AKU LUPA LAGI HAPALAN BRAINROT, BANTU AKU #roblox
[Musik] Welcome teman-teman semua. Kembali lagi di Okiku Channel ya guys ya. Selamat sore untuk yang baru bergabung di live [Musik] streaming dan yang akan menyaksikan replay. Dan di sini aku akan memainkan lagi dan lagi belajar menghafal brainroot ya guys ya. Aduh, di sini aku sendirian nih main nih. Padahal nih gak tahu nih temanku mana nih. Eh, oke, Guys. Kita di sini akan e menghafal nama-nama brainroot ya, Guys, ya. Kita akan menebak nama-nama brain root. Aduh, kepalaku pusing nih, cuy. Kepalaku pusing. Aku sedikit lupa nama-nama brain road yang ada di map ini. Dan sekarang ada update lagi katanya, cuy. Aduh, parah sih, Guys. Parah sih, Guys. Ya udah lupa terus ada ada brain root baru. Kocak. Oke, kita mulai aja. Kita mulai aja, cuy. Coil the graffit. Oke, di sini musiknya aku udah offin, ya, Guys, ya. Biar tidak terkena copyright, adik-adik. Let’s go. Kita dengarkan suaranya nih. Yang yang ngaku raja-raja brainroot, Guys. Yang ngaku raja brainroot. Let’s go. Kita kita tamatkan game ini ya, Guys ya. Kita tamatkan ya, cuy ya. Aku lupa baru bangun tidur cuy. Aduh, kepalaku pusing. Kepalaku pusing, coy. Enggak bisa dengar nih. Gak bisa ini nih. Enggak bisa ingat-ingat nih apa yang tadi nama-nama brain road-nya, ya. Oke, aku coba mulai dulu enggak sih? Coba mulai dulu enggak sih? Tralalelo tralala. Porco dio porco Allah. Tralalelo tralala. Tralalelo tralala. Yang mana ya? Tralalelo yang tralala [Musik] nih. Kayaknya tralalelo tralala yang kedua deh. Oh my God. Salah. Kocak. Tralalu. Tralala bukan yang itu. Astaga. Kok kepalaku jadi lemot gini ya? Enggak bisa mengingat-ingat ya. Tralalelo tralala yang mana ya, Guys ya? Tralalelo tralala. Tralalelo tralala. Bukannya yang ini ya? Astagfirullah. Salah lagi, salah lagi, salah lagi. Astagfirullah, Guys. Guys, ayo, ayo, ayo. Let’s go, let’s go, let’s go. Bentar, bentar, bentar, bentar, Guys. Astaga, kok aku lupal-lupa semua ya nama-nama Brainroad, Guys. Nama-nama brandroad di kepalaku mulai hilang. Apakah kalian juga seperti itu, Guys? Oke, yang baru masuk jangan lupa klik like-nya ya, Teman-teman ya. Nih aku mulai lagi nih. Mulai lagi cuy. Tralalero tralala tralalelo tralala. Oh, berarti yang ini bukan. Yang ini bukan. Berarti yang ini dong. Yang ini dong, ya? Ini kayaknya yang ini deh. Kayaknya yang ini deh, Guys. Kayaknya yang ini deh. Pix. Oh my God. Wow. GG. GG. GG. GG ya, adik-adik ya. GG ya. Let’s go. Let’s go. Kita dengarkan lagi suaranya nih, Teman-teman. Kita dengarkan lagi suaranya berber patapim ilapim. Berber patapim. Astaga. Berber patapim. Ih, di sini ada teman aku nih. Oh my God. Ini Grson atau eh si Owen nih, Habochi atau si Grayson nih? Astaga, Guys. Aku lupa. Udah lama enggak ketemu nih, Guys. Udah lama enggak ketemu ya, Guys, ya. Ayo, ayo, ayo. Let’s go, let’s go. Dia mau belajar nama-nama brainroot namanya ininya, Guys. Dia mau belajar e ini ya nama-nama brainroad, Guys. Let’s go. Let’s go. [Musik] Halo. Oh my God. Mana nih? Mana nih? Si merah jagoan sudah datang. Oh my God. Kalian ganteng-ganteng banget sih jadinya. Kok kalian bisa ganteng-ganteng gini sih? Ini si Habochi ya atau Grayson? Aku lupa. Dua bersaudara ini. E itu si Owen. Owen ya? Owen ya? Astaga. Owen. Owen. Oke aku ajarin kalian ini ya nama-nama brain road ya. Kalian pasti enggak tahu kan? Pasti oh enggak tahu ini ikan kok ada kepala kucing ya? Ini ikan ikan apa namanya ya guys ya? Tap. Wah, kalau ini aku tahu satu Indonesia pasti tahu. Iya. Tuntung soher nih. Kalau ini siapa? Ini siapa? Oh my god. Oke oke oke oke. Sini sini sini sini. Kalian di belakang aku ya. Kalian di belakang aku ya. Kalian di belakang aku nih guys. Ayo ayo masukmasuk. Woi sini. Astaga itu makanya jangan sok tahu. Kocak. Sini aku ajarin. Sini sini sini. Kita dengarkan. Kita dengarkan dulu ya suaranya ya. Tralal tralala tralalelo tralala. Oh, yang ini gampang banget. Let’s go, let’s go. Bukan, bukan, bukan. Kocak, bukan. Astaga, noob bener si Emir. Benar. Yang ini nih. Tuh. Let’s go. Let’s go. Let’s go. Oh, iya. Astaga. Sini, sini. Owen di belakang aku. Owen, jangan jangan duluan. Owen, sini sini sini sini. Bere-bere patap pim siapa itu? Iya, iya, iya, ya. Nih dengar nih, dengar dengar. Pasti ini nih. Pasti ini bukan itu. Kocak. Jangan sok tahu. Astagfirullah. Jangan sok tahu kalian. Oh my God. Itu makanya kalian ini jangan ngeyel ya. Yang namanya berberpatapim berberpatapim yang mana nih, Guys? Kita tanya dulu nih. Apa guys? Aku stres main sama kalian. Kalian nop-noob banget sih. Sini, makanya di belakang. di belakang sini dengerin dengerin. Eh, belakang berberap. Berber patap. Astaga si Owen dia ini duluan Owen, jangan duluan Owen, nanti kamu salah lagi. Berber patapim ilo slimim. Oke, oke, let’s go, let’s go. Berber patapim yang tengah dong. Oh my god, aku GG banget cuy. GG banget cuy. Astaga, mana nih? Bilangin sama Owen tuh. Bilangin sama Owen jangan di depan aku. Pokoknya tunggu tunggu. Komando dari aku ya biar kalian tidak bombardino Dino Ci. Oh pasti ini nih bukan kocak. Astagfirullah aku stres main sama kalian. Jangan gitu woi. Ingat ingat ikutin aku ya. Ikutin aku, ya. Oke. Yang mana nih? Kita tanya nih. Kita tanya penonton nih. Kita mainnya pelan-pelan aja. Kita mainnya pelan-pelan aja. Kita dengarkan dulu suaranya ya. Bombardino crocodilo. Apa tu? Bombardino krokodilo katanya yang ini. Yang kiri. Yang kiri. Yang kiri, yang kiri kalian. Yang kiri, yang kiri nih. Yang paling kiri, yang paling kiri. Cepetan. Ini yang paling kiri. Woi. Oke, gas. Aduh. Duuh. Wah, parah abang nih. Aduh, guys. Guys. Aduh, kalian makanya jangan ngeyel. Kocak. Sini bombardo. Tadi kan abang yang bilang. Abang yang suruh. Kalian langs enggak mau dengar yang tadi tuh kan pada ngarang-ngarang semua. Bombardilo krokodilo. Yang ini kocak. Ini pesawat kok kepalanya buaya sih? Aku adalah raja brain root ya, Guys ya. Sini sini sini. Ini kok tekok ada tangan? Sini sini jangan bawel. Sini sini dengerin dulu kita ininya ya. Jangan ini dulu nih. Uh ini semua orang tahu iniung tung sahur. Tungtung sel sahur. Astaga boci. Masa tungtung sahur yang tengah sih? Koc. tah ini yang ini. Oh benarbenar GG Emil orang Indonesia tuh tahu orang Indonesia. Oh my God GG banget ir oke oke oke. Jangan senang dulu Mir. Ini bentar kita dengar dulu nih suaranya nih ya. Li Lil Lila. Wah ini dua mirip ini bedanya lila lila Liri Lila lila yang ini nih yang liri lil kita tanya dulu gak si ininya bentar bentar bukan bukan bukan bukan bukan. Oh my God, kalian noob banget sih, Guys. Kalian berdiri mulu dia. Astaga, Owen, stres Owen. Jangan gitu ikutin Bang Okiku sini. Let’s go. Kita dengerin dulu Liri Lilila Liri Lila. Oh, berarti yang mana nih, Guys? Kita tanya dulu gimana sih? Gimana sih? Bentar bentar kita tanya dulu nih. E yang tengah, Bang. Yang tengah. Yang tengah katanya. Yang tengah. Tengah. Let’s go. Yang tengah. Yang tengah. Let’s go. Oh. Siapa yang bilang dua? GG GG yang bilang dua ternyata adalah raja Brainroot guys. Let’s go kita dengerin lagi nih suaranya nih. Ini apa ini? Ini keren ini Kapu Kapu Cappuccino asasino kapu kapu cappuccino assasino pasti yang tengah no debat guys. Cappuccino assasino. Aku pernah dengar sih tapi yang ini ya. Yang tengah yang tengah yang tengah yang tengah yang tengah. Dia kan kopi kan dia bilang cappuccino assasino itu tadi kan salah iya guys aku kira juga yang tengah kocak astaga bentar kita tanya dulu nih yang mana nih guys yang mana nih cuy harusnya tahu yang tengah yang tengah tuh banyak juga yang bilang tengahnia yang satu yang satu astaga harusnya yang satu kocak coba kita coba ya kita coba ya let’s go oh my god benar Benar. Uh. Uh. Nih siapa nih yang bilang satu duluan tadi? Siapa yang bilang satu pertama? Benar, Ben. Benar, benar, cuy. Benar, cuy. Ini Bang Min, Bang Mins bilang satu pertama. Mantap. Let’s go. Kita dengerin lagi nih. Balerina Kapuc. Ah, ini bal nih. Ini dia lagi balerina nih. Bukan itu. Astaga. Bukan itu. Dengar dengar dengar. Kan dia lagi balerina. Iya. Coba coba cobain aja cobain aja cobain aja. Ini kan dia lagi tuh lagi itu tuh lagi apa namanya? Sini kalian kalian ikutin aku aja. Balerina Cappuccina pasti yang nomor satu. Yang nomor satu katanya yang nomor satu. Kocak Oh my God. Nomor satu cuy. Benar cuy. Bener kah? Oh iya kayaknya penonton tahu semua deh ini kayaknya tahu nih. Ini siapaap pun bukan enggak semua dong Mir. Kita dengerin dulu nih. Boneka ambala. Boneka Ambalabu. Oh Boneka ambalabu. Yang mana nih Wan? Yang mana Wan? Yang mana nih? Coba kita lihat nih. Coba kita lihat si Owen nih. Yang mana nih? Yang mana nih? Astaga. Ow. Ah, salah dia. Salah. Coba kamu yang mana nih, Mir? Yang mana mir? Pasti mana? Yang itu. Astaga guys, noob semua. Kocak kocak. GG enggak tuh guys? Nomor tiga, Bang. Nomor tiga. Astaga. Nomor tiga. Yang benar itu nomor tiga ya, adik-adik. Let’s go. Ini dia nih. Oh my God. GG banget penonton. GG banget cuy. Let’s go, let’s go. GG banget penonton ya. Mana nih teman-temanku nih? Astaga. Apakah dia sudah ini ya? Aduh, kayaknya dia menyerah deh main ini deh. Oh, enggak, enggak. Ternyata dia masih semangat. Nanti dulu, nanti dulu, nanti dulu. Kita dengarin dulu suaranya. Kita dengerin dulu suaranya ya. Bukan itu. Simpan bananini. Simpan sini bananini. Mana nih si Emir nih? Simpan sini banan ini tahu ggak mir ngejar. Masih ngejar. Astaga simpan sini. Banan ini yang mana ya? Yang mana ya guys ya? Yang mana ya? Aku masih ngejar ini kayaknya soalnya jauh. Yang kiri deh. Yang kiri deh. Yang kiri deh. Woi. W. Yang kiri. Yang kiri. Simpan sini banan ini kata penonton yang kiri yang kiri simpan sini banan iniini katanya yang kirian ini wah wah w ayo sini sini astaga coba lihat mana yang kiri katanya yang kiri simpan sini banan ini simpanimpanan ini gas aduh aduh guys guys oh my god masa sih kalian enggak tahu simpan sini Ini banan ini. Simpan sini banan ini. Yang ini kocak. Oh my god. Salah juga. Astaga. Simpan sini banan ini yang mana cuy? Simpan sini banan ini yang mana ya? Astaga. Sor sor. [Musik] Salah harusnya tengah katanya Mir. Jangan yang itu. Astaga. Oke, oke, oke. Lanjut, lanjut. Bombardiro krokodilo. Bombardir. Astaga, kita ngulangnya jauh benar ya. Jauh. Ah, tung tung tung tung tung. Tapi hafal gak sahur ini nih. Bentar nih. Aku kalau aku sih e kayaknya hafal. Lir Lilila yang mana? Yang mana? Lir oh yang tengah ya. Oke. Ternyata kamu hafal. Masih ingat ya, Amir ya? Oke. GG. GG. GG. Ini aku lupa. Balerina. Balerina. Cappuccina yang mana nih, Guys? Kita dengerin dulu. Kita dengerin dulu. Kita dengarkan. Tengah-tengah. Oke, dengarkan katanya. Tengah-tengah. Tengah-tengah katanya Mir. Tengah-tengah Mir. Tengah-tengah, Mir. Iya, iya. Cepat, cepat. Tengah-tengah, Mir. Cepat. Udah ramai yang nonton nih, Mir. Katanya tengah semua. Mir. Ayo, percaya percaya. Sini, balerina. Ayo cepetan cepetan. Mi mi, mi. Oke, dia mulai kesal, guys. Mulai kesal si Emir, cuy. Oke, aku gak akan jahilin si Emir lagi deh. Boneka ambalabu. Boneka ambalabu. Oh my God. Oke, sini sini sini Habochi. Sini. Shimpanzini bananini. Simpanini bananini. Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Kiri kanan, kiri kanan. Yang mana? Yang mana? Kita kita coba lihat si Owen ya. Yang mana nih Wan? Yang mana Wan? Shimpanzini bananini. Wah, wa. Coba yang mana Owan, dia tahu enggak? Dia tahu enggak? Astaga dia gak tahu cuy. Dia nungguin kita. Oke. Oke. Yang ini W [Musik] GG enggak tuh? Aku adalah re raja-raja Brandroot, Guys. Tengah-tengah katanya. Oke, dengerin lagi. Dengerin lagi, ya. Labaka Saturno Saturnita. Labasno Saturnika. Yang mana ya? Yang mana, Wan? Ayo, ayo masuk, masuk, masuk. Jangan takut. Kamu pasti benar. Kamu pasti benar. Woi. Astaga. Dia gak berani masuk si Owen. Aduh. Aduh. Aku disconnect. Kok disconnect? Yang yang mana? Yang tengah kata Owen ya, Guys ya. Benar enggak yang tengah, Guys? Benar enggak yang tengah nih? Kata Owen nih. Yang mana nih? Yang yang tengah kata Owen ya. Yang tengah ya. Astaga. Yang mana nih? Yang nomor Tig, Bang. Nomor oke kayaknya benar enggak? Coba masuk Wan. Masuk masuk masuk masuk masuk deh. Depan depan depan. Uh GG cuy. Yeay. Owen Owen bener guys. Owen benar cuy. Benar benar benar guys. Ya. Aku kira dia noob cuy. Oke kita dengerin lagi nih. Jirafa celeste. J jafa celeste. Yang mana nih Wan? Yang mana nih Wan? Jangan sampai salah. Jangan sampai salah. Yang mana nih cuy? Oh my god. Nomor dua kah? Nomor dua kah? Jirapah celeste. Oke, ayo masuk duluan. Duluan, Wan. Duluan, Wan. Jirafah celeste katanya tuh. Jira celeste. Oh, yang ini. Ayo, ayo cepat cepat masuk dah. Masuk dah masuk. Astaga dia enggak berani masuk. Yang mana? Yang ini yang tengah guys. Oke, kita tanya dulu deh penontonnya deh. Halo, Bang. Welcome semuanya. Welcome guys. Nomor berapa? Nomor nomor yakin, Guys? Nomor T kata si Owen nomor satu cuy. Astaga. Apakah Owen sesat cuy? Nomor tiga. Nomor tiga. Jirapa celeste. Nomor berapa, coy? Nih ada orang join. Yang mana ya? Yang mana ya? Kata Owen Jirapa celeste nomor satu nih. Oh my God. Cobacoba deh coba deh. Aku nomor tiga, Bang. Benar enggak? Benar enggak nomor tiga? Oh my God benar cuy. GG. GG. [Musik] Oke, kita lanjut ya. Kita lanjut ya. Kita lanjut ya, Guys ya. Kita lanjut nomor tiga katanya tuh. Asalamualaikum. Waalaikumsalam. Oke, let’s go, let’s go. Oh, dia bohong ya, Guys, ya. Dia bohong, cuy. Frul frula. Un deserto que fa bla bla bla. Astaga, mana nih si Emir nih Mir nih bantuin aku Mir. Astaga si nge-lag boci bla bla bla. Yang mana yang gak bisa, Guys, yang ini, Guys. Aku aku lupa yang ini nih. Aku di nomor 11, Mir. Nomor 11, Mir. Cepetan 1000 yang nonton, Mir. Peluri pelula. Peluri-pelula yang mana, ya? Peluri-pelula, ya. Astaga, dia salah mulu. Kocak. Yang mana peluri-pelula ya? Yang nomor nomor berapa guys? Nomor berapa guys? Nomor dua. Yang mana nih? Kita coba tanya nih. Haboci nih. Haboci yang mana ci? Astaga guys dia dia enggak dengar cuy. Kamu 11 kah? Aki okiku kamu tahu gak aku beli ini. Oh my god. Itu buat apaan tuh? Jadi cep gitu. Oh GG GG GG’s go. Oke. Apa tadi suaranya? Frul frula ping deserto. Ini nih ada buah-buahannya nih soalnya. Oh yang ada buah-buahannya guys. Bentar bentar kita tanya dulu nih. Astagfirullah. Sesat sesat. Ada checkpoin. Ada checkpin. Sesat cuy. Sesat cuy. Oh my God. Ada checkpin Bang. Udah ada checkpin. Check. Cob di 10 kalau mati di 10. Oh my god. Habochi bener. Oh hoki. Oh enggak di aku hoki. Enggak enggak enggak. Habochi benar tadi tuh. GG GG Habochi. GG. Astaga. Tuh kan Emir suka sesat katanya guys. Coba kita dengerin dulu nih suaranya nih. Tahu. Uh. Udinun. Oh, yang mana nih? Yang ini nih, Pak. Ini kayaknya yang kiri ya? Yang kiri atau yang tengah? Ind soalnya. Ini Indonesia nih. Yang mana nih yang benar nih? Udin. Ini Udin. Mir, Mir. Udin yang mana, Mir? Waduh, Udin ya? Yang mana ya Udin ya? Kita tanya dulu deh penontonnya deh. Penontonin Dind Dun buang yang mana? Kayak Udin kan biasanya berotot. Apa? Oh, Udin berotot kayaknya ini ya. Coba ini engak sih? Penonton kata penonton nomor tiga. Nomor tiga katanya. Eh enggak enggak enggak. Nomor dua. Nomor dua nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Ayo masuk masuk masuk masuk masuk. Ah. Wah penonton parah nih. Aduh penonton parah katanya guys. Kata Emir penonton parah. Kocak. Penonton parah nih. Ini kata penonton parah kata Emir guys. Astaga parah ya. Oh, dia bilang frupa lagi. Frupa. Frupa ini. Coba kita dengerin dulu nih yang yang kita dengerin dulu. Glorboilo. Glorbo yang mana nih? Astaga Owen jangan sok tahu Owen. Astaga katanya fruit. Fruit berarti e makanan. Makanan berarti. Iya ya. Buah-buahan. Ini. Ini. Bukan, bukan. Itu salah tadi. Ini buah juga ini. Iya. Cobain, cobain, cobain, cobain. Aduh, aku takut. Coba, cobain. Kocak. Jangan takut. Aku percaya sama penonton aja deh. Aku percaya sama penonton aja deh. Oh, yang semangka katanya. Mir, jangan kesal. Kocak. Oke, oke, oke, oke, oke. Ini nih, Bu. Nih, coba yang ini yang ini nih. Astaga. Mati lagi. Jangan ngeyel, Emir. Yang ini nih yang benar nih. Tuh. Oh GG penonton GG guys. Buaya. Waduh ini mirip semua ini pada pesawat sama helikopter. Oh my god. Oke dengerin dulu. Dengerin dulu deh. Oh kayaknya ini lagi deh. Soalnya bom ada bom bom. Bom bini guzi ini yang mana? Jangan sok tahu jangan sok tahu. Ada bomnya. Ada bomnya mungkin ini nih. Si curut nih. Si curut. Curut ini. Ini. Iya. Ini curut. Iya si curut mungkin ya. Ini namanya Mas Bro, Bang. Ini namanya Mas Bro. Mas Bro. Masa sih Mas Bro kayak gitu, Guys. Yang mana nih, Guys? Astaga. Ayo penonton. Penonton yang mana nih? Ponton coba. Coba coba bacain Mir. Itu katanya nomor berapa? Nomor berapa? Nomor berapa? Katanya pada bilang tiga. Nomor tiga. Oke, aku coba nomor tig ya. Coba ayo kita tiga gas. Astaga. Mir. Mir salah. Kocak. Aduh, aku baca dulu. Aku baca dulu. Oh, tiba-tiba jadi dua. Oh, jadi dua. Astaga, kamu kok bisa sih berubah? Untung aku hafal. Bentar, bentar, bentar. Oh, hafal. Oke. Tadi yang mana nih yang salah nih? Yang salah mana tadi? Nah, ini nih. Ini lagi nih. Oh, yang ini bom bom bini. Bomini. Oh, nomor dua, Guys. Nomor dua kah? Nomor dua kah, cuy? Astaga. Iya, kayaknya nomor dua deh. Bismillah. pada bilang dua tuh. Pada bilang yang bebek yang angsa yang bebek yang angsa. Oh my God. Joget dulu enggak sih? [Musik] Yang bebek yang angsa. Bang GG GG. Astaga Owen jangan sok tahu guys di sini bocil-bocil sok tahu. Astaga masa kita dengerin dulu ya suaranya ya. Coco Fanto. Elefanto. Kokanto. Kokonuch. Koko panto masa yang koko ada dua. Koko panto. Masa yang tiga cuy? Astaga. Koko masa yang tiga, adik-adik. Yang mana nih? [Musik] Koko yang mana nih? Yang mana nih? Koko guys. Nomor tiga, Bang. Nomor tiga. Astaga. Banyak yang bilang nomor tiga nih. Banyak yang bilang nomor tiga, adik-adik. Coba kita dengerin duluan pasti ini soalnya. Koko yang ini kah nomor satu? Nomor satu katanya. Nomor satu enggak? Nomor dua, Mir. Nomor dua, Mir. Jangan salah, Mir. Nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Kocak. Sini cepetan. Oh my god. Benar penonton benar Mir Gik-adik 5.000 yang nonton, Guys. Let’s go. Di sini aku bersama Owen sama Emir akan menamatkan game yang sangat susah ini, ya, Guys, ya. Katanya ada update loh, Mir. Katanya ada update. Kocak. Jangan senang. Ini tiga-tiganya sama ini, Bang. Gimana? Coba kita dengerin dulu. Kita dengerin, ya. Kita dengerin dulu, ya. Trik trak barabom ilmel. Tadi yang pertama juga gitu katanya. Berpatap pim. Eh, ya truk beda beda. Trik truk barabum. Trik trak barabom yang mana ya? Trik trak barabumarum. Yang mana nih? Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Kayaknya tengah deh, Mir. Coba tengah, Mir coba. Tengah, Mir. Coba. Astagfirullah salah. Aduh, Guys. Yang mana nih? Yang mana nih yang bener nih? Aduh, Emir jangan sok tahu, Emir. Kan katanya tadi disuruh Oh, gitu aku lupa. Mir. Sor, sor, sor. Kita tanya dulu nih penontonnya nih. Hampir 6.000 yang nonton nih. Nomor berapa nih? Pada bilang dua, Bang. Eh, tiga. Tig satu. Ada yang bilang satu. Banyak. Banyak yang bilang satu. Kali dua tuh. Dua. Dua. Dua. Dua. Dua. Eh, tiga. Tig. Tig. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Satu. Oh my god. Benar. Oh my god. [Musik] Aduh, kok semuanya koko, Bang? Semuanya koko, Bang. Semuanya koko, ya. Yang mana ya yang benar ya? Koko sini, Mama. Astaga, ada mama-mamanya. Ada mama-mamanya, Mir. Ada mama-mamanya nih. Bentar, ini kan peranak pasti dia bilang mama nih. Kan dia mama soalnya anak. Oh, iya. Tumben pintar, Mir. Tumben pintar, Mir. Coba, Mir. Coba kita cobain. Oh my God. GG. Oh my God. GG emir, guys. Wuhu. Gila gila gila gila gila. GG. Coba, coba tebak lagi tebak lagi nih yang ini nih. Aku dengerin nih suaranya ya. Balerina cappuccina. No no no. Oh, balerinac. Balerina cappuccina tuh. Ah, jangan. Balerina cappuccina bukannya itu kocak. Astaga. Parah Emir. Sok tahu Emir. Tadi dia bilang balerina kucina. Nih nih nih nih. Dengar dengar dengar baik-baik. Balerina Cappuccina nih. Dengar ya. Balerina Cappuccina. Oh my god. No. Ada noonya. Espresso. Espresso adaonya Em pasti ini. Oh ini noh si Owen bener tuh si Owen tuh. Oh my god. GG Owen guys. Ketik Owen GG. Astaga. Uh. Jangan, jangan kalah sama Owen Mir. Jangan kalah sama Owen. Jangan kalah sama Owen. Sini baris dulu. W sini dekat aku. Dekat aku dulu nih ya katanya. Wow aku dengerin dulu nih aku dengerin dulu ni. Kalau kapiara jadi dua nih ada dua nih ki antara dua ini. Bang wang pasti ini GG Emir. GG cuy. Tapi kurang kompak kurang kompak. Kalian harus ini dulu dengar dulu apa apa kataku ya. Oke nih udah udah 9.000 Ibu yang nonton nih, Mir nih. Dengar dulu dengar dulu nih. Dengar dulu ya. Aku dengerin ya. Jangan, jangan sok sok tahu. Isak pasti ini. Isak. Isak rokok spagetti mystico. Oh my god. Isak. Isak yang mana ya? Isak ya. Isak ini pasti. Aduh duuh. Oh GG. Benar enggak benar Mir. Astaga Emir GG guys. Ketik Emir GG. Kocak kocak ini. Isak. Isak kayak gini. Isak. Isak yang ini, Mir bukan yang tengah. Kamu tadi yang tengah. Hah? Sini sini sini. Kamu di belakang aku ya. Kamu di belakang aku ya. Nih aku dengerin dulu nih suaranya ya. Spioniro spin apa tadi tuh? Spin apa? Oke aku tanya nih ya. Si Emir bener enggak si ee penonton ya guys ya. Aku lihat Emir yang mana, Mir? Yang yang mana, Mir? Yang mana, Mir? Aduh, spino. Spi tebak aja dulu. Tebak aja dulu yang mana. Spin. Spino. Spino. Yang nomor satu atau nomor tiga? Nomor dua kayaknya. nomor satu atau nomor dua atau nomor tig? Jangan masuk dulu kocak. Enggak gitu dengerin dulu aku. Astaga jangan sok tahu nanti kamu ini, [Musik] Mir. Aduh. Dengar dulu. Dengar dulu dengar dulu. Oke oke dengar dulu ya. Garam mararam raraman mararam. Garam mararam maram mararaman. Tuntung perkuntung. Yang mana? Yang mana? Garam mararam mararam dan madung dung tak tuntung perkuntung. Tadi kan dia bilang garam. Iya garam. Oh ini coba coba coba coba coba coba coba. Soalnya ini kan dia bilang dan jadi kan ada dua. Coba coba coba coba apa ini coba coba coba ini kayaknya nih ini nih nomor tiga. Nomor tiga coba tanya penonton coba penonton nomor nomor satu katanya Mir. Nomor satu Mir. Kamu lebih harus percaya penonton tak ini nih nomor satu katanya Mir. Cobain aja tapi komennya isinya tiga. Nomor satu katanya Mir. Percaya penonton Mir. Tadi ada katanya nomor empat. Nomor empat. Enggak ada nomor empat. Kocak. Ya, ini eh ini mah boneka ya. Aduh, Guys. Nomor tiga. Nomor tiga. Nomor tiga. Betul. GG. GG. Oke, lanjut lanjut lanjut lanjut lanjut. Bentar bentar bentar. Orangini apa? Orang Gutini ananasini. Orangini asal pada bim berpada bim. Yang mana nih? Yang mana nih? Sebentar. Orang gutini. Diam dulu. Diam dulu. Sini. Aku tanya dulu sama penonton nomor berapa. Nomor berapa? Mir, kamu yang mana nih, Mir? Kamu nomor berapa? Mir penonton kamu nomor berap? Aku si ini nih yang tengah. Yang tengah. Oke, kata Emir yang tengah, Guys. Kata Emir yang tengah nih yang 10.000 penonton nih. Bisa enggak? Coba dengerin ya. Pada bilang tiga tuh. Satu, Bang. Tiga, Bang. Dua bang. Ya, mana? Mana kata Emir dua. Kata penonton berapa nih kata penonton? Satu. Pata penonton satu. Kata penonton satu Emir dua. Berarti Emir sesat kayaknya, Guys. Di sini nomor satu semua katanya, ya. Coba coba kita cobain. Oh my God. Wuhu. GG penonton, guys. Lama aku kesal ini, Bang. Aku kesal ini. Jangan dulu, Mir. Masih panjang, Mir. Jangan kesal dulu. Kocak kamu. Kalau kalau kamu enggak bisa, jangan kesal sama aku. Nih aku dengerin dulu nih suaranya dulu nih. Ya udah, aku kesalnya sama Owen aja. Jangan gitu, Ow. Enggak salah apa-apa. Dia anak baik’s go. Blueberry ini. Blueberry ini. Octopus ini nih. Kalau kamu salah nih keterlaluan si blueberry. Blueberry bukannya biru? Ini biru berarti yang nomor dua. Iya aku percaya 111% aku. Coba coba tanya tanya dulu penontonnya nih. Nomor berapa guys? Nomor berapa, C? Kan dia bilang blueberry tuh. Blueberry. Blueberry yang mana nih, adik-adik? Blueberry. Octo Pusini. Tuh, blueberry. Enggak mesti kalau dia kena pilock atau kena cat kan bisa warna hijau. Kocak blueberry-nya hijau. Coba pada ngomong tiga. Eh, dua. Satu. Blueberry. Blueberry. Oh, dua tuh. K. Nomor dua. Nomor dua. Benar. Benar. Benar. Nomor dua. Let’s go. Ii. Benar guys. Nomor dua guys. Ini semua orang tahu ini satu orang Indo Indonesia tahu ini nih. Cobacoba. Jangan gitu Mir. Dengar dulu suaranya. Ketupat kepat prekupat kupat kepet kepot semua orang ind pasti tah. Iya. I ya ini gampang. Ini gampang. Let’s go. Let’s go. Let’s go let’s go. Wow. Kayaknya ada yang enggak tahu yang tadi Mir. Kayaknya kita harus tetap tanya deh sama penonton deh. Ni kita lihat nih kata Afizah nih. Dengar ya kata-kata teman-teman ya. T sahur. Tuh kan. Tuh kan. Pasti pada enggak tahu nih. Tata ta ta t ta nih. Pasti enggak pada tahu sahur bang. Nomor satu katanya. Nomor satu Mir. Nomor satu Mir. Satu babi. Bentar bentar bentar. Benar benar. As jangan dulu kocak. Jangan dulu. Aku tanya dulu penontonnya. Aku bilang tadi. Bentar bentar bentar. Astaga. Mir. Mir. Nomor berapa guys? Nomor nomor tiga. Nomor tiga. Nomor tiga. Nah, nomor tiga kayaknya benar deh. Oh my God GG penonton GG. Oh my God penonton GG. Mateo. Mateo siapa? Bentar bentar. Mateo, Mateo. Mateo katanya enggak, enggak, enggak, enggak, enggak. Mateo katanya ada yang kacamata, Mir. Tapi di sini ada dua nih, Mateo nih, Guys. Ada dua. Ada eh ada dua kacamata nih, Mateo. Katanya ciri-ciri Mateo berdasi enggak? Mateo berdasi enggak? Coba tanya Mateo berdasi enggak? Bukan nomor tapi iya Mateo berdasi enggak, Guys? Mateo berdasi enggak? Tuh ditanya tuh sama Emir tuh Mateo berdasi enggak katanya? Coba coba kan Pak sama-sama pakai berdasi gua. Sama-sama pakai kacamata hitam ya. Oh katanya yang yang kiri, Mir. Yang kiri katanya Mir. Ayo Mir yang kiri Mir. Kamu duluan, Mir. Cepetan, Mir. Yang nomor satu. Nomor satu sini woi. W ya. Aduh, aku gagal tipu Emir, guys. Aduh sor Mir. Aduh, kok mau mau nipu? Sor sor guys. Aduh kita gak berhasil. Kocak si Emir gak mau. Oke kita dengerin nih guys. Kita dengerin suaranya ya. Yang ada dasinya katanya Mateo. Tuh tadi kamu bilangnya enggak ada dasi lah sing. Mir foto. Ada kaktus Mir. Ada kaktus Mir. Kayaknya yang kiri deh Mir. Kayaknya yang kiri ada kaktus-kaktus gitu. Iya ada kaktus-kaktus gitu nih teman-teman. Tahu enggak nih Teman-teman? penonton nih. Tahu enggak ada kamu diketawain Mir. Coba coba coba. Kayaknya nomor satu deh Mir. Nomor satu deh. Nomor satu deh. Iya soalnya kaktus. Iya ada kaktus-kaktusnya. Ayo ayo maju maju maju. Let’s go. Ini sih yakin nih Mir. Nomor satu nih. Kata penonton juga nomor satu. Mir. Lanjut lanjut Mir. Lanjut Mir. Gas. Penonton parah. Aduh, penonton parah kata Emir, Guys. Masa kayak gini gak tahu, Guys. Aduh, padahal katanya penonton Raja Brain Rot, Mir. Tapi mereka salah, Mir. Ada yang bilang nomor satu tuh. Tuh, satu. Coba aku lagi nih, ya. Nomor satu katanya, Mir. Coba, Mir. Gimana dong? Coba. Coba. Kan tadi udah mati aku. Coba. kayaknya sekarang hidup deh, Mir. Kayaknya sekarang hidup deh. Oke, gas. Oke, cool. Enggak, enggak gitu kan kata penonton nomor nomor satu tuh kata Saharudin nomor satu tuh kata Saharudin jangan marah sama aku. Kocak. Astaga Kiku lama-lama aku kesel gimana guys? Tuh tadi katanya ada yang jawab nomor TIG nomor satu. Oh nomor tiga katanya. Nomor nomor tiga katanya. Nomor tiga. Gas. Oh my god. GG. Joget dulu Mir. Joget joget dulu Mir. Let’s go. Nomor tiga. Benar. Kocak. Astaga. Oke let’s go. Let’s go. Kita dengerin lagi nih suaranya nih. Ada kaks kereta kayaknya. Gampang sih Bang. Ada klakson kereta, Bang. Gampang kayaknya. Sebentar. Sebentar aku aku tanya dulu nih sama penonton nih. Kita tanya dulu penontonpenonton. Kira-kira penonton tahu enggak sih Emir lebih GG enggak nih daripada penonton nih. Kata Emir dia adalah raja ini adalah raja brandroot. Oke coba kita lihat kata penonton yang mana nih? Tuh kereta tuh ada suara kereta tuh pasti katanya penonton tapi katanya penonton nomor dua. Mir 11% aku taruh di kereta ini. Aduh coba lihat kata penonton. Oh, nomor satu benar Mir. Cobain J Mir. Oh my God GG. Sabar Mir. Bentar dulu Mir. Aku masih joget Mir. Aku masih joget Mir. Gampang ini. Oke. Lihat tuh, Bang. Buaya tambah pesawat. Buaya tambah pesawat. Berarti nomor berapa, ya? Bentar, bentar, tunggu dulu. Kata penonton yang mana nih buaya? Tapi kayak gua ya. Ini kayaknya. Aduh. Astaga. Salah. Salah yang ini salah ya tadi ya, Mir ya. Nomor satu salah ya? Iya. Berarti nomor nomor dua atau nomor tiga nih? Nomor dua atau nomor t yang bilang satu sesat. Yang bilang nomor satu sesat kata Emir ada yang kok satu semuanya? Astaga kok nomor satu sih, Guys? Nomor satu tadi salah. Salah salah salah salah salah. Coba coba nomor berapa nih? Nomor berapa? Nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Coba coba nomor dua. Nomor dua. GG ternyata penonton GG Mir kita yang mana? Yang mana? Oke. Ini pada berkaki ya. Berkaki semua ya, Pak. Oke. Oke. Oke. Kita lihat. Kita lihat di sini ada gambar kucing itu. Terus gambar ikan. I. Ini dong. Ikan. Ikan cuy. Ini. Iya. Bentar bentar kita tanya penonton dulu Mir. Sabar dulu Mir. Ada ikan sama kucing guys. Ikan sama kucing ini kayaknya ada ikan dong. Ikan sapu-sapu sama kucing tuh. Mir, ikan sapu-sapu sama kucing, Guys. Yang mana nih, Guys? Itu lebih kayak udang enggak sih? Udang. Oh, astaga. Iya, udang. Kocak. Astaga. K ini artinya. Oh, berarti yang ini ya? Coba, coba. Oh, GG Emily. G ini. Gajah. Waduh, ada dua, Bang. Gajah. Oke, oke, bentar, bentar, bentar. Ada dua. Gajah, kaktus. Jam. Yang mana nih? Ada dua. Oke, ada dua. Ada dua. Sebentar, Mir. Kayaknya nih yang tengah deh. Aku lebih suka yang tengah nih, Mir. Iya, tengah juga lebih nih. Menurut menurut kamu bagus enggak yang tengah, Mir? Bagus. Coba kita tanya deh penontonnya deh. Penonton yang mana nih? Penonton. Penonton yang mana nih? Si Emir lebih GG enggak nih? Kata Emir ee tengah. Nomor dua kata Emir tengah, Guys. Kata Emir tengah. Coba aku lihat nih penonton nih. Nomor berapa? Ada bilang tiga, Bang. Astaga nomor tiga katanya. Kocak. Mir kamu kamu tetap nomor dua atau pindah ke nomor tig Mir? E tetap dua. Coba coba coba kamu coba coba coba. Astaga itu nomor tiga. Kocak. Ohit. Itu namanya nomor tiga. Kamu tadi bilangnya tetap nomor dua. Yang benar itu nomor tiga. Penonton lebih GG. GG. Penonton lebih GG, Mir, daripada kamu, Mir. Alah, mana? Mana? Mana nih? Mana nih, Mir? Kamu di mana nih? Aduh, aku ini mati mah. Meninggoy itu kan ngeyelingan kan Emir ngeyel, Guys. Oke, kita lanjut dulu. Kita lanjut dulu guys. Di sini ada pisang dan nyemot. Pisang dan nyemot. Welcome, guys. Welcome, guys. Yang mana nih yang benar nih? Raja Brain Road. Raja Brain Road. Mana raja Brain Road-nya nih? Oh my god. Simpan sini Bananini. Oh, berarti yang tengah dong. Yang tengah. Yang setuju klik tombol like-nya, Guys. Yang setuju yang tengah. Yang tengah. Klik tombol like-nya, Guys. Kalau kalian setuju. Oh my God. Yang tengah, ya. Let’s go. Benar cuy. Astaga temanku ngilang, Guys. Temanku ngilang katanya meninggoy. Oke. Oke. Kayaknya gara-gara kita tipu-tipu mulu kayaknya, Guys, ya. Kayaknya gara-gara kita tipu-tipu mulu, Guys. Astaga. Kayaknya gara-gara kita tipu-tipu mulu deh, Guys, ya. Oke, let’s go, let’s go, let’s go. Kita coba di sini. Ee ini ada gambar apa nih? Ada gambar pohon, mata, sama pentungan, Guys. Di sini kita lihat enggak ada yang bawa pentungan, ya, Teman-teman, ya. Di sini enggak ada yang bawa pentungan, Guys. Berarti yang nomor tiga dong. Nomor tiga dong. Coba, coba. Bismillah. Nomor, let’s go. Oh my God, aku GG banget, [Musik] cuy. Ternyata aku GG banget, cuy. Let’s go, let’s go, let’s go. Kita lanjut dulu nih. Kita lanjut dulu nih. Yang mana nih ya? Yang mana nih, ya? Di sini ada gambar ikan dan respon. Tapi aku enggak tahu di mana ini. Ada gambar ikan dan sepatu. Kira-kira yang mana? Ada ada dua sepatu sih ini, Guys. Tapi ikan yang nomor tiga ya. Gimana, Mir? Gimana, Mir? Aku respon tapi gak tahu di mana. Astaga dia meninggoy emir coba nomor tiga. Nomor tig. Uh GG ketemu Bang. [Musik] Gggar Mir, bentar Mir. Kita lihat nih yang ini nih ada ada kucing dan topi. Hmm kayaknya nih penonton enggak tahu. Mir, kamu yakin nomor berapa nih, Mir? E gak tahu ya. Kan ada topi nih. Ada dua nih yang pakai topi nih. Kamu yakin nomor satu atau nomor dua, Mir? Aduh. Nomor satu atau nomor dua, Mir? Astaga, kamu kelamaan mikir. Nomor dua kayaknya. Nomor dua kata Emir nomor dua, Giss. Coba lihat nih kata penonton nih. Kata penonton nomor berapa ya? Nomor berapa nih Mir? Kamu nomor dua ya, Mir ya? Oke. Kamu yakin nomor dua ya? Oke, kata Emir. Yakin nomor dua, cuy? Aku kayaknya ngikutin penonton aja deh. Nomor satu deh. Nomor satu tuh ada Luukmanul Hakim. Dia nomor dua juga, Mir. Coba, Mir. Nomor dua, Mir. Nomor dua, Mir. Cepetan, Mir. Jangan sok tahu, Emir. Makanya jangan buru. Enggak, bukan gitu. Kocak. Kamu kan tadi nomor dua. Astaga. Ngakunya lebih GG daripada penonton. Si Emir tahunya. Astaga. Mir aku makin kesal. Kamu kamu jangan ngeyel makanya. Astaga ayo ayo ayo cepetan cepetan. Aku udah batas maksimal ini. Coba lihat gambarnya, Mir. Ada ada kopi. Ada kopi. Aduh, tiga-tiganya kopi. Tiga-tiganya kopi. Kata Emir, guys. Emir bingung mana ya? Aku sih aku sih kayaknya pasti satu. Satu ya, Mir ya. Eh, bentar. Burung pinguin. Burung. Oh, berarti yang tengah, Mir. Coba Mir yang tengah Mir. Wuh. Uh. GG. Mir bisa. Ternyata kamu GG juga, Mir. Wah, ini berototanya. Ini dua-duanya berotot. Coba kita lihat. Ada jeruk purut, Mir. Kalau jeruk ini buah mangga atau jeruk nih? Ini mangga, gak sih? Ada potongan mangga oh ini mangga ya berarti. Berarti yang tengah, Mir. Yang tengah Mir. Coba Mir. Gas. GG, Mir. Nah, ini terakhir. Kentang. Kentang. Masa sih ini yang terakhir masih panjang, wo? Maksudnya ter enggak tahu sih. Bentar bentar. Coba, coba, coba. Ini nomor berapa nih? Aku tanya dulu nih penonton nih. Kita tanya dulu penonton nih, Guys, ya. Yang mana nih? Yang mana nih? Yang mana nih yang benar nih, Guys? Oh my God. Yang mana nih? Nomor dua, Bang. Nomor dua katanya. Nomor dua, Mir. Nomor dua, Amir. Nomor dua, Mir. Nomor du ada traktornya sih, coba. Iya. Nomor nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Enggak percaya. Nomor dua, Mir. Percaya sama penonton, Mir. Enggak ada pistol, gak ada kentang. Ada dia pistolnya di dalam lacinya, Mir. Di dalam laci traktor, Mir. Cepetan, Mir. Terus kentangnya mana? Itu di dalam. Di dalam ban motornya, Mir. Uh, iya kah? [Tertawa] Iya sih. Ini kentang. Iya, iya. Itu itu kentang tuh. Kentang tuh. Roda mobilnya itu kentang. [Musik] Wah, ampun. Bentar, Guys. Aduh, aku ngakak banget sama Emir. Kocak. Astaga Emir GG banget cuy. Masa masa yang ini, Guys? Yang ini clueya ini masa nomor dua sih? Kocak ya. Inilah GG penonton nomor tiga. Oke, di sini. Oke, ini simpan sini bani. Nini? Aduh, banana semua ini. Simpan sini, Banana ini. Astaga, simpan sini. Eh, aku ingat dia ada hijau-ijaunya ini, pas ini juga nih. Ada hijau nih. Kan tuh ada hijau nih, Mir. Oh, iya hijau tuh. Iya, let’s go lah. Ini enggak udah pasti ini, Mir. Let’s go, Mir. Enggak, enggak, enggak. Aku nomor tiga. Aku nomor tiga. Aduh, Guys. Kita enggak berhasil tipi, anjir. Kalau ini berberat tapi enggak mungkin ini pisang. Ah, ini dua ini nih. Iya, I yang dua. Yang dua, yang dua, yang dua. Oke. Berber patapim. Berber patapim. Sebentar, sebentar. Aku kayaknya nunggu responnya dari ini deh. Aku dua nomor tiga katanya Mir ada pisangnya berberpat pim kocak. Berberpat pim sekarang ada pisang sekarang ada pisang. Aku satu aku satu berperat apim enggak ada pisang. Kata kata penonton dua nomor dua. Nomor dua kata penonton. Kocak. Gak mau aku tutup satu. Oke deh, coba nomor satu, Mir. Eh, nomor satunya sekarang berubah jadi yang kanan, Mir. Oh, ya udah aku nomor tiga. Oh, ya udah, ya udah. Cepat, Mir. Tuh. Aduh, Guys. Guys. Oke, oke, lanjut, Mir. Oke, di sini Mateo. Mir, Mateo. Astaga. Enggak kelihatan yang pakai ininya. Enggak ada dasinya, Mir. Ini kayaknya nih, Mir, yang yang bibirnya lebar ini, Mir. Yang bibirnya lebar, Mir. Yang bibirnya lebar enggak sih, adik-adik? Yang mana nih? Yang tiga katanya. Mir disconnect aku. Astaga disconnect si Emir. Parah bener. Yang mana nih cuy? Yang mana nih cuy? Entar aku rid. Mateo. Mateo. Mateo. Mateo yang mana ya guys? Ya, coba kita tanya nih penontonnya tahu enggak nih Mateo yang mana, Guys? Aduh, pada enggak tahu nih, Mir penontonnya Mir. Emang kamu paling GG, Mir? kayaknya nih nomor T, Guys. Kata Emir tadi nomor T. Ayo, let’s go. 2000 like dulu enggak sih? 2000 like dulu, enggak sih, Guys? Aku dari join. Oke. Oke, kita tungguin Emir dulu, ya. Bentar ya. Terus subscribe di pojok kanan atas, guys. Subscribe di pojok kanan atas, adik-adik. Let’s go. Nomor dua. Nomor dua katanya. Oke, aku udah balik. Mana? Mana? Emir katanya tadi nomor tiga si Emir, guys. Coba kita lihat nih. Mana nih si Emir? Walaupun aku gak lihat. Walaupun aku enggak lihat, aku tetap kayaknya satu gak sih? Nomor satu kata Emir, Guys. Nomor satu, Guys. Coba kita lihat, ya. Nomor satu ya. Astaga, Emir. Aku dibohongin sama Emir guys. Mati kah? Mati kah? Mati. Kocak. Astagfirullah. Kita di Aduh, Guys. Kita harus balas nih, Guys. Kita harus balas Emir ya. Aduh, ngeri kali. Siap. Siap-siap, Guys, ya. Siap-siap, guys. Oke, ini nomor berapa nih, cuy? Simpan sini banan ini. Oh, ya. Simpan sini ban ini yang ini. Oke. GG. GG. GG, adik-adik. GG. Ini berber patap pim. Barber patap pim yang mana tadi, ya? Berber patap pim ya. Barber patap pim yang mana adik-adik? Nomor nomor satu, Bang. Nomor satu. Uh, GG cuy. Ayo Mateo. Sekarang dua enggak sih? Dua. Oke, tadi satu sekarang dua. Mateo yang sekarang yang dua ya. Coba dua. Coba sebentar. Aku percaya sama penonton aja deh. Aku udah enggak percaya sama kamu, Mir. Lah, aku baru sekali aku baru sekali. Bentar bentar kita di di-prank sama Emir, Guys. Masa Mateo nomor satu. Kocak. Masa Mateo nomor satu dua. Ya udah, dua coba. Dua. Nomor dua, nomor dua, nomor dua. Uh, GG. Penonton lebih GG, Guys. Oh my God. Astaga ini sulit nih. Tripi tropy. Triy semua ini. Ikan semua. CEal tralala harusnya. Tripi tropy. Bentar bentar bentar jangan dulu Mir. Kita lihat dulu. Kita lihat dulu deh. Kamu kamu yakin yang mana nih mir? Yakinnya gak tahu sih. Kayaknya kamu nomor pada bilang dua. Katanya kamu nomor dua, Mir. Oke. Nomor dua, Mir. Enggak nomor dua. Kamu yang mana, Mir? Coba aku ini nih. Kamu lebih pintar dari penonton atau ini nih? Kamu lebih hafal brand road atau enggak nih sama penonton nih? Oke. Emir aduh pada ad Emir pada adu bilang Emir ini ya guys ya. Emir PS penonton nih, Guys. Ayo, Mir. Yang mana, Mir? pada bilang satu sama tiga. No bilang satu sama tiga. Kamu yakin yang mana, Mir? Tiga enggak sih? Tiga. Kata Emir nomor tiga, Guys. Siapa yang setuju sama Emir nomor tiga. Nomor satu katanya Mir. Ayo cepat, Mir. Nomor satu katanya, Mir. Nomor satu, Mir. Percaya sama penonton. Kocak. Cepetan cepetan. Ayo Mir. Ayo dengerin aku Mir. Katanya nomor satu tuh. Banyak yang nomor satu. Kocak. Kamu udah prank aku berkali-kali? Enggak. Kalau ini kayaknya enggak prank, Mir. Cepetan, Mir. Nomor satu, Mir. Cepetan, Mir. Nomor satu. Ayo, ayo. Aku tunggu. Mau, tak mau. Abang aja, abang aja. Astaga, aku nomor tiga aja deh. Tuh, ya. Udah tuh. Uh, ada yang bilangin tiga, Mir katanya. Mir. Astaga Mir. Ada yang ini, Mir, apa namanya? Lindungin kamu, Mir. Oke. Balerino lololo. Oh, itu satu lah. Gampang. Balerino L. Bentar bentar bentar kata Emir nomor satu guys ya. Nomor satu satu guys. Satu satu nih kita lihat kata penonton yang mana nih. Aku Bang nomor satu. Oh nomor satu Mir katanya Mir. Ya udah satu. Bentar dulu Mir. Bentar dulu nomor satu atau nomor berapa nih guys? Nom nomor satu. Nomor satu Mir. Ayo Mir cepet Mir. Balina L adalah nomor satu. Let’s go. Let’s go. Ada bilang tiga. Enggak. Jangan percaya, Mir. Aku lebih percaya sama kamu, Mir. Nomor satu kata kamu tadi kan. Let’s go. Kita lihat, Emi, [Musik] [Tertawa] [Musik] Go. Aduh, Mir. Mana, Mir? Aduh, kan kamu yang bilang tadi nomor satu. Kocak. Kan tadi kamu yang [Musik] bilang. Astaga. Tadi kan kamu yang bilang Mir. Jangan diam gitu Mir. Kamu Mir kesel ya, Mir, Guys. Nomor berapa, Guys? Nomor berapa, Guys? Nomor tiga. Astaga harusnya nomor tig mir tuh. Sekali lagi aku salah Kimpuk Okio. GG GG. Nah, ayo Mir. Percaya Mir. Ini sebelah kiri Mir. Ini sebelah kiri Mir. Sebelah kiri Mir. Oh ya, sebelah kanan Mir. Eh, sekali lagi aku salah. Aku tipuk. Okiku. Sabar sabar sabar sabar. Ini kita tanya penonton nih. Ini yang kiri atau yang kanan nih, Guys? Yang kiri atau yang kanan? Oh, yang kanan katanya. Mir, lurus, Mir. Lurus, Mir. Lurus, Mir. Ah, astaga. Kata penonton lurus tadi, Mir. Oh my God. tanya kanan lurus, kanan lurus. Oh, yuk lurus. Ya udah, gas. Enggak tadi penonton katanya astaga. Kacau kacau. Bentar bentar bentar kita lanjut dulu. Ini yang kiri atau yang kanan nih, Guys? Kiri atau kanan? Kiri atau kanan? Kanan katanya, Mir. Kanan, Mir. Let’s go, Mir. Kanan. Let’s go. Kanan. Kanan. Tuh kan dibilangin kiri Emir. Nah sekarang baru. Ah betul. Kok bisa terbang kamu Mir? Terbang. Astaga. Kamu nge-lag ya Mir ya? Abang kali yang nge-lag. Enggak enggak kamu yang nge-lag itu. Ah udah. Oh udah udah udah. Let’s go let’s go. Oke. Ini yang kiri atau kanan nih guys? Bang kanan Bang. Katanya aku kiri. Kiri. Oke, coba lihat si Emir kiri. Let’s go. Kata penonton kanan. Uh, benar Emir. Bener. Uh, hoki hoki hoki hoki hoki. Ini ini kalau sekarang kiri lagi. Ini fix kanan sih. Tuh kan kamu dibilangin sama aku enggak percaya Mir. Kamu dibilangin sama aku enggak percaya. Bentar bentar bentar. Yang ini kayaknya sekarang coba. Yang ini kayaknya. Aku percaya. Aku percaya. Bentar bentar penonton ya. Kita tanya penonton ini kiri katanya Mir. Oh lurus katanya Mir. Lurus lurus. Oh GG lurus. Benar penonton. Benar. Nah ini baru nih. K coba bentar M bentar M Okiku coba deh ke ke kiri. Okiku ke kiri coba ke kiri sana. Buruan udah. Oh oh benar. Wih, benar pasti sekarang kanan. Kanan kanan kanan. Bentar bentar kita tanya dulu nih. Bentar bentar kanan enggak sih? Bentar dulu. Emir, bentar dulu kocak. Bentar dulu satu lagi satu lagi. Bentar duluan. Woi, bentar woi. Kita tanya aku diri. GG Emir. GG. Kita menang guys melawan Emir. Astaga [Musik] Emir. Halo, Guys. Aduh, Guys. GG banget si Emir, cuy. Oh my God. Di sini ada tralalelo tralala enggak sih, Bang? Manaul? Jangan gitu. Kocak. Tolong, woi. Astaga kamu yang salah. Aku mau dipukul, Guys. Tolong. Oh my God. Aku sembunyi dulu di sini deh. Mana kamu? Bentar, Guys. Dia yang salah, aku yang diiniin, Guys. Oh my God. Tolong tolong tolong. Kamu nge-lag, Mir. Kamu nge-lag, Mir. Nge-lag. Gak apa-apa nge-lag. Sekalinya aku gak nge-lag lagi aku. K. Aduh, tolong guys. Kita dibawain pentungan. Kocak kita dibaok. Aduh, parah bener Emir. Kita dibawain pentungan. Astaga, mana kamu? Udah Mir aku udah meninggoy Mir. Kita cari game lain dulu, Mir. Kita kita cari game lain dulu. Anak belum ditimpuk. Sini balik lagi. Udah kamu timpuk aku tadi. Kocak. Belum. Astaga. Udah. Sini kamu balik lagi. Sini kuimpuk. Udah udah sini ditimpuk dulu. Coba lihat coba lihat. Astaga aku mau ditimpuk lagi katanya guys. Mana si Emir nih? Kamu ngilang, Mir. Ini kamu, Mir. Bentar, Mir. Yang mana nih yang tadi, Mir? Enggak tahu. Ah, kesal. Emir kesel. Kocak kocak. Oh my god. Lagi enggak, Mir? Lagi enggak? Kamu berani enggak nih? Lagi nih. Bentar, bentar, bentar. kayaknya nih ada musiknya nih. Ada musiknya nih. Astaga ada musiknya. Kocak no. Bentar guys, bentar guys. Kamu deh yang undang, Mir. Kamu pilih yang mana lagi nih, Mir? Kamu undang deh. Enggak mau. Ah, udahan aku. [Tertawa] Aduh, jangan gitu. Kocak. Ini nih bagus nih, Mir. Aku buat kamu deh yang buat server, Mir. Coba aku lanjut deh. Kamu udahan ya? Kamu udahan ya? marah, guys. Si Emir guys. Oh my God, si Emir marah. [Musik] Kocak. Let’s go, let’s go, let’s go. Oh my god. Ini nih mudah, mudah, mudah. Tralalero tralala, tralo, tralala. Mana nih si Emir nih? Udah kah? Udah nyerah kah si Emir, guys. Emir marah banget katanya. Astaga kamu diketawain Mir. Astaga sampai ngilang si Emir, Guys. Sampai ngilang si Emir cuy. Oke, kita udahan dulu ya, Guys, ya. Aku enggak enak sama Emir, Guys. Aku minta maaf dulu. Aku minta maaf dulu sama Emir ya. Mana nih si Emir nih? Aku minta maaf dulu, Mir. Oh my God, guys. Emir menangal tralala, porod por. Oh my God, cuy. Oke, aku udahan dulu ya, Guys, ya. Katanya Emir nangis, guys. Katanya Emir nangis. Oh my God. Udahan atau lanjut nih, cuy? Udahan atau lanjut, adik-adik? Oke. Oke, kita lanjut dulu bentar ya. Tripa. Aduh, kita tunggu dulu nih si Emir mau join lagi katanya, Guys. Tripi tropi tropa tripa. Tripi tropi trapa tripa. Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, cuy? Yang mana nih, cuy? Tripi tropy nih. Tripi tropy yang mana, adik-adik? Yang mana, cuy? Yang mana, cuy? Yang mana, cuy? [Musik] Oke. Oke. Astaga. Emir nanti kita undang lagi ya Emir ya. Tropi tropa tripa. Sebentar guys, aku mendengar kayak ada suara-suara ini. Kok orang-orangnya kembar-kembar semua? Kocak. Aduh guys. Emir menangis. Kocak. Terlalu banyak kita prank si Emir woi. Sampai-sampai Emir nangis. Emir nangis di [Tertawa] pojokan. Oke. Oke. Let’s go. Let’s go, guys. Balerina. Balerina cappuccina. Yang mana nih, cuy? Oke, yang ini ya. Yang yang tiga, Bang. Yang tiga. Oh my God. Kalian GG banget, Guys. Sini kalau salah lagi ku lagi. Emir kembali, cuy. Astaga, Emir kembali. Oh my God. Mana nih Emir? Aku jemput kamu dulu, Mir. Oh my God. GG Emir. Kembali lagi, adik-adik. Salah lagi. Awas aja aku. Pentungannya lebih gede lagi. Mana? Coba lihat pentungan kamu, Mir. Oh my God. Mana nih si Emir, guys? Kita tungguin di sini. Ayo, Mir. Kamu maju dulu, Mir. Balerina Cappuccina. Kita tungguin dulu nih si Emir. Mir, kamu bisa ggak, Mir? Ini aku tungguin nih di tengah-tengah nih. Mir, tungung sahur. Tung tung tung tung sahur. Oke, let’s go. Berber patapim. Ber patapim yang mana nih, cuy? Berber patapim, cuy. Sebentar kita tunggu dulu nih si Emir. Aku kira tadi si Emir nangis si Emir ya. Berber patapim ilmu. Kapten berber patapim. Bang Bimo mana? Aku enggak tahu, Bang Mimbo enggak ada. Oke, Mir di sini. Mana pentungan kamu, Mir? Oh my God. Di sini rame banget ya, Mir ya. Anjay. Itu apaan, Mir? Oh my God. Kalau enggak ini bakoka. Astaga. Itu bisa dipakai enggak, Mir? Enggak, harus bayar. Oh, harus bayar ya. Tinggal aku beli. Jangan gitu, Mir. Aku lempar kakiku. Oh my God. GG bener ya harganya ya. Mahal juga, Mir. 100 robak Mir. Ayo let’s go, let’s go, let’s go. Aku bisa beliber patapim berber patapim yang mana nih, Mir? Yang mana mir? Kamu tahu enggak nih berber patapim? Aku lupa-lupa ingat, tapi kayaknya satu ggak sih? Nomor satu kata Emir, Guys. Nomor satu kata Emir, cuy. Assalamualaikum, Bang. Waalaikumsalam. Nomor tiga katanya Mir. Cepetan, Mir. Nomor tiga, Mir. Hah? Oh, GG penonton. GG, Mir, ya. Aku maksudnya tiga. Aku tadi salah kok. Astaga. Oke, let’s go. Let’s go. Bombardilo krokodilo. Masa kamu gak tahu, Mir? Yang ini Mir. Ih, GG ternyata. Emir tambah GG, guys. GG. Sekarang enggak mungkin aku kalah. Oke, sekarang kamu enggak mungkin kalah, ya. Oke, katanya enggak mungkin kalah sama penonton nih, Guys. Enggak mungkin. Nah, ini aku masih ingat. Aku masih ingat. Cappuccino assassino. Oke, yang mana nih, Mir? Yang mana Mir? Yang satu. Oke, yang satu. GG Emir. GG bener. Ternyata kamu beneran GG ya, Mir? ya. Oke, dengerin dulu nih. Simpan sini bananini. Simpan sini bananini. Yang mana nih, Mir? Eh, simpan ya simpan sini ya? Simpan sini, jangan simpan sono. Artinya ini dong, simpane. Oh, simpanse. Oke, GG. Ternyata Emir pintar juga cuy. Nomor dua. Nomor nomor satu, Bang. Tapi nomor satu katanya. Satu lagi katanya, Guys. Kata penonton satu lagi Mir coba Mir. Coba [Musik] [Tertawa] Mir, astaga. Kata penonton tadi nomor satu. Kocak. Aku kan ngasih tahu kata penonton. Mir, jangan marah gitu woi. [Musik] Aku mau beli bak. Jangan gitu. Kocak. Oh, nomor dua. Nomor dua, Mir. Nomor dua, Mir. Uh, GG. Nomor dua. Bisa joget enggak di sini, Mir? Bisa joget enggak, Mir? Enggak bisa, ya. Enggak bisa ya? Bisa. Ih, kok bisa sih kamu, Mir? Caranya gimana, Mir? Ketik ini. Ketik apa, Mir? tuh. Oh, dance. Oke, oke, oke. Let’s go. Let’s go. Let’s go, guys. Kita dengarkan suaranya, [Musik] [Tepuk tangan] Guys. Really lila lila. Yang mana nih? Yang mana? Yang mana, Mir? Yang mana mir? Yang tengah. Yang tengah. Yang mana? Ini kayaknya yang tengah. Kata Emir, Guys. Katanya Emir si raja GG. Halo Nazwa. Katanya Emir tengah. Benar enggak, Guys? Benar enggak, kata Emir? Ketiga aja. ketiga aja. Ketiga. Yang ketiga. Yang ketiga atau kedua nih, Mir? Tiga. Oh, yang ketiga coba, Mir. Coba. Coba masuk masuk masuk masuk. Let’s go. Let’s [Musik] go. Uh, GG. Hampir aja Emir sesat guys. Hampir aja Emir sesat ya, adik-adik, ya. Oke, let’s go. Let’s go. Labaka, Saturnus, Saturnita. Labaka, Saturnita, Saturnus. Oke, Labaka, Saturnus, Saturnika. Oke, mulai mulai mulai. Mulit enggak, Mir? Mulai sulit enggak? M kedengaran enggak sih? Kedengaran enggak sih? Saturnus. Saturnus. Saturnus berarti ini ya yang pakai kacamata ya? Itu kacamata namanya. Ini planet apa namanya? Ini planet e planet sapi, Mir. Planet sapi, Mir. Oh, iya planet sapi. Iya. Ini ini ini apa? Ini planet sapi, Mir. Coba yang mana? Oh, ini namanya ban kodok, Mir. Ban kodok artinya yang mana? Ban kodok berarti. Kita tanya dulu nih sama penonton nih. Mana nih yang benar nih? Nomor nomor empat katanya. Empat. Ayo kitaang keempat. Nomor empat kata penonton, guys. Oh, nomor tiga. Nomor tiga katanya Mir. Let’s go Mir. Benarkah nomor tiga? Uh, bener. Kocak. Benar ternyata GG. Bener ya? Penonton GG. Penontonnya GG. Oh my God. Penonton GG banget, adik-adik. Coba dengar lagi nih suaranya nih. Uh, Glorbo. Aku ingat banget ini Glorbo ini. Entar yang mana? Yang mana Glorbo? Yang tengah ya? Yang tengah. Uh, GG. Emir ingatannya masih bagus. [Musik] Oke oke oke oke. Lanjut lanjut lanjut lanjut. Oh my God. Coba lihat Mir. Anak ini GG banget Mir. Coba lihat Mir. Dia keren banget Mir. Coba maju maaju coba. Oh my God. Coba lihat Mir. Coba lihat Mir. Maju, maju, maju maju, maju. Coba. Tuh, tuh tuh tuh tuh tuh tuh. W dia. Aduh, dia ternyata noob. Kocak. Artinya antara dua ini bang satu sama tiga ternyata dia noob. Kocak. Astaga. Kira bagus-bagus outfitnya. Ternyata noob dia, Mir. Bang, halo Bang. Yang mana nih? Yang mana nih? Yang tengah antara satu sama tiga soalnya tadi dua dia mati. Yang tengah katanya, Mir. Yang tengah, Mir. Yang tengah, Mir. Percaya sama tadi barusan dia mati. Oh, berarti nomor satu. Nomor satu, ya. Nomor satu, ya. Coba, coba. Oh, nomor satu. Benar Emir GG lah. Kan abang yang bilang kan. Aku bilang satu atau tiga. Oke, oke. Coba coba coba. Bombomini. Ah, yang mana nih? Bombom bini Guzini. Berarti yang ini kata Emir nih. Coba Mir. Coba Mir. Coba Mir. Yang mana sih? Yang mana sih? Oh my God. Salah ngakunya tadi lebih GG daripada penonton. Gimana sih, Mir? Aku bilangnya penonton GG. Enggak ada aku bilang lebih lebih GG daripada penonton. Mana mana mana nomor dua nomor satu kata Samsung. Ini kita udah tahu ini. Ini kita udah tahu. Garam. Oh berarti yang ini yang tengah Mir. Yang tengah Mir. Let’s go. Wuhu. GG. [Musik] GG adik-adik. Ih, coba lihat nih yang tadi nih ya. Yang tadi nih yang ngaku pintar nih. Yang ngaku pintar nih. Ayo trik trak bab dia. Dia suaranya mirip berber patap pim nih. Ini mirip berber patim nih. Ini nih ya. Ini ya. Coba coba coba masuk suara soalnya suaranya mirip sama barber patapim. [Musik] Abang enggak pandai ya? Katanya aku paling GG di sini. Kocak tuh. GG enggak, Mir? Aku nomor tiga, Mir. Iya. Oke, nih ya, aku dengerin lagi ya suaranya buka. Oh, kalau ini pasti nomor satu, Mir. Aku kan GG, Mir. Ayo, Mir. Percaya, Mir. Coba sebentar, Mir. Sebentar, Mir. Aduh, bentar, Mir. Aku mikir dulu maksudnya. Kocak di awal kamu main masuk dulu. Astaga, Emir main-masuk aja Emir. Bentar, Mir, aku mikir dulu. Aku bilang [Musik] tadi. Aduh GG GG Emir. Emir oh my god dia ngulang dari awal ya Mir? Iya Frigo camelo, Buffo. Frigo caro, Buffo, Cardelo. Yang mana nih, Guys? Yang mana? Kalau mati tiga kali ulang dari awal. Yang mana nih, coy? Frigo, Carmelo, Bupo, pardelo. Yang kiri, yang tengah atau yang tiga nih, Guys. Yang di atas, Bang. Yang tiga. Yang tiga ini mulai sulit Mir, Bang. Yang di atas, Bang. Nomor berapa? Nomor yang di atas apa tuh yang di atas? Kocak nomor lima mana? Kocak. Mir, Mir, Mir, Mir. Bisa sliding orang ini enggak, Mir? Nih dia, dia, dia ini nih. Dia ngikutin aku terus, Mir. Waduh. Gak bisa buffelo. Kamu pentungin aja, Mir. Pentungin aja, Mir. Frigo aku dari awal jauh. Oh, oke. Berarti yang ini Buo Bupo Parelo ada nomor tiga, Bang. Nomor oke nomor tiga, cuy. Uh, benar guys. GG penonton. Let’s go, let’s go, let’s go. Kita dengar lagi nih, Guys. Jirapa celeste, Jirapa celeste. Jirapa celeste, cuy. Yo, let’s go. Let’s go. Jirapa celeste yang mana? Yang yang nomor nomor kah? Nomor satu kah, nomor dua kah, cuy? Nomor dua kah, nomor tiga kah? Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Jirafa celeste. Jirafa celeste yang tengah bang. Yang mana nih? Hai, Bang. Halo juga. Welcome, Bang. Private server? Enggak, enggak, enggak private server yang ini nih. Kocak. Kulkas. Kulkas. Oke, kulkas. Oh, bentar, bentar. Astaga aku ngulang ya. Jirafa enggak ada kulkas. Kocak. Agreste. Oh, yang ini nih. Yang ini nih. Uh, GG, adik-adik. [Musik] Boneka ambalabu. Boneka ambalabu. Oh my God. Kita pakai private server enggak sih, Mir? I e gratis enggak? Coba lihat, coba tengok, Mir. Entar aku coba lihat ini nih. E nyebelin nih si ini nih. Si Habis ambabu ikutin yo. Iya. Coba coba. Boneka ambalabu. Boneka ambalabu. Oh my God. Boneka ambalabu yang mana nih, Guys? Yang nomor tiga. Nomor tiga. Oh, bayar 25. Oh, 25. Bentar, bentar, bentar. Bayar 25 ya? Bentar bentar. Eh tapi dia ngikutin yang ini nih bocil-bocilnya nih ngikutin gangster Futera kriminalera. Astaga gangster Purtola formalela. Bang udah absen gak? Belum gelam. Halo Neymar. Halo Reina. Halo Rakazan. Bentar aku lihat game ini dulu ya. Astaga aku bentar Mir aku beli server dulu ya Mir ya. Gatu. Oke, aku e beli server dulu ya biar tambah GG kita. Mir set beli. Iya nih aku buat server dulu nih. Kostumisasi hanya teman ya Mir ya. Hanya teman ya Mir ya. Friends. E coba friends only ya. Friends only ya. Friends allowed. Oke, itu eh teman diizinkan katanya [Musik] Mir. Oke, let’s go. Let’s go. Iya, coba aku join ya. Bentar bentar bentar. Coba nih aku coba nih ya. Bisa enggak? Bisa enggak? Mana? Mana serverku tadi? Entar coba. Mana join coba? Bukannya udah tadi ya? Astaga kok hilang serverku Mir Refresh. Refresh. Coba kan ada tulisan ini apa? Oh ada ada ada. Nah kan. Let’s go Mir private dulu enggak sih? Astaga kok aku enggak bisa join serverku sendiri? Kocak. Udah ini belum? Apa namanya? Apa namanya? Join kan bergabung kan? Emang Indo ya, Bang? Ya entar dulu aku konfigurasi dulu enggak sih? Tebak brand konfonig dulu. Oke, udah udah ini allowing. Allow joining. Coba entar aku Indo dulu deh. Aku ke Indo. Bentar bentar bentar guys. Kita beli server dulu enggak sih? Halo Dea Puspitaani. Oke, jangan friend only. Tini Prihatini jangan friend only katanya. Lah, mana ada teman diizinkan. Izinkan bergabung. Udah aku izinkan bergabung. Tuh. Oke, ini ya. Coba bentar guys. Nih, kita udah beli server tuh coy. Beli server pribadi tuh cuy. Let’s go. Udah bisa. Bisa dong. GG bener. GG enggak, cuy? GG enggak, cuy? GG. Oh my God. Di sini enggak ada yang ganggu, Mir. Ayo, ayo. Let’s go. Let’s go. Yang mau gabung boleh, yang mau gabung boleh, cuy. Gak bolehlah nanti ngikutin. Oh my God nih aku pintar banget nih. Tripi tropi trapa tripa. Oh my god. GG. GG. Gigi balerina bisa. Balerinaucina. Ayo aku tungguin kamu Mir. Mi balerinaucina. Tung tung tung tung tung tung tung sahur. Tung tung tung tung tung tung sahur. Tungung tung tung tung tung tung sahur. Yang mana nih Mir? Astaga Mir. Lama bener Mir. Mana tungtung tung sahur. Nah yang ini kocak. Inilah. Oh bukan. Ayo, ayo, ayo. Let’s go, let’s go. Berber patapim ini. Aku tahu. Oh my god, ternyata Emir GG, guys. Emir GG. Let’s go. Let’s go. Tuh, bombardino krokodilo pasti ini. Oh my God. GG, Mir. Kok kamu tahu sih, Mir? Apal. Cappuccino assassino yo. Cappuccino assasino. Yang mana mir? Yang mana, Mir? Aduh. Duuh kan tuh kan lupa. Tuh kan lupa. Bentar deh aku tanya penonton dulu deh. Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, cuy? Yang mana? Yang mana nih, adik-adik? Yang mana? Cappuccina assasina. Cappuccino as cappuccino assasino. Bang, pasti bisa menang katanya. Oke, let’s go. Oke, kita bersama Emir di sini nih. Si raja Brainroad katanya. Coba Mir jawab Miras. Coba Mir masuk Mir. Nomor satu bang katanya. Uh, gigi. Ah, ini kan tadi udah simpanini bananini. Oke, simpan sini banan ini. GG Mir. Let’s go, let’s go. Yang mana nih sih lilila? Soalnya kayak di gurun gitu loh lagunya. Oh, Liri lila lila. Kayak ada gurun gitu ya. Hmm. Katanya nomor dua nih si Emir nih. Cobain. Bentar bentar kita tanya dulu nih yang mana nih teman-teman? Yang mana? Yang kiri Bang. Yang kiri. Kiri mah bombini gusini. Oh bombini guzini yang kiri ya. Iya gak sih? Ini sih yang yang kiri kanan kanan, Bang. Bang aku enggak ikut ya. Aku tiga kanan, Bang. Oh, yang tiga yang tiga. Let’s go, let’s go, let’s go. Tiga katanya. GG, cuk. Penonton GG. Nah, ini tadi di sini apa? Bentar, bentar. Labaka Saturno Saturnika. Labaka Saturno Saturnika. Yang mana guys? Jangan gitu lu salah lu. Tuh, tuh tuh. Jangan, jangan salah-salah katanya Mir. Coba, Mir. Kayaknya nih nomor satu deh, Mir. Tadi kan. Ah, coba coba coba coba cobalah cobalah. Nomor satu nih. Aku percaya sama aku dari tadi udah nyoba. Coba sekarang Abang yang nyoba. Aku kayaknya coba nomor tiga aja deh. Beh, tuh tahu. [Tertawa] Aduh. Oke, lanjut lanjut lanjut. Glorb. Gelorbo, Gelorbo Putro Dilo yang mana ini? Kayaknya aku yakin ini pasti nomor TIG, Mir. Kamu yakin nomor berapa, Mir? Nomor satu, Mir. Satu. Oke, aku nomor tiga. Kamu nomor satu, Mir. Terus kita lihat nih penonton nih. Yang mana nih penonton nomor tiga juga katanya. Ayo, Mir. Nomor T Mir gak percaya nomor berapa guys? Tengah, tengah, tengah, tengah, tengah. Oh, berarti tengah, tengah, tengah, tengah. Let’s go. Uh, GG. Ternyata penonton bisa juga ya, Guys, ya. Ternyata aku salah, Guys. Ternyata penonton juga pintar-pintar ya, Guys, ya. Aku juga salah tadi. Coba coba, coba. Ini enggak ada suara kan? Bri bri bikus dik. Hm. Mulai sulit nih, Mir. Mulai sulit nih. Penonton juga kayaknya enggak bisa nih, Mir. Breu dia bilang ini. Beri yang mana nih? Yang mana nih? Kata penonton nih. Yang mana ni? Ini dua sama ini. Ini dua sama ini. Bik ini kok dua sama sih? Eh, itu ada Saturn Saturno. Saturnirta lihat tuh. Oh, iya ya. Coba coba coba coba coba coba masuk masuk. Eh, enggak enggak enggak gak enggak enggak enggak. Astaga. Nomor tiga. Tapi itu ada Saturnus tuh, Bang. Saturnus. Ini nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Nomor dua. Percaya Mir nomor dua. Iya iya iya. Coba masuk aja. Nom ini Frigo kamelo bukan? Itu berb tuh. Coba kamu tanya aku deh. Kamu [Musik] inya ini yang benar itu satu Mir. Astaga GG banget. Bombom bini sini. Ini bombom. Oke, yakin ya? Let’s go. Oh, GG ternyata Emir, guys. Let’s go, adik-adik. Ini kayak berber trik trak balabum ini trik trak barabum. Kok ada yang bisa join ya di server aku ya, Mir? Ya teman teman Okiku bukan. Oh iya iya kayaknya ya. Trik trak barabom ilmum. Trik trak barabom. Trik trak barabom yang mana ya? Trik trak barabum. Trik trak barabom ilmantarum room. Mana ya? Ini kayaknya tapi ini gabungan nih. Barabum truk truck barabum. Iya kayaknya Mir ya. Bentar guys kita tanya ini dulu deh. Yang mana nih kata penonton nih adik-adik kata penonton yang mana? 3.000 like enggak sih? 3.000 like enggak sih? Ada balapu ada nomor tiga, Bang. Nomor tiga. Nomor tiga kah? Benar kah? Nomor tig Mir katanya nomor tig Mir. Coba Mir. Uh. Uh. GG GG penontonnya cuy. Ini baru Frigo buffel. Bentar bentar bentar bentar. Frigo Carmelo kita tunggu kata penonton nih yang mana nih. Aku yakin enggak mau tahu. Aku gak mau tahu. Astaga benar ya Mir ya benar ya Mir? Oh my God ternyata benar. Kocak. Jirafa celeste. Aduh jirafa. Jirafa. Jirapa celeste yang tengah lah. Mir. Astaga. GG banget enggak? GG banget enggak? GG. Wah, ini motor orang coba. Boneka amb Oh my God. Boneka ambal labu. Oke, Mir. Aduh, ini susah. Coba, coba, coba. Awas, awas, awas. Tidak ada yang susah bagi aku, Mir. Awas, Mir. Gangster futer kriminalera. Oh my God. Kalau gangster yang ini, Mir. Bentarentar bentar bentar bentar bentar. Gangster futera kriminalera. Oh iya, yang ini nih gangster nih. Ayo, ayo, let’s go, let’s go. Ayo, let’s go. Mir, masuk, masuk, Mir. Astaga kocak gak percaya dia guys. Gangster yang nomor satu woi. Gengster yang nomor satu. [Tertawa] Kocak. Gangster nomor satu tuh. Bener Mir nomor satu gangster. Coba lihat tuh banyak tuh ininya tuh yang bilang penonton nomor satu. Yang mana, Mir? Astaga kamu nomor satu, aku nomor dua aja deh, Mir. Tuh. [Musik] Aduh kocak kocak. Oh my God. Emir Emir hampir aja. Oke hampir aja ya. Uh ini mah gampang. Coba coba coba garam mararam raraman mararaman dan madu duung perkuntung GG adik-adik. Oke, kita dulu lagi. Udin dinin dindun madin. Gampang lagi kata Emir, guys. Oke, let’s go. GG. GG. GG. Waduh, nanas. Oh, enggak. Ananito giraffini. Ananito giraffini. Oke, kita balapan nih, Mir, ya. Sekarang ni kita serius ananito. Jirf. Oke, ananito jiraf ini. Oke, let’s go. Uh, GG. Oke, kita percepat, Mir. Kita percepat, Mir. Oh my god. Ini yang mana, Guys? Yang mana? Bandit traktorito. Ini yang mana ya? Ini mana? Yang tengah. Oh, yang tengah, guys. Yang tengah kata Emir. Oh, GG bener, Emir. Tigrilini watermelini. Tigrilini watermelini. Yang mana nih? The Grillini Watermelini. Yang mana nih? Yang mana nih? Yang nomor tiga, Mir. Nomor tiga, Mir. Let’s go. Uh, GG. Wow. Tuh kan mulai sulit kan. Stroberi. Sem. Elefantini. Stroberini. Elefantini. Strawberini. Hm. Yang mana nih, Mir? Tuh, tuh, tuh. Elefantini strawberryini nih. Yang mana? Yang mana? Yang mana? Nomor tiga, Bang. Nomor tiga katanya. Nomor tiga kata Helda. Nomor dua kata Anik. Nomor Aska. Nomor tiga. Nomor tiga katanya kocak ini kah nomor tiga katanya. Woi, nomor tiga katanya. Ini nomor tiga atau enggak nomor satu? Kamu pilih mana, Mir? Ini nomor tiga atau nomor satu? Yang mana, Mir? Aku sih aku sih yang tengah. Dua, nah kan. [Tertawa] Biniini. Oh, Bob berini sini mah gampang. Kocak tuh kata penonton nomor tiga. Cepetan Mir. Gas kepal lu gasitsukini. Oh my god. GG adik-adik. Nahuluadustus. Oke. GG. GG Mir. Aku aku ikutin kamu deh Mir. Katanya kamu kan raja ini deh Mir. Ih ini gampang banget. Bentar bentar berh patium. Oh my God. Ini kesukaan aku nih, Mir. Ber, ini pas puasa enak banget loh. Ini pas puasa enak banget loh. Ini pas puasa enak loh. Es teh pati. Oh my God. Pas puasa enak ini. Pas puasa enak ini. Oke. GG. Gg. Let’s go. Let’s go. Oke. Oke. Wah, udah susah nih. Udah susah cuy. Tripa tropa tralala liri-lira tungtung. Oke. Pik setengah Mir. Pik setengah anak ini adik-adik. Oh, enggak dia ada tungtungnya setengah. Kocak. Percaya aja sama aku. Tuh nih nih nih. Dengar nih. Tripa kalau tripa tropa itu yang tengah nih. Entar dulu dengar dulu nih. Dengar dulu nih. Awas awas awas. Aku pengen [Musik] pencet nih. Tripi tropa liri lira tralala tralala tungtung sahut jaga bunga ini [Musik] aduh guys sudah mulai susah udah mulai susah emir dibohongin guys. Udah mulai GG dia. Ya anali Babel Anpali Babel. Oke, Mir pelan-pelan, Mir. Oke, Anpali Babel apa? Pelan-pelan pelan-pelan. Enggak bukan apa? Spioniro golobo. Yang mana nih spioniro golobiro guys? Aduh, Bang yang pasti bukan. Yang pasti bukan ini soalnya ini ketupat. Mana nih nomor satu, Bang? Tiga. Ketupat. Oh, berarti nomor dua atau enggak nomor tiga ya? Eh, dua kalau enggak satu. Oh, dua atau enggak satu ya. Oke, let’s go Mir nomor satu Mir. Uh, GG tuh kan kamu harus percaya sama aku Mir karena aku GG. Oke, kamu janji ya percaya sama aku ya. Ingat ini ini frully fral ini aku nih. Ingat banget ini aku ini. B kocak Emir kamu harus nungguin aku Mir. Kamu harus percaya sama Okiku si raja apa Mir? Raja Brainroad. Mir. Raja Brain Road. Otaknya udah kena udah kena ini busukan. Oke. Tuh kan nomor TIG Mir percaya Mir. Nomor T entar aku dengar dulu. Oh iya K I nomor tiga. Nomor [Musik] tiga. Aduh Guys. Benar enggak tadi Mir nomor tig Mir? Benar enggak Mir? Benar enggak, Mir? Nomor 3, [Musik] Mir? Aduh, benar enggak nomor tiga? Astaga, Emir jadi pendiam, Guys. Oh my God. Ini kalau sekali lagi ku mati aku dari awal. Oh, gitu. Astaga. Ikaktuot nomor dua. Nomor satu. Nomor satu. Kocak. Emir Emir. Aduh emang GG si Emir guys. Guys Mir mana kamu Mir? Astaga dia meninggoy guys. Balik ke awal. Astaga Emir meninggo ya adik-adik. Spioniro golo. Bagaimanakah spionoro gol biro? Mir aku tak tahu lagi. Oke aku percepat dulu ya. Spion robilo yang ini Alesio. Oh, Alesio yang mana nih, adik-adik ya? Alesio. Oh my God. Alesio. Aku lupa. Alesio. Kamu kamu ingat enggak Alessio yang mana, Mir? Alesio gak ingat. Astaga. Emir Emir yang ini dong, [Musik] Mir. Oke, let’s go. Kita tamatin dulu ya, Guys, ya. Kita tamatin dulu. Zizone, Zanzarone. Oke, Zizat Zone, Zaranzone. Oh my God, aku ternyata GG banget, cuy. Oke, oke. Oh my God. Ini mulai sulit nih. Mulai sulit nih. Aku gak tahu nih yang ini nih, Guys. Coba nih. Ini yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Ini yang mana nih, adik-adik? Yang mana nih? Pasti kalian gak tahu nih yang ini. [Musik] Yang mana, cuy? Oh my God. Tahu ggak nih yang ini nih? Yabitab yang kucing bang. Yang kucing nomor tiga. Nomor tiga. Oke cob. Coba. Oh my god. GG banget adik-adik. Oke. Oke. Ini lanjutlanjut level mimpi buruk ya. Mulai sulit gak tuh? Mulai sulit gak tuh? Yang ini yang mana nih, Guys? Yang ini yang mana nih, Guys? Oh my god. Yang berapa? Yang tiga. Yang tiga. Yang tiga satu, Bang. Yang nomor tiga, Bang. Nomor berapa nih, cuy? Nomor dua kah? Nomor dua. Nomor dua. Nenek, Bang. Nenek Bang. Nomor satu, Bang. Oke, coba kita nomor satu ya, Guys, ya. Oh my God. Yang bilang nenek sesat. Kocak. Yang bilang nomor satu sesat, adik-adik. Oke, lanjut lanjut lanjut. Oh my God, Markus, sitzt in einem bus. Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, cuy? Yang mana nih, cuy? Oh my God. Kalian pasti enggak tahu, [Musik] ya. Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Yang mana nih, Guys? Yang satu, Bang. Nomor tiga, Bang. Oke, nomor tiga. Nomor tiga. Uh, GG banget kalian, Guys. Astaga, yang ini nih nomor empat, Bang. Nomor empat, Bang. Enggak ada nomor empat. Kocak. Oh, ya udah. Nomor L, Bang. Nomor L. Astaga rusuh si Emir, ya. Nomor 6, Guys. Yang mana nih? Nomor nomor T. Nomor T katanya. Astaga kamu juga gak tahu pasti nih Mir yang ini Mir apa namanya? Noh dengar no anur enurp enurpoodleudel tuh kan kamu gak tahu kan kata emir nomor dua kocak sesat banget nomor dua guys nomor nomor empat guys nomor empat bukan sesat picione marrone brutone oke gg adik-adik delfinator moto delfinator moto kultivator gg adik-adik Muka bananuka. Muka bananuka. Oke, GG. Ternyata aku mulai ingat, Guys. Ingatanku kembali. Ingatanku kembali. Oh my God. Ingatanku kembali. Br zeller. Oh my God. Kita sudah melewati semuanya dan GG teman-teman semua. GG enggak sih? Langsung saja. Aku mau absen, Teman-teman. Ada aku. Oke. Ada Emir Ganteng, ada Nopi, ada Rossi, ada Anik, ada Adinda, ada Juraidan, ada Rayan, ada Robi, ada Rahma, ada Putri Zaina, ada Kropi, ada Yunia, ada Wisnu, ada Gunawan Rizki, ada Niki, ada Naka, ada Nuku, ada Anik, ada Bombardilo, ada Zaza, ada Basir, ada Busur, ada Bisir, ada Bosor, ada Yaranka, ada Andi, ada Ataslila, ada Kalea, ada Adiba, ada Kevin, ada Silia, Ada ee bocil FF, ada Chicken, ada Siro, ada Alfaro, ada Wahyu, ada Kahva, ada Yovra, ada Mala, ada Halo, ada Umbrella, ada Diari, ada Darkness, ada Indira, ada Humaira, ada Arthur, ada Mama. Aduh guys sampai sakit guys tenggorokanku guys, minum. Ada Umar, ada Jason, ada Caya. Oke W ini guys ya kita mau ini dulu guys, istirahat dulu enggak sih? Nanti aku mau live lagi deh buat kalian. Aku bakalan live lagi, Teman-teman. Let’s go. Jangan nanti ototnya makin busuk, Guys. Sampai jangan sampai lupa, ya, Guys, ya. Langsung saja klik tombol subscribe di atas biar kalian enggak ketinggalan live aku setiap harinya. Oke, thank you guys and bye byye. Bye byye. Subscribe, guys. Oh my God. Oh, tadi 5.000 yang nonton, Bang. Bentar, bentar, bentar bentar.
“Petualangan Epik di Roblox! 🔥 Livestream Seru bersama okiku chanel!”
Deskripsi:
🎮 Halo teman-teman, siap untuk petualangan seru di dunia Roblox? Kali ini, kita bakal menjelajahi berbagai game keren, dari obby yang penuh tantangan, simulator yang seru, hingga roleplay yang bikin ngakak! Jangan lupa bawa cemilan dan siapkan mood seru kalian karena livestream ini dijamin gak bakal ngebosenin!
💬 Chat aktif dan aku bakal baca komentar kalian, jadi jangan ragu untuk kasih saran game atau tantangan seru di Roblox! Yuk, kita buat livestream ini jadi epik bareng-bareng!
🔔 Jangan lupa subscribe dan nyalain loncengnya biar gak ketinggalan petualangan seru lainnya dari okiku chanel!. Let’s gooo! 🚀
Sumber: http://incompetech.com/music/royalty-free/index.html?isrc=USUAN1300034
Artis: http://incompetech.com/
Musik Taken from the channel: Power Music Factory