Tanjakan Udin din Din din Madin Din dun 🤣 Sakura school simulator

Wah, hari ini kan aku mau ajak Yuta dan Mio pergi ke tempat bermain. Ayo, N. Aku mau jemput mereka berdua dulu deh. Heh, ini apa? Wah, tung tung tungung tungung tung tunggu. Aduh, bagaimana? Aku mau lewat. Wah, ini kan Udin din dundun. Waduh, bagaimana ini? Aku mau lewat. Wah, besar sekali. Aduh, untuk pergi ke tempat bermain harus lewat sini, tapi dijaga oleh Udin, Dinin, dan Dindunin, Dindun. Din, wah, wah. Baiklah. Ayo, ayo, ayo. Aku mau jemput Yuta dan Miu dulu. Kakak, adik, kenapa? Sini, Kak. Ada ada anomali Udinun. Ada, bener loh. Ada, Kak. Adik, Papa pasti bohong. Kakak enggak percaya. Adik percaya enggak? Percayalah. Oh, ayo dulu. Ayo. Yuk ikut ikut ikut. Di sana Papa mau ajak kalian bermain di taman bermain. Tapi Papa melihat ada Udin dindun naik sekarang. Kita lihat bersama. Hmm. Itu apa di sana? Itu ma yang palsunya. Waduh. Tapi dia asli loh, lihat dia pakai sepatu. Dia pakai sepatu loh. Udin dan dindin dun dun dun. Apa coba kamu bicara? Udin dinunin dindun. Tapi kenapa dia bersedih? Dia kayak mau menangis nih. Iya, soalnya temanku yang si eh Asep serepet itu dia lagi tunjuk aku. Wah, dia lagi tunjuk kamu. Ya udah, gimana? Kami boleh lewat enggak? Boleh. Tapi kalau kalian lewat harus berhasil. Iya, kalau enggak berhasil nanti aku makan biar jadi jeruk. Oh, jangan, jangan. Baiklah. Adik naik aja, Dik. Nanti kita coba. Takut. Jangan takutlah. Kita geser dulu mobil kita. Madin dindun. Waduh. Dindingin dindun. Madin dindun. Ayo. Eh, kok dia nangis ya? Pa. Enggak tahu. Papa yang buat itu. Enggak tahu. Kayaknya kayak Cina deh. Wow, berhasil. Wah. Ah, gila keren banget coy. Oke, kita siapa yang buat? Siapa yang tahu? Siapa yang mau itu mainan kita, Pak? Oh, iya. Kenapa dia jadi besar seperti itu, ya? Kan dia kan kami punya banyak mainan anomali, Pak. Terus dia sering menjadi besar. Aku takut. Kita coba lagi, ya. Ada juga raksasa kan, Pak? Dia iya, dia raksasa. Jeruk jeruk binaraga. Kamu tahu apa itu binaraga? Seorang Iya, seorang yang ee punya otot yang besar. Oke. Oke. Kita coba. Ah, gila. Kita coba lagi. Bisa pinjam. Eh, Udin dan Din dun. Udin dan dindun. Wah, aku takut. Takut. Oke, takut. Tenang, tenang. Aman. Percobaan pertama aman dengan mobil Lamborghini. Kali ini kita mau coba dengan mobil biru tadi ya. Iya. Tadi berdiri. Oh. Awas awas awas awas awas. Kita ganti mobil yang biru kita punya itu. Iya, kita pakai mobil biru sekarang. Tiding ting ting. Udinindun. Gila. Ini mobil juga kayak warna Udin dindun ya. Iya. Dia suka warna itu. Warna orange ya. Iya. Jeruk gitu. Kalian harus ganti mobil itu menjadi warna orange. Ya udah deh. Baiklah Udin Dun. Ayo. Iya. Soalnya dia naik dulu manusia dan dia suka sekali makan jeruk sampai dia menjadi gitu. Dikutuk oleh Mbah siapa? Mbah Mbah Jeri. Mbah Mbah Jeri. Jeruk. Mbah Jeruk. Empo jero. Empo Jero. Katanya makan itu bisa berotot. Terus dia coba kan. dan dia makan. Lalu dia dia dikutuk oleh empuk jeruk. Empu jeruk cukuruku. Empu jeruk. Oke, sekarang kita sudah ganti warna orange ya. Oke, kita sudah ganti warnanya menjadi warna. Semoga mobil yang kedua ini berhasil ya. Oh, sudah pasti berhasil, Kak. Kalau enggak berhasil nanti Udin Udinnya akan makan eh akan mengutuk kita menjadi Oke. Udin Dindin dan Dindin. Wow. Tapi belum sempurna. Aduh. Ya udah sekarang kita ganti mobil ya. Iya. Mobil Pak Guru. Ya udah Pak Guru aja. Karena hati-hati Pak gurunya juga mantan anomali. Woi. Hah? Iya. Jadi anomali Pak Guru. Mantan anomali bapak gurunya. Oh iya. Dia namanya apa? Anomali Bapak Guru. Anomali guguru. Kukuruku. Woi mobilku. Wah. Anomalinya gini. Bapak Gu gu gu ruru. Begitu kan? Gugur guurugu. Oke sekarang mobil cocok jadi orange. Bukan yang ayam pak tapi yang cukur cuuku. Bukan, papa. Yang apa dong? Yang burung. Yang burung guru guru. Guru guru-guru gitu kan. Bukan kabur. Eh, jangan kabur dong. Oke, sekarang ya. Oke. An balik guru. 1 2 T ng Oke, yes. Papang. Ayah kita masih gagal. Lagi, lagi, lagi, lagi, lagi. Hei, cepat kalian. Iya, iya, iya. Udinun Udin dun, dun, gitu. Oke, one, two, th, go. Udin dan dun dun. Coba tebak anomali pertama yang muncul siah. Iya. Kenapa? Coba pakai tebak anomali yang pertama dan kedua. Yang pertama C bombordilo krokodilo. Salah. Sekali lagi. Anomali kedua apa? Bombom mini gusi. Ini salah. Anomali pertama tungtung sahur. Anomali kedua garam dan madu yang sudah menjadi tua. Oke garam dan madu itu mempunyai kandungan racun. Ya ampun. Jadi kalau orang memakannya dan bombardilo, krokodilo takut sama eh eh siapa? Tungtung sahur, berberat tabim dan ee garam dan madu dan udin jeruk. Udindin dindin kan kan dia kan tukar karena mereka mempunyai ee kandungan-kandungan. Hm. Papa pah itu kan di orange kancinoatina kan punya ceweknya yang pakai. Ha iya satu capucino assasino bukan Udin dan dendun karena cappuccino assasino itu mempunyai pedang katana. Dia mau pedang buka dong atasnya dia mau pedang balina kapucina. Dia pernah ee dia pernah mukul balerina apa Kapucina pakai katana gara-gara mm tungtung sahur salengk balerina kucina soalnya kan dia cantik. Iya. Ayo satu spesialnya si Nyola pacaran sama cappuccino. Dua tiga. Wah. Ih, Bapak itu kok dia udah di situ ya? Enggak tahu juga. Awas. Uh. W berhasil. Yeay. Oke, mari kita coba dengan mobil yang terakhir. Iya. Ayo. Ya, kita coba dengan mobil yang terakhir ya. Iya. Mobil apa yang terakhir? Kita akan coba mobil em cyber troop. Cyber troop. Iya. Aku kau mendengar nyanyianku di sini. Sedikit demi sedikit engkau akan [Musik] teman karena harus men. Asik anakku. Ayo sekarang mobil Cyber truck ya. Oke kita ganti warna orange ya kita. Iya kita lihat gimana ya jadinya warna orange. Papa udah lihat enggak mobil ini diganti warna orange? Ya ampun. Belum kan? Belum. Takutnya. [Musik] Ayo let’s go. Let’s go. Color C iya i set. tancap kita tancap kita akan tancap suncreen sedikit kan demi sedikit engkau pah oke satu dua t eh petinyola lagi pegang pegang yuhu Ye. Iya. Kenapa? Eh, nanti nyala pegang pentil begini. Oh, iya. Yeay, kita berhasilah.