TERSUNGKUR!! SOENARKO DISKAKMAT PEMUDA PEMBERANI & IYYAS SUBIAKTO | WARGA BALI TOLAK PEMAKZULAN?
[Musik] [Tepuk tangan] [Musik] Halo semuanya, balik lagi sehat terus dan lancar juga kegiatannya dan lancar juga rezekinya. Amin. Nah, kali ini masih mengenai upaya pemakzulan Gibran, Teman-teman. Jadi, upaya ini terus digaungkan oleh orang-orang yang memang tentu saja kontra terhadap Mas Gibran. Yang muncul di permukaan adalah Purnawirawan TNI, kemudian ada Roy Suryo CS. Ini Roy Suryo CS ikut-ikutan aja ya, Teman-teman. Yang diserang adalah tentu saja Mas Gibran. Kemudian kalau Surio CS adalah Pak Jokowi. Yang selalu jadi pertanyaan, apakah mereka lupa ya bahwa Mas Gibran itu dipilih oleh mayoritas masyarakat Indonesia? 58% loh. Jauh sekali itu persenannya dibanding dengan paslon-paslon lain ketika pemilu kemarin. Teman-teman, kali ini kita akan melihat bagaimana ee salah satu pun TNI berbicara ya mengenai Mas Gibran yang intinya memang ingin memakzulkan dengan alasan-alasan yang menurut dia itu benar. yang berbicaranya adalah Pak Sunarko. Kemudian ada respon dari seorang pemuda relawan Mas Gibran yang dijuluki Pangeran Mangkubumi membalas apa-apa yang dikatakan oleh Pak Sunarko ini. Selain itu, kita juga akan melihat respon dari Pak Yesubiakto kemudian seorang dosen. Dan yang tak kalah menarik, kita akan melihat bagaimana warga Bali menyambut Mas Gibran, Teman-teman. Yang di mana Bali itu kan basisnya tahu sendiri, moncong white, moncong putih. Tapi ketika melihat Mas Ibran di sana, wah penyambutannya sangat luar biasa. Nah, kita langsung saja lihat videonya. Kompetensi atau intelektualitasnya Gibran ini sangatsangat enggak memenuhi standar sebagai seorang pemimpin pemimpin ditingkat sebagai wakil presiden. Itu kita bisa lihat dari mulai kampanye sampai dia menjabat sekarang. Wakil presiden itu harus mengetahui semua apa yang dikerjakan oleh Presiden. Ya, kalau saya katakan ini plangak-plongok. Enggak pantas jadi wakil presiden yang mau
memimpin bangsa sebesar Indonesia yang hampir 300 juta penduduknya. Ini
tentu ini bisa membahayakan kalau kita bicara pada konteks keutuhan sebagai sebuah bangsa. Apakah memang ada praktik politik Davide Eimpera, praktik politik pecah belah, praktik politik adu yang sedang dilakukan oleh mereka-mereka yang punya kepentingan untuk mengganggu pemerintahan Prabog Gibran. Saya tidak ingin juga kemudian kalau saya tadi mendengar apa yang disampaikan oleh Ayahanda Sunarko bahwa kekhawatiran Pak Prabowo ini sebagai presiden ketika berhalangan hadir dan lain sebagainya ini membuat kondisi bangsa seolah-olah akan hancur lebur gitu. Ini kan sebuah kesesatan, narasi yang membuat kita sebagai sebuah bangsa merasa pesimistik. Kalau tadi dikatakan bahwa ayahanda Sunarko dan juga teman-temannya ini memiliki kemauan, keinginan untuk menjaga Presiden Prabowo, menjaga bangsa dan negara, pertanyaannya adalah apakah karena saya duduk di tempat ini berseberangan dengan ayahanda kemudian saya tidak memiliki hak untuk menjaga Presiden Prabo Subianto? Apakah nelayan yang ada di Aceh sana, nelayan yang ada di Papua sana tidak memiliki hak? Apakah hak itu hanya dimiliki oleh ayahanda bersama teman-temannya? Yang kedua, kalau kita bicara aspek legal formal jelas sudah selesai. Dari sejak pencalonan sampai dengan hari ini kita sudah ee mengakui bahwa pemerintahan Prabowo Gibran memiliki legitimasi yang kuat
sah.
Dengan 58% kemenangan, 96 juta lebih masyarakat Indonesia masuk ke bilik suara memilih pasangan Prabog Gibran. Kalau dikatakan bahwa kami ini tidak mungkin mengkhianati negara, karena kami lahir sebagai abdi negara, mewakafkan diri kami untuk menjaga keamanan dan pertahanan republik ini. Apakah nasionalisme itu hanya dimiliki oleh ayahanda dan teman-temannya? Jadi dapat saya pastikan bahwa nasionalisme saya, patriotisme saya bersama dengan teman-teman lain yang menolak usulan pemakzulan ini, ini semua merah putih. Bang Karni tidak ada dalam benak kami hasrat dan keinginan untuk melakukan pengkhianatan, pengerusakan terhadap bangsa yang sudah kita bangun bersama. Memang negara ini dari mulai merdeka sampai sekarang beres-beres amat gitu. Jadi kalau kita mau bicara soal kebenaran di sini ini ya jauh panggang dari api sebenarnya dari segi penegakan hukum segala macam yang merasakan itu masyarakat sebenarnya.
Iya. Jadi enggak usah sok tampil sebagai pahlawan seolah-olah ee lebih baik dari yang lain-lain sehingga dituntutlah Gibran yang dianggap tidak mampu dan sebagainya itu. Nah, ketidakmampuan itu mau diukur dari mana? Ya kan? Dari usia, dari pengalaman, dari wawasan, dari edukasi dan sebagainya. saya kita enggak tahu parameternya dari mana gitu. Tapi yang pasti sebagai wakil presiden, dia tidak bisa diturunkan sendiri terus presidennya ditinggalkan di sana gitu. Karena itu kan satu paket,
satu paket. Sudah berapa kali dibahas orang-orang yang tahu hukum, tahu tata negara dan sebagainya kan pilih karena ada Gibran, ada Pak Prabowo kan gitu. Nah, sekarang kok mau dicopot di tengah jalan. Terus pertanyaannya kalau dicopot terus mau diganti siapa gitu? Pak Prabowo dibiarkan sendiri gitu. Jadi yang yang perlu diingat, kita harus ingat ya, Gibran itu tidak membuat keputusan apapun di dalam pemerintahan. Karena wakil presiden memang dia di bawah kontrol presiden juga itu secara kegiatan, keputusan-keputusan dia harus lapor kepada presiden. Seperti yang sampaikan Pak Jokowi, Gibran itu tidak bisa membuat keputusan apa-apa. Terus yang ditakuti apa? Walaupun kita tahu sebenarnya ya yang ditakuti justru masa depan Gibran gitu kan. Karena anak ini anak yang punya potensi sehingga ada orang yang mengkhawatirkan dia. Ada beberapa analisa kok ada pergerakan-pergerakan yang dibiayai oleh ee ee apa nih pejabat yang selevel dia, seumuran dengan dia. Ya, kita tahulah siapa yang bernafsu di situ, gitu.
Tapi itu enggak perlu kita bahas sekarang toh nanti pasar yang menentukan. Nah, jadi saya cuma ingatkan Bapak-bapak yang terhormat yang mulia Panapurwirawan ini enggak usah cari panggung yang yang lucu-luculah. Orang sekarang ini sudah bisa ngebaca. Atas nama semua Purnaiwirawan pun jumlahnya cuma 500 ee ribuan gitu kan Purnawirawan ini. Nah, itu sama dengan 12% dari pemilihnya Pak Prabowo Gibran gitu. Terus kalau dibanding lagi jumlah dengan dengan rakyat Indonesia yang 284 juta itu cuma 0,17%. Sekali sekali lagi kita bukan soal mengecilkan karena di sana ada juga orang-orang yang berjasa, orang-orang yang tahu bagaimana menjaga negara ini gitu.
Tapi tiba-tiba menongol orang-orang yang kita juga enggak kenal gitu. Jadi para orang yang kesal-kesal ini kok jadi seperti mengganggu kestabilan politik, kestabilan masyarakat, isu-isu yang lain. Ini medsos sekarang ini kan yang sudah selalu kita bahas bahwa kita angop ada di Jakarta sudah sampai ke Papua.
Iya, memang isunya itu tidak jauh dari Pak Jokowi, kemudian Mas Gibran. Dulu kan ee isu ijazah sempat ramai dulu. Kemudian disusul dengan isu yang memang menyerang Mas Gibran. Kemudian ijazah lagi Pak Jokowi balik lagi ke Gibran. Ini upaya pemajulan di-up lagi, diprame lagi ya oleh oknum-oknum yang ingin memakzulkan, Teman-teman. Dan tentu saja banyak yang menolaknya apalagi masyarakat-masyarakat yang memang memilih ee Mas Kibran, ya. Memilih Pak Prabowo sebagai presiden dan Mas Kibran sebagai wakilnya. Bang Silvester pun ikut memberikan respon terhadap apa yang dilakukan oleh Purnawirawan TNI. Teman-teman, dia menyebut bahwa Forum Purnawirawan adalah manusia konyol karena mau duduki MPR desak pemakjulan Gibran. Ketika upaya pemajulan Mas Kibran itu terus digaungkan oleh segelintir orang, di sisi yang lain, Mas Kibran ini santai ya melakukan pekerjaannya sebagaimana pekerjaan yang dilakukan oleh Wakil Presiden ketika ada undangan menghadiri ya dan yang baru-baru ini Mas Kiman itu menghadiri sebuah undangan, sebuah acara ya di Bali teman-teman dan sambutannya itu luar biasa. Ini acaranya masih jam . nanti ya, Pak Gubernur ya. Tapi sudah ramai sekali. [Musik] Terima kasih sekali Pak. [Musik] Mungkin banyak yang menyangka ya ketika Mas Swapres datang ke sana tidak akan ada yang peduli. Tapi nyatanya teman-teman kita bisa lihat sendiri seperti apa. Penuh di sini ya. Banyak orang yang menonton Mas Gibran di sini. Apalagi di sini Mas Gibran bisa dibilang datang ke kandang Red Bull, Teman-teman. yang memang basisnya moncong putih di Bali itu. Bapak Jokowi Bapak Jokowi, Pak. [Musik] Terima kasih sekali Pak Gubernur, para kepala daerah, Forkopimda semua yang sudah mengundang saya pada acara Pesta Kesenian Bali pada hari ini. Terima kasih. Saya tadi muter-muter ke beberapa UMKM, ke teman-teman pelaku kerajinan, handikraft, dan lain-lain. Ini saya titip pesan ke teman-teman semua ini warga Bali dan warga luar Bali ya di sini ya.
Kebanyakan Bali. Ada yang luar Bali. Yang dari luar Bali mana? Oh, banyak juga. Memang politik bisa saja berbeda dan demikian keras. diterjemahkan. Tetapi politik itu selalu memperlihatkan kejutan-kejutan untuk kita. Mengapa? Oleh karena kejutan salah satunya adalah keramat-tamahan Bali yang
memperlihatkan sikap respek dan hormat. Banyak orang merasa bahwa hadirnya Gibran di Bali itu pasti tidak ada seorang pun yang mau menyambutnya. mungkin juga ia akan dicueki oleh para pemimpin daerah di Bali. Tetapi apa yang kita bisa lihat, Gibran di Bali itu mampu menyedot perhatian tidak hanya pada Forkopinda, tetapi masyarakat Bali yang mencintai para pemimpinnya. Dan di Balilah Gibran menemukan jati dirinya kembali sebagai seorang pemimpin dalam arti yang sebenarnya. Ia tidak perlu risau dengan bagaimana elit-elit partai politik khususnya elit PDIP yang terus-menerus menggonggong meneriakkan pandangan-pandangan yang sumir terhadap Gibran. Seolah-olah Gibran itu adalah anak haram demokrasi. Mengapa? Karena realitas di Bali, Gibran mampu memberikan sebuah perspektif lain, penampakan yang lain bahwa ia tetap tenang. Ia menunjukkan jati dirinya sebagai pemimpin amanah hari ini yang mengemban amanah bersama dengan Presiden Prabowo.
Dari sini kita bisa melihat ya di balik riuhnya upaya pemakzulan Gibran, Mas Gibran menanggapinya dengan tenang. Mas Gibran tetap bekerja sebagaimana mestinya ya. sebagai seorang wakil presiden. Nah, itu dia teman-teman untuk informasi kali ini.
TERSUNGKUR!! SOENARKO DISKAKMAT ANAK MUDA PEMBERANI & IYYAS SUBIAKTO | WARGA BALI TOLAK PEMAKZULAN?
#prabowo #gibran #prabowosubianto #gibranrakabuming #gibranrakabumingraka #jokowi #jokowidodo
#megawati #pemilu2024 #politik #beritaprabowo #pdip
#prabowo #youtubernusantara #themamenz
#gibranrakabumingraka #conniebakrie #gibranrakabuming #prabowosubiatno #prabowo #jokowi #jokowidodo #themamzreaction #hastokristiyanto #pdiperjuangan #pdip #banteng #megawati #politik #jokowi #prabowo #pdip #politikindonesia #gibranrakabuming #beritaviral #infoviral #beritapolitikterkini #beritapolitk #beritahariini
Tags:
the mamenz, prabowo, prabowo subianto, presiden prabowo, gibran, gibran rakabuming, gibran rakabuming raka, jokowi, joko widodo, purnawiraan tni, gibran didesak mundur dari wapres, purnawirawan tni desak gibran mundur, jenderal minta wakil presiden dicopot, try sutrisno, tri sutrisno, iyyas subiakto, anies baswedan, berita politik terbaru, viral gibran didesak mundur dari wapres oleh purnawirawan tni, purnawirawan tni minta gibran dicopot, 8 tuntutan purnawirawan tni, amien rais, wiranto, pesan prabowo yang buat purnawirawan gigit jari, roy suryo, norman, opung parbellak, youtuber nusantara, soenarko, iyyas subiakto