Bukti Telak Budi Arie di Kasus Beking Judi Online | Tukang Kupas Perkara
Lagi-lagi tentang kasus judi online. Majalah Tempo menurunkan soal kasus judi online yang melibatkan pegawai Menteri Komunikasi dan digital Indonesia. Salah satunya adalah mantan Menteri Komunikasi dan Informatika yang kini menjadi Menteri Koperasi Budi Aristiadi. Sebelumnya November tahun lalu, Majalah TFO sudah menurunkan laporan utama soal backing judi online yang juga menyebut nama Menteri Budi Aristadi. Kali ini kita turunkan artikel soal judi online yang juga menyeret Menteri Budi Aristiadi tapi dengan sejumlah bukti di antaranya komunikasi Menteri Budi Ari dengan terdakwa. Di situlah kemudian terpapar kemudian bukti-bukti peran Budi Aristadi sejauh mana terhadap kasus banking judi online yang ee sedang berjalan kasusnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Menteri Budiari juga bergerilia ke banyak pihak. ada politikus, ada tokoh ee aparat keamanan dan banyak pihak lainnya. Kabarnya dia juga gelisah karena banyak saksi dan bukti yang diduga nanti akan menjeratnya. Mari kita kupas perkaranya. [Musik] [Musik] [Musik] Oke, Kori dan Pep. Kita kan tekar ini sudah menuliskan laporan utama soal ee peran Menteri Budi Ari dalam kasus JDN pegawai Kementerian Komunikasi dan Digital. gitu.
Ini kan kedua kalinya kita menuliskan soal laporan utama peran Menteri Budi dalam kasus ee Judi online ee pegawai Kementerian Komunikasi Digital dan Komunikasi dan Digital. Heeh.
Itu kan pertama tanggal 17 November ya. Nah, 17 November itu kita sebenarnya sudah
menyinggung sedikit ada beberapa hal termasuk ada dugaan penyerahan ee barang atau tertentu begitu. waktu itu waktu pas tersangka awal ya tersangka awal banget awal banget itu. Nah,
kalau dilihat dari yang sekarang H
terjerat enggak nih menteri budi nih?
Menteri Budi kena enggak ya? Bisa jadi sih, Bang. Bisa jadi.
Apa alasannya?
Karena ee di sidang ya, di sidang kita sama-sama menyimaklah ee enggak sekali dua kali ya ee nama Menteri Budi Ari disebut ee oleh terdakwa gitu ya. Ada yang bilang ee tahu praktik penjagaan ini.
Ada yang bilang, “Oh, pernah dilaporin nih.” Cuman
ee tidak ada tindakan yang tegas gitu di awal. Nah, dilaporin ke dilaporin ke ee atasannya gitu kan sampai ke atas gitu. Intinya tim yang ee diduga mengamankan judul ini
ya tidak hanya dipindah, tidak ada tindakan tegas gitu. Nah, sekarang menarik nih kita dapat cerita ee kesaksian para terdakwa ini. Nah, ini menariknya nih. Bahkan sebenarnya, Bang, selain muncul di persidangan di beberapa pemeriksaan tersangka pada saat awal-awal itu, nama Budi Ari juga sudah sudah muncul di beberapa tersangka itu. Itu budaya Polda kan.
Makanya kemudian di persidangan muncul lagi dan ramai lagi. Nah, itu yang jadi alasan kita nulis ini kan gitu. Tapi cerita terdakwa tadi yang kesaksiannya yang paling penting itu apa tadi?
Kuncinya itu di Zulkarnain Aprilian Toni
e alias Tony Tomang atau Tony Kujanso. Ee orang dekatnya Budi Ari. Dia ini bukan pegawai KOMDI tapi
swasta ya. Swasta tapi perannya di kasus judul ini sentral.
Boleh dijelaskan Pep kenapa itu sentral? Nah, itu kan Zulkarnain Apriliantoni ya atau Tony Tom.
Oke.
Dia itu yang sekarang jadi terdakwa di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.
Dia itu mengenalkan seorang pengusaha properti sebetulnya namanya Cencen Kurniawan. Oke.
Ke Menteri Budi Ari itu sekitar ee akhir Oktober 2023 sekitar akhir 2023 dikenalkan. Nah, kenalnya karena lewat seorang ee pejabat ya ee Budi Setiadi.
Beliau ee eks Direktur e Jenderal Perhubungan Darat di Kemenhub. H.
Nah, dikenalinlah ee sama Cencen mengenalkan eh Budi mengenalkan Cencen kepada Toni. Budi waktu itu tahunya Cencen ini mau ini, Bang. Mau investasi.
Iya. Budi Setiadi awalnya kan komunikasi sama Cencen.
Iya.
Ada investasi game online nih.
I. He.
Nah, cuman Budi ini kan enggak tahu.
Oh, enggak pahamlah soal game online. Bertemulah mereka. Kemudian
Budi kenal dengan Tony karena Toni memang dikenal sebagai ahli IT.
Nah, akhirnya Budi membawa mempertemukanlah Chencen dengan Toni di sebuah kafe di
Sarina itu 2023. He
udah kita ketemu sebetulnya ya ee apa ketemu kemarin ya sama
ketemu e Pak Budi cerita Pak Budi kemarin
dia membantah membantah e soal bahwa dia ee terlibat saat itu pertemuan jadi online.
Tapi dia memang
ee dan dia tidak tahu tuh alasannya tidak tahu.
Jadi konteksnya game online aja
game online aja dia enggak tahu ujung-ujungnya jadi online. Jadi dia tidak karena berteman segala macam. Heeh.
Nah, yang paling menarik adalah sebenarnya Cencen Kurniawan dan Tony iniwan ini kan mereka kan akhirnya setelah diperkenalkan mereka kan berjalan sendiri kan
berjalan sendiri dan mereka akhirnya bertemu dengan
e diaturlah pertemuan ee Toni
ngubungin dulu ee Pak Menteri
Pak ada yang mau saat itu Menteri Budi sebagai Menteri Komunikasi Menteri Komunikasi dan Informatika kan kalau Pak Menteri Budi itu dilantik 17 Juli 2023. Heeh.
Mereka ketemu sekitar 3 bulan setelah itulah. 3 bulan setelah itu Tony minta izin Menteri Budi.
Baru 3 bulan menjabat menteri
Iya. Baru 3 bulan tuh baru baru-barunya gitu kan
datang nih ee Toni minta waktu ke Menteri Budi. Kapan nih bisa main ke rumah gitu? Ke rumah dinas maksudnya ya. Rumah dinasnya waktu itu di
Jalan Widya kompleks Widya Candra di Jakarta Selatan.
Oke.
Setuju nih. Nah. Ee akhirnya diatur waktu Cencen dan Toni datang ke rumah Menteri Budi gitu. Sebnya menarik ya karena waktu kesaksian di polisi cerita yang kita dapat
Toni ini juga nyebut Budi Stadi ikut gitu ya. Nah, sementara kemarin Pak Budi bilang dia enggak ikut pertemuan itu
gitu. Dia bilang hanya dia hanya bertemu di Sarinah itu aja.
Di Sarinah itu aja. Nah, akhirnya ketemulah itu Cencen dan Toni
di rumah
ee Menteri Budi Ari di Candra. He.
Nah, di sini nih, Bang, ee krusial titiknya krusial di sini nih.
Ternyata datang Chencen ke Toni dengan berdua ya, datang ke rumah Menteri Budi Ari
di situ ternyata ngomongin judi online.
Sudah ngomong judi online
langsung tuh ngomongin judi online.
Ee kita dapat cerita ya ee saat ee di apa pemeriksaan oleh penyidik di Krimum Polda Metro. Toni ditanya gitu ya sama polisi
ngobrolin apa aja kemarin di rumah menteri Budi
pertemuan pertama itu ya.
Iya pertemuan baru pertemuan pertama ini gitu. Rupanya di pertemuan itu ee Cencen cerita ya
he
ee ingin mengatur minta izin lah ingin Pak Menteri bisa enggak kita atur judi online ini gitu.
W dahsyat keluar ya kalimat judi online itu ya.
Ya keluar gitu. Eh, baik ketika Toni diperiksa sama polisi maupun Cencen di
tapi respon Budi Haris itu apa? Nah, itu yang menarik karena Budi kan menteri Budi ingin memberantas ini juga sisi, satu sisi online.
Nah, di kata pengaturan ini yang ternyata ee maknanya ganda gitu
karena di satu sisi ingin memblokir sejumlah situs online,
di sisi lain
ingin mengamankan sebagian lain. Nah, itah kenapa ini ini butuh diklarifikasi nih. dijelaskan nih bahwa
satu sisi bukan dijelaskan bahwa
si Chen ini datang Heeh.
pengin ngeblokir juga situs judi, tapi yang kecil-kecil. Satu sisi dia pengin meloloskan situs judi yang besar-besar. Artinya dia meloloskannya. Dia meloloskan yang besar dengan menghabisi yang situs judi kecil gitu ya.
Gitu. Ee ini fakta di pemeriksaan ya yang kita dapat. Eh, Toni kan saksi ya di sana gitu kan.
Ee Toni itu cerita ke penyidik gitu apa yang diungkapkan oleh Menteri Budi di
Heeh.
pertemuan itu. Betul kata lu bahwa
H
ee yang kecil-kecil yang bandar itu itu bahkan ee menurut Toni ya ee kesaksian dia itu permintaan langsung dari Menteri Budi gitu.
Menteri Budi gitu. Itu yang akhirnya muncul kutipan berapa nih? 1000 2000 3.000 berapa yang mau dijagain? Tapi jangan yang kecil-kecil lah nanti masyarakat kecil jadi orang susah malah susah. Kenapa? Karena
yang kecil-kecil ini kan depositonya kan 5.000, R.000 gitu.
Itulah yang cerita yang kita dapat ya ketika Toni bersaksi berapa kali di polisi gitu ya.
Gue tambahim ya, Pep. Soal eh pertemuan tadi ternyata Chen Kurniawan juga memberikan sebuah flash disk gitu loh.
Flash
disk ini isinya puluhan ribu situs-situs judi
yang kecil-kecil gitu untuk diblokir dan diserahkan kepada Budi Ari gitu. He. Iya. Dan gratis enggak itu?
Nah, kabarnya Budi Ari itu meminta uang kopi, Bang. karena ee mereka berpikir bahwa ee para pegawai yang melakukan blokir ini kan sudah bekerja keras segala macam gitu, bahkan kerjanya sampai malam segala macam gitu. Makanya dia
diblokir situs itu
situs akhirnya kan situsnya diblokir i kan. Kemudian Menteri Budi ngomong ini sudah di-take down
puluhan ribu situs masa enggak ada uang kopianya di situlah ada katanya ada uang sekitar Iya. kode sekitar uangnya itu R00 juta kalau
Nah, di situlah kemudian diterjemahkan oleh si apa si Tony dan kemudian kecencen untuk menyiapkan uang Rp50.000 Singapore dolar itu kan.
Iya. Iya. Si permintaan itu di kan ada diblokir tuh situs yang tadi disetor pakai flashdk
sama permintaan uang kopi itu di bilang ke Toni di rumah dinas di Widya Candra itu diakui itu sama Toni waktuem
diperiksa polisi ya Korea.
Nah Toni lapor ke Cencen. Eh kok enggak ada uang kopi? Oke disiapin kata Cencen.
Nah ke mana nih? Menarik nih, Bang. K kan
cencen menemui seseorang lagi.
Nah, siapa dia, Beb? Kohling.
Kohling.
Alias Halim.
Alias Halim.
Dia ini juga enggak kalah sentral nih.
Hm.
Dia bosnya Cencen ya. Sebetulnya bukan bos ya. Ee kalau dari pemeriksaan polisi ya, kita dapat cerita ee Chencen ini yang tadi ngasil flashd ya.
He he.
Flash dis Kohling itu.
Kohling ini ya. He.
Dan uangnya di dari Kohling ini juga yang menyerahkan
yang 50.000 US dolar itu ee Singapura.
Heeh. Gitu.
Oke. Dan daftar nama-nama situs judi yang kecil-kecil itu kan dari dia juga tuh
pengakuan. Jadi ChenCen ini kan sudah diperiksa polisi juga nih. Dia juga sudah dimintai keterangan ee segala macam. Dan dia mengakuin bahwa tadi kan ada penyerahan flash disk berisi puluhan ribu flash disk nih. Nah, itu hasil crawling. Dia mengakunya dari cohling. Jadi cohling ini sumber dua hal.
Sumber ngasih data situs judi yang kecil-kecil. Yang kedua sumber duit
ya. Sumber duit. Heeh.
Nah, yang menarik lagi itu kan kemudian berlanjut lagi ya Pep ya atau Kore ya. Tapi sebelum sampai sana Bang, ternyata kalau di persidangan dan di pemeriksaan yang muncul itu hanya angka ribuan. He. Situs judi. Tapi yang muncul di pemeriksaan tuh hanya satu sius sultan menang itu.
Nah, ini yang yang jadi pertanyaan kita gitu. Kenapa kok polisi juga enggak mengarah ke situs-situs lain gitu loh.
Tapi menariknya adalah ini mungkin juga perlu tahu ya pembaca ya bahwa ini terbuka dari kasus sultan menang itu kan. Kasus menang ini ketika di 2023 apa 24 2002 23 ya
membuka ternyata ada loh di belakangnya
ee mereka berkomunikasi dengan pegawai KOMDI untuk mengamankan situs kemudian muncullah ke belakangnya gitu.
Cuman menariknya memang Kohling alias Halim ini kita masih misteri ya siapa?
Iya. Iya. Jangan-jangan ini juga nama enggak jelas ya. Iya, itu kita tidak belum tahu itu. Bahkan di persidangan belum muncul.
Nah, tadi be kita akan sampaikan bahwa bagaimana soal status hukum menteri bud. Heeh.
Nah, ini kan juga sebenarnya sudah jelas ya.
Heeh.
Ya. Tapi juga masih belum ya.
Iya.
Belum. Status hukumnya juga masih saksi.
Nah, ini sudah diperiksa belum ya?
Kita belum dapat belum dapat kesaksian ya soal dia diperiksa atau belum ya. Tapi bahwa itu nama itu diakui oleh cencen saat pemeriksaan. Nah, itu benar.
Iya. Iya. Jadi memang peran Menteri Budi itu terlihat bagaimana dia bernegosiasi dengan Toni.
Heeh.
Dia meminta uang kopi dia. Kemudian itu ceritanya detail ya. Kemudian ada diserahkan uang kopi itu di ruang tamunya di Widya Chandra
dan ee dibungkus dalam kemasan kopi Arabika uang itu.
Nah, yang menarik dari penyerahan uang itu kan Toni Aprilan tahun itu menyebut ini uang untuk gitu. Uang untuk projek dan
kenapa projo juga terseret namanya dalam hal ini? Kita sebetulnya belum tahu persis ya kenapa waktu itu disebut ketika uang kopi itu uang untuk projo, tapi Menteri Budi Ari ee profil-ennya kan ketua umum Rojo ya, organisasi relawan pendukung mantan Presiden Joko Widodo gitu.
Nah,
dan kemarin pada pemilu PPR kemarin itu Prabowo Subianto. Prabowo Subianto gitu. cuman kesaksian bahwa ee penyerahan uang kopi itu
itu tidak hanya dari Tonya, Chencen pun
hadir gitu. Dia tuh melihat ee
uang tas berisi kopi itu di duit berisi di atasnya ada kopi diserahkan di Widya Candra di rumah dinas
Menteri Budi Ari.
Heeh.
Dan ditaruh di sela-sela kursi gitu loh.
Iya. Di ruang tamu ya, Bid Candi.
Heeh. Dan krusialnya tidak ditolak ya. tidak ditolak. Itulah yang kemudian diterjemahkan
oleh Toni bahwa oh ternyata aktivitas gua ini didukung
karena toh beliau tidak melarang melarang kita melarang dia untuk menerima uang ketika Toni datang ke Cencen uang kopi pun Cencen ketika diperiksa oleh polisi,
ah ini dia merasa gitu ya ini kode gitu untuk
pengamanan atau segala macam. ini kan dari buktinya ini kan sudah terang benenderang sebenarnya kan. Nah, satu sisi juga kita juga sudah tahu ya bahwa Budi Ari Setiadi ini juga ketua umum Projo yang
mau enggak mau memang projo ini kan ee gerakannya memang ee terkait dengan politik ya.
He
gitu. Nah, seperti yang kita sampaikan di awal tadi, ee bagian kedua cerita ini adalah menyebutkan bagaimana Budi Ari ini kemudian bergerilia
kepada sejumlah-jumlah tokoh-tokoh politik, negara segala macam untuk supaya mereka terlepas dari ee status hukum dia. Bukan terlepas dari status hukum, tapi agar namanya tidak terseret gitu. Karena tidak curhat ke banyak tempat gitu ya. termasuk salah satunya ke wartawan tempo.
Kita kan dapat pesan wartawan tempo dapat pesan dari ee Mei kemarin dari Menteri Budi menyebutkan bahwa ada seseorang bernama Jojo Wahab
yang nama aslinya itu
Bambang Waluyo Joyo Adik Kusumo gitu. Dia ini ak ee politikus partai Golkar di Jakarta.
Nah
ee dia ketemu tuh dengan Toni waktu di penjara. Heeh.
Apa cerita Jojo ini? Iya, itu berawal sebetulnya ya dari mungkin sekitar Mei 2025 waktu itu.
Ee Menteri Budi ngirim screenshot tuh screenshot kalau jadi menteri sendiri yang ngasih tahu ke kita sebetulnya ya. Nih Jojo Wahab udah ke rutan gitu ketemu Toni gitu.
Nah di situlah pesan di screenshotan itu muncul bahwa sudah ada kesaksian Toni ke Jojo nih gitu. ee Pak Menteri Budiari tidak terima uang judul itu. Ee beliau siapa apa bersaksi. Nah, nah pertemuan dengan Jojo Wahab dan Toni itu 3 hari kemudian kan ada
ee Toni ini kan bersaksi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan
ketika pemeriksaan saksi.
Nah, konteksnya kenapa Menteri Budi Ari ngirim screenshotan Jojoap
itu ke kita? He.
Karena waktu itu lagi sidang habis sidang dakwaan
ya. di situ yang disebutin
ee kode apa PM itu loh yang Menteriak Pak Menteri ya emang Pak Menteri sih di ketika diperiksa
para saksi diperiksa yang 50% kan ramai waktu itu. Nah, itulah kemudian
ee Pak Menteri
50% jatah menteri. Nah, di sidang itu barulah Toni bilang bahwa Menteri Budi tidak menerima aliran uang apapun dari
judi online ini, gitu.
Ini memang
ee bertolak belakang ya dengan apa yang kita cerita yang kita dapat ketika para terdakwa ini diperiksa di polisi
di mana bilang uang kopi tadi tidak
ini yang mungkin dimaksud gerilia menteri budi ya dalam kasus ini ya gitu dan Heeh. Eh, ada lain, ada pihak lain sebenarnya yang didatangin, tapi ada yang lucu tuh kita dapat dan kita sudah kita tulis tuh. Jadi, Menteri Menteri Budi kan juga ketemu ya, sudah mencoba mengghubungin seorang ee jenderal.
Oh, iya. I
polisi mendingi negara. Tapi dilepeh dilep
gini ceritanya. Jadi ee kata orang dekat jenderal ini ya ditelepon gitu ditelepon pakai HP cuman Budi itu
iya ada nama Budi gitu tapi
di bawahnya gitu
tapi kata si Jenderal aduh saya enggak pernah komunikasi ini gitu ya udah akhirnya enggak
akhirnya gitu dibiar dicuekin ya
dibiarkan jadinya gitu. Nah, satu lagi yang juga kita tuliskan di liputan ini kan ee Budi Aralah satunya juga bergerilnya ke para terdakwa ya.
Iya, Bang.
Salah satunya ke pengacara.
Salah satunya ke pengacaranya Toni.
Itu gimana ceritanya?
Iya, Bang. Yang gerilia lain juga yang dilakukan oleh Menteri Budi ini ada melalui pengacara Toni, Bang. Heeh.
Pengacara Tony itu namanya Arensen.
Nah, termasuk pertemuan antara Jojo dan Tony di dalam penjara itu dikonfirmasi juga sama membenarkan gitu. Memang ada e kunjungan dari Jojo ke dalam sel gitu bertemu dengan Tony gitu. Nah, selain itu ada cerita menarik juga soal bahwa
ee Menteri Budi Ari ini mengirimkan orang kepercayaannya utusan untuk meminta bertemu dengan Kristian.
Pistian. He akhirnya itu tuh kejadiannya setelah dia datang dari pulang dari patikan pelantikan paus itu.
Pelantikan Paus Leo. He.
Nah, di situ akhirnya bertemu di salah satu tempatlah di Jakarta itu di situ ee Kristian ini menggelontorkan beberapa dokumen pemeriksaan Bang
BAP ya.
BAP Isa.
Jadi ee ee Menteri Budi juga sempat meminta untuk dibacakan beberapa gitu. Akhirnya setelah tahu isi dari pemeriksaan itu kaget dia,
kesal dan marah gitu. Kenapa kok nama saya disebut berkali-kali gitu.
Nah, itu termasuk juga ee apa namanya?
Iya. Gerilnya dari Budi Ari gitu.
Iya. Nah, dia juga ke kalangan politikus kan juga. Heeh. Tapi sebelum itu ya, sebelum tadi kesal itu
ee ada ini ya, ada Kristian ya ee cerita ya memang ee bisa enggak nih saya bersaksi di sidang
Budi pengin bersaksi nih karena memang setelah apa
setelah namanya di disebutlah oleh para terdakwa ini saat diperiksa gitu kan
ada eh selain kekesalahan tadi ya ada apa namanya itu bisa enggak ee
keinginan untuk menjelaskan gitu. Tapi kalau saksi kan cuma dua,
saksi meringankan atau memberatkan?
Enggak mungkin saksi untuk dirinya sendiri kan.
Iya. Dan dua-dua ini memang
enggak
enggak layak enggak enggak pas ya.
Enggak enggak berbahaya juga gitu juga
enggak sempat ditawarkan sebenarnya Bang sama Kristian.
Tapi dia akhirnya itu tidak terjadi gitu.
Tapi yang
yang tadi soal politikus tadi itu juga menarik ya. Dan kita mengetah meyakini bahwa banyak politikus yang dihubungin ya oleh
Iya betul. Salah satunya ada anggota DPR lah, teman kita juga yang he
ya curhatlah gitu kan.
Nah, dalam kasus ini ada lagi satu peran yang ee cukup sentral dan ini juga kemarin disebut berkali-kali yaitu
ee dia ini masih 30-an ya umurnya ya. Iya. Ya. Adik Kismanto alias Valen
pada 2 24 atau 2023
direkrut menjadi lolos menjadi tenaga ahli di Kementerian Komdigi ketika Budi Ari menjadi Menteri Kominfo.
Heeh.
Padahal dia hanya lulusan sekolah menengah kejuruan.
Kejuruan. Sekolah menengah kejuruan.
Sementara ee seleksinya itu adalah untuk sarjana tapi dia tetap tetap lolos. Nah, bagaimana peran Adik Kismanto ini? Sebenarnya
sebenarnya ada yang menarik, Bang, dari proses rekrutmen Adi Kismanto ini.
Oke. Gimana?
Jadi, Adik Kismanto ini dikenalkan oleh Toni.
Toni lagi? Iya, Toni lagi. Karena dulu
anak buah Iya, anak buah bawahan.
Oke. Tim digital ya, digital dulu ya. Nah, proses rekrutmennya ini sebenarnya memang pada saat itu ee Kominfo ya, Mas Kominfo dulu memang lagi membutuhkan tenaga untuk apa namanya
pemblokiran konten negatif termasuk situs judi online. Saat itu Tony bersama dengan Adi datang ke ruangannya Pak Menteri di lantai 7 ya waktu itu ya. He.
Nah, dikenalkan di situlah. Nah, pada saat itu juga
berarti sebelum seleksi sudah bertemu tuh e Adik Kismanto dengan Budi Ari. Jadi Budi Ari itu meminta ke ee ke Toni untuk mencarikan, “Long dong carikan hacker gitu yang jago untuk blokir-blokir gitu.” Akhirnya karena punya latar belakang bahwa
ee Adi ini kenal dengan Toni, akhirnya dikenalkanlah si Adi ini ke Budi Ari.
He heeh heh he he.
Nah, dari situ Adi sempat ee mempresentasikan kebolehannya gitu, Bang.
Oke. Itu yang aplikasi aplikasiin. Iya. di lantai 7 ruangannya kala itu ya.
Iya.
Nah, dia akhirnya setelah melihat kebolehannya terpesona
terpesona lah Budi Ari meminta untuk ke bagian SDM untuk rekrut lah gitu.
Terpesona ini tu
sebenarnya tetik juga Bang terpesonanya.
Karena sebenarnya ada sumber lain menyatakan bahwa aplikasi Kandestina itu sebenarnya enggak bagus-bagus. Apa?
Iya. biasa-biasa aja gitu. Bahkan tidak lebih canggih dari aplikasi yang sudah dipunyain kom. Kenapa terpukau gitu? Ee kita apa yang sumber kita cerita gitu ya,
itu cuman 10 menit persentasinya gitu saat saat selesaiin. Oke,
jadi masukin. Nah, gitu.
Hanya sebentar ya. Tapi kenapa dia juga menjadi sentral dalam kasus ini? Sebenarnya selain dia juga kan mengumpulkan alatnya itu mengumpulkan ee menyaring ribuan situs judi juga kan untuk diseleksi juga, Bang, gitu. Nah, salah satunya adalah dia mengenalkan Alwin Kimas.
Jabarti Kiemas.
Heeh. Alwin dan Agus. Tapi ini bukan foto Agus ya. Iya. Iya.
Gitu. Apa peran Alwin dan Agus dalam kasus ini?
Kalau Alwin ini sebenarnya berawal dari enggak langsung ke Adi ya, Bang.
He.
Jadi Alwin ini berawal dari pertemuan dengan seorang kenalannya di sebelah di sebuah klub malam namanya Jonathan.
Hm.
Nah, pada saat pertemuan itu Alwin ini bercerita bahwa dia sering berkomunikasi dengan pegawai Om Digi gitu. He.
Setelah itu Jonathan yang ditemui Alwin itu blak-blakan bahwa dia sedang menjaga situs judi. Dia
sudah
I dia punya Iya. Langsung langsung menyebut.
Akhirnya di situ ada penawaran lah kira-kira mau enggak bantu kerja sama Alwin gitu. Alwin yang
iya
menawarkan menawarkan Jonathan yang menawarkan ke Alwin. Akhirnya Alwin ee mencoba untuk menghubungi
he
orang yang ada di internal
Komigi itu di Komigi dipertemukanlah dengan dikenalkanlah dengan Fahri
Fahri Zulfikar. Dia ini terdakwa
juga
dari kluster KOMDI. He
heeh. Bicara soal kluster Kor ini kan di tulisan kita nih kan kita menyebut bahwa ada lima kluster.
Mungkin Kori bisa jelaskan lima klusternya apa saja sih sebenarnya?
Lima kluster ini yang pertama ada kluster koordinator Bang.
Koordinator ya? Koordinator di dalamnya siapa?
Di dalamnya ada
Toni.
Toni tadi ya Zulkoni Alwin Kimas Kimas Kiemas. Terus ada Adi Kismanto.
Adik Kismanto
dan Agus Muhrijan Ales Agus.
Muhrijan Ales Agus. Kemudian yang kedua ada
kluster
kluster pegawai komit jumlahnya se
ada seilan orang
di dalamnya ada denenden dan kawan-kawan. Kluster berikutnya berikutnya ada kluster agen.
Oke. Agen ya.
Ag ini yang disebut bisa disebut juga sebagai marketing ya, Bang. Jadi yang menghubungkan antara
ee si pemilik situs judi dan pegawai KOMDigi gitu. Kemudian ada penyotor uangnya. Iya. Penyetor uang ini dari yang disebut sebagai pemilik situsnya.
Kemudian yang terakhir itu
ee kluster penampung uangnya, Bang.
Iya.
Itu
ee penampung uang dalam hal ini pengepul ya, pengepul uang gitu ya.
Tapi sekali lagi yang menarik ya, Kor ya, ini kan
ee masih pengelola situs kejil kecil-kecil gitu. Iya. Sementara yang situs bandarnya yang apa pemilik pengelola bandar yang besar itu tidak juga
ee terungkap. Tapi memang kita ketemu enggak sih waktu itu apa sih kenapa polisi enggak juga memeriksa yang lebih besar gitu?
Nah, itu dia, Bang. Sebenarnya ada beberapa nama DPO juga ya, Bang, yang disebut sebagai bandar utama gitu.
Oh, ada ya DPO, ya?
Ada empat.
Iya, ada empat.
Ada empat DPO. Satu lagi satu
salah satunya
inisial ya. Ini inisial
AJ
J. J
J terus termasuk yang Jonathan tadi yang bertemu dengan Alwin itu juga DPO
DPO ya.
Terus ada inisial C dan inisial F.
Inisial C dan F.
Dan ini
apakah membuka tabir? Belum tahu juga gitu.
Belum tahu juga
bahwa ee yang disebut ee apa ada yang di terdakwa sekarang itu
itu pun juga
masih ini ya simpang siur perannya. Salah satunya itu mungkin
ee Kori dapat cerita kemarin ya soal Ana ya.
Ana ya.
Ana itu peran dia adalah
Ana ini sebenarnya istri dari J yang
DPO itu.
DPO itu, Bang. Heeh.
Jadi dia menjadi tersangka ya.
Iya. Menjadi tersangka
dan terdakwa sudah belum terdakwa.
Terdakwa juga
sudah berjalan juga.
Iya. Dia dianggap sebagai inilah apa namanya? Pemilik situs judi lah. Cuma ee kita dapat informasi pengakuan bahwa dia tuh tidak tidak bukan pemiliklah. dia hanya
Iya. Kenapa? Kenapa begitu, Teman-teman? Ini kan bukan pertama kali ya kita sekali lagi menulis kasus judi online kan. Ini mungkin yang keempat ya.
Iya, Teman-teman ya. Yang pertama kan kita menulis soal yang ee MR T. Mis
T I
I kan MR T BM
BPP yang menyebut ada MIS T sebagai bander judi online besar gitu kan. Dan kita mewawancarai salah seorang di antaranya itu e Jerry Hermawan L
ya kan. Yang kedua kita membuat liputan soal ee kasus pertama kasus ketika pertama kali ramai November ditungkap ya yang tadi lewat Sultan menang segala macam yang juga ada ee
liputannya waswas slot itu covernya itu gitu waktu ini waktu ada apa kantor galaksi kantornya Adi Kismanto di Galaksi
yang keempat
itu yang kemarin kita juga follow up judi Kamboja itu kita juga memaparkan banyak pengusaha-pengusaha Indonesia termasuk juga politikus Indonesia yang diduga menjadi dalam ee kasus judi online. Nah,
sebenarnya dari yang kemudian inilah dia yang ee ee kemarin gitu. Nah, dari ini kan sebenarnya terlihat
i kan bahwa
ada pemain yang besar,
ada pemain menengah, ada pemain kecil.
Masalahnya adalah pemain besarnya sepertinya belum tersentuh
gitu. Nah, ee kalau dari ee teman-teman ini kan juga ee polisi sekarang ee alih-alih mencari ee tersangka baru,
tapi mereka mengembangkan kasus ini dengan menjerat para terdakwa yang kasus KOMDIK ini dengan pasal korupsi.
Iya, korupsi
gitu. Nah, itu yang terjerat. Apakah semuanya hanya atau pegawai Kemdigi saja? Sebenarnya masih masih penyelidikan ya, Bang. Soal itu, Bang.
Oh, masih selidik selidik ya. SPDP-nya itu baru keluar tanggal 18 Juni itu
baru kemarin
khusus yang tipikor ya tindak pidana korupsi
itu diperiksanya di yang
di resmsus direktorat resminal khusus ya Polda Metro
kalau yang judinya kan di direktor Krimum Polda Metro tapi di Bares Krim
tak hanya di Krimsus Polda Metro ya di
ee Kortas Tipore ya sekarang namanya
i
korps pemberantasan tindak pem perantasan korupsi gitu ya
itu juga lagi diperiksa menteri budi kan diperiksa di bares krim salah satunya di
dipikor yaikor yang sekarang
yang di Polda Metro.
Nah, kalau itu masih belum
clear ya, Bang. Karena sempat
mengontak ee wakil Kortas Tipikor juga
dia enggak tidak membantah sih sebenarnya soal itu. Dia hanya menunjukkan mana ee menunjukkan link berita tempoh soal kasus pemeriksaan budi itu. Yang ini kata dia.
Iya. Tapi yang menarik adalah ee kita sudah berupaya ya sudah berupaya mewawancarai ee Menteri Budi termasuk ke rumah dinasnya yang baru kan sekarang di Jalan Denpasar ya ee dia sebagai menteri koperasi gitu
dan ee dia belum respon ya Kori ya cerita yang ke rumahnya kemarin ya
belum sebenarnya perjalanannya sampai akhirnya ketemu di rumahnya dia tuh agak panjang juga
awalnya dia enggak tahu awalnya enggak tahu rumah dinasnya di situ. Ee saya datangin rumah dinas yang Widya Candra dulu yang dulu waktu dia iya. Kemudian ee security bilang penjaganya itu sudah pindah. Emang dulu Pak Budi di sini Pak Budi menjadi info tapi dia pindah di Jalan Denpasar. Akhirnya
saya datangin lah Jalan sebenarnya kan enggak terlalu jauh ya. sama-sama Jakarta Selatan lah
yang sekarang tuh dekat dengan kantor menteri budi sekarang di koperasi dekat situ. Nah, terus
pas di situ sebenarnya sempat ketemu dengan penjaganya ada keperluan apa nanya segala macam lah.
Saya jelaskan dari majalah Tempo ingin bertemu dengan Pak Budi.
Dia awalnya minta saya nunggu katanya mau komunikasi dengan ment
ada di rumah. Mobilnya pun ada mobilnya
mobil dinasnya ada. di rumah.
Akhirnya dia berkomunikasi dengan ajudannya karena ajudan enggak ada. Datang
udah Ricky dulu dulu
baru kemudian baru datang di situ. Kita nunggu sampai kita pesan makan juga ya. Pesan makan segala macam nunggu. Ternyata sampai jam berapa Mas semalam waktu itu?
Sampai jam 09.00 malam
dan akhirnya ajudannya keluar bilang Bapak tidak mau persedia diwawancara. Akhirnya itu sih
gitu ya. itu perlu apa ya karena itu dari liputan pertama pun dulu
dia agak tidak mau kita wawancarai karena apa? Karena penting ya ee Pak Menteri Budi termasuk menjelaskan ya dengan dia ee menjelaskan ke kita ee kenapa dan apa sebenarnya perannya h
walaupun di berbagai kesempatan ee Menteri Budi sudah bilang ya bahwa
Heeh. ee Tuhan tidak tidur gitu ya. Kan ada tuh waktu
dan tuduhan ini merusak harkat dan martabatnya sebagai
Iya. Fitnah dan narasi ini gitu. Apagi nama juga akhirnya terseret-seret kan organisasi pendukung Presiden Jokowi dulu itu.
Oke, Teman-teman ini kita ee sudah kupas nih yang soal judi online edisi keempat berarti ya laporan kita ya
dan kita apakah kita tidak tahu apakah ada edisi kelima kita menunggu aksi dari polisi untuk melanjutkan kasus. Betul. Karena kita perlu ya nunggu aksi dari polisi karena
dari hasil penelusuran kita nih, Bang. Ya, jadi
memang ada yang park yang terputus ya.
Nah, karena ini kan ada operator, ada agen kayak Alwin dan
Agus itu ee bahasanya itu marketing dari bandara Judi Online.
Ini ada Diki Sumanto,
ini ada pegawai-pegawai KOMDigi lain yang sekarang
ee terdakwa. Iya. Nah, di sini ada nama-nama seperti Menteri Budi, Toni gitu. Heh.
Aslinya sumber uang ini gitu, sumber situs ini yang
asal ini kita belum tahu nih. Tahu konglomuratnya ya. Kongamerat pemilik. Kenapa? Karena masih berjalan. Masih ber
iya seperti Kohling gitu, Al Salim kita belum tahu ya identitas siapa misteri ya. Bahkan dalam kesaksian di polisi,
Alin dan Agus pun juga
ee terhubung dengan orang lain gitu. Kayak tadi berhenti di situ.
Iya, berhenti kayak tadi Kori cerita ada nama Jonathan,
ada nama
di DPO itu J gitu yang suami dari Ana.
Tapi itu juga masih level kalau menurutku Pep ya masih level menengah Pep ya. Konglomrata ini belum tersentuh juga gitu. Kenapa? Karena masih banyak sampai hari ini sampai detik ini bahkan
itu situs judi masih beroperasi saja masih ada saja orangnya perputaran uangnya juga kan kabarnya meningkat tuh Bang
makin meningkat kan bukannya ahli-ahli menurun
gitu
makanya salah satu yang ee kita ketemu dengan Kristian gitu kosokum dari Toni ini bandarnya belum
oh iya dan para pengacara sebenarnya mereka pengacara ini kan juga tersah ya
iya betul
ini kan mereka ini hanya operator tingkat bawah bawah
maunya polisi nangkap dong Masuk ke, Bang, kan harus ada pemberinya siapa gitu.
I ketika ada ketika kita bicara suap, gratifikasi, pemberi suapnya kan harus ada gitu kan dalam hal ini.
Harus ada.
Oke, Kawan-kawan. Ee mudah-mudahan nanti kita dapat informasi yang lebih tajam lagi. Kita akan buat lagi, kita akan kupas lagi ee liputan judi online karena memang ee sekali lagi judi online ini sudah cukup memprihatinkan ya. banyak sekali orang-orang ee masyarakat tingkat bawah segala macam yang menjadi korban judi online gitu yang ee seolah ceritanya tidak pernah putus.
Ada cerita korban, ada cerita dan ee ini akan terakhir itu bahkan ee di tingkat ee selebritas juga suaminya ada yang kena judi online segala macam. Artinya memang tidak mengenal batas dan kasta lah. Jadi orang semua
ee bermain judalan. Oke ya, ee kita nanti ketemu lagi di pekan berikutnya. Kita akan kupas lagi kasus yang lain dan lebih menarik lagi untuk membaca. Terima kasih ya, kawan-kawan. Oke, sip. Aku duluan ya.
Yuk. [Musik]
Baca Majalah Tempo terbaru: https://www.tempo.co/mingguan
Untuk berlangganan Tempo, klik di sini: https://s.id/enakdibaca
Majalah versi cetak di sini:
https://linktr.ee/berlangganantempo
TEMPO.CO – Nama Budi Arie Setiadi berkali-kali muncul di pemeriksaan hingga persidangan para terdakwa kasus beking judi online Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kini Kementerian Komunikasi dan Digital. Ia diduga menerima uang dari pengelola situs judi. Mantan Menteri Kominfo itu juga pernah membahas situs judi online dengan seorang terdakwa.
Official Website: https://www.tempo.co
Dukung Channel YouTube TEMPO dengan join membership Pendukung TEMPO.
Klik: https://www.youtube.com/channel/UC3QRoNY-nYDTNSv-1dR0P-g/join