Rismon Sianipar & PSI Terkait Hasil Uji Labfor Ijazah Jokowi Hingga Proses Hukum-Nasib Roy Suryo
Kita akan bahas lebih dalam terkait dengan kasus yang masih bergulir di Polda Metro Jaya, terutama soal pencemaran nama baik yang melibatkan salah satunya Roy Suryo. Sudah bergabung bersama kami Rismon Sianipar selaku pelapor ijazah palsu Jokowi dan nanti juga akan menyusul politisi Partai Solidas Indonesia Irma Huta Barat. Saya sapa dulu Bung Rismon. Selamat malam Bung Rismon. Selamat malam Bang. Baik Bung Rismon. Kalau melihat Bares Krim Porori menyatakan bahwa ijazah Jokowi asli, Pak Jokowi asli katanya. Ini artinya menegaskan juga bahwa ee apa namanya? Pelaporan pencemaran nama baik di Polda Metro Jaya akan terus bergulir sepertinya karena sudah dinyatakan asli. Karena ee itulah e Roy Suryo dan kawan-kawan di Polda Metro Jaya sepertinya akan tetap bergulir gitu. Ee apa kasus pencemaran nama baiknya. Ada ada respon soal ini. Iya. ee yang dilakukan adalah uji keidentikan, menguji kesamaan ataupun cocokan. Jadi bukan menguji keaslian. Jadi uji identik itu menyamakan objek A dengan objek B. Prosesnya A dengan B. Jadi tidak menjawab tentang autenticity, keaslian gitu, Pak. Kalau ingin menjawab ee keaslian, maka tidak melakukan uji keidentikan. justru masuk ke yang lebih dasar yaitu menggunakan in dating analisis analisis penanggalan kapan diprediksi itu tintanya apa, usia tintanya bagaimana dan uji carbon 14 dating analysis untuk memprediksi usia kertas itu baru authenticity. Oke. Setelah autenticity itu dilakukan baru dilakukan uji keidentikan. He. Makanya saya katakan bahwa pengumuman atas uji keidentikan yang dilakukan oleh Bareskrim atau laboratorium forensik Bareskrim itu tidak menjawab keaslian keaslian dari ijazah dari Pak Joko Widodo. Begitu, Pak. Bang. Oke. Artinya argumentasi yang Anda ungkapkan barusan sederet argumentasi ini akan juga dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menguatkan atau membantah bahwa ada tudingan pencemaran nama baik dalam kasus ini. Begitu ya Bur Risman. Iya, Bang. Jadi kan begini ee sebenarnya kita cukup kecewa ya apa yang diumumkan oleh Dirtipidum Bares Grim Porri bahwa kalau mereka mengaku bahwa yang dilakukan adalah SCI atau scientific crime investigation, maka semua metode prosedur itu dilakukan dalam ruang-ruang ketat yang namanya sains. H. Maka kalau kita sains, maka dia memerlukan metode. Disebutkan nama metodenya, nama prosedurnya, perlakuan terhadap objek uji bagaimana, terus output-nya apa, variabel keluarannya. Oke. Ya, sepertinya ada kendala komunikasi saat kami berbincang dengan Bung Rismon. Tadi Bung Rismon sempat mengungkap bahwa sederet fakta dan argumentasi soal ee ijazah Jokowi yang bersifat saentifik ini harusnya bisa ditelaah lebih dalam oleh Bares Krim. tidak hanya melihat pada wujud fisik saja, tetapi juga pada hal-hal detail. Salah satunya yang dipermasalahkan oleh Bung Rismon tadi adalah soal font yang ee dikatakan pada saat itu font times New Roman di era eh beberapa tahun ke belakang terutama pada saat era Jokowi berkuliah dan lulus itu tidak belum di belum diproduksi begitu ya Bung Rismon ya. Iya Bang dan dari ee ee apa saya yang jawab ini ya. ee harusnya kan disebutkan nama metodenya, perlakuan terhadap bahan ujinya, bagaimana output-nya dalam persentase atau apa, nilai-nilai apa. Ini kan kemarin yang dilakukan yang diumumkan adalah sebuah ee apa namanya apa tidak nilai itu kualitatif ya. Artinya Anda mau bilang ini tidak transparan begitu ya proses ee forensik ini outputnya bukan identik tetapi misalnya variabelnya adalah persentasi keidentikan. Berapa persen keidentikan antara objek A dengan objek B? referensinya apa? Makanya saya bilang meskipun didapatkan itu persentase keidentikan itu tetap juga tidak menjawab autenticity atau keaslian dari ee apa namanya lembar pengesahan skripsi Joko Widodo dan ee apa ijazah dari Bapak Jokowi gitu, Pak. Oke. Ee Bung Rismon tadi saya menyimak pernyataan dari Polda Metro Jaya dari Kabitumas begitu bahwa akan ada satu saksi yang diperiksa, satu saksi lagi berinisial RS. Kalau saya ee melihat sih arahnya ke Bu Suryo gitu yang akan diperiksa. Nah, kira-kira ini akan juga me apa ya namanya me bisa menjelaskan bahwa duduk perkara ini dan bisa menganulir itu dengan pencemaran nambah baik dengan fakta-fakta yang akan diungkapkan oleh saksi nanti itu. Iya, Bang. Jadi terkait tadi kalau ijazah ya, kalau terkait dengan apa namanya lembar pengesahan skripsi yang kami duga itu tidak berkesesuaian secara teknologi karena menggunakan font digital times New Roman yang penggunaan awalnya saja secara apa namanya rilis pertama itu tahun 2 dan itu di Amerika dan mengingat dari kerapatan TPI atau DPI per inincinya itu sudah sangat tinggi saya duga itu diproduksi dengan menggunakan Microsoft Word yang ada di Windows XP dengan kerapatan BPI semacam itu yang dirilis tahun 2004 sampai atau ee 2005 begitu loh. Nah, penjelasan dari Dirti Pidum itu cukup mengecewakan di mana mereka mengatakan mereka mengujinya dengan cara lembar pengesahan itu diraba terus dirasakan ada cekungan. Oke. Ini kan bukan perasaan. Jadi tidak ada sentific kalau itu cuma diraba terus dirasakan baru ada cekungan itu bukan sentif. He. Oke. Itu itu hal-hal teknis itu hal-hal teknis yang dan selanjutnya setelah mereka meraba merasakan ada sedikit cekungan itu statement dari ini ya bahkan di Kompas kalau enggak salah dicatat juga teksnya itu. Terus hanya dibandingkan dengan kesaksian dari apa yang ee dikatakan ee orang yang memiliki percetakan perdana tersebut. Itu kan bukan saentifik keterangan dibandingkan dengan rabahan dengan perasaan. Bung Bung ya penyidi ya ketika meminta keterangan dari apa pemilik percetakan perdana yang diakui itu adalah produk dari mereka harusnya direkonstruksi oke gunakan teknologi 1985 dengan handpress kanannya adalah handpress atau letter letter press oke direkonstruksi dong apakah serapi itu bagaimana tepi-tepinya dengan tinta yang basah dengan lengkungan yang cantik belum juga dengan kerapatan dari apa namanya titik-titik itu yang sangat rapat yang tulisannya di lembar pengesan skripsi itu kan dipertahankan di depan dewan penguji. Nah, itu ada titik-titik kosong, tanggal kosong dan itu bagaimana membuat letter press atau handpress dengan kerapatan titik-titik yang sangat rapat semacam itu kalau itu bukan produk dari digital. Ini ini saya paham Bung Rismon. Ini adalah salah satu keahlian Anda juga karena Anda ahli e digital forensik begitu. Saya ingin menekankan juga tadi pertanyaan saya bahwa apa yang Anda jelaskan tadi ini bisa menguatkan argumentasi di ee Polda Metro Jaya terkait kasus em pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh atau diajukan oleh ee Jokowi dan pengacaranya atau kuasa hukumnya. Nah, tadi sore Polda bilang akan memanggil saudara ee e Roy Suryo ya RS ini saya mengarahnya ke sepertinya ke Royuri Suryo saya itu, Bang. Nah, sekarang ini apakah sudah ada dapat surang panggilan ee dari Polda Metro Jaya? Ee surat panggilan harusnya Kamis tetapi ada halangan. Jadi hari Senin jam 10. Itu saya untuk saya bukan Bung Bung Roy Suryo. Oke. Oh, untuk Anda ya bukan Roy Suryo ya. Baik. Nah, ini tadi berarti persiapan-persiapan yang Anda katakan, argumentasi tadi itu akan juga dibawa pada saat pemeriksaan nanti ya. Ya, jelas kalau ditanyakan ya, kalau di ee ditanyakan kalian saya ya, ya tentu saya akan jawabkan kita punya basis ilmiah, bukan sembarang ini tidak apa namanya ee apa namanya menyasar orang untuk dicemarkan nama baiknya. Ini tidak ada. ini murni adalah kegiatan-kegiatan ilmiah dari orang-orang yang peneliti yang ingin bertanya dan memenuhi pertanyaan itu gitu loh. Kan begitu, Bang. Jadi memang ini adalah tugas dari pengkaji atau peneliti untuk memenuhi ras ingin tahu. Ada juga yang menarik Polda juga kabarnya melibatkan Dewan Pers katanya untuk membuktikan apakah video yang dimaksud itu produk jurnalistik atau tidak. Tapi kalau dari Bung Rismon, video yang dimaksudkan itu apakah berisi pencemaran nama baik seperti yang ditudingkan atau bagaimana? Iya. Jadi begini, Bang ya. Produk jurnalistik dengan ilmiah, kajian ilmiah itu saya enggak tahu perbedaannya. Tapi apa yang saya lakukan adalah apa yang dikenal ada sebuah cabang digital forensik bernama eh fake document analisis. Itu ya, salah satu cabang dari digital forensik adalah fake document analisis. Jadi keluarannya itu adalah fake atau autentik. Jadi kalau dibilang keluarannya fake itu kan bahasa Indonesianya palsu. Iya kan. Jadi enggak ada apa namanya niat untuk mencemar tanam baik seseorang. Ya memang ini pertanyaannya dan Pak Jokowi juga sampai saat ini tidak berani menampilkan ijazahnya. Maka kita mengambil kajian lewat lembar pengesahan skripsi tersebut gitu loh Bang. Iya. Oke, ee sekarang juga sudah bergabung politisi Partai Solidas Indonesia Irma Huta Barat bersama kami. Selamat malam, Bu Irma. Selamat malam. Malam Ima. Tadi kita sudah berbincang dengan Bu Rison. Selamat malam, Bu Irma. ee tadi kita sudah berbincang dengan Bu Risman soal bagaimana pembuktian yang e dilakukan oleh digital forensik atau ee apa penyidikan yang dilakukan oleh e Baras Krimori yang menyatakan bahwa ijazah Pak Joko ini asli itu tidak sepenuhnya memaparkan secara rinci detail-detail apa saja teknik yang dilakukan oleh Baras Krim PORI untuk membuktikan bahwa itu asli atau tidak. Nah, sejauh ini Bu Irma dari pandangan Anda ee apakah sudah objektif yang dihasilkan oleh Bares Krim ini penyelidikannya? Iya, saya pikir kita kan memang harus ee mempertanyakan juga ee sebetulnya yang di pakai metodologinya apa. Kalau saya pikir ee Kabar Krim sudah menjalankan tugasnya sebaik-baiknya ya dari sisi forensik. Cuman ee memang dalam hal ini saya lihat Bang Rismon ee juga sudah membuat banyak sekali ee tayangan-tayangan yang tidak sama metodenya. Nah, pertanyaannya ini apakah metodologi itu bisa disepakati begitu kan. Oke. Kalau saya bilang sih, kalau saya bilang sih memang ee harus ada transparansi ya dalam hal ini ya, supaya semua pihak itu tidak lagi merasa ee ada rekayasa atau metode yang tidak jelas. karena ee kebenaran juga harus diuji. Dan saya pikir dalam hal ini Bareskrim sudah memberikan ee apa pernyataan ya, bahwa mereka menguji dengan cara satu membandingkan dengan tiga ijazah lainnya, dua mengecek kepada apa penerimaan sudah diterima. Nah, hal-hal tersebut saya pikir ee menjelaskan juga kepada publik cara yang dipakai oleh ee Bareskrim yang mengatakan bahwa ijazah dari ee Pak Jokowi itu asli. Begitu. Oke, Bu Irma. ini juga kan di sisi lain di Mapolda Metro Jaya ee kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Pak Jokowi dan kuasa hukumnya juga terus bergulir. Ini dinyatakan sendiri oleh Pak Jokowi tadi. Nah, ee Anda sendiri mendukung bahwa kasus e pencemaran nama baik ini yang yang bergulir di Mapolda ini tetap harus berjalan atau bagaimana? Memetulnya kan hak ya untuk melaporkan. Saya pikir Pak Jokowi juga ingin ee agar supaya namanya dibersihkan. Oke. Nah, namanya dibersihkan bagaimana dengan adanya bukti bahwa ijazah itu asli? Asli. Iya kan? Makanya saya bilang tadi ee kita juga harus menghargai apa yang dilakukan oleh ee Bang Rismon, oleh Pak Jokowi. Jadi dalam hal ini memang harus ada kesepakatan ya, transparansi tentang apa sih yang membuat hal ini menjadi disute gitu. Oke. Tapi ee pernyataan yang disampai bar disampaikan Bareskrim sebenarnya kan mengatakan kasusnya dihentikan karena keaslian ijazah sudah terbukti melalui uji lapor begitu ee dan tidak ada tindak pidana tidak dinyatakan tidak ada tindak pidana dalam itu. Tapi apakah masih perlu dibuktikan juga di sidang karena Pak Jokowi juga nanti akan menunjukkan ee ijazah aslinya katanya disidang kepada publik. Ya, itu kan adalah cara yang terakhir ditempuh ya, sidang. Sidang kan juga tidak bisa sekali mungkin ya. Nanti ada banding lagi, ada sampai ke MK lagi. Saya pikir ini akan menjadi polemik yang panjang karena memang ee ijazah asli yang di sampai saat ini dibicarakan memang hanya ditunjukkan kepada kepolisian ya berarti ya. Iya. belum pernah ditunjukkan di pengadilan ataupun kepada ee Bang Rismon ataupun kepada yang lain. Jadi yang diupload di media itu tidak bisa dikatakan tervalidasi. Catatannya kan demikian. Saya pikir ada beberapa catatan yang bisa menjadi ee apa pelajaran bagi kita semua bahwa memang akhirnya dianggap sebagai data sekunder yang diperiksa oleh ee Abang Rismon itu oke yang tidak bisa dijadikan dasar analisis. Jadi memang hanya gambar ijazah ee Pak Jokowi yang beredar di media sosial gitu kan. Iya. Jadi itu juga mungkin salah satu pertimbangan dari ee bagaimana kepolisian menganggap bahwa data mereka adalah data premier ya. Hm. Oke. Ee Bu Irma, tapi menurut Anda secara pribadi maupun juga secara kelembagaan misalnya saya kalau tanya apakah tuduhan Roy Suryo ini dapat dikategorikan sebagai pencemeran nama baik atau tidak? Dan mengapa kalau memang itu ee dikategorikan sebagai pencemeran nama baik sebenarnya dasar tuh tuduhannya di mana begitu? Iya karena memang ee ada yang merasa tercemar he dianggap memiliki ijazah palsu. Nah, dalam hal ini memang saya pikir sebenarnya ijazah itu kan dipegang oleh yang diwisuda. Ketika Anda diijazah, saya diij saya diwisuda, maka ijazahnya dipegang oleh saya sendiri, ya kan? bukan dari UI, bukan dari SMA 6, namun dipegang sendiri. He. Dan kita hanya melegalisir ketika diperlukan. Nah, ini kan memang ee dalam hal ini UGM UGM yang memberikan pernyataan memang ee mungkin tidak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh dua orang alumnus yang mendatangi itu, dua orang RS itu ya, yaitu ee Bang Rismon dan juga Mas Roy. He. Dalam hal ini mungkin ee UGM harus me verifikasi atau memvalidasi. Oke. Baik. Itu itu kan alumnusnya dua-dua itu. H. Iya. Tapi kan sekarang seolah-olah bertentangan. Sebetulnya ini kan ada payung nih. Kalau Pak Jokowi alumnus UGM lalu juga eh Responsian Par dan Roy Suryo. Lalu ada satu lagi Ibu dr. Tifa itu semuanya adalah alumnus UGM. saya pikir apa yang mereka kerjaan itu juga harus mendapatkan verifikasi dari UGM supaya ini bisa dilihat secara transparan dan juga secara ilmiah kalau menurut saya ya. Baik, baik baik. Ee saya kembali ke seandainya tidak sepakat dengan apa yang di ee katakan oleh ee Bares Krim. Hm. Baik. Ee saya juga di sisi lain ingin bertanya juga kepada Bung Rismon. ini kan sudah dibuktikan ya meskipun k tadi banyak kritik juga yang disampaikan Bung RPON bahwa BESSK KRIM tidak terlalu detail juga mengutarakan metodologi yang disampaikan gitu ya. Nah, lalu ee bagaimana ada menjawab juga banyak e pihak yang mengatakan bahwa ee tuduhan ini merupakan propagandalah untuk menyudutkan Jokowi seperti yang disampaikan beberapa analis begitu. Yang ingin saya tanyakan apa motivasi Anda untuk terus mempersoalkan masalah ijazah dugaan ijazah palsu Pak Jokowi ini? Rism ya motivasi saya membuktikan bahwa secara saentifik saya bisa membuktikan bahwa lembar pengesahan skripsi Joko Widodo itu palsu. Tidak ada motif lain begitu ya Bung Risu pengesahan skripsi yang tidak ada lembar pengesan skripsi dosen penguji ya terbukti itu saya pegang sendiri maka tanpa ada lembar pengesahan dosen penguji maka tidak bisa itu sebuah skripsi dikatakan produk ilmiah untuk mendapatkan sebuah gelar kesarjanaan kan. Hm. Jadi, jadi memang ya memang itu apa hasil kajian suka atau tidak suka ya silakan diinterpretasi oleh polisi. Jadi ini murni itu menjadi ini murni kebenaran ilmiah untuk kebenaran ilmiah. Bukan ada agenda lain begitu ya kira-kira ya. Saya kan pekerjaannya peneliti dan penulis. Saya tidak punya agenda lain selain itu. Saya sehari-hari juga penulis. Saya menulis buku, menulis program. Jadi ya memang ketika ee ketika saya publikasi ya analisa saya di YouTube ya memang begitu saja menjadi viral. Jadi tidak ada motivasi untuk menyasar siapapun. Memang pekerjaan saya adalah memberikan apa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan publik gitu loh. Itulah pekerjaan seorang peneliti. Apalagi juga saya penulis buku. Jadi tidak ada agenda apapun apalagiiring dengan siapa yang membiayai lah silakan dibuktikan siapa yang membiayai saya. Saya membiayai diri saya sendiri datang ke Jakarta juga saya membiayai diri sendiri gitu. Jadi oke jadi kembali lagi Pak bahwa banyak ee bahwa keaslian dari ee skripsi maupun ijazah Pak Jokowi itu tidak dijawab dengan uji ke identika. Oke gitu. harus dijawab dengan uji keaslian tadi itu carbon 14 dating analysis maupun eh in dating analysis cuma itu yang bisa menjawab itu produk tahun berapa dulu itu dulu dijawab jangan identik kalau sama-sama palsu kan ya identik juga gitu barang KW dibandingkan dengan barang KW ya identik tidak menjawab bahwa barang itu asli gitu loh jadi iis ya ya kesimpulan dari dipidum kemarin itu lewat baris krimnya tidak konklusif, tidak konvergen dan tidak menjawab pertanyaan publik mengenai ee keaslian dari ijazah Pak Jokowi yang bahkan ya ditunjukkan saja dalam monitor itu tidak berani fotokopi. Bagaimana masyarakat atau publik teryakinkan dengan cara seperti itu. Begitu, Bang. Mung saya mendengarkan juga pernyataan Anda di beberapa ee literatur dan media begitu. Saya membaca bahwa Anda juga katanya mendapatkan intimidasi setelah mengusut kasus ini. Bisa Anda jelaskan bentuk intimidasi seperti apa yang Anda dapatkan dan apakah ini juga mempengaruhi upaya Anda untuk terus membuktikan ee kebenaran dalam kasus ini? Ya, itu kan resiko yang harus kita perjuangkan ya. Kalau kita mau menjilat kekuasaan tentu enggak ada risiko ya. Tidak ada risiko dilaporkan, tidak ada resiko apapun. Risikonya ya menjadi komisaris kan begitu. Jadi kalau ee terkait dengan intimidasi ya, tapi saya tidak bisa apa membuktikan secara langsung atau tidak langsung ya memang saya mengalami intimidasi dua kali mobil saya ee kacanya dipecah sebelah kiri pertama kali terus berikutnya sebelah kanan kaca dipecah ya dua kaca sebelah kanan terus disobek ban sebelah kanan juga depan belakang ya itu bagian dari perjuangan tetapi begini ya kalau Kalau negara ini mau menjadi negara maju, maka harus menghargai statement kajian dari peneliti, bukan malah dilaporkan. Ayo kita seminarkan. Itu jawabannya. Harusnya terakhir kita semua pihak independen ya, ahli-ahli independen kita seminarkan, kita uji bersama. Itu baru kita ingin menjadi negara yang maju dalam demokrasi. Ya, kalau kita di penjara, peneliti di penjara, siapa lagi yang mau jadi bersuara untuk mengkritik bahkan apa namanya kebijakan-kebijakan secara sains, baik, kebijakan-kebijakan negara, ya mereka akan takut. Maka semua peneliti akan berpihak pada penguasa dan menjadi penjilat-penjilat karena tidak ada risiko. Baik, Bung. Saya kalau gitu terakhir singkat saja ke e Bu Irma. Kalau gitu ini e yang Anda harapkan ujungnya dari kasus ini itu apa sih sebenarnya, Bu Irma? Iya, sebenarnya kan kebenaran harus ditegakkan dan ini juga saya saya sendiri melihat seharusnya kan ee UGM bangga ya, ada alumnus seperti e Bang Rismon dan yang juga ingin meneliti. Namun dalam hal ini kan ee dibantah klarifikasi dari UGM itu. Nah, menurut saya kita dalam berdemokrasi bebas saja untuk menyuarakan kebenaran dan saya juga tahu bagaimana caranya memperjuangkan kebenaran itu memang tidak mudah ya kan dan kemenaran itu tidak bisa dimiliki tunggal oleh ee satu institusi atau siapapun. Namun dalam hal ini ee kan UGM sangat berkepentingan ya. Kalau saya pikir sih ada nama besar yang tercemar itu bukan hanya Pak Jokowi tapi UGM juga gitu ya. Oke. Iya. Jadi, jadi kan ini alumni-alumnus UGM yang sebetulnya ee apa telah melakukan banyak penelitian harusnya bisa secara akademik bersama-sama dengan UGM membuat supaya penelitian itu menjadi valid, sahih, dan ee transparan dalam hal ini. Karena betul karena ilmiah dan seharusnya diakui juga gitu kalau adalah yang ingin mengadakan perbandingan. Seandainya tadi Bang Risman mengatakan bahwa kebenaran bukan milik dari Pak Res Krim. Ee iya saya sepakat kebenaran itu bukan milik tunggal dari satu institusi apapun. Namun dalam hal ini kan ada juga nama besar dari bukan hanya Pak Jokowi UGM yang ya juga akanemartian pembanding begitulah ya secara ilmiah pembuntian pembuntian pembandingnya itu harusnya sih dari institusi Universitas Gadjah Mada itu bisa muncul ya yang tua yang lebih tua dari UI bahkan itu bisa memberikan tempat kepada seluruh alumninya termasuk ya itu tadi ada ada yang meneliti Lalu ada juga yang ee ingin membuktikan dengan metode yang bisa memberikan edukasi kepada publik dan dalam rangka mencari kebenaran. Karena kalau kalau saya sendiri selalu ee dan kami juga oke semua di PS ingin ada transparansi. Transparansi itu yang membuat orang menjadi ee teredukasi dan juga bisa menghilangkan dispute. Saya pikir begitu saja. Baik. Baik. Terima kasih Bu Irma dan Bung Ris telah berbagi perspektifnya di Sapa Indonesia malam hari ini. Sampai jumpa lagi. Selamat malam.
KOMPAS.TV – [FULL] Ijazah Jokowi Dinyatakan Asli, Rismon Sianipar & PSI Ungkap Proses Hukum-Nasib Roy Suryo CS!
Bareskrim Mabes Polri kemarin telah menyatakan bahwa ijazah milik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo adalah asli berdasarkan hasil uji di laboratorium forensik. Dengan temuan itu, penyelidikan atas dugaan ijazah palsu resmi dihentikan.
Meski pernyataan Bareskrim mematahkan tudingan sejumlah pihak, tetapi kasus pencemaran nama baik terkait tudingan tersebut tetap berlanjut di Polda Metro Jaya.
Untuk mengetahui lebih jauh mengenai proses hukum yang masih berjalan di Polda, terutama terkait dugaan pencemaran nama baik, simak dialognya bersama Rismon Sianipar, pelapor kasus dugaan ijazah palsu Presiden Jokowi, dan Irma Hutabarat, politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
#polisi #jokowi #ijazah #roysuryo
#beritaterkini #ijazahjokowi #jokowi #ijazah #roysuryo #rismonsianipar
Sahabat Kompas TV Jawa Tengah! Jangan lupa like, comment, dan subscribe channel YouTube Kompas TV Jawa Tengah, juga aktifkan lonceng notifikasi agar tidak ketinggalan update mengenai isu-isu terkini di Indonesia.
Jangan lewatkan live streaming Kompas TV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live.