Bareskrim Polri Teliti Ijazah Jokowi, Tunggu Hasil Forensik untuk Pastikan Keaslian
Bar Eskrim Polri mengaku sudah menguji sampel ijazah Jokowi dengan ijazah beberapa teman SMA dan kuliahnya. Kini Barrim tinggal menunggu hasil uji laboratorium forensik guna memastikan ijazah tersebut asli atau palsu. Kita bahas petang ini bersama dengan Sekjen Bara JP yang juga pelapor pencemaran nama baik ijazah Jokowi Rally Rigen dan direktur eksekutif Lingkar Madani Reira Rangkuti. Selamat petang Bung Rey. Bang Reli ya. Selamat petang dengan MyOP di sini. Saya mau ke Bang Rei terlebih dahulu. Kalau kita melihat keseriusan polisi ya menguji sampel ijazah ke lapor, kemudian juga melihat ijazah pembanding dari teman kuliah dan juga SMA-nya ee Pak Jokowi gitu. Apakah ini kemudian bisa kita lihat sebagai ee usaha ee dari keseriusan ee Joko Widodo untuk membuktikan kalau ijazahnya tidak palsu? Bukan, bukan sebaliknya. Nah, jadi apa yang dilakukan oleh polisi ini kan memang langkah yang ee sesuai dengan yang semestinya kan. Dan yang pertama kali itu kan ada ee apa namanya tim pembela umat ya istilahnya tadi itu mengadukan kepada Bareskrim tentang dugaan adanya penggunaan ijazah palsu yang dilakukan oleh dalam hal ini Pak Jokowi kan itu satu dulu tuh lalu digugat balik oleh Pak Jokowi dalam konteks pencemaran nama baik. Tapi sebelum masuk ke penerimaan berkas yang berhubungan dengan gugatan balik Pak Jokowi, ya tentu harus dibuktikan dahulu memang oleh piwat kepolisian apakah kemungkinan adanya duga apa dugaan kepalsuan ijazah itu benar atau tidak. Maka dilakukanlah sekarang proses pembuktian Persi ya ini Persi loh ya Persi kepolisian sejauh ini katanya sudah sampai pada tahap 90%. Jadi ini saya tidak mengatakan bahwa polisi ini serius macam-macam gitu. itu karena memang langkah yang harus dilakukan oleh memang harus membuktikan tuh dengan ijazah palsu ya. Oke. Iya. Mau tidak termasuk dia harus melakukan klarifikasi, membuat pembandingan, ya. Lalu uji forensik macam-macam itu ee sesuai SOPnya. Jadi ini bukan soal polisi serius gitu ya, tapi memang itu yang langkah yang harus dilakukan oleh polisi untuk membuktikan bahwa ijazah itu palsu atau asli gitu. He. Ee soal tuduhan ini Anda melihatnya ee serius atau tidak, Bung Rei? Tuduhan yang mana? tuduhan soal ee tadi kan mengatakan kalau ini sebenarnya ada ee pekerjaan sesuai dengan apa yang dilakukan oleh polisi untuk bisa membuktikan suatu dengan ijazah ee palsu ini. Tapi kalau kita lihat ee dari ee apa yang dilihat atau apa yang dilakukan oleh ee Jokowi ee kala itu memang harus bisa membuktikan kalau ee menjawab tudingan-tudingan ini dan kemarin kan pada saat memberikan statement ya memang harus dibuktikan secara gamblang kalau ijazah ini memang asli. Iya. Tentu kalau dari pihak Pak Jokowi kan sudah merasa bahwa ijasahnya itu asli. Tapi itulah sekarang yang diragukan oleh ee banyak kalangan kan bahwa jasa itu asli dengan pembuktian menurut persinya mereka masing-masing. Misalnya ada yang melihat bahwa ponnya itu ponfnya ya kok beda, fotonya diragukan macam-macam dan sebagainya. Nah, oleh karena itu ee Pak Jokowi ee melakukan ee apa namanya? pelaporan berdasarkan pencemaran nama baik gitu yang tentu saja itu akan sulit ditindaklanjuti manakala tidak ada satu pembuktian terhadap keaslian ijazahnya Pak Joko itu. Nah, oleh karena itu ya mau tidak mau sebetulnya begini dilaporkan atau tidak dilaporkan oleh TP TPU tadi itu ya tim pembela umat itu gitu. Kalau Pak Jokowi datang ke polisi untuk melaporkan mereka yang dianggap oleh Pak Jokowi melakukan penghinaan itu mau tidak mau memang ijazah itu harus dibuktikan dulu keasliannya gitu dengan sendirinya itu harus dilakukan gitu. Nah, ini berkebetulan ee TPU-nya sudah terlebih dahulu datang ke polisi untuk ee mengadukan soal dugaan adanya kepalsuan ya dari ijazah yang dipergunakan oleh Pak Jokowi. Nah, oleh karena itulah saya sebetulnya bertanya-tanya kenapa bukan Pak Jokowi tidak menunggu saja dulu hasil dari penyelidikan polisi itu? He. Kalau ternyata nanti misalnya polisi mengatakan kami tidak dapat membuktikan bahwa ijazah Pak Jokowi itu adalah palsu, artinya kan Pak Jokowi bisa datang ke polisi untuk melaporkan balik gitu loh. Karena bagaimanapun prosesnya ijazah itu ya mau dilaporkan terlebih dahulu oleh Pak Jokowi atau seperti sekarang dilaporkan oleh TPPU, mau tidak mau objek utamanya itu adalah ijazah dan itu harus dibuktikan dulu bahwa memang ee apa ijazah itu asli atau pal. Jadi poin pentingnya adalah soal ijazah sebelum nanti berangkat ke ee penghinaan dan juga pencemaran yang baik. Dibuktikan dulu yang paling penting itu adalah tapi kalau misalnya saya mau ke ee Bung Reli, Bung Reli sebagai pendukung ee Jokowi, apakah Anda merasa sebenarnya Jokowi ini perlu untuk mengikuti tuntutan para penggugat untuk bisa membuktikan kalau ijazahnya memang asli? Bu Reli sepertinya masih di-mute Zoom-nya. Bung Reli, kami masih belum bisa mendengar suara Anda. Halo, ya. Halo, silakan. Halo. Ya, itu kan ee proses hukum sudah berjalan, baik yang terlapor atau yang dilaporkan. Kita sendiri di BAR JP pada tanggal 25 Mei sudah melaporkan yang bersangkutan di Poltabes Medan. yaitu DPC kita BARJP Sumatera Utara Medan sudah melaporkan. Terus saya sendiri mendampingi kawan-kawan dari ormas pemuda yang laporan di Fores Jakarta Pusat yaitu pemuda Patriot Nusantara. Sudah diperiksa, saksi, sudah diperiksa. Dan terakhir kawan-kawan dari apa namanya JPKP ada laporan Pak Jokowi langsung laporan di Polda Metro Jaya ya sekarang proses penegakan hukum ee laporan sudah masuk tinggal lapar penegak hukum ya polisi segera jangan berarut-larut artinya supaya hal ini tidak terus berulang kejadian ini kan proses seperti ini kan sudah sering saya sendiri dulu dulu Rocky Groom saya yang laporin itu di he di ee bares krim di corni saya laporin langsung ditolak di bareskrim karena memang delikaduannya harus yang bersangkutan lah. Kalau kita para JP nih enggak main-main. Kita enggak ada implementasi-implementasi kita ada analisi-analisis. Kalau para JP sikapnya tegas. Sudah dari 10 tahun ini kami laporkan terus siapapun yang melakukan hard speed mengajak membenci Jokowi kami laporkan enggak ada kami analisa-analisa dia salah itu. Dan sekarang aparat penegak hukum melakukan proses itu. Makanya apa yang dibilang oleh Proy tadi ya sudah betul itu proses hukum sudah jalan, ee TPU sudah pernah melaporkan kita juga sudah melaporkan baik simpatisan, relawan atau masyarakat. Nah, sekarang kita lihat aja di penegak hukum kita supaya ini tidak menjadi sumir gitu, tidak menjadi ini kalau Bara JP sikapnya tegas dari awal, enggak ada analisa-analisa kita lapor. Pokoknya dia jelas sudah mengandung unsur kita lapor, persoalan ditolak atau dilakukan penegakan hukum itu sudah aparat penegak hukum. Bagaimana Polri, bagaimana kejaksaan meninggap menanggapi hal tersebut. terserah analisanya seperti apa, tapi kita sebagai masyarakat, sebagai relawan sudah melaporkan ini. Nah, Pak Jokowi sendiri kan kita sudah tahu sudah melaporkan langsung, Bung Reli. Tapi tadi e Bung Rei bilang ee karena ini permasalahannya adalah ijazah, alangkah baiknya pembuktian ijazahnya dulu memang ada ee diselesaikan baru kemudian ee ada gugatan pencemaran nama baik. Aparat penegak hukumnya ya dari Mabas PORI. Apa yang disampaikan Bung Re tadi? Katanya sudah melaporkan duluan. Si ini sudah melaporkan duluan nanti mana yang bisa diproses itu lebih cepat. E aparat penegak hukum baik yang di Mabes PORI atau yang Jakarta Pusat atau yang di Sumatera Utara atau yang di apa namanya di Solo ataupun yang di ee Bekasi proses hukum mana yang bisa, mana yang merasa lebih duluan. Ini kan masalahnya pembuktian. Nanti apa yang disampaikan oleh kabar es krim apa ee penyidik tadi dari Mabes laporan DB itu kan apa eh le forensiknya kan dilakukan. Oke, Bang Rei. Bang Rey. Barajp melihat kalau sudah mengandung unsur sudah patut dilaporkan ke polisi. Ya, kalau itu sih semuanya kan dasar hukumnya. Kalau ada keyakinan orang perorang yang mengatakan bahwa terjadi pelanggaran hukum dibawa ke proses hukum. Tapi kan keyakinan orang belum tentu jadi hukum kan. Yang jadi hukum itu nanti ya putusan pengadilan atau setidaknya keyakinan penyidik dalam hal ini dalam pihak kepolisian. Nah, cuma kan kawan-kawan ee Bara JP dan sebagainya itu tadi disebutkan. Saya tidak tahu mereka pakai delik apa. Kalau deliknya misalnya ee pencemaran nama baik ya tadi sudah dinyatakan itu susah diterima oleh penyidik karena ee delik dari pencemaran NAABEK itu hanya bisa dilaporkan oleh orang yang bersangkutan kan, orang yang merasa objek dari penghinaan itu kan. Tapi kalau pakai delit yang lain misalnya penghujatanlah inilah itu bisa saja. terjadi artinya bukan pengujiatan istilahnya apa namanya itu ya mobilisasi untuk melakukan kericuhan misalnya dan sebagainya lah. Tapi di luar di luar itu sudah Bung Re utarakan itu salah satunya dulu ya. Nah, itu tentu saja bisa ya ditindak lanjutin. Tapi mau deliknya apapun ya, deliknya pencemaran nama baik, penghasutan ya dan sebagainya itu harus dimulai dengan pembuktian terhadap ijazah itu. Itu titik pangkalnya gitu. Jadi kalau ijazahnya dianggap ee tidak palsu ya, ya tentu delit-delit yang tadi bisa berlaku. Tapi kalau ternyata dapat dibuktikan bahwa ijazahnya itu adalah palsu ya dengan sendirinya tuntutan penghinaan, tuntutan dari penghasutan macam-macam itu dengan sendirinya gugar secara hukum karena sudah bisa dibuktikan memang jasa ijazahnya adalah palsu gitu. He. Nah, persoalannya mungkin di satu segi yang lain itu adalah soal apakah ee hasil dari penyelidikan yang akan dilakukan ini betul-betul juga akan dapat diterima secara ee apa namanya itu ya? Langsung oleh publik. Karena kan upaya Pak Jokowi untuk membuktikan bahwa ijazahnya itu asli kan juga enggak kurang-kurang kan sebenarnya. Meskipun fisiknya sampai sekarang ini belum disampaikan oleh beliau kepada publik kan tapi masalahnya memang ada keraguan yang begitu besar gitu. Nah, yang saya mau katakan begini. Ini kan polisinya masih kaprinnya itu Pak masih Pak Sigit ya kan. Lalu ee apa namanya itu ya? Macam-macamlah. Dan kemarin misalnya ada apa prix apa namanya itu polisi yang berkunjung ke rumah Pak Jokowi. Oke. Oke. Artinya Anda membaca ada keraguan ya Bung Rey. Tanggapan Anda. Saya mau katakan adalah yang saya mau katakan yang saya mau katakan persis. Jadi kalau suasananya seperti ini memang dibutuhkan transparansi yang sangat kuat dari institusi polisi bahwa mereka bekerja sebenar-benarnya objektif ya profesional mengingat ada background di belakang itu. Misalnya kaporrinnya itu Sigit yang kita kenal sangat dekat dengan Pak Jokowi kan. I lalu ada kemarin kunjungan para sampai di situ tahan dulu Bung Reli tanggapan Anda. Kalau kalau kalau analisanya sumir seperti itu saya enggak sepakat dan mafai oleh oleh karena itu karena kalau memang berdasarkan seperti itu waktu B presidennya Pak Jokowi saya langsung melaporkan saudara Rocky Gerung tapi ditolak. saya langsung enggak pakai-pakai yang lain. Jadi kalau memang berdasarkan itu, waktu Pak Jokowi sebagai presiden, saya langsung melaporkan namanya si saudara apa namanya Rocky Grung. Saya langsung laporkan saudara Korni itu enggak ada pihak-pihak orang lain. Badan saya ini pakai suara kuasa daripada JP saya langsung ditolak. Demi Allah saya kita nih sama-sama muslim. Demi Allah saya ditolak, Bang. Itulah artinya supaya kita sama-sama mengambil ini secara analisa kita fix. Kalau memang proses hukum itu bisa dilakukan 5 sampai 10 tahun yang lalu, itu sudah bisa proses karena saya langsung pelapornya dan ditolak. Kebayang enggak, Abang? 3 4 hari kepada es krim bolak-balik ditolak. Jadi itulah. Jadi saya harap kawan-kawan jangan menganalisanya terlalu jauh apalagi sekarang presidennya Pak Prabowo kok jelas beliau konsisten. Kita lihatlah sekarang ini kan enggak ada yang ditutup-tutupin. Kita sama-sama terbuka ajaalah tapi nanti di pengadilan jangan dibelot-belotin lagi. Ini kita sama-sama percaya saja penegak hukum hari ini kita sudah serahkan. Kalau ada ahli forensik sasi ahlinya nanti biar penegak hukum, pengacara yang menyajikan di muka persidangan. Oke. Oke. Oke. Ee Bang Rei, Bang Rei ee sebagai aktivis, bagaimana kemudian Anda membaca situasi yang saat ini dihadapi oleh Jokowi? Gugatan kemudian ee yang diterima secara bertubi-tubi, kemudian ada ee ijazah palsu, kemudian WAN prestasi mobil SMK saat sedang ee sudah tidak lagi berkuasa. Iya. Ini presiden yang boleh disebut memecahkan rekor ya. Kalau ada pakai apa nam museum-museum rekor tuh kayaknya boleh masuk tuh. Itu presid mantan presiden yang paling digugat, paling banyak digugat setelah beliau lempar. Dan beliau Pak Jokowi adalah mantan presiden yang datang ke polisi untuk melaporkan pencemaran nama baik. Jadi ada dua tuh rekornya. Rekor pertama adalah mantan presiden yang paling banyak digugat pasta beliau rengser gitu ya. Yang kedua adalah presiden pertama di republik ini yang datang ke e ke polisi melaporkan dugaan adanya pencemaran nama baik. Jadi ya itu kan sebetulnya sesuatu yang sudah kita diskusikan dari dahulu ya kan bahwa apa yang dilakukan oleh Pak Jokowi pada masa pemerintahannya itu dengan sendirinya akan dapat dituai pasca beliau setelah tidak jadi presiden. Dan ya ini yang kita lihat akhir-akhir ini kan. Jadi ya mau tidak mau ya di satu segi mungkin kita menganggap aduh kok masalah kita masih begini-begini aja gitu. Tapi memang ini masalah-masalah yang yang sudah bisa kita dugaas ya dari awal gitu. Bahwa persoalan-persoalan ini akan muncul termasuk di dalamnya yang terakhir ini adalah gugatan terhadap kelengseran ee apa namanya itu ya gibran. Ini semua bukan sesuatu yang mendadak. Sesuatu yang sebetulnya sudah bisa didiskusikan, kita bisa bicarakan. kita bisa prediksi sejak dari dahulu karena masalah-masalah yang seperti. Oke. Bicara soal rekor tadi, Anda menyebut soal rekor ee Bang Rei ee ada kemungkinan enggak ini jadi gimmik politik? Ya. Ee maksudnya gimmik untuk siapa ya? Gimmik yang dilakukan oleh Pak Jokowi atau ee dari gugatan-gugatan yang diterima oleh ee Pak Jokowi ini memang murni gugatan atau ada yang menggerakkan? Anda lihat? Saya kira kalau dilihat background dari ee tim Pembela umat macam-macam ya, adalah orang-orang yang memang dari dahulu konsen untuk salah satunya menyoal syarat administrasi Pak Jokowi dalam pencalonan beliau baik di apa di e gubernur maupun di e presiden. Artinya itu Saudara Roy kan sudah bilang sendiri orang-orang ini memang dari 10 tahun yang lalu memang sudah melakukan seperti itu. Kalau ini mau di model sori, Bung. Kita tadi kan tidak berdiskusi untuk saling potong ya. Nah, ini kan tadi kan bahasannya ke sana, Bang. Kalau Anda mau membantah nanti aja nanti akan dipersilakan oleh moderator untuk bisa memberi ini bantahannya. Jadi kalau dilihat dari background kawan-kawan ini memang kawan-kawan ini se dari dahulu ya ee terus-menerus mempersoalkan keapsahan itu dan memang waktu demi waktu makin banyak kelihatan argumen mereka untuk mempersoalkan itu dari kan misalnya soal fontnya, soal foto yang ee dianggap tidak sahih itu dan seterusnya itu kan relatif isu yang baru kan, isu yang baru muncul akhir-akhir ini. Kalau dahulu belum sampai ke arah itu kelihatan diskusinya gitu. Jadi makin ke sini makin banyak kelihatan bahan yang dikumpulkan oleh rekan-rekan yang memang dari awal kelihatan mereka ragu terhadap keaslian ijazahnya Pak Jokowi itu sehingga membuat mereka juga makin intensif. Ditambah tentu saja saat yang bersamaan Pak Jokowi bukan lagi presiden gitu ya. sehingga keraguan-keraguan seperti yang kita sebutkan itu tadi sedikit banyak mungkin berkurang bahwa misalnya kalau ee di waktu beliau diadukan kita sudah lihat ee dua orang yang sering apa namanya mempersoalkan ijazah Pak Joko itu kan akhirnya ee apa namanya kita sudah dapat Bang Rei Bung Reli silakan singkat saja tanggapan Anda. Ya, itu kan apa yang disampaikan Bung Re-nya tersendiri ya. Tadi kan sudah saya sampaikan ee Roy Suryo dan kawan-kawan ini kan dari 10 tahun yang lalu dari Pak Jokowi jadi presiden apa pertama juga memang karena jagonya kalah, periode kedua karena jagonya kalah. Yang ketiga ini juga jagonya kalah ya. Kalau memang ini kan negara demokrasi pasa reformasi, kita sudah sama sepakat kok ini pemilihanpemilihan langsung. Ini bukan dipilih 100 200.000 orang. Jadi apa sekarang proses demokrasi sudah berjalan? Kita sudah lakukan pemilihan langsung yang dicoblas oleh masyarakat. Baik itu pemilihan kepala daerah, pemilihan kepala desa, presiden, gubernur. Ini dipilih bukan oleh 1 du atau 100, 300 orang. Puluhan juta orang memilih ini dan menggunakan anggaran negara yang besar. Bukannya dicoblos satu dua orang. Kalau bisa besok saya bawa 100.000 orang untuk menjatuhkan presiden saya bawa. Kalau bisa modal gitu. Kalau kita mau kalau memang hebat nyalon presiden 200029 ayo. He. Ayo. Siapa jagonya sekarang 202? Ayo. Oke. Nah, maksud saya kita hargainlah proses demokrasi ini. Nah, kalau memang jagonya hebat, kita harus tunggu tadi seperti yang disampaikan Bapak-bapak soal pembuktian ijazah, langkah dari kepolisian termasuk juga kita harus e menunggu hasil lapor soal keaslian ijazah dari Jokowio. Terima kasih sudah bergabung bersama kami Rigen dari Barp dan juga dari Lingkarmad Bang Rangkuti. Selamat sore Bapak-bapak.
KOMPAS.TV – Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri disebut telah melakukan serangkaian langkah penting dalam menangani tuduhan penggunaan ijazah palsu oleh Presiden Joko Widodo.
Salah satu langkah yang tengah berlangsung adalah uji forensik terhadap ijazah Jokowi dan pembanding dari teman-teman semasa SMA dan kuliah.
Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, menegaskan bahwa proses yang dilakukan polisi bukan soal tingkat keseriusan, tetapi memang merupakan prosedur yang harus dijalankan.
“Polisi harus membuktikan keaslian atau kepalsuan ijazah, karena itu menjadi dasar laporan pencemaran nama baik yang dilayangkan balik oleh Presiden Jokowi,” ujarnya dalam program Sapa Indonesia Malam.
Ray menyebut bahwa saat ini proses tersebut sudah mencapai 90 persen. Ia juga menyoroti pentingnya transparansi dalam proses ini, mengingat adanya dugaan subjektivitas karena kedekatan Kapolri Listyo Sigit dengan Presiden.
Sementara itu, Sekjen Barisan Relawan Jalan Perubahan (BarajP), Reli Rigen, menyatakan bahwa pihaknya secara konsisten melaporkan pihak-pihak yang menyebarkan ujaran kebencian terhadap Presiden. Ia menyebut laporan serupa juga telah dilakukan ke berbagai kepolisian di daerah, termasuk di Medan dan Jakarta Pusat.
Reli menekankan bahwa relawan pendukung Jokowi tidak melakukan analisis berlebihan.
“Kalau kami melihat ada unsur pidana, kami langsung lapor,” tegasnya. Ia juga menyatakan harapannya agar aparat penegak hukum segera menyelesaikan proses hukum agar isu ijazah ini tidak terus dipolitisasi.
Kini, publik menanti hasil uji forensik dari Polri. Hasil tersebut akan menjadi titik awal penting untuk membuktikan apakah tudingan penggunaan ijazah palsu terhadap Jokowi berdasar atau tidak.
#Jokowi
#IjazahJokowi
#BarajP
#Bareskrim
#BeritaPolitik
Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCOuwLct59ZOFrwhDIY6tVxw/join
Sahabat Kompas TV Jember, jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jember, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.
Sahabat Kompas TV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv
Facebook : https://www.facebook.com/profile.php?id=100010540572678
Instagram : https://www.instagram.com/kompastv_jember/?hl=id
Tiktok: https://www.tiktok.com/@kompastv_jember
Twitter : https://twitter.com/KompasTV_Jember
KOMPASTV JEMBER CHANEL 54 UHF
Alamat Redaksi: Jl. KH. Wahid Hasyim – 22C, Kel. Kepatihan – Kec. Kaliwates – Jember, Telpon : 0331-412763