TERJEBAK DI STASIUN BAWAH TANAH YANG DI PENUHI ZOMBIE JAMUR !!

Hai guys, kembali lagi bersama gua di Sakahayang Review. By the way, apa kabar kalian penonton Setia Sakahayang? Kembali kita akan melanjutkan serial The Last of A Season 2 episode yang keempat di mana kini Eli dan Dina memutuskan untuk pergi berdua guna mencari Abi. Okelah, daripada kelamaan mending kita langsung saja ke pembahasannya. Dan jika kalian suka dengan channel ini, seperti biasa silakan subscribe aja biar gak ketinggalan video menarik lainnya dari Sekayang. Rekap episode sebelumnya setelah usulannya ditolak para dewan, Eli dan Dina Nekad pergi ke Seattle secara diam-diam. Hingga setelah melakukan perjalanan jauh, mereka akhirnya tiba di wilayah Seattle, sebuah kota yang begitu luas. Namun tanpa mereka sadari jika saat ini pasukan Wolf sedang melakukan penjagaan ketat. Episode keempat ini diawali dengan kisah pada tahun 2018 di mana kelompok Fedra yang ketika itu masih eksis dan menjadi kekuatan militer utama terlihat sedang melakukan patroli di zona karantina Seattle. Namun di tengah patroli mereka pun langsung siaga saat mobil patroli dihadang oleh sekelompok orang yang diduga merupakan organisasi pemberontak bernama Wolps. Tak ingin ada pertikaian, si sepuh Isak meminta rekan-rekannya untuk menunggu. Sementara ia akan berusaha bernegosiasi. Lantas Isak mengajak seorang kadet bernama Burton yang masih cupu untuk ikut dengannya. Namun setelah mengetahui sosok yang berada di hadapannya bernama Hanrahan, tiba-tiba Isak berencana melakukan sesuatu. Oh. Ternyata selama ini Isak merupakan anggota Wols yang ditugaskan untuk meratakan pasukan Fedra dari dalam. Dan inilah salah satu alasan dari kepunahan pasukan Fedra yang digantikan oleh organisasi Wolfes. Dan kini Burton yang tersisa diberi pilihan oleh Isak untuk mati atau ikut bersamanya. Kembali ke masa sekarang terlihat Dina dan Eli sedang berpencar di apotek guna ngeluting persediaan obat. Dirasa sudah cukup ngeluting. Dina yang menemukan sesuatu meminta Eli untuk menunggu sebentar lagi. Beberapa saat kemudian, Dina yang selesai ngompol mengajak Eli untuk segera melanjutkan pencarian. Di saat itu pula Eli terlihat curiga dengan gelagat Dina yang seperti menyembunyikan sesuatu. Di tengah perjalanan, sontak Eli pun syok saat melihat banyaknya tangkurak pasukan Fedra yang diratakan di tempat ini. Melihat sebuah tank, Eli yang penasaran bergegas mengeceknya. Sungguh koy. LED film ternyata tidak sepintar di dalam gameennya. Namun untungnya tidak ada zombie yang berada di sekitar mereka. Sesaat kemudian Dina yang mengecek situasi akhirnya menemukan tanda Wolfs yang berada di pemancar stasiun TV. Dirasa kelompok Abi berada di sana. Tanpa pikir panjang, Eli mengajak Dina untuk segera mengeceknya. Akan tetapi, Dina menyarankan Eli untuk beristirahat terlebih dulu dan melanjutkan perjalanan di malam hari. Terlebih menyelinap di siang hari kurang menguntungkan. Dirasa ada benarnya Eli yang bodoh pun setuju dengan rencana Dina. Setibanya di toko musik, sontak Eli pun senang saat menemukan beberapa kaset legendaris kesukaan Jol. Ketika Dina iseng ngedrum, Eli yang penasaran langsung mengecek lantai du yang ternyata merupakan tempat penyimpanan gitar-gitar bermerek. Sontak Eli pun senang saat menemukan gitar akustik dengan kondisi yang masih sangat baik. Di saat itu pula Dina pun heran saat mendengar suara gitar di lantai du. Dirasa sudah mantap, Eli langsung menyanyikan lagu kesukaan Jol. Di saat itu pula Dina yang terkesima meminta Eli untuk lanjut. be to say all bagaikan petikan gitar dewa bujana sontakina merasa takjub dengan permainan gitar pun berkata jika semua ini berkat jol yang telah mengajarinya bermain gitar lantas Dikarenakan hari akan segera poek, Dina mengajak Eli untuk membuat makanan sebelum pergi melakukan pencarian. Kemudian Shin beralih pada Isak, mantan anggota Fedra yang kini menjadi petinggi di kelompok Wolps. Di sebuah dapur hotel, terlihat ia sedang memanaskan panci pubeg untuk menginterogasi salah satu anggota Scars yang berhasil ditangkap. Setelah dipanaskan, Isak langsung menginterogasi Mulyo dengan menanyakan kapan dan di mana anggota Scars melakukan serangan lanjutan. Akan tetapi, Mulyo yang tak bersekin memilih untuk tetap bungkam. Melihat hal itu, Isak langsung melakukan hukuman. Setelah menghukumnya, Isak meminta Mulyo untuk jangan pernah bermain-main dengan Wolpes GGS. Akan tetapi meski Mulyo merasakan pedih yang tak tertahankan, ia tetap memilih untuk bungkam. Dan meski ia mati, Mulyo tidak akan pernah mengatakan apapun. Tapi sebelum itu, Mulyo menegaskan jika apa yang Scars lakukan merupakan sebuah balasan. Karena Wolfes telah menghabisi kelompoknya, termasuk para bocil yang tak berdosa. Dirasa sulit menginterogasi Mulyo, Isak yang kesal berniat menghabisinya. Dan bisa kita lihat Burton yang tidak ingin mati pada saat itu memilih untuk bergabung dengan Isak sebagai anggota Wolps. Kembali pada Eli dan Dina, mereka yang sedang mengintai terlihat heran saat melihat situasi yang sangat sepi. Di tengah kebingungan, Dina menemukan akses masuk dengan melalui jendela di lantai atas. Dirasa akan berhasil, Eli mengajak Dina untuk segera beraksi. agreed. Sontak. Mereka pun kaget saat mendapati anggota Wolfs yang mati terkena panah. Mereka pun sadar jika kelompok Wolf sedang berperang dengan musuh lain. Betapa syoknya mereka saat melihat pasukan Wolpes yang dipajang seperti jemuran. Kemudian Eli yang menemukan simbol di tembok menyadari jika pasukan Wolpes ini telah dihabisi oleh kelompok Scars, salah satu kelompok yang mereka temukan di hutan. Di saat itu pula Dina yang mendengar radio seketika panik saat menyadari jika sebelum tewas, salah satu dari mereka telah memanggil bantuan ke tempat ini. Sontak mereka pun panik saat pasukan Wolfes mulai berdatangan ke tempat ini. Sambil mengendap-ngendap, Eli berusaha mencari jalan keluar. Di tengah persembunyian, Eli yang tak punya cara lain berniat menghabisinya dengan steal kill. We got one. Come on. Untung saja mereka berhasil lolos, akan tetapi mereka mengetahui ke mana Eli dan Dina mengarah. Oke, sesaat kemudian pelarian mereka pun berujung di sebuah stasiun kereta bawah tanah. Kemudian mereka yang akan pergi seketika panik saat mendengar pasukan Wolfs yang datang dari arah jalan keluar. Sungguh gegabah. Tanpa mereka sadari, flir yang mereka lempar malah mentrigger jamur cordisep. Dan apakah kejadian seperti di Jackson akan kembali terulang? Di saat itu pula ketika Dina sedang menggunakan survival instinct, si MC beban ini malah terlihat kalut dan ketakutan. Oh my God. Melihat gerombolan zombie datang, Eli yang panik mengajak Dina untuk segera pergi. Ini Elif. Saat Eli panik tak tertahankan, Dina yang cekatan mengajak Eli untuk pergi menggunakan jalur atap. Bisa kita lihat sang MC kita malah panik sampai terjebleh-jebeleh saat para zombie mulai merangsek masuk. Jom. Ah. Betapa syoknya Dina saat melihat tergigit zombie. Hingga setelah keluar dari stasiun, Eli mengajak Dina untuk berlindung di dalam teater terbengkalai. Sontak Eli pun kaget saat melihat Dina menodongkan pistol. Rupanya Dina yang menyadari Eli tergigit merasa jika tidak akan lama lagi sahabatnya ini akan menjadi zombie. Di tengah kepanikan, Eli yang kebingungan akhirnya terpaksa mengatakan jika selama ini dirinya imun atau kebal dari infeksi jamur cordisep. Meski Dina terlihat tidak percaya, Eli memintanya untuk memberi kesempatan untuk membuktikannya. Dan jika dirinya berubah menjadi zombie, ia pun rela untuk dihabisi. Di tengah malam, Eli yang terbangun langsung memperlihatkan jika dirinya baik-baik saja. Di mana kekebalan ini ia dapatkan sejak dirinya dilahirkan. Melihat hal itu, Dina pun mulai percaya pada perkataan Eli. Di keesokan harinya, Dina berkata jika semalam dirinya sangat khawatir jika harus kehilangan sahabatnya ini. Tak cuman itu, ia pun tidak menyangka jika selama ini Eli kebal dari jamur kordisep. Kemudian ia yang teringat sesuatu berniat menunjukkan rahasia besar yang baru ia ketahui tadi pagi. And here rupanya selama ini Dina sedang mengandung benih dari Jessie. Mendengar hal itu, Eli pun turut senang karena tidak lama lagi Dina akan mempunyai anak dan hidup normal layaknya seorang wanita sejati. Kemudian Eli berkata jika dirinya akan senang hati membantu sahabatnya ini untuk mengurus bayinya. Ia pun tidak sabar untuk mengatakan kabar bahagia ini pada Jessie. Hingga di tengah obrolan mereka pun heran saat mendengar ledakan dan transmisi radio milik Wolps. Setelah mengecek peta, Dina berkata jika kekacauan ini terjadi di wilayah Lake Hill. Dirasa kelompok Abi berada di sana, Eli yang akan pergi menyarankan Dina untuk menunggu demi menjaga kehamilannya. Akan tetapi, Dina menolak dan memperingatkan Eli untuk tetap bersama sebagai sahabat sejati. Together. Apakah mereka akan berhasil menemukan Abi di Lake Hill? IMBB untuk episode 4 ini adalah 7,4 dan menurut Sekayang cocok saja dengan nilai segitu. Nantikan episode selanjutnya hanya di channel Sakahayang. Thanks for watching and see you on next video.

Hai guys..!! akhirnya, serial paling di nanti muncul juga setelah 2 tahun menunggu.
dan kini, kita akan mejadi saksi perjalanan ellie dan joel di tengah wabah zombie jamur yang semakin merebak.