Jika Amerika Ikut Perangi Iran Inilah yang Terjadi
inilah Global Views sudut pandang kita tentang ragam konflik internasional yang berdampak signifikan kepada kita semua apa jadinya jika Amerika ikut perangi Iran perang Israel Iran telah berlangsung lebih dari seminggu dengan tingkat kerusakan tinggi dan level ketegangan yang justru semakin meningkat israel terus menggempur target instalasi nuklir industri militer pusat energi dan markas-markas militer Iran sebaliknya Iran secara signifikan menghujani Tel Afev Haifa Eilat dan Yerusalem dengan rudal-rudal balistik konvensional maupun hypersonik skala kerusakannya melampaui imajinasi warga Israel yang selama ini belum pernah menyaksikan kehancuran akibat serangan asing sedemikian dahsyat pusat riset Wesman Bursa Efek Tel Af markas Mosat dan Dinas Intelijen Militer aman pusat energi Haifa hancur oleh hantaman rudal Teheran sementara dampak serangan rudal di pangkalan militer dan instalasi militer strategis Israel tidak bisa dipantau karena sensor ketat keamanan Israel sejumlah media Amerika memberitakan Israel kini mulai menghitung ulang stok rudal penyerang dan penangkis serangan udara mereka iran kabarnya secara cerdik menggunakan taktik serangan minimal untuk menguras persediaan rudal penangkis udara kubah besi atau iron dome dan arrow penggunaan rudal balisti konvensional maupun hypersonik telah memicu pencegatan massal oleh sistem pelindung Israel yang artinya secara cepat menguras stok munisi mereka sekarang militer Israel mengkalibrasi rasio penggunaan rudal pencegat mereka secara proporsional dan memprioritaskan perlindungan atas target-target strategi saja rudal hypersonic Iran tidak akan dicegat errow atau kubah besi karena mustahil menangkis laju kecepatan hypersonik rudal seperti Fatah dan Hasem meski begitu karena Israel memegang supremasi udara di Timur Tengah serangan jarak jauh jet-jet tempur Israel masih leluasa masuk wilayah Iran dukungan pesawat tanker Amerika dan Inggris membuat gelombang serangan jajat tempur F35 dan F16 Israel nyaris tidak terhentikan sistem penangkis serangan udara Iran sekarang Israel menanti sikap akhir Amerika Serikat Donald Trump apakah akan turut terjun memerangi Iran atau tetap bersikap pasif sejalan dengan itu provokasi dan tekanan terus dilakukan Tel Af agar Washington terseret dalam perang mereka melawan Iran skenario paling ekstrem pun disiapkan Israel di antaranya membuat serangan palsu ke target Amerika seperti yang dalam sejarah pernah terjadi di Teluk Tongkin target serangan palsu itu bisa pesawat komersial kapal tanker kapal kargo kapal perang kantor diplomatik dan pangkalan militer Amerika tujuannya satu menarik Amerika Serikat terjebur ke pertempuran melawan Iran setidaknya Pentagon akan turut menghancurkan fasilitas nuklir bawah tanah Iran pertanyaannya sekarang jika Trump dan Amerika terlibat perang melawan Iran apa kira-kira yang akan terjadi presiden Trump sejauh ini masih tampak ambigu saat ditanya apakah akan turut memerangi Iran secara militer saya mungkin melakukannya mungkin juga tidak,” kata Trump sesudah kembali dari KTT G7 di Kanada media The Fall Journal mengabarkan Trump secara diam-diam telah menyetujui rencana serangan langsung Amerika terhadap Iran tetapi belum memberikan perintah untuk melanjutkannya trump telah mengecam pemberitaan The Wall Street Journal ini dan mengatakan media ini tidak tahu apa-apa jika Trump memutuskan dan memerintahkan serangan ke Iran artinya ini adalah pernyataan perang Washington tehran telah memperingatkan setiap intervensi militer oleh Washington akan berunjung pada kerusakan yang tidak dapat diperbaiki lagi oleh Washington tran bersih keras Iran tengah mengembangkan senjata nuklir sesuatu yang telah berulang kali dibantah Iran direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat Tulsi Gabat ada di kelompok politisi yang tidak percaya Iran sedang memproduksi senjata nuklir kepala Badan Energi Atom Internasional Rafael Grossi dalam pernyataan terbarunya mengaku tidak punya bukti Iran memproduksi bom atom sebagaimana klaim Israel dan tuduhan Donald Trump meski punya pandangan atas opsi serangan langsung ke Iran Presiden Trump berupaya memaksa Teheran ke meja perundingan dan meminta Teheran menyerah tanpa syarat politisi Amerika kini memang terbelah dalam sekurangnya dua kubu kuat kelompok penyeru perang terdiri dari pebisnis komplek industri militer politisi elang pro Israel seperti Linsei Graham dan Ted Crasta kaum konservatif jaringan lobi Yahudi sementara kelompok penentang menyerukan Amerika tidak lagi terlibat perang langsung di luar negeri apalagi melawan Iran problem Israel saat ini dalam agresinya ke Iran adalah mereka tidak mampu menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir Iran yang terletak jauh di dalam tanah dan perut gunung senjata penghancur itu hanya dimiliki pentagon yaitu bom massive ornan penetrator atau MOP yang hanya bisa dijatuhkan menggunakan pembom strategis B2 Spirit bom MOB memiliki bobot 30.000 pon atau 13.600 kg yang diprediksi bisa menembus target hingga kedalaman 30 m atau lebih kini armada pembom strategis B2 Spirit Amerika telah terbang kembali ke pangkalan gabungan Amerika Inggris di Pulau Diego Garcia di tengah Samudera Hindia dari pangkalan ini pembom spirit mampu menjangkau Iran dengan dukungan pengisian udara oleh pesawat Strato Taninkanker yang kini dimobilisasi ke Timur Tengah jika pergerakan pembom spirit ini bagian awal persiapan serangan udara Amerika ke Iran maka situasi berikutnya yang akan terjadi sulit dibayangkan murat Sadik Sade Presiden Pusat Studi Timur Tengah dan dosen tamu di Universitas HSE Moskow mengatakan konflik yang telah mendidih antara Israel Iran kini tidak dapat diubah lagi perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu menyatakan apa yang terjadi saat ini adalah pertempuran cahaya melawan kegelapan dan perjuangan eksistensial bagi mereka sebaliknya Tehan menganggap serangan Israel pada 13 Juni 2025 adalah deklarasi perang dan itu tidak akan terhentikan lajunya sampai rezim Israel dimusnahkan situasi sekarang ini menurut Murat Sadik Sade mengantarkan kawasan Timur Tengah ke babak baru yang jauh lebih berbahaya dalam sejarah modernnya menurutnya ini bukanlah ledakan tiba-tiba atau reaksi terhadap satu provokasi sebaliknya ini adalah puncak yang dikalibrasi dengan cermat dari ketegangan yang meningkat selama berbulan-bulan terakhir israel mempersiapkan perang melawan Irak selama berbulan-bulan bahkan sejak beberapa tahun terakhir kegagalan di Gasa protes domestik tanpa henti kekacauan reformasi peradilan Israel mendorong Netanyahu mengambil tindakan tegas ia menghadapi pilihan yang sulit mundur secara defensif atau mengambil inisiatif netanyahu seorang ahli strategi politik yang berpengalaman telah lama menunjukkan kemampuannya untuk mengubah ancaman menjadi peluang langkahnya jarang impulsif tindakannya penuh perhitungan meskipun terkadang nekad serangan terhadap Iran lebih dari sekedar tindakan militer itu adalah upaya untuk mengatur ulang narasi nasional dan menegaskan kembali kepemimpinan melalui sudut pandang ancaman eksternal di mata banyak orang Israel Netanyahu sekali lagi menjadi pembela bangsa seorang pemimpin strategis yang bertindak bukan untuk popularitas tetapi untuk bertahan hidup ini bukan hanya manuver kebijakan luar negeri tetapi juga dalam negeri yang bertujuan untuk mengalihkan perhatian dari ketidakstabilan internal dan membangun kembali persatuan publik Israel namun taruhannya jauh melampaui politik dalam negeri israel tidak hanya berusaha melampuhkan sebagian infrastruktur nuklir Iran israel juga berupaya melemahkan konsep penyelesaian diplomatik setiap pencairan dalam hubungan Amerika Iran seperti di inisiasi Donald Trump akan melemahkan kedudukan Israel sebagai sekutu Timur Tengah yang sangat diperlukan bagi Washington dalam konteks ini serangan itu bukan hanya pukulan bagi Teheran tetapi juga bagi kebangkitan kembali kesepakatan nuklir baru logikanya jelas netralkan musuh Anda agar negosiasi tidak relevan iran yang melemah terguncang dan lumpuh secara internal adalah jenis musuh yang diinginkan Netanyahu ia tidak hanya ingin memastikan keamanan negaranya tapi juga untuk mempertahankan dominasi strategis Israel di kawasan Timur Tengah dunia kini berada di tepi jurang di mana setiap langkah selanjutnya membawa potensi konsekuensi yang tidak dapat diubah lagi kawasan Timur Tengah yang telah lama diwarnai ketidakstabilan kronis kini berisiko tergelincir ke dalam konflik sistemik yang terbuka sementara Israel mungkin berusaha mempertahankan kendali melalui kekuatan iran mungkin memilih permainan yang lebih panjang dan lebih strategis amerika di tangan Trump sekarang menghadapi posisi semakin sulit di satu sisi aliansinya dengan ISA tetap menjadi landasan kebijakan Timur Tengahnya di sisi lain keterikatan regional besar lainnya adalah hal terakhir yang dibutuhkan Washington di tengah meningkatnya ketegangan dengan Tiongkok dukungan untuk Ukraina dan iklim politik dalam negeri yang memanas pemerintahan Trump kini menghadapi tindakan penyeimbangannya yang rumit berusaha mempertahankan pengaruh strategis di kawasan tersebut sambil menghindari biaya material dan reputasi dari keterlibatan yang lebih dalam pada saat yang sama serangan Israel juga memberikan pukulan politik yang tidak terduga bagi Donald Trump Netanyahu yang dulunya merupakan salah satu sekutu internasional Trump yang paling vokal dalam beberapa bulan terakhir mulai bertindak lebih independen terkadang bertentangan langsung dengan preferensi Trump ia mengabaikan seruan untuk meredakan ketegangan di Gaza dan kemudian memperluas konflik ke Iran yang secara efektif menghancurkan prospek perundingan nuklir baru antara Teheran dan Washington di balik pintu tertutup beberapa pihak berspekulasi ini mungkin merupakan permainan yang terencana antara polisi baik dan polisi jahat dengan Israel menyerang secara keras sementara Amerika Serikat seolah-olah tidak terlibat berharap Iran akan ditekan untuk berkompromi pada akhirnya sekarang bukan lagi sekedar pertempuran roket dan retorika ini adalah benturan simbol identitas dan kecemasan geopolitik inilah yang membuatnya lebih berbahaya daripada periode sebelumnya masa depan stabilitas Timur Tengah kini tergantung nyaris pada seutas benang kita tidak melihat lagi kuncinya ada pada apa yang dilakukan Iran atau Israel tetapi apakah Amerika akan melangkah maju untuk menahan api yang menyebar atau justru ia akan mengobarkannya lalu bagaimana dengan Rusia dan Tiongkok mereka memang sekutu kuat Iran tetapi mustahil menceburkan diri dalam perang melawan Israel dan Amerika tanpa alasan kuat bagaimana dengan dunia Arab sekarang mereka sudah merasa cukup dengan membuat pernyataan bersama mengecam agresi Israel jangan berharap kekuatan Arab akan membela Iran mengirimkan bala bantuan militer jika Amerika ikut menceburkan diri ke dalam perang buat Amerika dan Israel kekuatan Arab bukan lagi ancaman menakutkan setelah muncul Abraham Accord terlebih setelah Suriah jatuh ke tangan rezim Aljaulani yang begitu hening menyaksikan agresi Israel ke Suriah maupun ke Iran ini runtuhnya resim Basar Al-Asad akhir tahun 2024 telah melempangkan jalan bagi Israel guna melumpuhkan Iran setelah mereka melumat Hamas di Gasa dan Hesbola di Lebanon tribuners probabilitas Amerika terlibat langsung perang melawan Iran sangat besar tren itu bisa dilihat dari sejumlah indikator menarik selama beberapa hari terakhir ini yaitu pergerakan armada kapal induk ke Timur Tengah mobilisasi pembom strategis B2 Spirit ke Diego Garsia pengosongan pangkalan militer di Doa Qatar dan evakuasi warga Amerika dari Israel Rusia Cina Indonesia dan beberapa negara lain juga telah mengevakuasi warganya dari Israel dan meminta yang di Iran untuk segera keluar jika bukan hari ini beberapa waktu ke depan akan sangat menentukan apakah perang lebih mengerikan akan terjadi jika Amerika benar-benar terjun ke medan tempur moskow sudah memperingatkan Amerika akan membuat kesalahan serius dengan turut menyerang Iran yeah
Perang Israel-Iran telah berlangsung eminggu lebih. Tensi silih serang masih tinggi menimbulkan ketegangan semakin meningkat di Timur Tengah.
Dunia kini menunggu cemas, apakah Amerika akan terjun dalam peperangan membantu Israel menggempur Iran.
Presiden AS Donald Trump belum mengambil keputusan hingga Jumat 20 Juni 2025, tapi mobilisasi militer dilakukan Pentagon.
Pembom strategis B-2 Spirit telah diterbangkan ke pangkalan Udara Diego Garcia di Samudera Hindia.
Dari pangkalan ini, pembom ini mampu menjangkau Iran, membawa bom penghancur bunker atau bahkan bom nuklir.
Rusia memperingatkan jika Amerika terlibat menyerang Iran, maka Washington mengambil keputusan keliru dengan risiko yang tak terbayangkan.
VIDEO/FOTO : Telegram/MiddleEastSpectator, X/IDF. X/USCentCom, Telegram/GeopoliticLive, Telegram/TheCradle, Telegram/WarMonitor, Telegram/StayFree, Telegram/Kremlin.ru
PROGRAM : GLOBALVIEWS
TEKS/VO : Setya Krisna Sumarga
HOST : Setya Krisna Sumarga
EDITOR VIDEO : Setya Krisna Sumarga
UPLOADER : Setya Krisna Sumarga
PRODUSER : Ribut Raharjo
Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru