KENAPA MOMON & ATUN DIUSIR BRAINROT?!! MOMON & ATUN KECEWA BANGET GARA2 BRAINROT BILANG….
Guys, kita harus cepat-cepat panggil Atun. Itu teman-teman Brandro kita udah nungguin kita. Itu ini Atun mana nih? Cuci tangan. Cuci tangan sampai bersih karena aku habis cebok. Ya ampun. Ih, badan aku jadi basah nih. Ih, ini atur nih. Lebih cebok gimana? Masa lapnya di tempat aku sih? Hm. Aku tempat kamu secara gak enggak sengaja. Enggak sengaja bohong. Eh eh tunggu tunggu tunggu tunggu tunggu. Itu teman-teman Brainroot kita sudah nungguin di tempat villager. Cepat kita udah telak 10 menit nanti mereka ngambak loh. Oh iya loh aku baru ingat. Ayo ayo let’s go let’s go. Aduh aduh aduh. Ini mereka masih nungguin gak ya? Oh iya guys mereka masih nungguin. Halo teman-teman maaf ya Momon hampir lupa makanya terlambat. Ih, atun juga nih. Hm. Aku mah tunggu si Momon. Jangan terlambat sama dia. Jangan. Enggak apa-apa kok, cuma terlambat 5 menit. Iya, Momont dan Adul. Enggak apa-apa. Kalian enggak usah merasa bersalah. Oh, ya. Hari ini kita jadi enggak untuk membantu warga? Oh, jadi dong. Jadi, Guys, hari ini kita ada janjian untuk membantu warga sambil bermain dengan mereka. Nah, lihat rumah-rumah mereka kan rusak gara-gara kena angin topantun. Hmm. Jadi, kita bantuin mereka nih bangun-bangunnya. I, yup, yup. Sambil dibantuin sama mereka dong. Kalian udah siap belum? Oh, kita udah siap dong. Ayo, ayo. Pertama-tama kita bangun rumah warga dulu ya. Oke, kalau begitu ayo kita langsung bangun-bangun. Kita bagi tugas ya di sini. Aku sama Atun akan bangun yang di depan sini. Kalian bangun yang belakang-belakang ya. Oke. Oke. Biar lebih cepat siapnya. Baiklah. Ayo Lirira dan teman-teman semuanya ikut aku. Kita akan bangun yang bagian belakang dulu. Iya. Ayo ayo. Oke Tun. Kamu bangun yang situ. Aku bangun yang sini ya Tun. Kita akan bangun dengan sangat rapi-rapi. Lihat desain momon mah bagus-bagus, Guys. Kita taruh kebun-kebun di depan supaya ada penghijauan seperti ini. Uh, lihat sudah mulai bagus nih, Guys. Kita tinggal tutup bagian atas dan kita coba cek nih bagian dalam ada yang rusak enggak. Uh, kacanya hilang, Guys. Hmm. Kita ambil kaca di sini dan kita tambal kacanya di sini, Guys. Nah, kalau begitu para villager enggak bakalan masuk angin lagi. Udah aman-aman noh. Iya kan ada satu lagi, Tun. Ini, tun. Ayo, ayo. Yang ini parah. Kayaknya kita harus gotong-royong deh di sini, Tun. Dan kita tutup bagian sini. Tutup. Dan kita kasih pintu. Eh, pintu, Tun. Ya ampun. Pintu apa? Bukannya begitu? Enggak, pintunya itu doel. Salah kamu. Nah. Dan tada sudah jadi. Eh, mereka ke mana? Sepertinya mereka lagi bangun-bangun deh. Tuh, tuh, tuh. Kamu lihat itu ada lirira-rira tuh sama si Berber Patapim. Oh, iya iya betul. Eh, Berber Patapim kalian lagi ngapain? Bukannya kalian bantu untuk bangun rumah warga yang rusak ya? Oh, itu adalah kerjaan si Boba Diro Crokodilo, tungtung tung sahur dan tralalelo tralalala. Mereka itu pintar untuk bangun-bangun, sedangkan aku kurang sih. Jadi aku bantu warga untuk nanam-nanam aja bareng siama Lilira. Mon. Mon agak aneh enggak sih, Mon? Hah? Kenapa aneh? Itu Bombardino sama si Taralela teralela enggak punya tangan. Yang punya tangan kan dia gimana sih? Oh, iya loh. Iya loh. Mungkin pakai gigi tuh. Ang kayak Dogi. Dogi kan ambil barang itu pakai gigi sama kucing. Ang ang gitu Laur itu masih bocil. Enggak apa-apalah mereka itu kurang bangun-bangun kan mereka memang tanaman-tanaman tuh jadi bantu untuk nanam sayur. Oke kalau gitu kita juga akan bantu ya. Oh di sini masih kering-kering tun kita perlu cangkur-cangkur baru bisa ini. Kita cangkul cangkul cangkul cangkul. Nah gitu. Tun. Dan setelah itu kamu harus kasih seat, Tun. Tun, kita bagi tugas lagi ya. Kamu kasih seat, Tun. Oh, kamu udah kasih seat. Oh, oke oke oke. Kalau begini kita tinggal nunggu aja ya, Kant, Tun. Wah, makasih ya. Berkat kalian semua. Sekarang tanamanku udah jadi subur-subur. Sama-sama. Ini juga berkah di Rira-rira. Dia siram-siram ini semua pakai itu e belalainya. Hehe. Aku senang bisa membantu para warga. Eh, Momon Atun. Kalian coba lihat itu Tuntung Saur sama Bombardino Poko Dino sepertinya udah selesai bangun rumah warga deh. Dan sekarang mereka lagi bagi makanan. Oh, iya lagi bagi makanan. Wih asik asik. Oh, para warga udah mengantri guys di sini. Oke oke. Aku mau bantu juga. Kita bagi-bagi ayam goreng ini. Tong, Tong. Jangan, jangan ikutan. ngantri sini bantu yaah gimana ya ampun kita harus utamakan warga dulu mereka kan baru kena musibah jadi kita kasih mereka dulu gitu nih ya udahlah ya udahlah ya udah ya udah baiklah kita bagi satu persatu ya anti dengan tertib oke iya wah capek banget akhirnya semua warga udah Kebagian ayam goreng buatan tutuntung sahur. Iya nih, aku juga senang para warga jadi bahagia berkat ayam goreng buatan aku. Besok pagi aku pengen masak lagi untuk warga. Wah, itu ide yang bagus. Tungtung nanti aku bantu ya. Iya iya nanti aku ajak kalian. Ya udah mau atun kita pulang dulu ya. Ini udah malam banget. Besok kita bantu warga lagi. Oke. Oh iya iya iya. Kita juga udah mau pulang nih. Udah capek banget. Ya udah ya kita pulang dulu. Ayo Tun, Tun, Tun. Cepat-cepat kita pulang, Tun. Udah malam banget nih, woi. Iya, aku juga udah capek banget, Mon. Let’s go. Iya, iya. Ayo, Guys. Udah pagi nih, Guys. Mobot enggak sabar untuk bantu warga. Sebelum kita ke desa, kita bagusan mandi dulu, ya. Eh, siapa tuh? Iya, iya iya. Ya ampun, kenapa tekan bel terus-terusan? Nanti rusak bnya. Sabar. Iya, siapa sih? Eh, e halo tuntut tung bombardiru dan tralalelo tralala. Kalian kenapa ya tiba-tiba pagi-pagi gini datang? Kamu jangan pura-pura lagi deh. Kita udah tahu ini semua kelakuan kamu kan bareng Atun. Iya, iya. Jujur aja kita kecewa ya sama kamu. K pikir selama ini kita teman. Iya, Momon. Kamu itu mengecewakan sekali. Aku enggak sangka kamu bisa berbuat sejahat ini. Berbuat jahat? Eh, tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Maksudnya apa? Aku enggak ngerti loh. Udahlah, kamu enggak usah pura-pura lagi. Kita semua udah tahu kok. Itu Nirira sama Berber Patapim udah nungguin kamu tuh. Mereka udah kesal banget. E ini kenapa ini, Mon? Enggak tahu, Tun. Tiba-tiba mereka semua marah sama kita, Tun. Marah? Emang kenapa? Nah, itu dia. Aku juga gak tahu. Oh, jadi kalian masih mau pura-pura? Oke, ayo sini ikut kita. Loh, loh, loh, lh, kenapa desa sekarang menjadi begini? Bukannya kemarin udah kita perbaiki ya, Atun? Heh. Iya nih. Kok jadi begini? Dan di sini ada tulis berber jelek dan bau. Dan eh tunggu tunggu gak boleh ketawa guys. Terus ini apa ini? Loh, kalian semua oon. Astaga ini siapa sih? Jahat banget makan. Jangan ketawa. Jangan ketawa guys. Tahan ketawa. Ini ada tungtuntung yang pakai rok tun dan pakai wi warna hijau, Tun. Ya ampun. Di tengah-tengahnya ada pupup. Oh no, siapa sih? Oh no. Ini juga ada tulisan di sini, Guys. Astaga, ini keterlaluan sekali gak sih? Tuh, tuh, tuh. Ini maksudnya apa? Kenapa semua desa jadi seperti ini kena coret-coretan? Kamu masih pura-pura enggak tahu ya? Ini semua adalah kelakuan kamu kan? Udah, kalian berdua jujur aja dah. Tunggu, tunggu, tunggu, tunggu. Ini bukan perbuatan kita, Teman-teman. E, aku sama atun semalam langsung pulang dan tidur. Iya, Kun. Ya sudah, sepertinya dia memang enggak mau ngaku. Kita kasih aja buktinya. Coba kamu lihat di belakang rumah itu. Semua bukti itu menuju ke kalian berdua. Hah? Di belakang rumah? Tunggu-tunggu apa hubungannya rumah itu sama kita? Ya ampun. Bahkan tembok-tembok ini juga dicorek-corek tuh. Eh, apa sih? Kita diatun. Kenapa ada gambar foto kita di sini yang sedang bakar rumah? Ini jelas-jelas bukan kita. Ya ampun. L l ini siapa pelakunya? Eh eh jangan gua kill Thomas. Astaga. Dia pelakunya kayaknya ini. Jelas-jelas kita di fitnah tuh. Kita harus kasih tahu mereka. Coba coba, coba. Iya betul betul. Para warga dan brand root, kita sudah melihat buktinya. Tapi itu jelas-jelas bukan kita. Ada seseorang yang ingin memfitnah kita supaya kita berpisah. Eh, namanya penjahat itu pasti enggak mau ngaku. Jangan percaya. Momon pasti bohong. Tunggu-tunggu. Ini beneran bukan kita pelakunya. Ah, bukan aku pastinya, Mona. Aku sih enggak tahu kalau kamu tuh mimpi berjalan. Siapa bilang mimpi berjalan? Jas-jelas di situ ada foto kamu juga. Tuh. Enggak, pokoknya bukan aku ya. Bukan kita berdua. Udah deh daripada kita pusing-pusing bagusan, kamu keluar aja dari desa ini. Iya benar. Kamu itu cuma mengganggu aja. Ayo kita usir. Keluar, keluar, keluar. Ya ampun, Tun. Kita diusir, Tun. Kita enggak ada pilihan lain selain pergi. Kalau kalau kita masih bertahan di sini, Tun, mereka akan semakin marah, Tun. Ya sudahlah kalau begitulah. Iya iya. Baiklah kalau begitu kita akan keluar. Kita akan mengemasi barang-barang kita dulu ya. Siapa sih yang yang memfitnah kita? Jahat banget. Padahal kan kita itu selama ini baik sama semua orang ya kan sih, Guys? Kita harus mengucapkan selamat tinggal dengan rumah tercinta kita ini. Atun sedih banget lah wee. Ya ampun. Tapi enggaklah Mon. Pasti kebenaran akan terungkap, Mon. Iya, ini. Semoga pelaku yang sebenarnya terungkap ya, Guys. Untuk sementara kita harus pergi dulu supaya warga enggak terlalu marah. Ya udah, Tun. Aku kemasin semua barang-barangku dulu ya. Kamu juga. Oke, oke, oke, oke, oke, oke. Kita coba naik ke atas untuk ambil semua barang-barang kita dan keperluan kita. Nah, ini dia tasnya. Hah? Ayo, ayo, ayo kita keluar, Guys. Uh, mereka udah nungguin Tun. Kamu udah mengemasi semua barang-barangmu? Udah, udah, udah. Kalau begitu e teman-teman Brandro dan para warga kita pamit dulu, ya. Sekali lagi ini bukan perbuatan kita. Mungkin kalian enggak akan percaya. Tapi ngomong sama Antun yakin kebenaran pasti suatu hari akan terungkap. Sudah, cepat keluar, jangan banyak ngemeng. Us, usus, usus. Pergi dari kampung kita. Ya sudah, kami pamit dulu. Ayo Tun, kita pergi, Tun. Jangan lupa bersihin kamarku, ya. Bye. Iya, kamarku juga. Toiletku jangan lupa disikat, ya. Ayo, Tun. Waduh, matahari udah mulai terbenam di situ, Guys. Kita harus cepat-cepat. I, ya, ya, ya. Benar nih. Ayo, ayo, ayo. Hujan ya, Ma? Oh, benar. Mau hujan. Oh, oh, iya hujan, T. Aduh. Cepat-cepat kita harus cari tempat berteduh. Eh, tu di rumah ada rumah. Oke, oke. Untung aja ada rumah di sini guys. Jadi kita bisa berteduh di sini. Oke, tas kita taruh di sini tun. Baiklah, karena ini sudah malam juga, Guys. Sepertinya kita istirahat di rumah ini untuk sementara dulu, ya. Dan setelah itu kita kayaknya harus perbaiki nih rumahnya. Lihat bocor-bocor. Iya betul nih. Ah ya udah ya udah Tun. Ayo ayo Tun kita tidur dulu, Tun. Udah bangun juga, Tun? Iya dari tadi. Oke guys, kita udah bangun nih, Guys. Sepertinya uh udara udah cerah. Lihat tuh. Asik-asik. Baiklah, Tun. Aku sudah memutuskan. Pokoknya mulai hari ini ini adalah tempat tinggal kita. Di mana kita akan memperbaiki tempat-tempat ini supaya layak ditinggal. Waduh, tempat ini ya sudahlah sar iya sih ya selamanya sih enggak tahu deh. Iya iya sementara doang. Dan kebetulan guys di sini ada peralatan yang kita butuhkan. Oh ini sepertinya rumah yang udah ditinggali lama banget ya. Tuh lihat tuh rusak-rusak semua. Kayu-kayunya juga berserak. Aku ambil ini untuk ambil kayu-kayunya. Kamu ambil bahan makanan ya, Tun. Cari apel-apel, Tun. Nah, kita akan kumpulkan semua kayu-kayu supaya kita bisa memperbaiki rumah yang ada di tempat ini. Kita akan tambal yang bagian atas ini dulu. Jadi, pas hujan itu rumahnya enggak bocor-bocor lagi, Teman-teman. Tadang. Hmm. Setelah itu apa lagi? Oh, ini kita bersihkan dulu kayu-kayu yang kotor-kotor ini, Guys. Oke, udah. Di sini juga kita ambil-ambil kayu-kayunya. Nah, setelah itu daun-daun yang kotor ini kita sapu semua. Nah, kalau rumah bersih kan enak kan kalau kita tinggali, Guys. W sudah mulai oke-oke nih. Hah. Hah. Oke. Oke. Eh, Tun, ngomong-ngomong mana makanannya? Aku udah lapar nih dari tadi. Itu bersih-bersih kan? Lihat tuh. Eh, ini nih masih kotor sih. A nah nah nah. Lapar nih. Emm, makanan ya? Heeh. Sejujurnya susah banget loh cari makanan sini, Mon. Serius? Jadi, iya akhirnya aku ambil ala kadarnya aja ya. Ah, enggak apa-apa yang penting bisa dimakan, Tun. Yang penting sekarang kita bisa survival. Oke. Oke. Nah, ini. Ini adalah e kalau daun kering kalau kamu pakai garam itu bisa dimakan seperti keropok. Oh, gitu. Coba kau makan. Coba kau makan dulu. Cobalah. Ah, enggak ya? Ya. Ya ampun. Kamu makan aja coba. Eh, kok jangan suruh aku makan daun? Mana ada manusia makan daun. Aneh-aneh aja. Ih, ya udah, Kakak. Kamu enggak mau yang kering. Oke, oke. Ni, nih nih nih yang yang lebih segera. Jujur kamu pasti udah dapat bahan makanan dan kamu makan di sono kan. Kagak ya? Oh, aku tahu aku tahu, aku tahu, aku tahu yang kamu paling suka. Dan nih nih nih nih. Udah, udah, udah. Rumput, Guys. Aku disamin sama tomat nih. Aduh, ini benar-benar kau, ya. Kasih kau daging. Kasih kau daging. Kasih kau daging. Susah banget. Baru dapat nih. Aku mau simpan buat diri sendiri sebenarnya. Ini anak keterlaluan simpan sendiri. Ini daging jun ini udah busuk busuk ya daripada enggak ada rotan lah kar jadi guys guys guys ini atu nih memang enggak bisa diharapin ya guys untung aja ada bawa makanan dari rumah lihat tuh ada sup-sup yang segar-segar masih panas-panas dan ini enggak ada, Tun, Tun, kamu jangan ambil tas aku. lihatu nih benar-benar ya ini baru enak tu nih atu ni ini ah benar-benar ya tunggu nih kamar tempat tidur kamu kenapa jadi begini tuh cuma tempat tidur kamu aku di sini kenapa aku punya di kerangkeng ya ampun aku menjaga supaya kamu tidak menyerang aku pada sem malam eh siapa pula yang mau serang kamu pas malam aku tidurnya Pak Adem-adem Enggak ada yang tahu kan? Tiba-tiba kau jadi aneh. Eh, ya udah ya udah memang lebih aman sih kayak gini, Guys. Ngomong-ngomong ya, itu pelaku yang memfitnah kita itu siapa ya? Aneh banget loh. Kan jelas-jelas bukan kita. Jujur aja sih aku tidak ada sih sama sekali, Mon. Gimana kalau kita selidiki kasus ini? Yuk, diam-diam. Jangan sampai ketahuan warga. Kalau enggak mereka mah bisa marah. Gimana tuh? Ternyata nyaman juga rumah di sini, Mon. Kayaknya aku mau di sini aja deh, Guys. Si Atun enggak mau bantu kita untuk menyelidiki kasusnya. Teman-teman mau kan bantu Momo untuk menyelidiki siapa pelaku yang telah memfitnah kita? Jika teman-teman mau, coba kasih like dan subscribe dulu, ya. Kita akan selidiki bareng-bareng. Eh, gak jadi tidur, Tun. Aku lagi mau masak nih. Aku lihat tas kamu dulu. Ada apa lagi ya? Oh, banyak nih. Banyak. Ya ampun. Eh, jangan habisin semua, ya. Ya udah, ya udah aku pergi selidiki dulu ya, Tun. Iya, iya. Bye. Byye. Oke, guys. Mari kita menjadi detektif pada video kali ini. Let’s go. Oke, Guys. Kita jangan berisik. Kalau enggak nanti warga bisa tahu. Loh, kenapa desa makin hancur? Apa yang terjadi di sini? Mereka tidak memperbaiki kerusakannya kah? Dan semua warga pada ke mana ya? Aneh banget. Brandro juga ke mana? Apa yang terjadi sebenarnya di sini, Guys? Apa jangan-jangan pas kita pergi dari desa ini ada hal buruk yang terjadi dengan mereka kah? Ya ampun, sepertinya warga itu diculik enggak sih sama penjahat, Guys? Sama orang yang telah memfitnah kita. Gimana caranya aku bisa menemukan para villager ditahan di mana ya? Oh, Momon tahu. Momon tadi di rumah ada ambil ini, Guys. Coba kita pasang CCTV secara diam-diam di rumah warga ini. Aku yakin pasti ada penjahat yang lewat tempat ini, Guys. Kita coba taruh di sini. Oke, kita akan taruh di sini juga. Dan terakhir kita akan taruh di daerah sini juga, Guys. Nah, sudah. Baiklah, kita akan meminjam rumah warga yang ini, Guys. Saatnya kita pantau, Guys. Hah, masih belum ada siapa-siapa nih di sini. Eh, gara-gara dua bocir itu sudah kita usir, jadi aku ya yang menguasai tempat ini. Semua warga telah aku culik juga. Hm. Aku mau ngapain ya dengan desa ini, ya? Hmm. H sekarang aku mau balik ke markasku aja deh. Let’s go. Oh, dia balik ke markas, Guys. Kira-kira mana ya? Oh, dia jalan ke situ. Oke, kita coba ganti kamera. Oh, dia ke sana, Guys. Oke, terus terus dia ke mana, ya? Oh, dia turun ke bawah, Guys. Apakah ada jalan rahasia di situ? Eh, kita gak taruh kamera di situ, Guys. Kita gak bisa lihat lagi. Astaga, ternyata markasnya itu ada di dekat village ini. Pantesan dia bisa memfitnah kita pas malam hari, Guys. Oke. Oke. Tadi kalau enggak salah dia lewat sini terus ah dia turun bukit ini, Guys. Pelan-pelan, Guys. Jangan sampai ketahuan. Mungkin dia ada di sekitar sini. Mana nih? Eh. Tunggu, tunggu, tunggu. Oh, dia di situ, Guys. Oh no. Jangan ribut-ribut. Kita coba lihat. Ya ampun, semua warga ditangkap di dalam penjara ini. Keterlaluan dia jahat-jahat banget ya. Hmm, kesal nih Momon. Oke, oke, kita akan samperin dan hajar dia ya, Guys. Oke, Momon gak bawa pedang lagi. Seharusnya tangan Momon cukup kuat untuk melawan penjahat itu. Penjahatan kamu itu sudah kita usir. Oh, enggak. Aku justru kembali untuk mengetahui siapa paku sebenarnya. Rupanya itu kamu ya, Villager Botak. Kak ya, ini tempat memang adalah harusnya aku yang menjadi penguasa. Cuman karena kalian berdua telah muncul, kalian telah menjadi pengganggu aku. Oh, jadi kamu ingin jadi penguasa tempat ini? Enggak bisa ya? Kamu harus langkah dulu mayatku ini. Ayo sini bertarung dengan makan rambut kamu. Guys, aku lapar nih. Eh, eh gak gak gak gak. Aku ada harga dirinya ya. Ya ampun. Oh, sini kamu. Hancar kamu dengan kekuatan tangan kosong. Jurus tapak sapi. B apa? Apa kok apa kok? Ih kamu mukul cewek ya? Muku cewek ya? Oh gitu. Aku tidak aku tidak pernah pusingin mau pukul cewek cowok semukul. Oh gitu. Sini kamu sini kamu. Kubotakin lagi nih alis kau ya. Sini kau, sini kau, sini kau. Alis kamu kubotakini kasar itu ya. Kamu enggak mau menyerah lagi di belakang sini aja deh. Aduh ini. Kunci ini. Perit perit tolong guys. Kita berhasil guys. Akhirnya para penjahatnya sudah menigoy. Walaupun momon teruka juga tapi yang penting para warga udah selamat guys. Eh halo para teman-teman Brendonut. Kalian enggak apa-apa kan? Momon maafkan aku ya yang sudah enggak percaya sama kamu. Iya nih aku bombardo krokodilo juga minta maaf ya gara-gara kita kalian diusir. Iya makasih ya sudah mau datang dan menyelamatkan kita mulai hari ini aku enggak akan percaya orang lain lagi selain kalian berdua. Ya ampun. Enggak apa-apa. Ini semua bukan salah kalian. Salahnya itu si villager kepala botak itu. Ya udah enggak apa-apa. Momon enggak salahin kalian kok. Ayo ayo cepat keluar Mon. Mana penjahatnya? Tadi aku dengar-dengar ada perkelahian di sini Mon. Udah mening penjahatnya. Kok baru datang? Percuma kamu. Kamu pahlawan kesiangan nih atuh nih. Ya ampun ketiduran loh tadi loh Mon ya. Ela jelas-jelas enggak mau bantu tadi. Uh, untung aja kita datang kan. Kalau enggak gimana nasib mereka nih atuh nih. Oke deh, Teman-teman karena para brand dan para warga sudah aman jadi video kita cukup sampai di sini ya. Jika teman-teman suka videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe.
KENAPA MOMON & ATUN DIUSIR BRAINROT?!! MOMON & ATUN KECEWA BANGET GARA2 BRAINROT BILANG….
kepoin channel ini ya teman teman dan jangan lupa di like dan subrekkk
[ BANGJBLOX channel ]
https://www.youtube.com/channel/UClfw7Mx0Vmh4hDAT0STSohw
IKUTI JUGA :
▶TikTok : https://www.tiktok.com/@momonwayau
▶Email : minigaming1233@gmail.com
▶Instagram : https://www.instagram.com/moo_chanzz/
▶Roblox : https://www.roblox.com/groups/10331062/MOO-Team-Family#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X
#MOOMOO