Debat Sengit! Yunarto Wijaya VS Silfester Matutina, Polemik Desak Copot Gibran Oleh Purnawirawan TNI

Bagaimana membaca momen Prabowo duduk semeja dengan Wapres keenam Republik Indonesia Tri Sutrisno kemarin kita ulas bersama Direktur Eksekutif Carta Politika Yunarto Wijaya dan Ketua Solidaritas Merah Putih Silvester Matutina. Malam Bang Silvester. Malam Mas Oto. Malam Audri. Iya. Sambil menunggu Bang Silvestor, saya mau ke Mas Toto dulu. Mas Toto ee pada saat silaturahmi Pak Prabowo dengan Purnawirawan ini biasa ya. Tapi yang tidak biasa adalah kemarin Pak Prabowo duduk semeja dengan Pak Trisutrisno yang Pak Trisutrisno ini juga merupakan salah satu purnawirawan TNI yang mendukung ee pemahzulan Wapres Gibran. Kemudian juga Pak Prabowo memberikan hormat sebelum pidato nih. Apa makna ee yang dibaca Mas Soto di balik e pertemuan dan duduk semeja Pak Prabowo dengan Pak Trisu Trisno termasuk juga dengan gestur seorang Prabowo Subianto? Iya. Sebetulnya ini kan halal bihalal ya, tanda kutip ee sesuatu yang sifatnya seremonial. Tetapi memang menjadi menarik ketika dalam beberapa hari sebelumnya terjadi ee peristiwa yang katakanlah e menjadi kontroversi lah. Ada forum purnawirawan yang misalnya meminta dalam salah satu poin ee politiknya terkait dengan pemaksulan Mas Gibran dan salah satu yang tergabung dalam forum tersebut adalah Pak Trisutrisno. ee sosok yang bisa kita katakan sangat senior dan ee jauh angkatan di atas Pak Prabowo dan kemarin kemudian ikut diundang juga Pak Prabowo kemudian memberikan hormat secara khusus. Memang ini menimbulkan multi tafsir. Kalau berbicara dari sisi kacamata yang sifatnya kontroversial, orang bisa saja menganggap bahwa ada ee ruang yang diberikan oleh Pak Prabowo terkait dengan aspirasi yang diberikan oleh Pak Tri. Yang kedua juga orang langsung mengkaitkan kenapa Mas Gibran tidak diundang juga. Yang ketiga kalau kita telah lebih jauh misalnya dalam pidato yang diberikan oleh forum purnawirawan tersebut termasuk oleh Pak Prabowo memang tidak menyebutkan nama Mas Gibran. Misalnya dukungan sepenuhnya diberikan kepada Prabowo sebagai presiden. Padahal kalimat yang biasa disebutkan adalah ee dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabog. Gibran itu kalau kita mau melihat dari sisi kacamata yang agak kontroversial. Tapi kalau kita mau lihat lebih kepada kacamata yang sifatnya positif dalam konteks Pak Prabowo ingin menjadi ee simbol rekonsiliator. Mungkin saja ini upaya juga Pak Prabowo untuk kemudian meredam bahwa dengan kedatangan Pak Prabowo di acara itu memberikan penghormatan terhadap Pak Tri. Di satu sisi beliau mendengar aspirasi dari para purnawirawan. Tapi di sisi lain juga ee beliau tentu saja memiliki sikapnya tersendiri termasuk dengan bagaimana ee beliau akan mengupayong ke mana Mas dilihatnya. Saya enggak berani berspekulasi ya, Mbak. Tetapi ee saya coba melihat secara positif kalau kita bicara apakah Pak Prabowo punya posisi untuk kemudian misalnya menuruti ee tuntutan dari para purnawirawan termasuk tentang poin 8 terkait dengan pemakzulan Gibran, Prabowo tidak punya posisi itu secara konstitusional dan saya harus mengatakan bahwa memang itu sulit untuk dilakukan. Saya punya kegelisahan yang sama terhadap purnawirawanpurnawirawan sama dengan purnawirawan tersebut terkait dengan misalnya keputusan kontroversial MK terkait dengan misalnya pasal 169 huruf Q terkait dengan ee yang bisa kemudian memajukan Mas Gibran, tapi itu saya simpan dalam konteks sebatas ketika ee sebelum masa kampanye ketika KPU sudah memutuskan itu sah dan sudah dipilih oleh masyarakat menurut saya sulit untuk kemudian landasan mengenai kontroversi pencalonan Gibran itu dijadikan alasan untuk pemakzulan. Oke. Beda cerita kalau kemudian para purnawirawan ini bisa memberikan sebuah data-data terkait dengan landasan dari pemakzulan yang lebih konstitusional yang terkait dengan kalau kita bicara pasal 7A kalau enggak korupsi, penyuapan, tindakan tercela misalnya. Tapi kan kalau kita lihat kalau didasarkan pada alasan yang kemarin, sesubjektif apapun dan setidak setuju apapun saya tentang pencalonan Mas Gibran, menurut saya ee apa permintaan pemakzulan kemarin itu tidak tepat dilakukan dalam masa sekarang tanpa disertai alasan yang kuat. I ee Bang Silvester sudah gabung bersama kami, Bang? Sudah, sudah, sudah, Bang. Kalau ini kan multi eh tasirannya berbeda-beda begitu ya. Dengan kemarin Pak Prabowo hadir di forum purnawirawan. Di satu sisi ada juga isu soal pemaksulan ee wapres Gibran. Nah, pertanyaannya kalau misalnya apakah momen kemarin ini sebenarnya untuk meredam bergulirnya ISO pemakzulan Wapres Gibran atau sebaiknya sebenarnya kemarin ini harus juga mengundang Mas Gibran bersama bersama-sama dengan Pak Prabowo? Oh iya. Kemarin kan itu forum silaturahmi ya antara Pak Prabowo dengan ee semua masyarakat termasuk para purnawirawan. Jadi intinya Mas Gibran itu kebetulan lagi di NTT gitu. Jadi kebetulan Mas Gibran lagi di NTT memang ada agenda di Kupang sama di Maumere ya yang sudah tersusun dan sudah dipersiapkan. Jadi ee memang saya saya tuh sepakat bahwa ee usulan pemasulan ini apa ya sangat tidak ee tidak punya poin sama sekali ya, tidak punya value buat bangsa kita. Hanya mengadu domba. Jadi tidak dibangun oleh fakta-fakta hukum konstitusi kita yang yang ada gitu. Jadi baik Pak Prabowo dan Mas Gibran dari mulai pendaftaran Pilpres oke ee kampanye hingga akhirnya dilantik jadi ee presiden dan Wapres hingga sekarang 6 bulan ee di pemerintahan itu tidak menyalahi aturan konstitusi kita. Jadi kembali lagi ini usulan-usulan ini menurut saya hanya ee intinya buat mengadu domba dan juga ee membuat kegaduhan di bangsa kita. Jadi kalau saya lihat bahkan ini sebenarnya kita harus waspada karena usulan pemaksulan Mas Gibran otomatis juga akan ee Pak Prabowo juga kena gitu loh. Jadi ini kita harus waspada adu domba ini jangan sampai bahkan nantinya adalah pemaksulan Pak Prabowo itu sendiri gitu loh. Hm. Tapi masalahnya yang kemarin juga dipertanyakan oleh publik adalah kenapa ee Pak Prabowo ini duduk bersebelahan begitu dengan Pak Tri yang ini juga salah satunya ee mendukung atau menandatangani juga dengan ee petisi untuk purna ee apa purnawirawan TNI yang salah satunya adalah menyerukan soal pencopotan atau pemangzulan. Ee Mas Gibran. Iya. Saya kita sih memberi apresiasi ya ee semoga apa yang dilakukan Pak Prabowo dengan Pak Tri ini bisa menetralisir. Jadi bahwa sebenarnya kan kemarin yang Pak Prabowo hadiri itu adalah organisasi resmi dari para purnawitawan yaitu PP Angkatan Darat, PP ee AU, PP AD dan juga PPRI ya. Jadi kalau yang kemarin yang dibentuk forum purnawirawan itu mayoritas saya tekankan adalah teman para purnawirawan yang kalah Pilpres kemarin karena mayoritas itu pendukungnya Anis Baswedan ya. Kita lihat mulai dari Tiasno Sudartos, Pak Sutiasto, Fahrul Rossi, terus kemarin juga si Pak Sunarko dan juga Soeharto itu adalah orang-orang yang berdemo tanggal 19 Maret 2024 di KPU karena mereka tidak menyetujui apa atau tidak ee apa menyetujui ee kemenangan Prabowo Gibran. Jadi mereka demo ke KPU ee 19 Maret 2024 itu karena mereka berkata bahwa ee ada kecurangan di situ. Jadi ini tidak murni kepada bangsa saya bahwa ini manusia-manusia bercundang yang tidak murni ya. Jadi bukan mereka mau memperbaiki bangsa malahan mereka mengadu domba bangsa. Nah bentar Bang Silvester balik lagi ke ke ke forum kemarin ini pertemuan. Kalau kemarin kita tanyain Mas Soto ke ee Mas Ray Rangkuti yang menyebut sebenarnya pada saat kemarin Pak Prabowo memberikan statement ini juga banyak multitafsir ya artinya banyak penafsiran tersendiri begitu apa jangan-jangan ini juga mengindikasikan Pak Prabowo belum menolak aspirasi pemakzulan Gibran. Nah, kalau gitu pertanyaannya haruskah Pak Prabowo ini membuat statement yang tegas nih bahwa saya terus bersama Gibran 5 tahun ke depan? Oh iya pastinya ke Mas dulu e Bang Silvester. Oh sor maaf ya. Silakan. Iya. Ee menurut saya begini, Pak Prabowo tidak punya posisi apapun secara konstitusional untuk kemudian misalnya meneruskan andai kata pun setuju terkait dengan ee usulan mengenai pemaksahulan Mas Gibran, kalau saya sih coba menangkap secara komunikasi yang dilakukan oleh Pak Prabowo kemarin memang sebuah bahasa komunikasi yang berhati-hati. di satu sisi di hadapan ee apa purnawirawan yang katakanlah resmi istilahnya Bang Silvester tadi itu menunjukkan sikap bahwa Pak Prabowo akan lebih mendengarkan forum yang sifatnya resmi. Tapi di sisi lain dengan diundangnya Pak Trisutrisno, artinya Pak Prabowo juga ingin mengatakan bahwa saya tetap menghormati pandangan-pandangan dan masukan dari para senior termasuk ee apa yang dikemukakan oleh Pak Tris Trisol lewat forumnya tersendiri. Jadi saya sih masih melihat ini upaya menetralisir. Nah, saya ingin mengomentari apa yang disebutkan oleh Bang Silverser tadi ya. Menurut saya enggak tepatlah. Janganlah kemudian ee apa usulan-usulan seperti ini itu dilihatnya dengan logika argumentum at homyem bahwa siapa yang berbicara lalu punya kepentingan enggak usah didengerin, enggak bisa. Semua orang mau kalah pemilu, mau menang pemilu punya hak yang sama untuk memberikan usulan. yang perlu dilihat adalah argumentasinya apakah konstitusional atau tidak. Jadi jangan kemudian menggunakan logika Bung Silvester. Kalau logika Bung Silvester dipakai, semua pendukungnya Ganjar sama Anis enggak boleh ngasih usulan apapun. Itu menurut saya juga logika yang salah. Tetapi saya ingin mengatakan bahwa alasan yang dikemukakan oleh forum yang mengusulkan poin ke-elapan Gibran dimaksulkan itu enggak tepat kalau menggunakan argumentasi masa lalu yang sudah jelas walaupun kontroversial ya sudah kita harus terima kembuat statement yang tegas Mas Soto atau lebih sering ini ee berdua tampil bersama Mas Gibran enggak perlulah menurut saya kemudian jadi drama-drama harus sering tampil bersama-sama poin yang Pak Prabowo jalankan saja fungsinya, Mas Gibran jalankan saja fungsinya sehingga keduanya itu tidak kemudian melanggar apa yang disebutkan di pasal 7 AUD45 sehingga kemudian bisa jauh dari yang namanya pemakzulan. Saya juga tidak sepakat kalau pemakzulan didasarkan pada sebuah tekanan politik siapapun itu mau militer ataupun sipil. Tapi ada poin penting Audri yang ingin saya ingatkan. Kenapa sih keributan ini terjadi? Bukan hanya ini loh. Ini kan rentetan dari isu matahari kembar. isu mengenai cawe-cawe, isu bagaimana positioning dari Pak Jokowi. Ini kan bermula bahwa betul Mas Gibran sah secara konstitusional, secara prosedural, tapi ini kan bermula dari kontroversi yang sampai sekarang saya ingin mengatakan walaupun sah tapi secara substansi demokrasi majunya Gibran itu bermasalah dalam konteks etika demokrasi. Sehingga kemudian ketika keberlanjutan diartikan sebagai harus menitipkan anaknya mantan presiden yang terjadi adalah situasi sekarang. Ada ketakutan dari pendukung Prabowo atau masyarakat diatur-atur enggak nih sama presiden sebelum? Ada enggak cawe-caw dari presiden sebelum? Mas lebih loyal kepada bapaknya atau Prabowo. Betul. Jadi dari sini kita belajar sejarah, kita terima fakta bahwa Pak Prabowo dengan Mas Gibran dipilih. Tapi jangan ulangi hal-hal yang melanggar etika yang menimbulkan polemik tidak berkesuduhan. Kasihan siapapun yang terpilih akhirnya menghabiskan energi seperti ini. Kalau gitu menurut Bang Silvester sendiri apa hal yang bisa membuat isu ini diredam? Karena kan masih banyak isu-isu lain termasuk isu ekonomi yang perlu kita ee aspirasikan juga untuk dicari nih akar ee untuk penyelesaiannya seperti apa? Ya, jadi intinya sih memang kita menghargai semua kritik, semua pendapat. Siapa sih yang enggak mar? Kita negara demokrasi, siapapun boleh berbicara. Tapi kan intinya bahwa jangan sampai kritikan ini hanya buat mengadu domba. Itu loh intinya itu. Ya, jangan sampai membuat kegaduhan. Kan kita sekarang sudah gaduh nih gara-gara para pensiunan jenderal ini yang menurut saya ya kan memberikan poin-poin itu dibangun tidak berdasarkan ee fakta-fakta hukum gitu loh. konstitusi kita yang baik itu bagaimana ya kan yang harusnya kan ee harusnya kita sama-sama para pensiunan ini ayo umpamanya Undang-Undang Perampasan Aset ayo sama-sama kita kejar agar digolkan atau sekarang Pak Prabowo dan Mas Gibran itu ingin agar kita swasbada pangan gitu loh, sasembada energi, sasembada air. Bagaimana kita melihat Panglima TNI Kasat, saya pernah ke kantornya Kasat. Beliau menunjukkan ini loh, Bang. Kami ee punya pompa. Kalau tadi dibilang Mas To bilang mungkin ada kegelisahan. Ada kegelisahan mungkin yang dirasakan. Kegelisahan apa? Udahlah, udah kalah pilpres ya sudah nanti bertarung lagi di 2029. Gampang. Tapi kalau itu menurut saya enggak tepat, Bang Silverster. Anda jangan gini gini. Anda kan Anda kan orangor orang pendukung Banjar. Saya tahu itu. Anda Anda jangan menggunakan logika aggument Anda seperti ini. Siapapun yang kalah Anda anggap tidak punya hak untuk bersuara. Logika Anda rusak tahuti loh, Bang. Enggak bisa loh. Anda ngerti enggak logika Anda rusak Anda uji argumentasi dari forum purnawirawan itu. Jangan lihat latar belakangnya. Bukan gitu loh. Poinnya ada enggak sekarang? Itu ada bermanfaat enggak buat bang? Masa yang boleh bersuara cuma 58% dari suara pendukung Prabogi? Inilah logika yang membuat kegulisanamaut Anda mau tanggung jawab gara-gara ini anak jangan menggunakan logika argumentum at home nameem bahwa ada yang punya hak lebih untuk bersuara karena menang pilpres. Kita punya kesamaan menolak argumentasi tersebut. pemakzulan ini salah karena tidak cukup argumentasi, tidak cukup fakta secara konstitusional. Kita sepakat tentang poin itu. Nanti dulu kita sepakat tentang poin itu. Tapi jangan batasi hak siapapun termasuk para pendud ini hanya karena mereka dianggap kalah pilpres. Itu saya tolak. Hm. Mas Silvester. Iya. Saya hargain itu. Kalau umpama ee beliau ini kan juga timnya Ganjar. Saya tahu pasti dia akan nah sudah enggak nyambung lagi. Di sini kita undang Mas sebagai pengamat. dengan Anda berbeda ya. Saya melihat sesuatu dalam rangka ke rangka untuk membangun bangsa ya kan kalau Anda kan itu juga tadi juga sudah disuarakan oleh Mas bahwa tidak setuju juga dengan pemaksulan. Tapi mungkin begini ee Bang Silvester yang dimaksudkan adalah pasti kan ada argumen tersendiri. Tidak mungkin seorang purnawirawan TNI ee tidak ada angin, tidak ada hujan kemudian bersuara seperti ini. Pasti kan ada alasan mungkin di balik ee di balik itu ya alasannya kan kemarin kan mereka kembali lagi ya. Ya, mereka kemarin juga tanggal 19 Maret 2024 ke KPU itu ee Pak Suharto dan Sunarto itu memprotes bahwa Pilpres itu curang gitu loh. Ada latar belakang. Jadi enggak enggak bisa juga kita abaikan latar belakang mereka. Saya boleh jawab enggak? Silakan. Kalau logika seperti ini sepakat kita rapat. Eh, Silvester, kamu ingat enggak yang namanya tim Prabowo pun ketika kalah 2014-2019 melakukan protes ke KPU dan Bawaslu? Apakah Pak Praboo dengan timnya kemudian pada saat itu dianggap tidak punya hak bersuara? Anda enggak nyambung. Kita bicara di sini kita uji saja apakah argumentasi purnawirawan itu kuat atau tidak secara konfesional. Jangan Anda bawa-bawa menang atau kalah. Itu yang akan menambah kegelisahan. Uji Pak Yunart kita uji tapi Anda jangan mulai dengan bahasa kalau Anda kalah pilpres Anda tidak boleh bersara saja Bapak-bapak singkat saja saya mau minta pandangan dari Bang Silvester dan juga Mas Soto. Tapi Bang Silvester dulu kalau begitu bagaimana caranya biar isu ini tidak ee tidak tidak semakin menjadi bola liar dan akhirnya kita kan masih punya isu-isu lain ya, isu ekonomi isu lain sebagainya. Gimana caranya ini supaya tidak tidak ada lagi nih isu pemangzulan ini? atau di simpel kalau buat saya ketika Pak Prabowo bekerja dengan sebagaimana mestinya memposisikan dirinya sebagai satu-satunya pemimpin Mas Gibran memposisikan dirinya sebagaimana Musia secara konstitusional itu menurut saya juga dia akan menjauhkan dirinya dari pemakzulan tidak usah takut dengan tekanan-tekanan politik apapun dan tidak usah juga pendukungnya itu kemudian kebakaran jenggot dengan kemudian memilah-milah orang yang bersuara kalah Pilpres atau menang Pilpres itu. itu yang menambah kecemasan dan menambah sebuah kontroversi. Kalau itu dijalankan dengan baik, bekerja, ya sudah. Begitu pula pendukungnya menurut saya lebih banyak berbicara mengenai kerja dari Presiden dan wakil presidennya dibandingkan bernostalgia masa lalu tentang siapa yang kalah dan menang Pilpres seperti yang disampaikan oleh Bung Silverser tadi. Bang Silvester. Iya. Jadi ee Mas Yunarto, jadi gini saya pun menghargai gitu mau kita duduk bersama tapi poinnya dari 8 poin ini apa gitu loh. terus diangkat diangkat diangkat diangkat diangkat kedangk diangk diangkat diangk diangkat diangk diangkat diangk diangkat diangkang kedangkang kediang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedangkang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kediang kedang kedang kedang kedang kedang kedang kedangkang diangkat diangkang diangkang anda aja saya enggak pernah bilang Pak Jokowi nah ini ini hal-hal gini nih Audri ni yang bikin apa ya? Janganlah gitu ada ngomong aja Pak Prabowo itu mandiri tidak dicawek-cawek oleh kita balik ke kita kembali ke tema hari ini, Bang. Kita kita balik ke tema hari ini. Jadi jadi intinya gini kita mau saya kalau saya sebagai anak bangsa merah putih ayo para purnawiran kita duduk. Mana poin-poin ini yang bisa untuk membangun? Jadi perlu ada ketemu bersama Bang Silvester. Oh iya mau pertemuan. Terus yang kedua, ayo kita sama-sama ya kan mendukung agar mengusut koruptor dan undang-undang perampasan aset dan uang kartal ini disahkan. Terus yang kedua, ayo kita sama-sama turun ke sawah bersama panglima TNI Kasat untuk masalah pengairan pupuk dengan Pak Prabowo agar kita bisa swasada pangan, swasbada ee apa ee apa ee kedaulatan di bidang pangan, energi dan air. Itu yang kita inginkan. Mari sama-sama kita membangun bangsa. Jangan bikin kegaduhan gitu loh. Hm. Perlu duduk bersama enggak sih, Mas Oto tadi dikatakan Mbah Silvest? Perlu. Enggak ada masalah. Perlu. Ah, Mas ya bagaimana mau duduk bersama kalau kemudian orang baru berkomentar lalu dikatakan kalah pemilu. Itu menurut saya yang seharusnya kita lepaskan. Uji argumentasinya. Mau dia senior, mau dia militer atau sipil. Kalau argumentasinya tidak kuat, kita duduk bersama. Tapi jangan duduk bersama dengan sudah menempatkan Anda berbeda dengan saya karena Anda kalah dengan Pilpres. Saya saya meyakini sekali Pak Prabowo tidak punya pemikiran seperti itu karena Pak Prabowo bahkan mendatangi orang yang kalah Pilpres. Pak Prabowo berusaha untuk merangkul. Berbeda dengan para pendukungnya. Sebagian pendukungnya seperti yang juga tadi disampaikan dalam argumentasi Bang Silversarer. Kalau ee kesamaan sikap dengan Pak Prabo ini dilakukan oleh para pendukungnya, saya meyakini kok kegelisahan itu tidak akan muncul. Isu matahari kembar tidak akan muncul. Isu mengenai ca-cawek juga tidak akan muncul. Jadi mulailah dari sikap sebagai seorang pendukung seperti yang sudah dicontohkan oleh Prabowo sendiri. Iya saya paham ya kan Abang bilang tadi honimen jangan menyerang pribadi. Tapi kan kita tahu juga kenapa sampai poin-poin ini ada karena ada latar belakang juga Pak Yunarto yang Bang Silvester terima kasih untuk waktunya Mas Toto. Terima kasih juga untuk waktunya. Selamat malam. Terima kasih. Terima kasih, Mbak

Sahabat Kompas TV Kupang, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Kupang, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.

Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.

#kompastv #kupang #berita