Sosok Tarmin, Bos Panitia Jual Kupon Daging Kurban Rp 15 Ribu, Kini Minta Maaf dan Klarifikasi
udah bagi daging udah udah nebus nebus berapa 45 satu kantongnya satu Rp15.000 rp15.000 Ibu sama Rp15.000 ada oke siap makasih Bu ya sosok Tarmin bos panitia jual kupon daging kurban Rp15.000 kini minta maaf dan klarifikasi perayaan Idul Adha 2025 di Kelurahan Cikiwul Kecamatan Bantar Gebang Kota Bekasi diwarnai sebuah insiden yang mencuri perhatian publik sebuah video viral menunjukkan warga yang memiliki kupon kurban harus membayar Rp15.000 untuk mendapatkan jatah daging kurban daging sapi bahkan seorang emak-emak mengaku membayar Rp45.000 untuk tiga kantong daging yang berarti setiap kantong seharga Rp15.000 pengakuan ini pun semakin menguatkan dugaan adanya penjualan kupon daging kurban di wilayah tersebut aksi ini sontak memicu perdebatan luas dan menjadi sorotan C Indonesia menanggapi kehebohan yang terjadi Walikota Bekasi Tri Adhyanto Cahyono menyatakan bahwa pihaknya telah menerima klarifikasi dari panitia kurban sosok tersebut yakni Tarmin bos panitia kurban yang menjadi pusat perhatian kini menjelaskan kronologi dan alasannya menurut Tarmin pada Idul Adha 2025 ini ada pihak dermawan yang menyerahkan sapi kurban kepadanya untuk dibagikan kepada warga Cikiwul khususnya para pemulung ia menjelaskan bahwa di wilayahnya itu sebelumnya tidak pernah ada pembagian daging kurban setelah menerima hewan kurban Tarmin bersama panitia lain dan masyarakat bermusyawarah mengenai teknis penyembelihan dari musyawarah inilah disepakati bahwa dibutuhkan biaya untuk pemotongan jasa bantuan warga serta konsumsi bagi para pekerja oleh karena itu panitia akhirnya sepakat untuk menarik uang Rp15.000 dari warga lanjut Tarmin alasan ia menarik uang Rp15.000 karena panitia hanya mendapatkan sapi kurban tetapi tidak mendapatkan bantuan uang untuk kegiatan penyembelihan sedangkan dari pihak pemberi sapi hanya memberikan hewan kurban tersebut agar warga di sana dapat menyantap daging kurban di hari lebaran tarmin juga menambahkan bahwa tidak semua pihak pemberi kurban menyertakan dana operasional tarmin menegaskan bahwa uang Rp15.000 yang terkumpul dari warga digunakan untuk dibagi-bagikan kepada warga yang membantu proses penyembelihan dan pengolahan daging untuk makan Teman-teman karena satu hari full jadi kami dengan inisiatif meminta bantuan sebesar Rp15.000 tetapi tidak semuanya diambil bantuan yang Rp15.000 Ibu itu karena hanya secukupnya,” imbuhnya atas kegaduhan yang ditimbulkan Tarmin secara terbuka menyampaikan permohonan maaf ia menekankan bahwa tidak ada niat dari panitia untuk menimbulkan keviralan atau sensasi “kami mendapatkan sapi tapi tidak mendapatkan bantuan uang karena tujuannya hamba Allah ini hanya memberikan sapi agar teman-teman kami memakan daging kami sebagai manusia biasa banyak salah dan dosa tapi tidak ada niat kami untuk membuat jadi viral,” pungkas Tarmin “udah bagi daging?” Udah udah nebus nebus berapa 45 satu kantongnya satu Rp15.000 R.000 Ibu sama R.000 ada oke siap makasih Bu ya download Tribun X sekarang menghadirkan lokal menjadi Indonesia
Sebuah video viral menunjukkan warga yang memiliki kupon kurban harus membayar Rp 15 ribu untuk mendapatkan jatah daging kurban daging sapi.
Bahkan seorang emak-emak mengaku membayar Rp 45 ribu untuk tiga kantong daging yang berarti setiap kantong seharga Rp 15 ribu.
Sosok tersebut yakni Tarmin, bos panitia kurban yang menjadi pusat perhatian kini menjelaskan kronologi dan alasannya.
Ia menjelaskan bahwa di wilayahnya itu sebelumnya tidak pernah ada pembagian daging kurban.
Editor Video: Yos Rizal
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.
Baca berita di ——- http://sumsel.tribunnews.com/
Follow Instagram ——— https://www.instagram.com/tribunsumsel/
Like fanspage ——— https://www.facebook.com/harian.tribun.sumsel/