MARAH 4 PULAU DISERAHKAN KE SUMUT, GUB ACEH TINGGALKAN BOBBY! GAK BELAJAR KASUS DAUD BEREUEH
[Musik] asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh saya Herz Arif apa kabar senang sekali bisa kembali menjumpai Anda semua dalam sepekan terakhir ini saya banyak dijapri oleh para sahabat dari Aceh mereka meminta saya agar ikut mengingatkan Presiden Prabowo ini jangan sampai menganggap remeh soal keberatan warga Aceh karena empat pulau milik mereka yang ada di Kabupaten Aceh Singkil ini diserahkan oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian ke Bobi Nasution ke Gubernur Sumatera Utara mereka mengingatkan saya bahwa peristiwa ini bisa membuka luka lama rakyat Aceh yang merasa kembali dikhianati oleh pemerintah pusat dan mereka ini mengingatkan saya bagaimana sejarah Aceh itu diwarnai dengan pemberontakan ini kalau berkaitan dengan soal ketidakpuasan ini pada waktu itu ee muncul pemberontakan yang ee dipimpin oleh pejuang dan ulama besar Aceh yang pernah juga jadi gubernur militer di Aceh Tengku Daud Bereh pemberontakan dari Daud Ber ini dipicu oleh kekecewaan dia kepada Presiden Soekarno yang dianggap eh banyak tidak memenuhi janjinya kepada rakyat Aceh dan kemudian pemicu yang menjadi e kemudian dia memutuskan untuk melawan pemerintah pusat itu yakni keputusan dari pemerintah pusat untuk menurunkan status Aceh sebagai daerah karesidenan dan kemudian digabungkan dengan Sumatera Utara ini eh kemudian pada bulan September tahun 1953 Daud Breh menyatakan Aceh memisahkan dari dari NKRI dan menjadi bagian dari eh dair Darul Islam TI atau DI TI di TI pada waktu itu dipimpin oleh Kartu Suwiryo di Jawa Barat ya deklarasinya beberapa orang sahabat ini karena saya kan sebenarnya cukup intes mengikuti Aceh ini mau dimulai dulu dari operasi jaring merah pada tahun ’90-an kemudian daerah operasi militer dan sebagainya saya banyak blusukan ini masuk ke Aceh jadi saya mengenal banyak sahabat-sahabat dari Aceh termasuk para petinggi gerakan Aceh yang merdeka dan tentu saja juga para jenderal-jenderal TNI yang bertugas di sana nah beberapa sahabat ini mengirimi saya link berita yang menggambarkan kemarahan dari warga Aceh termasuk juga ee peristiwa yang sangat menarik ketika Gubernur Sumatera Utara Bobi Nasution bersama dengan Bupati Tapanuli Tengah Mason Pasar itu menemui gubernur eh Aceh Muzakir Manaf dan media menyebutkan bahwa Muzakir Manaf itu sengaja meninggalkan Bobi Nasution dengan mendalih dia sudah terjadwal untuk melakukan kunjungan kerja ke daerah ee Aceh Baradaya bobi memang dikabarkan itu ee secara mendadak ee dia ee berkunjung ke Aceh dan kemudian dia katanya mencoba menawarkan kerja sama mengelola empat pulau yang semula dimiliki oleh Aceh dan oleh Menteri Dalam Negeri diserahkan ke Sumatera Utara soal ini kalau namanya mengelola itu kan berarti ya secara tidak langsung kan Aceh mengakui kepemilikan dari ee Sumatera Utara padahal kan sekarang selama ini kan mereka anggap bahwa itu adalah wilayah ee definitif mereka jadi ya untuk apa Bobi kemudian menawarkan kerja sama seperti itu dan itulah kemudian makanya ee Muzakir Manaf memutuskan untuk meninggalkan Bobi dengan alasan tadi itu dia akan sudah terjadwal kunjungan ke Aceh Bar Daya dan ee dia hanya menemui e Bobi sebentar dan mempersilakan dia melanjutkan pembicaraan dengan para stafnya ini untuk orang seperti muzakir MF yang dikenal sebagai mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka tindakan dia ini cukup halus ya ya bahwa dia mempersilakan Bobi untuk melanjutkan pembicaraan sementara dia dia memilih untuk meninggalkan ruangan begitu dan ini harusnya kalau Bobi paham ini dia sensitif ya dengan soal ini tapi ee Bobi itu malah menyatakan bahwa nanti ini Zakir Manaf akan melakukan kunjungan balasan ke ee Medan dan akan melanjutkan soal pembicaraan soal itu karena kata dia sebenarnya antara Aceh dan Sumatera Utara ini kan mereka ini sebenarnya sudah sangat dekat hubungannya jadi satulah banyak sekali orang Aceh juga yang tinggal di ee Sumatera Utara peristiwa itu terjadi pada hari Rabu tanggal 4 Juni lalu media menggambarkan ee ini memang seperti saya sebutkan tadi kunjungan Bobi itu keca mendadak dan muzakir Manaf itu tetap menerima Bobi dan rombongan di Molgo molego ini rumah jabatan ee gubernur ya di kota Banda Aceh tapi dia ya basa-basi dia hanya menemui sebentar penantu Pak Jokowi itu dan kemudian dia ee meninggalkan ruangan sikap muzakir itu sesungguhnya merupakan cara halus menolak tawaran kerja sama itu tapi kelihatannya Bobi e meresponnya secara saya tidak tahu apakah dia maksudnya tidak paham atau ya dia ee pura-pura tidak paham saja gitu aceh dan Sumatera Utara ini kan bagian tidak terpisahkan banyak orang Aceh di Sumut begitu juga sebaliknya kata Bobi kita tunggu saja benarkah kemudian Muzakir Manaf itu ee memutuskan untuk datang ke Medan dan kemudian melanjutkan pembicaraan soal itu rasanya kalau lihat respon dari publik Aceh ini ee enggak mungkin ya dalam posisi seperti itu ya kalau kemudian Muzakir Manaf datang ke Medan dan kemudian melanjutkan perundingan untuk mengelola pulau itu ee bekerja sama dengan Sumatera Utara kan berarti ya dia mengakui dong ya penyerahan pulau ini dari Kementerian e dalam Negeri sengkarut itu dipicu oleh keputusan Menteri Dalam Negeri nomor 300 eh 2.238 tahun 2025 tentang pemutakhiran data wilayah administratif dan pulau dalam keputusan yang ditaikkan pada tanggal 25 April 2025 itu disebutkan bahwa Pulau Lipan Pulau Panjang Pulau Mangkir ee Ketek kecil ini maksudnya dan Pulau Mangkir Gadang Pulau Mangkir e Besar masuk dalam wilayah administratif Provinsi Sumatera Utara iniang kalau bahasanya milik Minang ya Ketek dan Gadang gitu ya memang orang di Singkil ini saya kalau sepengetahuan saya ini cultur-nya cukup dekat dengan orang Minang nih ya bahasanya memang beda dengan orang Aceh pada umumnya tapi ya mereka ini bagian dari administratif wilah ee secara administratif bagian dari Aceh selama ini keempat pulau itu masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Aceh Singkil kalau menurut catatan sejumlah catatan sejarah keempat pulau tersebut dulunya merupakan bagian dari wilayah Kesultanan Aceh namun pasca kemerdekaan Indonesia statut administrasi wilayah tersebut menjadi tidak jelas pihakem ee Sumatera Utara mengklaim bahwa keempat pulau tersebut berada di wilayah yang berdasarkan peninggalan aturan kolonial Belanda memang kalau secara jarak itu ee kelihatannya lebih dekat dengan Kabupaten Tapanuli Tengah makanya kemudian Masinon Pasar Bupati Tabanuli Tengah ikut hadir bersama dengan Bobi itu tapi ini kemudian menimbulkan sengketa dan dibawa ke ee pengadilan Mahkamah Agung bahkan pernah mengeluarkan beberapa putusan berbeda dalam menangani kasus ini tapi pada putusan terakhir ee Mahkamah Agung tahun 2018 menetapkan bahwa pulau-pulau tersebut merupakan bagian dari Provinsi Aceh kendati pulau tersebut selama ini kosong namun keputusan pemerintah ini dalam hal ini mendagri itu ee sangat mengejutkan ini mesti hati-hati ya saya kira Pak Mendagri Pak maksudnya paham ya kultur masyarakat Aceh ini kan masyarakat Aceh ini atau etnis Aceh ini dikenal dia mempunyai harga diri yang sangat tinggi kalau saya baca dari berbagai respon yang muncul ini di media maupun media sosial banyak yang merasa ee keputusan dari Menteri Dalam Negeri itu telah menginjak-injak harga diri orang Aceh dan bagi orang Aceh harga diri ini adalah segala-galanya orang Aceh menyebutnya ini sebagai tueng bila gitu ya untuk ini kalau untuk menutupi rasa malu kalau harga diri mereka sudah diinjak-injak ee mereka ini berseria berperang sampai mati sejarah Aceh yang menunjukkan semacam itu ya mungkin di tempat-tempat lain ada kayak di kalau di Sulawesi Selatan ada Siri dan di Lampung ada Piil dan sebagainya ini memang harga diri yang e mereka lebih baik mati ketimbang mereka tidak merasa bahwa harga dirinya diinjak-injak ini bukan sekedar garis di peta tapi identitas dan martabat kami itu kata mantan panglima Qodam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Purnawirawan TeUK Abdul Haf Fudin ini kebetulan dia adalah putra Aceh ya dan menurut dia Aceh itu telah berkorban untuk NKRI kini negara harus hadir menjaga keutuhannya tegasnya ingat ya ini retorika-retorika semacam ini sama seperti dulu ketika Daud berir dengan Presiden Soekarno e bangsa Aceh ini pada waktu itu mereka menyebutnya seperti itu kan sudah berkorban untuk kemerdekaan Republik Indonesia ini bahkan pesawat pertama pesawat seulawah itu merupakan sumbangan dari rakyat Aceh pada waktu itu rakyat Aceh ee bahkan rela itu ibu-ibunya itu menyerahkan emas ee dan harta bendanya itu untuk membiayai negara membelikan membeli pesawat orang Aceh seperti itu ya memang kalau sampai mereka ee bersedia berkorban mereka sampai harta benda dan nyawanya juga di dikorbankan begitu tapi ini jangan ee jangan main-main kalau kemudian harga diri mereka sudah diinjak-injak kemarahan masyarakat Aceh itu eh ee setelah keputusan pemerintah pusat menyerahkan empat pulau ke Sumatera Utara itu terlihat kemarin misalnya ada mereka melaku mengepung itu ya secara simbolis mengepung pulau yang berada di kawasan Aceh Singkil itu ada ratusan ee apa dari ratusan warga dari beberapa desa dan kecamatan bahkan kemudian juga dilakukan deklarasi ini forum bersama ini terjadi pada tanggal 3 Juni lalu dan mereka itu menilai pada waktu itu Ya ini semacam aneksasi yang ee di aneksasi sepihak yang diputuskan oleh pemerintah pusat ingat sekali lagi ketidakpuasan terhadap pemerintah pusat itu bisa jadi soal itu belum lagi kalau kita ngomongin gerakan Aceh Aceh merdeka juga ya ini di media sosial itu video-video yang mereka sebut sebagai penyerbuan pulau sengketa itu beredar sangat luas mereka menyatakan bahwa itu empat pulau milik kami rakyat saya jangan macam-macam ee Sumatera Utara itu bahkan seorang camat yang meneriakkannya itu dari atas kapal motor ya ketika sedang berlayar ke pulau itu mereka menuntut Sumatera Utara segela mengembalikan pulau itu ke Aceh bukan hanya warga tapi ini juga dari berbagai elemen ada akademisi nelayan tokoh adat aktivis LSM itu berkumpul nih di ee pulau itu di sekitar pulau itu dan mereka menggelar deklarasi penegasan bahwa pulau ee di Aceh Singkil itu yakni Pulau Mangkir Besar Pulau Mangkir Kecil Pulau Lipan dan Pulau Panjang merupakan bagian sah dari Provinsi Aceh dan ini yang hadir ee enggak main-main dari forum bersama ini ada dari DPR DPD DPD RI ya kemudian juga itu ada juga anggota DPRA DPRA Aceh ini maksudnya DPR Aceh ya mereka semua berkumpul di sini menuntut agar pulau keempat pulau itu dikembalikan ke Aceh di kalangan masyarakat Aceh ini bahkan sampai kemudian muncul kecurigaan apa ya maksud mendagri Tito Karnavian itu memutuskan empat pulau itu diberikan kepada menantunya Pak Jokowi ini Bobin Sution ini ya apakah di pulau itu misalnya diketahui punya cadangan mineral gitu yang potensial untuk dieksplorasi karena sejauh ini empat pulau itu kosong ya biasanya memang tempat para nelayan ketika mencari ikan itu berlabuh di situ dan kemudian ee Pemprov Aceh juga sudah memasang ee patok-patok tanda batas wilayahnya juga dibangun ada musala dan sebagainya dibangun di situ nah yang spekulasi liar ini dikait-kaitkan dengan kedekatan antara Tiarnavian dengan eh Jokowi eh mantan Presiden Joko Widodo ini mertua dari Bobino jadi sekali lagi apakah ada potensi mineral di empat pulau itu tanpa ada yang mengetahui sebelumnya dan kemudian diserahkan ke pengelolaannya kepada Bobi soal ini pun juga dipertanyakan loh oleh anggota DPR RI dari PDIP ini dari Dedi Taurorus kalau dari namanya kan dia ini ya dia pasti berasal dari Sumatera Utara walaupun sekarang dia menjadi wakil ee rakyat dari Kalimantan Utara kemarin ramai soal Gubernur Aceh yang meninggalkan Gubernur Sumut yang datang berkunjung ke Aceh untuk membicarakan soal empat pulau yang selama ini dimiliki oleh Aceh tapi oleh Kemendagri diputuskan menjadi milik Sumatera wah wah wah pak Mendagri apa urgensinya pulau itu harus diputuskan langsung tanpa duduk bersama menjadi milik Sumatera Utara apakah tidak memperhatikan sejarah ya historinya ee secara sosiologis apa untungnya sekarang membuat itu menjadi milik Sumatera Utara apakah Sumatera Utara sudah mampu membiayai seluruh kebutuhan pembangunan di Sumatera Utara nias aja kayak begitu lu mau nambah pulau empat gimana ini Pak Menteri dan Gubernur Sumatera Utara juga emang ada potensi apa di sana pakai bahasa dikelola bersama anda besarkan tuh pulau Nias besarkan tuh Danau Toba ya itu yang harus Anda kerjakan bukan bikin masalah baru klaim-klaim pulau segala macam nanti Mentawai sekalian aja Anda minta jadi Pak Menteri Dalam Negeri tolong tuh kalau menurut saya enggak ada urgensinya Anda membuat keputusan soal empat pulau itu hanya bikin masalah politik tolong Pak Presiden perhatikan isu ini tidak ada urgensi ya dan sumut juga ya Bung Bobi sebagai gubernur kayak Anda sudah beres aja bisa dengan APBD untuk membiayai tanggung jawab provinsi mau nambah empat pulau ini pada aneh-aneh saja ini sekarang jadi tolong Kemendagri dan Pempr ya juga Bupati Tang enggak usahlah ikutan ya apbd Anda juga kecil mau biaya nambah 40 itu dapat apa saya kira semua harus kembali kepada akal sehat merdeka jadi soal isu penyerahan pulau ini enggak bisa dianggap main-main ya ini ee bisa jadi beban baru pemerintahan Prabowo sebab bila dibiarkan berlanjut ini bisa menjadi pergolakan baru di Aceh dan mengundang di stabilitas ini apalagi seperti saya sebut tadi kan Gubernur Aceh Muzakir Manaf ini eh sebelumnya dikenal sebagai Kombatan dari Gerakan Aceh Merdeka dia kan kemudian ditunjuk menjadi panglima Gerakan Aceh Merdeka ketika panglima Gam sebelumnya yakni Tengku Abdullah Syafi’i ditembak mati oleh TNI pada waktu itu jadi dia ini kombatan ya ee jangan dianggap main-main gitu situasi Aceh sekarang ini kan sedang dalam pemulihan sedang ya rekonsiliasilah antara mereka yang pro Gerakan Aceh Merdeka dengan mereka yang menentang gerakan Aceh merdeka sekarang ini giliran gubernurnya dijabat kembali oleh seorang mantan panglima Gerakan Aceh Merdeka jadi harusnya hal-hal semacam ini enggak perlu terjadilah ya kita belum tahu apakah betul memang ada potensi yang besar di pulau itu dan kemudian juga tadi seperti katakan Dedisit Taorus ya e orang banyak sekali wilayah yang oleh sekarang ini enggak keur Pempr eh Sumatera Utara kenapa mesti mengambil alih ee pulau-pulau yang dimiliki oleh tetangganya yakni dalam hal ini Aceh saya Arif sampai ketemu lagi wasalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh [Tepuk tangan] [Musik]
Subscribe juga akun:
Rocky Gerung Official
https://www.youtube.com/channel/UClp5BC5q94WufuaOl667JtQ
F&F
https://www.youtube.com/@FREEDOMANDFAIRNESS
MSD
https://www.youtube.com/channel/UCuwYsgOFjt6eYrJFRygR59A
Forum Tanah Air
https://www.youtube.com/channel/UCMJYWPTw-RqrBqmZMnusvXw
2025
#hersubenopoint
#hersubenoarief
#hersubeno
#fufufafa #gibran #kaesang