ATUN & MOMON KAGET MELIHAT BALERINA MENIKAH DENGAN TUNG TUNG SAHUR !! Feat @sapipurba Minecraft

[Musik] Teman-teman semuanya, mulai hari ini kita kedatangan dua warga baru, yaitu Cappuccino Asasino dan Barelina Cappuccina. Wah, wah, Mon, ada warga Brandot yang baru nih. Iya, Tun. Makin ramei ya desa kita. Halo, Teman-teman semuanya. Salam kenal. Nama aku adalah Kapu Kapu Kapu Jil. Salam kenal juga. Namaku Barelina. Semoga ke depannya kita semua bisa akur ya. Wah, pasangan yang sangat serasi. Mantap. Kapan menikahnya? Waduh, pertanyaannya ada-ada aja. Kakak tapi emm em gimana ya? Aku akan berusaha kasih dukungan, ya. Wah, Mon, ternyata mereka juga pasangan, Mun. Aduh, aduh, aduh. manusia. Semoga mereka bisa menikah ya, Mon ya. Iya, nih, Tun. Melihat mereka jadi kepikiran untuk mencari calon suami nih aku. Em, Mon. Halo. Oh, kamu bukan maksudnya aku kan? Jangan kamu lihat aku ya. Aku enggak mau jadi calon suami kamu ya. Eh, siapa juga yang mau milih kau? Ih, kepedean nih anak. Lah, aku mau pulang. Ah, ehah. Pulang-pulang. Eh, Mon. Ngomong-ngomong aku ke rumah kamu minta itu, ya. Minta ayam goreng ya. Gak ya? Ya ampun pelitnya. Eh, Mon cepatlah. Ya ampun, lama banget kamu jalan nih. Ya, kita kan mau ke pasar beli barang, Mon. Eh, ini bajuku basah ini. Lain kali bikin jalan ya. Iya, iya iya sih ya, Guys, ya. Kalian lihat nih dari kemarin ini tempatnya itu kayak air ya. Terus kita mau ke ke desa itu mesti berenang dulu. Oke, oke, oke. Ayo, ayo, ayo. Entar kehabisan loh. Ya ampun. Ayo, let’s go, let’s go. Ayo, ayo, ayo cepat cepat. Oke, oke. Eh, itu dia si cappuccino. Cappuccino. Loh, loh, loh, dia ngomor sama siapa dia? Eh, halo cappuccino asasino. Ngapain di sini sendirian? Eh, Atun aku lagi engak ngapa-ngapain. Ngomong-ngomong kamu mau belanja lagi ya? Iya, biasa mau belanja loh. Belanja bulanan. Eh, ngomong-ngomong kamu e kok enggak ditemenin sama pasangan kamu? Si Barelina Cappuccina. Ais. Udah, udah, udah. Jangan bahas dia nih. Sudah satu minggu yang lalu dia pergi dari desa kita. Eh, si Barelina pergi dari desa kita. Eh, Mon, Mon, Mon, Mon, Mon. Udah, udah, udah, jangan balas lagi, Mon. Kalau aku dengar dari dari cara ngomongnya kayaknya dia udah lagi marah-marah, Mon. Mungkin dia patah hati ditinggal, Mon. Ah, iya, iya, betul-betul. Baiklah, kita pergi belanja aja ya. Kapu awas dulu. Ah, ya. Kita kita pergi belanja dulu ya, Kapu. I ya, kita belanja dulu ya. Oh, ya ya. Ayo, ayo, ayo, ayo. Let’s go, let’s go, let’s [Musik] [Tepuk tangan] go. Wahuh. Hah. Loh. Loh, loh, L, loh. Suara apa itu? Kok, kok, kok kayak suara tembakan? Eh, coba-coba kita lihat luar. Ini masih malam ini dan lagi hujan deras lagi. Ngomong-ngomong tadi suara apa itu ya? Aku pengen ngecek tapi aku seram juga nih. Takutnya ada penjahat dari mana lagi? Tapi aku harus coba lihat kali ya. Oh aku lihat dari CCTV aja deh. Nah iya iya ini paling benar teman-teman. Coba kita lihat. Oke. Kayaknya suaranya dari belakang teman-teman ya. Oke. Nah ada apa di sini? Suaranya dari belakang nih, Guys. Aku yakin banget suaranya dari belakang. Oke, itu rumah Fanny Candra dan tunggu ada semacam merah-merah berjalan sampai sini. Ini adalah darah, Teman-teman. Guys, guys, guys. Ini mengerikan sekali, Teman-teman. Jadi di luar sana aku menemukan ada darah di lantai. Dan tadi sebelumnya ada bekas tembakan. Suara tembakan itu kencang banget dari daerah sana. Oh, tidak. Apakah terjadi pembunuhan? Oh no. Oke. Aduh, aku pengin ke sana. Tapi takut ya, Teman-teman ya. Aduh, gimana ya? Oh, aku tahu, Teman-teman. Kita ajak si Momon aja ya, ya. Benar, benar, benar. Let’s go, let’s go, let’s go, let’s go. Mon. I teriak, teriak, teriak. Capek aku. Oh, tidur. Udah jam berapa ini? I, iya iya iya. Tadi aku dengar ada suara tembakan di sana, Mon. Terus aku lihat CCTV, Mon. Ada bekas darah. Ayo sini sini sini. Ikut aku, Mon. Cepat cepat. Ya ampun, lagi hujan lagi. Ayo udah. Ayo ayo di belakang sini Mon. Di belakang sini Mon. Tenang, tenang. Kalau muncul sesuatu aku duluan lari nih. Eh, ya ampun. Nah, ini Mon aku lihat darahnya di sini lah. Lu lihat K lihat kan? Lihat kan? Mon, guys. Guys, guys. Ini bahaya banget, Guys. Semoga tidak ada apa-apa ya. Oke, oke, oke. Kita ikutin lagi loh sampai ke sini terus ke sini lagi ke sini dan wah apa ini, Mon? Ada kuburan-kuburan. Coba kita lihat. Kita lihat dar di dekat, Guys. Ya ampun, Mon. Ini kan si Barelina, Mon. Yang dibilang e pergi dari desa kita seminggu yang lalu, Mon. Iya nih, aku bingung nih. Kenapa dia mening siapa sih yang berbuat kejam seperti ini nih? Iya iya iya teman-teman. Dan dan coba lihat ini barusan dikuburin Mon. Wah wah gak bisa gak bisa nih Mon. Kita mesti langsung juga sekarang kita mesti lapor polisi, Mon. Oke oke ya. Ngapain berteduh di sana? Ya ampun. Ya udah ya udah yaudah kita telepon dulu ya guys ya. Oke. Halo. Y polisi. I ya. Halo, ini dengan N one ada yang bisa saya bantu? Iya, iya. Eh, aku mau melaporkan sesuatu terjadi e pembunuhan di sini. Ee tolong dong datang sekarang juga. Oh, baiklah. Tapi karena hujan mungkin kita akan telat selama 2 hari ya. Eh, gimana? Ini aja udah ada ada kuburannya masih segar ini. Darahnya juga masih segar. Eh, tolong lu cepat datang. Aku aja di sini juga lagi kehujanan ini. Gimana sih polisinya? Eh, enggak bisa korupsi kayak gini. Ya udah, ya udah kita ke sana sekarang juga. Oke, oke, oke, oke, oke, oke, oke. Mon, aku udah lapor polisi. Entar dia udah udah bertedu dulu. Sini i ya ampun. Oh, iya betul juga ya. Ah, entar dia mau datang, Mon. Oke, kita tunggu di sini aja ya. [Tepuk tangan] Waduh, Mon Kasihan banget ya si Barelina ya, Mon ya. Tiba-tiba mening kayak gitu lagi. Iya nih, aku sedih banget. Siapa sih yang berbuat kejam seperti ini? Kasihan si Kappuccino kalau tahu akan hal ini. Iya iya iya Velina. Parelina tidak parelina meningkoi. Apa yang terjadi? Kenapa kamu meningi Barelina? Kenapa kamu tinggalkan aku? Tidak. Harusnya aku bisa menjaga kamu saat aku masih hidup. Maafkan aku, Marelina. Waduh, kasihan banget dia, Mon. Dia kehilangan pasangan dia, Mon. Iya, Tun. Sekarang ini kita hanya bisa bantu dengan mencari pelaku yang sebenarnya. Iya, betul sekali, Mon. Baiklah, Pak Polisi. Pak polisi. Ngomong-ngomong aku sama Memo sudah boleh pamit belum? Oh, boleh, Tun. Terima kasih atas laporan yang telah kamu berikan. Selebihnya kita akan segera mungkin mencari tahu tentang semua yang terjadi dan mencari pelakunya. Oke deh. Baik, Pak. Ayo, Mun. Kita pulang, Mun. Kita harus mencari tahu tahu siapa pelakunya. Let’s go. Let’s go. Hmm. Aku benar-benar penasaran ya, Mon ya. Kira-kira siapa yang kill si Barerina, Teman-teman? Eh, Mon. Mon, Mon. Ngomong-ngomong kamu punya informasi enggak sih? Mungkin yang punya petunjuk, kira-kira siapa yang dendam dengan si Barelina, M? Hmm. Aku sih enggak tahu ya, Tun. Kan aku sama kayak kau, jarang ke desa. Jadi enggak dengar go-gosip sih. Ah, Tun, Tun. Ngomong-ngomong kamu pertama kali nyadar jejak kaki itu dari sisi pipi, kan? Emm. Iya, Simon. Emang kenapa? Kalau gitu kita lihat aja rekamannya. Oh iya teman-teman, kita kan bisa lihat rekaman sebelum kejadian itu. Oh iya iya betul betul betul. Baiklah. Oke teman-teman ini adalah waktu tepat di malam itu ya guys ya. Kita akan coba lihat apa yang terjadi ya. Dan belum ada darah-darahnya. Oke. Oke. Enggak ada pergerakan apa-apa, Teman-teman. Wow. Itu dia. Dia mau ke mana? Kok dia seang kayak larinya tergesa-gesa gitu sih? Loh, L l ke mana dia? Oke oke oke oke oke. Dia udah ke dalam sana ya, Guys. Ya, sekarang kita cuma tinggal melihat kira-kira siapa yang dari belakang dia. OP. Loh, loh, loh. Ini Kak Puccino Assasino loh. Dia kenapa masuk ke dalam sana, Guys? Oke, sekarang kita tahu siapa pelakunya, Guys. Mon. Ternyata pelakunya itu adalah cappuccino assassino, Mon. Kamu percaya enggak itu? Air mata guaya ya? Para cowok sama aja. Ya ampun, aku beda loh, Mon. Masalahnya adalah para itu pasangan dia, Mon. Kenapa dia mau kill dia? Eh, tunggu dulu. Waktu kemarin kita ketemu sama si Kappuccino Assassino, dia memang lagi marah-marah, Mon. Ya, jangan-jangan, Mon. Dia lagi dendam sama dia, Mon. Bisa jadi. Makanya dikill, ya. Oh, kita tangkaplah itu anak. Oh, i Let’s go, let’s go, let’s go, let’s go, let’s go, Mon. Oke, Mon. Ini adalah rumahnya si cappuccino assasino, Mon. Ya, kita pelan-pelan, ya. Kita harus pelan-pelan, teman-teman. Kayaknya di dalam tembak saya. Jangan silupa dulu sebentar. Oke, kita lihat dia lag ngapain. Sebentar. Oke. Oke. Mon, Mon, Mon, Mon. Masuk, Mon. Dia lagi menangis-menangis, Mon. Oke, oke, oke. Kita gak usah sergap dia. Kita kan tutup dia pakai ini aja, Mon. Biar dia gak bisa lari ke mana-mana. Kita tutupin dia, Mon. Ayo, ayo, ayo. Kamu taruh sana, Ma. Sampai atas. Oke, oke. Pelan, pelan, pelan, pelan. Oke, selesai. Hmm. Loh, loh, L l apa yang terjadi? Kenapa aku dikurung di sini? Tidak. Eh, eh, kenapa? Kenapa kalian mengurung aku? Udahlah, Kapuccino Asasino. Kami udah tahu semua kebohongan kamu. Kamu adalah pelaku pembunuh balelina sebenarnya kan. Kemarin malam aku melihat kamu bertemu dengan si Barelina. Kamu mengejar dia dan setelah itu ada suara-suara pistol kan? Iya kan? Tidak. Ini adalah salah paham. Ini kesalahan. Aku tidak kill balerina. Aku sayang banget sama dia. Malah mungkir aku kill dia. Kalau gitu coba jelaskan. Ngapain kamu bertemu sama Barelina kemarin malam pada saat hujan-hujan? Itu itu itu adalah karena dia menolak aku dan lebih memilih tung tung tung sahur dibandingkan aku. Dan kemarin saat aku mendengarkan dia pulang, jadi aku langsung mengejar dia cuma mau ngobrol sebentar saja. Tapi saat aku sampai ke hutan, malah ketemu dia sudah sama tungtung sahur. Jadi aku langsung pulang habis itu. Eh, tunggu, tunggu, tunggu. Iya, betul. Dia sama tungtung sahur. Tungtung sahur itu pastilah pelakunya. Hah? Tungtung tung sahur kok bisa sampai ke dia ceritanya? Enggak enggak enggak enggak. Tadi aku lihat CCTV tidak melihat tungtung tung sahur sama sekali. Kamu bohong. Nah, sekarang aku mau telepon polisi untuk nangkap kamu. Oh no. Stop, stop, stop. Percayalah sama aku. Itu pasti si tung tung tung sahur. Dan aku yakin itu. Eh, tunggu dulu. Kalau enggak salah kamu ngomongnya kamu dengar suara tembakan kan? Aku ini kan ninja. Ninja tidak pakai pistol. Hmm, iya juga sih. Emang Ninja enggak pakai pistol ya? Emm. Hm. Apa yang dia bilang sih benar juga, Tun. Kayaknya kita gak boleh gegaba deh. Hmm. Hmm. Ya udah deh kalau begitu deh. Oke ya, kita tidak akan telpon polisi sekarang. Tapi aku juga tidak akan langsung percaya sama kamu ya, Kappuccino. Ayo, Mon. Kita pergi, Mon. Let’s go. Ayo, ayo. Mon. Mon, Mon, gimana nih menurut kamu, Mon? Hah? Coba ya. Ada yang bisa diandalkan di sini. Hmm. Eh, tunggu dulu. Benar juga, Mon. Kita kan punya Miwubot. Kita tanya saja sama Miubot. Ha, iya iya. Dia kan seb tahu tuh. Jadi kita bisa tanya dia, eh tapi ini kan urusan pribadi orang. Apa dia bisa tahu? Ya kan kita kalau enggak coba enggak tahu, Mon. Gimanap pun kan dia adalah AI yang paling canggih, Guys. Si mewot. Oke deh, kita langsung panggilkan Cacan Miot. Halo Atun dan Momon. Apakah kamu ada pertanyaan? Oke, baiklah Miubot. Meskipun ini pertanyaan agak aneh, tapi aku mau coba bertanya ya. Ngomong-ngomong salah satu sahabat kita yaitu si Barelina tiba-tiba meningoy gak tahu siapa pelakunya yang telah kill dia. Apakah kamu tahu? Ya ampun Tun. Mana mungkin dia tahu. Kamu jangan ngadi-ngadi deh. Oh, jelas tahu dong. Si balerina sahabat kamu itu dikill oleh tung tung tung sahur tuh mo dia tahu mo dan dia bilang apa? Tung tung tung sahur. Ngipot. Kamu ngomong kayak gini ada buktinya enggak? Itu penuduhan loh, bisa masuk penjara. Oh iya iya iya betul betul betul betul. Oh ada dong. Ni aku akan menyambungkan ke TV kalian ya. Heh serius? Ayo kita lihat kita lihat guys. Mana mana mana mana. Wow betul guys. Si tuntung sahur menembak. Oh no. Oh no mun. Si Tuntung Saur beneran menembak si barelina Mun. Ini buktinya Barelina terjatuhuan. Oh no. Wah, gawat Mon. Waduh, waduh, waduh. Ternyata benar tungtungtung sahur yang menembak. Cuman aneh enggak sih? Loh, kenapa dia harus menembak si Barelina? Miot, kenapa semua ini bisa terjadi, Miubot? Ceritanya agak panjang dan kasus ini ada hubungannya dengan si cappuccino assasino. Apakah kamu mau aku memperlihatkan lewat video berhubungan dengan cappuccino assasino? Serius? Wah, wah, wah, wah. Kita mesti lihat, mesti lihat. Ayo Mbot play. Eh, mereka nyanyi bareng, Mon sama si Barelina Tutungu Saur apa jangan-jangan ini pertama kali mereka ketemu, Mon? Iya. Romantis sekali. Oh, iya loh, Mon. Lihat tuh matanya si Barelina itu melihat Tungtungtum Saur itu rasanya kayak jatuh cinta enggak sih, Mon? Betul. Takapa yang penuh cinta. Oh, jadi jangan-jangan dia memiliki tuntung sahur tuh bener, Mon. Oh, dia nyanyi. Oh, benar. mau didekatin. Oh iya, mereka sudah bersama. Mo, lihat tuh akhirnya Tun Saur sama si Barelina ini pacaran, Teman-teman, ya. Menikah? Belum menikah, Moni masih pacaran. Oh, loh. Loh, dilihatin sama si Kappuccino Mon. Oh, dia tahu, Guys. Loh, tuh dia bilang loh, kenapa dia bersama tung tungt tung sahur? Kita coba lanjut lagi, Teman-teman ya. Coba lanjut lagi. What? Malah dia udah meramal sii, Mon. Barina mereka menerima tuh nikah. Iya. Dan mereka menikah, Guys. Lihat tuh. Iya. Menikah, Guys. Ya ampun, bahkan sudah punya anak, Mon. Waduh. Lihat tuh, lihat tuh. Mereka jalan bersama. Mereka bahagia. Loh, kenapa ditembak kalau gitu? Tunggu. Mereka baik-baik saja, Guys. Loh, loh loh loh loh. Dia udah mau melahirkan, Teman-teman. Coba kira. Wah, anaknya lucu banget, Teman-teman. Enaknya coklat. Iya, coklat dong. Ternyata kopi dicampur dengan tongkat jadi coklat. Oke. Dia punya anak dan mereka bahagia, Mon. I lah. Apa yang terjadi sih? Tuh, bahagia, guys. Loh, cappuccino di sini, M. Dan dia yang kayak cemburu tuh dan iya mukanya sih muka cemburu ya, Guys, ya. Dan kesannya kayak sedang mengintai mereka gitu ya. Waduh, waduh, waduh. Tuh dia pakai baju ninja pula. Otomatis dia tidak mau ketahuan, Guys. Oh no. Hmm. Tuh tuh lihat lihat lihat lihat. Waduh dia kayak Oh, dia melupakan si Barina dia pergi begitu, Mon. Loh, kalau lihat dari video ini malah cappuccino yang pantas dicurigai dong, Miard. Iya nih, betul sekali Miot ya. Kelihatan banget kalau si Cappuccino dia cemburu dengan si Barelina lalu dikill si Balerina. Itu yang masuk akal harusnya ya. Soalnya dari video itu kelihatan banget si tungtung tung sahur itu mesra banget loh dengan si Barelina. Oke baiklah mungkin video ini bisa menjawab hah coba. Wah lur loh. Kenapa di situ Tung sahur memukul si Barelina M? Itu dia coba, coba. Waduh, ternyata tungtung sahur itu melakukan kekerasan, Teman-teman. KRT dia Mon sama si Barelina. Loh, loh. Oke, oke, oke. Kayaknya aku mulai mengerti, Mon, ya. Jadi selama ini yang benar adalah tungtung tung saur itu memang suka melakukan kekerasan di rumah Mon. Makanya sipuccino itu menjaga dia dan selalu bersama dengan dia, Mon. Mungkin itu alasannya, Mon. Ah, iya iya, iya, bisa jadi ya. Iya, makanya pada saat dia menangis dia bilang dia harusnya menjaga dia. Ya ampun, mungkin si Kapucino udah tahu kalau Tungtungtung Saur itu suka KDRT, Teman-teman. Dia suka memukul si Barelina. Oh, iya. Makanya Barelina itu kabur Mon. Dia rari ke desa tapi kepergok sama si tungtungtung sahur. Makanya dikill mon ditembak. Makanya video pertama itu menjawab ini semua. Artinya adalah Mon kita sekarang harus menangkap si tungtung tung saur Mon. Iya nih Tun. Dan satu hal lagi kita harus tanya dulu sama Miubot di mana keberadaan saat ini si Tungtungtung Saur? Kak. Oke, baiklah. Akan aku berikan lokasi tung tung tung sahur. Tapi sebelumnya, bukankah lebih baik kalian menolong balerina dulu sebelum menangkap tung tungt tung sahur? Hah? Menolong balerina? Dia belum meninggoy. Balerina masih hidup dan disembunyikan di bawah nisan kuburannya. Ah, masa? Ayo, ayo. Ao. Let’s go. Let’s go. Kita coba lihat. Kita coba lihat sekarang juga. Let’s go. Ayo, ayo, ayo. Ma, coba buka, Mon. Coba tes tes tes tes tes. Oke, kita buka buka buka. Tolong beneran ternyata masih hidup si Barelina. Kalau begitu kita segera panggil ambulans, Guys. Let’s go, [Musik] Moon. Wah, asik banget ya, Guys, ya. Ternyata si Barelina masih bisa diselamatkan. Waduh, Cappuccino bakal senang deh. Tapi yang lucunya adalah kok Miobot bisa tahu sih? Eh, Mbot, Milbot, Milbot. Kok kamu bisa tahu Barina masih hidup di sana? Itu karena aku juga punya kemampuan untuk melihat masa depan. Kalau kamu kurang mengerti, akan aku kasih lihat videonya. Hah, serius? Coba coba coba kita lihat, kita lihat, kita lihat. Pokemon ini yang dia ditembak dia jatuh. Oke. Mi taruh dari mana? Oh, dari sini Mon. Kamu lihat dia dibawa ke rumah sakit ternyata. Dan itu kita lakukan, Mon. di bawah ke rumah sakit. Oh, dan mereka lagi mencari tungtungtung sahur. Tunggu tungtungtung sahur menghilang dan dia pergi ke rumah sakit. Tadi kita kirim si Tun Tun Saur ke rumah sakit, Mon. Oke, si Barelina di rumah sakit dan lagi di ini ya diperiksa sama si dokter, Guys. Dan tiba-tiba tung tung tung sa datang. Tunggu ngapain dia? Oh, dipukul lagi, dipukul lagi. Aduh. Aduh, ya ampun, Guys. Oh no. Waduh. Waduh, waduh, waduh, waduh. Dia kabur. Dia kena tangkap, Mon. Dia dimasuk ke dalam pengadilan dan dia masukin dalam penjara. Dia kabur. Dia kabur. Loh, Tun kabur. Ya ampun, dia kabur. Oh, pada saat ini si Barina udah bisa kembali nari-nari Bon. Memang sih good ending ya, Teman-teman ya. Eh, tu di belakang. Kamu lihat gak ini, Guys? Iya, dipukul lagi nih kayaknya. W. Wah, Mon. Meskipun kita sudah melihat ceritanya semua dan ini adalah good ending, tapi Mon ada masalah di sini ya Mon. Kamu lihat kalau kita bawa dia ke rumah sakit maka dia akan dipukul lagi Mon. Meskipun dia sembuh lagi dia tetap dipukul lagi Mon. Dan dia akan kembali mencari si Barelina Mon. Kita mesti menghancurkan si tungtungtung Saurus sekarang juga, Mon. Ayo. Ao. Ayo. Ao. Ao. Hah? Tempatnya di sini, Mon. Gak salah nih. Dekat banget sama Oh iya, Mon. Dia dari sini jalannya makanya enggak kelihatan CCTV, Mon. Oh. Oh, ternyata dia selama ini tinggalnya dekat banget, Guys. Jadi, rumah dia ada di di rumah yang coklat-coklat itu, Guys. Coba kita dekatin. Oke. Benar, Guys. Ada suara dia, Guys. Kita akan langsung hancurkan dia sekarang juga. Kita buka. Tung hancurlah kamu tung sahur. Udah Mon kita udah menghancurkan tungtung tung sahur Mon. Oh no. Akhirnya. Oke berarti semua sudah aman tun. Si balelina tidak akan terluka lagi. Betul. Akhirnya kita sudah menyelesaikan si tungtungtung sahur dan dia tidak bisa untuk mengganggu barelina selama-lamanya lagi guys ya. Tapi Mon e si cappuccino, cappuccino kita harus minta maaf sama dia dulu, Mon. Iya iya. Ayo ayo. Oke ayo. Let’s go. Let’s go, Guys. Apa? Parelina masih hidup. Ah, terima kasih terima kasih. Aku kira aku tidak bisa bertemu dia selamanya lagi. Iya, maaf ya cappuccino assasino. Eh, aku setelah udah melihat buktinya baru tahu. Ternyata memang betul tungtungtung sahur yang menembak dia. Eh, dan kita udah salah ee memfitnah kamu. Maafkan aku sama Momon ya. Iya nih, maafkan atu nih ya. Dia memang banyak salah. Eh, eh, Mon tolong ya. Aku pula, kamu juga sama ya. Kita berspekulasi bareng loh. He ini anak ini. I benar aku ngomong. He ini anak ya. E maaf ya sekali lagi ya. Iya iya enggak apa-apa. Eh semuanya ini emang wajar kalau lihat dari CCTV kok seperti itu. Tapi yang paling penting porelina sudah selamat dan tungtung sahur sudah tidak ada lagi. Iya betul sekali. Oke de teman-teman karena kita sudah menyelesaikan semua masalah ini dan barina sudah selamat jadi kita sudahi video kita pada hari ini ya teman-teman ya. Kalau kalian suka dengan videonya, jangan lupa dikasih like, share, dan subscribe. Kita bertemu lagi di next video berikutnya, guys. Bye. Byye.

ATUN & MOMON KAGET MELIHAT BALERINA MENIKAH DENGAN TUNG TUNG SAHUR !! Feat ⁨@sapipurba⁩ Minecraft

Jangan Lupa untuk di Subscribe Channel @MOOMOO :
https://www.youtube.com/channel/UCqzxU2_l0r_48-RAy0lBHWg

#BANGJBLOX #minecraft #minecraftindonesia

IKUTI JUGA :
▶Bussiness : jblox.official@gmail.com
▶Tiktok : @bangjblox.tiktok
▶Instagram : https://www.instagram.com/andi_jblox/
▶Roblox : https://www.roblox.com/users/2388521656/profile
▶Group : https://www.roblox.com/groups/9697953/BANGJBLOX-FAMILY-2nd#!/about
▶Discord : https://discord.gg/Pc9Hw76n7X