TENTARA IDF BERGUGURAN, ISRAEL BENAR² KALAH!? Fakta yang Disembunyikan Netanyahu dari Serangan Iran
[Musik] Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Allah. Allah. Allah makin. Allah makin. Allah. Allah. Banyak yang merasa tertipu. Serangan Israel ke Iran itu bukan sekadar perang. Tapi operasi senyap penuh kebohongan yang bahkan warga Israel sendiri dilarang tahu. Rumah sakit, kampus sampai kantor berita dihantam rudal lalu bilang serangan presisi. Enggak masuk akal kan? Bahkan media di negara yang ngaku paling demokratis di Timur Tengah disuruh diam. Dan kalian tahu yang lebih gila, Israel ngaku menang padahal mereka yang minta gencatan. Ini bukan sekadar cerita perang. Tapi tentang sensor, bom, uranium, dan kebohongan yang bisa meledak di depan pintu kita. Stay di sini karena yang bakal aku bagikan gakkan kalian temukan di berita mainstream. Di tengah klaim sebagai satu-satunya demokrasi di Timur Tengah, Israel justru memperlihatkan wajah otoriternya yang sesungguhnya. Ketika Iran melancarkan serangan balasan bertajuk True Promise, publik Israel tak benar-benar tahu apa yang terjadi. Banyak media dilarang melaporkan kerusakan di pangkalan militer IDF dan hanya menyiarkan narasi resmi pemerintah. Semua terkendali. Padahal menurut jurnalis investigatif Rafir Drucker, kerusakan nyata jauh lebih besar. Ia menyatakan orang-orang tidak menyadari betapa tepatnya tindakan Iran. dan seberapa besar kerusakan yang mereka sebabkan. Ia menyebutkan banyak serangan rudal terhadap pangkalan strategis yang tidak pernah dilaporkan. Bahkan akun resmi pemimpin tertinggi Iran, Kamene di X menyatakan rezim zionis hampir bertekuk lutut di bawah pukulan Republik Islam. Israel dihancurkan. Namun rakyat Israel dan dunia dibiarkan buta. Sensor ketat diberlakukan. Bahkan arti melaporkan klaim seperti Israel was crossed tak pernah tampil di media lokal. Demokrasi seharusnya terbuka pada kebenaran, bukan menutupi fakta demi menyelamatkan citra rezim. Israel ingin dunia percaya mereka menang. Padahal dalam diam mereka sedang bertekuk lutut. [Tepuk tangan] [Musik] Tapi di balik sensor ketat itu tersembunyi kejahatan yang jauh lebih gelap dari agresi ilegal hingga teror terhadap keluarga jenderal Iran. Akun analis keamanan Growth Green UK menyatakan tegas bahwa terlepas dari pendapat tentang rezim Iran, serangan Israel melanggar hukum internasional dan piagam PBB. Pembelaan diri tidak membenarkan perang pendahuluan. Artinya serangan yang diklaim sebagai preemptive strike oleh Israel tidak memiliki legitimasi hukum apapun di mata dunia. Israel menyerang wilayah kedaulatan negara lain tanpa deklarasi perang, tanpa bukti ancaman langsung, dan tanpa mandat internasional. Ini bukan tindakan defensif. ini murni untuk kolonialisme gaya baru. Namun yang paling mengejutkan bukan sekadar rudal dan drone, melainkan cara-cara teror yang dilakukan terhadap pejabat tinggi militer Iran. Laporan intelijen Iran menyebut bahwa agen Mosad telah menyusup ke dalam negeri dan mengirimkan surat-surat ancaman ke rumah para jenderal. Surat-surat itu ditaruh diam-diam di bawah pintu berisi ancaman eksplisit. Jika mereka tidak merekam video yang menyatakan akan menggulingkan pemerintah Iran, maka istri dan anak-anak mereka akan dibunuh. Bahkan sejumlah jenderal juga menerima panggilan telepon langsung dari operator Mosad yang mengancam akan menghapuskan garis keturunan mereka dari muka bumi. Namun yang terjadi justru sebaliknya, tak satuun dari jenderal yang diancam menyerah. Mereka berdiri bersama bangsanya dan tidak satuun merekam video pengkhianatan seperti yang direncanakan oleh Zionis. Rencana untuk membuat kekacauan internal pun gagal total. Ia menunjukkan bukan hanya keberanian militer Iran, tetapi juga kebobrokan moral strategi perang Israel. Cara-cara kotor ini bukan sekadar taktik, melainkan terorisme yang disponsori negara. Lebih dari itu, Israel kembali dituduh menggunakan bom uranium terdepresi dalam serangannya ke Iran. Senjata ini yang sebelumnya menyebabkan lonjakan kanker dan cacat lahir di Irak lebih parah dari Hiroshima kini dijatuhkan ke kawasan sipil Iran. Rumah sakit, universitas, dan bahkan kawasan permukiman di Teheran dan Babolsar terkena dampaknya. Efek jangka panjang dari senjata ini bisa bertahan dalam puluhan tahun mencemari tanah, air, dan generasi masa depan. Ini adalah kejahatan terhadap kemanusiaan. Dan yang lebih parah, didanai dan dipersenjatai oleh Amerika Serikat. Ironisnya, serangan ini dilakukan dalam masa gencatan senjata yang disepakati secara diam-diam oleh Iran dan Israel melalui mediasi Oman dan Swiss. Tapi daftar pelanggaran Israel mencengangkan. Mereka mengebom radar di Teheran, menghantam kota Babolsar, mengirim drone ke Hamedan, dan Tabris, bahkan memecah batas suara di Rust yang merupakan zona demilitarisasi. Serangan demi serangan ini menghancurkan setiap butir kesepakatan dan menunjukkan bahwa niat Israel sejak awal bukanlah perdamaian, melainkan dominasi total. [Musik] Tapi di balik runtuhnya reputasi militer itu, yang lebih memalukan adalah kegagalan diplomatik Israel. Sampai-sampai mereka harus diam-diam memohon gencatan dan menawarkan konsesi yang selama ini mereka tolak mati-matian. Laporan World Street Journal mengungkapkan bahwa para pejabat Israel secara tertutup telah meminta para perantara Arab untuk menyampaikan ke Iran. Israel ingin segera mengakhiri perang. Sumber dari Amerika Serikat bahkan menyebut permintaan itu disertai dengan konsesi mengjutkan. Israel bersedia mendukung pencabutan sebagian sanksi terhadap Iran, termasuk terkait ekspor minyak ke Cina. Ini bukan kemurahan hati. Ini adalah bentuk kepanikan diplomatik akibat kerusakan yang tak bisa lagi ditutupi. Yang lebih mengejutkan, kegagalan Israel ini turut berdampak ke frontline yaitu Gaza. Para pengamat mencurigai bahwa kesepakatan gencatan senjata di Gaza yang tampaknya menguntungkan Palestina. Sebenarnya adalah hasil tekanan dari Iran. Jika Iran tak menyetujui gencatan senjata paralel, maka tekanan terhadap Israel di dunia front akan makin menghancurkan. Inilah seni diplomasi tak langsung yang kini dimainkan Teheran. Dan Israel tahu mereka sedang kehilangan kendali. Sementara itu di Gaza kejahatan kemanusiaan Israel terus berlangsung. Skandal terbaru menunjukkan bahwa dalam bantuan pangan dari Amerika Serikat dan Israel, warga Gaza menemukan pil opioid yang dihancurkan di dalam tepuk. Pejabat kesehatan Palestina menyebutnya sebagai serangan kimia terhadap ketahanan masyarakat sipil. Narasi Hunger Games Gaza bukan lagi hiperbola. Ini adalah kenyataan yang semakin mempermalukan Israel di mata dunia. Tak heran gelombang demonstrasi global kian membesar dari Madrid hingga Lahore, dari New York sampai Baghdad, aktivis dan warga sipil turun ke jalan menyerukan dua hal, gencatan senjata total dan kecaman terhadap agresi Israel baik di Gaza maupun Iran. Dunia mulai melihat pola yang sama. Israel menyerang lebih dulu lalu menyebut diri mereka korban ketika perlawanan datang. Kecaman internasional tak berhenti di jalanan. Di Dewan Keamanan PBB, utusan Rusia memberikan sindiran tajam dengan mengatakan, “Kami merasa aneh bahwa Israel berpartisipasi dalam pertemuan ini. Israel bahkan belum menandatangani perjanjian nonproliferasi nuklir. Apakah ini pertanda mereka ingin bergabung?” Sebuah pukulan diplomatik yang telat. Rusia yang selama ini dikritik karena perangnya di Ukraina kini justru tampil sebagai suara moral dalam menghadapi agresi Israel yang tak terkendali. Secara keseluruhan apa yang terjadi bukan sekadar kegagalan militer tapi kegagalan reputasi. Israel ingin menunjukkan kekuatan, tapi yang terlihat adalah kelemahan. Mereka menyerang lebih dulu, kehilangan kendali, dan akhirnya harus merayu musuhnya untuk mengakhiri perang. Fakta ini disembunyikan dari publik mereka sendiri. Kini mulai terbuka lebar di hadapan dunia. [Musik] Meskipun Israel berhasil menimbulkan kerusakan fisik pada fasilitas nuklir Iran seperti Natans maupun Isfahan, serangan itu gagal menghancurkan program nuklir inti Iran secara permanen. Menurut IAEA, Iran masih menyimpan stok uranium 60% dan dapat membangun kembali fasilitas subterania dalam waktu singkat. Sumber intelijen juga menunjukkan bahwa Iran sempat memindahkan material fisil utama dan fasilitas Fordo yang kemudian menjadi target serangan bom buker buster Amerika Serikat. Persediaan ini yang merupakan inti dari kemampuan senjata nuklir selamat. Artinya bagian paling krusial dari program nuklir Iran tetaplah utuh. Lebih penting lagi upaya menggulingkan rezim melalui tekanan militer juga gagal. Tidak ada kerusuhan massal. Oposisi tak muncul dominan malah rakyat Iran ini bersatu dan rezim Kamenei semakin mengokoh. Dukungan internasional pun mengalir dari Rusia, Tiongkok hingga Pakistan. Putin menyebut aksi Israel sebagai agresi yang mengkhawatirkan dan kembali menegaskan dukungan diplomatik kepada Iran. Beijing pun segera menyetujui transfer teknologi satelit Beido ke Iran, meningkatkan presisi rudal dan memperkuat posisi Iran dalam proyek belt and road. Di sisi lain, Pakistan yang sempat bersih tegang dengan Iran mulai menunjukkan solidaritas baru. Meski kunjungan militer keteheran dibantah, respon parlemen Iran menunjukkan arah rekonsiliasi strategis. Akhirnya yang terjadi bukan hanya solidaritas Iran, tapi juga semakin kuatnya poros timur antara Iran, Rusia, Cina, Pakistan. Sebuah tantangan nyata bagi hegemoni Barat di kawasan. Yeah.
Banyak yang merasa tertipu! Serangan Israel ke Iran bukan sekadar perang, tapi operasi senyap penuh kebohongan yang bahkan warga Israel sendiri dilarang tahu? Rumah sakit, kampus, sampai kantor berita dihantam rudal—lalu dibilang “serangan presisi”. Gak masuk akal kan! Bahkan media di negara yang ngaku paling demokratis di Timur Tengah disuruh diam.Dan kalian tau yang lebih gila? Israel ngaku menang, padahal mereka yang minta gencatan. Ini bukan sekadar cerita perang, tapi tentang sensor, bom uranium, dan kebohongan yang bisa meledak di depan pintu kita.
For Support Channel Mbak Poppy..
🫣 👉https://sociabuzz.com/advdaftarpopuler/tribe
🫣 👉 https://saweria.co/daftarpopuler
For business inquiries please contact : adv.daftarpopuler@gmail.com
Follow kami juga disini:
👉 Facebook : https://www.facebook.com/daftarpopuler
👉 Twitter : https://twitter.com/DaftarPopuler
👉 Instagram : https://www.instagram.com/daftarpopuler/
👉 TikTok : https://www.tiktok.com/@daftar.populer
#DaftarPopuler menyajikan #informasi berupa kumpulan #kejadian dan #fakta di balik #peristiwa #tren #viral #unik dan #aneh di #dunia . Konten ini adalah video yang memiliki komentar orisinal dan sarat nilai pendidikan. Video kompilasi ini telah melewati berbagai riset dan pengolahan data berupa foto, video dan berita dari berbagai sumber yang dikemas dengan cara hitung mundur dan atau acak.
For copyright matters please contact us at:
adv.daftarpopuler@gmail.com
Disclaimer – Some contents are used for educational purpose under fair use. Copyright Disclaimer Under Section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, and research. Fair use is a use permitted by copyright statute that might otherwise be infringing. Non-profit, educational or personal use tips the balance in favor of fair use.