KEREN!! BADANKU MAKIN KECIL SETIAP KENA DAMAGE DI MINECRAFT!!

Wah, Guys. Hari ini aku Kesri dan juga Chiko menjadi besar nih, Guys. Atau menjadi raksasa dikarenakan kita itu suka sekali makan, Teman-teman. Oke, kita bakal makan. Nyam nyam nyam nyam nyam nyam.
Uh, ini enak bener, Bang Feri.
Aduh, bener. E, tapi sayang banget, Bang Feri, karena kita keseringan makan di sini itu kita menjadi besar banget.
Astaga, betul banget teman-teman. Di sini kita menjadi besar. Lihat ini, Guys. Bahkan untuk aku masuk ke dalam rumah aja enggak bisa. Ini rumahnya lebih kecil daripada aku. Aduh, jangan kan seperti itu. Bang, coba lihat petung olot kita di sini udah kayak mainan aja ini.
Astaga, betul banget patung asolot kita di sini udah kayak mainan, Guys. Lihat ini kecil banget. Bahkan bisa aku naikin dengan mudah.
Astaga, benar banget. Kita sepertinya sudah menjadi raksasa di sini.
Waduh, betul banget, Guys. Coba lihat di sini. Kita juga bisa menyeberangi sungai dengan jalan kaki doang, Guys. Lihat ini. Sungai ini menurut kita itu sudah kayak kubangan air doang.
Waduh, benar banget, Bang Feng. Ini mah dangkal bener.
Astaga. Betul banget. Padahal kalau kita berubah menjadi normal, Guys, ini sangatlah dalam. Astaga teman-teman. Sepertinya di sini kita itu akan menjadi kecil deh, Guys. Soalnya menjadi besar itu tidaklah menyenangkan. Kita enggak bisa tidur kalau malam. Kita terpaksa tidur di luar, Guys. Soalnya kita kan enggak bisa masuk ke dalam rumah. Rumahnya itu terlalu kecil buat kita.
Waduh, benar banget. Bapak lihat saja di sini. Aku jadi bisa lompat setinggi ini.
Astaga, betul banget.
Waduh, betul, Pak Feri. Intinya aku enggak mau jadi besar lagi. Aku ingin menjadi kecil. E, bentarbentar, Pak Feri. Gimana kalau kita menjadi kecil aja? Kita kan sudah menjadi besar nih. Tapi gimana kalau sekarang kita berubah menjadi kecil?
Oh my God. Menjadi kecil. E maksudmu menjadi normal, Chiko?
Aduh. Bukan, bukan. Jadi di sini kita berubah menjadi kecil banget, Kak. Kakik se kecil semut. Uh, jadi gitu ya.
Aduh, iya betul banget.
Soalnya aku juga ingin masuk ke dalam tubuhnya semut. Bapakik, aku penasaran kira-kira ada apa di dalamnya. Ah, jadi begitu ya. Hmm, sepertinya itu ide bagus soalnya di sini kan kita besar banget, Guys. Kita sekarang harus menjadi kecil, Teman-teman, agar kita bisa tinggal di rumah kita lagi.
Nah, benar banget, B. Karena di sini kita menjadi besar pun susah di sini. Kita enggak bisa ngapa-ngapain ini.
Nah, betul-betul kita enggak bisa ngapa-ngapain, Guys. Oh ya, Teman-teman, gimana kalau sekarang langsung aja kita coba cari cara gimana agar kita itu bisa menjadi kecil, Guys. Let’s go. Gimana kalau kita lari-lari aja? Oke, lari-lari guys. Lari. Biasanya kan biar kita itu menjadi kecil, kita itu harus olahraga, Teman-teman. Nah, maka dari itu kita harus lari-lari, Guys. Kita berenang, ya. Elah, gimana ini? Kita gak bisa berenang, Teman-teman. Bisa berenang di sini, Bang Feri.
Astaga, benar banget. Soalnya airnya ini dangkal buat kita. Astaga, betul sekali. Kita berenang di sini, Guys. Ya, ini juga ini kurang dalam, Teman-teman. Lihat, aku cuman bisa berendam di sini.
Aduh, betul. Padahal itu mah kalau aslinya itu sangat dalam.
Ah, betul banget, Guys. Ini aslinya sangatlah dalam. Oke, kita bakal cari cara dulu gimana ya, Guys, ya. Cara agar di sini kita itu bisa berubah menjadi kecil.
Aduh, benar banget, Bapek. Tapi setelah lari-lari di sini, perku menjadi ingin mual. Bang Feri. Astaga. Kamu itu kebanyakan makan, Kesri.
Aduh, betul banget kamu.
Oh my God. Apa-apaan itu malah muntah di sini. Woi, kamu dahsy macamari laut kamu kan kayak gitu.
Aduh, ini batku masih sakit lagi. Babarik aku masih mau muntah lagi di sini.
Astaga. Woi, pergi pergi pergi pergi. W coba ini aku jadi kecil.
Oh my god. Eh, benar tadi aku lihat kamu mengecil Kri. Bentar bentar bentar cepat kamu ke sini coba kita bandingkan apakah Kri itu udah menjadi kecil atau tidak tadi. Oke, kita bakal lihat.
Astaga betul banget hari lihat K mengecil.
Oh my God. Di sini kalian tinggi benar.
Waduh betul banget guys. Kri jadi kecil. E kira-kira tadi kenapa ya kamu bisa menjadi kecil? E apa jangan-jangan karena kalian memukulku tadi tuh. Jadi aku tiba-tiba mengecil.
Oh jadi gitu ya. Huh, Pak Feri, Pak Feri. Aku tahu. Jadi, kita itu bisa mengecil kalau kita terkena damage. Oh my God. Jadi gitu ya, Teman-teman. Astaga. Jadi gitu, Guys. Kita itu harus terkena damage agar kita bisa menjadi kecil.
Wah, betul banget itu. Jadi, Gimana kalau kita coba?
Wah, betul banget. Let’s go, Guys. Kita bakal kena damage. Apakah di sini aku bisa masuk lava? Ya, enggak bisa.
Aduh, enggak bisa, Pak Feri. Kita terlalu besar di sini.
Aduh, benar banget. E, Bapak, gimana kalau kita pukul-pukulan aja? Dengan begitu kan kita jadi kecil dengan mudah.
Oh, betul juga ya, Guys, ya. Astaga, itu adalah ide yang sangat bagus sekali. Ya, kalau begitu ayo Ciko, kita pukul-pukulan.
Let’s go, let’s go.
Uh, cepat cepat aku duduk.
Oke, oke, oke, oke. Ini dia, ini dia. Kita lihat, Guys, apakah kita mengecil.
Rasakan ini. E, bentar, bentar, bentar, bentar, bentar, bentar, bentar.
Tadi kamu melihat sesuatu enggak, Bang Feri? Kamu tiba-tiba mengecil.
Astaga banget. Lihat kita tinggal sudah sama kayak Kedri. Wah, betul banget, Guys. Akhirnya di sini kita berhasil mengecil gara-gara kita tadi terkena damage.
Waduh, benar banget. Hore. Akhirnya kita mengecil juga.
Nah, benar banget, Bap Felix. Tapi e kalau kita pukul-pukulan terus di sini kita sakit sama capek pukul-pukul. Waduh, benar juga. E, tapi gimana lagi soalnya ini cara yang paling efektif gimana kalau kita pukul-pukulan lagi? Wah, setuju setuju. Let’s go. Let’s go. Oke, kita pukul-pukulan. Let’s go. Let’s go. Kita pukul-pukulan. Pukul-pukulan. Ah, rasakan ini. Rasakan ini. Rasakan ini.
Oke. Oke. Kita lihat. Kita lihat, Guys, apakah di sini kita mengecil. E, bentar, bentar. Kok sama ya? Kita enggak mengecil, padahal kita sudah terkena damage.
E, apa jangan-jangan di sini kita gak bisa mencoba cara yang sama, Bang Feri.
Oh my God. Apakah begitu? Aduh, sepertinya iya, Bang Ferik. Soalnya kita udah kena damage, udah pukul-pukulan, tapi kita gak mengecil. Astaga. Jadi gitu ya. H. Kalau kayak gitu kita harus memikirkan cara lagi, Guys. Agar kita menjadi kecil, kita harus terkena damage. Apa lagi nih? Aku juga bingung.
Hm. Aku jadi pengin mencoba deh, Bang. Kira-kira kita bisa terkena damage ini atau enggak? Karena tadi kan kita terlalu besar di sini. Oh, betul juga ya. Di sini kan ada duri-duri gitu, Guys. Nah, ini kalau kita lompat kita bakal terkena damage. Gimana kalau kita langsung aja coba? Ayo, Teman-teman, kita lompat.
Oh, let’s go. Let’s go lompat.
Oh, bisa, Guys. Wow, lihat ini.
Wat kita mengecil, Bang Peri.
Astaga, benar banget. Kita berhasil mengacil sekarang.
Wah, benar, Guys. Sore kita berhasil mengecil. Oke, kita bakal langsung aja di sini mendekat patung ini, Teman-teman. Lihat itu. Aku jadi semakin kecil dari patung asot kita, Kri.
Nah, benar banget. Kurang dikit lagi kita bisa menjadi normal ini, Bang Feri.
Ah, betul banget. Oh, bentar aku punya ide. Gimana kalau kita coba lompat aja dari atas ini? Kira-kira aku bakal terkena dewek atau tidak ya? Let’s go, Guys. Kita bakal langsung aja loncat. Aduh, tidak. Uh, lihat ini teman-teman. Aku sudah mengecil.
Astaga, benar kan?
Cepat Ciki. Kok kamu ke bawah sini? Kita bakal langsung aja tinggi-tinggian. Nah, tuh benar aku udah menjadi kecil banget, Guys, daripada Kesri dan juga Chiko.
Kamu kecil mendiri di sini.
Enak aja ya kamu. Oh, rasakan ini. Rasakan ini. Dahsyat. Di sini yang paling kecil itu yang paling bagus, Kri. Aduh, benar juga kan perjanjian kita menjadi kecil di sini.
Nah, iya benar banget.
Oke, kalau begitu di sini aku akan coba lompat. Oke, aku mau lompat. Wow, akhirnya mengecil juga. Chiko.
He, betul banget. Aku jadi kecil sama kayak kamu.
Oke, Kri. Sekarang giliranmu. Bang, Kri, cepat-cepat giliranmu. Oke oke oke. Kamu udah siap kah di sini? Oh,
udah siap nih.
Oke, Kesri langsung aja kamu lompat. Ayo cepat-cepat.
Oke, aku bakal lompat. Wih.
Oke, ini dia. Wuh, langsung mengecin. Wih, keren banget. Oke, tapi di sini kita itu terhitungnya masih besar loh, Teman-teman. Soalnya lihat kita enggak bisa masuk ke rumah nih, Guys. Pintunya aja kecil banget, Guys. Rumah aku masih bisa dipanjat dengan mudah. Apalagi coba lihat, B. Tinggi kita serumahmu ini. Wah, benar juga ya. Tinggi kita serumah aku dan serumah Chiko. Lihat ini. Oh, bahkan di sini malah tinggi aku, Guys. Dari rumah Chiko.
Astaga, benar banget. E, Paki, kita bakal terkena damage lagi. Nah, betul banget. Tapi kita pikirkan cara lagi nih, Teman-teman. Kita bakal terkena damage dengan apaagi nih, Guys? Sepertinya tadi ada beberapa cara yang udah kita gunakan. Astaga, benar juga ya.
Oh, teman-teman aku punya ide. Waduh, kenapa itu?
Gimana kalau kita berendam saja di air? Sepertinya di sini kita udah bisa tenggelam. Bapak kita udah bisa tenggelam di sini. Tenggelam nih. Astaga. Let’s go. Let’s go. Kita bakal terkena damage aja guys. Oke, kita sudah masuk ke dalam air guys. Kita bisa berenang. Lihat ini. Oke, mungkin aku bakal berenang aja di sini guys. Sampai di sini aku itu terkena damage ya, Guys, ya. Karena terlalu lama menahan napas di sini.
Ah, betul. Let’s go. Kita tunggu.
Oke, ini dia, Guys. Oke, aku di sini udah terkena damage. Aduh, du nafas ini. Aduh. Naik, naik naik naik naik. Astaga. Oh my God. Astaga. Aku gak bisa napas.
Waduh, Bapakik. Tapi di sini kita berhasil mengecil lagi.
Wah, betul banget tadi kelihatan, Guys. Kita berhasil mengecil. Ore kita berhasil. Uh, benar banget kita berhasil mengecil dan tinggi kita sekarang udah sama kayak pohon ini.
Oh, betul banget. Oke. Oke. Berarti di sini kita harus mengecil lagi, Guys. Tapi di sini kita juga pikirkan dengan cara apa.
Waduh, benar banget. Gimana ya?
Hm. Bentar, bentar, bentar. Di sini ada lava nih, Guys. Gimana kalau kita ambil lava ini? Habis itu kita taruh di sini dan kita bakal langsung aja lewati lava itu atau kita bakal terkena lava agar kita di sini terkena damage.
Nah, benar banget, Bapak. Langsung aja kita ambil lava ini. Nah, betul-betul. Let’s go. Langsung aja kamu ambil.
Oke, ini dia paperik. Aku sudah bawa ember.
Wah, sama-sama. Aku juga punya nih. Let’s go. Ini taruh mana?
Wah, taruh sini. Bapak, aku kali lubang itu.
Oh, jadi ceritanya di sini kita membuat kolam lava ya. Ah, ide bagus. Oke. Oke, let’s go. Kita penuhin, Guys. Oke, ini dia. Ini udah penuh belum ya? Oke, tinggal sini. Oke, kita bakal isi lagi sini. Aha, naiso. Sini dan ya, ini sepertinya sudah, Teman-teman.
Uh, betul banget inya udah, Bang Feri. Dan siapa yang mau coba pertama di sini?
Hm, gimana kalau aku aja, Guys, yang coba pertama? Aku bakal langsung aja masuk ke lava ini, Guys. Kira-kira apakah nanti aku langsung menjadi kecil, Guys? Soalnya kan lava itu damage-nya sangatlah besar.
Nah, betul banget besar sekali.
Nah, benar banget, Bap. Coba aja, Pak. Siapa tahu di sini kita bisa langsung mengecil dan menjadi normal ini. Nah, betul. Ya uda kalau begitu aku bakal langsung aja masuk dulu ya. Tapi guys, di sini sebelum aku masuk ke dalam lava ini alangkah baiknya kalian klik tombol like dan juga subscribe dulu ya guys ya. Bantu kami, Guys. Agar di sini kami bisa menjadi kecil, Guys. Bahkan sekecil seperti semut. Soalnya di sini tujuan kita itu adalah untuk masuk ke badan semut, Guys. Kita penasaran kira-kira di dalam badan semut itu ada apa.
Nah, benar banget, Guys. Bantu tombol like dan subscribe yang banyak. Wah, betul banget tuh, Guys. Buruan kalian klik tombol like dan juga subscribe sekarang juga, ya, Guys, ya. Oke, ini dia, Teman-teman. Aku bakal masuk.
Wah, ayo let’s go. Let’s go.
Oke, ini dia, Guys. Kita bakal masuk lava. Wah, tidak kebakar. Kamu kebakar. Kebakar, kebakar. Air, air, air. Wah, betul banget aku mengecil, Guys.
Waduh, betul banget. Lihat kamu, Fi. Kamu jadi kecil banget.
Wah, betul banget, Guys. Ternyata kalau masuk ke dalam lava itu kecilnya benar-benar sangatlah kecil, Guys. Dua kali lipat. Lihat ini.
Aduh, benar banget, Bapik. Ah, itu. Aku jadi pengin coba juga di sini.
Oke, coba, coba coba. Kalau begitu, aku bakal ambilkan air aja biar kalian nanti terkena airnya itu enggak jauh-jauh dan enggak bikin meninggoy. Oke, aku bakal taruh airnya di sini, Kri. N cepat-cepat kamu taruh juga nanti kamu tinggal lari ke sini aja siap ni.
Oke oke kalau udah siap gimana? Kalau kabur langsung aja lompat kri masuk lava. Ayo beruan. Aku agak takut. Oke aku lompat di sini. Aduh let’s go. Kita lihat guys. Menga
astaga keren sekali. Berarti kalau kayak gitu tinggal aku nih bapadi.
Ah iya betul banget sih. Kok tinggal kamu doang?
Aku degdekan banget. Oke. Oke. Di sini aku bakal langsung aja masuk ke dalam lava ini. Oke. Oke. Ini dia. Aku bakal langsung aja masuk. W.
Wah. Lihat ini juga berhasil menjadi kecil juga guys. Ore kita berhasil teman-teman. Nah, tapi kalau dipikir-pikir bap coba lihat di sini. Bahkan pintu aja ini belum bisa kita masuki.
Ah, betul juga ya. Berarti di sini itu kita masih besar banget teman-teman. Aku kira kita udah menjadi normal. Hmm. Gimana lagi ya, Guys, ya caranya?
Warik. Bapakik, aku punya ide. He, ini kan sekarang kita lagi di desa nih. Gimana kalau kita cari iron golem aja nanti kita pukulin.
Oh my God, sepertinya itu adalah ide sangat bagus sekali. Ayo, Teman-teman, let’s go. Kita bakal cari di sini iron golem. Oke, kita cari iron golem, Guys. Apakah di sini ada iron golem? Kita bakal cari dulu. Habis itu kita bakal pukul iron golem itu, Guys. Dan habis itu nanti iron golemnya bakal menyerang kita dan otomatis kita bakal terkena damage.
Nah, benar banget tuh, Bapak. Otomatis kita bakal terkena damage dari edan golem di sini. Ah, betulbul kita cari dulu guys kira-kira di mana iron golemnya.
Oh my god. Harik lihat kita nebuk iron golem. Uh benat ini ada iron golem tapi dia kecil bener di sini. Kita bully nih. Astaga. Betul banget. Rasakan-rasakan kita dorong aja. Astaga. Biasanya kan kita itu lebih kecil dari Iron Golem. Tapi sekarang Iron Golem yang lebih kecil dari kita.
Aduh benar banget. Ayo bapari. Gimana kalau kita pukul?
Wah betul-betul. Let’s go. Kamu duluan aja, Chiko.
Okeah, kalau begitu rasakan ini. Anggol. Rasakan. Rasakan.
Wah, tidak. Aku meninggoy.
Astaga, Cik meninggoy. Aduh, gimana ya? Hmm. Gimana kalau kita langsung aja pukul Kasri? Siapa tahu nanti kita langsung signifikan menjadi kecil.
Nah, benar banget, Bang. Langsung aja.
Let’s go. Let’s go. Let’s go. Rasakan ini. Rasakan. Aduh, tidak. Aku mening wah lihat ini teman-teman. Sepertinya setelah kita tadi dipukul Iron Golem sampai meningy, sekarang ukuran kita kayaknya sudah kembali normal. Benar banget, Bang Fed. Lihat kita sudah menjadi normal di sini.
Wah, banget kalau lihat Bang Fedi, kita emang segini bisa masuk ke tubuh semut ini kan enggak bisa kita terlalu besar di sini.
Aduh, betul banget kita di sini terlalu besar, Guys. Tapi seenggaknya kita udah normal sih bisa masuk ke dalam rumah.
Waduh, tapi kan di sini tujuan kita untuk menjadi kecil sekecil semut.
Wah, benar juga. Hmm. Teman-teman, aku penasaran ukuran semut itu seperti apa. Gimana kalau kita coba cari dulu aja semutnya? Oh, ini bagus.
Benar banget, Bro. Kita cari sarang semut.
Oke. Oke, let’s go. Kita bakal langsung aja cari dulu sarang semut yang ada di sini, Guys. Dan kita bakal langsung aja lihat kira-kira ukurannya seberapa ya, Guys, ya. Oke, kita bakal cari dulu. Biasanya di sekitar sana itu ada sarang semut, Guys. Ayo, Teman-teman, buruan, jangan sampai ketinggalan. Oke. Oke. Cepat kita cari Bang Feri. Wuh, Bang Fer. Coba lihat di situ ada sarang semut. Wah, betul banget. Lihat ini ternyata kita menemukannya. Oh, ternyata ukuran semut itu segini, Teman-teman. Lihat. Aduh, betul. Kecil banget ternyata.
Nah, benar banget.
Kecil bener ini sarangnya kayak sarang semut seali.
Oh, iya nih dia kayak sarangnya. Lihat di dalam situ ada semut-semut dan juga pasti ada ratu semutnya.
Aduh, benar banget. Eh, bentarbentar Pak Feri. Gimana kalau kita jadi digigit semut aja? Otomatis nanti kan kita terkena damage. Dengan begitu kita bisa menjadi kecil deh.
W benar juga.
Wah benar banget. Wah betulbul baru kepikiran aku, Guys. Ya udah kalau begitu kita cari semut. Oke ini dia, Guys. Ada semut. Ini adalah semut api ya, Guys, ya. Semut api itu adalah semut yang warnanya merah dan dia tuh ngegigitnya sakit banget, Guys.
Aduh, aduh benar banget. Bap langsung buat benjol itu. Betul juga buat melepuh. Oke, kita langsung aja pukul. Rasakan ini disambut abi. Oke, kita lihat guys. Wah, tidak aku digigit. Aduh, tidak.
Wuh, lihat itu. Feri. Kamu mengecil.
Oh, aku mengecil ya. Kamu mengecil di sini.
Betul guys. Aku kecil banget malah ini kayak jadi anak kecil teman-teman.
Waduh betul-betul. Hm. Sekarang giliran aku sama Kesri nih. Nah, benar banget papek kan giliran aku sama Chiko karena kita belum digigit semut.
Cepat, cepat, cepat. Uh, lihat ini semutnya dia bawa daun, Guys. Oke, kita lihat, Guys.
Uh, kasih diserang. Astaga. Bapak, Bapak di sini aku ingin masuk ke dalam sarang semut aja.
Astaga, Ci, masuk ke dalam sarang tersebut, Guys. Let’s go. Kita lihat, Guys. Ayo Ciko cepat masuk.
Oke, ini dia. Wuh, du. Tidak, tidak, tidak, tidak. Aku dikeroyok, Ciko dikeroyok.
Astaga. Coba Ciko keluar kamu.
Aduh, bentar, bentar. Aduh aku meninggoy.
Astaga si kok meninggoy ayo Kri kita kabur. Kita diker semu
lari kebun kita digigit semua.
Aduh betul-betul kita harus lari.
Huh lihat ini bapik aku mengecil.
Wi kerenkeren. Kita sekarang sudah menjadi kecil. Oke berarti di sini ukuran kita itu e di bawah manusia normal teman-teman. Tapi kita masih belum bisa, Guys. Masuk ke dalam badan semut di sini.
Aduh benar banget. Nah, ini kurang satu atau dua kali lagi, Bang Feri.
Hmm. Kalau menurutku kita itu kurang tiga kali lagi, Kri. Tapi kita harus menggunakan cara apa lagi? Soalnya hampir semua cara udah kita pakai.
Aduh, benar juga.
Belum pernah diserang zombie.
Oh, diserang zombie ya. Astaga, itu adalah ide yang sangat bagus sekali. Hm. Berarti untuk diserang zombie kita itu menunggu sampai malam hari dong. Soalnya kalau malam hari itu kan pasti banyak banget zombie. Nah, benar banget Bangk. dengan malam hari itu kita bakal langsung dikepung zombie.
Waduh, benarbenar. Ya udah kalau begitu teman-teman gimana kalau sekarang langsung aja kita tunggu sampai malam hari.
Betul kalau gitu sini sini masuk ke rumah aku.
Oh betul-betul ini dia guys. Ini adalah rumah kepala Chiko, Teman-teman. Mungkin kita bakal langsung aja tinggal di sini dulu.
Betul. Sampai malam hari tiba. Habis itu kita keluar biar kita diserang zombie.
Nah, betul banget itu, Teman-teman. [Musik] Wah, lihat ini teman-teman. Sepertinya sekarang sudah malam nih. Dan coba lihat di belakang sana banyak sekali zombie berkeliaran.
Aduh, ini mengerikan benar. Tapi gimana lagi? Kita harus kena damage zombie.
Nah, betul banget. Let’s go, Teman-teman. Kita keluar. Zombie ayo serang aku.
Wah, sini zombie. Ayo, ayo, ayo. Serang aku ni,
kita serang serang serang. Oke, oke, aku udah terkena damage guys. Cobat-cobat kita lari. Aku udah kena damage juga lari lari lari lari. Astaga, kita malah dikeroyok, Guys. Kita harus kabur dari sini. Wah, lihat ini, Teman-teman. Kita masih dikejar zombie dong. Untung aja kita berhasil bertahan di sini.
Waduh, benar banget papik. Untung aja kita berhasil bertahan di sini.
Aduh, benar. Untung aja kita bisa manjat. E, bentar-bentar, Bapi. Sepertinya di sini kita ingin mengacil.
Wah, benar kah? Kita bakal lihat, Guys, apakah kita di sini mengacil? Wow, benar banget kita langsung jadi kecil, Teman-teman.
Aduh, benar banget. buat lompat satu blok aja udah enggak bisa ini.
Ah, betul banget. Enggak bisa, Guys, kita lompat satu blok.
Aduh, tapi bahaya banget, Bang Feri. Di bawah itu masih banyak zombie. Kalau kita turun nanti kita dibantai, langsung habis kita.
Aduh, betul banget ya. Kalau begitu teman-teman di sini kita mau enggak mau harus nunggu sampai siang hari lagi, Guys, untuk terkena damage lagi.
Nah, benar banget kan ini sudah terlalu banyak zombie.
Ah, betulah juga ini udah malam, Guys. Okelah kalau begitu. Gimana kalau kita langsung aja tidur di sini?
Ah, betul-betul. Let’s go kita tidur, Pak.
Oke, selamat malam semuanya. Oke, Teman-teman. Sepertinya sekarang sudah siang nih. Let’s go, kita lanjutkan lagi.
W, let’s go. Let’s go. Oke. E, ini gawat banget, Guys. Untuk kita jatuh ini sepertinya sangatlah tinggi banget.
Tenang aja, Bap. Di sini aku punya baket tapi gak ada isi airnya di sini.
Astaga percuma dong kalau enggak ada isi airnya. Oke, kalau begitu kita langsung aja turun, Guys. Oke, turun. Astaga ngurang 2 seteng darah, Guys.
Waduh, sakit bener.
Aduh, lihat ini. Pantat aku jatuh duluan. Gosong. Gokil, Guys. Oke, untuk selanjutnya kita bakal mencoba terkena damage apaagi, ya, Teman-teman? Soalnya di sini aku bingung nih, Guys. Aku gak ada ide. Teman-teman, tenang, tenang. Di sini aku mau punyain panah.
Oh, emang gimana dengan panah itu?
Nah, jadi nanti aku bakal kasih kamu panah dan juga casri. Nanti panahnya tinggal tembakan ke langit aja deh. Nah, tinggal tunggu nanti panahnya jatuh ke bawah.
Oh my God, itu ide bagus. Oke, oke, kalau begitu bagi panahnya, Chiko.
Oke, oke. Ini dia aku bakal bagi. Itu dia.
Wih, mantap mantap. Aku dapat panah, guys. Oke, Kas juga dapat. Wah, gimana kalau kita langsung aja tembakan sekarang? Aku juga enggak sabar nih.
Cepat-cepat mending kalian dulu deh. Aku pengen lihat. Oke, Guys. Ini dia Kri sudah menembakkan. Itu dia, Guys. Kita lihat. Wow, langsung terkena.
Oke, dia aku. E, bentar, bentar. K harus tinggi ternyata. Ha, tidak. E, bentar, bentar. W betul banget kita mengecil.
Wah, benar guys. Di sini kesri sama Ciko sudah mengecil, Teman-teman. Berarti tinggal aku doang nih. Oke. Oke, kita bakal langsung aja panah guys dari atas. Oke, seperti ini. Kita bakal lihat, Guys. Panahnya jatuh ke aku. Ini dia. Oke, kita tunggu. Aduh, aduh, aduh, sakit bener. Wuh, lihat ini, Teman-teman. Akhirnya aku sekarang sama kayak kalian kecilnya. Benar banget. Ini sudah masuk kecil atau belum?
Oke. Hmm. Kayaknya ini kurang satu lagi deh, Guys. Kita harus lebih kecil lagi. Lihat di sana ada semut dan kelihatannya itu semutnya masih besar.
Aduh, benar juga ya. Gimana kalau kita coba sekali lagi, Pak Erik? Tapi apa di sini?
Aduh, apa ya?
Bentar, bentar, bentar. Kebetulan di sini aku ada TNT, Bang. Gimana kalau kita ledakin bareng-bareng? Boleh, boleh. Oh my God, ini TNT-nya gede banget, Guys. Apa-apaan ini gede banget TNT-nya. Kira-kira kita langsung meninggoy atau enggak ini.
Aduh kayaknya langsung meninggoy deh. Tapi enggak apa-ap lah kalau begitu. Ayo K sin cepat nyalakan. Let’s go. Ini dia guys. Kita bakal terkena TNT. Aduh tidak.
Oke teman-teman tadi itu kita sudah meledakkan TNT. Lihat itu guys ledakannya ada di belakang sana. Dan lihat kita sekarang udah menjadi kecil banget benar banget. Bapek lihat kita bahkan sudah seperti satu piksel di sini.
Wah betul banget guys. Kita sudah satu piksel di sini. Aduh, ayo Bapak kita cari semut biar semut itu memakan kita. Nah, betul-betul. Let’s go, Guys. Di sana ada sarang semut. Let’s go. Kita bakal langsung aja samperin, Guys. E tapi ngomong-ngomong kita ini jalannya lambat banget.
Astaga banget. Beri Peri coba lihat ini.
Oh, kecil benar itemnya. Betul itemnya kecil banget tadi, Guys. Sangatlah kecil sekali ya, Guys, ya. Oke, kita bakal lihat guys. Itu semutnya kenapa malah pada pergi.
Ayo, ayo, Bapak kita lari dulu. Astaga, ini lama banget. Waduh, betul. Ini lama banget, Guys. [Musik] Hah. Astaga, kita udah berapa lama tadi lari dari ujung sana ke sini. Capek bener. Aduh, benar banget ini. Capek benar, Bapak. Aduh, ini ya kita yang penting sampai di markah semut. Aduh, betul. Tapi ternyata semutnya enggak berkeliaran di sini, Guys. Semutnya itu lagi mencari daun. Lihat itu ada di ujung sana.
Aduh, kalau begitu terpaksa Bapak kita naik aja. Ayo, cepat naik. Let’s go. Let’s go. Kita naik, Guys. Dan di sini kita bakal langsung aja untuk masuk ke dalam sarangnya, Guys. Lihat soalnya banyak sekali semutnya.
Ayo, let’s go. Feri kita masuk kita lompat. Ayo, semut makan aku. Wah, tidak aku dimakanong kita dimakan Perry.
Oke, Teman-teman akhirnya di sini kita berhasil juga masuk ke dalam tubuh samut ini.
Waduh, benar banget Pakik. Aduh, ini bau apa ini? Bau busuk.
Bapakik ini adalah poopnya semut. Ya elah. Oh my God, ternyata ini adalah poopnya semut, Guys. Pantes bau banget.
Aduh, benar banget.
Oh my God. Lihat ini, Guys. Di sini ada lava, Teman-teman. Hmm. Lava ini pasti digunakan untuk semut itu menggigit manusia, Guys. Soalnya kan kadang ada rasa panasnya tuh, Teman-teman. Nah, jadi ternyata di sini tuh ada lavanya.
Oh, jadi gitu.
Wah, iya betul banget. Let’s go. Let’s go. Langsung aja di sini kita naik, Guys. Oke, ini bagian kepalanya semut. Ee bentar, bentar. Ini kan harusnya otaknya, tapi kenapa otaknya jadi sarang laba-laba?
Apa? Jangan-jangan gak pernah dipakai berpikir, Bang. Jadi sarang laba-laba sekarang di sini.
Waduh, kayaknya iya. Jangan dipakai berpikir ya. Elah, bisa gitu juga ya. Astaga, otak semut sekarang di sini udah berubah menjadi sarang laba-laba. Oke, jadi seperti itu, Guys. Di sini kita sudah berubah menjadi kecil banget ya, Guys, ya. Dan di sini kita juga sudah melihat, Guys. Ternyata isi dalam semut itu seperti ini.
Aduh, benar sekali. Bagak ada yang keren.
Aduh. Iya nih, cuman gini doang ternyata. Ya udahlah ya, seenggaknya di sini kita itu sudah berubah menjadi sangat kecil banget, Guys. Oke, tujuan kita berarti udah tercapai di sini. He. Waduh, betul. Oh, ya, Bapak Edik. E, kira-kira gimana cara kita keluarnya ini?
Astaga, betul juga ya.
Gimana cara kita keluarnya di sini, Bang Feri?
Oh my God. E, apa jangan-jangan di sini kita harus menunggu sampai semut itu mengeluarkan poop biar kita bisa ikut keluar juga.
Waduh, bisa jadi Bang Peri. Waduh, gimana itu? Nanti kita bau. Astaga, betul banget. Gimana nih, Guys? E, bentar, bentar, bentar. Sepertinya semutnya ingin poop ini. Ah, tidak. Sepertinya kita ingin P. Astaga. Oh my God. Tidak, ternyata kita bau banget di sini.
Aduh, benar banget, Bapak. Ini bau bener.
Astaga, gimana kalau kita langsung aja mandi? Nah, betul banget, Guys. Sepertya di sini kita bakalan saja mandi dan oke, Guys. Jadi, itu dia untuk video kali ini. Terima kasih buat kalian yang sudah nonton sampai akhir ya, guys, ya. Oh ya, Guys, jangan lupa klik tombol like dan juga subscribe dan nantikan video kita selanjutnya. Video yang sangat seru pastinya. Oke, see next video, guys. Bye bye bye semuanya.

KEREN!! BADANKU MAKIN KECIL SETIAP KENA DAMAGE DI MINECRAFT!!

Bantu Ferix dengan cara Subscribe dan Like
https://www.youtube.com/channel/UC0h-iwNnnnUr6PxrkmPtqmA

#Ferix #minecraft #minecraftindonesia

IKUTI JUGA :
▶IG : https://www.instagram.com/fearless_frx?igsh=Y3VsNGx5bnZuZ3Bn
▶Tiktok : https://www.tiktok.com/@ferixxmc?_t=8lK2JkzwgMK&_r=1
▶Email : ferixxmc@gmail.com