RI STOP IMPOR BBM! Langkah Berani Prabowo Bikin Singapura Ketar-ketir!!

Breaking news, guys. Lu tahu, ya hari ini resmi Singapura itu merasa ketakutan. Mereka lagi terkencing-kencing nih menangis di pojokan rumahnya. Karena Indonesia akan segera mengurangi penghasilan mereka. Teman-teman tahu enggak? Selama ini Singapura itu adalah eksportir minyak terbesar loh ke Indonesia. Padahal mereka enggak punya sumur minyak. Ajaib memang negara kecil yang satu ini. Tetapi kenapa sekarang mereka terkencing-kencing, Guys? Mereka ketakutan karena Presiden Prabowo. Jadi ada berita yang menghebohkan, Guys. Heboya bukan di Indonesia loh, tapi hebohya juga di luar negeri. Indonesia plan to cut oil imports from Singapore am US tariff talks may pressure trade flows. About 60% of Indonesia’s fuel imports come from Singapore. But that may soon change. The countries of profitability will go down for the refining business for Singapore. you know that may also affect then second round effects right when you have less demand the manufacturing sector the services sectors may also be impacted jadi teman-teman tahu enggak itu semua tadi itu adalah liputan ya berita dari channel-channel berita, kantor-kantor berita, TV-TV berita luar negeri yang menggambarkan bagaimana Singapura sekarang sedang ketakutan menangis mereka karena Presiden Prabowo mempunyai program baru yang luar biasa. Kemarin Abit dengar lu ya suksess story ya untuk pertama kalinya sepanjang sejarah cadangan beras Indonesia berada di level tertinggi. Indonesia sudah berhasil mencapai suasembada pangan. Gila, Guys. Gila, gila, gila gila. Gua enggak nyangka ya di masa hidup gua saat ini ya, gua bisa melihat Indonesia enggak impor beras lagi, malah ekspor beras. Malaysia ngemis-ngemis minta beras sama kita. Jepang juga minta beras sama kita. Bahkan sekarang ya akan makin lebih banyak lagi negara-negara yang bakal datang untuk minta beras dari kita. Karena global warming is real, Guys. Gagal panen terjadi di mana-mana. Banjir badang lah, Taifun lah, belum lagi kekeringan. Jadi memang kalau ada yang enggak percaya dengan global warming ya mungkin cuma Donald Trump lah dan sekutunya. Anyway, Prabowo itu udah berhasil sukses di sasembada pangan dan dia punya program lagi untuk apa? Indonesia sasembada energi. Supaya kita jangan lagi jadi budak Singapura. Hebat juga ya gua pikir ya. Jarang-jarang ada pemimpin yang Indonesia loh yang punya otak yang berpikir kita ini harusnya merdeka. Kita kan akting doang merdeka. Faktanya hari ini pun lu masih jadi budak. Beli mobil lu belinya budak Jepang. Beli motor Jepang katanya udah merdeka dari Jepang. Faktanya mana? Terus jalanin mobilnya perlu bensin. Bensinnya dari mana? Bensinnya lu impor. Impor dari Singapura kan lawak. Lucu banget negara ini. Nah, ternyata nih Presiden Prabowo syukurnya ya sadar itu. Jadi dia mau bilang Indonesia ini harusnya juga berjaya berdaulat atas energinya sendiri. adalah suatu hal yang konyol. Kalau seandainya terjadi perang hari ini di Indonesia, lu tahu cadangan minyak kita itu cuman cukup untuk 21 hari. Udah pastilah kalau hari ini kita pecah perang, negara Indonesia jadi bubur. Kenapa? Karena gimana tanknya bisa jalan, bensinnya enggak ada, pesawatnya bisa terbang, afturnya enggak ada. Orang aftur aja kita impor dari Singapura kan konyol. Untungnya ya, Presiden Prabowo sepertinya aware dengan hal ini. Makanya dia langsung bikin statement, Indonesia harus berdaulat. Indonesia harus mencapai swembada energi dalam 5 tahun. Gila, pede banget sih ini orang ya. Mungkin karena dia merasa dia udah sukses ya kemarin berhasil sasembada pangan. Sekarang dia PD suasembada energi. Ya jujur aja ya hebat juga sih. Memang gua sepakat karena enggak realistis. Sungguh sangat konyol negara sebesar kita menggantungkan nyawa mobil kita, kapal-kapal kita, motor, kendaraan logistik, truk yang bawa bakmie, Indomie goreng, Indomie rebus, minyak goreng lu dari kebun sampai ke perut lu di pasar swalayan. Itu kan semua butuh energi. Even lu nonton YouTube ini aja butuh energi dari listrik. Jadi semua ini bisa berjalan karena ada energi. Yang konyol adalah 60% dari energi yang kita pakai khususnya untuk bahan bakar kendaraan berasal dari Singapura, negara sekecil itu. Jadi Indonesia kalau tiba-tiba perang dengan Singapura, Singapura tinggal tutup keran mati kita semua. Kan aneh. Makanya kemudian ketika Prabowo bikin perintah, “Hei, kita harus wasmada energi.” Ada menteri yang bahlul itu ternyata dia tidak cukup bahlul. Kali ini dia cukup waras. Dia pun langsung membuat perintah bahwa Kementerian ESDM untuk stop impor BBM dari Singapura. Ya, karena konyol aja sih kita negara sebesar ini kok bergantung menjadi budaknya Singapura. Kan enggak masuk akal. Selama berpuluh-puluh tahun negara ini berdiri kita cuma jadi budaknya Singapura. Jiji banget gua dengar ya. Jadi ketika Indonesia bilang kita mau swasmada energy, ketika kita bilang kita mau stop impor BBM nih dari Singapura, apa yang terjadi? Yang terjadi adalah pengusaha-pengusaha pemerintah Singapura itu ketakutan, Guys. Karena selama ini mereka berhasil mencekek Indonesia nih. Lu bayar enggak? Lu bayar enggak? Kalau enggak enggak gua kasih minyak nih. Hebat ya. Jadi kita lihat nih ya. Kayaknya cita-citanya mulia ya. Negara kita mau independen nih, Suat Sembada energi. Tapi apa iya betul targetnya seperti itu dan apa iya Singapura itu terkencing-kencing seperti itu? Kita bahas dulu G lebih detail. So, kalau lu penasaran ya, gimana sih sebetulnya hubungannya Indonesia Singapura bisnis minyak dan apa betul kita bisa sas sembada energi atau jangan-jangan ini ada hubungannya dengan kepentingan Amerika Serikat. Wih, seru nih. So, kalau lu penasaran jangan dikip video ini. Let’s check this [Musik] out. Oke, guys. Jadi kelihatannya hebat banget ya Indonesia stop impor dari Singapura. Kok pede banget selama ini jadi budak Singapura tiba-tiba mau berdiri sendiri. Apa betul kita sanggup? Apa betul sehebat itu? So, teman-teman lu tahu ggak ini sebenarnya masih ada hubungannya dengan Amerika Serikat? Loh, kok bisa, Guys? Teman-teman tahu hebatnya Donald Trump itu di sini. Ketika terjadi perang dagang yang dia umumkan, apa yang terjadi? Indonesia itu kena tarif. Semua barang yang dibawa dari Indonesia ke Amerika Serikat itu bakal kena tarif 32%. Kita ketakutan dong, kita kirim tim tugasnya jilat pantat Donald Trump. Apakah berhasil? Berhasil. Ternyata jilatannya enggak enak. Tarifnya malah naik, bukannya turun. Nah, yang konyol adalah kalau kita telusuri lagi yang kita harus cermati adalah permintaan sebetulnya dari Donald Trump adalah kita itu defisit kata Donald Trump 19 billi dolar. Artinya Indonesia lebih banyak untung, cuan. Kita lebih banyak ekspor ke Amerika Serikat dibanding Amerika Serikat yang ekspor barangnya ke Indonesia menurut Donald Trump enggak adil. nilainya 19 miliar dolar itu sekitar 300-an triliun, Guys. Nah, yang lebih parah nih, Guys, kalau seandainya Indonesia tidak bisa mengakomodasi keinginannya Amerika Serikat supaya meningkatkan pembelian barang-barang dari Amerika Serikat, ya kita bisa-bisa diasingkan. Mereka enggak mau lagi main sama Indonesia, Guys. Jadi, tugasnya Indonesia apa? Indonesia harus bisa memperkaya Amerika Serikat. Minimal kita belanja berapa? Minimal kita belanja 19 miliar dolar itu atau 300-an triliun itu. Makanya jangan kaget. Kemudian Indonesia nih berjanji, oke deh, gua bakal banyakin impor barang-barang made in Amerika Serikat. Anyway, salah satu janjinya adalah kita bakal menambah impor energi dari Amerika Serikat. Nilainya minimal 10 miliar dolar alias ya 160 triliun. So, kita sudah membuat janji itu, Guys. Supaya kita tidak dimusuhi Amerika Serikat, kita akan impor barang senilai 300-an triliun. Dari 300-an triliun itu 50%-nya adalah energi, oil, and gas. Oke, berarti di sini Prabowo itu membuat sebuah kebijaksanaan untuk apa? Mengurangi impor dari Singapura. Bukan artinya stop impor, Guys. Ternyata dipindah impornya ke Amerika Serikat supaya kita bisa diajak main lagi sama Amerika Serikat. Nah, karena kita sekarang dalam posisi wajib belanja lebih banyak ke Amerika Serikat, kita dan memutuskan untuk impor BBM kita geser dari Singapura ke Amerika Serikat. Apakah dengan stop impor BBM dari Singapura Singapura akan rugi? Karena tadi beritanya mereka terkencing-kencing, mereka ketakutan, mereka sungguh sangat sedih sekali nasibnya. Karena mereka selama ini menikmati uang kalian itu yang belanja bensin di Indonesia. Duitnya lari ke Singapura. Yang jadi pertanyaan, apakah Singapura merugi? Apakah Singapura tidak akan menikmati keuntungan lagi? Nah, berdasarkan ya update terakhir nih dari Menteri SDM itu dikatakan bahwa Indonesia di tahun 2024 saja lifting minyak kita itu hampir 600.000 barel per hari. Sementara konsumsi kita itu sekitar 1,6 juta barel per hari. Artinya Indonesia itu impor lebih dari 1 juta barel per harinya. Karena kebutuhan kita 1,6 juta barel setiap hari. Tapi yang kita produksi cuman Rp600.000. 1,6 kurang R 600.000 berarti kita butuh R juta barel ekstra yang kita harus impor setiap harinya. Nah, jadi teman-teman kalau kita mau bahas apakah Singapura itu rugi dengan Indonesia menghentikan impor minyaknya dari Singapura? Ee tunggu dulu, kita harus lihat dulu ya sebetulnya seberapa banyak sih barang yang kita impor, minyak yang kita impor dari Singapura. Nah, menurut Bahlil nih, Menteri SDM, Indonesia itu kebutuhannya setiap hari kita konsumsi kan 1,6 juta barel. Padahal produksi kita itu cuma 600.000 barel. Artinya kita impor itu kurang lebih 1 juta barel lah setiap hari loh, Guys. Itu kebutuhan Indonesia. Nah, kalau di tootal di tahun 2024 aja kita itu ah impor senilai 40 miliar dolar alias setara 653 triliun. Berarti ini bisnis yang sangat besar loh, Guys. Bisnis impor minyak itu 653 triliun. Nah, lu bayangin kalau ada sebuah negara itu kehilangan 653 triliun pasti sangat menyakitkan. Itulah nilai barang yang kita impor dalam bentuk minyak. Nah, mayoritas dari itu ternyata berasal dari Singapura. Loh, kok bisa ya, Guys? Jadi gini, di negara ASEAN, ASEAN ini ada banyak negara ya. Ada Vietnam, Malaysia, Indonesia, Thailand, Singapura. Ini total ya kita punya kapasitas minyak itu produksinya 5,2 juta barel setiap harinya. Nah, yang gila dari 5,2 juta barel ternyata 1/3nya atau hampir 30% itu dikuasai oleh Singapura. Kenapa ini gila dan konyol? Karena sebetulnya kilang minyak yang jumlahnya paling banyak di negara-negara ASEAN adanya di Indonesia. Total kilang minyak yang ada di Asia Tenggara itu ada 34 refineries atau 34 kilang. Ada punya CH, ada punya Thai Oil, ada punya Port Dixon, ada punya Brunei, lalu ada juga punya Singapura. Nah, di Indonesia sendiri itu ada banyak, Guys. Rata-rata negara di ASEAN paling mereka cuman punya dua atau tiga kilang minyak. Tapi di Indonesia kita punya kilang minyak di Dumai, di Pelaju, di Balongan, di Cilacap, di Tuban, di Balik Papan dan lain sebagainya. Intinya kalau lu ngomongin soal kapasitas ya, kilang minyak di Indonesia, Indonesia ini punya banyak jumlah kilangnya, tapi ternyata tidak semuanya produktif. Karena kilang-kilang minyak kita ya jujur aja udah tua semua. Mereka enggak bisa lagi menghasilkan barang-barang berkualitas. Gunanya kilang minyak ini kan mengubah, Guys, minyak bumi menjadi Pertite lah, Pertamax lah, Pertamax Plus lah, Afur lah, dan lain sebagainya. Ternyata ya kita udah enggak up to date dengan perkembangan zaman, apalagi sekarang udah Euro 4, bentar lagi Euro 5. Kilang-kilang kita ya udah dari zaman peruba di Indonesia belum ada update-nya. Makanya jangan heran ya meskipun dari jumlah kilang kita banyak, tapi dari segi kapasitasnya ternyata Indonesia sangat menyedihkan. Kita ngomong di negara Asia saja peringkat satu dengan kapasitas penyulingan terbesar itu dikuasai oleh Cina. Cina itu kapasitas penyulannya 15,6 juta barel per hari. Di bawahnya nomor dua ada negara India mencapai 4,9 juta barel per hari. Lalu selanjutnya ada Korea Selatan. Kapasitasnya 3,35 juta barel per hari. Setelahnya ada Jepang dengan produksi 3,34 juta barel per hari. Barulah ada Singapura dengan 1,5 juta barel per hari. Nah, lu bayangin Singapura negara sekecil itu memproduksi 1,5 juta barel per hari. Indonesia negara sebesar ini ya mungkin cuman bisa 600.000 barel per hari. Padahal kapasitas kita sebetulnya di atas itu. Jadi negara kita itu jauh lebih sedikit dibandingkan Singapura. Bahkan kayak Jepang. Jepang juga negaranya kan kecil. Kapasitas mereka itu bisa sampai 3 juta barel, Guys, seharinya. Kan hebat, ya. Nah, Indonesia ini sedihnya itulah. Udah peringkat kita kecil banget, padahal kilang kita udah banyak tapi produksinya rendah. Menyedihkan. Ternyata di top five negara-negara Asia aja kita itu tidak masuk. Di situ malah ada negara-negara kecil seperti Korea Selatan, Singapura, Jepang. Ya, kalau Cina, India makes sense lah. Mereka memang negara besar. Tapi ternyata Indonesia negara sebesar ini. Kita masuk top five aja enggak ada. Makanya enggak heran ya kalau Bahlil juga sampai kaget tuh si Menteri SDM bahwa apa? Di tahun 2024 aja kita impor itu sampai 650 triliun. Ngeri banget nih. Tapi pertanyaannya dengan Indonesia ya menghentikan impor barangnya dari Singapura, minyaknya sekarang kita geser nih ke Amerika Serikat. Apakah ini kabar buruk buat Singapura? Ya, ada beberapa analisis sih yang bisa membuktikan sebaliknya. Ya, sebetulnya enggak ada masalah juga buat Singapura karena dia adalah pusat perdagangan minyak terbesar di Asia Pasifik, Teman-teman. Tahu tahu? Bahkan sampai Australia aja beli minyak ke Singapura, Amerika aja beli minyaknya ke Singapura juga loh. Karena faktanya Singapura adalah pusat perdagangan dan kilang minyak global. Sampai detik ini Singapura masih menjadi pusat perdagangan minyak atau oil hub terkemuka di Asia. Mereka memiliki infrastruktur penyimpanan dan kilang minyak yang paling canggih. Banyak minyak yang diperdagangkan di Singapura sebenarnya berasal dari negara lain termasuk Amerika. Lalu diolah atau dijual kembali. Jadi kalau Amerika Serikat mengekspor lebih banyak ke Indonesia, sebagian minyak itu mungkin tetap melewati Singapura untuk logistiknya atau pemrosesannya. Jadi di sini yang gua mau bilang apa ya? Lu tahulah dunia trading ya mau di batuara atau sawit itu sama. Kalau kita geser nih kita tadinya beli dari Singapura terus kita geser ke Amerika Serikat. Logikanya yang kita lakukan sebetulnya adalah kita transaksi dengan trader minyak Amerika Serikat yang terdaftar di Amerika Serikat. Tetapi kalau barangnya ada di Singapura bisa enggak? Bisa. Orang kan dibawa pakai kapal. Barangnya di ada di Australia bisa enggak? Atau di Tanzania, di Kazakhstan sekalipun bisa enggak? Bisa. Kita belanjanya di Amerika. Logikanya Amerika juga mencari untung. Dia tinggal angkat telepon. Trader di Amerika angkat telepon, “Guys, Indonesia mau impor sekian nih. Yang ada barang siapa? Kapal lu di mana?” “Oh, di Timur, oh, di Malaysia, oh, di Singapura.” Ujung-ujungnya walaupun kita geser orderannya dari Singapura ke Amerika Serikat, faktanya gua sangat yakin tetap kita beli barangnya itu dapatnya dari Singapura. Jadi, yang dilakukan adalah iya betul kita beli itu dari trader Amerika, tapi trader Amerika juga punya otak dong. dia akan lebih pilih barang yang paling murah tentunya bukan kirim dari Amerika ke Indonesia pada praktiknya gua sangat yakin tetap barangnya akan dikirim dari Singapura ke Indonesia karena itu yang paling dekat. Duitnya ke mana ya? Kita jadi jalurnya lebih panjang aja. Indonesia belanja ke Amerika, nanti tinggal Amerika cari barang dari Singapura. Gitu aja. Simpel. Jadi Indonesia beli lebih mahal. Bisa jadi Indonesia beli lebih mahal karena harus lewat dua rute itu karena ujung-ujungnya barangnya dari Singapura juga. Tapi anyway enggak apa-apalah. Ini kan bisa menghibur publik bahwa seolah-olah kita lepas dari jeratan Singapura. Dan yang kedua, Singapura adalah Heent, Guys. Bentar, Guys. Sebelum kita lanjut videonya, portofolio kamu lagi kebakaran, merah merona, semuanya turun anjlok. Bahkan saham-saham perbankan besar di Indonesia semuanya masuk ke jurang. Loh, kok bisa ya? Nah, ini semua udah pernah kita bahas di Benix Investor Group, komunitas saham terbesar yang ada di Indonesia. So, tunggu apalagi, Guys. Segera bergabung di Benix Investor Group karena cuman di sini, ya. Kita bisa berdiskusi langsung secara live baik online maupun offline. Termasuk kita sering melakukan kunjungan site visit loh ke perusahaan-perusahaan, ke pabrik-pabrik emiten-emiten yang ada di Indonesia. Dan kamu di sini juga bisa langsung tanya jawab secara langsung live sama direktur perusahaannya. Kapan lagi ada peluang kayak begini? Nah, kemarin kita juga baru habis datang nih ke sebuah perusahaan yang menurut gua sangat prospek di tahun 2025. Nama perusahaannya apa ya? Yuk, langsung aja daftar di Benix Investor Group melalui website yang ada di bawah ini www.benix.id atau segera kontak WhatsApp kita yang ada di bawah ini. Oke, guys. Kita tunggu ya di Benix Investor Group karena makin seru nih dunia investasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. Apa sih saham yang menarik selanjutnya buat kita bahas. Sampai ketemu di Benix Investor Group. Dan yang kedua, Singapura adalah trade hub. Mereka adalah hub perantara perdagangan yang terbesar di Asia Pasifik. Bukan Indonesia, Guys. Tapi Singapura. Jadi, jika Indonesia membeli minyak dari Amerika Serikat, seperti yang tadi gua bilang, transaksi dan pembiayaan bisa tetap dilakukan melalui perusahaan perdagangan komoditas di Singapura. Ada Trafigura, ada Vitol atau BP Singapura. Dan kenapa pasti tetap akan melewati Singapura? Karena memang insentif pajak dan sistem keuangan di Singapura itu sangat efisien. Jadi wajar aja bakal banyak ya transaksi minyak global tetap melibatkan perusahaan Singapura. Meskipun misalkan minyaknya dari Amerika Serikat atau minyaknya dari Arab Saudi, tapi pasti transaksinya akan menggunakan sistem keuangan Singapura yang lebih efisien. Nah, tapi tetap ada ruginya ya enggak kalau Singapura orderannya hilang dari Indonesia? Bisa jadi ada juga, tapi enggak akan signifikan. Karena jika Indonesia benar-benar berhenti membeli minyak olahan atau produk kilang Singapura, maka Singapura memang bisa kehilangan pasar penting, tapi pasti bisa segera mereka imbangin dengan meningkatkan permintaan dari negara lain karena mereka adalah trade centernya buat minyak itu. Dan lagi, Guys, harga minyak itu kan ditentukan oleh indeks global. Pasarnya itu pasar dunia. Kalau harga minyak global naik, biaya logistik naik, Indonesia pun pasti at the end of the day juga akan berpikir, ngapain juga kita beli minyak mahal-mahal dari Amerika Serikat. Karena kalau impor minyak dari Amerika Serikat lebih mahal bagi Indonesia karena biaya pengirimannya faktanya memang lebih tinggi, maka ada kemungkinan Indonesia akan tetap mempertimbangkan Singapura sebagai alternatif pembelian minyaknya. Dan pasti Singapura bisa menawarkan harga lebih kompetitif karena lokasinya yang strategis di jalur pelayaran Asia. Jadi kalau ditanya apakah Singapura dirugikan dengan soal sembada energi Indonesia atau programnya Prabowo stop impor minyak Singapura? Ya, ada rugi tapi sangat sedikit bisa diminimalisir sepanjang Singapura berhasil mempertahankan negaranya menjadi pusat perdagangan minyak terbesar di Asia Pasifik. Dan gua yakin mereka bisa lakukan itu. Karena apa, Guys? Karena Singapura itu bukan menggantungkan hidupnya dari minyak doang. Mereka adalah pusat perdagangan dunia. Mereka adalah pusat finansial jasa keuangan di dunia ini. Dan mereka punya aktivitas perdagangan dan logistik yang terbaik di Asia Tenggara. Makanya jangan heran kalau kapal-kapal pun yang masuk ke Indonesia banyak parkirnya di Singapura, daftar perusahaannya pun di Singapura. Karena sedemikian efisien Singapura itu sendiri. Jadi selama mereka bisa mempertahankan dirinya menjadi hub ya, Hub buat jasa keuangan, Hub buat aktivitas perdagangan, Hub buat logistik, ya sudah pastilah mereka akan tetap cuan. Dan dalam konteksnya dengan minyak, jangan khawatir. Meskipun Indonesia mempunyai kilang terbanyak di Asia Tenggara, meskipun Singapura negara sekecil itu, ternyata produksi minyak ya di Asia Tenggara 28% atau hampir 1/3 itu dikuasai oleh Singapura. Wih, hebat nih negara kecil ini nih. Lalu guys, pertanyaannya dengan begitu mendominasinya Singapura di perdagangan minyak ya, minyak dunia dan minyak di Asia Tenggara khususnya, apakah Indonesia harus betul-betul ya menutup keran impor dari Singapura? Faktanya sih ya kita terpaksa memang harus lakukan itu. Jadi Singapura kalau komplain ke Indonesia menangis jerit-jerit kayak anak tantrum pun enggak ada gunanya. Karena ini bukan keinginan Indonesia, Guys. Ini kita lakukan ya kembali ke awal karena keinginannya Donald Trump. Begitu hebat Amerika Serikat. Mereka bisa memaksa kita untuk menggeser Singapura diganti jadi Amerika Serikat. Dia mau memaksa supaya negara-negara ini bertindak secara unilateral. Bukan lagi berkoordinasi untuk bersama-sama menyerang dolar atau bersama-sama menyerang Amerika Serikat. Enggak. Semua sekarang dipecah untuk mementingkan kepentingan negaranya sendiri. Akibatnya apa? Indonesia harus berani meninggalkan Singapura, tetangga kita sendiri. untuk memperkaya Amerika Serikat. Hebat nih Donald Trump. Semua dia pecah-pecah. India dia pecah, Pakistan dia pecah, Vietnam dia pecah. Supaya apa ya? Supaya negara-negara ini tidak bersatu padu untuk menghancurkan dominasi Amerika Serikat. Hebat ya. So, kembali ke awal ya. Indonesia itu diperintahkan oleh Amerika Serikat untuk belanja minimal 19 miliar dolar setiap tahunnya alias sekitar 310 triliun. Nah, kita nih harapannya bisa men-switching 50%-nya lah alias 10 miliar dolar atau 163 triliun melalui belanja minyak ke Amerika Serikat. Akan lebih mahal enggak? Ya mungkin akan lebih mahal sedikit. Tapi itu cost of doing bisnis lah supaya kita tetap diterima oleh market Amerika Serikat. By the way, Teman-teman pernah bertanya enggak sih gimana sih skenarionya ya seandainya Indonesia punya kilang minyak sendiri? Karena pemerintah juga pengin sos sembada energi, kita juga enggak mau juga loh sebetulnya impor dari Amerika Serikat. Ini hebat sih kalau kita bisa capai ini ya. Gua sih enggak enggak paham sebenarnya apakah kementerian kita punya kemampuan sampai selevel itu. Apakah menteri kita sehebat menteri Amran yang berhasil suas sembah pangan? Apakah kita bisa capai itu juga di bidang energi? Ee gua masih ragu. Tapi kalau kita bikin simulasinya ya seandainya Indonesia punya kilang sendiri, kita enggak perlu impor BBM dari negara lain. Berapa banyak sih anggaran yang bisa kita hemat? Kita sudah bikin kalkulasinya, Guys. Kamu bisa lihat di layar kamu. Jadi, kita bikin asumsi dasar, ya. Per bulan Mei 2025 dengan kebutuhan BBM Indonesia per hari diperkirakan 1,5 juta barel. Dan teman-teman tahu biaya refining di Singapura itu 7 dolar per barel. Biaya refining di Indonesia sekitar 7 dolar per barel. Andai kata kita bisa seefisien Singapura ya. Dan biaya logistik impor ada angkutan, pelabuhan, dan lain sebagainya itu 3 dolar per barel. ditambah pajak dan margin impor 5 dolar per barel, maka kita jumlah total ya, harga crud, refining 7, logistik 3 pajak dan margin 5, maka total biaya per barel adalah 5 alias dalam rupiah sekitar Rp1,5 juta. Nah, kalau seandainya kita refine sendiri, berarti kita bisa menghemat at least dari biaya impor dan dari biaya logistik. yang akan kita bayar adalah harga crud-nya yang biaya refining-nya yang artinya total biaya kita adalah 7 per barel alias sekitar Rp1,4 juta. Dari perhitungan ini maka biaya total per barel kita itu hanya R1,4 juta lebih murah dibanding impor dari Singapura 1,5 juta per barel. Artinya ada selisih 108.000 R.000 per barelnya, Guys. Kok kayaknya tipis banget, ya? Jadi, kita bisa hemat Rp108.000 per barel. Jangan khawatir, Guys. Teman-teman tahu yang kita bakar setiap hari itu 1,5 sampai 1,6 juta barel per hari. Jadi, kalau kita pakai perhitungan 1,5 juta barel aja per hari dikali Rp108.000, maka hasilnya setara dengan Rp12 miliar per hari. atau kalau disetahunkan minimal kita menghemat 59 triliun per tahunnya. Jadi dari hitung-hitungan kasar kita ya, kalau betul kita bisa olah ini sendiri di kilang minyak kita sendiri, negara itu bisa lebih hemat 59 triliun loh. Ini menurut gua cukup baik. Ini hitung-hitungan kasar dari gua ya. Gua yakin realitanya pasti lebih hemat lagi. Karena pun skema dolarnya pun dolar udah pasti di atas 16.000. Gua di sini pakai dolar setara dengan angka 16.000. Jadi, real penghematannya gua yakin di atas itu. Tapi hitung-hitungan kasar kita sekitar 59 triliun per tahun yang berhasil kita hemat, which is not a bad thing. Itu udah bisa membiayai APBD. Begitu banyak provinsi di Indonesia. Kayak Bangka Belitung aja APBD cuma 3 triliun. Artinya bisa memperbaiki ya hajat hidup begitu banyak orang nih kalau kita bisa menghemat sebanyak itu, Guys. Tapi satu hal yang mendesak nih dan ini menurut gua menjadi pertanyaan ya. Kalau kita berhasil stop impor BBM, Guys, apakah perusahaan BUMN kita siap untuk mengelolanya dengan baik? Karena sampai saat ini pun perusahaan BUMN kita yang namanya Pertamina itu kredibilitasnya suka enggak suka masih dipertanyakan oleh masyarakat. Teman-teman tahu ada salah satu perusahaan BUMN di Indonesia yang konsisten nih direkturnya masuk penjara ya. Ya, bukan Garuda Indonesia lah. Itu sudah diputus cycle-nya sejak Pak Irfan masuk. Tapi sebelum Pak Irfan masuk, direktur Garuda itu hobinya masuk penjara, Guys. Nah, teman-teman tahu ini gua bukan ngomongin Garuda Indonesia. Gua mau ngomongin Pertamina. Kamu tahu di Metor TV nih, kemarin baru aja diumumkan bahwa Kejagung menetapkan Dirut Pertamina Patraaniaga tersangka korupsi minyak mentah. Lalu ada lagi Dirut Pertamina didakwa Rugika negara 1,7 triliun. Lalu ada lagi berita soal kilang minyak Pertamina tiga kali terbakar dalam 1 tahun. Lalu ada lagi kilang minyak balongan milik Pertamina terbakar. Ada lagi 10 fasilitas Pertamina meledak dan terbakar dalam 4 tahun terakhir. Intinya adalah kok dikelola Pertamina banyak banget yang terbakar ini ada apa sebenarnya? Kita sudah siap belum sih mengelola ini sendiri? Itu kita baru ngomong dari faktor segi keselamatan ya dan kesehatan ya jiwa bahwa pengelolaannya mungkin kurang baik. Dari segi GCG-nya aja ya bolak-balik masuk penjara kan itu bukan hal yang baik. Walau pada faktanya ya kita harus lihat juga Pertamina ini juga cukup dipertanyakan kan sering banget merugi ya teman-teman. Banyak yang bilang udah untunglah apalah di eraah Ahok. Tapi lu harus tahu juga bahwa keuntungan itu kan bisa terjadi karena Pertamina ini masih subsidi. Sekarang coba kita bikin hitungan ya. Sebetulnya logis enggak sih buat perusahaan ini untuk rugi terus? Coba kita cek. Kalian tahu satu barel itu setara dengan 159 L satu drom nih. Kalau harga eceran pertamax sekitar 12.000. 1400 per L. Maka dalam satu barel pertamax adalah 12.400 * 159 L alias setara Rp1.971.600. Sementara biaya produksi pertamax ini estimasi kasar kita ya, Guys. Berdasarkan harga crut, biaya refining dan distribusi itu sekitar 10.000 sampai 11.500 per liter. Jadi estimasi biaya produksi pertamax adalah 1,5 juta sampai 1,8 juta per barelnya. Nah, jadi berapa sih keuntungan kotor Pertamina dari berjualan Pertamax? Kalau modal dia adalah 1,9 juta per barelnya, sementara biaya produksinya sekitar 1,5 sampai 1,8 juta per barelnya, maka range profit per barel pertamina adalah sekitar Rp150.000 sampai Rp380.000 per barel. Kalau kita ambil aja ya di bulan-bulan normal ya, kayak bulan Januari ya, bukan bulan mudik yang konsumsi bahan bakarnya tinggi itu rata-rata konsumsi pertamax itu sekitar 117.000. R000 barel per hari dikali Rp380.000 itu setara dengan Rp4 miliar per hari profit nih alias 16,2 triliun per tahunnya. Jadi dari sini kita baru ngitung satu produk ya, dari satu produk aja yang namanya si Pertamax itu dari hitungan kasar kita seharusnya Pertamina ini perusahaan yang sangat berpotensi untuk mendapatkan untung yang sangat besar dari berdagang BBM. Tapi herannya keuntungan Pertamina ini kita ngomong ya di tahun 2023 saja sangat tipis dengan posisi sebagai BUMN yang berhasil monopoli ya sektor energi yang dibutuhkan oleh semua orang. Ternyata di tahun 2023 aja profitnya itu cuma 72 triliun. Ini pun udah dibantu subsidi, Guys. Memang sih besar kalau lu bandingkan dengan Berry. Banyak orang bilang, “Pak, jangan nge-bully Pertamina dong. 72 triliun itu udah tetap paling hebat seI-Indonesia. Lu tahu BRI aja cuma 60 triliun di tahun yang sama ya, 2023. Bank Mandiri itu cuma 55 triliun, Telkom cuma 24 triliun. Antam, Antam yang punya emas saja cuma 3 triliun profitnya setahun. Jadi jangan dibully dong Pertamina cuma menghasilkan profit 72 triliun dalam 1 tahun. Makanya lu harus bandingin dengan perusahaan yang sejenis, Guys. Lu jangan bandingin dia dengan perbankan. Lu jangan bandingin dia dengan perusahaan tambang emas. Lu bandingin dengan perusahaan minyak juga yang ada di negara lain. Lu tahu di negara lain ada tetangga kita Malaysia. Di Malaysia itu ada perusahaan sejenis Pertamina milik negara yang namanya Petronas. Kinerja Pertamina itu berbanding terbalik seperti langit dan bumi dengan Petronas. Karena tadi kan sudah bilang ya, Pertamina berapa cuannya? 72 triliun dalam 1 tahun. Lu tahu Petronas itu bisa menghasilkan cuan 211 triliun. Gila. Enggak hampir tiga kali lipat Pertamina. Bisa lu bayangin? Makanya enggak heran ya pembalap F1 Lewis Hamilton mobilnya Mercedes sponsornya Petronas. Karena memang Petronas ini perusahaan yang cuan profit sampai ekspor produknya di begitu banyak negara. Malaysia bisa menjadi pemain dunia. Indonesia bisanya jadi pemain kampung hobinya impor barang dari Singapura. Goblok memang enggak masuk akal. Bisa-bisanya Petronas untungnya lebih gede dibanding Pertamina. Pertamina 70 triliun, Petronas 211 triliun. Hampir tiga kali lipatnya. Ngeri banget ini. Haters tapi pasti komen gini, “Omix, jangan bandingin dong dengan Malaysia. Malaysia kan harganya lebih mahal. Mereka kan cari untung. Kalau Pertamina kan harus mensubsidi rakyat Indonesia.” Eh, tunggu dulu, Guys. Tunggu dulu, Guys. Lu tahu Pertamax itu RON 92 ya? Di Indonesia itu dijual di harga 12.400 pertamax. Ron 92 dijual di harga R.400. Pertamina untung. Yes, untung. Malaysia, Bro. Harga RON 95 artinya kualitasnya jauh di atas Pertamax. Cuma dijual seharga R7.500 00 per liter. Jadi argumentasi lu yang bilang bahwa Malaysia itu wajar aja untungnya R triliun Petronas karena di subsidi. Faktanya mereka jual bensin tuh jauh lebih murah dibanding Indonesia, Guys. Gimana bisa mereka jual bensin jauh lebih murah dan jauh lebih tinggi kualitasnya dibandingkan kita. Harga lebih murah. Jadi enggak masuk akal. Kenapa bisa Pertamina pun cari untung di Pertamax? Petronas jual rugi dengan kualitas yang lebih tinggi dibanding Pertamax. Mereka pun tetap profit 200 triliun setiap tahunnya. Kok bisa? Ya memang bisa aja. Dan memang ada yang aneh sih dengan Pertamina ini. Bisa-bisanya sih Petronas untung R triliun sementara kita cuman R0 triliun. Gila banget sih. Tapi ada beberapa hal yang bisa kita bela lah. Kita harus objektif. Ada tujuh alasan yang gua bisa bilang kenapa Pertamina rugi dibandingkan Petronas. Yang pertama, suka tidak suka subsidi BBM itu membebani keuangan Pertamina. Karena pemerintah itulah yang menetapkan harga BBM bersubsidi seperti Pertala dan solar. Dan harganya di bawah harga pasar. Sehingga Pertamina harus menanggung selisih harganya. Contoh, harga minyak dunia naik tapi harga jual BBM di dalam negeri tetap rendah. Di sini Pertamina harus berani merugi karena harus menutup kekurangan biaya produksi dan impornya. Nah, ini ada hubungannya juga, Guys. Kan kita suka bilang ee Malaysia bisa cuan. Ya, wajar aja. Karena walaupun dia jual di harga subsidi, subsidi yang dia kasih pun skalanya tidak sebesar Indonesia. Karena jumlah penduduk Indonesia jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penduduk Malaysia. Karena hari ini penduduk Indonesia itu 280 juta manusia yang disubsidi. Sementara penduduk Malaysia itu enggak nyampai R juta, Guys. Jadi wajar aja kalau kita akan lebih banyak menanggung biaya subsidi BBM itu. Karena yang kita kasih itu lebih banyak kepalanya, lebih banyak orangnya, lebih banyak mobilnya, lebih banyak kendaraannya. Jadi wajar aja kalau seandainya Pertamina itu memang harus menanggung beban yang luar biasa. Lalu yang kedua yang jadi masalah adalah kita itu masih ketergantungan ya untuk impor BBM, untuk impor bahan bakunya crude oil-nya itu karena kilang Pertamina tidak cukup memenuhi kebutuhan dalam negeri. Sehingga mereka harus mengimpor BBM siap pakai menggunakan harga internasional sementara jualnya dengan harga subsidi. Nah, impor bahan bakar ini kan biayanya lebih mahal dan harga jual di dalam negerinya dibatasi akibatnya margin Pertamina terkikis. Yang ketiga, infrastruktur kilang-kilang minyak Pertamina sudah tua dan tidak efisien. Sebagian besar kilang Pertamina seperti Cilacap, Balikpapan, Dumai berusia puluhan tahun menggunakan teknologi jadul sehingga biaya produksinya tinggi. Karena kapasitas pengolahan minyak mentah kita yang untuk merubah menjadi BBM siapakah itu sangat terbatas? Akibatnya Pertamina lebih bergantung pada impor produk jadi. Nah, yang keempat, fluktuasi harga minyak dunia dan nilai tukar rupiah tidak stabil. Kalian tahu harga minyak mentah dunia bisa naik, biaya impor Pertamina juga bisa naik, tapi harga jual BBM dalam negeri tidak selalu menyesuaikan. Di samping itu, rupiah terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat. Nah, ini memperburuk kerugian karena impor BBM dan bahan baku harus dibayar dalam dolar. Bukan hanya itu aja, Guys. Yang kelima, Pertamina punya kewajiban untuk mengelola energi yang nonkomersional seperti energi baru dan terbarukan yang belum menguntungkan. Contohnya, Pertamina diwajibkan mengembangkan energi terbarukan seperti biofuel, panas bumi, dan lain sebagainya. Tetapi investasi ini belum tentu menghasilkan keuntungan yang signifikan. Sementara itu bisnis intinya yaitu BBM fosil masih tertekan oleh kebijakan energi hijau. Nah, yang keenam karena adanya persaingan dari perusahaan asing ya dan liberalisasi pasar ini bisa mengakibatkan berkurangnya monopoli Pertamina. Akibatnya perusahaan swasta seperti Shell, BP atau yang biro itu Vivo mereka bisa impor sendiri. Mereka bisa mengambil pasar BBM non subsidi. Akibatnya pangsa pasar Pertamina berkurang. Nah, itulah guys enam alasan kenapa Pertamina itu ya wajar aja keuntungannya jauh dibandingkan Petronas Malaysia. Tapi kan tadi gua di awal bilang ada tujuh alasan, Guys. Sebetulnya alasan ketujuh apa? Menurut gua alasan ketujuh ini sama pentingnya, Guys. Dari tadi kesannya gua kayak muji-muji Pertamina. Tapi alasan ketujuh menurut gua paling fatal. Alasan ketujuh adalah biaya operasional dan korupsi di Pertamina sangat tinggi. Teman-teman tahu Pertamina ini sangat terkenal sebagai perusahaan dengan biaya operasional tinggi termasuk hobi pemborosan dan banyak inefisiensi. Apalagi ya institusinya juga sangat lemah. Makanya ya masalah korupsi dan pengelolaan yang tidak transparan ini sangat mengurangi keuntungan. Seperti contoh dalam kasus proyek LNG dan pembangunan kilang yang selalu molor. Ya, plus tadi yang gua bilang ya, hobinya kok ada sedikit-sedikit ledakan, sedikit-sedikit ledakan. Ini jangan-jangan memang ada lawannya Avengers ya di Indonesia ini. Kenapa bisa kita mendapatkan teror, ledakan-ledakan yang skalanya sangat besar itu dan rutin terjadi seolah-olah ini adalah seperti sarapan pagi yang kalau enggak ada sarapan rasanya enggak enak dan jadi rutinitas kalau udah terbiasa sarapan. Aneh banget. Anyway, guys, di sini gua bukan cuman mau mengkritik sih, tapi gua juga mau kasih solusi nih supaya Pertamina gak terus-menerus rugi lah. Yang pertama ya, kita wajib memang revitalisasi kilang, Guys. Kilang minyak kita udah tua, udah jadul. ada proyek RDMP, proyek GRR, ya kita itu harus bisa sih mengurangi ketergantungan impor. Either kita perbarui kilang kita yang lama atau bangun yang baru. Jadi gua sangat setuju kalau seandainya Danantanara itu duitnya dipakai buat bangun kilang minyak baru. Gua sangat setuju dibanding kita bergantung dengan barang impor. Terjadi perang dunia 3 mati kita. Cadangan kita cuman cukup buat 21 hari ke depan. Yang kedua, kita harus bisa menyesuaikan harga BBM secara bertahap nih untuk mengurangi beban subsidi supaya ya memang enggak sehat kalau negara kita itu betul-betul harus dedikit-dikit subsidi. Harus dikit-dikit subsidi. Akibatnya apa ya? APBN kita enggak bisa gerak. Kita enggak bisa bangun jembatan. Kita enggak bisa bangun sekolah. Kita enggak bisa bayar guru dengan gaji selayaknya. Karena ya habis duit negara buat bayarin BBM. Salah satu solusinya gimana, Guys? kita harus pakai energi alternatif yaitu solusi ke yang ketiga, diversifikasi energi pakai LNG, EBIT untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. Makanya gua suka kasih solusi gini, dibanding kita subsidi BBM buat Pertamina memperkaya orang Jepang aja, ngapain? Mendingan kita pakai batu bara. Indonesia punya banyak batu bara, tapi gua dibully nih pasti sama anjing-anjing peliharaan Jepang nih. Kenapa? Karena arahnya pasti lu sudah tahu ya, gua mau ngomong lu harus pakai mobil listrik, lu harus pakai kendaraan listrik karena bahan bakunya dari batu bara. Indonesia enggak usah impor batu bara, kita eksportir. Makanya gua sedih banget kalau melihat begitu banyak orang yang nyerang. Enggak nyerang gua sih enggak apa-apa ya, tapi menyerang mobil listrik. Udah jelaslah cita-cita lu memperkaya raja Arab. Cita-cita lu memperkaya orang Jepang. Selesai. Lebih baik lu pakai mobil listrik, apapun mereknya. Enggak mesti lu pakai merek Cina. Faktanya lebih banyak pengeluaran loh itu buat beli bensin dibanding buat beli mobilnya sendiri toh. Dibanding duitnya lari ke luar negeri, kenapa enggak lari ke dalam negeri. Makanya wajib kita diversifikasi energi. Nah, solusi yang keempat ya kita harus bisa efisiensi operasional, harus lebih transparan, harus lebih akuntabel. Nih si Pertamina ini dia harus bisa memberantas korupsi di dalamnya. Karena sampai kapanpun kita punya project sebagus apapun, sekeren apapun di Pertamina, kalau isinya koruptor, koruptor, korupsi terus ya sampai kapan pun enggak bakal baguslah negara ini. Ujung-ujungnya orang bilang, “Ya kemarin penangkapan cuman ganti pemain. Kok begitu? Sedih banget. Negara kita perjalanannya masih panjang. Lu sebentar lagi mati, woi. Pejabat-pejabat tua enggak ada otak lu. Rakus sedemikian rakus lu. Anak lu, lu sekolahin ke luar negeri, terus nanti tinggal kabur. Terus gimana nasibnya yang sekarang di sini yang tiap hari harus pikir cari duit, biap bulan bayar pajak. Hm. Ternyata duitnya dipakai untuk memperkaya para pejabat di atas itu. Sedih bangetlah. Pakai hati kenapa lu tuh? So anyway, kesimpulannya bisa enggak sih Indonesia ini sea sembada energi dan stop impor BBM dari Singapura? Menurut gua bisa dan harus bisa. Tapi Indonesia harus punya nyali, Guys. Harus punya nyali dimusuhin Singapura. Harus punya nyali membangun kilang minyak baru. Udah dari kapan Presiden Jokowi kagak ada kilang minyak? SBY pun enggak ada. Masa sekarang enggak ada lagi. Masa kita mau selama-lanya jadi budak Singapura? Wajar aja sih gua tahu. Karena lu kalau impor bawang, impor apapun termasuk impor minyak dari Singapura kan ada kickback-nya. itu semua orang sudah tahu. Tapi jangan begitulah. Sekarang sudah masuk zaman maju, tantangan makin sulit nih. Kalau enggak nasib masa depan bangsa kita habis karena mentalitasnya adalah korupsi. Dari apa? Kuota impor lah, kuota impor lah. Sedih, Guys. Makanya gua sangat menyambut kabar baik nih ketika masuk investor dari Rusia ya. Semoga enggak diganggu nih sama ormas-ormas di Indonesia. Ini menurut gua kabar baik karena Rosnev ya, salah satu perusahaan terkenal di dunia khususnya ini punya Rusia ya. Mereka mau bangun keilang minyak baru senilai 1 juta barel. Kalau mereka mau bangun kilang minyak baru dengan nilai sekitar 315 triliun, Guys. Targetnya mereka bisa memproduksi 1 juta barel minyak setiap harinya. Ini hebat. Karena proyek ini adalah proyek join venture antara Pertamina. Pertamina punya 55% saham. Sisanya punya Rusia. Rosnef punya 45%. Gua lebih prefer metode begini sih, serahkan sesuatu itu pada ahlinya lah. Kalau Pertamina ahlinya bikin ledakan ya, ada orang yang lebih ahli bikin kilang minyak dengan secara profesional, udah undang aja bikin join venture. Kasih sesuatu itu pada ahlinya. Ya kita negara ya sebagai pemilik aset aja, mereka sebagai pengelola. Nanti lama-lama kan ada knowledge transfer di sini. Tadinya ahli meledakkan kilang sendiri, sekarang jadi ahli mengoperasikan kilang sendiri. Kan gitu sambil belajarlah dan sambil ngurangin tuh mafia-mafia di dalamnya. Kalau bisa. Tapi at least dengan metode mengundang investor asing, harapan gua sih bisa berkurang tuh korupsi di Pertamina. Kenapa? Karena gua yakin kayak Rosnef ini juga pasti dipantau. Kalau lu macam-macam, kalau lu korup di project ini, gua yakin dia dikarungin sih sama si Putin, ya. Jadi, semoga makin banyak lagi ya dan makin sering lagi ya projek-projek terkait kilang minyak ini atau pengoboran lifting minyak baru yang melibatkan investor asing supaya makin banyak nih mata yang ikut melotot buat memantau pekerjaan itu. Supaya banyak mata, banyak tangan yang terlibat khususnya dari luar ya kalau perusahaannya Tbk sudah pasti kan well scrutinized. Intinya kalau lu mau korupsi lu mau main curang jadi makin susah lagi karena lebih banyak matai yang memantaunya. Nah, buat teman-teman gimana lu setuju enggak kalau Indonesia mulai berani sasembada energi? Indonesia mulai berani mengurangi ketergantungannya impor minyak dari negara lain? Lu setuju atau enggak? Atau justru ini malah bikin bahaya nih? Karena gua yakin ya, Singapura tidak akan diam saja. Mereka pasti akan cari cara supaya Indonesia tetap menjadi budak mereka. Kalau menurut lu gimana ya? Karena kan tadi lu sudah lihat juga posisi Indonesia juga sedang terjepit nih. Kita dipaksa impor lebih banyak barang nilainya diharapkan 300 triliun lebih dari Amerika Serikat. Ya mau enggak mau kita harus mengkhianati negara tetangga kita sendiri nih demi menyenangkan hati Donald Trump. So, guys, menurut kamu apa sih tindakan Singapura selanjutnya? Yuk, segera komentar di bawah ini ditunggu ya tanggapan kamu seperti apa. Jangan lupa like, share, comment, dan subscribe channel Benix. Sampai ketemu di video selanjutnya. Salam sehat, salam cuan. Bye bye. [Musik]

RI STOP IMPOR BBM! Langkah Berani Prabowo Bikin Singapura Ketar-ketir!!

Langkah berani pemerintah Indonesia untuk menghentikan impor BBM dari Singapura bikin geger! Nilai transaksi impor yang mencapai miliaran dolar ini jadi sumber ketegangan baru di Asia Tenggara. Apakah ini bentuk kemandirian energi RI? Atau bagian dari efek domino perang dagang Trump yang belum selesai?

🎯 Dalam video ini kita bahas:

Kenapa RI ingin stop impor BBM dari Singapura

Dampaknya ke ekonomi Indonesia & Singapura

Hubungannya dengan perang tarif era Donald Trump

Potensi Indonesia jadi pemain energi mandiri

🔥 Apakah ini awal kebangkitan energi nasional?
🔥 Apakah Singapura akan kehilangan pasar strategisnya?

📌 Jangan lupa LIKE, COMMENT, dan SUBSCRIBE biar gak ketinggalan info panas lainnya!

Come on, join Bennix Investor Group now!!
While there are still lots of promotions.
visit: www.Bennix.id

Email: halobennix@gmail.com
Requests for Interviews, Speaking or Business Inquiries can contact us

Manager Lisa at
WA: 0811-3220-886


Follow me:
Instagram:
/bennix.official
TikTok:
@bennix.real

Join this channel to get access to perks:
https://www.youtube.com/channel/UCAnl5P05DilP0nadpV7kqHg/join