PANTAS TAK TAKUT NANTANG PURNAWIRAWAN TNI! Fakta Hercules & Perseteruannya dengan Tokoh Nasional

Ingat kau dulu TBO kau bisa ke Jakarta pakai apa? Sudah pun juga yang bawa kamu ke sini. Tidak kau anggap kau ngomong seenak perutmu saja. Saya minta maaf kepada pastioso tapi Gatot saya tidak menghargai pria ini sosok yang tak hanya menguasai lorong-lorong gelap ibu kota tetapi juga berani menantang barisan jenderal Purnawirawan. Herkules Rosaria Marshall, mantan preman Tanah Abang yang kini menjelma broker politik menggenggam jaringan masa oranya. Bah pasukan tempur siap gerak dari Ultimato mengepung gedung sate hingga sindiran pedas bau tanah kepada Sutioso. Setiap langkahnya memicu getaran di negeri ini. Bagaimana mungkin seorang yang tumbuh dari jalanan tanpa gelar akademik mampu menancapkan pengaruh hingga kursi kekuasaan? Pas tioso apain? Sudahlah kalau saya bilang bahasa kayak mulutnya sudah bau tanah. Ketika nama Herkules Rosarya Marshall disebut, bayangan barisan berseragam dan bentrokan jalan langsung menyeruan. Sejak berdirinya gerakan rakyat Indonesia baru atau GRIB pada awal tahun 2000-an, Herkules tak sekedar merintis wada aspirasi pemuda jalanan. Ia membentuk pasukan militan yang terstruktur, siap menaklukkan setiap sudut ibu kota dan kota-kota besar lain seperti Bandung, Banten, hingga Medan. Tanpa data resmi yang jelas, Desas-desus mengatakan bahwa kekuatan GRIB menembus ratusan ribu jiwa dari markas tersembunyi penuh spanduk oranya, aktivitas sosial yang kerap berujung konflik hingga jaringan relawan yang siaga di balik layar. Bentrok paling berderah terjadi di Bandung awal tahun 2025. Perebutan zona pengaruh dengan pemuda Pancasila memuncak. Puluhan warga alami luka serius. Barisan kendaraan hangus dalam kobaran api, dan permusuhan antara kelompok membekas seperti retakan tak terpadamkan. Seketika ketegangan serupa nyaris melahap Kota Blora saat dua kubu ngotot mempertahankan kawasan teritorial mereka. Tragedi terbaru langsung di Depok, Jawa Barat. TS Ketua Ranting GRIB Jaya Harjukti ditangkap atas kasus penganiayaan dan kepemilikan senjata api ilegal. Halih alih koperatif, ia justru mengobarkan massa, memblokade petugas, dan menyulut kerusuhan hingga tiga mobil dinas polisi terbakar. Di tengah kekacauan TS dan lima anak buahnya akhirnya diringkus. Menanggapi gelombang kecaman, Dewan Pimpinan Pusat GRI BJ Jaya buru-buru menegaskan TS bukan kader resmi. Ia hanya orang luar yang tak menyandang kartu tanda [Musik] anggota. Pembakaran mobil dinas polisi bukan lagi sekadar insiden lokal. Isu ini meledak bah bom waktu di panggung politik nasional. Dedi Mulyadi yang semula menjalin koalisi dengan Gri Jaya demi mengokohkan basisnya. langsung mengecam aksi biadap itu dan menegaskan agar satu kesalahan individu tak menjatuhkan citra seluruh organisasi. Namun, alih-alih meredam, Herkules malah menyalahkan amarah publik dengan ultimatum dahsyat. Saya siap mengerahkan 50.000 pasukan oranya untuk mengepung gedung sate. Jika pemerintah daerah masih acu tak acu untuk merangkul semua ormas. Tendangan kata-katanya makin memanaskan arena. Ia menuding mantan Gubernur DKI Sutioso sudah bauh tanah. Sebuah provokasi yang mengejutkan barisan Jenderal Purnawirawan. Gatot Nurmantio pun melenting menuduh Herkules sebagai preman berkedok ormas sekaligus mengungkit masa lalunya. Dulu dibackup TNI agar bertahan hidup di Jakarta. Di tengah gelombang pro dan kontra yang mengguncang negeri, Herkules akhirnya menurunkan egonya menyampaikan permintaan maaf terbuka pada Sutioso. Namun, dalam satu gerak tegas, ia tolak jabat tangan Gatot dan malah melontarkan tantangan menohok. Saya tidak takut sama [Musik] Anda. Tak mengherankan jika Herkules berani menantang Barisan Jenderal, pengaruhnya benar-benar menggurita ke seluruh sendi kekuasaan. Jejak dominasi politiknya Kian mengerikan ketika pada tahun 2022 ia resmi menjabat sebagai tenaga ahli di Perumda Pasar Jaya, BUMD strategis milik PEMPR DKI Jakarta. Penunjukan mantan preman Tanah Abang ini sontak mengundang riuh di koridor pemerintahan dan media. Bisik-bisik menyebut kekuatan jaringan gelapnya kini masuk ke dalam struktur formal. Meski menuai kontra, pemerintah bersikukuh. Fit and proper test sudah dilalui dengan standar tertinggi. Tak ada celah untuk disoal. Tali relasi Herkules merentang jauh melampaui lingkaran Prab Subianto. Sejak mengaku sebagai pendukung awal Jokowi di Pilkada DKI tahun 2012, ia tak pernah absen membentuk benteng massa dengan sigap memburu dan menyingkirkan setiap isu miring tentang sang presiden. Ia rutin memimpin flashmob daring, mengerahkan brigade daring untuk menyerang akun-akun kritis, serta menggalang masa nyata dalam unjuk dukungan masif. Bagi Herkules, setiap serangan terhadap nama Jokowi adalah panggilan jiwa yang wajib dibalas tuntas. Loyalitasnya juga merangsek ke lingkaran keluarga istana. Ketika gelombang Impage Gibran digulirkan purnawirawan TNI, Herkules meledakkan amarahnya. Mereka dianggap tak paham demokrasi dan haus kegaduhan murahan. Dengan lantang ia menebar ancaman. Kepalamu yang kukudeta. Ini bukan gertakan kosong. Herkules mampu mengerahkan relawan milisi jalanan untuk menjaga setiap langkah Gibran sekaligus menyebar pasukan cyber untuk mematahkan oposisi. Begitu lahir Rosario Marshall. Bukan sekadar broker politik, melainkan arsitek kuasa yang menancapkan pengaruhnya lewat kombinasi eksklusif antara jaringan elit dan masa jalanan yang siap ia mobilisasi kapan saja. Siapakah sebenarnya sosok di balik nama Herkules Rosario Marshall? Dia bukan anak sekolah bergengsi, melainkan bocah Timor Timur yang kehilangan orang tua akibat konflik berdarah. Usianya masih belia ketika ia pertama kali masuk dunia militer sebagai portir dan tukang angkut logistik TNI Angkatan Darat. Sebuah titik awal yang menancapkan pondasi karirnya. Pada dekade 1970-an sampai 80-an, Herkules kian dikenal di Timur-Timur sebagai tangan kanan tentara. Di balik kerap kali ia tak bersenjata perannya krusial. Memastikan suplai makanan, amunisi, dan komunikasi berjalan lancar di garis depan. Lewat pekerjaan itu, ia membangun relasi dekat dengan sejumlah perwira tinggi, nama-nama yang kelak menjadi tokoh nasional. Hijrah ke Jakarta membuka babak baru. Tanpa gelar resmi, Herkules menjejakkan kaki di Tanah Abang sebagai raja lapangan. Mulai dari pengelolaan parkir liar, remanisme terorganisir, distribusi komoditas, hingga jasa pengamanan ilegal. Semuanya berada di bawah kendalinya. Geng yang ia pimpin disebut-sebut kebal hukum, diberi backing oleh kekuatan militer Orde Baru, menjadikannya sosok yang ditakuti sekaligus dilindungi. Runtuhnya Orde Baru menggerus supremasinya. Markas-markas dibabat struktur terurai. Namun, krisis itu pula yang memaksa Herkules bertransformasi. Ia tak lagi sekadar premier jalanan, melainkan broker politik ulung. loyalitasnya tertambat pada satu nama Prabowo Subianto. Ketika gerakan rakyat Indonesia baru atau GRIB lahir pada tahun 2012, Herkules menggandeng masa jalanan sebagai modal politik. Pada peresmian kantor pusat GRIB, sosok Prabowo muncul sebagai ketua dewan pembina. Sebuah tanda betapa dalam pengaruh dari politik Herkules. Bahkan setelah Prabo duduk di kursi presiden, gelar kehormatan itu tetaplah terjaga. Sinyal kuat hubungan ini hingga menimbulkan spekulasi soal peran Partai Gerindra dalam ekspansi GRIB di berbagai provinsi. Ketika pelantikan pengurus GRIB di Bali menampilkan bendera Gerindra, klaim keterlibatan partai menjadi tak mudah dibantah. Meski Gerindra menyebutnya Haw, keraguan tetap mengemuka. Kini walau tubuh Hercules tak lagi sekuat puncak kejayaannya, kartu-kartu politik dan jaringan masa jalanan masih di tangannya. GB bukan sekadar ormas. Ia adalah pasukan politik yang bisa dikerahkan untuk memuluskan agenda baik melalui dukungan masif maupun tekanan terstruktur. Pada akhirnya inilah hakikat kekuasaan Herkules selalu siap mengguncang panggung pemerintah dari balik bayang-bayang jalanan. Yeah.

Pria ini sosok yang tak hanya menguasai lorong-lorong gelap ibu kota, tetapi juga berani menantang barisan jenderal purnawirawan! Hercules Rosaria Marshal—mantan preman Tanah Abang yang kini menjelma broker politik—menggenggam jaringan massa oranye bak pasukan tempur siap gerak. Dari ultimatum mengepung Gedung Sate hingga sindiran pedas “bau tanah” kepada Sutiyoso, setiap langkahnya memicu getaran di negeri ini.
Bagaimana mungkin seorang yang tumbuh dari jalanan, tanpa gelar akademik, mampu menancapkan pengaruh hingga kursi kekuasaan?

#polemik #berita #polemiknews
For business inquiries please contact : polemikchannel@gmail.com

Menjalin diskusi atau perdebatan sengit yang diadakan di media massa berbentuk video dan tulisan. channel Polemik digunakan untuk menyangkal atau membongkar kasus dari berbagai pandangan. mari kita diskusi video ini di kolom komentar.

DISCLAIMER: Disclaimer Copyright Under Article 107 of the Copyright Act 1976, allowances are made for “fair use” for purposes such as criticism, comments, news reporting, teaching, scholarships, and research. Fair use is the use permitted by copyright laws that may be violated.This video is for entertainment only. No copyright violations are intended. All rights to clips and music belong to their respective owners.

For copyright matters please contact us at:
polemikchannel@gmail.com