BENAR2 TITISAN JOKOWI!! ‘STRATEGI KAPAL SELAM’ GIBRAN PELAN-PELAN BUAT LAWAN TENGGELAM🔥

Ada yang sedang puyeng serang Mas Gibren puyeng. Ini anak kalau enggak diserang dia bakal jadi ancaman politik di masa mendatang. Tapi kalau diserang mental terus bahkan tidak jarang dijadikan lawakan kan puyeng. Ini gimana cara nyerangnya? Ini cara menyerang Mas Gibran tuh yang benar gimana sih? Puyeng mereka. Bahkan teman saya yang namanya Reja itu ngomong, “Jangan-jangan Mas Gibran ini memang sengaja membiarkan dirinya diserang-serang.” Ya kan? Tapi kalau menurut saya sih ini justru sebuah kecerdikan, ya, kecerdasan dari Mas Gibran yang tidak mau terseret perkara-perkara receh. Ratusan orang ngumpul bahkan ya teriak, “Mak Zulkan, Mas Gibran.” Ini enggak dianggap sama Mas Gibran. dibiarin. Itu cuman suara orang-orang yang kalah pilpres. Ini strategi kapal selam alam Mas Gibran. Enggak mudah musuh menyerang, tapi dia bisa muncul kapanpun tanpa terdeteksi. Menarik kan? Kita bahas lengkapnya. Tonton video ini sampai selesai. Kalau lu nanya kenapa sih Gibran tuh jarang disorot media belakang ini? Apakah Gibran sudah tidak laku? Tidak semudah itu. Gua jelasin ini strategi Gibran. Kenapa sih jarang nongol di media belakangan ini? Ini yang dinamakan strategi kapal selam. Dia akan menghilang sedalam-dalamnya dan muncul saat dibutuhkan. Ini tiga hal utama yang perlu gua sampaikan dari strategi kapal selami Gibran. Pertama, strategi kapal selami Gibran adalah Gibran tidak ingin terlibat sedikit pun dalam isu-isu deal-deal politik. Karena kalau Gibran sampai terlibat isu deal-deal politik itu akan menjelekkan namanya Gibran. Gimana sih agar strategi kapal selamnya Gibran ini berhasil? Ya, simpel. Gibran akan menghindari friksi-friksi politik dan negosiasi-negosiasi politik. Terbuktikan. Jadi, setiap deal-deal politik yang kena sasaran tembak itu siapa? Iya, antara Jokowi atau Prabowo. Di sisi lain, Gibran akan muncul ke publik dalam isu-isu yang memiliki dampak langsung kepada publik atau yang menjadi perhatian publik secara langsung. Misal dalam penanganan isu banjir, Gibran akan muncul atau isu sosial, nonton bareng anak yatim, Gibran akan muncul. Dengan strategi kapal selam ini, harapannya elektabilitas Gibran akan naik karena Gibran lebih fokus pada pekerjaannya dan hal-hal yang berdampak langsung kepada masyarakat dibanding hal-hal politis. Jadi, itu adalah strategi kapal selam AlGibran untuk menaikkan citra politiknya. Masuk juga sih. Mas Gibran lebih fokus buat kerja, ngadepin masalah-masalah yang real di hadapin masyarakat dan sebagai pemimpin Mas Gibran berusaha untuk memecahkannya daripada ikutan ee tersinggung, ikutan terseret kepada masalah-masalah receh, masalah yang diciptakan sama orang-orang sama kubu kalah pilpres. Misalkan kemarin kita sama-sama tahu e para purnawirawan TNI yang menginginkan Mas Gibran dimakulkan. Ternyata mereka adalah pendukung dari Anis Baswedan. Anak. Jadi Mas Gibran tahu sebenarnya orang-orang seperti itu tidak perlu direspon yang sedemikian rupa. Dikasih panggung jangan. Jangan dikasih panggung. Justru diabaikan aja. Mereka kalau capek nanti berhenti kok ngomongnya. Ya, namanya capek pasti kan ini seret ya kan minum dulu ya kan biarkan aja. Tapi Mas Gibran fokus bagaimana ee dekat dengan masyarakat dan juga mengatasi masalah-masalah yang muncul di sana. Kemarin juga pernah ada ee berita bagaimana Mas Gibran ee menemui demo mahasiswa karena di wilayah mereka listrik atau BBM ya, BBM langka. Mas Gibran langsung terjun temui pendemo. Di saat para politisi diemo justru ngacir dan lari, Mas Gibran temui pendemo dan selesaikan masalah. Jempol. Masyarakat langsung merasakan wapres kita peduli dan juga menyajikan solusi. Kalau para anak Abah yang teriak-teriak pemakzulan Gibran, Fufu, Fafa dan ee segalanya itu biarkan aja. Mereka pasti capek sendiri. Kalau dananya habis, mereka akan berhenti ganti pekerjaan jadi kuli. Ya, bisa jadi kan pasti ada pendananya yang begitu-begituan, ya kan. Kemudian kemarin di Ngawi Jawa Timur Mas Gibran pakai alat tanam padi ee modern gitu ya. Itu dikritik katanya kok jalannya maju ya? Itu kan diinjek nginjek-nginjak ee padi yang barusan ditanam. Mas Gibran diam, biarkan aja orang bodoh komentar. Padahal di situ ada keterangan itu mesin bisa dipakai buat jalan maju atau mundur. Ah, orang malas baca kok ya. Malas baca komentarnya nomor satu. Minat baca rendah, minat komentar tinggi. Ya, jadinya seperti itu. Hah, bacot terus. Kan begitu. Satu hal yang mereka lupa. Mas Gibran adalah anak dari Pak Jokowi. Kenapa? lupa soal fakta itu. Loh loh loh lo lho. Jangan lupa Mas Gibran itu anak Pak Jokowi, maestro politik. Ya kali enggak diajarin Pak Jokowi cara mengelola konflik-konflik politik seperti ini. Pak Jokowi itu tanpa partai sampai sekarang masih cukup powerful. Apalagi Mas Gibran sekarang menjadi wakil presidennya Pak Prabowo. Pak Jokowi tahu benar bagaimana cara mendidik Mas Gibran. Saya ingat waktu itu ada pertanyaan eh ketika Pak Jokowi ngumpul bareng dengan eh Jokowi Lovers gitu ya, para pendukung Pak Jokowi di Jakarta. Nah, Emanuel Ebeneser ditanya sama wartawan, “Mas Emanuel, pendapat Pak Jokowi ketika Mas Gibren diserang-serang begini gimana sih, Mas?” Jawabannya sungguh di luar nalar. Pak Jokowi bilang, “Ini memang pendidikan buat Gibran.” Loh, diserang itu dibiarin. Ayo serang terus, Gibran biar dia semakin kuat dan tahu bagaimana cara mengelola konflik politik. Hm. Dianggap sebagai latihan loh. Terus kalian pikir menyerang Mas Gibran menjadi semakin lemah. Salah. Itu latihan buat Mas Gibran. Gimana? Tapi ini perdebatan. Ada beberapa pengamat mengatakan ilmu Pak Jokowi ini sulit diturunkan. Coba kita tonton dulu ini pendapat pengamat. Apakah karisma Pak Jokowi bisa diturunkan ke anaknya? Saya tidak yakin juga karena kita punya pengalaman tokoh-tokoh yang secara nasional kuat tetapi elektoral dan harisma tidak bisa diwariskan. Ya. Eh kan kita punya Bung Karno, kita punya Pak SBY, kita punya banyak tokoh kan yang menunjukkan sekali lagi bahwa karisma itu must be earn. ya bukan bukan bukan diwariskan gitu kan. Itu satu artinya ee sepertinya nama-nama yang muncul di 2029 ee di tingkat nasional itu masih berat yang datang dari sisi dinasti politik. Oke, ini pengamat dari ee indikator politik Burhanuddin Muhtadi mengomentari apa iya kemampuan politik Pak Jokowi yang disebut sebagai maestro politik Indonesia itu kesaktiannya bisa diturunkan kepada Mas Gibren yang sekarang menjadi wakil presiden Pak Prabowo dan bukannya tidak mungkin akan maju juga di pemilu-pemilu selanjutnya di kontestasi-kontestasi politik selanjutnya menurut Buranuddin Mtadi sulit sepertinya karena mengingat Tuah dan kesaktian Pak Karno yang diklaim diturunkan kepada Megawati. Toh tidak terbukti? Megawati aja gagal mimpin PDIP di Pilpres 2024. Enggak mau turun lagi di kongres PDIP selanjutnya mau maju lagi jualan nama bapaknya kan. Nah, ini ini kata Burhanuddin Muhtadi ini sulit sulit tapi pengakuan dari saudara Mas Gibran, Mas Kaesang ini mungkin memang Pak Jokowi tidak menurunkan plekplekan ilmunya kepada Mas Gibran karena Mas Gibran itu bukan Pak Jokowi. Kata Mas Kaisang, Mas Gibran ini adalah Pak Jokowi versi update. Apa quality yang Mas lihat dari Mas Gibran yang Mas merasa dia memang pantas jadi wakil presiden Republik Indonesia? Dia itu ee kayak Bapak, tapi punya etos kerja lebih baik, punya kepercayaan diri lebih baik, punya apa namanya lebih jauh lebih tegas dari Bapak. Kalau Bapak kan mungkin liihat orang, oh ini orang Jawa masih Iban enggak itu semua. Jadi kayak versi plus-plnya Bapak. H oh gitu. Lebih tegas ya, Mas Gib? Hm. Jadi kayak aku misalnya di perusahaan apapun yang dia omongin sudah kita langsung yah sudah pakai ikutin apa kata dia gitu. Dia kayak udah kayak chairman big boss-nya kita. Oke. Mas Gibran tidak akan bisa meniru Pak Jokowi tapi kata Mas Kaisang Mas Gibren versi update-nya Pak Jokowi. Hah. Gimana kalau gitu? Eh, Mas Gibra itu menurut saya pribadi yang ee ee satu sisi ee dia bisa menahan emosinya, tapi sisi lain ee bisa kadang-kadang ada spontanitas. sebenarnya sulit menggali ee Mas Gibran meskipun dia itu ee apa dia dia pun dia punya satu traditmark dari satu wawancara ke wawancara lain. Udah ya udah ya jangan begitu ya udah udah udah itu punya trademark. Jadi seolah-olah pertanyaan kita itu sesuatu yang eh sangat eh serius menjebak atau men-challenge. Tapi dia adalah orang yang sangat tahu tentang media. Ee ee jadi orang mungkin sering me apa ee meledek dia gitu terlepas saya tidak membenarkan apa dia lakukan, tapi ledekan dia itu dia bisa dengan sangat gampang dia balikin. Hm. ini seorang jurnalis senior bukan mau gembar-gembor bahwa Gibren itu seperti apa, seperti apa, tapi dia menyaksikan langsung waktu menginterview Gibrand. Mas Gibren disebut sebagai versi update dari Pak Jokowi benar adanya. Karena setiap serangan-serangan politik dari senior-seniornya bahkan itu bisa dibalikkan dengan gampang oleh Mas Gibran. disebut Samsul, disebut belimbing sayur. Kata Pandana Baban, Gibran itu anak ingusan. Apa kabar sebutan-sebutan itu? Sekarang, Mas Gibran jadi wakil presiden. Hm. Hm. Apa kabar sebutan-sebutan itu sekarang? Bahkan apesnya si penyebut Samsul, Mason Pesaribu sekarang adalah bawahan dari Mas Gibran. kemarin akhirnya udah damai nih sama Pak Panda yang mengatakan Anda damai sudah emangnya berantem kok damai enggak pernah berantem enggak Anda enggak pernah berantem tapi kan ada statement-statement soal anak ingusan ya biasalah ya namanya anak baru ya pasti perlu banyak masuk evaluasi dari senior-senior sebenarnya tapi saya rasa Anda cukup menikmati ya misalnya serangan-serangan atau hinaan-hinaan politik itu karena menikmati iyalah di politik itu ada apa namanya semakin dihina Semakin elektabilitasnya naik. Oh iya. He emangnya naik? Naik calon sebagai nama calon wakil presiden? He enggaklah. Iya. Enggak. Sebelum Dina juga sudah naik kok. Enggak enggak enggak enggak. Intinya apa? Saya banyak berguru dengan beliau. Saya langsung sungkem waktu bertemu di mana ya? Citaup kemarin. Langsung sungkem. Pak Panda mohon maaf kalau ada yang salah dari saya. Ya itulah beliau ngasih banyak masukan, ngasih buku juga tebal banget. Saya hanya kalau diberi evaluasi ya saya jadi pendengar saja. Saya enggak berani membantah atau menyanggah. Ilmu saya masih dikit Mbak itu aja. Dan kalau saya memang ini ini udah ini sudahudah styleemmu lah merendah terus. Kalau saya kalau saya memang anak ingusan ya enggak usah takut sama saya, enggak usah takut sama manuver saya. Pandanbaban ini ibarat leting tingkat senioritas gitu ya. itu sling sama ketum PDIP sekarang Megawati Soekarno Putri waktu ngebangun partai PDIP satu angkatan seniornya bukan main pada nababan ketika dia menyebut Gibran anak ingusan gimana jawaban Gibran? Ya, kalau Anda menyebut saya anak ingusan, enggak usah takut dong sama saya. Ya, ini tuh kalimat tantangan secara tidak langsung. Senior, orang seniornya senior ditantangin sama Mas Gibran. Tapi sekali lagi ini style dan gaya politik dari Mas Gibran. Orang-orang itu sekali lagi ya saya saya penasaran sih, apakah mereka lupa ini adalah anak seorang Joko Widodo. Roma Hurmuzi menyebut Pak Joko sebagai zon politikon, maestronya politik. Dan ini adalah anaknya. Kata Kaisang, Gibran adalah versi update dari Pak Jokowi. Dan kalau kata saya, Mas Gibran diam, ini adalah strategi kapal selam. Sulit untuk nyerang karena tidak terlihat di radar mereka. Tapi ketika ada keperluan, ada satu strategi, Mas Gibal eh Mas Gibran bisa muncul di manaun yang beliau mau. Boleh ngomong tentang wah Prabowo ke forum internasional, forum ini, forum ini. Tapi ingat kalau menurut dari kacamata seorang sutradara kayak Gari Nugroho he Gibran lebih tercatat loh data ngasih-ngasi ngasih susu ngasih kita ketawa semua kalau intelektual tapi rakyat itu merekam sadar enggak sih kaum intelektual ini wah Prabowo ditebok ke India jadi tuan rumah terus wah rakyat enggak peduli Kita lagi ngomong fakta ini yang diketawain 2029 ini nanti yang diingat Gibran bawa buku. Tepat sekali Mas Gibran tidak peduli dengan hiruk pikuk dan kegaduhan yang dibikin sama kelompok kalah pilpres. Yang Mas Gibran pedulikan adalah sekarang beliau menjabat sebagai wakil presiden. Bagaimana Mas Gibran bisa hadir di tengah masyarakat untuk menyelesaikan semua masalah-masalah yang ada di tengah-tengah masyarakat. Itu yang Mas Gibran inginkan dan itu yang Mas Gibran fokuskan sebagai tanggung jawab beliau sebagai wakil presiden. Sekarang masalah mereka yang gaduh karena kalah yaitu lumprah aja sih. Mana ada orang kalah terus happy. Kan enggak ada orang kalah ya. nangis ya protes ya kan kayak gitu terus enggak terima tuduh sana sini dan fitnah biasa namanya orang kalah komentar kalian deh silakan tulis komentar kalian di kolom komentar di bawah Ah.

#gibran​ #prabowosubianto​ #prabowo​

STRATEGI KAPAL SELAM GIBRAN, TAK AKAN TERPANCING SERANGAN RECEH LAWAN
APAKAH ILMU JOKOWI BISA DITURUNKAN KE ANAKNYA?
KAESANG: MAS GIBRAN ADALAH JOKOWI VERSI UPDATE
JURNALIS SENIOR AKUI KUALITAS GIBRAN
GIBRAN SENTIL PANDA PDIP
SUJIWO TEJO: GIBRAN AKAN LEBIH DEKAT DENGAN RAKYAT