MISTERI DI BALIK GEMPA THAILAND YANG MENGERIKAN TERNYATA BERPUSAT DI MYANMAR ! KORB4N TAK TERTOLONG

Geng, hari ini kita bakal membahas mengenai gempa yang terjadi di Thailand beberapa minggu yang lalu. Area gedung yang roboh. Pihak berwenang di krungtep Mahanakahon atau Bangkok mengatakan en orang 22 terluka. Bencana ini sempat diberitakan di mana-mana dengan berbagai dokumentasi yang memperlihatkan berbagai bangunan yang ada di Bangkok. Ibu kota Thailand itu runtuh dan benar-benar mengerikan. Kayaknya gua sendiri tuh enggak pernah ngelihat Thailand dilanda gempa sebesar ini sebelumnya. Ini baru pertama kali gua lihat semyeramkan ini. Dan semua orang mengira pada saat itu dengan kekuatan gempa yang sebesar itu, Thailand lah yang menjadi pusat gempanya. Ya kan? Orang-orang tuh mikir, “Wah, ini jangan-jangan memang gempa Thailand ini berpusat di tengah-tengah kota. Kalau enggak, enggak mungkin reruntuhannya sampai sebesar itu.” Banyak orang yang berpikir kayak gitu. Tapi pada kenyataannya ini benar-benar bikin merinding. Gua pas tahu cerita ini, Geng. Gak habis pikir gitu. Gak habis pikir kenapa? Karena ya nanti kalian akan melihat bagaimana kejamnya dunia ini berjalan terhadap orang-orang yang tidak bersalah. Jadi, geng ceritanya gini. Gempa di Thailand itu ya ternyata pusatnya itu ada di negara tetangga mereka yaitu Myanmar. sebuah negara yang sekarang sedang berkonflik alias sedang berperang di dalam negara mereka sendiri. Kalian bisa membayangkan negaranya lagi perang, tiba-tiba ada bencana alam, tiba-tiba ada gempa. Biasanya kalau di sebuah negara terjadi bencana alam, udah pasti pemerintah pusat bakal turun untuk membantu. Ya, katakanlah misalkan gini, ada gempa atau bencana alam di daerah Bogor. Udah pasti pemerintah dari Jakarta, dari daerah lain bakal datang buat menolong. Tapi ini gimana ceritanya kalau satu negara lagi perang terus ada bencana alam, siapa yang mau nolong? Pemerintahnya lagi sibuk perang. Dan coba kalian bayangkan juga ya, Geng. Thailand aja dari pemberitaan yang berseleweran di media sosial, kita ngelihat bagaimana mengerikannya gempa tersebut. Padahal pusatnya bukan di negara mereka. Pusatnya ada di Myanmar. Jadi di Myanmar itu sebesar apa? Kalau Thailand aja udah kayak gitu hancurnya, terus Myanmar itu sehancur apa? Dan kenapa sejauh ini tidak ada yang memberitakan soal Myanmar? Ya, jawabannya adalah karena di sana sedang berperang. Jadi, media tidak meliput apa yang sedang terjadi di pusat gempa tersebut. Makanya Thailand yang lebih terekspos sampai orang-orang mengira Thailand adalah negara yang paling parah terdampak atas bencana ini. Nah, padahal Myanmar jauh lebih mengerikan. Semengerikan apa nih gua kasih gambarannya sedikit ke kalian ya. Di tengah-tengah peperangan tersebut, tiba-tiba terjadi gempa, banyak orang yang tertimpa bangunan yang runtuh. Dan kalian tahu apa? Jenazah-jenazah mereka, jenazah para korban ini berhari-hari enggak ada yang nolongin di bawah reruntuhan itu karena lagi sibuk perang. Kacau enggak tuh? Berhari-hari sampai bau, men. Di video kali ini gua bakal merangkum kejadian ini, Geng. Mulai dari kronologi gempa yang melanda dua negara ini. Terus gua juga bakal membahas mengapa berita di Myanmar itu tidak terekspos. Dan bagaimana kondisi sebenarnya di negara tersebut setelah mengalami gempa semengerikan apa. Oke, langsung aja. Halo, Geng. Welcome back to Kamar [Musik] Jerry Geng. Geng. Sebelum kita bahas yang Myanmar, kita bahas Thailand dulu nih ya. Kita bahas sedikit tentang Thailand karena memang ini yang paling terekspos. Jadi, Geng, gempa di Thailand ini terjadi beberapa bulan lalu, tepatnya di tanggal 28 Maret tahun 2025. Terjadinya tuh sebanyak dua kali. Jadi, ada gempa susulannya. Gempa pertama itu kekuatannya gila banget, yaitu 7,7 skalarister. Dan sementara gempa susulannya terjadi beberapa menit setelahnya berkekuatan 6,7 skala rister. Nah, berita gempa inilah yang pertama kali menggemparkan publik. Gimana enggak, pada saat gempa terjadi, gedung-gedung tinggi yang berada di ibu kota Thailand yaitu Bangkok sampai goyang. Ini teman-teman yang mungkin ninggal di Jakarta atau daerah-daerah metropolitan lah ya ee kota besar. Kalian pasti sering kan lewat terus ngelihat ada apartemen tinggi menjulang ke atas langit. Kalian pernah ngebayangin enggak tuh apartemen sampai goyang-goyang, geng? Apa enggak seram? Seperti itulah kondisi di Thailand dan sampai rubuh itu bangunan-bangunan tingginya. Banyak banget video yang memperlihatkan detik-detik ketika ada gedung yang sepertinya difungsikan sebagai apartemen dan memiliki kolam renang di lantai atasnya. Airnya itu sampai tumpah keluar gedung, Geng. Kayak air terjun. Dan enggak kebayang kalau ada yang tinggal di lantai paling atas, seberapa deg-degannya di saat itu. Dan terus ada juga video dari salah satu gedung tinggi di Thailand yang sampai rubuh. Gedung yang rubuh atau yang runtuh tersebut adalah kantor pusat auditor jenderal yang belum selesai dibangun yang terletak di Distrik Catuak, Bangkok. Dan dari sini kita bisa lihat seberapa besarnya kekuatan gempa tersebut. Nah, sontak ketika itu orang-orang di Thailand langsung panik dan mereka yang tadinya berada di dalam rumah atau gedung-gedung tinggi seperti perkantoran, apartemen, atau mall itu langsung berhamburan keluar untuk mencari tempat yang jauh dari bangunan agar mereka tidak tertimpa reruntuhan. Para pasien juga nih yang ada di rumah sakit yang sedang dalam perawatan, ada juga yang sedang menjalani tindakan operasi. Bahkan mereka semua terpaksa dievakuasi keluar dari rumah sakit dan dirawat di luar bangunan. Gila, lagi dibelek nih ya. Lagi dibel sap gitu ya. Tiba-tiba gempa langsung didorong sama tempat-tempat tidurnya gitu ya. Itu luka cuma ditutupin pakai kain langsung keluar. Daripada ketiban reruntuhan gitu kan. Beberapa jam setelah gempa terjadi banyak tempat-tempat di Bangkok yang ditutup geng. Salah satunya adalah pusat pasar peratunam yang ditutup total. Warga Thailand di saat itu juga takut untuk masuk ke dalam rumah mereka atau bangunan-bangunan yang tinggi sebab ditakutkan bakal terjadi gempa lagi. Menurut informasi yang gua dapatkan, ada sebanyak 3.375 bangunan pemerintah Thailand yang terdampak. Itu bangunan pemerintah loh, 3.375. Belum yang sama punya sipilnya, punya rakyatnya gitu. Departemen Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Desa dan Negara atau DPT melaporkan di antaranya ada sebanyak 34 bangunan yang rusak berat berisiko bakal runtuh. Jadi ini 34 bangunan yang tinggi-tinggi udah rusak parah gitu ya. Karena memang kan di awal pembangunannya tuh mereka tuh sudah memperhitungkan bakal apa ya kekuatan ee terhadap gempanya seberapa, kekuatan terhadap banjirnya seberapa. Nah, di saat itu kondisinya memang masih berdiri tuh 34 bangunan itu. Tapi karena udah rusak parah itu hampir runtuh, hampir rubuh ada 34 bangunan. Nah, pusat penilaian kerusakan bangunan yang terkena gempa sudah bekerja sama dengan Dewan Insinyur Thailand, Institut Teknik Thailand, dan Asosiasi Inspektur Bangunan. Sebanyak 110 insinyur sukarelawan dari sektor swasta itu langsung memeriksa gedung-gedung pemerintah yang dilaporkan rusak akibat gempa bumi, namun belum sempat roboh gitu. Nah, terdapat 367 bangunan sudah diperiksa di kawasan metropolitan Bangkok dan dari angka itu 334 di antaranya berada di dalam kondisi yang aman. Jadi, masih berdiri kokoh. Nah, kemudian 30 bangunan yang lain sudah mengalami kerusakan. Namun ya masih layak pakai, tapi ee was-was itu bakal runtuh. Nah, sementara itu ada tiga bangunan dan satu jembatan yang mengalami kerusakan berat sehingga dilarang untuk digunakan karena berpotensi benar-benar bakal rubuh. Nah, di kawasan provinsi di Thailand itu bahkan ada sebanyak 3008 bangunan yang diperiksa dan hasilnya 2.796 bangunan berada di dalam kondisi aman dan 181 bangunannya mengalami kerusakan sedang dan masih layak pakai. Lalu sebanyak 31 bangunannya rusak parah dan enggak boleh digunakan lagi. Terus, Geng, pasca gempa terjadi, para warga di saat itu akhirnya mau enggak mau baliklah ke rumah mereka. Mereka itu balik untuk memeriksa kerusakan tempat tinggal mereka masing-masing. Salah satunya nih ada seorang warga yang bernama Patsakon Kawkla. Nah, dia ini pas sampai ke apartemennya, dia ngelihat sendiri apartemennya yang ada di lantai 22 itu sudah dalam kondisi yang mengalami pecah retak menganga gitu, Geng. Nah, melihat retakan tersebut apalagi apartemennya dia itu berada di lantai tinggi, Pak Sakon ini langsung ketakutan. Dia udah enggak mau tinggal di sana. dia nyelamatin barang-barang yang penting dan dia langsung cabut dari tempat itu karena ya was-was itu bakal runtuh. Walaupun katanya sih ya para ahli di saat itu e mengatakan bangunan tersebut aman untuk ditinggalin. Nah, tapi dia enggak mau ngambil resiko. Di saat itu banyak warga Bangkok yang bertanya-tanya apakah mereka harus mencari perumahan yang lebih aman dibandingkan dengan tempat tinggal mereka sekarang atau gimana gitu. Lalu, Geng, apakah ada korban jiwa atas kejadian yang mengerikan ini? Jadi, menurut keterangan dari otoritas penanggulangan bencana di Thailand, korban jiwanya itu ada sebanyak 17 orang, sementara ada sebanyak 32 orang yang mengalami luka-luka serta 83 orang lainnya menghilang alias belum ditemukan di saat itu. Namun informasi lain mengatakan korban jiwanya malah bertambah menjadi 18 orang dan jumlah korban diperkirakan terus bertambah seiring operasi pencarian dilakukan. Nah, gempa ini menyebabkan kerusakan infrastruktur di 18 dari 76 provinsi yang ada di Thailand sehingga berdampak pada 420 rumah, 48 kuil, dan 76 rumah sakit, serta puluhan sekolah dan kantor pemerintah. Atas kejadian ini, Geng, pemerintah Thailand di saat itu memberikan kompensasi sampai dengan 2 juta bat atau sekitar Rp973 juta ke korban gempa. Banyak banget ya, Geng, bantuan pemerintahnya sampai Rp900 juta loh. Berbeda banget dengan e sebuah negara yang masih hobi dengar sound system gede-gede ya sambil gini-gini tuh ya biasanya dikasihnya itu adalah sembako yang isinya Indomie ya kan, gula sama beras beberapa liter. Ini bantuannya sampai R73 juta loh. Gila banget. Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan warga yang terdampak akibat kantor audit negara yang runtuh akan diberikan kompensasi hingga 2 juta bat. Nah, keluarga dari korban meninggal bisa mengajukan permintaan kompensasi yang akan diproses dalam waktu 15 hari. Nah, cuma Geng ini berdampak terhadap perekonomian Thailand di sektor wisata, Geng. Sebab banyak turis yang membatalkan perjalanan mereka ke Thailand untuk merayakan festival Songkran di saat itu yang mana seharusnya diadakan pada bulan April 2025. Nah, dikarenakan mereka khawatir dengan keselamatan mereka, akhirnya setelah gempa terjadi ya mereka membatalkan semuanya. Dari sini kalian udah bisa membayangkan ya betapa mengerikannya gempa di Thailand ini. Korban jiwanya juga lumayan walaupun masih bisa terhitung dengan jari. Tapi seperti yang udah gua sebutkan sebelumnya di awal meskipun Thailand mengalami gempa yang besar sebenarnya Thailand bukanlah yang menjadi pusat dari gempa tersebut. Dan kengerian yang kita lihat di Thailand ini belum ada apa-apanya. Banyak orang yang kaget. Banyak orang yang mengira pada awalnya Thailand adalah pusat dari gempa. Ternyata diketahui sebenarnya pusat gempa itu justru berada di Myanmar. Nah, bagaimana kondisi di sana dan mengapa berita gempa Myanmar ini enggak begitu ramai diberitakan seperti Thailand? Sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai kondisi Myanmar di saat gempa ini dan Myanmar yang merupakan pusat dari gempa itu sendiri. Jadi, Geng, gempa yang dari tadi kita bicarakan mengguncang Thailand sebenarnya adalah gempa yang berpusat di Myanmar dan bisa dikatakan ini adalah gempa Myanmar seharusnya. Nah, titik gempanya itu terletak di 16 km dari barat laut kota Sagaing. Lokasi tersebut sangat dekat dengan kota terbesar kedua di Myanmar, yaitu Mandalai yang memiliki populasi sekitar 1,5 juta manusia serta berjarak sekitar 200 m di utara ibu kota Myanmar yaitu Naipidau atau Naipitau. Gempa pertama ini terjadi sekitar pukul 12.50 waktu setempat. Gempa susulan terjadi 12 menit kemudian dan sejak saat itu gempa susulan terus terjadi. Jadi ada gempa-gempa kecil lagi gitu. Yang terbaru terjadi di tanggal 30 Maret tahun 2025 dengan kekuatan sebesar 5,1 skala rister di barat laut Mandalai. Rasa getaran dari gempa tersebut dirasakan oleh warga-warga Myanmar yang sangat kuat dan membuat jalanan-jalanan utama di kota tersebut sampai melengkung. Jembatannya rusak serta banyak bangunan yang ambruk dan di saat itu rata dengan tanah. Jadi mirip seperti kejadian di Thailand, video-video yang tersebar di Thailand. Tapi bedanya ini lebih gila lagi, lebih ngeri lagi. Daerah Mandalai itu dianggap sebagai salah satu daerah yang secara geologis paling aktif di dunia. Keadaan darurat sudah diumumkan di enam wilayah yang paling terkena dampak, yaitu Sagaing, Mandalai, Makwei, dan Bago, Shan, serta Naipitau tadi. Getaran ini juga sampai ke negara tetangganya yaitu Thailand dan juga Cina Barat Daya. Tapi Thailand yang lebih parah daripada Cina Barat daya. Karena Thailand itu lumayan dekat dari Myanmar. Gempa di Myanmar ini dikatakan benar-benar mematikan, Geng. Sangat mematikan. Kalian juga bisa lihat sendiri bagaimana kondisi di Thailand yang bukan merupakan pusatnya. Bisa separah itu. Nah, lalu apa kabar dengan Myanmar? Tentunya lebih gila lagi kondisi di sana. Ini gua jelasin sedikit nih, Geng. Alasan mengapa gempa Myanmar ini bisa dianggap sangat mematikan. Yang pertama nih, karena gempa besar di areanya yang luas. Gempa yang terjadi kemarin itu mungkin adalah gempa terbesar yang pernah terjadi di Myanmar dalam kurun waktu 3 1/4at abad. Dan gempa ini bisa terjadi akibat pergeseran lempeng Caesar Sagaing di sepanjang batas lempeng India dan Yurasia. Nah, analisis menunjukkan terjadi patahan literal kanan yang mengarah ke utara atau patahan literal kiri yang mengarah ke barat. Padahal lateral ini adalah retakan besar di permukaan bumi tempat dua bagian tanah bergeser ke arah samping, Geng, antara ke kanan atau ke kiri. Gempa dengan kekuatan sebesar ini terjadi di atas area patahan yang luas berukuran panjang sekitar 200 km dan lebar 20 km. Menurut para ahli, Caesar Sagaing yang bergeser membentang sejauh 1200 km. Dan hal ini memungkinkan gempa Myanmar terjadi di area yang sangat luas. Dan semakin besar area patahan dikatakan semakin kuat gempa bumi yang bakal ditimbulkan. Makanya menyeramkan banget. Nah, itu baru alasan pertama. Alasan kedua adalah dikarenakan retakan terjadi pada kedalaman yang dangkal. Dan ini berarti energi seismik dari gempa itu mengakibatkan guncangan tanah yang hebat karena hanya menghilang sedikit sebelum akhirnya mencapai permukaan bumi dari titik pusatnya. Menurut ahli, kedalaman gempa di Myanmar cuma sedalam 10 km. Dan inilah yang membuat parahnya kerusakan yang terjadi. Karena tuh terlalu dekat sama permukaan tanah, terlalu dekat sama bangunan-bangunan gitu. Energi sesmik yang besar dari gempa hilang sedikit sebelum sampai ke permukaan bumi. Sementara bangunan-bangunan yang berada di atas permukaan itu harus menahan kekuatan penuh dari gempa ini. Jadi ibaratnya tuh, Geng, ya, getarannya itu ya seharusnya kalau titik gempa itu jauh di dalam tanah, ketika dia akan mencapai permukaan, dia bakal berkurang, berkurang, berkurang, dan hilang. Nah, tapi sayangnya ya apesnya nih pusatnya itu terlalu dangkal, dekat banget sama lapisan bumi. Jadi sekalinya getar emang hilang sedikit getarnya tapi masih banyak yang tersisa dan akhirnya mencapai permukaan. Nah, gempanya juga enggak cuma berdampak pada episentrum atau titik permukaan bumi yang tepat berada di atas pusat segempa itu, Geng. Jadi, enggak cuma titik lurus ke atas gitu, enggak. Tapi juga berpotensi menyebabkan area gempa Myanmar menjadi sangat luas. Titiknya di sini getarannya meluas ke samping makanya sampai ke Thailand. Terus ada alasan ketiga nih, Geng, yang sebenarnya bukan dari faktor gempanya, tapi justru faktor bangunannya yang secara langsung berhubungan dengan parahnya dampak yang ditimbulkan di Myanmar. Itu, Geng. Kondisi bangunan gedung-gedung tinggi di sana berperan menimbulkan kondisi serius ketika gempa terjadi. Sebab gedung-gedung tinggi di sana itu dibangun dari beton bertulang. Nah, beton bertulang ini adalah istilah dari konstruksi beton yang ada di dalamnya itu dipasang tulang besi yang biasanya terbuat dari baja untuk memperkuat beton tersebut. Gedung tinggi yang terbuat dari beton bertulang ini sebenarnya bisa tahan terhadap gempa asalkan dirancang khusus agar strukturnya bisa tahan terhadap gempa itu sendiri dan dibangun dengan standar yang baik. Nah, kalau dibangun dengan beton bertulang tapi enggak sesuai standar, enggak akan membuat gedung tersebut jadi tahan gempa. Yang ada malah semakin mengerikan karena kan tulangnya itu dari baja berat banget. kena goyangan sedikit langsung ambruk. Kemudian banyak bangunan yang ada di Myanmar sebenarnya tidak tahan gempa. Bisa dikatakan Myanmar ini relatif belum berkembang secara konstruksi bangunan. Sebagian besar berupa bangunan rendah, berbingkai kayu, dan monumen keagamaan yang masih terbuat dari batu bata. Dan ada sedikitnya 2,8 juta warga Myanmar yang tinggal di gedung yang masih terbuat dari kayu dan batu bata tanpa tulangan yang membuat mereka beresiko terhadap guncangan gempa seperti yang terjadi kemarin. Goyang dikit aja rumah mereka ambruk. Dari penjelasan gua ini, kalian bisa nilai sendiri separah apa gempanya, separah apa yang terjadi di Myanmar dan separah apa yang terjadi di Thailand. Tapi di sini ada hal yang membuat gua tuh agak tertarik sedikit untuk ee menarik konspirasi gitu ya. Ini aneh banget enggak sih, Geng? Kok gempa di Myanmar ini mirip-mirip seperti gempa Aceh, gempa tsunami Aceh. Cuma bedanya di Myanmar ini enggak sampai tsunami besar lah gitu ya. Nah, di Aceh itu ya ketika terjadi gempa dan tsunami, kondisi Aceh itu sedang konflik, sedang berperang di internalnya. Tiba-tiba datanglah bencana alam. gempa dan tsunami. Nah, sama dengan Myanmar lagi berkonflik tiba-tiba dilanda gempa yang mana itu sebenarnya berpotensi bakal tsunami gitu. Ini ada apa konspirasinya apa nih? Sebenarnya gua udah pernah membahas tentang hal ini ya, tentang gempa Aceh nih. Kalian coba lihat nih, gua pernah membahas soal dugaan rekayasa gempa atau bencana alam di Aceh itu. Ada yang mengatakan kalau itu adalah uji coba bom nuklir bawah laut. Nah, ini bukan gue yang ngomong ya, tapi ini gua menceritakan isu dan informasinya kepada kalian. Kenapa demikian? Kenapa ada yang berniat ingin mencoba bom nuklir bawah laut sehingga ya terjadi tsunami dan memakan ribuan korban? Dikatakan ini semua gara-gara konflik yang berkelanjutan dan tidak usai-usai di Aceh di saat itu antara pasukan gerakan Aceh Merdeka dengan pasukan dari pemerintah Indonesia. Dan ini efektif ternyata terbukti setelah tsunami, setelah gempa dan tsunami di Banda Aceh, Aceh akhirnya damai. Semua pergerakan serta pemberontakan dari gerakan Aceh Merdeka itu berakhir di saat itu dengan damai setelah ya itu Aceh dilanda bencana dan ya sudah banyak rakyatnya yang meninggal dunia. Nah, apakah gempa yang terjadi di Myanmar dan Thailand ini ada hubungannya nih sama konflik di Myanmar? Coba deh menurut kalian apa ini cuma cocok logi nih? Ya, coba tinggalkan komentar di bawah nih, Geng. Nah, namun geng di sini selanjutnya kita bakal ngebahas nih tentang kenapa gempa yang terjadi di Myanmar ini enggak ramai diberitakan, enggak ramai ee diekspos di media, tapi justru Thailand lah yang paling banyak diekspos padahal pusatnya di Myanmar. Dan yang lebih seramnya ya gempa tersebut ada di Myanmar. Ternyata, Geng. Ya, jawabannya adalah hal ini berkaitan dengan situasi dan kondisi Myanmar yang saat ini dikuasai oleh junta militer. Dan ini juga menjadi alasan parahnya dampak gempa yang terjadi di sana. Nah, parahnya dampak gempa ya. Dampak gempa itu artinya ya setelah gempa itu negara enggak keur. Nah, itu adalah dampak dari peperangan yang ada di tengah-tengah negara mereka. Nah, sedikit gua jelaskan nih, Geng, apa itu junta militer biar kalian ee relate dengan situasi yang terjadi di Myanmar. Jadi, junta militer ini sendiri berasal dari bahasa Spanyol yang berarti rapat. Kalau diterjemahkan junta ini berarti diartikan sebagai komite atau dewan administratif, terutama yang memerintah suatu negara setelah terjadinya kudeta dan sebelum pemerintahan yang sah didirikan. Jadi, kurang lebih gini, di Myanmar itu ya presidennya itu baru saja diturunkan secara paksa alias di kudeta diturunkan dengan senjata oleh anggota militer di sana. Nah, jadi kondisinya memang sedang carut-marut. pemerintahnya aja sedang berada di bawah kokangan senjata alias ya di ancam gitu. Terus kalau kita berbalik nih, Geng ya ke masa lalu tentang Myanmar ketika merdeka dari Inggris pada tahun 1948. Myanmar ini sudah mengalami beberapa kali pemberontakan. Kudeta pertama kali itu ya terjadi pada tanggal 2 Maret tahun 1962. Ketika itu Tatmada sebutan untuk angkatan bersenjata Myanmar di bawah perintah Jenderal Newin itu menggulingkan atau menurunkan pemerintahan sipil kemudian memasang rezim otoriter. Inilah awal mula konflik yang berkepanjangan di Myanmar, Geng. Dan di bulan Februari tahun 2021, Jenderal Senior Min Aung Hilaing dan para pemimpin militer lain melakukan kudeta yang disebabkan karena partai proxi militer, yaitu Partai Persatuan Solidaritas dan Pembangunan atau USDP mengalami kekalahan di Pemilu 2020. Nah, ketika itu partai yang dipimpin oleh Aum Sanuki yaitu yang bernama Partai Liga Nasional untuk Demokrasi atau NLD itu mendapatkan 396 dari total 476 kursi parlemen untuk majelis yang rendah sekaligus majelis yang paling tinggi. Junta militer secara resmi menahan dan mendakwa si pemimpin yang bernama Aung Sansuki ini dengan tuduhan dia dinyatakan korupsi dan kejahatan-kejahatan lain selama dia memerintah. kemudian menggulingkan pemerintah yang dipilih secara demokratis dengan menangkap presiden Myanmar yang bernama Win Min dan beberapa tokoh senior partai NLD. Sesuai dengan namanya, seharusnya junta militer hanya mengambil Ali hingga pemerintahan yang sah terbentuk. Nah, cuma di saat itu, Geng, sampai saat ini Myanmar masih berada di bawah kendali junta militer dan masih terjadi konflik saudara di sana. Mereka lagi saling dar dar, ya kan? Lagi saling sikat-sikatan pakai senjata tiba-tiba dikasih bencana. Siapa yang mau nolong korban-korbannya? Terus mengapa pemberitaan mengenai gempa di Myanmar informasinya itu enggak sebanyak gempa yang ada di Thailand? Nah, hal ini disebabkan karena junta militer menerapkan sejumlah kebijakan yang mempersulit penanganan korban bencana sampai proses penyebaran informasi kepada publik. Pernah kalian bayangkan enggak tuh, Geng? Ya, dipersulit evakuasinya, jasad-jasadnya itu dipersulit untuk diangkat, dipersulit untuk di selamatkan. gitu. Dan bahkan pemberitaan untuk kasus ini itu dibatasi. Wartawan-wartawan itu mendapat pembatasan ketat untuk meliput peristiwa gempa bumi yang terjadi di sana. Baik wartawan lokal Myanmar maupun wartawan asing. Penolakan masuknya media asing hingga pembatasan pers lokal itu menimbulkan kekhawatiran mengenai transparansi tanggapan junta terhadap bencana gempa tersebut. Jadi orang-orang tuh jadi ragu gitu. Ini orang peduli enggak ya? Karena kan balik lagi mereka ini junta militer. Mereka itu kan apa ya udah terbiasa ngelihat mayat-mayat gitu, udah terbiasa ngelihat nyawa-nyawa melayang. Jadi kayak kejam gitu hidupnya. Inilah yang menjadi alasan mengapa yang lebih heboh itu justru di Thailand karena memang ada pembatasan media yang diberlakukan oleh junta militer Myanmar. Jadinya enggak keekpos meskipun ada peraturan tersebut. pihak dari media BBC nih yang kita tahu ya media yang satu ini emang agak nekad nih. Nah, mereka akhirnya berhasil meliput kondisi Myanmar setelah gempa terjadi dengan cara menyamar. Di saat itu mereka meliput dengan hati-hati karena di Myanmar penuh dengan informan dan polisi rahasia alias intel yang memata-matai masyarakat. Nah, tim BBC pergi ke Mandalai di mana mereka bisa melihat kerusakan yang parah karena gempa yang terjadi. Di hampir setiap jalan yang dilalui, terutama di bagian utara dan di tengah kota. Sedikitnya ada satu bangunan yang runtuh total. Hanya tersisa tumpukan-tumpukan puing. Bahkan di beberapa jalan enggak cuma satu, tapi beberapa bangunan roboh sekaligus. Hampir setiap bangunan yang tim BBC lihat itu memiliki retakan yang menembus ke dinding. Yang membuat bangunan tersebut yang jelas sudah enggak aman untuk dimasuki. Jadi berbahaya. Nah, di rumah sakit utama yang ada di kota, para pasien terpaksa harus mendapatkan perawatan di luar gedung. Sedih banget. Mana malam kedinginan. Kalau hujan udah pasti kehujanan tuh. Nah, apa yang tim BBC lihat ini sangat membuat mereka menjadi prihatin sebab mereka melihat masyarakat Myanmar yang terdampak dari gempa ini mendapatkan sedikit sekali bantuan. Padahal gempa yang terjadi bisa dikatakan sangat besar. Ini bencana bukan bencana biasa-biasa. Nah, ada seorang ibu yang bernama Nansin yang menunggu anaknya untuk pulang sebab anaknya berprofesi sebagai seorang pekerja konstruksi yang merenovasi bagian dalam gedung. Jadi ada salah satu gedung yang dia renovasi di saat itu. Nah, gedung tempat anaknya ini kerja itu amblas ke dalam tanah. Bukan dari atas turun ke bawah. Enggak. Ini tanah nih. Amblas masuk tuh gedung ke dalam dan membuat anaknya si ibu ini serta empat pekerja lain terjebak di dalam runtuhan bangunan tersebut. Enggak diketahui apakah meninggal atau masih hidup. Ketika tim BBC berkunjung ke sana, upaya penyelamatan belum dimulai sama sekali di gedung tempat anak dari Nansinhein ini. Dan gak ada tanda-tanda kalau penyelamatan bakal segera dilakukan. Jadi, benar-benar diabaikan kayak gitu. Enggak ada cukup bantuan yang tersedia di lapangan dengan alasan situasi politik di negara tersebut. Jadi, harga dari sebuah nyawa benar-benar ya semurah itu. Dan ada banyak jenazah yang pada akhirnya dievakuasi tapi bukan oleh tim penyelamat, melainkan oleh penduduk setempat yang udah enggak tega. udah enggak tega ngelihat ya warga di sana ee orang-orang di lingkungan mereka, saudara-saudara mereka tergeletak kayak gitu aja. Nah, mereka menolong dengan peralatan seadanya. Pemerintahnya cuek banget. Dan karena konflik saudara yang masih terjadi di Myanmar, junta militer sudah mengumumkan gencatan senjata sementara dalam operasi melawan kelompok oposisi bersenjata untuk membantu upaya pemulihan setelah gempa yang terjadi di sana. Walaupun sudah mengumumkan adanya gencatan senjata sementara, pertempuran dilaporkan tetap terjadi di Myanmar. Sampai tanggal 4 April tahun 2025 kemarin, militer sudah melakukan setidaknya 114 serangan sejak gencatan senjata diumumkan. Menurut laporan yang diterima oleh kantor HAM PBB, di saat itu, pihak militer menuduh ada dua kelompok pemberontak di dalam aliansi yang mengumumkan gencatan senjata tapi melakukan serangan. Nah, satu kelompok mengatakan pertempuran pecah sebagai respon terhadap serangan oleh militer. Nah, jadi saling tuduh nih. Negaranya lagi dilanda krisis akibat bencana gempa, tapi para penguasanya sibuk untuk berperang. Dan karena masih terjadi konflik di sana, otomatis jumlah pasukan keamanan yang dikerahkan untuk operasi pertolongan dan penyelamatan terhadap para korban gempa jadi enggak maksimal. Kecuali ya ada di beberapa lokasi penting yang memang menguntungkan pemerintah gitu kayak keluarga-keluarga dari pejabat-pejabatnya. Nah, itu dibantu tuh. Tapi masyarakat biasa benar-benar diabaikan, dibiarkan terkubur di bawah puing-puing sampai membusuk. Di Mandalai sendiri, tim penyelamatnya juga enggak dalam jumlah besar. Ada bantuan yang datang untuk para korban yang terlihat dari kendaraan berupa mobil van kecil yang membawa persediaan bantuan. Sumbangan tersebut berasal dari perorangan atau organisasi lokal kecil. Jadi bukan dari pemerintah. Nah, dan di saat itu jumlahnya enggak cukup untuk orang-orang yang di saat itu membutuhkan bantuan sehingga mengakibatkan terjadinya perebutan. Jadi masyarakatnya rebut-rebutan makanan di saat itu dan juga ya beberapa peralatan yang bisa mereka gunakan dan wah sedih banget udah kayak maaf ya udah kayak hewan berebut makan tahu enggak geng gimana? Sedih banget ngelihatnya. Tenaga medis seperti dokter dan perawat juga sedikit dan enggak bisa untuk menangani seluruh korban. Hal ini memaksa keluarga jadi turun tangan untuk merawat anggota keluarga mereka yang menjadi korban yang mana seharusnya itu merupakan tugas dari tenaga medis. Tapi mereka enggak punya pilihan, harus memberanikan diri, gitu. Belum lagi di sana terjadi hujan dan badai yang menghambat proses evakuasi para korban. Coba kalian bayangkan para korban yang terjebak di bawah reruntuhan. Bahkan ada yang meninggal karena genangan air karena kan hujan di saat itu. Ke banget, Geng. Benar-benar kondisi Myanmar ini udah enggak manusiawi. Pihak dari junta militer sudah mengeluarkan permohonan untuk mendapatkan bantuan internasional. Langkah ini adalah suatu langkah yang jarang dilakukan oleh junta militer sebab mereka enggak memiliki hubungan yang baik dengan banyak negara asing seperti Inggris dan juga Amerika Serikat. Nah, walaupun negara-negara yang tidak memiliki hubungan baik dengan junta militer sudah menjanjikan akan mengirimkan bantuan. Tapi bantuan dalam bentuk tenaga manusia di lapangan untuk membantu para korban itu hanya datang dari negara-negara ya seperti India, Cina, Rusia, serta beberapa negara lainnya. Itu juga ya agak sulit mereka masuk ke sana. Sejauh ini upaya penyelamatan itu hanya difokuskan pada bangunan-bangunan yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan banyak orang terjebak seperti komplek kondominium Skyvilla yang menjadi tempat tinggal bagi ratusan orang serta tempat yang bernama Akademi Buddha Uhlatain yang menjadi tempat sejumlah biksu yang sedang mengikuti ujian ketika gempa terjadi. Pihak PBB sendiri mengatakan kalau warga di Kota Mandalai, salah satu daerah yang paling parah gitu ya, ini benar-benar terputus dari ee segala fasilitas seperti listrik dan juga air bersih. Kalau sampai masyarakat kekurangan air bersih, hal tersebut bisa berpotensi menimbulkan penyakit dan parahnya bisa menimbulkan endemik di Myanmar nantinya. Jadi kayak misalkan nih ada jasad-jasad yang enggak tertolong, membusuk, nah itu bisa jadi virus. Pihak PBB di saat itu mengatakan kasus diare akut dan penyakit akibat panas semakin meningkat di lokasi pengungsian dan upaya kemanusiaan terhambat yang disebabkan karena gempa susulan yang sempat terjadi dan kurangnya sumber daya yang ada di sana. Terus, Geng, jauh sebelum gempa ini melanda Myanmar, sebenarnya infrastruktur kesehatan di Myanmar udah terlebih dahulu hancur gara-gara perang, gara-gara konflik yang membuat negara tersebut benar-benar enggak siap untuk menghadapi bencana alam sebesar ini. Tapi yang anehnya, Geng, pihak dari junta militernya sendiri yang meminta bantuan kepada negara lain dengan membuka semua jalur untuk bantuan asing. Tapi faktanya di lapangan enggak seperti itu. Sebab si junta militer ini memberlakukan jam malam sehingga banyak jalan yang ditutup. Jadi, seolah-olah tuh kayak cuma mancing doang ke negara-negara lain, ayo kirim bantuan kalian. Tapi sampai di sana malah kayak dikerjain. Pintu-pintunya ditutup semua. Jadi bantuannya enggak bisa lewat. Dan ada pos pemeriksaan yang sangat panjang dan juga pemeriksaan barang dan jasa yang masuk secara besar-besaran. Jadi kayak ada kecurangan dari pihak-pihak militer ini yang kayak ya bantuan itu enggak sampai ke para korban. Jadi dinikmati oleh mereka-mereka. Nah, belum lagi banyak interogasi yang dilakukan oleh para junta militer ini terhadap para relawan yang membawa bantuan tersebut. Nah, hal ini akhirnya menghambat masuknya bantuan itu sampai ke para korban. Dan gilanya ya, ada dugaan para junta militer ini menjadikan bantuan-bantuan dari negara lain ini sebagai alat politik. Jadi, ee pernah terjadi nih sebelumnya mereka itu melakukan pertolongan hanya ke daerah-daerah yang berada di bawah kendali mereka doang. Jadi kayak bikin orang-orang tuh terhipnotis dan mendukung para junta militer ini. Padahal bantuan tersebut ya untuk seluruh korban yang ada di Myanmar dan untuk orang-orang yang enggak mendukung mereka, mereka enggak bantu sama sekali dan mereka biarkan ya meninggal dunia begitu aja. Oleh karena itu, pihak ASEAN mendesak Myanmar untuk memberikan bantuan secara adil kepada para korban. Korban yang rentan dan juga terpinggirkan itu harus menjadi prioritas utama. Tapi yang paling menyedihkan nih, Geng ya, karena adanya pembatasan akses informasi terhadap media, update mengenai bagaimana situasi di sana itu benar-benar simpang siur. Gak ada yang tahu. Orang pikir di sana tuh baik-baik aja. Nah, namun menurut klaim dari junta militernya sendiri pada hari pertama gempa itu terjadi ada sebanyak 144 orang yang tewas dan 732 orang lainnya luka-luka. 144 loh. Itu informasi yang mereka kasih. Gua sih rada enggak percaya ya dengan ini aja tuh udah banyak banget ya 144. Kalau mereka bohong, berarti ini lebih banyak lagi loh. Bisa ribuan kali ya. Ya lihat aja tuh pas tsunami Aceh korbannya ribuan gitu. Ini gempa dan gak ditolong ya kan. Ada orang yang mungkin selamat sementara karena enggak ditolong terus meninggal dunia. Jadi angkanya sudah pasti bertambah. Dikatakan juga oleh para junta militer ini ada kuil dan banyak bangunan yang ambruk karena gempa tersebut. Dan seminggu setelahnya, junta militer ini membuat sebuah laporan yang mengungkap kalau jumlah korban jiwa yang ditemukan bahkan sudah mencapai lebih dari 3.000 orang dengan korban luka-luka lebih dari 4.700 orang. Nah, kan kacau kan? Awalnya mereka memberikan informasi ratusan orang, akhirnya ribuan orang mereka temukan. Masalahnya mereka menyatakan itu sendiri. Mereka enggak mengizinkan para wartawan dan jurnalis masuk buat ngecek sendiri, tapi mereka malah menyampaikan. Jadi kayak seketat itu, Geng. Dan bahkan dikatakan ada 341 orang yang masih belum diketahui keberadaannya atau hilang. Nah, mungkin aja nih ya korbannya bisa lebih banyak lagi dibandingkan yang dilaporkan oleh si junta militer ini. Banyaknya korban yang berjatuhan itu mencapai angka ribuan. Tapi di satu sisi junta militernya masih sibuk perang saudara. Membuat penanganan atau pertolongan terhadap para korban itu tidak bisa dilakukan. Jadi dari sini kalian sudah tahu ya kondisinya mengerikan banget. Kalau kalian berpikir apa yang terjadi di Thailand itu udah seram banget, Myanmar lebih gila lagi. Mereka yang paling parah. Bahkan korbannya enggak ditolongin. Oke, sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan yang terakhir yaitu bantuan dari negara-negara untuk Myanmar dan Thailand setelah bencana gempa. Banyaknya krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar yang disebabkan karena konflik berkepanjangan di sana ditambah dengan gempa yang terjadi kemarin membuat banyak negara akhirnya memutuskan untuk mengirimkan bantuan ke sana. Salah satunya adalah Singapura yang mengirimkan 10 kecoa cyborg untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan. Ini emang agak unik ya. Ini adalah kemajuan teknologi nih. Memang kalian mendengarnya tuh agak apaan sih? Ada kecoa segala. Jadi geng kecoa cyborg ini benar-benar digunakan oleh Singapura. Kecoa ini bergabung dengan kontingen operasi Lion Heart milik pasukan pertahanan sipil Singapura atau SCDF pada tanggal 30 Maret tahun 2025. Dan ini merupakan pertama kali di dunia kecoa cyborg ini digunakan dalam operasi kemanusiaan sekaligus pertama kali penggunaan robot hibrida serangga di lapangan. Jadi benar-benar kayak apa ya? Kayak kecoa masuk ke dalam lubang-lubang gitu. Kecoa cyborg ini dikembangkan oleh Home Team Science and Technology Agency atau disingkat dengan HTX yang bekerja sama dengan Universitas Teknologi Nanyang atau NTU dan Class Engineering and Solution. Kecowa jenis Madagascar Hising ini dilengkapi dengan kamera infrared dan sensor serta memiliki panjang sekitar 6 cm. Ukurannya yang kecil memungkinkan mereka bisa menelusuri celah-celah sempit di bawah reruntuhan dan dikendalikan secara jarak jauh. Meskipun belum menemukan korban yang selamat di saat itu, kecuali cyborg ini sudah menjangkau beberapa wilayah yang terdampak paling parah. Mereka pertama kali digunakan pada tanggal 31 Maret dan pada tanggal 3 April di Naipita. Nah, misi pertama dari kecoa cyborg ini adalah di area rumah sakit yang runtuh seluas dua lapangan sepak bola. Setelah SCDF menyisir sebagian besar area dengan anjing pelacak, mereka akan meminta HTX untuk melakukan pemeriksaan lanjutan menggunakan kecoa cyborg ini selama 45 menit. Dia bakal cari-cari tuh. Terus gimana dengan negara kita Indonesia? Apakah ikut membantu? Ya jelas negara kita juga mengirimkan bantuan ke Myanmar. Bantuan dari negara kita itu berupa barang-barang yang paling dibutuhkan oleh korban sesuai dengan hasil koordinasi dengan ASEAN. Barang-barang tersebut kurang lebih ada 120 ton barang yang nilainya mencapai sebesar 1,2 juta Doar Amerika. Dan tim tanggap darurat dari Indonesia sudah lebih dulu dikirim ke Myanmar yaitu pada tanggal 31 Maret 2025 yang terdiri dari unsur BNPB dan Inasar. Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengadakan rapat darurat dengan menteri luar negeri dari negara-negara ASEAN untuk membahas bantuan yang dibutuhkan oleh Myanmar. Dan barang-barang yang sangat dibutuhkan itu adalah shelter dan juga alat-alat serta obat-obatan. Kalau kalian tanya apakah ada warga negara Indonesia yang menjadi korban atas tragedi ini, nah sampai gue syuting video ini belum ada laporan mengenai WNI yang menjadi korban. Ya, kita berdoa aja semoga enggak ada ya warga negara kita yang jadi korban di sana ya kan? karena seram banget enggak ditolongin. Terus ada lagi nih negara lain yaitu Turki yang mengirimkan makanan kering dan makanan hangat enggak cuma ke Myanmar tapi juga ke Thailand. Makanan hangat akan dikirimkan ke Thailand dan cukup untuk diberikan kepada 800 orang. Sementara makanan kering akan dibagikan ke masyarakat Myanmar. Turki juga memastikan bahwa upaya bantuan yang dikirim dari Turki ke Myanmar tetap terus berlanjut, terkhususnya di wilayah Mandalai. Tim mereka secara aktif bekerja di lapangan untuk memastikan koordinasi di wilayah tersebut untuk memberikan bantuan kemanusiaan. Kalau kita berbicara tentang Turki ya, ketika mereka masuk ke dalam wilayah Myanmar mungkin ya, tentara-tentara Myanmar ini agak mikir gitu kalau mau ngelawan Turki, kalau mau ngghalangin bantuan dari Turki ya bisa-bisa mereka dilawan nanti kan nanti yang ada ya kalah power gitu. Di saat itu bahkan Turki berniat untuk memperluas bantuan mereka dalam beberapa hari ke depan agar bisa menjangkau lebih banyak korban supaya bisa dibantu. Nah, jadi Turki tuh apa ya ngejebolinnya berani lah gitu. Nah, jadi pihak junta militernya juga mikir-mikir mau nghalangi Turki dan bahkan ngahalangi TNI juga mereka mikir-mikir. Karena kalau misalkan sampai perang ya bisa-bisa mereka yang modar. Karena kenapa? Mereka tentaranya sudah terpecah, jumlahnya sedikit dan juga kekuatannya enggak sekuat TNI karena kan udah capek perenang saudara gitu. TNI masih fresh, siap berperang dari awal sampai titik darah penghabisan. Nah, makanya kenapa ketika TNI dan bala bantuan dari Turki masuk itu ya penghalangnya cuma sedikit gitu, Geng. Jadi bisa ditembus. Oke, itu dia, Geng, pembahasan kita kali ini mengenai parahnya gempa yang terjadi di Myanmar yang disebut-sebut sebagai gempa terparah yang pernah ada. Dan saking besarnya, gempa tersebut bisa mengguncang Thailand. Dan part yang menyedihkannya adalah ya para jenazah-jenahnya tidak ditolong oleh pemerintahnya karena sibuk berperang. Gimana, Geng? Tanggapan kalian tentang kasus yang satu ini? Coba tinggalkan komentar di bawah.

Business inquiries : +6282219111198 (Noval)
Email : KamarJeriOfficial86@gmail.com

Instagram : https://www.instagram.com/jeritaufik08
Jeri Taufik Music : https://www.youtube.com/JeriProduction
Twitter : https://twitter.com/JeriTaufik_

Subscribe What’sGood TV : https://bit.ly/2LT5ZZC
KamarJeri di Facebook : https://www.facebook.com/kamarjeri08

#KamarJeri