Kebaikan yang Dibayar dengan Nyawa… #film #shorts
Seorang rekrutan Korea baru saja pipis sembarangan. Lalu sebuah peluru menghantam kakinya. Para prajurit lain ketakutan. Mereka segera tiarap ke tanah. Rekrutan itu kesakitan luar biasa. Ia meminta bantuan temannya tapi tak ada yang berani mendekat karena mereka semua tahu trik penembak jitu Korea Utara untuk memancing korban. Kang Bambang mengangkat helmnya. Seketika helm itu tertembak peluru. Kang Bambang lalu menggunakan teropong dan memperkirakan bahwa penembak jitu berada 800 m jauhnya. Mendengar rintihan si rekrutan, seorang veteran tak tahan lagi. Ia menjulurkan tongkat untuk menolong rekannya yang terluka. Tapi sesaat kemudian, sebuah peluru mengakhiri nyawa si rekrutan. Melalui pantulan dari teropong sniper, Kang Bambang berhasil mengunci posisi musuh. Ia segera meminta dukungan udara. Setelah pengeboman hebat, para prajurit segera melakukan pencarian. Semua mengira sniper itu telah tewas. Tapi Kang Bambang menemukan sebungkus rokok yang masih utuh. Ia tahu penembak jitu hidup. Sementara itu, si veteran berjaga di samping jenazah si rekrutan. Tiba-tiba ia melihat jejak sang sniper. Ia mengejarnya dengan senjata di tangan. Ia menemukan darah di tanah dan memastikan bahwa sniper itu terluka. Tiba-tiba dia ditodong dari belakang. Si veteran cepat berbalik dan merebut senjata musuh. Yang tidak ia sangka, sniper andalan Korea Utara itu adalah seorang gadis. Veteran itu terpanah. Akhirnya ia tak menembak dan membiarkan sniper perempuan itu pergi. Si veteran tidak tahu bahwa ia akan membayar mahal atas kebaikannya itu. Hari itu, pasukan Korea Selatan sedang berpatrol. Tiba-tiba terdengar suara tembakan. Semua orang ketakutan. Kang Bambang menyadari dirinya tertembak. Untuk membuka jalan, ia memerintahkan semua orang berpencar dan lari. Sementara ia sengaja bersembunyi di balik pohon. Setelah tembakan berikutnya terdengar, Kang Bambang dengan cepat mengangkat senjatanya dan mengunci posisi sniper. Namun saat hendak menarik pelatuk, ia melihat bahwa sniper itu adalah seorang gadis. Kang Bambang ragu sejenak, tapi sniper perempuan itu tanpa ragu menembaknya. Melihat temannya menghembuskan napas terakhir, si veteran hancur. Ia menyesal karena dulu tidak menembak. Kemudian si veteran bersumpah untuk membalas dendam. Tapi keesokan harinya, kedua belah pihak menandatangani perjanjian gencatan senjata di Panmunj. Perang telah usai. Saat para prajurit mengira mereka bisa pulang, perwira memberi perintah untuk melancarkan serangan terakhir. Mendengar perintah itu, para prajurit menangis sedih. Setelah pengeboman berakhir, kedua belah pihak melancarkan serangan terhadap sebuah bukit tak berguna. Sesama saudara, sebangsa saling bunuh. Di saat itulah si veteran melihat kembali sniper perempuan itu. Kali ini ia tak menunjukkan belas kasihan dan menusukkan belati ke dada gadis itu. Saat semua tembakan berhenti, hanya si veteran yang tersisa di medan perang yang ingin menonton film berjudul The Frontline yang rilis tahun 2011. He.
JUDUL DI AKHIR VIDEO
Seorang rekrutan Korea Selatan tertembak di medan perang. Kang Bambang mencoba melacak sniper Korea Utara yang ternyata adalah seorang gadis. Kebaikan seorang veteran membawa penyesalan mendalam, hingga akhirnya perang berubah menjadi balas dendam. Di tengah gencatan senjata, serangan terakhir pun dimulai.
Perang bukan hanya soal peluru, tapi juga hati dan pilihan yang menentukan hidup dan mati.
#Shorts #PerangKorea #Sniper #DramaPerang #KangBambang #Militer #CeritaPendek