yuta mio buatkan rumah pondok bocil anomali berjejer warna warni | SAKURA SCHOOL SIMULATOR

Tralelo, tralala. Hei, kamu ngapain tidur? Kamu lelah? Iya, aku lelah. Tralalelo boneka ambalu. Kamu capek perpatap pim? Iya, aku lapar sekali. Hah? Kita sudah berkumpul uang berapa ya? Wah, uang kita sedikit. Paling cuma Rp10.000 doang. Gimana berpatapim? Enggak apa-apalah. Rp10.000 Ibu, aku beliin makanan ya, Teman-teman ya. Kita beli roti yuk. Lapar kali soalnya. Ya udah, ayo silakan beli rotinya. Makasih tralalelo. Yuk, kita bagi tiga ya. Lapar kali, Bu. Aku mau beli roti. Lapar beli roti tiga. Hai, apa ini tiga-tiga? Hah? Kalian itu masih ada hutang, tahu? Utangnya bayar dulu lah. E, tapi kami lapar sekali. Bolehlah beli roti tiga dulu. Enggak dah. Sini uangnya itu untuk bayar hutang kalian ya. Ayo sini. Tapi jangan diambil ya. Berpatap belum makan. Aduh uang kita diambil ibu itu. Yah. Gimana sih kamu ya? Kita enggak jadi makan. Iya enggak jadi. Ayo Mio. L la. Ayo kita belanja. Ayo, Mio, kita borong-borong. Asik, borong-borong. Kayuta yang bayar, kan? Iyalah, aku yang bayar. Uangku banyak sekali. Ayo, kamu mau ambil apa aja? Biar Kak Yuta yang bayar. Makasih ya, Kayuta. Kalau gitu aku akan borong ya. Yipi. Borong-borong semuanya. He. Aku mau beli es krim. Beli ini juga. Beli beli jelly, beli apa lagi ya? Aku borong semuanya. Kayu bayar. Ye ye. Enak kali lah jadi adik Kayut nih. Aku dibeliin terus. Mana Mio? Udah diambil ya Kayuta. Bentar aku ambil dulu ya. Ini ambil juga. Aku ambil Miramen. Ambil roti. Nah udah Kayota. Ye. Aku udah segini aja belanjanya. Wih, borong mio nih. Iya. Eh, sepertinya ada orang kaya dalam sana borong-borong berpatap pim. Hah? Mana? Mana? Wah, iya sepertinya aku coba masuk ya. Aku mau minta sedikit uang untuk makan kita. Semoga dapat. Itu dia. Ah, Pak. Halo. Saya saya lapar, teman-teman saya belum makan. Astaga, kasihan sekali. E, ya udah kamu makan. Iya, lapar. Ya udah, kamu silakan ambil apa saja di sini biar aku yang bayar. Kasihan ya dia, Mio. Iya. Nah, kamu siapa? Aku berperbatabim. Oh, hidungnya besar juga. Ya udah kalau gitu, Kak. Ini orang itu ambil semuanya biar saya yang bayar, ya. Oh, ya udah, Yuta. Ini uangnya dia belanja biar saya yang bayarin. Oke, ya udah silakan. Aku udah bayarin. Cepat ambil semuanya. Wah, terima kasih. Akhirnya saya bisa makan. Kamu baik sekali. Aku mau ambil ini. Ah. Ah. Yaya. Ini kayaknya temanku mau dari kemarin. Aku ambilin. Ya. Dia juga suka roti. Akhirnya ada orang baik yang mau beliin kami roti. Wah, ada mie juga. Ayo kita makan. Perpatap akhirnya bisa makan enak. Aku juga suka ini. Ini ini. Udah udah ini aja. Ya udah kalau gitu aku bayar ya. Iya, makasih banyak. Oke, Kak. Ini, Kak. Ya udah, biarkan dia ambil barang-barang itu saya yang bayar. Oke, Yuta. Terima kasih. Ya udah, ayo. Ayo. Oh, jadi ini teman-temannya. Ei, kalian ini boneka Ambalabu sama tralalelo ya? Oh, kamu temannya berpatah Pim. Iya, Yuta. Terima kasih sudah datang ke sini. Ini uang untuk kalian, ya. Wah, makasih banyak. Thank you. Ya, sama-sama. He. Wah, teman-temanku juga dikasih makasih banyak. Ayo, Teman-teman. Makasih, makasih, makasih. Eh, enggak usah, enggak usah. Aduh, ngapain sampai begini kali? Udah, kalian semua pasti belum makan. Aku akan beliin kalian makan, mau. Wah, mau. Tralal tralala. Aku belum makan. Iya, mau mau. Ya udah kalau gitu ayah semuanya ikut sama Yuta. Aku akan traktirin makan. Yeay, akhirnya makan. Makasih orang baik. Ayo sini kalian berdua pasti belum makan. Kasihan Garam Madu. Ayo ayo kalian mau makan apa? Oke. Emm. Mister aku ingin semua gajiku untuk mereka ya, Pak Bos. Hah? Jadi untuk mereka semua? Iya. Gajiku untuk makan mereka aja. Udah kalian makan saja ya, Garam. Aduh. Mereka semua ini adalah gembel. Mereka enggak ada tempat tinggal. Terpaksa tung tung tung tung sahur yang membiayai makannya. Udah makan aja garam madu. Enggak usah bayar ya. Karamaram dungdung tak dungdung. Terima kasih tungtung. Iya sama-sama. Yuk makan kita yo. Am nyam nyam nyam nyam. Makasih. Ayo makan makan. Makan. Am nyam nyam nyam. Makan sampai kenyang ya. Senang sekali rasanya. Ya udah aku lanjut kerja dulu. Ya udah makan makan. Makasih banyak. Iya. Eh Pak Bos ya. Mereka itu makan gimana? Enggak ada duitnya. Itu pakai gaji saya saja. Ya udah. Oke kalau gitu saya potong gaji kamu. Tungtung sekarang kamu cepat kerja lagi. Baiklah Pak Bos. Tung tung tung tung sahur kerja dulu ya. Garamadu. Hah. Aku bekerja sebagai tukang bersih-bersih di sini. Kalian semua makan saja dengan kenyang. Oke. Oke. Terima kasih sekali lagi Tungtung. Kamu rela memotong gajimu untuk makan kami? Tidak apa-apa. Aku senang melihat orang yang makan ini. Makan lahap. Ah, apalagi kalian belum makan. Ayo, ayo silakan. Huh, kotor sekali tempat ini. Aku harus bersihin. Ayo cepat. Wah, udah ramei aja nih. Ayo, Mio. Let’s go. Lala. Wah, ini dia Om. Saya mau beli ya miramennya. Berapa nih? Banyak pokoknya. Ada lima. lima orang. Oke, makasih banyak. Ayo, ayo semuanya langsung aja kita duduk makan-makan. Itak nyam nyam nyam nyam am nyam nyam nyam nyam. Makasih ya, Yuta. Akhirnya berberatapim bisa makan Mir Ramen. Iya, ayo ayo. Enak sekali kan? Inilah miramennya. Wuhu. W itu siapa? Wah, Tamio rupanya. Aku harus bersih-bersih dulu. Eh, Tungtong, kamu udah makan, Tungtong? Oh, udah, Yuto. Nyam nyam nyam. Enak. Itu garam madu teman kamu? Iya, mereka gembel di sini. Mereka belum makan dan aku memberikan mereka makan dengan gajiku. Apa? Kamu memberikan sebagian gajimu untuk makan mereka. Iya, Yuta. Wah, kamu baik sekali, Tungtung. Padahal gaji kamu tidak seberapa. Kasihannya. Ini yang bayarin siapa? Yang bayarin sih, Tungtung katanya. Wah, baik sekali Tungtung. Udah Tungtung. Enggak usah enggak usah pakai gaji kamu. Pakai uang aku aja. Enggak usah, Yuta. Enggak apa-apa, Pak. Ini dia uang dari makan garam madu dan makanan kami juga ya. Ini bayarannya. Oh, kalau gitu enggak apa jadi dipotong gaji? Tungtung. Tidak usah. Wah, ya udah kalau gitu, Yuta. Oke semuanya ayo lap makannya garamadu tungtong. Yey. Terima kasih, Ayuta. Terima kasih. Yuta. Iya, sama-sama. Kalian semua enggak ada tempat tinggal, enggak? Ya udah, kalau gitu ayo ke rumah Yuta. Aku akan memberikan kalian tempat tinggal di tempatku. Let’s go. Terima kasih, Yute. Makasih, Yute. Tralal. Tralala. Terima kasih Yute. Ayo. Ayo para anomali. Senang sekali rasanya akhirnya mereka bisa ada tempat tinggal. Udah kalian enggak usah tinggal di toko-toko itu lagi. Kalian bisa tinggal dalam rumahku. Let’s go. Nah, ayo di sini siapa yang mau tinggal di sini? Tungtung bolehlah tinggal di sini. Nah, kalau di sini berpatap pim dan teman-teman. Oke. Oke, Yuta. Tung tung tung tung sahur sangat bersyukur. Makasih ya sekali lagi, Yuta. Sama-sama. Ya udah, aku keluar bentar ya. Kalian boleh kalau mau masuk ke kamar langsung. Ayo, Mio. Kayak Yuta kita mau tidur di mana kalau gitu? Nanti kita lihat aja, Mio. Ayo, ayo, Garamadu. Kita langsung saja ke kamar yang yang di depan sana. Kata Yuta, kita tidur di sini. Wih, bagus sekali kamarnya ya. Ada komputer juga. Geram Rama. Dungdung tak dungdung. Aku mau tidur di sini aja. Aku capek tidur di depan ruko. Makanya Yuta baik sekali memberikan kita kasur. Dah, kita tidur di sini aja ya. Iya, iya. Kita tidur di sini aja, Tong, Tong. I senang sekali rasanya. Beratabim. Ayo tralelo. Wah, lihatlah ada dua kasur di sini. Aku senang sekali. Iya, akhirnya kita punya tempat tinggal ya. Tidak tidur di depan supermarket lagi. L la la. Ayo, Mio, kita balik lagi. Mana mereka? Mereka udah masuk ke kamar kayaknya, Mio. Iya, Kak Yota. Yo, kalau gitu let’s go. Astaga. Ei. Aduh, kalian nih kenapa berantakin kamar aku? Eh, maaf ya, Yuta. Astaga, berantak semuanya buku-buku jatuh. Ih, kalian nih. Aduh, parah kali mereka. Astaga. Ayo, Mio. Kita pergi kamar sebelah lagi. Kita lihat. Astaga ngapain itu diinjak-injak kasurnya? Aduh, kotor. Entar udah tahu nyuci kasur itu susah. Astaga. Berpatap boneka balabu. Aduh, gimana nih, Kak Yuta? Iya nih, jadi berantakan kamar kita. Kayaknya enggak ada jalan lain, Mio. Kita harus buat rumah masing-masing untuk mereka. Emang, Kak Yuta mau bangunin rumah untuk mereka? Iya, aku akan bangunin rumah masing-masing. Rumah tungtung, rumah garam madu, rumah berpatapim. Ya udah kalau gitu kita buatnya di mana ya? Bagusnya di lapangan yang luas, Mio. Ayo ikut Kayuta dulu. Aku akan buatin rumah untuk mereka. Nah, kayu-kayunya udah aku pesanin nih. Langsung aja kita bangun rumah-rumah mereka, Mio. Ya udah, Mio akan bantu Kayuta. Ayo, Mio. Let’s go. Kita buat ting ting ting. Tak tak tak. Ayo, Kak Yuta, semangat semangatlah untuk bangunin rumah mereka. Mereka para para-para anomal yang baik itu. Ayo Meo Tang tang. Oke, rumah kalian udah jadi. Siap-siap ya balik badan. 1 2 3 balik badan. Wih. Wow. Ini dia masing-masing rumah kalian. Cantik sekali. Wah, cantik sekali Yuta. Iya, aku udah ciptain rumah masing-masing. Yang pertama. Ayo, Tung tung. Sini kita ke rumahmu dulu ya. Yuta, ini beneran kamu buatin rumah untuk kami? Iya, Tungtung. Ini rumah untuk kamu, ya. Terima kasih, Yuta. Tung tung tung sahur senang sekali. Iya. Wah, akhirnya aku punya rumah. Biasanya aku tidurnya di depan toko. Ih, akhirnya punya kasur ampuk. Terima kasih, Yuta. Wah, ini apa, Yuta? Ih, cantik kali. Ada pot bunganya juga. Ada kursi. Yoi. Bagus enggak? Bagus sekali rumahnya. Ih, ini aja ada meja makan, Yuta. Meja makannya udah ada, tapi makanannya belum ada, Yuta. He he. Ya udah, kamu makan. Mau, mau, mau. Lapar. Wih, terima kasih Yuta. Enak sekali buah-buahnya ini. Hah? Ya udah, makan ya Tungtung. Kamu tuh udah kurus kamu jarang makan. Yes, rumah Tungtung sudah siap. Rumah kedua. Tralalelo ikut sama aku. Tralalelo tralala. Wah, Yuta. Ini rumahku ya? Iya, ini dia rumah untuk kamu. Wah, terima kasih Yuta. Wah, ternyata kamu tahu ya kalau aku ini ikan hiu. Iyallah, kamu kan ikan hiu. Masa aku enggak tahu. Wah. Iya, akhirnya aku bisa kembali lagi ke air. Terima kasih, Yuta. Ini adalah tempat tinggalku yang sesungguhnya. He ya kalau gitu kamu bersenang-senanglah. Yuta. Kamu enggak ikut berenang bersama aku? Ayo sini berenang. Ei ngapain pula aku berenang? Ayolah berenang sama-sama kita. Ya udahlah kalau gitu. Hipi. Woh seru ya? Iya seru sekali. Tral trala aku suka sekali tempat ini. Yuta. Yeay. Rumah tralalelo sudah jadi. Ya udah aku ke tempat yang lain dulu ya. Yang lain perlu juga dikasih rumah. Oke, selanjutnya Rumah Garamadu. Ikut aku sini. Garamadu. Ayo, ayo sini. Garam rama. Ram dungdung tak dung perkuntung Yute. Ini rumah kami. Iya weh, rumah garam madu nih. Bagus enggak? Bagus sekali, Yuta. Garam suka. Madu pun suka. Makasih ya, Yuta. Nih madu-madu kalian nih. Ini madu kamu banyak kan? Udah aku simpan. Jadi kalau kamu mau nyimpan stok bisa digunci itu. Wah keren. Ya udah kami masakin kamu, Yuta. Eh wah kalian masakin apa ini? Roti selai madu. Wow enak kayaknya. W am nyam nyam nyam. Roti ini enak sekali. Garam madu kalian yang buat ya? Iya betul. Ini ciptaan kami. Lihatlah rotinya campuran garam dan madu. Am nyam nyam. Enak banget dah kalau kalian yang masak. Ya udah ini tempat tinggal kalian. Kalian harus senang. Oke. Iya. Yuta. Garam madu senang sekali punya tempat tinggal kayak gini. Makasih banyak, Yuta. Ayo rumah terakhir. Ayo sini berpatab. Berpat bim. Yeay. Ini tempat tinggalku ya, Yuta. Iya. Sama body kambalabu ya. Iya iya. Bonek balabu. Wah, ini yang ku mau. Akhirnya aku punya. Lihat ada pohon juga. Ini yang ku suka. Kita akhirnya merasakan sofa mahal. Boneka ambalabu. Iya, ya kan? Ye, ye. Akhirnya kita punya rumah dan punya sofa mahal. Sofanya empuk lagi. Eh, sukanya. Bagaimana boneka malabu? Bagaimana berpatapim? Kalian suka? Iya, Yuta. Aku senang sekali. Makasih ya, akhirnya kami tidak tinggal lagi di depan ruko, tidak lagi minta-minta. Ya udah, kalian pasti enggak ada duit nih. Ambil uang ini sebagai pegangan. Kalau kalian enggak punya duit, beli makan. Oke. Oke, Yuta. Makasih banyak, Yuta. Kok emang orang baik? Yeay, semua pada anomali udah diberikan tempat tinggal. Senang sekali rasanya mereka tidak jadi gembel lagi. Gimana, Mio? Kayuta emang keren. Mereka jadinya punya tempat tinggal masing-masing. Iya, Mio. Aku senang sekali mereka udah punya tempat tinggal gak jadi gembel lagi. Yeay. Kayota emang keren banget. Yeah.

makasih jangan lupa like dan subcribe ya 😀
#sakuraschoolsimulatordrama #sakuraschoolsimulator #idsakura