TOL BAWAH LAUT IKN BIKIN MELONGO SEDUNIA! Prabowo Terharu dan Bangga Lihat Tol Rp.11 Triliun IKN

[Musik] Di saat banyak kota besar masih berjuang mengatasi banjir, kemacetan, dan polusi, IKN justru sedang merancang masa depan seolah tak terpengaruh oleh masalah-masalah itu. Walaupun IKIN belum punya penduduk tetap, tapi ada banyak ambisi dan rencana gila-gilaan yang menanti untuk dibangun. Di sisi lain, ada Jakarta yang akan ditinggalkan. Kota yang tak pernah tidur, dipenuhi gedung pencakar langit, dan hingar-bingar cahaya kota malam. Namun, ada satu hal yang Jakarta tak punya dan warga Jakarta tak akan pernah menikmatinya adalah tol bawah laut yang saat ini akan menjadi ikon baru ibu kota Nusantara. Bukan jembatan, bukan jalan layang, tapi jalan tol yang membelah laut. Jalan tol yang akan menghubungkan daratan IKN dengan titik vital lainnya. Apakah mega proyek ini mampu menjadi lompatan menuju masa depan ataukah hanya sekadar mimpi di siang bolong? Tol bawah laut ini bukan satu-satunya gebrakan dari megaap proyek IKN. Di balik blueprint IKN tersusun daftar proyek transportasi yang akan membuat kita menganga. Mulai dari kereta otonom tanpa masinis, bandara internasional yang siap mengantarkan wisatawan ke penjuru dunia sampai jalan-jalan hijau yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik. Belum cukup. Masih ada sistem transportasi cerdas yang konon katanya akan mengatur lalu lintas tanpa lampu merah. Dan yang paling futuristik taksi terbang. Ya, kendaraan udara yang dulunya cuma ada di film Saifi kini masuk dalam rencana nyata IKN. Tapi seberapa dekat kita dari mimpi ini? Dan apakah infrastruktur bombastis ini benar-benar bisa berjalan di atas fondasi yang masih dibangun? Jawabannya ada di akhir nanti. Tapi tunggu dulu, rencana taksi terbang sepertinya akan benar-benar terwujud. Pasalnya, Otorita IKN melalui deputi transformasi hijau dan digitalnya Muhammad Ali Berawi akhirnya buka-bukaan. Indonesia sedang menguji coba konsep taksi terbang secara serius. Bukan satu, tapi dua perusahaan raksasa sudah ikut dalam tahap proof of concept atau POC. Yang pertama Hendai, perusahaan mobil multinasional asal Korea Selatan. Dan yang kedua, Ehang Holdings, platform technology urban Air Mobility dari Tiongkok. Rencananya dibagi dalam tiga tahap besar tahun 2024 sampai 2025 akan fokus ke uji coba dan pembuktian konsep. Lalu jika semuanya berjalan mulus tahun 2026 hingga 2028, giliran pusat R&D alias pusat riset dan pengembangan yang dibangun langsung di IKN. Nah, jika sudah lewat tahun 202 barulah proyek ini diarahkan ke komersialisasi alias taksi terbangnya benar-benar bisa digunakan. Dan kabarnya masih ada kejutan lain. Oi KN juga sedang intens berbincang dengan produsen raksasa asal Amerika, Boeing. Perusahaan yang punya teknologi taksi terbang bernama Wisk itu juga berpotensi nimbrung di proyek ini. Selanjutnya ada jalan yang membelah hutan. Saat ini PUPR menyelipkan kejutan pembangunan jalan tol yang membelah hutan lindung sungai wain, rumah bagi beruang madu, rusa, dan berbagai hewan lainnya. Ali-ahli membuat satwa ini terjebak dan kehilangan jalurnya, pemerintah justru akan membuat dua lintasan khusus. Satu jembatan di atas jalan tol dan satu terowongan di bawahnya. Ide jalan tol sepanjang 7,7 km ini lahir dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan Timur. yang tahu betul betapa berharganya hutan ini sebagai rumah bagi spesies. Di sisi lain, tol anggaran pembangunan jalan nasional dan jalan tol di IKN tembus angka fantastis Rp46,06 triliun. Angka ini bukan main-main karena bukan hanya membangun jalan biasa, tapi merancang sistem transportasi yang jadi tulang punggung ibu kota masa depan. Proyek ini mencakup pembangunan jalan nasional sepanjang 226,87 km dan jalan tol 88,54 km yang menyelimuti kawasan inti pemerintahan. Bahkan di tahun 2024 saja pemerintah menggelontorkan Rp18,91 triliun hanya untuk sektor jalan dan jembatan. Salah satu bagian pentingnya yaitu jalan tol seksi 3A Karang Joang KKT Karyaangau yang sudah menyedot 3,47 triliun dan kini progresnya hampir rampung mencapai 90%. Plus ada kereta bandara dan MRT atau LRT yang melesat tanpa hambatan. Sementara itu, bus antar kota akan menjadi penghubung antara IKN dan kota-kota sekitar seperti Balikpapan dan Samarinda. Di dalam kota ada BRT alias bus Rapid Transit hadir dengan jalur khusus yang menjanjikan perjalanan efisien dan bebas macet. Tak ketinggalan ART atau autonomous Rail Rapid Transit. Transformasi pintar yang berjalan otomatis tanpa rel tetap. MiniS dan taksi juga akan beroperasi. Tentu dengan sistem digital dan berbasis listrik mendukung mobilitas pribadi tanpa meninggalkan jajak karbon. Lalu taksi udara yang jadi simbol puncak inovasi. Tapi yang paling menarik adalah bass otonom listrik transportasi tanpa sopir berbasis listrik penuh yang akan melaju tenang di jalan-jalan IKN. Nah, ini dia bintang utama dalam pembahasan kita kali ini. Tol bawah laut yang dibangga-banggakan. Jika terealisasi, tol bawah laut ini akan menjadi jalan tol bawah laut pertama di Indonesia. Dikenal sebagai Immerse tunnel. Dirancang dengan panjang total sekitar 1,82 km. Selain itu, tol bawah laut ini mempunyai kedalaman sekitar 40 m dengan lebar 22 m. Nantinya terowongan bawah laut ini akan menghubungkan balik papan langsung ke jantung ibu kota baru. Bahkan bandara sepinggan balik papan menuju IKN cukup ditempuh selama 30 menit. Bagian yang paling ikoniknya ada di seksi 4 jalan tol KPP yang akan menyelam di bawah laut Kalimantan. Terowongan ini dirancang biar jalan tol tetap ramah lingkungan sejalan dengan konsep Forest City yang jadi nafas utama IKN. Di sisi lain, Korea Selatan, negara dengan pengalaman membangun terowongan laut di Borong mulai melirik kolaborasi. Rencananya akan ditetapkan di Teluk Balikpapan yang nantinya akan memiliki enam jalur lalu lintas. Namun, hingga saat ini Kementerian Pekerjaan Umum atau PU masih mengevaluasi rencana pembangunan tol bawah laut itu. Bukan tanpa alasan, Tol bawah laut ini dirancang. Di tengah visi IKN sebagai Forest city yang hijau dan ramah lingkungan, pembangunan infrastruktur tak boleh merusak landscape hutan maupun ekosistem laut. Maka lahirlah ide mengubur jalan di dalam laut, menyembunyikan mobilitas tinggi di bawah kedamaian perairan. Dan solusi ini membuat lingkungan tetap lestari tanpa mengorbankan kecepatan dan efisiensi transportasi. Tak tanggung-tanggung, sekitar 11,04 triliun disiapkan untuk mewujudkan terangan laut pertama di Indonesia ini. Tapi yang membuat proyek ini makin mencuri perhatian adalah siapa di balik desainnya. Bukan tim biasa, melainkan kolaborasi antara Indonesia dan Korea Selatan. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PUPR telah menjalin kerja sama dengan perusahaan konstruksi asal Korea Selatan, Dewu Engineering and Construction COLTD. Selain itu, perusahaan konstruksi milik negara Indonesia PT Hutama Karya juga terlibat dalam proyek ini. Mereka telah menandatangani nota kesepahaman atau MOU dengan Dewu untuk melakukan studi kelayakan dan perencanaan pembangunan. Namun Indonesia akan menjadi negara ke-10 jika tol bawah laut itu sukses berdiri kokoh. Salah satu yang paling mengguncang dunia adalah Exon Tunnel di Norwegia yang jadi teruangan bawaah laut terdalam di planet ini. Mobil bisa melajo di kedalaman lebih dari 287 m di bawah permukaan laut. Tapi Norwegia bukan satu-satunya. Di Korea Selatan ada busan Goje Fixling. Proyek spektakuler yang menyambungkan daratan busan dengan Pulau Goje. Menariknya, sebagian jalannya mengapung di atas laut, sebagian lagi menyelam ke dalam yang membentuk kombinasi jembatan dan immer tunnel yang super futuristik. Cina juga tak mau ketinggalan mereka membangun Hong Kong Suhai Mahakau Bridge, jembatan terowongan terpanjang di dunia yang membentang sejauh 55 km. Sementara itu di Eropa, Inggris dan Prancis terhubung lewat Channel Tunnel atau Euro Tunnel, sebuah mahakarya abad ke-20 yang memungkinkan kereta melaju di bawah laut Inggris. Bahkan perjalanan dari London ke Paris cuma butuh 2 jam lebih. Sayangnya, Mega Proyek ini sempat menuai kontroversi. Baru-baru ini, Satgas Pembangunan Infrastruktur IKN, tim elit yang selama ini jadi otak di balik gegap gempita megaproyek ibu kota baru resmi dibubarkan. Bukan karena misi selesai, tapi karena satu hal yang bikin heboh. Tak mendapat persetujuan dari Menteri Keuangan, Sri Mulyani. Keputusan ini bikin banyak pihak garu kepala. Satgas yang awalnya dirancang untuk menyatukan langkah antar direktorat di Kementerian PUPR kini dinyatakan tak lagi diperlukan. Kata Sekjen PUPR, sebagian besar fungsinya sudah diambil alih oleh Otorita IKN. Beberapa anggotanya bahkan sudah hijrah ke sana. Di balik pembubaran ini muncul spekulasi. Ada apa sebenarnya? Apakah ada ketegangan antara lembaga atau ini sinyal bahwa proyek IKAIN mulai goyah di tengah jalan? Yang pasti keputusan ini jadi sonotan tajam. Di saat publik menaruh ekspektasi tinggi, justru salah satu pilar koordinasi proyek raksasa ini mendadak lenyap. Yeah.

Disaat banyak kota besar masih berjuang mengatasi banjir, kemacetan, dan polusi, IKN justru sedang merancang masa depan seolah tak terpengaruh oleh masalah-masalah itu. Walaupun IKN belum punya penduduk tetap, tapi ada banyak ambisi dan rencana gila-gilaan yang menanti untuk dibangun.

Disisi lain, ada Jakarta yang akan ditinggalkan. Kota yang tak pernah tidur, dipenuhi gedung pencakar langit, dan hingar bingar cahaya kota malam. Namun, ada satu hal yang Jakarta tak punya dan warga Jakarta tak akan pernah menikmatinya, adalah Tol Bawah Laut yang saat ini akan jadi ikon baru Ibukota Nusantara. Bukan jembatan, bukan jalan layang, tapi jalan tol yang membelah laut! Jalan tol yang akan menghubungkan daratan IKN dengan titik vital lainnya. Apakah megaproyek ini mampu menjadi lompatan menuju masa depan, ataukah hanya sekedar mimpi di siang bolong?

#polemik #berita #polemiknews
For business inquiries please contact : polemikchannel@gmail.com

Menjalin diskusi atau perdebatan sengit yang diadakan di media massa berbentuk video dan tulisan. channel Polemik digunakan untuk menyangkal atau membongkar kasus dari berbagai pandangan. mari kita diskusi video ini di kolom komentar.

DISCLAIMER: Disclaimer Copyright Under Article 107 of the Copyright Act 1976, allowances are made for “fair use” for purposes such as criticism, comments, news reporting, teaching, scholarships, and research. Fair use is the use permitted by copyright laws that may be violated.This video is for entertainment only. No copyright violations are intended. All rights to clips and music belong to their respective owners.

For copyright matters please contact us at:
polemikchannel@gmail.com