VOLTRA HEROES || EPS 2 bagian B || SAKURA SCHOOL SIMULATOR
Ayahmu telah dikurung di penjara itu selama 13 tahun. Why am I always by the boys I never like? I can always see coming from the left or from the right. I don’t want to be a I’m just trying to be but it always seems to be enough. Ask me for my numbers. You put me on the spot. I think that we should look up, but I think that we should not. Hello, then you opened up your mouth. is Bagaimana keadaannya? Sudah membaik, Tuan, tapi seluruh energinya hampir terkuras. Mungkin ini efek karena dia belum bisa menyesuaikan diri dengan kekuatannya. Tolong jaga dia. Aku ingin keluar sebentar untuk mencari yang lain. Baik, Tuan. Di mana pasukan yang lain? Ampunkan saya, Tuan. Pasukan yang lain telah terbunuh dan hanya tersisa kami saja. Dasar bodoh. Bagaimana mereka bisa terbunuh sebudah kelemahan kami, Tuan. Hah? Melawan manusia lemah saja kalian tidak bisa. Dasar tidak becus. Kalian pantas ku habisi. He. Memang aku sendiri yang harus bertindak. Weh, kita ada sadar cok. Gi, lu gak apa-apa kan? Ah, gue aman. Klan, gimana? Kita semua enggak apa-apa, Ki. Udah, lu istirahat aja dulu. Jangan banyak gerak. Voltra sama Kaiser mana? Mereka itu di luar. Udah, udah. Lu itu harus istirahat yang cukup, Is. Iya, ya. Minumlah air ini agar tubuhmu bisa sedikit membaik. Ini air apa? Ini air yang terbuat dari tanaman pungulu. Kau bisa meminumnya agar kecederaanmu segera membaik. Oh, oke. Eh, pelan-pelan, Kak. Itu rasanya. Ah, pahit banget setan. Baru aja mau dibilang kalau rasanya pahit. Bro, lu yakin nanti pagi kita langsung lanjutin perjalanan? Iya, kita enggak punya banyak waktu. Bro, lu lihat sendiri kan kita lagi cedera. Gak baik kalau kita terlalu terburu-buru. Gua takut. bakalan terjadi apa-apa sama Kitana dan yang lain. Apa salahnya kan kita beristirahat di sini untuk beberapa hari? Tapi percaya sama gua. Kami bakalan bantu untuk bebasin ayah lo gimanapun caranya. Ah, monyet cemen amat dah. Dari tadi enggak kena-kena. Susah, bego. Coba lu aja sini. Ya udah, minggir-minggir. Biar Abang tutorin cara bermain busur dengan benar. Idih najong. Woi, lu mau ke mana? Gua Mas Sky mau cari ikan di sungai untuk makan malam. Kalian tunggu di sini. Enggak lah, bosan ya, Ge. Gua mau ikut. Tetapi di sungai itu sangat berbahaya. Halah, gue bahayanya. Ah, udah lu diam di sini. Jaga kita dan Ruby. Alah, udah gede mereka tuh. Enggak perlu dijaga. Lagian lu nyuruh gue jaga, lu kira gua satam apa? Tuan, lihat di sana ada seekor kerah. Hah? Mana? Apa? Lihat-lihat lu kira gua monyet. Hampir ngira gue tadi. Soalnya lu 111 sama monyet sih, anjing. L ki gantian mandi. Badan kau itu bawa t kambing anjir. Ya elah nih perempuan jam segini masih tidur. K bangun enggak lo? 5 menit lagi. Gua masih ngantuk. Hah? Ya udah awas lo kalau enggak mandi ya. Iya udah sana mandi lu ah. Ganggu orang tidur aja. Pret lah. Untung enggak gue sebor lu tadi. Itu dia makhluk penjaga sungai ini, Tuan. Kita harus menghabisi mereka agar kita bisa mengambil ikan-ikan itu. Baiklah, kau tunggu di sini. Biar aku yang menghadapi mereka. Baik. Hati-hati, Tuan. Hei, apa yang kamu lakukan di sini? Apakah kau baik-baik saja, Tuan? Aku baik-baik saja. Terima kasih. Sama-sama. Ayo, tuan. Kakak hebat banget tahu semalam bisa ngalahin Bang Esil dengan mudah. Aku lihat loh. Makasih ya. Itu juga kan berkat kamu. Kan kamu yang udah ngasih tahu kekuatan kakak. Cuma ada ikan doang. Iya, cuma ini yang bisa kita makan nanti malam. Iya. Tenang saja. Ini ikan ikan segar bukan? Itu dia alergi daging ikan, Bro. Oh. Apakah Anda juga alergi daging ayam? Enggak lah. Itu mah makanan favorit gue. Ah, baiklah Ruby. Kenapa Bang? Antarkan mereka ke tempat biasa kita berburu ayam. Oh, oke oke. Ayo, Kak Al ikut. Aku mau ke mana? Udah, ayo ikut aja. Hati-hati Ruby. Yoi, Bang. Oi, gue juga mau ikut. Gue juga, gue juga. Woi, woi, woi, tungguin gua. Eh, jangan coba-coba kabur gua bantuin kamu orang tahu. Lepas gak anjing? Gua mau ikut monyet. Oi, Cil. Lo yakin kita enggak bakalan ketahuan? Tenang aja, Kak. Ini enggak ada penjaganya kok. Ya udah, ayo kita langsung ambil aja. Keberu malam nih. Aduh, susah banget anjing. Ayamnya kabur-kaburan cok. Nah, gue dapat cok. Hei, sedang apa kalian? Mampus. Hei, bocil. Itu ada penjaganya anjir. Kalau ada penjaganya kita harus apa, Kak? Ya kaburlah. Oh, jadi kalian ya yang selama ini sering mencuri ayam-ayam saya? Hm. Sini kalian. Wah, anjir ngejar we. Cepat, Kak. Ma suruh dia. Hei, pencuri, jangan lari. Mampus. Di mana yang lain? Masih di dalam. Enggak tahu ngapain. Biasalah cewek ganti baju aja lama. Pasti mereka milih-milih baju dulu tuh. Coba lu panggil Kay. Suara lu kan 111 kayak petasan. Berisik banget. Trut tut tutut. Jangan sampai lu gua bakar ya, kayak ikan-ikan ini. Anjay, pas cuy bajunya. Iya nih di gua juga pas. Oh ya, ini baju siapa Ruby? Ini baju peninggalan ibuku Kak. Melihat kalian menggunakan baju ini, aku jadi teringat kepada ibuku. Eh, udah udah ayo kita ke depan. Pasti mereka udah nungguin. Ayo, Kak. Aku udah lapar nih. Enggak sabar mau makan ayam yang udah kita curi tadi. Kira-kira kita habis ini sakit perut enggak ya? Woi, cewek-cewek rempong keluar L pada ini makanannya udah mau matang. Sabar. Hah? Enggak sopan lu ya. Pakai baju sana. He ih marahin aja A kalau bisa timpuk lagi. Aduh pakai baju ini. Cuacanya dingin loh. Nanti kalau kalian masuk angin gimana? Enggak ada baju anjir. Masa iya mau pakai baju yang tadi pakai saja baju yang ada di lemariku tuan. Oh oke oke. Sebentar ya. Ayo bro. Apa? Lihat-lihat. Oh. Kak, ayo bermalam lagi di sini satu hari aja. Ruby, kami sudah terlalu lama bermalam di sini. Kami harus segera membebaskan Paman Venosa. Tenang saja, jika misi ini sudah selesai, kami akan datang dan bermalam lagi. Tapi aku takut bakalan terjadi sesuatu kepada kalian. Tenang aja, Cil. Kami bakalan jaga diri kok. Tapi, Kak Ruby, dengerin Kakak ya. Kami semua janji akan kembali dengan selamat. Janji cepat, kita tidak punya banyak waktu. Jaga diri kalian baik-baik, ya. Kami sangat berterima kasih kepada kalian, Bro. Makasih ya udah beri kami tumpangan. Makasih juga, Bro. Oh, iya. Jangan lupa cuci sempak gua ya. Dah ya kami pergi dulu. Bye. Dah Cil. Jaga diri ya. Dah hati-hati ya kak. Sampai jumpa lagi. Yoi, Bro. Berat banget badan lonet. Tahu nih. Lagian lu manja amat pakai minta digendong segala. Ya suka-suka gue lah. Jelek banget muka lo. Al muka lu bloon kayak ikan lohan. Mana sih Pak Bandi? Dicari enggak ada. Giliran enggak dicari ada. Lagian Pak Agra juga ribet amat dah. Nyuruh-nyuruh nyari tinggal telepon apa susahnya. Kan gue capek keliling-keliling. Nah, itu dia, Pak. Pak Bandi. Ih, budek ya, Pak. Pak Mandi, Paki. Astaga, congormu itu loh kayak kaleng rombeng tahu enggak? Berisik banget dah. Maaf, Pak. Lagian Bapak dipanggil enggak nyaut-nyaut. Ada apa manggil-manggil saya? Ini jam pelajaran loh. Kamu bolos ya? Eh, enggak Pak. Tadi tuh saya lagi di toilet terus ketemu sama Pak Agra. Kata Pak Agra suruh panggil Pak Bandi. Ada yang mau diomongin katanya. Ah, ya sudah sana kamu balik ke kelas. Jangan bolos. Iya, Pak. Ada apa? Duduklah. Ada yang ingin saya bicarakan padamu. Ini tentang Voltra. Nah, ini dia nih jalannya. Lah, kok dua arah? Padahal di buku ini cuman satu arah loh. Ini benar-benar aneh karena di buku ini hanya ada satu jalan. Kebenarannya hanya ada satu antara jalan di buku ini yang benar atau memang salah satu di antara jalan ini adalah jebakan. Kita ngikut di jalan buku ini aja. Gue yakin ini jalan yang benar. Secara kan kakek yang buat buku ini. Enggak mungkin kan Kakek ngasih jalan yang sesat. Iya benar kata Kitana. Tapi kita harus tetap waspada. Jalan santai aja. Hati-hati jangan sampai lengah. Tunggu. Wah anjir. Anomali dari mana nih? Siapa Anda? Polra yang sopan kalau ngomong sama orang tua. Nek, nenek ini dari mana, ya? Seharusnya saya yang bertanya pada kalian. Kalian dari mana dan apa tujuan kalian datang ke wilayah ini? Voltra, nenek tahu saya. Voltra, putra dari Tuan Venosa dan Ratu Velova. Bagaimana nenek bisa mengenali saya? Dulu saya adalah pekerja sekaligus pengasuh di Istana Volkanda yang dikeduduki oleh Ratu Velova, yaitu ibumu. Sayalah pengasuh saat usiamu beranjak 1 tahun. Maaf, Nek. Saya tidak mengingat itu semua. Saat itu kamu masih terlalu kecil, Nak. Jelas saja kamu tidak bisa mengenali saya. Tetapi saya sangat senang karena bertemu dengan orang yang pernah saya asuh dulu. Jadi, ada apa kalian datang ke wilayah ini? Kami mau pergi ke telaga air terjun yang ada di arah sana, Nek. Ada perlu apa kalian datang ke sana? Tempat itu terlalu berbahaya untuk kalian. Jadi gini, Nek. Kami ke sana untuk mengambil keku eh. Dia salah ngomong tadi, Nek. Kami ke sana mau ngelihat pemandangan, Nek. Katanya di air terjun itu pemandangannya bagus. lumayan kan, Nek, bisa foto-foto. Woi, pengap tolol. Tetapi di tempat itu ada penjaganya. Kalian tidak bisa sembarangan masuk ke sana. Eh, enggak apa-apa, Nek. Voltra kenal kok dengan penjaganya. Iya, kan, Vol? Eh, iya, Nek. Ah, baiklah biar saya antar. Kebetulan saya juga sering mencuci pakaian di sana. Ada penjaga nyuci pakaian. Wah, enggak beres nih anomali. Woi, gimana nih? Udah, kita ikutin aja alurnya. Ayo ikuti saya. Now game’s over. Oh, jadi ini sekolah dimaksud Arca. H lumayan. Astaga, Neng. Ngapain di situ? Cantik-cantik mainnya. Kok di atas genteng sih? Kalau jatuh enggak jadi orang kamu loh. Sini turun. Apa mau Abang turunin? Aw. Berisik jan setan. Gimana lu udah lihat dari luar sekolahnya kan? Udah. Jadi gue bakal masuk ke sekolah itu. Nah gitu dong. Lagya lu ribet amat sih. Enggak usah bawel. Malam ini temuin gue di kafe biasa. Ada yang mau gue tanyain. Oke oke. Ya udah tutup teleponnya. Dia mau masuk kelas. Iya. Thanks. Apa sih? Cung ngegetin aja. Gue kira Pak Bandi. Pak Bandi. Cewok secantik dan segemoy Eke disama-samain sama tua bangka itu. Hih, enggak level, Say. Serah lu, ah. Eh, tunggu dulu, Cak. Kenapa? Ini loh ada yang mau ke kasih tunjuk nih. Anjir. Dapat dari mana lu? Ini bukan editan kan? Enak aja lu ya. Bukanlah. Video ini dapat dari CCTV rumah gue. Tujuan gue ngirim ke lo ya karena pikir gue informasi ini penting lah. Lu kan anggota klan Fanatik. Oke oke nanti kirim ke WhatsApp gue ya. AIDS. Tapi gak gratis loh. Ih, kan mau lo. Ih, banyak banget. Lu dapat duit dari mana, Ca? Lu kan miskin. Sembarangan lu kalau ngomong. Dah ah, stres gue lama-lama leni nih lu. Ya udah, sana. Yes. Lumayan nih buat beli skincare. Tahu aja arca kalau stok skincare gue udah habis. Kita sudah sampai. Kalian masuk saja terlebih dahulu. Saya ingin mengambil beberapa tanaman di sini. Oke, Nek. Makasih ya sudah ngantar. Hus, hus, pergi ke lu yang jauh. Ayo masuk dan tetap berhati-hati. Sebelum kalian masuk, langkahi mayat kami terlebih dahulu. Hah? Suara siapa itu? Anjir. Ini nih tiga pola yang gue maksud. Lah, kok jadi empat? Perasaan semalam pas gue lihat cuman ada tiga dah. Kalau ada empat yang satu lagi mana? Cok sudah jaman bicara. Kai, Jio, Alona cepat kalian masuk ke dalam telaga itu. Biar gua sama Kitana yang menghadapi mereka. penguasa empatik. Tampan sekali. Siapa namamu anak muda? Apakah kau sudah memiliki kekasih? Kalau belum bisakah kita ajis bangsat? Lah jadi batu anjir. Udah kayak Malin Kundang aja. Sekarang giliran kau Gis Lemah. Apa lo bilang barusan? Anjing lo. Hah? Ke mana dia? Bodo amatlah. Mending gua kabur. Lu pasti juga Voltra. Segini saja kah tahap penguasa empatik itu? Lemah. I need you more than you more than my to Aduh, gimana nih si sakitannya sendirian? Kalau gue ngebantu, sama aja gue ngantar nyawa. Sialan. Sepertinya aku terlalu mereemehkan gak di sini. Ah, Nek, kenapa nenek menyerang saya? Mudah sekali mengelabui gadis bodoh ini. Bangsat. Benar dugaan gue ternyata. Mau enggak mau gue yang harus ngadapin mereka bertiga. Bagaimana kau bisa menghadapi kami dengan sendirian, Kit? Nah, siapa yang bilang dia sendirian? Sialan. Bagaimana bisa dia mengambil ramuan itu? Inilah akibat ikut campur urusan kami. Serigala lemah. Abang Ruby cepat beri ramuan itu pada Alona. Hanya dia yang tersisa. Tapi abang jangan pedulikan aku. Cepat beri ramuan itu sebelum mereka menghalangimu. Baik, Kak. Ayo cepat minum ramuan ini. Hah? Ruby cepat, Kak. Kita enggak punya banyak waktu. Ruby mundur enggak lo? Maju lo selangkah lagi lo mati. Alona cepat sembunyi. Dewi keabadian telah bangkit sekarang. Hah? Dasar murid tidak becus. Bagaimana ini, Guru? Terpaksa kita harus menghindari mereka. Ayo, cepat lari. H. Buru-buru amat, Neng. Lagi lari dari kenyataan kah? Sialan. Kita telah dikepung. Cepat habisi mereka. Di mana Tuan Voltra itu? tuh lepar dia. Bagaimana? Energiku tidak cukup kuat karena efek serangan itu sudah menyebar ke tubuh dalamnya. Aku perlu energi tambahan. Baiklah. Anjir. Gimana, Cil? Sudah membaik, Tuan. Tapi dia belum bisa sadarkan diri. Aku akan memulihkan lagi nanti. Untuk sekarang aku tidak bisa karena energiku udah hampir terkuras habis. Ya udah, Cil. Hah. Untung aja enggak mati tuh anak. Mulut lu blon. Sialan. Gadis ini benar-benar pintar. Dia bisa memuka dimensi lain dengan waktu yang begitu cepat. Kenapa panik ya? Enaknya kita apain kroco-krocok ini? Bantailah apalagi Ya elah, segini doang tah. Kuk kira monster. Eh, ternyata ayam. Udah yuk, Al. Mereka pasti udah nungguin kita. Wi Al, kenapa lu kesurupan kah? Gue cepat tutup dimensi ini, Al. Eh, iya iya. Nah, ini mereka. Kalian enggak apa-apa kan? Aman, cuy. Iya. Enggak Al. Al kita nawas. Hah? Kenapa Alona nyerang Kitana? Sepertinya Alona telah dikendalikan oleh kekuatan itu. Cepat susul mereka. Lah ini si Voltra gimana? Biar aku yang menjaga Tuan Voltra di sini. Cepat sebelum terjadi pertarungan hebat di antara mereka. Lo kenapa, Al? Woi, kenapa lu nyerang gua? Gua ini teman lu, bego. No, no, no. Al, Al, Al. Jangan Al kendaliin diri lo. Al stop. Kenapa? Jangan turun. Alona lagi hilang kendali. Bisa-bisa kita kena serang sama dia. Alona kendaliin diri lo. Al jangan Al. Itu kita. Ah, sahabat lu? Woi. Hai. Kok muka kamu kayak monyet? Eh, maksudnya nama kamu siapa? Kamu nanya. Kamu bertanya-tanya. Kamu tercandu-candu. Ih, sinting nih orang. Wah, rambut kamu panjang banget. Sini aku potong. Jangan bloon, nanti dimarahin emak gue. Ih, cemen banget. Udah gede kok takut dimarahin emak. Bodo amat. Memm, kita main perosotan, yuk. Enggak mau. Ayolah, bentar aja daripada kupotong rambutmu. Hm. Pemaksaan. Ya udah, yuk. Nah, gitu dong. Woi, Pa, sini makan. Ih, malas. Gua udah enggak level temenan sama kalian. Oh, ya udah biarin aja, Ces. Nanti enggak kita kasih jajan lagi dia. Itu siapa? Kenalin, ini besti gue. Oh, sombong kau ya. Mentang-mentang udah ada teman baru ya suka-suka gue lah. Udah biarin aja cash nanti pulang sekolah kita rusakin sepedanya. Kau mau rusakin sepeda aku? Kejamak lah kau. Berani pula kau sama aku. He setan. Ah y besti. Kita pergi dari sini. Jangan main sama mereka nanti kau ketularan bloonnya. Lo yang bloon udah muka kayak monyet tangil lagi. Ki lu enggak apa-apa kan? Gue aman. Tapi ya Lona Gimana, Cil? Alal cuman pingsan. Mungkin ini efek karena dia tidak cukup kuat untuk mengendalikan kekuatannya. Sebaiknya sekarang kita mencari tempat aman. Oke, biar gua yang bawa Alona nih. T lihat nih, lihat mukanya kayak monyet anjir. Lu tahu cowok ini Voltra. Dia teman sekelas gue, tapi dia sempat pindah ke kelas 10+ 1. Dan yang gue herannya sampai sekarang dia enggak pernah kelihatan lagi, cuy. Gak tahu tuh ke mana wujudnya. Emang ngapa lu nanya dia? Gue perlu bantuan dia untuk ngebakitin kekuatan gue. Hah? Gimana? Gimana? Setahu gue kekuatannya dia kuasa itu cuman empatik dah. Gue enggak perlu bantuan kekuatannya. Jadi, hah lupain ya? Elah, lu kalau mau ngasih tahu jangan setengah-setengah dong. Bingung gue. Ya, intinya gue perlu bantuan dia. Jadi kapan lu balik? Gue bakalan balik kalau kekuatan gue udah bangkit. Mungkin agak lama, tapi gue bakalan tetap ngelindungin klan dari jauh. Oke deh. Oh ya, ada yang mau gue tunjukin nih. Perpindahan kekuatan hal biasa gini lo tunjukin ke gue. Enggak penting. Bukan itu, Pa? Lu tahu Dewi Lipeda Petra kan yang gugur karena peperangan 100 tahun yang lalu. Nah, jadi si bocil yang di bawah ini ternyata reinkarnasi dari Dewi Lipido Petra, cuy. Terus masalahnya apa? Masalahnya yang bawa bocil itu utusan dari klan Shadow Hunter. Lu tahu kan klan kriminal itu yang selalu nyerap si Sir kuno dari dimensi lain untuk kejahatan. Ya, kenapa? Toh kekuatannya udah pindah ke cewek itu? Gata, Gata, lu bego apa gimana sih? Yang pasti itu cewek bakalan diincer habis-habisan lah. Kekuatan Dewi Lipidoperta itu bukan kekuatan biasa loh. Bisa aja klan Shadow Hunter bakalan ngerampas kekuatan itu buat ngancurin klan kita. Iya juga ya. Kalau klan Fanatic hancur otomatis Shadow Hunter bakalan lebih mudah untuk menguasai kota ini. Justru itu gue bilang ini sama lo. Makanya lu kalau jadi cewek jangan lemut-lemut amat lah. Coba lu pikir mereka belum menguasai kota ini aja udah sering ngerampok nindas orang yang lemah ngebunuh orang dengan sesuka hati tanpa alasan yang jelas. Yang lebih parahnya kalau klan kita hancur, mereka bakalan ngerampas kekuatan-kekuatan yang udah kita sembunyiin dari mereka. Jadi maksud lu, kita harus cari cewek ini? Iyalah, cewek itu bakalan berguna banget bagi klan fanatik. Gue udah tahu identitasnya kok. Namanya Kitana, umur 18 tahun. Dia juga satu sekolah sama gue, cuma pada kelas. Rencananya gue bakalan ngajak dia buat masuk ke klan kita. Lumayan buat nambah-nambah member. Lu tahu sendiri klan kita sisa beberapa tim. Kalau cuma ngendelin Maxin Gavi sama bocil FF doang mah ya susah lah. Untung aja Shadow Hunter gak tahu kalau klan kita lagi melemah. Kondisi Kapten Exo juga lagi enggak baik-baik aja. Benar-benar Kapten EXO udah tahu tentang hal ini belum? Gue mau lu rasain ini dari dia. Kenapa? Gue enggak mau ngerepotin dia? Dia udah banyak bantu gue, ngasih tempat tinggal, kekuatan, dan lain-lain. Kalau enggak ada dia, mungkin gue udah mati waktu itu. Ya, seenggaknya dengan ini gue bisa balas budi atas kebaikannya. Oh, jadi gimana rencana lo selanjutnya? Selain ngebangkitin kekuatan, gue juga mau ngebangkitin cita kita. Voltra. Ah. Hah. Gua di mana? Tadi Tuan sedikit cedera karena serangan penjaga itu. Siapa yang menyembuhkanku? Ruby, terima kasih Ruby. Voltra lo enggak apa-apa kan? Lo tadi sempat kena serang sama makhluk di sana. Untung aja ada Ruby yang bisa bantu. Oi, mau ke mana lu? Si anjir dikacangin gue. Sepertinya Tuan Kezya cemburu melihat Kak kita membeluk Tuan Voltra. Mereka pacaran ya, Kak? Enggak lah, Cil. Kami semua sahabat kok. Ah, bohong. Kemarin aja aku lihat tuh Kak Alona suap-suapan sama Tuan Kai. Cie pacaran ya? Heh, mana ada sotoy lu, Cil. Apa yang kau harapkan dari dia? Rasa sakit. Ini adalah kesempatan. Hal ini bisa merusak semangat mereka satu persatu. Kenapa kau terus berharap pada kenyataan ini? Jika kau menaruh rasa sakit yang dalam, aku akan membantumu untuk membalaskannya. Ayo bergabunglah denganku. Screaming my l for the screaming my for I’ve made your
Id rumah sky & ruby : @seventosix76
id markas scorpion by : @nyoko_sama
id sekolahan by : @itsmenayaa
id cafe by : @Ayanocchi
id jalanan hutan by : @yennefer165
id hutan telaga 1 by : @Buttercoffeechannel2023
id hutan sungai by : dapet dari tiktok ( yg tau punya siapa tolong tag ya )
idzin pake build nya, thankyou🤝🏻
thumbnail art by : KIM
23.36 : @tiaa_ch05
#sakuraschoolsimulator