JOKOWI SUDAH TAMAT ⁉️ – Rinny Budoyo (Hot Topic #469)

Apakah benar? Mungkinkah waktunya memang sudah tiba? Apakah benar sekarang kita sedang menyaksikan awal dari akhir dari seorang Jokowi? Inikah babak penutup dari sepak terjang Pak Jokowi di panggung politik kita? Sakit kulit menimpanya. Ini benar-benar seperti penanda yang telah digariskan oleh alam kepada kita. Sekarang dia ditinggalkan mereka-mereka yang sudah menjerumuskannya dalam petaka politik ini yang membuatnya tampak begitu rakus kekuasaan. Sekarang enggak ada lagi tokoh yang mau pasang badan, enggak ada lagi yang mau membela Pak Jokowi. Di saat putra bungsunya menghadapi ancaman diturunkan dari jabatan Wakil Presiden di saat ijazah kuliahnya dituding palsu dan di saat sekarang menantunya diintai aparat Komisi Pemberantasan Korupsi. Pak Jokowi sekarang harus menghadapi semua itu sendirian di tengah-tengah sakit kulit parah yang dideritanya. Apakah ini benar? Apakah ini pertanda? Apakah benar kita sedang menyaksikan awal dari akhir dari seorang Jokowi? [Musik] Hukum alam enggak bisa ditolak. Sepandai-pandainya tupai melompat, dia akhirnya bakal jatuh juga. Semua kekuasaan ada batas dan ada akhirnya. Pertanda akhir kekuasaan dari Pak Jokowi. Penanda kalau akhir kisah kekuasaan Pak Jokowi adalah keterpurukan dan keterhinaan. Semuanya sudah tampak di depan mata kita. Kita tahu hal ini bakal datang. Kita tahu Pak Jokowi enggak mungkin menghindari takdirnya. Tapi ternyata babak akhir dari Pak Jokowi ini terjadi begitu cepat dalam senyap dan seperti tanpa perlawanan. Awalnya tiba-tiba saja tanpa ribut-ribut dan bebas dari endusan para wartawan, Presiden Prabowo Subianto mendatangi rumah Ibu Mega di Jalan Teukumar Jakarta. Enggak ada berita, enggak ada konferensi pers, cuma ada dua foto yang kemudian beredar dari pertemuan rahasia tersebut. Setelah kejadian itu, roda nasib Pak Jokowi seperti berubah 180 derajat. Presiden Prabowo enggak lagi bergantung padanya dan bisa bersikap lebih independen. Pak Jokowi enggak bisa lagi cawe cawe ke urusan pemerintahan. Orang-orang Pak Jokowi di pemerintahan mulai dipreteli kekuasaannya. BUMN BUMN diambil alih dari Pak Erik Tohir dipindahkan ke Danantara. Jabatan juru bicara Presiden diambil alih dari Pak Hasan Nasbi. Orang-orang Pak Jokowi juga secara bergilir terkena kasus. Ada Pak Bahlil yang berulang kali melakukan blunder mulai dari salah kebijakan gas melon hingga kasus tambang di area wisata Raja Ampat. Lalu ada Pak Tito Karnavian dengan kasus empat pulau kecil milik Aceh yang dipindah ke Sumatera Utara. Nah, yang paling kentara dari pertarungan politik Presiden Prabowo dan Pak Jokowi adalah perebutan lembaga-lembaga penegak hukum yang awal-awal berhasil dipegang oleh Presiden Prabowo adalah Kejaksaan Agung. Bahkan kemudian Kejaksaan Agung dan para jajarannya mendapat perlindungan dari tentara. Tentara-tentara termasuk para lulusan SMA Taruna mulai merangsek masuk ke jabatan-jabatan sipil. Sampai-sampai urusan pajak diurus lulusan sekolah taruna nusantara dan urusan biak cukai diurus oleh tentara. Aroma militerisasi mulai menguat. Setelah Kejaksaan Agung bebas dari pengaruh Jokowi, Menteri Budi Ari, salah seorang diehe-nya dari Pak Jokowi, dia terjerat kasus suap perlindungan judi online. Selain itu, tiba-tiba saja perusahaan Solo pilot. yakni Srix yang dikenal dekat dengan keluarga Pak Jokowi. Mereka mulai disidik oleh Kejaksaan Agung terkait masalah korupsi kucuran kredit dari beberapa bank daerah. Dan yang terbaru tampak kepolisian dan KPK mulai balik badan dan meninggalkan Pak Jokowi. Kapolri Listiosigit melakukan gestur menyambut Ibu Mega dan mencium tangannya. Padahal kita tahu selama ini adalah parcok dari Palisti Git yang sukses mengerjai dan menggembosi PDI perjuangannya, Ibu Mega. Lalu dalam manuver terbaru, KPK menunjukkan keberanian mengintai Pemrov Sumatera Utara yang dipimpin oleh menantu dari Pak Jokowi yakni Bobi Nasution. Mereka sukses menggelar operasi tangkap tangan terhadap orang kepercayaan Bobi dalam kasus korupsi enam proyek jalan dan jembatan. Nilai proyek yang dikorupsi mencapai lebih dari Rp200 miliar dan uang yang dikorupsi atau dijadikan kickback ke para pejabat Pemrov diperkirakan mencapai Rp40 miliar. Lalu di sisi lain pertarungan dalam manuver yang dimotori para purnawirawan tentara yang bahkan melibatkan tokoh sebesar mantan wakil presiden tuntutan pemakzulan wakil presiden Gibran digulirkan hingga sekarang masuk dalam agenda pembahasan di DPR RI. Sementara itu, berbagai serangan menyibukkan pasukan Pak Jokowi yang mulai tercerai-berai. Sang komadan sendiri dihadapkan pada isu receh, yakni tudingan ijazah palsu yang ternyata enggak bisa ditepis dan diredam. Kasus ijazah palsu ini menunjukkan betapa lemahnya pertahanan Pak Jokowi sekarang. Terus di tengah semua kemunduran yang dialaminya, Pak Jokowi tiba-tiba terkena sakit kulit yang parah. Orang yang dulu sangat bugar ketika memimpin negeri yang selalu energik bergerak ke sana kemari. Pekerja keras yang enggak pernah letih dan enggak pernah sakit berkat konon rajin minum jamu, tiba-tiba dia jatuh sakit kulit yang parah dan enggak bisa ditutup-tutupi lagi. Uniknya, konon Pak Jokowi jatuh sakit alergi kulit ketika berada di tanah suci Vatikan, rumah dari para rohaniawan. Pastinya desas-desus pun beredar. Analisa spiritual bermunculan. Mungkinkah daya magis Pak Jokowi luntur ketika dia berada di tempat suci seperti Vatikan? Ini salah satu spekulasi yang muncul di benak banyak orang. Dan sekarang pertanyaannya sekarang, bagaimana kita bisa menutup kisah akhir dari Pak Jokowi ini dengan baik tanpa banyak huru-hara dan tanpa mengorbankan rakyat? Bagaimana kita memberi jalan keluar buat Pak Jokowi dari keterpurukan politik yang sudah dibuatnya sendiri? Bagaimana kita bisa menunjukkan jalan padanya buat mundur dan pamit dari dunia politik dengan baik dan benar-benar pensiun. Usulannya adalah orang-orang yang dulu membantu Pak Jokowi dengan tulus naik ke puncak kekuasaan di tahun 2012 dan 2014 mewujudkan mimpi orang biasa bisa jadi presiden, mereka harus kembali membantu Pak Jokowi. Memang mereka dulu telah ditinggalkan oleh Pak Jokowi yang sempat lupa daratan oleh kekuasaan dan termakan bujuk rayu kaum oportunis yang sudah memanfaatkannya demi kepentingan diri mereka masing-masing. Tapi sekarang orang-orang yang tulus itu harus kembali demi kemaslahatan republik ini. Mereka harus membantu Pak Jokowi buat bisa berhenti, buat bisa pensiun dengan bijaksana, buat tidak caw-cawe lagi di urusan politik. Di masa ketika kita sudah merasakan, sudah bisa sangat merasakan bahwa ini adalah awal dari akhir Pak Jokowi, Pak Jokowi harus bisa dibimbing buat mengakhiri perjalanan politiknya dengan baik dan bermartabat. Inilah saatnya Pak Jokowi ditunjukkan jalan untuk pulang. Nah, gimana kalau menurut kalian? [Musik]

Jokowi sudah benar-benar ditinggalkan, tak berdaya dan tersandera begitu banyak masalah?

#RinnyBudoyo #Jokowi #Tamat #Prabowo #Megawati #BobbyNasution #Kekuasaan #Korupsi #HotTopic