Papa & Mama Bertengkar… [The Deadseat Indonesia]

Hai guys, kembali lagi bersama aku dan ya aku lagi di mobil bersama Papa dan Mama ya guys ya. Tapi ada yang aneh kok gelap-gelap. Hei tadi pagi perasaan tidak ada perbaikan jalan. Hei bukannya kita mau ke Dufan? Kenapa aku dibawa ke hutan? Aku tidak mengenali jalan ini sama sekali. Kalau kamu gimana sayang? Sayang. Harold. Harold jangan kacangi aku. Harold. Ya, ini Mama yang bilang ya, Guys, ya. Ma, aku lapar, Ma. Caleb, jangan memotong pembicaraan orang tua. Tapi, Ma, aku lapar beneran, Ma. Kamu kamu baik-baik aja. Udah kamu. Hah, sor ya, Nak, ya. Mama perlu ngomong sama Papa sekarang ya. Kita bakal segera pulang. Jadi, gimana kalau kamu main game dulu aja? Oke, main game ya, M ya. Eh, Nintendo. Nintendo, guys ya. Yeah, persis banget sama kayak yang aku mainin waktu zaman SMP. Oke, kita tutup mata dan membayangkan tujuan akhir yaitu Dufan. Dufan ini mah bukan Dufan gua ini, Guys, ya. Yes, the happy cave. Gua bahagia. Oke, berisi dengan teman dan keluarga baru. Masa kamu akan bebas. Perasaan enggak ada orang di dalam situ deh, Guys. Terlihat berbahaya. Kamu tidak akan khawatir apapun. Nyom, nyom, nyom. Kacangi Papa dan Mama lagi bertengkar di situ ya, Guys. Ya, kita main game aja gimana? Nah, ada kamera. Ambil kamera dulu. Ini persis banget kayak papa dan mama aku saat aku masih kecil ya, Guys, ya. Bertengkar mulu, ya. Apa itu, Guys? Ya, tadi aku lihat ada yang jatuh dan kita kembali ke mobil, I. Oh, hei, ada kamera, Guys. Ya, kamera buat apa? Kamera foto papa dan Mama kalau lagi marah-marah. Apa tuh, Guys? Ada suara apa tuh itu? Sumpah ada suara enggak halu, Guys. Pa, Ma, ada sesuatu di kendaraan kamu. Oke, pakai kamera kamu untuk menakut-nakutinya. Kamera jelek banget, Guys. Sumpah apa itu? Iblis kamu tidak suka dilihat. Oke, dengar baik-baik, ya. Aha, bisa di kiri, bisa di kanan, bisa di atas. Oke, kita harus bertahan hidup, Guys, ya. Oke, dengar baik-baik, ya, Guys, ya. Kasih tahu aku kalau ada setan, ya, Guys, ya. Ada setan enggak, Guys? Setannya datang enggak, Guys? Setannya datang. Setannya datang, Guys. Oke. H. Papa Mama aku takut lupa. Mama gak ada suara. Yap. Oke, dah [Musik] selesai, Pak. Ma, aku menang loh, Pak. Ma. Oke, belok ke kanan. Suara Google Map. Caleb. Hei, kamu bisa enggak ya tolong kecilin tuh suara gameennya? Enggak bisa, Pa, Ma. Karena kalian bertengkar terus. menerus ya. Suara kalian tuh berisik banget sumpah. Jadi kamu ngomong sama Kealeb. Hm. Titik titik titik. Kamu tuh enggak berhak ya untuk mengundang Maria untuk tinggal bersama kita. Siapa Maria? Mamaku itu berhak untuk aku urus. Oke. Oh, jadi Maria itu adalah nenek, Guys. Ya, mamu mau merawat nenek aku. Papa aku enggak suka. Ih, gila, persis banget, Guys, ya. Kayak papa mama aku. Papa aku tuh orangnya cuek banget kayak gitu soalnya, Guys, ya. Ya, ya, aku paham, aku paham. Tapi kan mama kamu bisa dititipkan ke panti jompo. Gila ya, Guys. Ini papa ya? Panti jompo. Oke, stop ya. Diam kamu, diam. Excuse me. Eh. E. Oke oke oke. Kita abaikan, Guys, ya. Jangan dengerin Papa dan Mama. Jangan dengerin Papa dan Mama, ya. Ya. Ya. Kacangi, kacangi. Kita kita main game aja yuk, Guys, ya. Kita main game aja, yuk. Aduh. Udah dong, diam dong, diam dong, diam dong, dud dulu. Aduh, mereka bertengkar lagi ya. Selalu kayak gini, Papa dan Mama selalu selalu bertengkar. Hah? Yap, udah sifatnya sih Papa dan Mama tuh enggak bisa akur. Oh, kau merasa terkurung di mobil ini, tapi ada kok tempat di mana kamu bisa bahagia. Aku bakal bantu kamu. Level 2 dari 5 ya. Yang Happy Cave tadi kan, Guys. Katanya dulu waktu papa dan mama aku bertengkar biasanya aku sembunyi di kamar mandi guys ya. Soalnya papa aku waktu marah-marah wow dia sangat-sangat ini sih guys ya. Gas ya. Aku masih ingat Papa dulu waktu marah banting kursi guys ya. Banting kursi mau dilempar ke mama aku. Jadi aku harus sembunyi di kamar mandi supaya aku enggak kena dipukul juga gitu guys ya. Pokoknya parah sekaliah guys ya. Aduh, makanya ya, Guys ya, buat para orang tua di sana ya, Teman-teman, ya. Aha. Kalau bertengkar jangan di depannya anak, Guys. Ada jebakan juga. Ini buat apa nih? Menjebak papa, Kak. Eh, jangan, jangan. Gak boleh kayak gitu, Guys. Gak boleh. Seburuk-buruknya orang tua ya, Guys, ya. Walaupun dia jahat, itu masih orang tua sih, Guys. Jadi, tidak boleh tidak sopan, ya. Saatnya kembali, Guys, ya. Oke, taruh sini. Ambil. Oke, aku taruh sana lah, Guys, ya. Dan kita siapkan kamera. Oke, sebentar. Aku jangan nubuk. Jangan nubuk. Yah, jendelaaku rusak, Guys. Ya, sumpah parah banget sih. Bentar, Guys. Ada lagi, Guys. Ada lagi, ada lagi. Taruh. Jepret. Oke, game ini ternyata susah juga sih, Guys. Ya, aku kira kayak game yang simpel-simpel begitu. Mana, mana, mana. Oke, menang aku. Oke, Guys. Aku menang ternyata, ya. Tapi jendelaaku rusak, Guys. Pintu aku maksudnya. Aduh, dasar ini Google Map payah. Jangan begitu, Papa. Ini kayaknya salah nih jalannya. Huh, sayang. Mungkin kita sebaiknya putar balik aja, gimana? Emm, aku punya perasaan enggak enak nih. Aku gak tahu gimana cara jelasinnya. Tapi kayak ya pokoknya feeling aku enggak enak gitu. Aku mau keluar dari jalan ini aja. Kenapa kok balik ke tempatnya mama kamu? Enggak, enggak. Aku bakal mengendarinya pelan-pelan. Kita bakal baik-baik saja. Ma, aku benar-benar lapar, Ma. Kita bakal beli makan. Ya, sabar. Aku merasa sakit. Kenapa sakit? Oh, kita hampir sampai di sana. Sebentar, Teman-teman, ya. Kita harus taruh ini kamera dan tadi pintunya rusak ini ya, Guys, ya. Yap, yap guys ya. Oke, semuanya aman. Ambil lagi kameranya. Oke, iblis kamu menjadi gusar. Pikiran kamu mencoba untuk menakut-nakuti kamu. Jangan percaya. Jangan percaya terhadap pandangan itu. Ya, kamu harus percaya sama aku. Aku bakal keluarin kamu dari tempat ini. Level 3 dari 5. Oh no. Pap. Mama masih bertengkar, Kak. Aku harap sudah berhenti bertengkar ya, P. Ma tersesat. Jangan tengkar mulu loh. Cari ayam, Guys. Ya, kumpulkan ayam, cari barang dan kita pergi. Ih, apa itu, Guys? Sumpah. Sumpah, Guys, ya. Apalah itu. Ambil dulu ini. Oke. Bear trap. Bear trap. Bear trap, Guys. Kenapa ini monster dekat-dekat aku? Ambil barikade. Oke, kayunya. Kayaknya kalau aku ngambil ayamnya aku bakal ditangkap monsternya deh, Guys, ya. Ya enggak sih? Balik, balik. Mobil aku di mana? Aduh, mati enggak sih, Guys? Aku habis ini? Sumpah. Jangan, jangan, jangan mati dulu. Jangan mati dulu. Jangan mati dulu. Fanny, Fanny, Fanny. Yuk, bisa. Yuk, bisa. Yuk, bisa. Syukurlah, Guys, ya. Masih hidup aku. Sumpah aku masih selamat, Guys, ya. Moner apa itu tadi itu? Apa itu, Guys? Guys, apa yang terjadi? Sebentar. Firasat aku kok enggak enak banget sih, Guys? Firasatu enggak enak banget loh, Guys. Ya, firatu enggak enak banget. Hah. Sebentar, sekarang kita bisa ngendarai mobilnya. Papa, Mama ggak ada. Aku cuma bocil. Jangan khawatir. Aku khawatir banget sih. Oh, oh, apa itu? Sekarang di depan ada monster. Kamu harus menyetir. Oke. Oke. Wow, itu bahaya sekali. Good luck. Oh no, guys. Mode fokus ya. Walaupun aku kepikiran Papa dan Mama. Papa dan Mama kacangi, Guys. Oke, ambil bensin. Ambil bensin. Aduh, Guys. Aku stres banget. Taruh, taruh, taruh. Oke, seandainya kalian bisa dengerin e seberapa e keras jantung aku degdeg dek degdeg gitu ya, Guys, ya. Seandainya kalian bisa dengar, Guys, apa tuh? Oke, udah udah udah udah udah. Yuk, di satu lagi, satu lagi, satu lagi. Aduh, terakhir, terakhir, terakhir, terakhir. Udah, sip. Menang. Hah, kita berhasil hidup loh, Teman-teman. Caleb, kamu pergi ke mana, Caleb? Game kamu tuh cuma game doang. Kamu tidak bisa mengacangi masalah kamu. Ini keluarga kamu. Sekarang pergi ke kanan. Aku bakal kesal sih, Guys, ya. Kalau Google Map sampai ngomong begitu ke aku, saya kayak diam, Google Map. Kamu tidak tahu apa-apa tentang keluarga aku. Kamu sangat dekat ke Happy Cave, tempat bahagia kamu. Sekarang kamu harus ya bertahan hidup dari iblis-iblis itu. Iya. Aku tidak seperti yang lainnya, anakku. Maksud kamu apa? Aku sangat nyata. Oke, level. Oh, ini level 4 dari L ya. K kira tadi lima dari lima, Guys, ya. Oh, man. Enggak cukup kah ini orang tua aku sudah menyiksa aku ya, Guys, ya. Sekarang kita harus bertahan hidup dari iblis. Oh, wow. Papa mama. Papa mama aku kenapa, Guys? Mereka kenapa? Sumpah mereka kok kayak gitu sih, Guys. Ya, ini kecelakaan kah, Guys? Jangan bilang karena Papa dan Mama bertengkar terus-menerus, mereka akhirnya kecelakaan, Guys. Apa itu? Apa itu? Apa itu? Bentar. Ya ampun, udah pecah nih, Guys. Oke, ambil lagi. Semoga enggak pecah ya, Guys. Oh. Oh. Huh. Panik, Guys. Aku panik sih. Aku maah panik sih ini, Guys. Aduh. Aduh. Lagi dua kali berturut-turut. Parah loh. Is sisa satu nih. Bensinnya mana? Sumpah. Ah, minggir guys. Lihatlah wajah aku yang panik ya. Ya, yang penting aku berhasil, ya. Oh no. Kita salah jalan, Guys. Ya, kamu harus pergi ke kiri sebaiknya dan kamu tidak akan terjebak di sini lagi. Level terakhir, Guys. Aku masih ngerasa kalau setan-setan ini, iblis-iblis ini tuh semua cuma imajinasi si bocil ini, Guys. Ya, karena dia merasa terperangkap. Eh, itu orang tuanya enggak sih, Guys? Oh no. Papa mama. Papa mama papa mama aku, Guys. Ya ampun, P. Ma, Papa Mama. Kenapa? Aduh, makanya ya, Guys ya, kalau lagi bertengkar itu jangan nyetir-nyetir ya, Guys, ya. Jangan nyetir. Bahaya beneran, Guys. Tuh. Hei, mati enggak sih, Guys? Aku gak gak gak gak gak gak. Aku masih hidup. Aku masih selamat. Aku terjebak. W turun. Udah, udah, udah. Enggak tahu, enggak tahu. Enggak bisa tuh, Guys, ngambil ayam, ya. Kalau aku maksain ngambil ayam, aku terjebak. Eh, sumpah ini aku nyasar gak sih gitu? Oh man, kamu dibunuh. Kamu kehilangan dua item. Barang aku hilang. Aduh, bocah itu masih ketakutan. Ya iyalah, aku takut. Apa kamu bisa menyalahkan dia? Coba kamu lihat kita. Aku paham, Guys. Jadi si setan-setan ini itu adalah papa dan mama di kepalanya si bocil ini, Guys. Ya, si Caleb harus tinggal. Kealeb harus tinggal. Caleb harus tinggal di sini selamanya. Papa, Mama kok kayak gitu sih? Oke, guys. Oke. Wah. Oke, guys. Aku gak mau. Aku gak mau. Aku gak mau. Aku gak mau. Aku gak mau terkurung di sini. Kalian lagi bertengkar, aku mau kabur aja ya. Kalian bertengkar, bertengkar aja. Tapi jangan bawa-bawa aku. Iya, aku cuma mau ke happy place aku. Oke, ambil suara apa itu, Guys? Ih, makin banyak loh, Guys, setannya. Sumpah. Satu lagi. Selamat tinggal, Papa Mama. Aku akan pergi dari rumah. Tidak akan pernah kembali lagi. Oke, belok dulu, Guys. Satu, satu, satu. Terakhir, terakhir, [Musik] terakhir. Ya, aku hidup, Guys. Aku berhasil, loh. Kamu tiba. Guanya ada di sini. Kamu akan menemukan keindahan. Ya, aku akan melindungi kamu. Aku bakal memberi kamu makan dan aku bakal menunjukkan teman-teman kamu. Kamu hampir kelewatan loh. Ayo, belok ke kiri sekarang. Belok ke kiri. Gimana caranya belok ke kiri, Guys? Papa. Mama apa ini? Turn right. Belok ke kiri, belok ke kiri. Weh, Kalep, kamu ngapain, Keep? Enggak, enggak, gak, Calep, mundur, mundur. Keep, Cep, mundur. Jangan pegang setirannya, Cep. Jadi kita semua meninggal gara-gara Caleb si bocil ini. Oke. Atau ini cuma imajinasinya doang ya, Guys, ya. Ma, Pa, tolong bangun. Aduh, kaki aku sakit banget. Oh, jadi mereka kecelakaan, Guys. Nubruk mobil. Eh, nubruk mobil. Nubruk pohon, Guys. Aku lapar. Aku enggak bisa. Enggak bisa apa, Kelep? Siapa yang mau diselamatin pertama mungkin ya, Guys? Ya, mama sih, Guys, ya. I’m so sorry. Aku lebih sayang mama. Oh, bukan diselamatin, tapi di Oh my God, [Tepuk tangan] [Musik] ini. Uh, aku enggak bisa jelasin di video. Jadi, kalian silakan berimajinasi sendiri ya, Guys, apa yang terjadi sama Papa dan Mama dan aku lapar ya. Kalian bisa bayangkan sendiri, Guys. Eh, cerah banget di luar. Apa tuh? Caleb, aku senang sekali kamu bisa sampai. Tolong jangan menangis. Kamu sudah berusaha sekuat mungkin. Ya, aku siap untuk kamu sekarang. Sekarang saatnya untuk menyembuhkan kaki kamu. Ayo keluar. Iya, aku siap, Guys. Ini kan kecelakaan. Emangnya enggak ada kayak pemadam kebakaran atau polisi yang mencari kita kah? Kita maju 99 step. Ih, ada rusa, Guys. Oh, wow. Aku ngerasa apa ya, Guys? Dada aku tuh sesek sih, Guys, ya. Soalnya ya di satu sisi aku itu pernah mengalami ya, Papa dan Mama aku selalu bertengkar, ya, Guys. Sama wow, aku enggak menyangka endingnya bakal kayak gini sih, Guys, ya. Mereka meninggal. Nyesek banget gak sih, Guys, ya? Itu nyesek banget sih, sumpah. Ini kenapa kok ada bunga-bunga undertale begini? Sumpah. Ini juga disturbing banget sih, Guys, suaranya dia di sini. Apa dia di sini? Siapa di sini? Kayaknya Cep ini bojil ini tuh juga sudah meninggal dan ini tuh cuma imajinasinya dia doang, Guys. Ya enggak sih? Masuk akal enggak sih, Guys? Itu teoriku. Itu sebabnya kenapa kok pohonnya itu makin lama kelihatan kayak ya grafik game gitu, Guys, ya. You are safe. You are safe. Kamu aman. Kamu aman. Apa ya? Oh my God. Ya, selamat datang KB di tempat bahagia ya. Ah, gak bisa nyebut ini tempat bahagia soalnya aneh banget sih, Guys. Ini guanya. Ini [Musik] guanya. Dan tamat, Guys. Game-nya. Apa? Tangan siapa itu? Siapa pegang aku? Hai, selamat datang anakku. Hah? The fight is over. Finish the king. Jadi endingnya kayak gimana? Menurut aku CB ya meninggal sih, Guys, bersama orang tuanya di kecelakaan itu ya. Dan itu cuma imajinasinya Kilb. Tapi kalau kalian punya teori lain, guys, kalian bisa komen di bawah ya, Teman-teman, ya. Dan sekian dulu permainan aku di game ini. Kalau kalian suka dengan videooku kali ini, jangan lupa ya, guys, dikit tombol like, di-share, dan juga diubscribe. See you, Guys.

Sedihnya jadi Kaleb
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV
Link game: https://curious-fox-sox.itch.io/the-deadseat

Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.

– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra
– Join menjadi keluarga Fanny disini:
https://www.youtube.com/channel/UCM4m4jzE3UG1yQWJQH59gjA/join

Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh

#Fannyplays