GELOMBANG SERANGAN KE-17 IRAN — Digempur Rudal Tiap Hari, Warga Israel Stres & Cemas Hidup Di Bunker

inilah tidak lemah ini what the Iran tak bercanda ketika mengatakan siap membuka gerbang neraka di langit Israel lihat saja hanya dalam rentang waktu seminggu ribuan warga Israel kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar dari mereka memilih eksodus lagi pula siapa yang tak cemas digempur rudal setiap hari bunyi sirine belakangan menjadi familiar hingga yang paling ekstrem penduduk menyebut serbuan rudal Iran sebagai tsunami ledakan kini serangan terus berlanjut dan telah memasuki gelombang ke-17 memperbaharui informasi di lapangan seperti inilah fakta di balik situasi tak kondusif yang sedang berlangsung di Israel hingga membuat warganya stres berat gelombang ke-17 operasi True Promise 3 sebenarnya tidak ada yang berkata bahwa Iran menyerang sementara Israel hanya bisa pasrah sebaliknya aksi saling serang terus berlanjut dan keduanya dipastikan menanggung kerugian masing-masing namun yang menarik di sini Iran tidak hanya sukses membuat Netanyahu tercengang tapi serangan terkoordinasinya telah mengubah dinamika Timur Tengah dengan ini stigma kekuatan terbesar tak lagi berkutat pada Israel dan popularitas sistem pertahanan canggih sekelas Iron Dome mulai diragukan berbicara tentang gelombang serangan terbaru rudal Iran dilaporkan menyerang beberapa wilayah di Israel dari utara hingga ke selatan mendarat di Haiva wilayah Gush dan juga Berseba ledakan keras dilaporkan di Tela Aviv dan sekitar Yerusalem melansir Palestine Chronicle sedikitnya 27 orang terluka di Haifa dengan beberapa di antaranya berada dalam kondisi serius sementara itu pemadam kebakaran mencatat kerusakan signifikan di Israel Tengah channel 13 memperingatkan kemungkinan kebocoran bahan berbahaya akibat pengeboman Iran sedang channel 7 melaporkan peluncuran terbaru terdiri dari 20 rudal dalam satu putaran adapun Corps Garda revolusi Iran mengumumkan bahwa ini adalah gelombang ke-17 operasi True Promise 3 sembari berkata fokus serangan mengarah pada industri militer dan pusat komando Israel negara lumpuh warga mengungsi di bankker buntut dari kejadian di kota-kota besar Israel membuat warga tak lagi menjalani hari yang sama pasca eskalasi tidak hanya karena sekolah hingga fasilitas umum ditutup fakta bahwa orang-orang Israel menghabiskan waktu lebih banyak di kawasan perlindungan adalah masalah lain kini warga Israel yang senantiasa merasa aman di balik sistem pertahanan canggih seperti Iron Dome dan Davids Sling mulai merasakan imbas konflik tersebut sehingga mau tidak mau mencari tempat berlindung menjadi satu-satunya jalan keluar salah seorang warga bernama Gil Simchon pergi ke tempat pengungsian pertama kali dalam hidupnya kepada Aljazirah ia berkata “Mendengar ancaman Iran selama puluhan tahun adalah satu hal tetapi melihatnya dengan mata kepala sendiri melihat gedung-gedung tinggi di Tel Aviv hancur adalah hal lain tetapi dalam kasus yang lebih mengkhawatirkan banyaknya warga yang mengungsi membuat tempat penampungan darurat menjadi penuh sesak berdasarkan keterangan komando Front Dalam Negeri Israel yang dikutip Eurone News sekitar 40% penduduk Tel Afif tinggal di gedung-gedung tanpa tempat berlindung yang memenuhi standar keselamatan saat ini puluhan ribu bangunan tua di kota itu juga tidak memiliki infrastruktur perlindungan yang memadai karenanya pemerintah memperingatkan agar masyarakat tidak membagikan video atau foto serangan di media sosial agar tidak semakin meningkatkan kecemasan di kalangan warga tak punya bangker warga tidur di stasiun berhubung tak semua warga memiliki akses ke bankker masalah lainnya adalah warga harus memilih alternatif yang sayangnya tidak cukup memadai di gedung-gedung lama Yerusalem Barat anak-anak tidur di tangga bersama orang tuanya di Tel Afif tangga darurat jadi kamar dadakan sedang sisanya memilih stasiun demi untuk mendapatkan rasa aman saat beristirahat fox 4 yang berafiliasi dengan Associated Press melaporkan keluarga dengan anak kecil pekerja asing dan profesional muda telah membawa kasur dan kantong tidur makanan ringan serta hewan peliharaan ke stasiun setiap malam sejak perang dimulai seorang warga bernama Azizah Melek yang dimintai keterangan berkata tubuhnya merasa rileks untuk pertama kali dalam beberapa hari ketika ia berbaring di kasur tiupnya di stasiun bawah tanah pada Rabu malam sebuah stasiun yang membentang di antara Telaviv dan Ramatgan yang berdekatan para orang tua menidurkan anak-anak mereka dengan boneka sementara anak-anak muda menyalakan tablet yang berisi film para pekerja menyiapkan makanan ringan dan kopi narasumber lain bernama Yakov Shemesh yang mengaku tak punya bangker di gedungnya memilih untuk naik ke atap saat malam hari dan menyaksikan cahaya di langit penuh ledakan [Musik] warga Israel jadi stres menghadapi rasa cemas terus-menerus bukan hal mudah bagi warga Israel yang terbiasa hidup aman dalam beberapa dekade terakhir tapi karena intensitas serangan dan skala operasi yang belum pernah terjadi itulah para analis merumuskan dampak psikologis yang tak biasa terhadap para pemukim sekadar mengingatkan serangan langsung dari Iran menandai pertama kali dan berkelanjutan jauh ke dalam wilayah Israel sejak 1948 berlangsung selama beberapa hari dan berturut-turut wajar jika publik Israel terbangun dalam keadaan takut dan bingung apalagi liputan media yang silih berganti mewartakan perkembangan perang membuat retorika perang terus berkembang ke arah baru jika sebelumnya Israel selalu muncul sebagai pihak paling unggul maka liputan telah beralih ke laporan korban cedera pemandangan kehancuran dan rumah sakit yang kewalahan sindonius yang mengutip sumber-sumber berbahasa Ibrani menyebut peningkatan lebih dari 100% dalam panggilan ke pusat trauma psikologis terjadi di Israel seiring dengan serangan rudal balasan Iran harian berbahasa Ibrani Maarif mengonfirmasi jumlah warga Israel yang mencari dukungan psikologis melonjak hingga 350% beberapa jam setelah serangan dahsyat tersebut direktur Jenderal Asosiasi Pusat Trauma Israel Efrad Shafrut melaporkan warga Israel membanjiri saluran telepon menggambarkan gejala-gejala seperti serangan panik gemetar menangis detak jantung meningkat dan kecemasan ekstrem orang-orang menelepon dan mengatakan mereka kehilangan kendali dan terlalu takut untuk meninggalkan tempat penampungan katanya menambahkan penduduk mulai tinggalkan Israel hanya sehari setelah serangan balasan dilancarkan Iran Kementerian Pertahanan Israel langsung saja menetapkan status darurat nasional bahkan sejak Minggu 15 Juni penampakan sore di pusat kota Tel Afif yang biasanya ramai oleh kendaraan dan pejalan kaki berubah jadi lengang dan senyap karena banyaknya warga yang mengungsi ke tempat aman sebuah potret yang dibagikan Reuters juga memperlihatkan orang-orang dengan kewarganegaraan asing bersiap meninggalkan Israel melalui Mesir dengan bus di Tel Afif karena wilayah udara telah ditutup pada 17 Juni 2025 sehari sebelumnya Angkatan Bersenjata Iran mengingatkan warga Israel untuk segera meninggalkan negaranya memperingatkan bahwa Israel mungkin tidak layak huni untuk beberapa hari ke depan salah seorang warga Tel Afif dalam keterangannya mengaku meninggalkan kediamannya untuk berlindung di rumah keluarga pasangannya yang memiliki ruang aman perang kali ini lebih serius sebagian besar bangunan di Tel Aviv tidak punya perlindungan yang cukup katanya iran berhasil menciptakan tekanan sampai seluruh Tel Aviv kosong ia menegaskan serangan yang terus berlanjut di Israel telah memasuki gelombang ke-17 jika ruang aman semakin berkurang dan perdamaian tak kunjung terwujud apakah berarti kehancuran akan terus berlanjut tanpa solusi

Iran tak bercanda ketika mengatakan siap membuka gerbang neraka di langit Israel. Lihat saja, hanya dalam rentang waktu seminggu ribuan warga Israel kehilangan tempat tinggal dan sebagian besar dari mereka memilih eksodus. Lagipula, siapa yang tak cemas digempur rudal setiap hari. Bunyi sirine belakangan menjadi familiar, hingga yang paling ekstrim penduduk menyebut serbuan rudal Iran sebagai tsunami ledakan. Kini, serangan terus berlanjut dan telah memasuki gelombang ke-17. Memperbaharui informasi di lapangan, seperti inilah fakta di balik situasi tak kondusif yang sedang berlangsung di Israel, hingga membuat warganya stress berat.

Disclaimer: gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini

For copyright matters please contact us at: dfsosmed@gmail.com