayah pun bisa pergi dengan tenang. Mereka berdua lalu membuat janji untuk selalu bertemu setiap tahun di tempat itu. Saat tahun keenam datang, hantu itu sudah menunggu sejak sehari sebelumnya. Tapi anak itu tak kunjung datang. Tahun ketujuh pun berlalu tanpa kehadirannya. Hantu itu mulai merasa kembali kesepian dan merasa dilupakan. Namun saat ia hampir kehilangan harapan, sebuah suara akrab menyapanya. Di antara kerumunan, seorang pemuda tampan muncul, anak itu telah tumbuh dewasa. Hubungan mereka pun berubah. Bukan hanya pertemanan, tapi ikatan jiwa yang lebih dalam. Kini mereka punya tujuan mencari kebenaran di balik kematiannya. Melalui pencarian panjang dan berbagai petunjuk yang ditemukan, mereka akhirnya tahu bahwa kematian sang hantu bukan sekadar serangan jantung. Ada hal mencurigakan yang tersembunyi. Namun saat semua misteri telah terpecahkan dan waktunya untuk pergi telah tiba, hantu itu menolak. Ia memilih untuk tetap tinggal bersama satu-satunya orang yang melihatnya bukan sebagai hantu, tapi sebagai teman sejati. Jadi, apakah kamu mau berteman dengan hantu? Yeah.
Judul: He’s Coming To Me TV Mini Series 2019
Seorang anak memiliki kemampuan langka, ia bisa melihat dan berbicara dengan roh orang yang telah meninggal.
Ia tahu apakah roh itu meninggal dengan perasaan belum tenang hanya dengan melihat warna warna yang ada pada mereka.
Hantu di hadapan anak itu penasaran dan bertanya.
Aku berwarna apa, Tapi anak itu tidak menjawab.
DESKRIPSI FILM: Mes (diperankan oleh Singto Prachaya Ruangroj) adalah seorang pemuda yang meninggal karena penyakit jantung sekitar dua dekade lalu. Sejak kematiannya, ia menjadi arwah yang terperangkap di dunia, menghuni makamnya yang tak pernah dikunjungi
CREDITS:
Sutradara: Noppharnach Chaiwimol
Produksi: GMMTV
Jumlah Episode: 8
Pemeran Utama
Singto Prachaya Ruangroj sebagai Mes Wongsakorn Thanarungsiri
Ohm Pawat Chittsawangdee sebagai Thun Thunyakorn
Nattapat Nimjirawat sebagai Thun kecil
Wachirawit Ruangwiwat sebagai Prince
Harit Cheewagaroon sebagai Khiaokhiem
Sarocha Burintr sebagai Praifah Thanarungsiri
Intira Charoenpura sebagai Kwan Thunyakorn