Gaduh Ijazah Palsu Jokowi, Fitnah Atau Fakta? | Prime Plus
Diterpa isu dugaan ijazah palsu. Presiden ketujuh Republik Indonesia Joko Widodo tak tinggal diam. Jokowi melawan dan melaporkan sejumlah orang ke pihak kepolisian. Betulkah gaduh ini hanya soal pembuktian fakta atau sensasi belaka ke mana bola panas gaduh ijazah Jokowi akan bergulir? Kita akan bahas bersama sejumlah narasumber malam hari ini sudah hadir bersama kami Mas Roy Suryo terlapor dan juga kita kenal sebagai pakar telematika. Terima kasih sudah hadir Mas. Sama. Terima kasih, Mbak Vira. Apa kabar? Oke, apa kabar? Alhamdulillah sehat selalu dan juga sudah hadir bersama kami Bang Rifai Kusuma kuasa hukum Pak Jokowi. Bang Rifai terima kasih sudah hadir bersama juga dan juga sudah hadir Pak Abdul Fikar, pakar hukum pidana Universitas Trisakti. Pak Fikar apa kabar? Baik, selamat malam. Baik. Dan juga sudah hadir Mas Nurul Fatah, penggamat politik dari Politika Research and Consulting ERC. Mas Fatta, apa kabar? Kabar baik, Bu Viira. Oke. Batiknya mirip-mirip dengan Pak Jokowi di belakang. Berarti berarti pendukung berarti memang ambil ambil momen, Pak. Oh, baikbaik. Politik itu semua soal momentum, ya. Nah, berbicara mengenai momentum, saya mau nanya ke Mas Roy nih. Kenapa momennya sekarang? Karena ini kan kasus tentang ijazah palsu. Ini sudah ramai ya, tapi baru ramai sekali ketika Pak Jokowi sudah tidak lagi menjadi presiden. Gini, ee sekarang atau tidak tuh ya enggak ada yang menentukan itu adalah memang keniscayaan waktu saja. Bisa karena teknologi, bisa. Jadi dulu teknologi dulu tidak memungkinkan untuk melakukan analisis seperti sekarang. Ya, teknologinya sekarang memungkinkan. waktu kalau tadi dikatakan apakah dulu mungkin Pak Jokowi masih jabat tapi juga enggak juga karena beberapa kebetulan itu juga muncul kan sekarang misalnya terakhir ada sosok Pak Kasmojo yang dulu tahun 2017 beliau mungkin masih he gitu aja senyum-senyum aja terakhir mungkin karena sudah berpikir ah harus jujur nih ya gitu ya 75 tahun beliau usianya kemarin beliau mengatakan yang penting itu adalah kejujuran nah malah beliau ngakui Saya bukan dosen pembimbing skripsinya gitu loh. Dan dulu saya masih asdos, asisten dosen. Oke. Oke. Pertanyaan publik kan awalnya itu ijazah kemudian geser sekarang ke skripsi. Iya. Sebenarnya itu saling terkait sih itu menurut Mas Roy itu menjadi salah satu Iya. Itu yang enggak terpisahkan satu kesatuan yang terpisah. Tidak mungkin ada ijazah yang terbit ya tanpa sebuah skripsi yang benar. Ibaratnya telur sama ayam ya. Kalau telurnya cakep ya ee skripsinya bagus ya itu akan terbit juga nanti akan menetas menjadi ayam yang bagus ya. Ini skripsinya bagus akan terbit ijazah yang benar gitu. Tapi kalau kemudian skripsi ini juga tidak akan ada tanpa dosen pembimbing skripsi atau dosen pembimbing akademik DUGEM itu ada dua memang gitu. Tapi kalau dua-duanya pun akhirnya tidak mungkin ee jadi dengan dicocokkan dengan Pak Kasmujo yang tahun 2017 dulu itu dianggap ya beliau diaku sebagai Pak Jokowi waktu itu ketika datang ke kampus UGM dianggap ini loh dosen pembimbing saya gitu. Beliau memang enggak mengatakan dosen pembimbing skripsi waktu itu. Tetapi kalimatnya kalau itu dinilai betul oleh seorang ahli bahasa ya jelas betul ee jadi beliau itu galak ya bolakbalik bolakbalik. Terima kasih Pak Kasmuco. Berkat bimbingan Anda, saya bisa menyelesaikan skripsi saya. Oke. Jadi dengan sejumlah fakta-fakta versi dari Roy Surio Anda meyakini versi saya. Iya. Versi saya dan versi insyaallah versi ilmu pengetahuan. Oke. Ijazahnya diragukan atau bahkan saya sempat mengatakan kalau skripsinya sih 99,9% palsu ya gitu kan. Karena karena enggak mungkin skripsi kayak gitu itu memungkinkan. Tapi skripsi itu tadi, kalau skripsinya enggak clear, ijazahnya juga tidak mungkin. Jadi, tapi yang menarik gini, ee kemudian setelah kita tengah-tengah ribut ini kan muncul tanggal 1 April tuh nanti ada ya gitu ee apa postingan dari seseorang namanya Dian Sandi. Oke. Sambil di kita tampilkan ya. Heeh. Jadi itu adalah seorang kader salah satu partai ya gitu. Dan dia mengatakan asli dan kemarin baru sehari semalam yang lalu di salah satu TV ketemu dengan saya. Sekali lagi saya pastikan Mas, Anda yang ini asli atau gak asli? Ya sudah dia mengatakan begitu perkara. Anda meyakini ini asli juga karena yang bersangkutan mengatakan asli. Asli dan sama dengan yang dulu sempat dipublish oleh ee Dekan Fakultas ee Kehutanan UGM ee di kampus Universitas Gajah Mada. Oke, Mas Rifai. Ini adalah foto yang asli kuasa hukum meyakini ini atau seperti apa? Oke, Mbak. Jadi apa yang ditampil ini i di belakang e ini adalah justru menjadi bahan pokok penyelidikan di Polda Metro ya. Karena itu saya tidak akan berkomentar terkait ini. Biarlah penyelidikan yang akan memproses itu lebih lanjut. Cuma kami memang melihat ini salah satu objek rekayasa teknologi yang dilakukan oleh pihak-pihak tertentu dalam rangka pada akhirnya menyatakan ijazah Pak Jokowi itu palsu. He. Jadi lebih kurang ini objeknya betul. Tapi apakah ini asli tidak? Biarkan nanti penyelidikan yang akan membahas. Oke. Keyakinan Anda rekayasa teknologi itu ya lebih kurang dari tampilan yang ada kita saksikan bersama ya di ee berbagai sosial media dilakukan pemotongan-pemotongan sehingga tidak utuh. Lalu diadu dengan sebuah aplikasi lalu dinyatakan misalnya ini sebagai ijazahnya sepupu Pak Jokowi gitu ya. Apakah itu semua bisa dipertanggungjawaban? Nanti kita lihat dalam penyelidikan. Tapi dari kami inilah salah satu yang kami laporkan di penyelidikan Polda Metro itu Mbak. Oke. Ramai-ramai ini sama pertanyaan saya tadi kayak ke Mas Roy begitu Pak. Ini kan sudah ramai dibincangkan pada saat Pak Jokowi masih menjabat sebagai presiden. Tapi saat itu tidak ada langkah hukum. Tapi kali ini Pak Jokowi sampai melaporkan ke Polda Mitro Jaya mengapa. Oke. Jadi kebetulan kami sudah ditugaskan sejak 2 tahun yang lalu. Tugas ke kami itu tidak lain hanya menghadapi gugatan dari teman-teman TPUA termasuk Bangri dan kawan-kawan. Jadi kami hanya apa menghadapi gugatan dan saat itu juga kami sebagai hukum sebenarnya sudah memberikan satu opsi bisa dilakukan gugat balik atau rekonvensi atau lakukan pidana. Pak Jokowi secara tegas menyatakan sudah ee hadapi saja to kebenaran adalah kebenaran. Nah sampai ini selesai perkara ining kerah. Kami pikir juga sudah tenang, Pak Vira. Tahu-tahu setelah beberapa bulan beliau lengser tepatnya akhir tahun ya tahun kemarin teman-teman TPUA membuat laporan pidana di Bares Krim. Kami masih melihat oke itu hanya mungkin bagian gimik-gimik ya. Karena kita pikir juga Pak Jokowi sudah hari tua ingin apa dengan anak cucu dengan kehidupan sosialnya gitu ya sudah tidak lagi masuk dalam politik praktis apalagi gitu kan. Tapi ternyata ini waktu bergulius semakin besar semakin besar gitu ya. Sehingga akhirnya kami dipanggil oleh Pak Jokowi, coba deh tim yang dulu pelajari lagi bagaimana nih kemungkinannya. Memang waktu itu sudah ada beberapa objek yang diperlihatkan dan apa didiskusikan dengan kami dan kami melakukan kembali riset ulang. Memang dari semua yang ada kita sudah melihat ini sudah sepertinya sistematis ada tujuan tertentu. He oleh dan ya oleh orang-orang yang melakukan itu. Dan dalam pelaporan kami menyatakan ini penyelidikan. tapi tetap menyatakan pendidikan karena kenapa Mbak kami dan definisi sistematis ini kan artinya memang ini ada yang ee mengorkestrasi begitu ya tidak hanya perihal satu dua hanya Roy Suryo dan keempat teman yang dilaporkan itu. Tapi kemudian memang ada orkestrasi khusus yang menargetkan seorang Jokowi. Ada ada pergerakan bersama yang kita pelajari ya dalam waktu yang bersama oleh beberapa pihakama bahkan ada yang orang lama ada orang baru. He. Nah, sehingga kami mulai coba pelajari, kami kumpulkan objek. Tapi lagi-lagi kami tidak melihat siapa pelaku. Kami hanya melihat perbuatannya. Karena dalam perkara pidana itu yang kita laporkan perbuatan. Kedua, ini kan delik ITE ya. Salah satunya tidak semudah seperti yang kita lihat. Bisa saja dalam tayangan nih seolah-olah yang bicara si A padahal itu misalnya teknologi AI. Kedua, ada yang siapa yang mentransmisi, siapa yang mengedit segala macam. Ini kan bagian dari ee apa namanya? pelaku tindak pidana. Karena itu kami juga tidak apa terburu-buru menyatakan si BC ini objeknya ini perbuatannya silakan didalami oleh teman-teman kepolisian lebih kurang begitu dan kami hormati proses hukup yang berlaku. Oke. Oke. Mas Roy siapa yang orkestrasi ini semua? Ya enggak ada mengkestrasi Tuhan yang maha kuasa Allah Subhanahu wa taala dong. Iya ini semua jalan sendiri. saya tidak kenal sebelumnya ya atau bahkan dulu malah bahkan dikatakan kami pernah berseberangan ya gitu dengan Dr.M. Doktorm itu bahkan dulu ahli yang dipergunakan oleh timnya Pak Otto ya dan Pak Otto dulu percaya banget sama Dr. Rismen itu ketika kasus Yesika kasus FINA gitu. Jadi kan tidak ada yang ngatur gitu loh. Saya dulu sempat ber apa ya berlawanan dengan dr. di ini tiba-tiba kami dipertemukan ee pada satu case yang kebetulan kami teliti bersama dan tidak ada yang kami baru ketemu langsung brek itu ketemu yaitu ketika ada di UGM tanggal 15 April itu dan itu sudah ramai sekali sudah sudah ramai sudah ada itu undangan siapa yang mengumpulkan waktu itu siapa ada ee yang disebut ya TPUA tadi ya ee dan kami pun bukan sebenarnya bukan bagian apa internal dari TPUA. He karena TPUA akan ke Jogja waktu itu dan ada pemberitahuan kami diberitahu kami akan ke dan kalau ke UGM itu ya saya pulang kampung Mbak He gitu. Jadi enggak ada bisa nyalain rumah saya Jogja, UGM itu kampus saya, S1, S2 saya Jogja, eh UGM ya, Derter Tifa juga, Dr. Respon juga. Jadi kami itu dalam rangka mengkritis dan mempertanyakan kepada kampus kami almamater, benar enggak sih kok ada ramai-ramai? Ternyata jawaban UGM malah justru persis seperti apa yang dikhawatirkan oleh Pak ee Prof. Sofyan Effendi, mantan rektor. UGM kok jawabannya kok tidak proper begini ya? kok jawabannya malah mengkhawatirkan sekarang makin banyak loh internal UGM beberapa anggota Kagama ya keluarga alumni e Gajah Mada itu pun mulai mempertanyakan UGM kok kayak gini gitu. Nah, jadi jadi yang disasar UGM atau Pak Jokowi ya? UGM kan UGM kan dilempar sebagai pihak yang suruh bertanggung jawab ya kan gitu ya. Sekarang siapa yang salah ya bertanggung jawab itu aja. Kami tidak tidak mentarget apapun ya gitu. Jadi A harus bilang A B harus bilang B. Kalau memang dia benar seperti Pak Kasmjo misalnya ya dia apa merasa enggak mau dipersalahkan ya dia ngaku aja jujur bagus itu Pak Kasmujo. Kalau bisa diberikan award to Pak award kejujuran ya Bapak kejujuran nasional tahun ini. Oke itu yang harus diuji juga karena sangat banyak pernyataan yang kemudian muncul. Pertanyaan publik adalah Pak Viker ini mengujinya seperti apa? Ini sudah saling lapor banyak sekali begitu ya. Bukan hanya antara Pak Jokowi dan Mas Roy Suryo begitu ya. Ada beberapa siapa saling laporan. Bukan hanya Pak Jokowi dan rakyat Indonesia gitu kan. Oke nanti nanti nanti diklarifikasi apakah betul atau kalau menurut Pak Rifai bukan hero lawan rakyat Indonesia gitu kan biar biar adil kan gitu. Oke. Tapi pembuktian yang paling utama adalah apakah betul ini ijazahnya asli atau palsu. Itu yang menjadi pertanyaan publik. Sesusah itukah pembuktiannya secara kapan pidana? Sebenarnya kan gini ee ijazah apa yang disinyalir oleh beberapa orang apa dalam hal ini Pak Roy itu dianggap itu palsu atau tidak benar. Itulah yang seharusnya ee instansi yang memang merasa mengeluarkan itu memberi memberi penjelasan artinya UGM. Iya kalau memang itu ijazah UGM UGM mestinya memberikan penjelasan. Oke. Apa betul enggak dia mengeluarkan ituunjukkan sekian menunjukkan enggak keluaran kami kayak gini gitu? Nomor nomor sekian apa atau daftarnya dari daftar ini segala itu akan dijelaskan gitu secara secara apa namanya secara resmi gitu karena memang itu produknya gitu. Iya kan? Nah, yang jadi pertanyaan adalah ee saya lihat UGM tidak setegas itu memberikan penjelasan itu yang kemudian membuat orang menjadi bias gitu ya. Ini gimana sih sebenarnya gitu kan. Nah, itu yang yang ini mestinya Pak Pak UGM tuh memanggil bukan memanggil Pak Jokowi mengundang Pak Jokowi duduk bersama-sama menjelaskan kepada publik. Oke. Musnya itu yang yang paling aman seperti itu. Sebenarnya kami sudah berupaya mengundang perwakilan UGM untuk hadir dalam diskusi kita malam hari ini, Pak Fikar. Tapi tidak bisa hadir gitu ya. Kan pertanyaan selanjutnya pernyataan dari UGM sudah disampaikan masalah tegas dan tidak tegas menurut Anda itu kemudian berpengaruh dan saat ini yang kemudian mempengaruhi asumsi publik. Betul. Itu yang yang bikin akhirnya jadi berputar-putar gitu loh. Tapi boleh UGM kemudian memperlihatkan ijazah asli. Ada faktor kerahasiaan di sana. Kalau dia itu data pribadi, kalau itu produknya ya mestinya dia ngebuka berbicara gitu menjelaskan gitu. Betul itu produk UGM eh tahun sekian nomor sekian terdaftar di sekian kan selesai sebenarnya. I. He yang jadi enggak selesai itu karena itu gitu. Dan sudah sebenarnya sudah dilakukan itu sudah disampaikan sudah ada pernyataan di website UGM sudah disertakan. Mana ijazahnya Mbak? Tidak ijazahnya tapi bentuk Anda mengatakan bahwa ini hanya pernyataan saja tapi apakah harus memperlihatkan ijazahnya Pak Pika? Menurut saya kalau sudah dikatakan seperti itu artinya UGM sudah bertanggung jawab gitu. Oke. Perlu tidak memperlihatkan ijazah? Ya mestinya sih perlu gitu ya. Saya luskan Pak ijazah itu tidak mungkin ada di UGM, ada di ada di klien kab di P. Iya. Oke. Baik. Tapi kan ada ijazah itu hanya keluar satu. Ada data tidak mungkin ada salinannya di itu harus clear kan gitu kan. Jadi ini saya luruskan. Pertama saya bukan bela UGM tapi saya juga akademisi juga ya. Saya melihat apa yang dilakukan UGM sudah tepat Mbak. dia sudah menerangkan bahwa betul Pak Jokowi itu alumni sudah berkuliah menyelesaikan apa perkuliahannya KKN skripsi sampai selesai dan sudah juga memberikan beberapa bukti-buktinya gitu ya bahkan waktu itu ada ijazahnya ditayangkan juga kopinya di layar besar dan para alumni sudah merindukan jadi sebenarnya sudah clean and clear tapi memang ini sesuai dugaan kami dari awal oke ini kita sambil menampilkan ya ini dari website UGM Pak Pika betul bahwa dengan ditunjukkan ini juga tidak akan selesai kami sudah duga sejak 2 tahun yang lalu dan betul terbukti pada Saat dimunculkan bukannya selesai malah dicari. Mulailah huruf time roman dipersoalkan masuk ke foto yang tidak mirip sekarang lari lagi ke skripsi baru lagi kita dengar lagi lari ke Pak Kasmojo. Pak Kasmojo kami perlu klarifikasi karena saya tanyakan langsung ke Pak Jokowi. Pak Kaspunjo itu adalah pembimbing akademik atau PA? Oke. Apa jawaban Pak Pak Kasmuju? Dijawab usai jeda ya. Kita harus jeda dulu kami baik kita lanjutkan Rifai silakan. Iya. Jadi ee soal Pak Kaspuj ini kami nanyakan betul gitu ya kemarin. Jadi intinya memang Pak Kaspuj itu adalah pembimbing akademik dari Pak Jokowi. Ini ini saya lalu ada ada versi bahwa pembimbing akademik itu harus dosen senior. Tidak. Justru pembimbing akademik itu rata-rata dosen junior. Aduh salah Pak. Ya. Kenapa? Karena memang dia gap-nya tidak terjauh dengan mahasiswa yang didampingi. Bahkan banyak juga asisten-dosen dan memang komunikasinya akan lebih hidup. Nah, tugas pembimbing akademik ini adalah membimbing si mahasiswa sampai dengan selesai. Memilih mata kuliah mana yang wajib. mana pilihan kalau ingin mendalami mata kuliah tertentu maka apa penelitian tertentu maka beberapa mata kuliah ini yang harus didahulukan dan tugasnya Pak Kasbujo. He ya. Sehingga pada akhirnya Pak Jokowi melihat ada peran Pak Kasuj dalam penjelasan skripsi lebih kepada ke situ bagaimana beliau selama ini membekali Pak Jokowi untuk mempersiapkan tugas akhirnya termasuk mempersiapkan kuliah-kuliah yang harus ditekuni. Jadi lebih kurang situ. Tidak ada sama sekali statement bahwa pembimbing apa ee skripsinya adalah Pak. Tidak. Itu kan di di apa di skripsi ini tertulis siapa pembimbingnya. Itu clear gitu ya. Cuma ya kalau ditafsirkan a oleh Mas Suryo ya monggo k bukan saya Pak yang nafsirkan itu musli orang kalau dengerin kata-katanya Pak Jokowi waktu tahun 2017 dulu terima kasih Pak Kasmujo. Berkat bantuan Bapak maka saya bisa menjelaskan skripsi saya. Saya lupa berapa kali ya itu sampai saya hafal lama-lama karena sudah saya transkripkan dan itu kalau CNN punya anunya silakan diputar. Jadi bolak-balik ee kemudian ee pulang bolak-balik itu bimbingan skripsi. Dan satu lagi, Pak, mohon mohon maaf sekali lagi ya ee saya katakan enggak ada yang namanya dosen apalagi eh sori asisten dosen atau ASDOS yang kepangkatannya masih awal itu masih 3A bahkan 3B awal itu boleh yang namanya membimbing akademik. Pembimbing akademik itu adalah dosen yang tanda tangan di lembar KRS. Kalau dia tidak dosen yang senior di atas 3B atau 3C bahkan dia enggak boleh. Saya pernah jadi asdos jadi pernah juga itu. Tapi ya sudahlah ini biar jadi referensi masyarakat mana yang benar biarkan Pak Kasmujo juga yang tahu ya. Dan Pak Kusmjo sudah menyatakan demikian. Saya bukan dosen pemilik skripsi dan saya hanya Astos waktu itu sampai dengan ee tahun 5 lebih. AK. Jadi menurut Mas Roy tidak mungkin menjadi pembimbing akademik, enggak dengan kepangkatan itu. Dengan kepangkat dan beliau akhirnya pun juga menjadi kepala laboratorium non kayu di Fakultas Kehutanan UGM. Padahal Joko itu ngambilnya adalah konon teknologi kayu. Teknologi kayu saja enggak ada apalagi ini non kayu. Ini agak berseberangan ini kayu dan non kayu. Iya. Iya. Tapi kembali lagi itu faktanya, Pak. Iya. Ya. Untuk menggarifikasi memang lebih enak pihak UGM yang menjelaskan. Coba saya kembali ke ya apa yang Mbak Pira sebutkan ini awalnya kan bicara ijazah. Heeh. Kok sekarang lari-lari ke Pak Kasmojo ini juga kadang kita akhirnya apa tidak fokus Pak dan kalau diikuti terus gendang ini enggak bakal selesai. Oke. Kalau kalau kem kita balik saja ke ijazah seharusnya ini gimana soal ijazah itu ya apakah ini palsu? Beliau masih mempertahankan ini palsu atau beliau meralat atau seperti apa kan gitu kan. Ini yang semakin tidak karena tadi kita dengar sendiri Pak Rifai juga mengatakan pernah ditunjukkan oleh UGM di layar lebar itu. Nah, yang ada di layar lebar itu kebetulan cukup identik dengan ada yang sudah diposting oleh kader PSI tadi. Hanya kader PSI itu jelas betul dia color berwarna dan kemarin dia ngaku gitu ya ketika saya tanya Anda dapat dari Pak Jokowi bukan. Oke, clear. Jujur. Anda dapat dari mana? Dari UGM gitu. Jadi ketika dia pulang dari UGM, dia berani bilang asli si Dian Sandi itu ya sudah pertanggung jawab asli itu pada dia kan gitu. itu itu menarik kalau misalnya menyatakan mendapatkan dari UGM karena yang aslinya saat ini posisinya di mana ijazah Pak Jokowi masih di kepolisian atau dan kemarin dibawa ke dibawa ke barri kemarin sudah dikembalikan bares sudah dikembalikan oleh bar jadi 2 minggu yang lalu kita serahkan kita disurati untuk menyerahkan sekalipun ini kan masih penyelidikan tapi kami koperatif dan kedua juga kami ingin semua cepat dibukalah biar terang benerang karena kita perah isu jawab seper atau memang dari pihak kepolisian yang ingin mengembalikan gak kita memberikan dulu tolong serahkan. 2 minggu yang lalu sudah kita serahkan kita koperatif ee ternyata diserahkan untuk dilapor ya beda waktu di Polda kami juga diminta untuk menghadirkan tapi hanya untuk ditunjukkan di ST apa di SPKT ya. Karena kalau di Polda tuh rupanya kalau ada laporan misalnya ada apa persoalan tanah maka sertifikat tunjukkan dulu oleh si penerima laporan nanti dipenjidikan lain lagi. Nah, kemarin juga kami seperti itu dipolda tunjukkan saja. Nah, berikutnya ternyata kami disurati oleh Polda oleh Meskrim untuk membawa lagi ijazah. Awalnya kami pikir hanya ditunjukkan lagi, ternyata diminta untuk dilakukan lapor. Kita koperatif kita berikan. Nah, 2 minggu kemudian terakhir kemarin setelah pemeriksaan Pak Jokowi ee ternyata ee kami disuruh menunggu sebentar diserahkan dikembalikan lagi dikembalikan ee ijazah asli yang sudah sempat ditahan oleh ee Bariskrim selama 2 minggu. Oke. Baik, saya ke Mas Fat dulu nih. Mas Fat dari tadi ngelihat kanan kiri kanan kiri. Ini gambaran begitu ya, bagaimana kemudian proses hukum ini seharusnya bisa dibuat sesederhana mungkin, tapi apakah mungkin ada aroma politis baliknya, Mas sehingga ini menjadi ramai dan gaduh sekali. Baik ee Mbak Vira, kalau kita mau melihat dari kacamata politik sebenarnya ini ya bisa jadi bisa tidak, Pak. Karena begini, Pak Vira. ee meskipun hari ini Presiden Jokowi ini ya, Presiden kita yang ketujuh ini meskipun tidak sedang menjabat atau menjabat presiden, gubernur dan lain sebagainya, bahkan partai hari ini tidak, tapi ee belum nyaris i ya hari ini ya meskipun tidak begitu tapi kita bisa melihat, Pak. Jadi kita bisa melihat relasi Pak Jokowi ini dengan siapa. relasinya banyak di ee internal kekuasaan hari ini. Kemudian apalagi ada ee apa anaknya lah putranya ya Mas Gibran di sana ya. Ini kan sangat lengket dengan Pak Jokowi. Mau bagaimanapun Mas Gibran adalah Pak Jokowi. Pak Jokowi adalah Mas Gibran. Ah, jadi sehingga mungkin mungkin ya jadi menurut saya saya meyakini ini ada upaya untuk melakukan mendiskredit ee mendiskreditkan kredibilitas pribadi Presiden Jokowi. Untuk apa? Untuk melunturkan moral klaim kepemimpinan beliau selama 10 tahun bahkan beberapa tahun menjabat ee presiden, kemudian gubernur, kemudian walikota gitu. meskipun saat ini posisinya tidak menjabat lagi. Meskipun posisinya hari ini tidak menjabat lagi. Itu penting dalam politik. Penting. Kenapa? Itu penting untuk elektoral ke depan. Kenapa? Karena Pak Jokowi hari ini bagaimanapun Gibran ini masih diidentikkan sebagai sosok Jokowi. Ke depan Gibran ini punya kepentingan untuk mencalonkan lagi di 202. Ada kemungkinan dia tetap jadi Wapres ataupun juga maju sebagai presiden begitu. Kemudian kedua, Mbak, kalau ini tidak menjaga tensi apa namanya panggung politik dari Pak Jokowi, harusnya Pak Jokowi segera selesaikan ini, tidak berlarut-larut sampai hari ini, gitu. Saya tertarik panggung politik Pak Jokowi. Menurut Anda, Pak Jokowi memanfaatkan ini menjadi panggung politik? Nah, ya saya meyakini begitu. Saya meyakini begitu menjaga ritme itu panggung politik Pak Jogi. Kenapa? Pengaruhnya untuk siapa? Untuk proses pencalonan Gibran di tahun-tahun berikutnya, gitu. Jadi ketahuan ya yang bikin gadul apa? Akan tetapi tunggu dulu, tunggu dulu, tunggu dulu. Akan tetapi enggak dong. Yang enggak yang enggak nunjukin itu kata kata Bu Mega tunjukin aja selesai. Jangan bikin tapi Bu Mega enggak bilang nama Pak Jokowi. Silakan dulu. Tetapi ee ini Mbak Viira kalau ini terus berlanjut dijadikan sebagai bahasan publik atau ee asupan publik ini malah justru juga mengganggu terhadap ee apa namanya stabilitas Presiden Jokowi hari ini. Di mana Presiden eh Presiden Prabowo hari ini di mana Presiden Prabowo ini kan memiliki kedekatan yang sangat erat dengan Pak Jokowi. ketika ee Pak Jokowi ini ee ya runtuh moral klaim tadi yang saya sampaikan itu, maka itu juga ikut retak terhadap apa namanya ee ini stabilitas kekuasaan Presiden Jokowi apa sebenarnya yang dilakukan Presiden Prabowo? Mas Fat tadi mengaminkan apa yang disampaikan oleh Bang Rifai bahwa memang betul ada pihak-pihak tertentu yang menyasar Presiden Jokowi ini bukan hanya masalah orang perorang, tapi terorkestrasi dengan rapi. Ya, saya juga sedikit membenarkan Pak ya. Nah, tapi dalam satu sisi sisi yang lain bukan berarti lantas publik ini kemudian ee menolak kritik dari ee Bang Suryo dan kawan-kawan gitu. Bang Sur berangkat sebagai civil society untuk melakukan kritik bahwa ini membuktikan bahwa ijazah ini palsu atau tidak gitu. Ini kan sebenarnya tinggal jawab iya atau tidak ya sebenarnya tinggal tunjukkan aja Pak sama Bang Suryo. Jadi jangan tunjukkan ke publik, tunjukkan ke Bang Suryo. Ini panggil Bang Suryo yang menyampaikan ke publik itu selesai sebenarnya meredam kegaduhannya seperti itu. Ya betul untuk meredam kegaduhan itu ya kan. Makanya kayaknya besok enggak usah diteruskan itu langsung tunjukkan aja. Saya kira gini ya, Bang, sudah ada pergeseran. Iya. Ketika Jokowi masih menjabat sebagai presiden, pola relasinya itu ee apa? Bukan Jokowi pribadi dengan siapa? Ro Suryo, tapi lebih pada kepala negara dengan warga negara. Itu sebenarnya yang harus dilihat. Enggak boleh kalau itu, Pak. Itu zalim namanya kepala negara melawan rakyat. Kalau bukan enggak begitu, enggak institusi gitu sebenarnya yang dipersoalkan gitu. bukan bukan bukan pribadi gitu, tetapi ketika Jokowi sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden, nah maka itu lari dia menjadi pribadi sebenarnya gitu. Iya kan sasarannya kan sebenarnya itu ketika Anda mempersoalkan ketika Pak Jokowi masih ee apa kepala negara, masih presiden. I kan sebenarnya sasarannya itu kan sama kalau dilihat ya itu kritik atau keberatan warga negara terhadap kepala negaranya itu sebenarnya ininya. Tapi sekarang kalau sekarang itu jadi sudah jadi bergeser ya. Kalau masih dipersoalkan itu artinya mempersoalkan pribadinya dia enggak bisa dilekatkan dia dia enggak bisa lari Pak dari dia tokoh publik pernah menjabat presiden kan. Iya ya boleh kan kita artinya kalau dia tidak presiden Anda kan enggak enggak korek-korek kan. Heeh. Iya kan? Wah waktu waktu presiden ya teknologinya karena belum ada orang yang posting ijazahnya. Enggak. Maksud saya ketika dia presiden kan apa ketika Anda korek itu pola relasinya seperti itu. Dia kepala negara, Anda warga negara gitu loh. Iya. Dan itu wajar gitu di mana-mana. Sekarang warga negara versus warga negara maksudnya begitu. Apapun hasilnya kalau saya mau dia presiden, mau dia enggak presiden ketika teknologinya sudah enggak mungkin. Kalau dia enggak presiden pasti Anda enggak persoalkan. Enggak. Iya kan? Loh, Kak dia tokoh publik apapun kalau memang timbul sesuatu yang membuat kita kepo atau membuat kita misalnya menjadi petani, wajar Pak kita mengkritik siapapun ya kalau misalnya nanti ada tokoh publik ya ini benar bukan hanya Jokowi tib yang yang saya sebut presiden itu genusnya adalah tokoh publik gitu loh presiden itu tokoh publik klinipnya tapi genusnya itu tokoh publik bisa presiden, bisa walikota, bisa gubernur gitu artinya memang Memang ada ruang itu gitu loh. Salah salah kita warga tidak salah saya bilang itu antara warga negara dengan kepala negara gitu. Tidak tidak tidak keliru itu begitu ya. Itu wadahnya sebenarnya kalau mau mau lebih ini disalurkan ke partai politik sebenarnya kalau kalau mau lebih efektif. Justru jangan, Pak. Kalau ke partai politik nanti kita dikira punya tendensi. Oke. Ini sama sekali enggak ada tendensi apapun untuk politik. Iya. Enggak. Kalau mau lebih terarah gitu. ini adalah dan berkaitan juga dengan wakil presiden Gibran. Oh, itu itu lain lagi. Kalau nanti Gibran kita teliti sejarahnya itu lain lagi kita teliti ijazah. Jadi, Mas membantah tadi ya yang disampaikan Mas Fat. Enggak, enggaklah. Bukan tidak sejauh itu tidak ini Jokowi itself ya. Oke. Jokowi itself ya. Tapi bagaimanapun ini kalau bicara soal kita kaitkan dengan demokrasi. I. Jadi apa yang dilakukan Bang Roy Suryo dan kawan-kawan sebagai civil society itu itu sebenarnya sangat wajar gitu. Ini membuktikan bahwa demokrasi itu masih bekerja. Nah, itu poin saya, Pak. Oke. Masih bekerja dan akhirnya membuat masyarakat bingung bagaimana kemudian ending ini. Kita akan bahas di tengah-tengah tengah-tengah demokrasi tiba-tiba ada kriminalisasi kanak. Oke, kita akan bahas tetap bersama kami di privat. Baik, kami lanjutkan perbincangan malam hari ini. Saya kasih giliran ke Bang Rifai. Sekarang ada upaya kriminalisasi tadi sebelum Juda. I saya pikir itu ee kesimpulan yang kembali lagi terburu-buru ya. Kenapa? Karena kita lihat lagi ke tata waktunya. Pak Jokowi setelah lengser beliau tenang dengan keluarganya. atau di bulan Desember TPUA membuat laporan ke Bares Krim langsung menuduh Pak Jokowi menggunakan injasal tersebut. Jadi siapa yang memulai kan kita bisa lihat di situ. Nah, lalu setelah adanya seperti itu kita tunggu menjadi snowball. Yang kita lakukan adalah menggunakan upaya hukum. Apa salahnya Pak Jokowi mengupayakan keadilan bagi kehormatan dan martabatnya dengan menggunakan upaya hukum di negara hukum. He. Jadi saya pikir ini sesuatu yang lumrah. Apakah enggak boleh Pak Jokowi menjaga apa namanya ee apa ee martabatnya, kehormatannya dan keadilan buat buat dirinya gitu ya. Ini bukan untuk menjaga panggung politik itu tetap ramai. Untuk memastikan itu ya untuk memastikan itu karena hanya dengan cara itulah akan teruji apakah ini palsu atau tidak palsu dan semuanya ada konsekuensinya. He. Kalau ternyata ini palsu, Pak Jokowi harus bertanggung jawab. Tapi kalau tidak palsu pihak-pihak yang selama ini melempar fitnahan bahwa ini palsu. Tentunya harus bertanggung jawab. He, Mbak, ini bukan soal sekedar pencemaran nama baik ya. Ini bicara fitnah, Mbak. Kalau pencemaran nama baik dengan fitnah itu bedanya gini. Kalau pencemaran nama baik faktanya betul tapi disebar luaskan. I tapi kalau fitnah faktanya tidak betul. Dan agama manaun namanya fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan loh, Pak. Jadi saya pikir apa yang dilakukan Pak Pak Jokowi untuk mengupayakan keadilan bagai martabatnya sangat lumrah dan kita hormati proses hukum yang objektif dan imbang tidak perlu tergesa-gesa. Oke, monggo ikuti saja kita sama-sama saksikan. Tapi kami ingin ditegakkan kalau fitnah maka harus bertanggung jawab karena ini persoalan sesuatu yang cukup penting dan ini kalau fitnah Mbak korbannya bukan hanya Pak Jokowi korbannya adalah seluruh masyarakat Indonesia karena diselorkan dengan informasi yang menyesatkan memutarbalikkan lagi. Justru itu. Justru itu kalau fitnah dan pencemaran baik, setujulah ya. Sependek pengetahuan saya mau pakai 310, 311 atau 27A Undang-Undang ITE oke. Tapi tiba-tiba ada kriminalisasi, ada penyeluruhan pasal dalam Undang-Undang ITE yang kebetulan Pak Rifai sekali lagi alhamdulillah saya dulu ikut ikut menyusun undang-undang itu dan kami yang menyusun naskah rancang akademiknya Undang-Undang IT itu pasal 32 dan 35 yang diselundupkan itu tujuannya bukan itu. Dulu ada orang transfer, saya transfer R1 juta kepada Mbak Vira, saya ubah menjadi R10 juta. Itu kemudian ada orang yang tadinya barang buktinya itu tidak asli kemudian dikatakan asli gitu kayak misalnya kader itu mengatakan begitu. Itu yang bisa kena dan pasal itu ancaman hukumannya tinggi banget ya 8 tahun sama 12 tahun itu bisa ada subjektivitas penyidik nanti untuk melakukan penahanan kepada seseorang. Itulah yang diselundupkan. Ini kalau kita ingat kasus perita Mulyansari dulu beberapa tahun yang lalu. Dulu ketika perita itu dipidana dengan pasal 27 waktu itu INT, saya ikut waktu itu yang menjadi ahli kemudian membebas bukan membebas ya mengurangi berita dan ketika saya waktu di DPR kitaal yang kemudian merevisi undang-undang IT supaya pasal itu tidak digunakan lagi untuk kriminalisasi. Oke. Jadi itulah kriminalisasi dari Undang-Undang ITE yang tujuan awalnya informasi dan transaksi elektronik rancangan undang-undang itu ketika dibuat ya untuk supaya Indonesia selamat di e-commerce. Kok tiba-tiba digunakan untuk mempidanakan orang itu ada kekhawatiran, Anda akan bukan kekhawatiran, ini sudah jelas karena pasalnya itu diselundupkan di situ. Boleh saya tanggapi, Pak? Iya. Oke. Saya saya btikan dulu ya. Silakan. Oke. Iya. Ee gini ee apa sebenarnya penggunaan pasal itu sepenuhnya menjadi kewenangan penegak hukum gitu ketika melihat perbuatan apa yang dilakukan atau yang dilaporkan oleh seseorang gitu. tentu saja harus didukung dengan keterangan saksi-saksi baru kemudian penegak hukum itu akan melihat ini masuk enggak unsur masuk unsur yang mana begitu. Jadi ee itu yang seharusnya ee apa ee menjadi kewenangan sepenuhnya menjadi kewenangan penegak hukum. Ee bersamaan dengan itu ya apakah pelapor kalau pelapor pasti diwakili oleh penegak hukumnya si terlapor ini yang kemudian akan menjadi tersangka juga punya hak sebenarnya untuk membela diri. Artinya dia juga bisa mendatangkan banyak saksi termasuk para saksi ahli untuk mengcounter keterangan-keterangan, saksi-saksi yang memberatkan. He ya. Ee meskipun biasanya tapi ini perkaranya kan viral. Kalau viral tuh biasanya polisi juga apa? Penegak hukum, penyidik juga akan mikir juga kalau mau nolak-nolak gitu. Tapi kalau dalam perkara biasa biasanya ee tersangka itu agak ditolak-tolak mau apa namanya mengajukan saksi yang yang apa ee yang meringankan gitu ya. Tapi saya kira karena ini viral polisi akan terbuka, penegak hukum akan terbuka. Jangan sama kalau kalau polisi salah menerapkan pasal itu malu dong Pak. Polisi kemarin juga karena itu diimbangi oleh haknya tersangka untuk mengajukan saksi yang meringankan sebanyak-banyaknya. He saksi ahli juga ya. Kalau sudah jelas terlapornya, Pak. Ini kemarin terlapornya belum ada lagi. Terlapornya belum ada. Ada ada yang sudah dipanggil sampai sekian jam malam sampai jam 11.00 malam kan kasihan Pak. Nah itu itu yang mestinya ditertibkan juga. Artinya ee pemeriksaan itu enggak boleh lewat dari jam kerja. Mesinya seperti itu, gitu ya. Ini yang memang kadang-kadang apa ee apa penerapan hukum acara pidana itu tidak ada pedoman-pedomannya. Kadang-kadang orang diperiksa jam .00 malam baru mulai periksa. Heeh. Itu juga konyol juga itu kalau menurut saya ya. Setuju Pak mestinya pemeriksaan itu ketika jam kerja. Jadi ada prosedur juga yang memang harus mestinya harus diperbaiki seperti itu gitu. Nah, kembali ke ini ya. Jadi Roy Suryo ini sebagai terlapor dia juga punya hak. Saya belum terlapor loh Pak. Oh belum ya? Belum. Enggak. Kemarin saya tanya masih dalam lidik. Cuma beliau yang sudah enggak sabar Pak kalau gitu sabar. Sabar kalau gitu sabar. Ini pelurunya diarahkan ke siapa? Nah, makanya ini diarahkan ke siapa ya? Kalau gitu siap-siap artinya memberi kesempatan kepada Anda untuk menyiapkan alat-alat bukti dalam hal ini pemainnya para saksi ahli untuk meng-counter laporan ini dan semuanya masing-masing punya punya kesempatan gitu. Oke. Oke. Kita tanya apa saja bukti yang sudah dikumpulkan untuk bahan laporan ke polisi karena ternyata belum Bang R. Ee jadi kami memang ee pada saat laporan itu hanya menyatakan terlapor dalam penyelidikan tapi sudah nyebut inisial loh Pak. Ee enggak. Jadi intinya adalah penyelidikan. Lalu ada 24 objek ya yang kita berikan itu rekaman-rekaman termasuk ada beberapa tambahan yang ini biar diteliti oleh penyelidik. Betul Masyo. Di dalam ee apa video-video itu ada fakta-fakta tentu yang disampaikan di video. Nah, itu yang kami sampaikan videonya Mas videonya seperti ini. Kalimatnya seperti ini. Orangnya begini monggo diteliti. Nah, kan ditanya oleh PJI, kata-kata apa yang membuat menurut Anda fitnah? Kan begitu kan. Mana yang mencemarkan? Kami uraikan semua dari video itu. Kami ulai kami bahas satu persatu tapi monggo nanti i penyidik yang akan mendalami gitu ya. Nah, itu satu. Saya mengomentari yang tadi pasal tadi sudah disampaikan juga oleh Pak Vikar bahwa betul kita ini pelapor hanya menceritakan fakta Pak itu yang memberikan adalah penyidik sori bahkan polisi penerima laporan di STPL mencocokkan dari apa yang dilaporkan dicocokkan dengan pasal itu pun kajian awal dalam penyidikan itu bisa berkembang bisa berkembang pasalnya juga ditambahkan lagi bisa bisa juga dinyatakan tidak terbukti ya Pak Vikar ya jadi itu biarkanlah sesuatu yang berjalan kita yang penting transparan nah yang kami laporkan adalah kenapa mungkin ditafsirkan 32 dan 35 yaitu tadi ada sebuah tayangan gitu ya ee ee ijazah Pak Jokowo itu dibahas he dilakukan pemotongan-pemotongan dilakukan aplikasi dengan aplikasi tertentu disambung-sambungkan siapa yang dengan foto dan segala macam di situ gitu ya. Ini ini tahu-tahu kesimpulan akhirnya adalah iya palsu. Kita kan melihat ini ada apa karena kami meyakini betul ijazah itu asli. Kalau sampai kemajuan teknologi bisa membuat sesuatu yang asli jadi palsu, wah ini ya kita juga terpandang ya apakah betul teknologi itu adalah membuat menjadi sesuatu yang benar menjadi tidak benar gitu. Maka kami minta ini diuji secara ee digital forensik ya oleh kepolisian apa yang terjadi dari rekayasa teknologi seperti ini gitu ya. Lebih kurang itu yang kami bahwa itu di 325 kita serahkan kepada Oke. Gini gini gini Mbak lebih kurang itu Mbak Iya. Pak Rifai kenal dengan eh apa namanya? Eh salah satu anggota tim juga Pak Yakob kanal betul itu tim kami. Eh akui enggak kalau ada rekaman yang mengatakan Pak Yakob tuh menunjuk ee sempat menyebutkan beberapa inisial RS RS R. Betul enggak? Ada. Ada. Betul. Ya itu kan mengarahkan kepada beberapa nama kan. RS. Iya RS RS RF TT kemudian ES. Iya kan? Kali lagi kalau soal inisial Pak itu kembali lagi orang menafsirkan tapial itu enggak apa-apa enggak apaapa saya saya penghormatan kepada kami kepada asas perdukaan tidak saya bicara dulu ya jadi satu sudah mengarahkan publik dan kemudian langsung di mana-mana oh RS tuh pasti itu Royo ya kan RSmanipar enggak kecuali Bapak mengatakan itu bukan RS atau itu bukan RSN lain lagi ya jadi ya ini sudah ada framing ke sana yang kedua adalah kalau itu dikatakan ini tadi motong-motong sama sekali tidak ada pemotong ya sama sekali ee artinya ijazah itu kemudian dimasukkan ke dalam sebuah program namanya ELA error level analisis. Tidak ada 1 inci pun bahkan 1 mili pun yang dipotong di situ. Enggak ada karena itu hasil analisis di program. Ella itu sistem apa, Mas? Ella itu error level analysis. Itu untuk menganalisis gambar. Dan ini yang menyesatkan ya. Jangan sampai orang mengatakan, “Oh, itu kan analog gambar analog kemudian dianalisa dengan digital. Salah.” Heeh. He orang itu sudah berpikir sekarang. Sekarang kalau ada bioritmik ya jari sidik jari. Sidik jari itu kalau ilmunya dulu namanya daktiloskopi. Dulu kalau sidik jari itu pemeriksaannya zaman dulu tahun 50-an ya itu diperiksa pakai apa? Oh mikroskop pakai apa gitu ketemu ya itu analog. Sekarang si dik jari sudah dican gitu aja sret kemudian tuh masuk digital yang diperiksa atau kita punya kandungan di bayi-bayi dulu diperiksa pakai stetoskop analog. sekarang stetoskopnya sudah pakai bahkan pakai US apa eh USG ultrasonograf ultrasonografi sekarang sudah pakai 4D itu digital jadi ini hanya perkembangan teknologi bahkan pengembangan teknologi itu kalau kita ke Mesir kita bisa tahu sekarang Tutanghamun Faraoh bentuknya apa. Singkat kata ya ini ini cahaya perkembangan teknologi dan satu yang saya jamin Pak Rifai dan ini supaya masyarakat tahu tidak ada pemotongan upaya ee pengubahan apapun yang kami lakukan terhadap ijazah itu. itu hanya diperiksa, dimasukkan alat kayak kalau ee lembar ee tes masuk ya si Maru katakan dimasukkan OMR optical mic reader atau OCR optical character recognizer udah hasilnya keluar apa? Tidak ada satuun yang memotong. Kalau ternyata ada yang mengubah, saya kasih tahu Pak Rifai, ijazah itu menjadi tidak identik sama dengan hasilnya. Yaitu yang kemudian masukkan gambar tadi yang tadi ada yang posting tadi. Kemudian di bawahnya ada kayak noktah-noktah gitu loh. Ada kayak kotor-kotor itu. Itu ijazah hasilnya pasti enggak ada kayak gitu. Siapa yang menambahkan noktah-nokah itu? Nah, itulah. Nah, ini oke. Yang memasukkan ke dalam sistem itu siapa? Nah, orang yang memposting. Siapa yang memposting? Itu ada namanya nanti bisa kelihatan gitu di situ. Baik. sudah diperiksa kemarin, Pak. Karena ini kan banyak mengatakan karena ini adalah ijazahnya Pak Fikar ini kan manual ya ada ijazahnya secara fisik begitu ya. Tapi kemudian ramah ini harus diperiksa secara digital, forensik dan lain-lain. Iya. Pembuktiannya seperti apa sebenarnya? Gini ee siapa yang memerlukan pembuktian di level penyidikan itu kan kalau tidak polisi, kalau korupsi KPK dan jaksa gitu kan dia yang punya kewenangan. Apakah dia apa perlu apa tadi memporensikan atau memeriksakan atau analog forensik lah kalau analog atau digital sama aja itu kewenangannya dia dan kebutuhannya dia gitu dalam kerangka dia mengurai atau apa memfollow up laporan kejahatan gitu. Nah, kalau dia ee tidak merasa penting, tidak merasa perlu ya dia juga tidak akan melakukan itu, gitu. tidak akan menggunakan upaya itu. Tetapi sepenuhnya penegak hukumlah yang punya kewenangan gitu ya, memerintahkan untuk diperiksa atau tidak diperiksa. Itu ininya intinya seperti itu gitu. Artinya tidak perlu sebenarnya ramai gaduh di luar ketika penyidik kemudian nanti akan memutuskan seperti apa tindakan yang akan dilakukan selanjut. Ya betul karena gini kan sekarang yang yang jadi yang jadi terlapor siapa? RS gak di belum ada bar justru Pak Jokowi di bar ada Pak Jokowi yang dilaporkan betul sudah langsung nyata dulu itu justru kami di Polda kami masih menghormati asas peratan bersalah nah kalau Pak Jokowi yang Pakar sendiri bingung Pak Joko yang dilaporkan gitu ya dibar krim dibarrim oleh TPU Pak ya maka yang harus membuktikan adalah pelapornya dulu bahwa dia mengetahui ada kesalahannya Pak Jokowi gitu. He ijazahnya lah. Karena itu kemudian e yang digali dari pihak e pelapornya itu nanti kan akan disimpulkan oleh e polisinya apakah ini menurut syarat alat bukti untuk dilanjutkan menjadi sebuah perkara atau tidak gitu. Karena itu penyidik juga punya yang namanya SP3. Kalau tidak tidak apa namanya tidak memenuhi syarat ya dihentikan gitu. Kalau memenuhi syarat dia lanjutkan gitu. termasuk memerintahkan untuk memeriksakan di apa tadi di digital forensik itu lapor pusor eh atau pus lapor. Oke. Bahkan ini Mas Roy katanya mau ngundang pakar digital forensik dari luar. Mas gini usah jeda ya Mas kami tempat lagi. Dia terlalu baik kita lanjutkan. Ini kabarnya Mas Ray mau ngundang pakar dari luar negeri. Gini, kita ingat kasus ee terbunuhnya Brigader Josua ya. Kalau itu kemudian tidak dilakukan ekshumasi atau otopsi ulang, tidak akan terbongkar sampai kemudian tuh. Ya, logikanya semacam itu. Jadi kami menghargai betul ya apa yang dilakukan laboratorium forensik. Tapi jangan sampai pemeriksaan dari LAPOR itu misalnya hanya seperti UGM naratif saja. Oh. Eh apa ee Joko Widodo adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran. Eh malah salah kedokteran. Berarti Anda enggak enggak yakin gitu ya dengan kalau kalau UGM waktu itu Profening misalnya menunjukkan bukti-bukti 34 bukti tunjukkan secara jujur mungkin kita bisa percaya tapi karena enggak ditunjukkan sama sekali nol sama sekali ditunjukkan ya. Nah, ini jangan sampai juga ini diulangi oleh Mabes Porri ketika Puslav hanya mengatakan secara naratif ijazahnya asli atau identik atau otentik. Harus ada detail. Misalnya saya bocorin misalnya apa kertasnya itu terbuat dari apa? Itu bisa muncul dengan carbon dating 14. Carbon dating 14 itu salah satu uji untuk menguji kertas materinya nanti keluar semua itu tahun berapa, seratnya apa, terbuat dari bahan apa, itu muncul tintanya setidaknya ada enam tinta atau tujuh malah tinta tulisan Universitas Gajah Mada fakultas apa itu satu. dua ee capnya UGM itu logo UGM itu tintanya lain lagi. Tulisan Joko Widodo. Kalau itu Joko Widodo ya itu fullpennya jenisnya apa dulu tahun 5 kayak apa tanda tangannya ee Prof. Teku Yakob, tanda tangannya de lain-lain. Cap di situ itu juga beda lagi tintanya. Dulu misalnya ee apalah e gambar pelikan atau apa gitu ya. Gitu. Satu lagi yang ada tambahan lagi kalau itu ternyata ada noktah yang tadi ada pada gambarnya Dian Sandi itu dan ternyata noktah itu juga ada pada yang ditunjukkan UGM tapi ternyata saya hormati misalnya nanti yang tempatnya Pak Jokowi enggak ada nokta itu lah sudah jelas sekarang yang memalsukan siapa gitu kan yang memalsukan yang pernah posting. Nah, sudahudah. Tapi artinya dari puslap for itu muncul hasil yang apa? Ilmiah ya, saentifik bukan hanya sekedar naratif. Kalau itu muncul insyaallah kita hormati bersama dan itu bisa diuji. Dan satu lagi Pak Rif ijazahnya ditunjukkan nih loh ijazahnya dengan ditunjukkan semua orang ngerti. Jadi kita bangga kayak kita jadi tetap kekeh ya itu ijazah harus ditunjukkan ke publik. I kita bangga kayak kita bangga ijazahnya Bung Hatta pun sampai sekarang terpasang di University Rotterdam di Erasmus itu malah bangga. Jadi memang tetap tuntutannya adalah diperlihatkan ke publik seperti sudah ditegaskan oleh pajak terakhir di bar skrip. Heeh. Ijazah itu akan ditunjukkan tapi di persidangan nanti ya. Jadi biar ditunjukkan dan betul-betulah hakim yang akan menunjukkan. Jadi ini betul-betul bisa dipertanggungjawabkan. Kedua, Mbak soal asli palsu. Asli palsu ini tidak akan selesai. Semua punya versi masing-masing. Ya, mungkin ditunjukkan ke Mas Suryo. Beliau bilang oke. Yang lain bilang enggak. Jadi mau berapa ribu orang kita tunjukin he jalan terbaik adalah kita negara hukum kita selahkan proses hukum biar hukum yang menentukan apakah ini palsu atau tidak siapa yang bertanggung jawab atas status tersebut. Buat saya ini yang paling clear gitu ya. Dibanding kalau diikuti terus gendangnya enggak selesai, Mbak. Baik. Semakin apa ee ricuh ya terus-terusan kita bikin tayangan seperti ini terus gitu kan politiknya naik. Kalau ditunjukkan di pengadilan dalam perkara apa? Per mau tidak mau kan perkara pidana. pidananya. Iya. Mau diterima kan kalau s maju ke sidang pasti juga ijazah ini akan tapi ada gugatan perdata juga loh Pak. Heeh. Harus ditunjukkan di di persidangan kan nanti Pak Jokowi akan jadi saksi misalnya kalau beliau misalnya nanti ini hasilnya asli maka ini kan akan bergulir mungkin perkara peroda akan jalan. Nah Pak Jokowi jadi saksi korban dia wajib ke sidang kalau dia jadi alat sudah nanya ke saya itu sidang tuh berapa kali. Iya mudah-mudahan kalau perkalian jadi di spriting satu kali Pak. Tapi kalau split sing bisa berganti-ganti kan. Oke. Oke. Bang Fikar singkat penutup. Iya. ee apa namanya? Sidang itu bisa banyak perkara itu bisa berkembang itu ya bisa beranak gitu. Tapi yang maksud saya gini ee itu pernah ditunjukkan di mestinya kan gini, polisi kan juga sebenarnya punya kewenangan untuk menyita gitu, bukan menyita atau meletakkan itu sebagai alat bukti gitu. Bahwa Pak Pak Roy ini apa ee mencemar apa laporannya apa mencemar nama baik ya. Eh, Pak Jokowi melaporkan e lidik ya dalam lidik ee fitnah dan pencemaran baik termasuk 32 dan 35 kepada Rur ya. Tidak ke jadi masih dalam penyelidikan. Oh iya iya. Katanya katanya tadi 3235 dari kepolisian. Iya. Kalau kepolisian oke siapapun yang dilaporkan kalau itu ee apa namanya? laporannya kan artinya ee apa benda yang paling pokok itu adalah itu tadi yang dianggap di yang dianggap di apa di dipalsukan atau diapakanlah namanya begitu. Nah, itu mestinya keluarkan polisi menjadi ee apa mengeluarkan ininya apa menggunakan kewenangannya umpamanya dia menyita itu sebagai barang bukti. Nah, itu yang kemudian nanti akan ditunjukkan ke ini atau kalaupun tidak e apa walaupun umpamanya menyita tapi tetap ditempatkan pada pemiliknya tapi statusnya itu umpamanya ada dalam citaan tapi polisi akan sudah melihat gitu betul atau tidak itu. Oke. Mungkin kalau sekarang cuma ketika ini dikembalikan artinya polisi sudah menguji itu ada apa mestinya begitu. Oke. Mestinya polisi menguji terus kemudian mengembalikan gitu. Harusnya itu harusnya seperti itu gitu. Baru dia bisa mana yang ee yang menuduh palsu apa segala macam. Ah dia proses itu jalan itu baru gitu. Sekarang kalau saya sekarang enggak akan pernah jalan. Tapi ada perdatanya juga loh, Prof. Ini ada perdatanya kan perdata kata Perma tahun ‘6 perdatanya duluan. Kalau perdata ya itu tidak ter sebenarnya tidak tergantung pidana. Iya. Perdata itu ada ada dua ya. W prestasi dan perbuatan melawan hukum. Ya, perkara perdata itu. Nah, kalau ini yang terjadi umpamanya Pak Roy yang digugat itu pasti PMH-nya. Pak Roy sudah merugikan Pak Jokowi. Umpamanya Pak yang digugat siapa? Pak Roy yang digugat Pak Jokowi. Oh. Iya. Oleh ee Dr. Taufik di Solo. Apa itunya itu? Anu ee ya enggak tahu pokoknya PMH juga kan. PMH PMH duluan kan harusnya itu. Nah ya mestinya sih e apa dikeluarkan juga. Saya enggak tahu gini. Iya. Tapi gini, harus dilihat juga pola relasi antara siapa namanya? Pak Dr. Taufik. Taufik itu dengan Pak Jokowi. Apa relasinya gitu? Artinya kalau dia punya hubungan dagang atau hubungan apa boleh gitu ada perkara. Tapi kalau tiba orang enggak kenal tiba-tiba ee menuntut ya apa alasannya juga gitu loh. Gak ada gak ada hubungan hukumnya gitu. Bang, terima kasih. Sebagai penutup ee saya ke Mas Fat karena kita melihat ini tadi seperti Mas Fat sampaikan, apa yang terjadi gaduh saat ini bentuk dari indahnya demokrasi Indonesia. Tapi ketika terlalu gaduh waktu kita sudah habis begitu. Ee esensi siapa, melaporkan apa tentang apa ini kemudian sudah ricuh bisa dikatakan seperti itu. Ee sebagai penutup, ke mana kemudian bola panas ini akan bergulir? Eh, baik. Eh, bagi saya begini eh Pak Jokowi ini kan sudah melalui proses secara politis ya. Dia berangkat dari walikota kemudian jadi ee gubernur kemudian jadi presiden. Nah, ini kan tentu melewati verifikasi yang sangat ee apa namanya yang sangat ee enggak loh. KPU nyatakan enggak pernah melakukan verifikasi detail karena itu punya dokumentasi yang saya juga pernah terlibat dalam ini apa namanya? Saya juga pernah terlibat dalam verifikasi di sebagai pemantau pemilu juga pernah karena verifikasinya sangat riet sangat ribet gitu kan. Jadi saya yakin ini sudah melalui proses verifikasi. Nah, kemudian saya ingin mengatakan bahwa ini menjadi pelajaran penting bagi kita semua termasuk penyelenggara pemilu agar kemudian di lain waktu melakukan verifikasi kemudian memvalidasi langsung kepada kampus yang bersangkutan baik itu pencalonan apapun setuju kandidasi apapun itu. Nah, Bawaslu kalau mengata ee Bawaslu KPU mengatakan tidak ada waktu itu enggak mungkin waktunya sangat panjang. Nah, biar tidak terjadi hal-hal semacam ini di kemudian hari gitu. He. Kemudian ee selanjutnya bola ini akan bergulir ke mana gitu ya. Saya tidak ingin menerka-nerka itu. Yang jelas jangan sampai isu tentang ijazah ini ee ditelan mentah-mentah gitu. Kenapa? Karena ini tidak membuat kenyang masyarakat. Ini justru membuat kenyang algoritmeos media sosial. Itu kira-kira dari saya, Mbak. Oke. Baik, Mas. Jasar juga. Baik. Terima kasih Mas Roy, terima kasih Mas Fatah. Bang Vikar, Bang Rifai, terima kasih sudah hadir bersama kami malam hari ini. Ee kesimpulan perbincangan kita malam hari ini. Jika bukti disembunyikan, maka jangan heran jika timbul kecurigaan. Di tengah tudingan dan spekulasi, transparansi menjadi kunci meredam kegaduhan. Dan ini bukan sekedar soal ijazah palsu atau asli, melainkan ujian atas integritas, fakta, dan kebenaran. Saya Alvira Karunisa. Kita jumpa lagi di Prime Plus pekan depan. Selamat malam. Cakep.
Diterpa isu dugaan ijazah palsu Presiden Ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo tak tinggal diam. Jokowi melawan dan melaporkan sejumlah orang ke pihak kepolisian. Betulkah gaduh ini hanya soal pembuktian fakta atau sensasi belaka? Kemana bola panas gaduh ijazah Jokowi akan bergulir? Anchor Elvira Khairunnisa membahasnya bersama Rivai Kusumanegara (Kuasa Hukum Jokowi), Roy Suryo (Terlapor/Pakar Telematika), Abdul Fickar Hadjar (Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti), dan Nurul Fatta (Pengamat Politik Politika Research & Consulting) dalam CNN Indonesia Prime Plus.
Website: www.cnnindonesia.com
Facebook: https://m.facebook.com/CNNIndonesia/
Instagram: https://instagram.com/cnnindonesiatv
Twitter: https://twitter.com/cnniddaily
TikTok: https://www.tiktok.com/@cnnindonesia
Spotify: CNN Indonesia