Arogan! Komandan Satpam Diduga Bentak Pedagang Wanita, Warga Kendal Ngamuk
Beredarnya video seorang pedagang wanita yang diperlakukan kasar saat berusaha mengais rezeki di sekitar lingkungan pabrik. Dalam video yang beredar, tampak seorang wanita paruh baya menggunakan topi caping sedang menggelar dagangannya di sekitaran pabrik. Wanita paruh baya tersebut kemudian didatangi sejumlah petugas keamanan yang memintanya untuk pergi. Saat pedagang tersebut sedang membereskan dagangannya, tiba-tiba pria yang diduga sebagai komandan Satpam bertindak kasar. Ia terekam menendang meja dagangan wanita paruh baya tersebut sehingga menyebabkan barang-barangnya berserakan di tanah. Tak sampai di situ, diduga komandan Satpam tersebut juga turut melontarkan kata-kata tak pantas. Pedagang wanita bersama seorang pria itu pun kemudian berusaha kembali menaikkan dagangan mereka ke sepeda motor. Namun lantaran tindakan kasar yang diterima wanita parubaya tersebut sampai jatuh tersungkur ke aspal. Tindakan arogan diduga oknum komandan Satpam ini pun akhirnya membuat warga geram. Secara beramai-ramai mereka mencari pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
BANJARMASINPOST.CO.ID – Geram dan tak terima dengan aksi arogan diduga oknum komandan satpam, ratusan warga datangi sebuah pabrik di Kendal, Jawa Tengah.
Para warga tersebut kesal menyusul beredarnya video seorang pedagang wanita yang diperlakukan kasar saat berusaha mengais rezeki di sekitar lingkungan pabrik.
Dilansir melalui unggahan akun X @neVerAl0nely ratusan warga mendatangi pabrik tersebut untuk mencari oknum pelaku kekerasan pada Senin (26/5/2025) malam.
Warga menuntut diduga Komandan Satpam tersebut memberi keterangan dan pertanggungjawaban lantaran aksinya dalam video yang viral di media sosial.
Artikel Lengkapnya di: https://banjarmasin.tribunnews.com/2025/05/27/warga-geruduk-pabrik-di-kendal-buntut-sikap-arogan-diduga-komandan-satpam-bentak-pedagang-wanita.
#satpam #kendal #pedagangkakilima
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Program: Short
Editor: Fahrizal Rhamadhan