[FULL] Dedi Mulyadi Wanti-Wanti Pejabat Pemdaprov Jabar hingga Soroti Ormas Bersifat Preman

istirahatkan. Saya enggak usah pakai MC sudah tahu harus hari ini harus terus ngomong. Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikumsalam. Sampurasun. Pak Bupati Subang yang saya hormati. Pak Dandim, Pak Wakapores, Kasat Serse, Pak Kapolsek, Pak Dan Ramil, Pak Sekda, Kepala Badan Kepegawaian Daerah, dan seluruh para pegawai serta Manajemen PT Surya Cipta. dan manajemen PT BYD. Saya mengucapkan terima kasih hari ini kita bersama-sama untuk melakukan ikrar sumpah jabatan bahwa kita berkomitmen mendorong kemajuan Jawa Barat. Pertama meninggalkan berbagai ego yang bersifat personal. Kemudian masuk ke wilayah tujuan dan cita-cita kita. Semua orang harus bekerja yang baik. Maka tidak ada kalimat jam kerja. Jam kerja itu formal. Saya tidak penting jam kerja, Pak. Kenapa kita bisa masuk jam .00 keluar jam .00, tapi itu semua tidak ada arti kalau tidak ngapa-ngapain. Yang diperlukan itu langkah-langkah out of the box, menyelesaikan problem. Saya tugas kepala PU masuk ke sini. Saya tadi lihat jalan bergelombang. Kemudian ini kawasan industri. Jangan sampai ada persepsi di mata publik investor Indonesia dan investor nasional. Pemerintah Indonesia, pemerintah Jawa Barat, pemerintah Kabupaten Subang tidak memperhatikan pertumbuhan ekonomi sehingga masuk kawasan industri jalannya bergelombang. Saya minta Kepala PU enggak usah ngomong proyek, kita cari duitnya dalam waktu 2 minggu jalannya sudah rapi, berbeton dan dilebarkan. Itu cara kerja. Ini cara, Pak. Yang kedua, kalau saya tidak berimajinasi lawan premanisme, lawan ormas-ormas yang menjadi alat bagi orang gitu kan yang sifatnya preman. Bukan ormas dilawan, tidak. Ormas baik juga banyak, tapi ormas yang sifatnya preman. Ya, sifat preman ini ya harus dilawan, jangan dibiarkan. Kenapa selama ini mereka berani? Karena semua orang takut. Kenapa semua orang takut? Enggak tahu takutnya kenapa. Kata orang Sunda, “Tong ingis ku bisi, tong rempan ku sugan.” Dari dulu orang takut sama kunti. Dari dulu orang takut sama genderwo. Dari dulu orang takut sama kelong wewe. Pertanyaannya adalah ada enggak orang yang mati dimakan kunti? Kan enggak ada. Nah, ketika pemerintah mengambil tindakan, ketika pemerintah memutuskan ternyata enggak ada tuh bisa selesai, rapi, tertata, beres. Nah, ini diperlukan cara tindak out of the box untuk melakukan tindakan dan mengambil resiko dari sebuah tindakan. Maka saya memilih menjadi pemimpin yang mengambil resiko terhadap setiap tindakan. Nah, karena mengamil resiko konsekuensinya dalam pikiran kita hanya satu, mengabdi titik. Enggak udah lagi ada yang berpikir yang lain, sudah mau apaagi. Nah, karena itu maka dari sekarang saya tadi ngomong kepala Satpul PP, saya bilang gini, “Saya enggak mau lagi ada pegawai numpuk. Saya tuh paling enggak suka lihat pegawai datang gubernur penuh. Ngapain?” Artinya kalau setiap pemimpin datang di situ penuh dengan pegawai, itu cermin pegawai enggak ada gawainya. Harusnya apa? Enggak usah penuh. Orang sudah ada jobnya masing-masing. Itu saking enggak ada job. Nah, kenapa saya kalau melakukan tindakan pembongkaran dan sejenisnya enggak mau ngelibatin banyak orang? Karena terlalu banyak orang yang ngumpul dibanding orang kerja. Bongkar bangunan ASN penuh tapi nu ngabongkarna mah Satpol PP. Pol PPN-nya teu mau palu-palu acan kan ini mindset. Saya sudah membangun mindset dari dulu. Oh, kalau pergi ke sini harus bawa palu, harus bawa gergaji, harus bawa. Ini yang dibutuhkan. Nah, jadi kita bergerak itu berdasarkan kebutuhan. Nah, sekarang tahap pertama kita adalah premanisme di kawasan industri sudah clean, sudah bersih. Tahap kedua adalah infrastruktur. Tahap ketiga adalah pegawai negeri, pejabat negara. siapapun dia tidak boleh menjadikan industri menjadi objek untuk cari duit, tapi dia harus didorong untuk berjalan dengan cepat, berproduksi dengan cepat, melahirkan orang untuk bekerja. Kenapa? Karena pemerintah tidak bisa nyiapin lapangan kerja dalam jumlah. ASN ada batasannya, P3K ada batasannya, dan kemudian negara juga ada batasannya. Karena keuangan kalau disedut oleh pegawai terus kapan membangunnya? Maka yang berikutnya adalah mendorong lapangan kerja. Di mendorong lapangan kerja ini maka tugas negara satu mempermudah regulasi. Jangan dipersulit. Perizinan harus cepat. Bila perlu orang enggak ada konsultan, siapin konsultannya oleh pemerintah. Itu caranya. Nah, kemudian rapat-rapat harus diperpendek, harus dipercepat. Lahir keputusan harus cepat. Gubernurnya, bupatinya harus secara teknis detail ngerti masalah. Bagaimana mengurai masalah dan bagaimana mencari menyelesaikan masalah. Setelah itu berikan jaminan untuk memberikan jaminan pada investor. Kamu jalan, set jawab. Kamu jalan, saya tanggung jawab. Selesai, Pak. Saya sudah enggak tahu berapa pabrik di Jawa Barat saya hari ini bisa berjalan dengan kalimat saya, kamu jalan, saya tanggung jawab. Jalan, Pak. Pusingnya industri oleh siapa? Datang kelompok orang 10 orang ngajukani. Ini masalahnya ini lama. Besoknya datang lagi audiensi lagi, ini lagi masalahnya lama. Masalahnya tidak selesai. Audensinya menghabiskan masa orang untuk waktunya untuk bekerja. Karena di Indonesia ini problemnya satu, bekerja itu mudah. Di Indonesia itu yang susah itu adalah menanggapi orang yang mengomentari orang kerja itu Indonesia. Untuk itu harus jalan. Dan yang berikutnya saya mengucapkan terima kasih pada Pak Dandim, Pak Dan Ramil, dan seluruh jajaran yang memberikan supporting terhadap perjalanan industri ini. Dan saya juga mengucapkan terima kasih pada jajaran PORES Subang, Pak Waka Pak Kasat Serse yang melakukan tindakan-tindakan cepat dalam menangani aksi premanisme. Kalau di tempat lain hanya ditahan kemudian pulang lagi, di sini P21. Artinya bukti premanismenya bisa diuji di pengadilan. Tepuk tangan dong, ini keren. Kenapa? Saya sudah ngomong tadi ke teman-teman Kemen Kopolkam. Saya bilang kalau tidak berproses P21 maka dilepas lagi. Berarti premanisme bukan pidana. Ini catatan penting loh. Kalau bukan pidana ngapain ditangkap? Ditangkap ini berarti ada unsur pidana. Nah, tetapi pemerintah harus memikirkan. Memikirkannya apa? Mereka yang tidak terbukti pidana tapi ikut-ikutan bergelombol dengan mereka menjadi preman. Berarti pemerintah harus membuat ruang kesadaran. Maka nanti barak militer, barak poleri itu adalah barak untuk merubah pikiran manusia jadi dari buruk jadi baik. Dan kita juga harus mendorong dia untuk bekerja dan menyiapkan lapangan kerja. Karena premanisme bisa lahir juga karena ketidak tersediaan lapangan kerja. sehingga nanti mereka cocoknya lapangan kerjanya apa. Kalau misalnya gagah, orangnya pemberani, nekad ya jadi security. Kan bisa jadi nanti preman-preman yang gagah pemberani itu ya sudah didik jadi security, jadi tenaga pengaman resmi, dilatih oleh negara, dididik. Nanti bisa jadi kalau sekarang banyak anak-anak sekolah lulusan barak TNI kemudian di sekolahnya sekarang jadi duta kedisiplinan, kemudian jadi duta paskibra, ya nanti preman-preman direkrut kemudian dididik mereka menjadi duta keamanan negara. Tetapi bukan orang enggak berguna jadi duta, tapi yang disebut duta itu adalah mereka bisa dididik, dilatih, diarahkan, dan memiliki profesionalisme sebagai seorang security. kan keren. Nah, ini kan penting. Nah, kemudian termasuk juga di dalamnya keamanan perbankan kan ee saya otok kritik ke Pak Dirot. Jadi, Kasat Serse ini ke saya menyampaikan bahwa dia sudah meminta untuk menyerahkan barang bukti ini ke kepala cabang. Tapi kepala cabangnya menjawabnya harus ke legal, harus ke sini ke sini. Kebetulan ngeluhnya ke saya. Karena ngeluhnya ke saya, ya sudah serahin aja sekalian. Nah, maksud saya bahwa dalam dunia manajemen kepala cabang yang seperti ini enggak boleh dipakai. Kenapa? Enggak punya inisiatif, enggak berani ngambil risiko. Karena pemimpin itu kalau ingin besar, dia harus ngambil resiko. Sehingga saya jujur aja, hari ini enggak boleh ketemu saya, enggak boleh datang. Saya bilang, “Kenapa?” “Jangan datang ketika masalahnya sudah selesai, tinggal ada panggungnya tampil paling duluan. Tapi ketika ada masalah sembunyi. Saya enggak suka orang seperti itu. Nah, jadi orang tuh harus berani ngambil resiko. Terakhir ini jajaran P dan ee Dinas Perhubungan. Ee Dinas Perhubungan pertama UPT gitu kan. Kalau terlalu luas diperbanyak. Kalau terlalu luas kan sekarang ada 6 UPT. Kalau terlalu luas diperbanyak. Tetapi menurut saya minement itu harus sedikit. Yang kedua, di setiap UVT itu nanti ada satu mobil yang khusus menangani PJU. Oke. Satu, du, dua, mobil yang PJU ini juga harus bisa menangani kerusakan CCTV. Yang kedua, mobil yang khusus mengurus persoalan kebersihan. Bagaimana ketersediaan mesin potong rumput? Bagaimana ketersediaan mesin untuk mobil naik ke atas? Benerin benerin spanduk yang sobek. Cabut spanduk yang sudah tidak layak lagi. Potong tiang-tiang, tiang-tiang billboard segala macam yang tidak brigin dan merusak estetika jalan. Ini yang ketiga. Harus punya divisi perbaikan. Rekrut tenaga outsourcing itu itu tukang tembok, tukang ngaduk. Caranya bagaimana? Caranya di PU bikin anggaran, anggaran semen, anggaran pasir. Jadi drainase yang batunya lepas, jangan nunggu proyek berikutnya. Lakukan perbaikan sejak sekarang. Karena saya keliling ke manaun, saya tidak menemukan drainase jalan provinsi yang mulus. Semuanya tidak berfungsi. semuanya pada copot, semuanya tidak terawat. Tiang-tiang baligo yang dengdek saya nanjak ke arah dari Subang ke arah Lembang itu, itu tiang papan reklame dari Jasa Raharja itu begini, papan petunjuk yang arah Ciater kanan kirinya enggak jelas. Indonesia ini negerinya berantakan banget, Jawa Barat ini. Nah, untuk itu saya enggak mau lagi ke depan begitu. Kepala PU nanti harus keliling motivasi kepala UPT-nya. Di setiap UPT nanti ada tenaga kebersihan yang setiap hari monitoring jalan yang kotor, rumput yang tinggi. Yang kedua, setiap hari dia melakukan perbaikan-perbaikan terhadap yang rusak, tembok yang copot. Yang ketiga, melakukan perbaikan terhadap jalan yang bolong. Enggak usah nunggu lagi nanti turun anggaran pemeliharaan. Selama ada, perbaiki sekarang. Kenapa? Karena rata-rata pemeliharaan jalan turunnya adalah bulan November kemudian bulan Oktober pada saat hujan deras. Saya sering menemukan kasus di Provinsi Jawa Barat sebelum jadi gubernur adalah melakukan perbaikan jalan, penambalan jalan dengan hotik pas hujan deras nanti. Enggak boleh. Saya detail, Pak. Nah, yang berikutnya adalah di setiap UPT ada satu mobil ambulans. Untuk apa? menolong orang yang korban kecelakaan plus tenaga medisnya. Yang keempat, di setiap UFT, di setiap kilometer, sekian kilometer jalan provinsi harus ada mobil DK. Kemacetan timul tuh mobil mogok, sudah jalannya curam, mobilnya tua, muatannya besar, timbul kemacetan. Selama kemacetan itu ada berapa orang yang mengalami stres? Kenapa? Keterlambatan. Selama kemacetan itu ada berapa mobil yang menghabiskan bahan bakar? Saya enggak mau begitu. Jadi nanti ada patroli pengendali jalan. Buat apa kita setiap hari ada patroli pengendali jalan di situ. Setiap UVT ada unit yang memonitor seluruh jalan. Pergerakan mobil terlihat di mana problemnya, di mana macetnya. Maka unit reaksi cepat itu turun datang kecelakaan turun ambulans. Mobil mogok turun lagi mobil derek. Mobil dereknya jangan bayar, sudah kita tanggung saja. Kenapa? Ingat, sopir itu menderita ketika mobilnya mogok, duit tidak punya, BBM sudah habis, bayar biaya mobil untuk DK berapa? Saya ini pengalaman yang begitu. Saya jadi gubernur saya dulu cita-cita ini akan saya rapihkan, akan saya bereskan. Nah, kemudian yang berikutnya ini cita-cita saya ke depan. Nanti di setiap batasan kabupaten itu ada gapura. Gapura ini bukan hanya aksesoris karena kita mencintai leluhur. Itu tahap pertama. Tahap keduanya adalah gapura. Itu pengamanan Pak Sekda. Pengamanannya bagaimana? Di pinggir kanan gapura nanti disimpan pagar digital, Pak, ke samping. Kalau memang mungkin ke bawah ya kan. Bagaimana? Dan itu dikendalikan dalam satu sistem di mana nanti CCTV terkendali. Kalau ada kejahatan, mobil lari itu tinggal dipijit knopset dia nutup sendiri. Dan saya nanti akan buat di setiap perbatasan kabupaten. Setelah itu setiap perbatasan kecamatan maka Jawa Barat itu akan menjadi kabupaten yang bebas kejahatan. Taruhan saya. Kenapa? Dengan sistem yang baik, pengawasan yang ketat, kemudian teknologi yang tinggi, enggak akan ada orang yang berani jahat. Tahu? Maling tidak pernah datang pada tempat yang terjaga. Maling selalu datang pada tempat yang terlena. Setiap bahasa saya selalu bahasa lihat di Pores itu sidik sakti indra waspada. Ini penting itu harus bisa mengendalikan itu. Jadi di kita ini fungsi drone kapan? Video jadi lamun aya acara drone itu di mana-mana. Kenapa? Pejabatnya pengin ada videonya dari drone. Nah, ini ini penting. Nah, terakhir ini Dinas Pendidikan ini saya enggak boleh main-main lagi. Pemda Provinsi Jawa Barat sudah mengedarkan jam malam. Jam 09.00 anak sekolah harus kembali di rumahnya. Kecuali lagi sama orang tuanya ada yang sakit, dia lagi bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan sejenisnya. Nanti saya tidak mau mendengar ada kejadian atau peristiwa di atas jam 09.00 menimpa anak pelajar SMA di Purwaka di Jawa Barat. Kalau ini terjadi, kepala dinasnya mundur. Kenapa? Kepala dinas harus mengkoordinasikan seluruh Jawa Barat. Setiap malam dia harus bisa connecting dengan Kapores, dia connecting dengan Kapolsek, dia connecting dengan para kepala desa, dia connecting dengan para kepala kelurahan untuk memastikan anak Jawa Barat itu aman. Kenapa? Karena ingat hari ini jarum jatuh di Jawa Barat akan menjadi peristiwa yang menggemparkan Indonesia. Kenapa? Sudut pandang mata hari ini tertuju ke Jawa Barat. Baik akan memotivasi berbagai daerah. Buruk kita akan menjadi hinaan banyak orang. Ini tidak boleh main-main kerja dengan saya. Tidak boleh lagi ada tujuan-tujuan lain kecuali memperbaiki. Semua orang harus bekerja berusaha untuk senantiasa matanya terbuka, berkendali, berkomunikasi, tidak feodal, tidak lagi feodal gaya gaya-gaya raja gitu loh. Kalau disebut raja boleh, tapi kerjanya harus cekatan. Nah, tetapi ini yang harus dilakukan ini prinsip-prinsip dasar termasuk kelautan. kelautan segera membuat ee konsep 2 minggu lagi kami akan MOU dengan TNI Angkatan Laut. Targetnya adalah tidak ada sampah di pantai, tidak ada sampah di sungai, bebas Jawa Barat dari limbah dan pencemaran lingkungan dan kemudian menjadikan laut itu sebagai halaman rumah Provinsi Jawa Barat. Nah, ini langkah-langkahnya dan tidak boleh lagi karena ah saya mah awew ah bisa enggak bisa karena sudah jadi pejabat tidak lagi ngomong perempuan dan laki-laki. Anda setara dengan laki-laki. Jadi kalau keluar jam 12.00 keluar jam .00 enggak ada urusan dengan status perempuan. Kenapa? Anda hari ini pejabat dan sudah mengklaim diri bahwa perempuan dan laki-laki sama. Artinya melaksanakan tugas dan kewajiban juga sama. Kerja saya ada kerja teknis ya. Jadi yang terakhir tidak boleh lagi ada anggaran kajian-kajian di dinas-dinas, kajian ini, kajian ini. Saya tadi sudah meminta ahli yang sekolah dari Jerman tolong saya bilang mus apa namanya rubah kajian produk kajian-kajian di Provinsi Jawa jadi energi. Jadi buku kajian teh dirubah jadi energi karena itu hasil kajian enggak tahu sudah berapa ratus miliar itu uangnya. Semuanya harus taktik teknis. Kita enggak punya banyak waktu. Dan kemudian kita hari Jumat ini 100 hari dan ee 100 hari ini nanti harus termonitor. Yang berikutnya adalah posting media sosial hanya satu pekerjaan. Tidak boleh posting-posting yang lain di luar pekerjaan. Harusnya adalah produksi. Produksinya adalah produksi apa yang kita kerjakan. Apa yang kita kerjakan ceritakan kepada masyarakat. Sampaikan kepada masyarakat. Lihat apa yang dilakukan dan apa hasilnya. baik dan buruknya masyarakat yang menilai. Untuk itu saya ucapkan terima kasih. Selamat bekerja. Bekerjanya mulai detik ini Anda sudah bekerja. Lakukan langkah-langkah cepat dan penanganan. Tak ada waktu lagi kita untuk ee leha-leha rileks, santai. Karena dibimbing dengan saya berarti diajak untuk berlari. Dan kemudian apakah kita memilih berlari atau ee maraton? Saya milih berlari saja. Karena apa? Maraton nanti takut ketinggalan. Dan apakah berlari akan kehabisan napas? Tidak. Karena kita adalah energinya energi alkalin, bukan energi batu baterai yang mudah rapuh dimakan oleh hujan. Terima kasih. Wallah. Alalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Samburasun. Beres. Hidup-hidup. Siap. Ya. Terima kasih Bu. Okay.

JAWA BARAT, KOMPAS.TV – Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi, memimpin acara Pengambilan Sumpah/Janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemdaprov Jabar pada Rabu (28/5/2025).

“Kalau saya tidak berimajinasi untuk lawan premanisme, lawan ormas-ormas yang menjadi alat bagi orang yang sifatnya preman,” ujar Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

“Bukan ormas dilawan, tidak. Ormas baik juga banyak. Tapi ormas yang sifatnya preman, sifat preman ini harus dilawan, ya jangan dibiarkan,” lanjutnya.

Dedi Mulyadi juga sempat mengingatkan pejabat Pemdaprov Jabar untuk meniadakan kajian.

#dedimulyadi #jawabarat #breakingnews #jabar

Produser: Aditya Pramana

Jangan lewatkan live streaming KompasTV 24 jam non stop di https://www.kompas.tv/live. Agar tidak ketinggalan berita-berita terkini, terlengkap, serta laporan langsung dari berbagai daerah di Indonesia, yuk subscribe channel youtube KompasTV. Aktifkan juga lonceng supaya kamu dapat notifikasi video terbaru dari KompasTV.

Sahabat KompasTV juga bisa memperoleh informasi terkini melalui website: www.kompas.tv

Media sosial KompasTV:
Facebook: https://www.facebook.com/KompasTV
Instagram: https://www.instagram.com/kompastv
Twitter: https://twitter.com/KompasTV
TikTok: https://www.tiktok.com/@kompastvnews