BEDA NASIB DENGAN JULIANA! Ini yang Selamatkan Paul Farrel saat Jatuh di Tebing Gunung Rinjani

bule Irlandia Polvarel mengalami kejadian sama dengan pendaki asal Brazil Juliana Marins Keduanya sama-sama jatuh di tebing Gunung Rinjani Nusa Tenggara Barat Pol jatuh di Gunung Rinjani pada Oktober 2024 Sedangkan Juliana jatuh pada Sabtu 21 Juni 2025 Polar berhasil selamat karena melakukan hal yang tidak dilakukan oleh Juliana Marins Resuer Agam Rinjani menjelaskan medan lokasi Juliana jatuh sangat berat Lokasi tersebut bahkan menurut Agam tidak memungkinkan korban bisa bertahan hidup Menurutnya medan lokasi Juliana Marins jatuh berupa pasir yang dipenuhi bebatuan Meski sempat sadarkan diri namun menurut Agam kondisi tubuh Juliana juga dipenuhi luka Herna Hadi Prasetio atau yang akrab di Sapatio Survival juga mengungkap kesulitan evakuasi jenazah Juliana Beda dengan Juliana Paul Farel berhasil selamat saat jatuh sampai kedalaman 200 m Dilaporkan Daily Melko UK Paula jatuh dari ketinggian 650 kaki di Gunung Rinjani Pria asal Sligo itu mendaki Gunung Rinjani seorang diri Sebenarnya Paul sudah mencapai puncak Rinjani Ketika itu ia sedang melepas sepatu untuk mengeluarkan batu kerikil Namun sarung tangannya terbang hingga membuatnya untuk membungkuk mengambilnya Saat itulah tanah mendadak Amrol membuat Paula Farel tergelincir ke jurang Rinjani Ketika jatuh Paul berhasil meraih batu besar untuk tempat berpijak Ia berhenti di kedalaman 200 m jurang Gunung Rinjani Sembari berlutut di batu tersebut Paul pun berteriak meminta tolong Setelah 5 jam penantian akhirnya Timsar datang menolong Akibat jatuh di Jurang Rinjani Paul mengalami luka di bagian pelipis kepala Ia juga memposting video ketika bertahan di atas batu tersebut

Download aplikasi berita TribunX di Play Store atau App Store untuk dapatkan pengalaman baru.

TRIBUN-VIDEO.COM – Bule Irlandia Paul Farrell mengalami kejadian sama dengan pendaki asal Brasil, Juliana Marins. Keduanya sama-sama jatuh di tebing Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat.

Paul jatuh di Gunung Rinjani pada Oktober 2024.

Sedangkan Julliana jatuh pada Sabtu (21/6/2025).

Paul Farrell berhasil selamat karena melakukan hal yang tidak dilakukan oleh Juliana Marins.

Rescuer Agam Rinjani menjelaskan medan lokasi Juliana jatuh sangat berat.

Lokasi tersebut bahkan menurut Agam tidak memungkinkan korban bisa bertahan hidup.

“Sudah banyak kasus di Rinjani memang susah hidup ketika jatuh di lubang-lubang itu semua. Karena memang terlalu curam,” kata Agam.

Menurutnya medan lokasi Juliana Marins jatuh berupa pasir yang dipenuhi bebatuan.

Meski sempat sadarkan diri, namun menurut Agam kondisi tubuh Juliana juga dipenuhi luka.

“Patah-patah, parah banget. Kepala retak, kaki patah, pinggang, banyak,” kata Agam.

Herna Hadi Prasetyo atau yang akrab disapa Tyo Survival juga mengungkap kesulitan evakuasi jenazah Juliana.

“Medannya sangat ekstrem, ada teras satu dan dua, korban berada di teras kedua, kita harus traveling lagi sejauh 200 meter,” katanya dikutip dari Kompas TV, Kamis (26/6/2025).

Beda dengan Juliana, Paul Farrell berhasil selamat saat jatuh sampai kedalaman 200 meter.

Dilaporkan Dailymail.co.uk, Paula jatuh dari ketinggian 650 kaki di Gunung Rinjani.

Pria asal Sligo itu mendaki Gunung Rinjani seorang diri.

Sebenarnya Paul sudah mencapai puncak Rinjani.

Ketika itu ia sedang melepas sepatu untuk mengeluarkan batu kerikil.

Namun sarung tangannya terbang hingga membuatnya untuk membungkuk mengambilnya.

Saat itulah tanah mendadak ambrol membuat Paula Farrell tergelincir ke jurang Rinjani.

“Tanah tempat saya berdiri runtuh begitu saja,” kata Paul dikutip TribunnewsBogor.com dari BBC Brasil.

Ketika jatuh, Paul berhasil meraih batu besar untuk tempat berpijak.

“Saya menabrak batu itu, tapi untungnya saya berhasil menghentikan laju jatuh,” katanya.

Ia berhenti di kedalaman 200 meter jurang Gunung Rinjani.

Sembari berlutut di batu tersebut, Paul pun berteriak meminta tolong.

“Saya berteriak sekuat tenaga agar dia mencari anggota tim lainnya dan meminta bantuan. Kemudian dia berlari kembali ke base camp dan memperingatkan orang-orang,” katanya.

Setelah lima jam penantian, akhirnya tim SAR datang menolong.

Akibat jatuh di jurang Rinjani, Paul mengalami luka di bagian pelipis kepala.

“Saya sangat bersyukur dan bersemangat. Saya suka adrenalin dan olahraga ekstrim. Tetapi situasi ini hampir membuat sayya jera,” katanya.

Ia juga memposting video ketika bertahan di atas batu tersebut.

Artikel ini telah tayang di TribunnewsBogor.com dengan judul Sama-sama Jatuh di Gunung Rinjani, Bule Irlandia Ungkap Penyebab Beda Nasib dengan Juliana Marins, https://bogor.tribunnews.com/2025/06/27/sama-sama-jatuh-di-gunung-rinjani-bule-irlandia-ungkap-penyebab-beda-nasib-dengan-juliana-marins?page=all.
Penulis: Sanjaya Ardhi | Editor: Ardhi Sanjaya
Penulis:
Editor:

Program:
Host:
Editor Video: Ulung
Uploader:

Jangan lupa follow akun-akun sosial media TribunnewsBogor.com untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan updatenya:

YouTube: https://www.youtube.com/@tribunnewsbogorvideo
Facebook: https://www.facebook.com/TRIBUNnewsBogor
Saluran WhatsApp: https://whatsapp.com/channel/0029VaGzALAEAKWCW0r6wK2t
TikTok: https://www.tiktok.com/@tribunbogor
​Instagram: @tribunbogor

#julianamarins #rinjani #viraldimediasosial #gunungrinjani #farrelpaulo #lombok