TERNYATA DISEMBUNYIKAN DARI DUNIA! Fakta Kehancuran Israel Setelah Diguncang Rudal Balistik Iran

[Musik] Hisor histor Wow. Wow. Satu persatu fakta terkuak. Dan kini Netanyahu tidak akan lagi punya nyali untuk mengakui superioritasnya. Mundur ke peristiwa hari-hari perang bersama Iran, Zionis kerap menyembunyikan jumlah korban, rincian kerusakan hingga dampak luas serangan. Tetapi publik juga tak lupa bahwa ada penyensoran media yang ketat di sana. Karena itu di sinilah kita berada melihat bukti baru bermunculan dan akhirnya paham bahwa sesuatu telah ditutupi. Apa saja dan bagaimana itu terjadi selengkapnya dalam pembahasan berikut. 3.000an korban termasuk tentara IDF. Ingatkah kalian saat rudal Iran menghantam Berseba di menit terakhir sebelum gencatan senjata? Dapat dikatakan bahwa momen tersebut menjadi saat menentukan sebab klaim kemenangan Israel setelahnya dapat dibantah dengan mudah. Winet News merilis empat korban tewas dalam serangan yang terdiri dari prajurit IDF koperal Ean Zaks yang sedang berlatih sebagai pejuang di unit multidimensi dan tiga lainnya merupakan penduduk sipil. Kemudian pada hari Senin, surat kabar Israel Maarif melaporkan pembaharuan dalam perang 12 hari menyebut adanya peningkatan signifikan dalam jumlah korban jiwa dan pengungsian akibat serangan rudal Iran selama perang. Pertama yang harus dipahami adalah serangan terkoordinasi itu mengakibatkan kerusakan besar di seluruh Israel. Berdasarkan angka yang dirilis Kementerian Kesehatan Israel, sekitar 3.345 warga terluka dan menerima perawatan medis selama konflik. Di antara mereka, 23 orang masih dalam kondisi kritis, sedang 29 orang meninggal dunia. Artinya, jumlah korban meninggal dapat bertambah sewaktu-waktu. Kemudian yang kedua, dampak psikologis parah juga dilaporkan. Menguatkan fakta bahwa mental warga Iran lebih siap untuk merayakan kemenangan ketimbang musuhnya di seberang. Ketiga, perang memaksa evakuasi 11.070 warga yang dipindahkan ke 97 pusat penerimaan. Bahkan ribuan lainnya masih tinggal di tempat penampungan sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan. Video rudal hantam gedung apartemen. Serangan ke Berseba tidak hanya terjadi sekali. Sebelumnya rudal balistik yang diluncurkan dari Iran menghantam kawasan permukiman padat di selatan Israel itu 4 hari sebelum gencatan senjata. Rekaman baru yang diterbitkan hari Selasa menunjukkan ledakan dahsyat hingga radius ratusan kilometer. Adapun rekaman yang beredar di media sosial, tampak bola api besar menyelimuti lantai dasar apartemen sesaat setelah Rudal Teheran beraksi. Untuk kalian ketahui, ini adalah rekaman yang telah disensor oleh IDF. Meskipun tidak ada korban jiwa, serangan tersebut menyebabkan kerusakan properti yang parah dan memaksa puluhan keluarga mengungsi dari rumah mereka. Salah seorang yang dimintai keterangan berkata, “Hanya pernah melihat kejadian semacam ini lewat televisi. Namun saat menghantam rumah Anda sendiri, Anda akan hancur berkeping-keping,” kata Yogev Bodvika melansir Renet News. Dalam rekaman video yang baru terungkap itu, rudal yang diluncurkan dari Iran menghantam tempat parkir perumahan di lingkungan Berseba pada dini hari tanggal 20 Juni pukul. Pagi. Dalam kasus ini, tujuh orang mengalami luka ringan. Meskipun rudal mendarat hanya beberapa meter dari bangunan perumahan. Kini gedung apartemen yang dimaksud tak lagi layak huni dengan puing-puing berserakan di jalan. IDF sendiri mengakui bahwa sistem pertahanan mereka gagal mencegat rudal dari Iran saat itu. Warga Israel terancam kontaminasi zat berbahaya. Selain kerusakan dan jatuhnya korban, mereka yang bertahan pasca perang juga harus berhadapan dengan kontaminasi zat berbahaya. Bagaimana tidak emisi benzena yang 100 kali lebih tinggi dari biasanya diukur di sekitar kompleks kilang minyak Bazan Israel Utara. Kondisi ini didapati setelah pemantauan rutin yang dilakukan pihak berwenang pada Minggu 29 Juni di Haifa saat kilang kembali beroperasi sebagian. Sebelumnya terdapat kerusakan pada jaringan pipa dan jalur transmisi akibat serangan rudal Iran yang juga menewaskan tiga pekerja. Asosiasi Perlindungan Lingkungan Kota Teluk Haifa menemukan angka pembacaan tinggi di stasiun pemantauan yang dikelolanya. Salah satunya di pagar Bazan dan sisanya pada sebuah sekolah menengah atas di kota terdekat yakni Kiryat Atta. Mengutip The Time of Israel, emisi benzena yang tinggi disebabkan oleh operasi restorasi di fasilitas yang rusak akibat serangan. Alhasil, sejumlah pejabat memandang kondisi tersebut sebagai kejadian tak biasa dan sangat serius. Sebenarnya warga dan sejumlah aktivis lingkungan telah mendesak agar kompleks bazan ditutup. Mengingat material yang dihasilkan dapat menimbulkan bencana termasuk mempengaruhi kesehatan. Apalagi perusahaan yang dimaksud telah berulang kali didendam melanggar izin pencemaran udara. Karena itu serangan terhadap Bazan seolah memfokuskan kembali perhatian pada seruan untuk menutup kompleks tersebut. [Musik] Enam laboratorium penting hancur di rudal. Hal besar lainnya yang terungkap pasca gencatan senjata adalah laboratorium penelitian Israel hancur tak tersisa akibat hantaman rudal Iran. Alhasil, serangan yang berlangsung pada tanggal 19 Juni mengakibatkan projek yang digarap selama bertahun-tahun hancur dan sia-sia mengacu ke berbagai projek penelitian di bidang kedokteran dan biologi. Berdasarkan pembaharuan lembaga pendidikan yang diteruskan The Time of Israel, enam laboratorium penelitian Universitas Ben Gurion hancur dan lainnya rusak akibat dampak rudal Iran yang menghantam kampus pusat medis Universitas Soroka. Ruang kelas, laboratorium pengajaran, dan ruang bedah Fakultas Ilmu Kesehatan juga terkena dampak yang signifikan bersama dengan 30 gedung di kampus Keluarga Marcus Utama. Pihak kampus yang masih melakukan penilaian memperkirakan biaya akan mencapai puluhan bahkan mungkin ratusan juta shakel untuk pemulihan. Rumah dari 50 anggota fakultas atau staf dan 48 mahasiswa juga rusak dengan masing-masing 25 dan 41 orang harus dievakuasi. Selain itu, empat keluarga dari kota yang rumahnya rusak ditampung di fasilitas asrama mahasiswa bersama dengan beberapa karyawan yang dievakuasi. Sensor media di Israel. Rekaman hantaman rudal atau serbuan drone di Israel berseliweran selama perang. Namun informasi yang kita dapat dari para pejabat tak lebih dari kerugian paling minim untuk dilaporkan. Klaim Iran yang optimis pun seringkiali dipatahkan dengan argumen yang diteruskan media setempat. Tapi siapa sangka apa yang ditampilkan media Israel pada akhirnya terbantahkan sendiri selama beberapa waktu belakangan. Bukan tanpa alasan, pasalnya kita tahu betul bagaimana Israel begitu ketat memberlakukan sensor media. Sehingga wajar jika informasi yang ada selama ini membuat masyarakat internasional tak puas. Untuk selanjutnya cenderung memperbaharui informasi demi data yang lebih akurat. Sensor media oleh rezim pada dasarnya bukan hal baru. Mereka bisa memilih jurnalis dan media luar negeri yang dinilai pantas meliput dari sana. Media asal Qatar, Aljazirah misalnya tak mendapat izin selama perang Israel Iran dan hanya bisa meliput dari Yordania. Sejak Mei 2024, pemerintah Israel telah melarang Aljazirah meliput dari wilayahnya. Kemudian yang lainnya, harian liberal Israel Haaretsz telah diberi sanksi sejak November karena liputan yang dianggap kritis. Menurut data Federasi jurnalis internasional, Israel telah menghabisi sedikitnya 164 jurnalis di Gaza sejak 7 Oktober 2023. Jumlah jurnalis yang gugur juga lebih banyak lagi di Lebanon tepi barat yang diduduki dan kini di Iran. Bukti baru yang terkuak membuktikan bahwa klaim kemenangan Israel dalam perang melawan Iran tak lebih dari sekadar omong kosong. Ribuan korban tercatat, kerusakan tak sedikit dilaporkan dan kehidupan sehari-hari penduduk tak lagi sama pasca gencatan senjata. membuktikan bahwa Israel tak baik-baik saja selama ini.

Satu per satu fakta terkuak, dan kini Netanyahu tidak akan lagi punya nyali untuk mengakui superioritasnya. Mundur ke peristiwa hari-hari perang bersama Iran, zionis kerap menyembunyikan jumlah korban, rincian kerusakan, hingga dampak luas serangan. Tetapi publik juga tak lupa bahwa ada penyensoran media yang ketat di sana. Karena itu di sinilah kita berada, melihat bukti baru bermunculan dan akhirnya paham bahwa sesuatu telah ditutupi. Apa saja dan bagaimana itu terjadi? Selengkapnya dalam pembahasan berikut!

Disclaimer: gambar, ataupun video yang ada di Channel ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami di sini

For copyright matters please contact us at: dfsosmed@gmail.com