Melawan Sakit Demi Garuda Kisah Jay Idzes Bikin Bangsa Indonesia Terharu!
We deserve to be here. We’ve worked so hard to be here. Now we are in this round and we have a beautiful opportunity to put our nation on the map. Don’t forget who you’re playing for. Think about who you play for. For your family, for your country, for your honor. Then we go out and we kill them today. Ok. Kokoh seperti Freddebur. Begitulah J SES be back. Timnas Indonesia ini selalu mengesankan di lini pertahanan. [Musik] Vahovic great strength but Jidness sliding in. [Musik] But I think if we can or when we succeed with Indonesia to go to the World Cup, I think this this will be one of the biggest achievements in my life. But who knows what can happen. Maybe winang. Nobody believes in us. We believe. [Musik] Jika boleh masuk catatan sejarah, Belanda tidak hanya meninggalkan benteng-benteng tangguh seperti Lodwich maupun Pandem Funden Bosch, tapi Jit SES itulah benteng dalam makna lain yang juga turut ditinggalkan Belanda untuk Indonesia. Pemain yang akrab di Sabah Bang Jai itu masuk tanpa permisi dan langsung sukses menjalankan misi. Dirinya jadi lambang kekuatan di lini pertahanan timnas Indonesia. Jai jadi garda terdepan untuk membendung setiap gempuran lawan yang datang. Namun yang mungkin kalian belum tahu, Jayi lebih dulu mencicipi asam garam kehidupan sebelum akhirnya menjadi andalan di lini pertahanan skuad [Musik] Garuda. Pesepak bola bernama lengkap Jay Noah SES itu memenuhi syarat untuk membela skuad Garuda karena memiliki darah Indonesia yang cukup kental. Bukan dari kedua orang tuanya melainkan dari kakek dan neneknya. Darah Nusantara mengalir dari kakek dan nenek pihak ibunya yang sampai sekarang belum kita ketahui. I pemain Indonesia pertama yang mampu mencetak gol di Serie EA itu memang sangat tertutup jika membicarakan keluarganya. Itses berusaha menjaga privasi keluarga dan latar belakangnya semuanya demi menciptakan kehidupan yang nyaman dan tanpa dipengaruhi popularitasnya di Indonesia maupun Italia. Berbeda dengan informasi ibunya yang sangat minim, Jaay masih mau terbuka dengan latar belakang keluarganya di Indonesia. Ia pernah menyampaikan informasi ini saat sedang mengurus proses naturalisasi di Kementerian Pemuda dan Olahraga bahwa kakeknya berasal dari Semarang dan neneknya berasal dari Jakarta. Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Dito Ario Tejo. Kepada Menpora Jai mengkonfirmasi bahwa kakeknya lahir pada 16 November 1939. Sementara menurut penuturan J Ites di podcast The Hway milik Tom H, setelah lahir di Indonesia, kakeknya hijrah ke Belanda dan menetap di sana. Sebab kakeknya mengalami masa-masa sulit di tanah kelahirannya. Kakek Itses bahkan masih merasakan era penjajahan Jepang. Situasi yang keos itu membuat kakeknya harus menjalani hidup di pantai asuhan. Menurut penuturannya, kakeknya bahkan sampai menghabiskan sekitar 10 tahun lebih di panti asuhan tersebut. No, he he talked about it a lot also. And uh when he was born in 1939 um Indonesia was also occupied by Japan at that time. So my grandfather also grew up in a orphanage and I think he stayed around 10 years in orphanage. So he told me some stories about that and how difficult it was for him to create something for himself. You know he really came from nothing and then eventually he created a life for him. [Musik] Kehidupan keluarga JTES dulu pun bukan yang mewah dan serba berkecukupan. Itses memang tidak menceritakan secara gamblang, tapi dari apa yang keluar dari mulutnya kita bisa menyimpulkan bahwa uang melimpah bukan suatu yang akrab dengan keluarganya. Dirinya juga pernah menggambarkan betapa strugglenya hidup keluarganya dulu saat tak punya uang lebih untuk sekedar menonton pertandingan bola. Di Belanda, keluarga ITES mulai membaik. Setidaknya dentuman meriam dan senjata api sudah tak lagi menyapa telinga keluarganya. Mirlo jadi wilayah yang dipilih oleh keluarganya saat itu. Bukan kota elit apalagi metropolitan. Mirlo terletak di pinggiran hutan dan dikelilingi oleh lahan gambut dan lahan pertanian. Wilayahnya pun kecil, tidak lebih dari 19 km². Mirlo adalah tempat yang masih menjaga arsitektur klasik. Meski kecil, di situ banyak gereja-gereja bersejarah. Menurut letak geografisnya, Mirlo berada dalam perkotaanoven dan Helmond. Menariknya, di tempat tinggal JITES, orang-orang lebih akrab dengan olahraga hoki ketimbang sepak bola. Lantas, bagaimana Bang Jai mengenal sepak bola? Meski lebih menggemari olahraga hoki, bukan berarti tak ada klub sepak bola di Merl. Setelah kakeknya, klub bernama Mivano jadi tempat selanjutnya bagi Jai untuk mempelajari sepak bola. Kakek dan Ibu Jai jadi dua sosok yang mendukungnya untuk menekuni sepak bola. Namun karena tak ada yang bisa diharapkan dari klub lokal Mirlo, Jay juga menekuni olahraga bola kaki lainnya, futsal. Kedua olahraga itu ditekuni Jayi secara bersamaan. Toh futsal sedikit banyak membantunya untuk mempelajari bagaimana lepas dari tekanan dan mengambil keputusan lebih cepat di lapangan. Jadi tak masalah. Pada tahun 2009 akhirnya Jai merantau ke kota dan bergabung dengan Akademi PSVen. Meski sudah mendapatkan akses sepak bola yang jauh lebih baik, Jai tidak meninggalkan olahraga futsal. Olahraga tersebut tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengisi waktu luang saja bagi JSES. Tapi ia benar-benar menyeriusinya. Untuk jaga-jaga barangkali karir sepak bolanya tidak berjalan sesuai rencana. [Musik] Setelah 5 tahun di akademi PSVEN, Jides pindah lagi ke VVVenlo dan kembali kehoven. Namun bukan bersama PSV melainkan FCoven U-17. Di klub itulah karir Jai mulai terarah. Pelatih tim mudahanoven kala itu lebih gemar memainkan Jai sebagai gelandang bertahan. Ketenangan yang didapat dari futsal ditambah kemampuan distribusinya jadi alasan mengapa gelandang jadi posisi yang tepat baginya. Sampai pada akhirnya Jitses berada di persimpangan antara futsal dan sepak bola pada tahun 2017. Keputusan harus segera diambil karena saat itu Jai sudah mendapat panggilan dari tim nasional futsal Belanda U-17. Mereka harus bermain untuk kompetisi antar negara namun belum memiliki tim. Akhirnya itses dipanggil seleksi. Selama 6 bulan pertama saya bermain di FChoven dan 6 bulan berikutnya saya juga bermain futsal. Kami pergi ke Zeis mungkin sekali dalam dua pekan untuk beruji coba. Setelah 6 bulan seleksi aku terpilih dalam suatu tim yang terdiri dari 12 pemain. Meski skuad timnas Belanda usia muda jadi langkah karir yang menarik namun di lubuk hati yang paling dalam ia ragu. hatinya masih nyangkut di sepak bola. Terlebih di sisi lain, Ites mulai mendapat menit bermain di skuad utama FChoven. Setelah pertimbangan matang dan diskusi dengan ibunya, Jay akhirnya melepas kesempatan untuk berkarir profesional di futsal. Ia memilih untuk memperjuangkan posisinya di Enhoven. Peran ibunya sangat penting dalam setiap keputusan Jai. Sebab alasan awal Jai menekuni sepak bola ya demi membahagiakan ibunya. Tak ada alasan lain, keputusan yang diambil pun terbilang tepat. Setahun kemudian, Jayi resmi mendapat kontrak profesional pertamanya di Enhoven. Ia jadi bagian tim untuk mengarungi kasta kedua Liga Belanda musim 2018-2019. Di bawah asuhan David Naskimento, Jait ses didapuk menjadi gelandang serba bisa. Ia terkadang dimainkan sebagai back kanan, back kiri, dan bek tengah. Namun musim 2018-2019, ITSES lebih sering menempati posisi gelandang bertahan. Tercatat ia memainkan 33 pertandingan di RT divisi, 17 di antaranya sebagai gelandang. Di tahun kedua, ITSES terganggu oleh cedera yang tidak dijelaskan secara rinci. Cedera itu membuatnya kehilangan beberapa laga penting. Seiring cederanya, It performa enhoven pun tak stabil. Kekalahan demi kekalahan terus diperoleh oleh tim yang bermarkas dian lower stadium itu. Di musim 2019 2020, ITSES hanya memainkan 20 pertandingan saja di RT divisi. Namun ada yang berbeda dari laga-laga yang dimainkan Bangjai. Pemuda keturunan Semarang ini tak lagi memainkan peran sebagai gelandang bertahan. Pelatih barunya Erley Bran memintanya untuk lebih turun dan menjadi bek tengah. Salah satu alasan mengapa J dipindah posisi adalah karena melepas dua bek andalannya. Si Bunderheiden ke Union St. Gilo dan Augustin Luf ke Bazlan FC. Sedangkan back-back baru yang didatangkan tak menunjukkan performa yang diinginkan oleh Ernie Branch. Selain itu, sang pelatih melihat Jai kurang cocok di posisi gelandang. dirinya dinilai terlalu tinggi dan lamban untuk posisi itu. Karena tak mau menyia-nyiakan talentanya, Jai pun dicoba untuk fokus bertahan saja. Meski diganggu cedera, Itse selalu menampilkan performa terbaik ketika diturunkan. Berkat pergantian posisi ini, Jai mulai diminati oleh beberapa klub papan atas Liga Belanda. Meski begitu, klub kasta kedua yang lain yakni Go Ahead Eagles jadi yang paling serius meminang Jay. Mereka awalnya tertarik karena mengira bahwa kontrak Jai di Enhoven sudah habis akhir musim 2019-2020. Setelah negosiasi singkat, Jai pun sepakat untuk menerima pinangan Go Ahead. Eh, ternyata saat negosiasi dengan pihak Enhoven, Go Ahad menemui fakta yang menjadikan saga transfer ini berlarut-larut. Dilansir Enhoven Duck Blood bahwa kontrak Jay ternyata belum habis. Pihak Jay dan Enhoven kabarnya belum sah secara resmi untuk mengakhiri kontrak karena saat itu masih ada klausul perpanjangan 1 tahun. Pihak Gohead pun merasa dipermainkan. Mereka sudah kebacu Tresno sama sies. Tapi maunya gratisan. Enggak mau memenuhi biaya transfer yang diminta Enhoven. Negosiasi pun sempat mandek. Goehead pun mengambil langkah mundur untuk mencari siasat. Di sela-sela ini, beberapa klub juga berusaha membajak kesepakatan. Namun, Jites hanya menginginkan go ahead. Sebab hanya klub yang bernuansa kuning merah itu yang menjanjikan posisi inti di tim. Pihak klub pun memulai kembali negosiasi dengan Enhoven di pertengahan Juli 2020. Setelah negosiasi yang memakan waktu hampir 2 minggu, Gohead sepakat untuk membayarkan sejumlah transfer fee yang tak disebutkan nominalnya. Menyongsong musim 2020-2021, Goad memenuhi janjinya kepada Bangjai. Pemain dengan rambut klimis itu langsung jadi andalan di lini pertahanan. Di musim perdana, 33 penampilan di semua kompetisi. Jumlah menit bermainnya menembus 2.000 menit. Meski didatangkan Gohead sebagai bek, ITES masih cukup sering memainkan peran sebagai gelandang bertahan jika dibutuhkan. Di musim 2020-2021, Jaya membantu Go Ahead naik kasta ke air divisi sebagai runner up divisi di bawah SC Kambur. Di musim 2021-2022, Goad berganti nahkoda. Kiss Van Wonderen jadi pelatih Itses kala itu. Di tangan Wonderen, itses mulai konsisten bermain sebagai back tengah. Sang pelatih percaya di permainan sepak bola yang serba cepat. Posisi back tengah adalah posisi yang tepat baginya. Musim 2021-2022 jadi musim pertama JES merasakan kompetisi kasta tertinggi di Belanda. Di era divisi, pria penyuka TV series Prison Break itu terus berkembang. Dirinya dikenal sebagai bek yang memiliki ketenangan dan kemampuan distribusi bola yang baik. mengingat dulunya ia adalah seorang gelandang bertahan. Naluri bertahannya pun cukup kuat. Ia tangguh dan bisa diandalkan dalam duel-duel udara. Tak cuma itu, Jes juga menjadi pemain belakang yang sangat disiplin dalam menjaga areanya. Pengambilan keputusan di setiap aksi defensif membuat ITES minim mendapat kartu. Selama dua musim di era divisi, ITSES hanya mengantongi enam kartu kuning tanpa satuun kartu merah. Performanya terus stabil, tapi Goad Eagles memilih untuk tidak memperpanjang kontraknya di akhir musim 2022-2023. JES pun tidak terlalu ngoyo untuk memperjuangkan kontraknya karena saat itu ada tawaran dari klub Skotlandia Eberdin. Namun setelah bernegosiasi dengan klub yang pernah dilatih oleh Sir Alex Ferguson itu, Agenjai mendapat telepon dari Italia. Suara di balik telepon itu mengaku bahwa ia adalah perwakilan dari salah satu klub di Italia. Setelah beberapa kali kontak, ternyata klub tersebut adalah Venezia. Mendengar ada klub dari Italia yang tertarik pada jasanya, Ites pun meminta untuk segera menghentikan koneksi dengan Eberdin. Menurutnya, Italia merupakan salah satu negara yang tepat bagi para pemain bertahan untuk berkembang. Jides paham betul bahwa sepak bola Italia telah melahirkan banyak bek bertahan kelas wahid. Filosofi sepak bola bertahan jadi dogma yang diamini oleh sebagian besar klub di sana. Dan Jai terpancing untuk terus push the limit sejauh apa dirinya bisa berkembang di sana. Because that’s also one of the reasons why I came here like one and half years ago I was still playing at Eagles. Yeah. And yeah, at that time I was a free agent. So I had some choices if you if you like to say like that and Venezia was one of the choices and yeah for me when Italy came into the picture Tom also has played here before. Y for defenders it’s like ya it’s the place to be if you w to improve to be a defender. Jai mengesampingkan status Veneia yang hanya klub seri EB. Jai pun dengan mantap menandatangani kontrak berdurasi 4 tahun di sana. Laga melawan Spezia di Kopa Italia jadi laga debut ITES bersama Venezia. Sayangnya laga tersebut justru memberikan kesan negatif. J bermain selama 120 menit gagal memberikan kemenangan untuk timnya. Keputusan Jes merumput di Liga Italia sudahlah tepat. Sebab ia langsung menjadi andalan di lini pertahanan Veneia di bawah asuhan Paulo Vanoli. Tak cuma itu, kemampuan dalam hal bertahan yang dimiliki oleh ITES juga semakin berkembang. Ketika berada di titik ini, Ji sudah punya koneksi dengan Federasi Sepak Bola Indonesia, PSSI. Sama halnya dengan pemain-pemain keturunan lainnya, ikatan tanah leluhur yang begitu kental tak bisa diputus begitu saja oleh JES meski terpisah jarak ribuan kilometer dari Indonesia. Dilansir situs transfer mark, perwakilan PSSI pun sempat memberikan beberapa pertanyaan kepada Ji soal asal-usul dan apa ada kemauan untuk membela skuad Garuda. Pihak PSSI pun mempresentasikan proyek dan misi Timnas Indonesia dalam beberapa tahun ke depan. Iming-iming Piala Dunia jadi salah satu yang bikin Jai tergoda untuk membela tanah air leluhurnya. Itu prosesnya cukup cepat. Ada banyak elemen yang membantunya mengurus berkas-berkas yang diperlukan. Namun di tengah antusiasme untuk menjadi warga negara Indonesia, JES justru harus berurusan dengan penyakit paru. Sakit itu dideritanya sejak Oktober 2023, beberapa minggu setelah foto salamannya dengan Erik Tohir beredar di media sosial. Bang Jai mulai merasakan sakit di dada pasca pertandingan melawan Parma dalam lanjutan Serie B 2023-2024. Selain rasa sakit di dada, tiba-tiba tangan Jai mulai membengkak. Setelah melakukan beberapa pemeriksaan di Vene, ternyata mantan pemain Goa Ahead Eagles itu menderita penyumbatan trombosis vena. Penyebabnya adalah karena ada kerusakan atau cedera pada pembuluh vena, gangguan pembekuan darah, dan aliran darah yang lebih lambat dari biasanya. Jadi, ada gumpalan darah yang menghalangi aliran darah ke paru-paru dan lengan bangjai. Kondisi ini dapat membahayakan nyawa jika tidak segera ditangani. Setelah pemeriksaan di tim kesehatan Veneia, ia direkomendasikan ke rumah sakit. Diagnosis yang lebih akurat pun keluar. Jai Itses mengalami trombosis vena dengan mikro emboli paru. Jai Itses pun tak menampik merasa terkejut dan takut saat pertama kali mendengar sakit yang dideritanya. Dia pun akhirnya diizinkan klub untuk menjalani pemulihan. Jika dihitung-hitung, Jai menghabiskan waktu 3 bulan lebih sedikit untuk rehabilitasi. Ia baru kembali bermain untuk Veneia pada Februari 2024. Itu artinya J melakoni sumpah WNI pada 28 Desember 2023 dalam keadaan sakit. Ia belum pulih 100% dari kondisi yang mengkhawatirkan itu. Namun dirinya tetap berkomitmen penuh untuk menempuh perjalanan 10.000 km demi bisa menghadiri agenda pengambilan sumpah WNI di Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia DKI Jakarta. [Musik] [Tepuk tangan] Meski sempat mengidap penyakit, Veneia tetap mempercayakan lini pertahanan kepada Jes. Di paruh kedua musim 2023-2024, ia kembali jadi andalan. Itses bahkan mencetak gol debutnya di laga melawan Katanzaro pada awal Mei 2024. Bukan cuma satu, Jay memborong dua gol sekaligus. Sayangnya penampilan spektakuler Bang Jay gagal membantu Venezia terbebas dari kekalahan. Veneia justru kalah 3-2 dari Katanzaro. Performa Ilagunari di musim perdana Jes sangat baik. Mereka konsisten bersaing di papan atas. Dari 25 laga yang dimainkan Jay, 9 di antaranya berakhir dengan cleans sheet. Tak heran jika mereka mampu mengamankan babak playoff promosi setelah menempati posisi tiga di akhir musim. Di semifinal playoff, ITSES dan kolega bertemu dengan saudara tiri Manchester City Palermo yang juga mengincar satu tiket terakhir menuju Serie A. Namun, Veneia terlalu tangguh untuk Palermo. Dalam dua leg Veneia menang dengan agregat 3-1. Di final playoff, Bang Jayi sekali lagi membuktikan bahwa kualitasnya bukan kaleng-kaleng. Melawan Kremonese dalam dua leg, Venezia enggak kebobolan. Ilagunari menang dengan agregat 1-0. Dengan hasil ini, Venezia pun sah promosi ke Serie A. Paska berakhirnya musim 2023-2024, Bang Ji termasuk pemain dengan rating tertinggi versi Fotmop di klubnya dengan nilai 7,11. Rating ini menunjukkan bahwa ITSES adalah elemen penting dalam keberhasilan Veneia kembali ke seri A. Torh karir JSES membuat warga Indonesia kembali merasa bangga. Sepak bola seakan menjadi ladang cetak sejarah bagi Indonesia. Jites yang telah masuk bagian dari tim Venezia sejak 2023 jadi pemain Indonesia bahkan ASEAN pertama yang mampu mentas di Serie A. Membanggakan bukan? Musim 2024-2025 dimulai. Jies paham betul situasinya akan jauh berbeda dari seri B. Di seri A tidak ada tim-tim gurem macam Ascoli atau Kosenza. Semua tim akan menjadi lawan yang kuat bagi Venezia selaku pendatang. Materi pemain dari setiap klub lawan pun jauh berbeda dari seri EB. Musim sebelumnya, ITSES hanya menjaga striker-striker kaliber Mateo Luigi Brunori atau Franco Vasquez. Namun di serie A musim 2024-2025, Ites harus berhadapan dengan penyerang-penyerang kelas wahid. Pemain-pemain macam Dusan Vlahovic, Lautaro Martinez, Dufan Zapata, Moiskin hingga Romelo Lukaku jadi makanan sehari-hari itses. Demi menghadapi pemain sekelas mereka, Jes terus menempat dirinya hingga akhirnya nama-nama tersebut mulai frustasi jika menghadapinya. Pada Maret lalu misalnya saat Veneia menahan imbang Napoli dengan skor 0-0. Jaites mungkin bukan pemain terbaik di pertandingan itu. Namun dirinya berhasil mematikan pergerakan Lukaku. Striker asal Belgia itu bahkan hanya mampu melepaskan satu tembakan on target. Sebelum itu ada momen menarik saja ITES menghadapi Dusan Vlahovic. Striker Juventus tersebut mengalami malam yang tak tenang ketika bermain menghadapi Veneia. JS selalu mengikutinya ke mana pun ia pergi. Flahovic bahkan sampai terpancing emosinya dan adu mulut dengan bek timnas Indonesia tersebut. Sayangnya Serie A dirasa masih terlalu sulit bagi Venezia. Saat narasi ini ditulis, Iagunari masih berada di zona degradasi dengan hanya mengumpulkan tiga kemenangan saja. Meski begitu, jumlah kebobolan Veneia tercatat lebih baik dari beberapa klub yang performanya lebih baik. Dengan adanya Jides di lini belakang Venezia, mereka baru kebobolan 42 gol di pekan ke-29. Itu sedikit lebih baik ketimbang beberapa tim yang peringkatnya di atas Venezia. Misalnya Parma yang sudah kebobolan 49 gol, Kagliar yang sudah kebobolan 44 gol, bahkan Komo yang berada di peringkat 13 saja sudah kebobolan 46 gol. Berkat ketangguhan Jites mengomandoi pertahanan Veneia musim ini, beberapa tim papanataan Serie A mulai menaruh perhatian lebih kepadanya. Dari Torino hingga bolonya kabarnya telah menghubungi perwakilan sang pemain. Namun yang paling mengejutkan, ITSES juga dipantau oleh Inter Milan, Juventus, Atalanta, dan Napoli. Tim-tim langganan empat besar Serie A. Salah satu jurnalis ternama asal Italia, Nicholos Kira pun pernah menyebut bahwa Inter Milan jadi yang paling serius untuk memboyong Bang Jai. Mereka sudah mengirimkan tim Scouting untuk memantau permainan Jai di Vene perwakilan Inter itu datang saat Veneia menahan imbang Atalanta Maret lalu. Tak berhenti di situ, beberapa media juga mengklaim ada pernyataan dari agen ITSES Bilal Acenteh bahwa JITES jadi pemain Indonesia yang sedang jadi bahan pembicaraan oleh klub-klub Eropa. Selain dari Serie A, Bilal mengkonfirmasi bahwa klub-klub Bundesliga dan La Liga juga ada yang menghubunginya. Kehadiran pemain berkualitas sepertinya di Indonesia menjadi motivasi untuk pemain timnas lainnya bahwa sepak bola Indonesia tidak kalah hebat dari sepak bola negara lainnya. Semangat ini harus terus menggelora di hati pemain-pemain Indonesia lain. Harapan besarnya semoga akan ada Jides Jai Ites lainnya yang bisa berkarir di liga-liga kasta tertinggi Eropa.
Jay Idzes, tembok kokoh dan kapten Timnas Indonesia ternyata mesti melawan sakit parah demi bermain sepak bola. Bagaimana kisahnya melawan penyakit itu dan kini bikin rakyat Indonesia terharu?
#StartingEleven #JayIdzes #Bolamenter #KisahPemain
Beli Kaos Edisi FAVORITMU! Disini ⬇ ⬇ ⬇
https://starting-eleven-merch.com/
—————————————
00:00 Opening
02:21 Latar Belakang Jay Idzes
07:16 Gelandang Bertahan, Bukan Bek
13:55 Merantau ke Italia
16:54 Sakit Paru dan Proses Naturalisasi
20:11 Bantu Promosi ke Serie A
24:09 Jadi Kebanggaan NKRI
—————————————
Beli Kaos Bola Official Merchandise Starting Eleven! Disini ⬇️ ⬇️ ⬇️
https://starting-eleven-merch.com/
https://shopee.co.id/startingelevenmerch
—————————————
—————————————
*KERJASAMA*
WhatsApp Mas Jo : 0823-2926-1306
—————————————
—————————————
Dapatkan Konten Eksklusif Hanya dengan Gabung di Saluran Whatsapp Starting Eleven. KLIK DI SINI !!! ⬇️ ⬇️ ⬇️
https://whatsapp.com/channel/0029VaeKmiKFXUudH8J0zU2S
————————————————————————————————————————————————————
Sebagian video, foto dan musik yang kami tayangkan bukan milik Starting Eleven. Pihak kami tidak mengklaim video, foto dan musik tersebut sebagai milik kami, karena kami sangat menghormati para pemiliknya.
FAIR USE DISCLAIMER:
Penafian Hak Cipta: – Berdasarkan pasal 107 Undang-undang hak cipta tahun 1976, tunjangan diberikan untuk PENGGUNAAN FAIR untuk tujuan seperti kritik, komentar, pelaporan berita, pengajaran, beasiswa, dan penelitian. Penggunaan wajar adalah penggunaan yang diizinkan oleh undang-undang hak cipta yang mungkin saja melanggar. Penggunaan nirlaba, pendidikan, atau pribadi memberi keseimbangan demi mendukung PENGGUNAAN WAJAR.
Copyright Disclaimer: – Under section 107 of the copyright Act 1976, allowance is mad for FAIR USE for purpose such a as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship and research. Fair use is a use permitted by copyright statues that might otherwise be infringing. Non- Profit, educational or personal use tips the balance in favor of FAIR USE.