KETIKA #miketyson HAUS AKAN #kemenangan #boxing

Cornerman ini bahkan tak sadar betapa bahayanya situasi yang dia lakukan saat ia naik ke atas ring dan mulai mengejek dan menantang Mike Tyson. Waktu itu tahun 1986, raja Akao sedang muncul di atas ring dan raja itu bernama Mike Tyson. [Tepuk tangan] Di usianya yang baru 20 tahun, Tyson sudah jadi mesin penghancur. Menerobos divisi kelas berat seperti predator yang haus akan kemenangan. [Musik] Di hadapannya berdiri Jos Balta, petinju jangkung nantangguh yang percaya bahwa dia bisa bertahan menghadapi raja ko itu. Tapi percaya saja tak cukup. Begitu belell pertama berbunyi, Tyson langsung menyerang seperti binatang buas. Ia seperti sedang mengamuk, menghindar dan melesatkan pukulan sekeras palu godam. Ribalta harus diakui mempunyai nyal besar. Dia menerima pukulan keras bertubi-tubi dari Mike Tyson dan mampu untuk tetap berdiri, menolak untuk menyerah. Namun, Tyson seperti kuli bangunan yang sedang dikejar waktu oleh pemborongnya. Setiap ronde ia terus berusaha menghancurkan ribalta memukul dengan apcut yang mengangkat tubuh lawannya dari lantai. Dan hook yang membuat penonton terpanah. Penonton di arena bisa merasakan akhir pertarungan semakin dekat seperti kereta yang melaju kencang ke arah tembok yang rapuh. Di reonde ke-10, Tyson akhirnya melontarkan pukulan penutup yang mematikan. [Tepuk tangan] Tyson bukan sekedar menang. Dia mengirim pesan ke seluruh divisi kelas berat bahwa sang raja KO sedang haus kemenangan. Dan era Tyson baru saja dimulai. Okay.