Melotot Adian PDIP Bawa Video Bukti Konsumen Bayar Rp19 Ribu Driver Ojol Terima Rp5 Ribu: Kejam!

ke situ saja Pak Menteri selanjutnya saya silakan Pak Adi ee bisa minta ditampilkan sambil menunggu begini saya ingin mempertajam yang disampaikan oleh Wakil Ketua Pimpinan tadi bahwa begini ini juga perlu Bapak ee Dirjen Hubungan Darat ya ralat pernyataannya karena aplikator tidak menciptakan lapangan pekerjaan jangan kerbau punya susu sapi punya nama itu loh aplikator tidak pernah menciptakan lapangan pekerjaan yang disampaikan oleh Pak Wakil Ketua tadi ojek itu sudah ada dari tahun 6070 buka saja sejarah ojek oke jadi ojek tidak tiba-tiba lahir karena adanya aplikator menurut saya maaf Pak Wamen maaf Pak Dirjen pernyataan Bapak sesat manipulatif dan membuat kemudian orang salah sangka seolah-olah aplikator itu pahlawan bukan dia pebisnis bukan pahlawan kalau dikatakan aplikator menciptakan lapangan kerja atau membuka lapangan kerja itu kepahlawanan palsu di Jakarta ada 31.800 RT kalau 1 RT punya masyarakat yang bekerja sebagai ojek minimal 310.000 ojek di Jakarta lalu datanglah aplikator dia menginjeksi itu dengan aplikasi pekerjaannya sudah ada betul yang Pak Wakil Ketua katakan sudah ada begitu juga dan merchan-merchan mereka sudah ada itu loh begitu ya Pak Jirjen ya biar kita tidak memanipulasi kesedaran rakyat biar saya tidak menganggap wah saya sedang dikerjain nih sama Pak Dirjen dengan informasi yang tidak benar gitu loh itu penting menurut saya biar kita bisa duduk pada objektivitas oke sekarang saya mau tanya ini kalau diizinkan pimpinan bisa langsung interaktif tidak misalnya begini saya tanya begini biaya jasa aplikasi itu diatur tidak di Permen bisa enggak langsung dijawab silakan Pak silakan yang diatur itu biaya sewa Pak
iya sewa di sini yang biaya sewa yang mana Pak itu kami di sini dalam KP 1001 biaya sewa aplikasi itu tidak lebih dari 15%
iya
itu inti apa isi KP 1001
itu biaya sewa aplikasi konsumen maupun driver dong dari berarti dari driver Pak
dari driver dan konsumen karena aplikasi yang dipakai satu dalam CMAN itu pemaknaannya enggak biar kita sama persepsinya biasa sewa jasa aplikasi itu karena semua uangnya dari konsumen loh itu adalah untuk konsumen dan driver betul itu Pak Dirjen yang menyewa aplikasi itu dari mitra Pak
dari driver maksud Bapak begitu oke kalau begitu biaya jasa aplikasi yang 2.000 tuh siapa yang bayar oh ini ini konsumen
iya konsumen
ini bukan
yang
ini yang bayar semua konsumen ini iya hanya konsumen hanya bagiannya mungkin ya yang bagiannya biaya perjalanan itu dibayarkan konsumen R.000 pada driver dari situlah dipotong 20% betul tidak
pakai ini Pak pakai halo-halo apa nih i
iya betul tidak
jadi 20% itu dari tarif dasar Pak
iya tarif dasar itu ee penjelmaannya di sini yang mana biaya perjalanan kan ada yang bisa bantu coba
coba coba Pak ini detail ini kita ngambil contoh nih
maksudnya begini Pak maksud saya begini ini kan ada contoh ini ini seperti ini ya betul ya Pak Adian mungkin Pak Adian tahan dulu tahan sebentar tahan sebentar tahan sebentar ini kan pemerintah pasti ngawasi ini masa pemerintah gak tahu seperti inikah Pak saya minta pemerintah yang jawab nih ini kita bicara ini dulu nih jangan kita berdebatkan data yang nanti pemerintah challeng pula betul gak dari pemerintah seperti inikah stroke pembayaran nih betul gak nih ayo saya minta dijawab coba dari pemerintah betulkah stroknya seperti inikah ini namanya stroke Pak bukan stroke gak bisa gak bisa jalan ya ini stroke pembayaran maksud saya dkp itu
betul dari regen darat mana stroke pembayaran begini kan Pak yang diterima izin Pak ee
I silakan Bu jadi kalau dari sini kan sebenarnya ee ini kan stroke yang ee dibayarkan dari ee pengguna jasa Pak ini sebenarnya jadi kalau biaya perjalanan Rp13.000 kemudian biaya jasa aplikasi nah untuk yang ee biaya perjalanan Rp3.000 tuh kalau salah ee ini yang dipotong 20% ya Mas Bram ya iya yang dipotong 20% itu yang 13.000 itu Pak oke
ya Pak sudah nyambung
artinya ini betul Pak Wamen ya biar sama nih yang dipotong dari 20% itu adalah biaya perjalanan itulah tarif atas dan tarif bawah per kilometer sekian rib betul Pak Wamen betul Pak Dirjen betul ya biar ada suaranya betul Pak Dirjen ya
ya oke pertanyaan saya kedua biaya jasa aplikasi yang 2.000 itu siapa yang bayar apa Pak
biaya jasa aplikasi yang Rp2.000 itu siapa yang bayar
ee dari konsumen Pak
oke dasar hukumnya apa
nah ini yang kalau enggak salah enggak diatur ya enggak diatur kan
ada tidak dasar hukumnya
gak ini tidak diatur ini
tidak diatur Pak
tidak diatur
artinya Rp2.000 ini tidak ada dasar hukum betul
ya enggak diatur artinya bahwa sepakat enggak ini kita coret i
kenapa Rp2.000 dikali 3,1 juta driver itu 6 miliar per hari dari ini saja
ini kan kalau yang di toet kan juga ada kita ini tidak punya dasar hukum bapak Wamen yang terhormat dan Pak Dirjen yang terhormat sebagai bagian dari negara kita mau menegakkan hukum seperti apa yang disampaikan oleh Pak Pimpinan tadi kalaupun besok langit runtuh hukum dan keadilan harus tetap ditegakkan
oke ini tidak ada dasar hukumnya
baik Pak Adian saya pikir ini sudah lebih dari cukup saya kalau saya melihat satu lembar satu lembar stroke ini Pak ini kan di depan saya ini Pak Komjen Polnawirawan dan Irjen Polnawirawan berdua ini kalau menginvestigasi satu lembar ini bukanlah perkara yang rumit Pak
pimpinan izin interupsi
sedikit lagi i
biaya perjalanan aman itu dipungut dari mana dan untuk apa ibu bisa jawab diatur di kita itu Pak itu hanya 15 + 5 itu Pak
iya
nah kemudian kita juga ee tidak mengatur tentang yang lain-lain itu kalau misalnya kita belanja itu kan juga ada biaya jasa itu kan juga kita enggak mengatur di situ Pak
iya sebentar Bu saya cuma nanya biaya perjalanan ini maksudnya apa ya boleh saya bantu biaya perjalanan aman Pak
iya
itu sepertinya kayak yang promo-promo yang ditawarkan mereka seperti itu
biaya perjalanan aman itu adalah asuransi Pak Wamen oke pertanyaan saya sebagai mantan dari kepolisian Pak Wamen izin apakah waktu kita bikin SIM sudah bayar asuransi apakah waktu kita bikin STNK sudah bayar asuransi i kenapa harus bayar lagi asuransi rp1.000 dikali Rp3,1 juta peraksi
per transaksi paling tidak R miliar tambah 6 miliar 9 miliar biaya tidak resminya [Musik] per hari dengan asumsi setiap driver cuma ambil satu trip 1 hari oke sudah selesai belum discon voucher inilah yang disebut sebagai ini sudah ganti nih ya coba balik yang tadi ada
ya masih masih
bukan bukan tadi ini dari dari pena 98nya beda tadi 13 mana iya beda yang tadi
13 mana yang 13 ini oke oke discon voucher pimpinan maaf pawamen maaf ini yang mereka sebut promo betul Ibu betul Bapak
iya promo ini mereka potong dari 20% atau mereka potong dari biaya akal-akalan tanpa dasar hukum tadi promo ini mereka potong dari biaya akal-akalan tanpa dasar hukum tadi promonya berapa 3.000 biaya saya aplikasi berapa 2.000 perjalanan aman berapa 1.000 itulah yang jadi promo mereka maaf Pak maaf pamen izin pimpinan saya teruskan sedikit ganti yang tadi oke biaya perjalanan 81.000 betul dari situlah 20% dipotong tapi ada biaya jasa aplikasi berapa rp10.000 tadi motor Rp2.000 ini mobil Rp10.000 ini dasar hukumnya apa tidak ada satu trip mobil Rp10.000 Rp6.000 rp9.000 berbeda-beda tuh oke ada biaya lokasi Rp18.000 ini dasar hukumnya apa ada yang bisa jawab pak
enggak bisa
ibu dasar hukum biaya lokasi Rp18.000 ini apa
boleh saya bantu
biarin aja
karena ini menjemputnya ke bandara menjemput ke bandara dapat bayar Rp1.000 uangnya ke bandara atau ke aplikator tidak ada yang tahu oke dasar hukumnya apa juga tidak ada jadi ada kalau mobil ada Rp10.000 tambah Rp18.000 tambah perjalanan aman Rp1.000 ada paling tidak di data ini Rp29.000 dipungut dari driver dan konsumen tanpa dasar hukum apapun kalau kita katakan pungli adalah segala sesuatu yang dipungut dari rakyat tanpa dasar hukum bisa enggak kita sebut pungli bisa tidak kita sebut pungli dan kalau kita bisa sebut pungli bagaimana kalau saya katakan negara bertahun-tahun membiarkan pungli bertriliun-triliun rupiah terjadi di depan mata kita sudah selesai izin sebentar lagi pimpinan ada diskon voucher ini promo000 berapa diskon vouchernya r.000 dari mana didapatkan rp10.000 + Rp1.000 ditambah 10.000 R lagi diambil entah dari angka yang mana ya dia tidak pernah bayar promo Pak Wamen Pak Dirjen enggak ada promo yang dipotong dari 20% dia ambil dari angka-angka lain lalu dia jadikan promo seolah-olah dia berjasa pada konsumen dan dia dapat untung sangat besar promo itu bohong promo itu dia ambil dari angka-angka yang tidak punya dasar hukum please Power ini ada suaranya coba bisa ada suaranya tampilkan suaranya bisa ambilkan yang satu video satu lagi ada video lain iya Pak besarkan suaranya itu kan suaranya mati tuh coba dihidupkan kita dengar sama-sama Pak betapa jahatnya
19
dari dari awal tolong dari awal ee ongkosnya
R5.000
coba Pak ada tulisannya Pak pendapatan
padahal saya mana sih Pak
itu di bawah pendapat
silau ya pendapatan cuma Rp5.000
padahal saya bayar 19.200 kasihan betul Bapak nih ya Pak lihat tuh saya bayar Rp1.000 200 Bapak dapat R5.000
r5.000
ya ampun jahat banget
baik saya rasa cukup Pak Dit sudah menjelaskan sebentar sedikit pimpinan saya jelaskan ini apa ini adalah tarif hemat tarif hemat itu begini Pak Wamen kalau saya driver maaf saya agak agak terganggu Pak kalau saya driver untuk bisa ikut tarif hemat saya harus bayar Rp20.000 per hari kalau saya bayar Rp20.000 per hari saya ikut serta dalam program tarif hemat mereka berapa saya dibayar setiap kali antar barang Rp5.000 r.000 berapa aplikator terima rp1.200 berapa yang mereka potong 14.200 kejam oke itu tarif hemat paket goceng orang supir driver bilang Aceng aplikasi goceng satu barang Rp5.000 tapi kalau double order barang kedua tidak 5.000 2.500 sangat biadab barang pertama R5.000 lalu ditelepon lagi dia “Kamu ambil lagi barang kedua ya.” Barang keduanya 2.500 Pak Wamen tolong ini bukan untuk Adian ini bukan untuk Palazarus ini bukan untuk kita di DPR ini untuk 20 juta jiwa di luar sana please kita lawan tolong Pak Wamen ini ini bukan bagi-bagi proyek bukan ini 20 juta jiwa di sana bergantung pada ketokan kita di sini 48 orang di sini palunya menentukan nasib 20 juta orang di sana ayo kita ketok dengan berani terima kasih pimpinan
baik saya rasa cukup ya

MERDEKA.COM – Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat kerja dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pada Senin (30/6). Rapat dilakukan untuk membahas nasib pengemudi ojek online (ojol) yang belum lama ini menyuarakan protes terhadap aplikator.

Kemenhub yang dihadiri oleh Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Suntana, tengah mengkaji sejumlah tuntutan regulasi yang dilayangkan para mitra ojol.

Anggota Komisi V DPR Fraksi PDIP, Adian Napitupulu mengungkapkan, kekesalannya terhadap nasib para ojol. Dia mencontohkan, dalam sebuah video, terdapat masyarakat yang diharuskan membayar biaya layanan Rp19 ribu namun driver ojol hanya menerima Rp5 ribu.

—-
#merdekadotcom

MORE VIDEOS: https://video.merdeka.com/

Produced by https://www.merdeka.com
KLN Apps ► http://www.kln.id/apps/

—-
Youtube ► https://www.youtube.com/merdekacomvideonews
Vidio ► https://www.vidio.com/@merdeka
WhatsApp Channel ► https://whatsapp.com/channel/0029Va2aKxNAjPXQRpJGf70z
Twitter ► https://twitter.com/merdekadotcom
Facebook ► https://www.facebook.com/MDKcom
Telegram ► https://t.me/merdekacomnewsupdate