Dontol Beban Kembali!

Guys, coba perhatikan video ini. I si Donol tolongin lihat itu, Guys. Dan lihat di belakang aku, Teman-teman, ada Denis, ya. Tapi kali ini versi agak burik, ya, Guys. Soalnya lihat itu mukanya agak penyok-penyok, badannya letoy-letoy. Tapi ya sudahlah, langsung aja kita coba ya, Guys, ya. Berapa? 7 detik sebelum Denis teriak-teriak. Ah, bisalah, Guys, ya. Si Denis itu kan bukannya jalannya lambat ya, Guys, ya. Oh no. 13 detik. Eh, eh. Oke, dia cepat, Guys. Dia cepat. Ternyata dia cepat ya, Teman-teman, ya. Aku kira K kira dia jalannya lambat-lambat. Mana Denis? Denis, Denis. Kita godoin, Guys. Ih, gak datang. Ya udah, ya udah kita kabur aja, Teman-teman. Let’s go. Jadi, ini adalah down tol tower terbaru. Iya, Guys. Aku udah pernah mainin versi yang sebelumnya. Sangat-sangat mudah, ya, Guys. Enggak ada apa-apanya. Ini apa pula ini? Ada dontol versi mini, Guys. Oh my God. Langsung aja kita gas aja ya, Guys, ya. Berapa? Em, 10 detik. Oh, tidak apa-apa. Hai, Denis. Heh, heh, heh, he. Ngejar dia, Guys, ya. Astaga, kaget sekali aku, Teman-teman. Eh, 3 detik katanya, Guys. Ini siapapun yang kemarin mengolok-olok don akan dihantui, ya. Ih, takutnya, takutnya. Siapa di sini yang takut sama, Guys? Kalau aku sih enggak ya. Dia itu cuma ngeselin aja ini. Kok putter-putter sih? Putter-putter. Eh, eh, 3 detik sebelum si Donol datang. Eh, ayolah. Eh, Denis, Denis. Huh, aku memang bilang aku tidak takut, Guys, sama si Dontol ini. Tapi dia ngeselin bukan main. Oke ya. Kesal sekali aku, Guys. K kira dia itu bakal lambat, ya kan? Jalannya lambat. Udah deh, aku mau di sini aja. Yap, kita perhatikan mainan dontolnya sangat emm burik di sini. juga ada pentungan, Teman-teman. Kalian tahu itu untuk apa? Untuk mentungin si Denis. Hai, Denis. Bye, Denis. Hah, siapa sangka, ya, Teman-teman. Aku akan di jump scare. Eh, astaga. Di jump scare sama diendis berkali-kali. Oke, ini muternya lambat banget ya. Lambat sekali. Ayo, cepat, cepat. Berapa detik itu? Aduh, 10 detik. Keburu enggak? Keburu keburu. Let’s go. Aman. Ngomong-ngomong aku bosan. Oke. Mendengar suaranya si Denis teriak-teriak. Kita matikan saja, Teman-teman, ya. Dan kita ubah menjadi lagu yang enak-enak. Nah, dah gini aja ya, Guys, ya. Supaya kalian enggak pusing dengar. Adit tolongin, Dit. Dit, tolongin, Dit. Dah, enggak usah. Let’s go. Wah, ada shortcut. Ya udahlah, ngapain susah-susah? Uh, oke. Nyari saja, Guys, ya. Sumpah panik banget, ya. Aku panik sekali kalau ada yang panah-panah ke atas begitu. Oke, sisa 15 detik, Guys. Bisa gak, Guys? Bisa ggak? Gak yakin bisa sih. Ini lama-lama aku meninggu, ya. Aku stres. Aku gila aku main tower ini, Teman-teman. Oh, gak jadi, Guys. Aku masih hidup. Ayo, kawan, kita bersama kabur dari Denis. Ayolah, kok bisa itu loh. Kok bisa loh? Ih, Denis. Kamu ngeselin banget ya, Denis. Bahkan tawar kamu juga ngeselin, Denis ya. Semuanya tentang kamu tuh ngeselin banget Denis. Sumpah. Sumpah aku stres banget, Denis. Denis, Denis, Denis. Di sini gak ada shortcut apa, Teman-teman? Sumpah gak ada shortcut apa gak ada tombol rahasia apa, Guys? Yap, ketemu lagi sama ini panah. Oke, untung kali ini bisa lancar jaya ya, Guys. Tadi aku kebentur di mana ya, Guys? Aku lupa. Kebentur tuh kepala aku. Huh. Nanti kalau kepala aku kebentur terus ya, Guys ya. Lama-lama aku menjadi ini ya, Guys ya. Jadi pikun dan aku menjadi beban sama seperti Dontol. Hai Dontol. Yuk bisa yuk. Jangan ini, ya. Kebentur lagi ya kepalanya ya. Sakit loh. Pusing loh kebentur-bentur gitu ya. Ayo Fanny jangan kebentur lagi ya. Jangan ya. Jangan ya. Pusing kan? Pusing kan? Oke. Wah. Jangan jatuh juga. Jangan jatuh juga. Beneran beneran. Jangan jatuh ya. Aku capek terjun bebas ya. Di bawah itu kan ada fotonya Denis ya. Aduh capek banget guys. Terjun bebas mencium fotonya Denis. Oh no. Lihat guys di depan itu ada labirin. Aku jamin nanti kita di dalam kita bakal kejar-kejaran sama si Dontol ini. Guys, kenapa sih? Kenapa sih? Hah? Denis kamu tuh kenapa sih? Yuk teman-teman kita coba ya cari jalan keluarnya ya. Denis Nis. Wah itu guys dia. Aku melihat tangannya dia. Wow. Satu Denis aja gak cukup apa? Oh, oke. Ini apa ini, Guys? Oh, tangganya. Let’s go, let’s go. Oke, Teman-teman kita harus cepat ya, Guys, ya. Wah, syukurlah kita berhasil menemukan ini, ya. Tempat amannya, Guys. Ih, ternyata labirinnya enggak sesah itu, ya, Guys, ya. Tumben tumben seorang Fanny Chandra bisa, Guys, ya. Keluar dari labirin. Biasanya aku itu terjebak, Guys, dan gak bisa keluar, ya. Adit, tolongin, Dit. Dit, tolongin, Dit. Dit tolongin Dit tolongin Dit. Gimana guys? Apakah kalian sudah mulai bosan? Apa ini? Apa ini? Ah, oke oke oke. Aku paham, Guys. Sebentar. Ini kok lama banget sih putar-putarnya selama jalannya si don, Guys. Oke, sisa 10 detik, Guys. Apakah menurut kalian aku selamat? Ternyata iya. Ternyata iya. Dontlol kamu tambah gendut deh, perasaan. Iya, Guys. Lihat tuh perutnya tambah bulat. Loh, finishnya di mana, sih? Serius, finishnya di mana? Aku capek ya dikejar-kejar sama si Denis, Guys. Tapi kayaknya mungkin dikit lagi deh, Guys, ya. Mungkin, mungkin. Waduh, tembok waff, Guys. Tembok waver. Waduh. Waduh. Denis kayaknya kebanyakan makan waff makanya dia itu menjadi bulat ya, Guys, ya. Ini putternya. Ah, oke. Aku tuh paling benci sama putar-putter ini, ya, Guys, ya. Udah lambat ya, terus bikin pusing kayak kipas. Oke, hap hap hap. Ini lewat shortcut aja ya, Teman-teman ya. Untung shortcut-nya tidak tipu-tipu loh. Nah, kita udah istirahat di sini dulu aja, Guys, ya. Ya. Melihat emm pohon pisang, melihat muka dontol yang gemoy ini. Kenapa kok ada kok ada ini, Guys? Itu apa, ya? Apa itu, Teman-teman? Udah, Guys, jangan kepo-kepo kita jalan aja ya. Aku tahu kalian penasaran. Kak Fanny itu apa, Kak Fanny? Udah, jangan, ya, Guys, ya. Jangan, jangan. Oke, ini tinggi sekali. Dan hei, di depan ada finishnya, Guys. Beneran gak bohong. Di depan finishnya, Guys. Ih, ih sumpah sumpah. Hah, hah sebentar sebentar sebentar. Ini enggak keburu. Oh, oke. Ternyata kalau kita jatuh, kita bisa ngumpet di sini, Guys. Iya. Nih, nih, nih. Tuh, ternyata pembuat tower ini baik juga ya, Guys. Kita kalau jatuh tidak terjun bebas mencium Denis, tapi masih bisa selamat, ya, Guys. Oke, coba lagi, ya. Ini serius waf-nya, ya, Guys, ya. Semakin lama semakin tebal. Oke, tuh. Wah, tebal banget, Guys, ya. Setebal perutnya Denis. Hah. Wah. Oke. Oke, dikit lagi, sumpah. Dikit lagi, dikit lagi. Nice. Tamat, guys. Dan hadiah aku adalah dua Denis. Kenapa? Karena satu Denis aja enggak cukup, Guys. Kita butuh dua Denis. Ye, ini ada satu game lagi yang bikin aku penasaran. Judulnya adalah Dontol Digebukin Warga. Wah, impian semua orang enggak sih, Guys? Yuk, yuk kita cobain, Guys. Ini kayak gimana nih game-nya, Guys, ya? Tekan tombol E untuk dipukul. Wah, surga. Para don. Lihat ini teman-teman ya. Hai Donol. Terus udah. Oh aku paham. Kita bisa memukul don. A sini kau donol. Sini kau. H h h ini gak ada senjata apa? Kayaknya pakai tangan doang gak cukup deh. Wow. Oh oh oh my god. Jangan gebuk aku. Sorry donal. Tapi kalau aku gak gebukin kamu, aku gak bisa menang ya. Dan lagi pula aku ggak gebukin kamu. Tapi aku nembakin kamu ya. Aku nembakin kamu karena kamu itu beban. Iya, udah serius gameennya gini doang, Guys. Ya, serius gameennya gini doang. Oke, gimana Donal? Ada kata-kata terakhir sebelum kamu meninggoy? Tidak ada. Baiklah, kita coba jalan-jalan deh ya, Guys. Ini kayak gimana nih? Oh, wow. Oh wow. di tempat seluas ini, Guys. Y, di sini ada rumah dontol dan ya, tugas kita di sini adalah menghabisi semua dontol-dontol di sini. Kamu ngomong apa, Dontol? Adit, Adit, tolong, Dit. Aku takut, Dit. Nama kamu Dontol. Denis Bodo. Oke, itu bukan aku yang bilang, ya, Guys, ya. Tapi si Donlol ini sendiri yang bilang kalau dirinya itu adalah kurang, kurang cerdas. Beneran, bukan aku yang bilang, Guys, ya. Halo, apa kabar? Kenapa kamu jalan-jalan doang? Mau ngomong sesuatu enggak? Mau ngomong sesuatu enggak? Halo. Aku takut, Ad. Takut. Aku bahkan gak ngapa-ngapain. Kamu takut-takut sendiri. Enggak jelas banget kamu. Halo, aku Donal. Oh, sekarang Denis berubah nama menjadi Dontal ya, Guys, ya. Beneran dia sendiri yang ngomong, bukan aku yang ngomong. Oke, map selanjutnya. Don’tol obi. Tadi kan kita sudah bermain tower ya, Guys. Siapa tahu obnya lebih bagus ya. Enggak. Coba coba coba. Siapa di sini yang mau melihat muka dontol? Astaga. Oh wow. Ke mana pun aku melihat, Guys, ya, isinya hanya muka dontol. Oke, cobain yuk, Guys, ya. Ini lasernya langsung one hit kill, ya. Ngeselin, Guys. Mana lasernya ditaruh di pas di matanya si Denis, Guys. Terus apa ini? Oh wow. Oh wow. W bola-bola kematian Denis. Guys, jujur aja aku main ini itu bikin aku pusing. Soalnya muka Denis di mana-mana, Guys. Lihat tuh di bawah, di atas. Dan yang main map ini cuma kita berdua loh, Guys, ya. Oke, ini ada laser. Bahaya sekali, Guys, ya. Ini gimana ini? Oke, turun. Naik ya. Heeh. Yeay. Dan sekarang aku main ini sendirian. Oh, ada lagi satu orang ya. Mungkin mereka waktu masuk kayak eh map apa ini? Enggak jelas banget. Udah deh aku keluar aja gitu mungkin ya, Guys. Siapa emangnya di sini yang mau main map ini selain aku? Coba, Guys. Ini map enggak jelas banget ya. Kenapa aku main ini? Hah? Kenapa? Emangnya menurut kalian ini seru ya, Guys? Apakah menurut kalian ini map-nya seru? Sepertinya tidak. Ah, udahlah guys ya. Stres banget aku main map-map downtol ini. Kalau kalian suka dengan video kali ini, jangan lupa ya teman-teman diklik tombol like, di-share dan jubscribe. See you guys. Saya for much and bye.

Dontol denis beban yup, siapa yang kangen?
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV

Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.

– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra
– Join menjadi keluarga Fanny disini:
https://www.youtube.com/channel/UCM4m4jzE3UG1yQWJQH59gjA/join

Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh

#roblox #robloxIndonesia #Fannyplays