anak laki-laki mewarisi keterampilan basket Jordan

Anak laki-laki itu secara tidak sengaja mendapatkan sepasang sepatu basket Jordan. Saat ia sedang merasa bangga, sekelompok anak nakal datang merebut sepatu itu dan melemparkannya ke kabel listrik. Anak itu sangat sedih. Malam itu, hujan turun dengan deras. Ia pun memutuskan untuk mengambil kembali sepatunya. Bersama teman-temannya, ia pergi keluar saat hujan. Anak itu memanjat cabang pohon dan akhirnya berhasil meraih sepatunya. Tiba-tiba kilat menyambar tiang listrik. Arus listrik menjalar melalui kabel dan mengenai anak itu. Ia dan sepatunya jatuh ke tanah bersama. Ajaibnya, anak itu tidak terluka. Keesokan harinya mereka pergi menonton pertandingan NBA. Saat jeda pertandingan, anak itu mendapat kesempatan langka untuk bermain satu lawan satu dengan pemain bintang dari tim Cavaliers. Ia pun naik ke lapangan dan mengenakan sepatu Air Jordannya. Awalnya sang pemain tidak menganggapnya serius, tapi anak itu melaju cepat, menembus pertahanan dan mencetak layap. Lalu ia melakukan gerakan tipuan dan mencetak tembakan tiga poin dengan langkah mundur. Bahkan dirinya sendiri tidak percaya. Pemain itu marah, melepaskan jaketnya dan memperingatkan anak itu bahwa ia akan bermain bertahan dengan serius. Anak itu tidak bisa menembus pertahanan dengan dribble. Jadi ia melempar bola ke papan dan melakukan oop sendiri. Pemain itu terkejut. Seluruh arena mendadak sunyi. Beberapa detik kemudian, Quick Lones Arena meledak dalam sorak-sorai meriah. Untuk merekrut anak itu, pemilik Cavaliers menawarkan kontrak senilai 5.000. Dan begitu saja, anak berusia 13 tahun itu menjadi pemain NBA. Namun, rekan satu timnya tidak menyukainya. Dalam pertandingan pertamanya, ia bersorak untuk Robinson, namun segera dihentikan oleh rekan setimnya. Saat ia masuk ke lapangan, ia sangat gugup. Ia tidak berani menembak dan terus mengoper bola ke rekan-rekannya. Ia terpaksa meminta time out. Ternyata ia belum mengenakan air Jordannya. Setelah mengganti sepatu dengan yang ajaib, ia mendapatkan kekuatan pria basket. Ia melompat ke udara berputar 360 derajat dan mencetak layap. Pada akhirnya ia bahkan melakukan poster dk terhadap The Admiral. Robinson benar-benar dikalahkan dan mengakui kehebatannya. Anak itu memimpin tim Cavaliers yang berada di dasar klasemen untuk mengalahkan tim Kuat Spurs. Ia menjadi pahlawan. Dalam pertandingan kedua, anak itu melihat idolanya dan dengan berani meminta tanda tangan namun ditolak. Kemudian ia menirukan gerakan khas Allen Iverson dan melakukan slam dunk. Bahkan Iverson kehabisan kata-kata. Media mulai meliput anak itu secara besar-besaran. Ia memimpin Cavaliers mengalahkan lawan demi lawan. Bahkan Dirk Nowitski menjadi penggemarnya. Jadi pertanyaannya adalah berapa besar kontrak yang pantas diterima anak ini di NBA?