Yuta Buronan Kabur dari Sunat dikejar Gunting Sunat Raksasa Emas ๐Ÿ˜ฑ | Sakura School Simulator

Halo teman-teman semuanya, welcome back to Dunia Hara. Hari ini kita mau main game Sakura ya. Ayo ayo dokter, buruan cepat-cepat. Sekarang dokter yang langsung datang ke rumah supaya si Yuta gak bisa kabur lagi. Dia selalu kabur kalau ada sunat. Kali ini enggak bisa kabur. Mio, Yuta di mana? Hah? Kak Sakura. Eh, Kak Yuta bukannya lagi di dapur? Hah? Di dapur? Iya. Oke, baiklah. Emm, siap-siap ya, dokter ya. Ya, aku siap-siap nih. Yuk ta. Yuta. Oh, ada apa kok Sokuro? Yuta, kali ini kamu tidak boleh kabur lagi. Oh, kabur. Kabur kenapa emangnya? Emang Kakak mau ngapain aku? Hem. Baiklah, sekarang saatnya dokter. Sekarang saatnya kita sunat dia. Opo, opo? Sunat. Enggak gak gak mau. Aku enggak mau disunat. Tapi Yuta, kamu kali ini tidak bisa kabur karena dokternya sudah kakak bawa langsung ke sini. Oh, tidak. Aku belum siap, Kak. Aku tidak mau disunat. Nanti kalau disunat aku bisa kesakitan. Aku gak bisa pipis. Bisa, Yuta. Tetap bisa pipis. Enggak. Gak k mau. Sekarang aku sudah ngilu. Aku gak mau disunat. T tolong aku. Tidak apa-apa. Ini cuma sakit sebentar aja kok. Oh, enggak. Katanya sakitnya bisa lama sekali. Aku enggak mau K Sakura. Yuta, jangan kabur. Kamu berhenti, Yuta. Yuta. Oh, Kak Sakura masa suruh berhenti ya? Enggak mungkinlah aku berhenti. Yang benar aja. Ini aja aku sudah ngilu sekali. Oh, tidak. Di mana aku harus bersembunyi? Aku bersembunyi di sini aja lah. Semoga Kak Sakura tidak melihatku. Aku akan sembunyi dulu sampai dokter itu pergi. Kalau dokter tuh enggak pergi, aku enggak akan kembali ke rumah. Ayo cepat pulang, dokter. Wah, si Yuta ini malah kabur. Padahal aku sudah bawa dokter ke rumah, dia malah kabur. Oh, iya iya. Padahal kan cuma sebentar aja kalau disunat. Mana dia? Ke mana ya, dokter? Ih, sepertinya dia sembunyi deh. Gimana kalau kita coba cari di belakang? Mungkin dia sembunyi di belakang rumah. Hah? Ada enggak, ya? Di sini enggak ada. Di sini enggak ada juga. Sepertinya dia enggak mungkin sembunyi di sekitar rumah deh. Mungkin dia pergi main sama temannya. Oh, iya aku tahu. Aku tahu teman-temannya. Oke, baiklah. Kalau gitu aku coba cari di teman-temannya deh. Kita juga cari di sekolahnya. Lalu kita juga cari tempat bermainnya. Wuhu, akhirnya pergi juga. Pergi juga. Oh, Kak Sakura ini bikin aku kaget aja. Bisa-bisanya dia malah bawa dokter ke rumah. Dan dokternya juga masa mau aja sih dibawa ke rumah untuk nyunat aku. Niat banget. Lagian juga tunggu aku siap. Aku bakal sunat sendiri kok. Yang penting sekarang belum sunat. Hh. Di rumah cuma ada Mio. Kan tadi Kak Sakura juga pergi kan. Hah? Ada telepon Kak Sakura. Iya, Kak. Iya, iya. Ah, Kak Sakura dia suruh aku cari Kak Yuta. Oh, tidak, tidak, tidak, tidak. Si Mio malah disuruh Kak Sakura untuk cari aku. Oh, tidak. Mereka sekarang malah cari aku. Aku enggak mau. Untung aja aku belum ketemu sama si Mio tadi. Kak Sakura suruh Mio cari Kak Yuta. Kira-kira Kak Yuta ada di mana ya? Kak Yuta, Kakak, Kakak di mana, Kak? Kak Yuta, Kakak. Eh, ada Baby Hara dan Baby Celin. Baby Hara, Baby Celin. Eh, Kakak Mio. Yuk, kita main-main. Iya, yuk kita main sama-sama, ya. Ah, hari ini kita harus cari Kak Yuta dulu. Eh, cari Kakak Ota ya, Kakak Ota lagi cepunyi ya. Kita main sembunyi-sembunyian, ya. Iya, hari ini kita main sembunyi-sembunyian. Kita harus mencari Kak Yuta. Nanti kalau ketemu Kak Yutanya bakal disunat. Eh, sunat. Junat itu apa, ya? Junat apa ya? Gimana ya cara menjelaskan ke baby-baby ini? Emm, nanti kalian tanya sendiri deh kepada orang tua kalian. Yang penting sekarang siapa yang dilwan ketemu Kak Yuta dia yang menang ya. Eh ya Jin pasti menang. Dak Halo yang menangk nak Cin menang. Yuk kita cari yuk. Kita coba cari di Yumat dulu gimana. Soalnya Kak Yuta kan sering ke Yumat. Kalau dia lapar dia juga bakal ke Yumat. Ayo kita cari Kak Yuta ke Yumat. Waduh waduh waduh waduh. Sepertinya mereka mau menuju ke sini. Oh tidak. Ternyata Yumat bukan tempat yang aman. Ah, si Mio ini tahu aja aku bakal sembunyi di Yumat. Dia memang paling mengerti aku. Lagian kenapa dia enggak bantuin aku sih? Malah bantuin Kak Sakura. Aku telat ketemu sama dia ya. Kak Sakura duluan telepon ya. Gimana ya? Aku harus sembunyi. Kalau disemak-semak ini gimana ya? Tapi sepertinya ini terlalu mudah. Lagian semak-semaknya juga. Nanti kalau banyak semut gimana? Terus kalau ada ular gimana? Aku kan takut. Emm. Aku semembunyi di mana ya? Di sini aman enggak ya? Ah, tapi di sini masih kelihatan. Enggaklah, enggaklah. Aku lebih baik sembunyi di dekat di mana tempat ada makanan. Jadi kalau aku lapar, aku tertinggal makan. Oh, sepertinya ini persembunyiannya bagus. Aku jadi pohon udah enggak terlihat kan. Yuta, kamu di mana? Heh, ini bukannya teman-temannya si Yuta ya? Si Atom dan si Atam. Wah, kebetulan sekali. Hei, kalian. Kalian ke mana? Apa kalian tahu Yuta di mana? Eh, cepat sekali dia larinya. Yuta, aku dapat kamu. Iya, Yuta. Kamu kelihatan? Kelihatan. Oh, aku kelihatan. Padahal aku sudah jadi pohon. Lagian atom-atom. Kenapa kalian bisa tahu aku ada di sini? Iya, Yuta. Kami tahu karena kita teman. Telepati, telepati. Wah, keren sekali. Sampai aku bersembunyi di sini pun kalian bisa tahu aku. Tapi kalian jangan di sini dong. Jangan di sini. Nanti gara-gara kalian ke sini aku malah ketahuan. Aku sedang sembunyi. Sembunyi apa? Aku ikut main. Ikut main. Ah, tidak, tidak, tidak. Kalian pergi deh. Takutnya nanti aku malah disunat. Kalau aku ketahuan aku enggak mau disunat. Sunat sunat. Pokoknya kalau ada yang tanya aku jangan bilang aku ada di sini ya. Ingat ya. Iya, Yuta. Janji ya. Ini rahasia ya. Jangan bilang aku di sini. Aku sembunyi dulu. Eh, sepertinya ada Yuta di sana. Mencurigakan sekali. Eh, itu dia. Hei, hei, kalian berdua. Kalian teman-temannya Yuta, kan? Iya. Atom Tam. Teman Yuta. Atom Atom. Teman Yuta. Iya, iya benar. Atom dan Atam. Oh, iya. Eh, kalian tahu enggak Yuta ada di mana? Kata Yuta dia tidak ada di sana. Iya. Kata Yuta dia tidak ada di sana. Eh, kata Yuta, waduh Atom sama Atom gimana sih? Aku kan sudah bilang, “Jangan bilang kalau aku ada di sini.” Eh, malah dibilangnya kata Yuta. Dia ini sebenarnya ngerti atau tidak sih? Kan jadinya dia tahu kalau ternyata Yutanya ada di sana. Gimana dong? Itu sama aja kalau aku dikasih tahu sama si Atom dan si Atom. Ya udah, aku kabur aja nih. Kabur. Aku ganti tempat persembunyian aja. Lagian di situ juga sepertinya tidak aman. Sepertinya banyak orang yang bakal makan terus akan melihatku di sana. Kalau gitu aku di sini aja di gang yang sepi dan kecil ini. Oh, kelewatan. Kelewatan. Ya ampun, hampir aja. Oh, untuk sementara aku di sini dulu deh. Di sini sepertinya aman. Oh, ini taman bermain. Aku pengin sekali bermain. Ayo kita cari. Kata Sakura, dia sering main di sini. Anak itu bernama Yuta. Dia adalah adiknya Sakura. Ada enggak ya? Sepertinya tidak ada orang di sini. Tapi, Bos, mungkin dia sembunyi di sini, Bos. Iya, karena katanya kan dia suka di sini. Wah, masuk akal, masuk akal. Mungkin dia sembunyi di sini. Ayo kita geledah tempat ini. Oh, sampai ada polisi dan dia sepertinya menyebut namaku. Waduh, Kak Sakura panggil bala bantuan nih. Sampai-sampai polisi-polisi malah mencariku. Ini sudah tidak aman lagi di sini. Aku enggak mau dekat-dekat sama polisi. Ya udah deh, aku lewatin aja. Semoga mereka tidak melihatku. Aku tiarap begini nih. Supaya mereka semua tidak melihatku. Gawat-gawat. Sampai-sampai aku dikejar-kejar sama polisi. Kok seperti buronan ya? Emangnya aku buronan penjara? Padahal aku kan tidak melakukan kesalahan apapun. Aku kan cuma tidak mau disunat. Kenapa aku malah jadi seperti tahanan yang kabur dari penjara sih? Wah, gimana ini? Oh, aku sembunyi di sini aja deh. Tapi ini kan kantor polisi. Oh, iya. Ada orang pernah bilang katanya tempat yang paling aman itu adalah tempat yang paling berbahaya. Tempat yang paling berbahaya itu kan di kantor polisi. Jadi kita di sekitar dekat kantor polisi aja. Jangan langsung di kantor polisinya. Nah, ini dia. Aku sekarang sudah benar-benar jadi pohon. Kalau kata atom-atom, aku jadi pohon. Aku jadi pohon. Eh, tadi kata kalian kata Yuta berarti ada Yuta dong. Ya, ketahuan ternyata si Yuta sembunyinya di sini. Yuta, katanya dia tidak di sini. Tidak di sini. Eh, enggak ada. Yuta, kamu di mana, Yuta? Waduh, gawat. Dia sudah kabur lagi. Aku terlambat. Yuta sudah tidak ada. Sudah tidak ada? Iya, dia sudah tidak ada. Ayo kita cari. Ayo kita cari deh. Kalau gitu kalian bantu aku untuk mencari Yuta ya. Kalau ketemu nanti aku akan kasih hadiah deh. Soalnya si Uta belum disunat tuh. Wuh wah wuh. Atom sama Atom sekarang jadi mata-mata nih. Jadi mata-matanya kat Budler. Oh. Kali ini aku sudah bersembunyi di tempat yang sangat tinggi dan aku sudah seperti pohon yang asli nih. Tidak akan ada yang nampak aku. Mereka kan lihatnya di bawah terus. Tidak akan ada yang melihat ke atas. Gimana? Gimana persembunyianku? Ide yang bagus kan? Eh, tak nampak. Tak nampak. Iya, tak nampak Kakak Uta. Wah, Kak Yuta bersembunyi hebat sekali. Bahkan Mio enggak tahu di mana ya kira-kira sembunyi. Apa mungkin di rumah ya? Yuta, di mana kamu? Yuta. Yuta, ayo tunjukkan dirimu. Keluarlah dari persembunyianmu. Apakah kalian sudah menemukan Yuta? Eh, tak nampak tak nampak Kakak Kak Pudlal ya? Tak nampak tak nampak. Wah, sunat-sunat. Ada yang kabur tidak mau disunat. Aku akan menyatnya. Siapa yang belum disunat? Ayo sunat-sunat. Kalau tidak mau disunat, biar aku aja yang sunat. Karena tidak ada yang bisa lolos dariku. Kamu tidak bisa bersembunyi. Aku tahu kamu di sekitar sini. Nah, sudah dekat. Beh, tapi kok sebelah sini sudah kelewatan? Oh, di sana sudah dekat. Oh, di sini. Alatku menunjukkan di sini tempatnya, Bos. Bos, aku menemukannya di sini, Bos. Sinyalnya dari sini, Bos. Ya, Bos. Dari sini, Bos. Iya, aku juga. Nah, tapi gak ada orang di sini. Oh, apa? Jangan-jangan dia di atas. Oh, apa itu? Ada gunting. Gunting raksasa. Kenapa dia? Kenapa dia melihat ke arah sini? Oh, tidak. Dia memotong apa? Dia memotong pohon ini ya? Ah, ternyata benar ada di atas. Sunat-sunat. Kamu tidak bisa kabur dariku. Kalau kabur dari sunat, aku aja yang sunat kamu. Oh, tidak. Ini ini gunting sunat. Oh, aku tidak mau, tidak mau, tidak mau disunat. Oh, tidak, aku kabur aja. Wah, gawat. Ada gunting yang mau menyunatku. Guntingnya besar sekali. Oh, tidak. Oh, guntingnya mana? Kok tiba-tiba hilang? Woi, kamu mau kabur dari sunat kan? Sekarang kamu tidak bisa kabur lagi dariku. Monster, monster sunat monster gunting raksasa. Aku kabur. Ayo kabur sejauh kamu bisa. Kamu pasti akan kelelahan. Tapi aku tidak bisa lelah. Kat buomatom tolong aku. Eh, Yuta akhirnya ketemu juga. Akhirnya kita ketemu Yuta. Eh, Kakak Ota ketemu Kakak Blur tolong aku. Lihat itu ada gunting raksasa yang mengejarku. Kata dia patku gunting kamu sama mereka aja. E itu sunat si Atom aja atau si Atam? Ah, dia malah mengikuting lagi. Sunat Yuta aja. Sunat Yuta. Kenapa malah aku si Atom sama si Atam aja tuh disunat tuh. Jangan-jangan mereka berdua juga belum disunat. Ah, jangan kejar aku terus. Eh, emangnya enak. Siapa suruh kamu kabur terus? Cita kat buer tolong lakukan sesuatu. Aku tidak mau digunting sama gunting raksasa itu mengerikan sekali. Ih, gimana caranya? Ya udah kalau gitu gimana kalau kamu disunat sama aku aja?
Oh, iya iya deh. Disunat sama kat Muller aja daripada disunat sama gunting raksasa itu. Oke, baiklah. Ayo ikut aku kalau gitu. Nah, sekarang guntingnya sudah tidak ikutin kamu lagi kan? Nah, sekarang kamu ikut aku ya. Ingat, jangan kabur lagi. Kali ini kamu akan benar-benar disunat. Ya, iya K Bular turunin aku dulu. Eh, kamu yakin kamu enggak akan kabur? Enggak, enggak. Kamu pegang tanganku aja. Oke, baiklah. Nah, sekarang ayo ikut aku. Iya, ayo. Tapi aku mau kabur. Ye, jangan kabur Yuta. Aku tidak mau disunat. Wah, guntingnya. Guntingnya malah ikutin aku terus. Oke, Buular. Gak jadi. Gak jadi. Gak jadi kabur. Gggak jadi kabur. Tuh kan. Tuh kan. Mau kabur lagi. Enggak, enggak, enggak. Kali ini sama kamu aja aku enggak jadi kabur deh. Nanti malah diikutin kuti raksasa itu lagi. Kali ini enggak kabur lagi ya. Oh, ada apa ini? Aku kan mau disunat, tapi kok kayak gini sunatnya, K Bur?
Iya, kamu dipegangin supaya kamu gak kabur, Yuta. Tapi kenapa malah di jalan?
Iya, soalnya rumah sakitnya lagi penuh.
Kak, Kakak Sakura, tolong aku, Kak. Tenang aja. Nanti setelah sunat, Kakak belikan mainan, ya. Ayo, Yuta. Yuta disunat. Yuta disunat. Hore. Hororee. Sunat-sunat. Eh, i Kakak Ota cunat-cunat. Nah, sekarang kita akan mulai sunatnya. Dokter, gimana, Dokter? Dari tadi kok belum belum siap-siap? Oh, aku jadi bingung ini. Kenapa guntingnya kok jadi seperti ini? Aku mau mulai, tapi guntingnya kayaknya agak sulit dibuka. Wah, lama sekali. Kalau gitu aku aja yang sunat. Oh, apa? Apa? Gunting raksasa. Jangan, jangan, jangan dekat-dekat. Jangan dekat-dekat. Karena guntingnya itu tidak bisa. Biar aku aja yang sunat. Eh, ya udah tidak apa-apa. Kunting raksasa aja deh yang sunat. Oh, tidak, tidak. Kenapa balak gunting-gunting raksasa ini? Aku dekat-dekat aku jangan, jangan, jangan. Gunting raksasa ini. Aku tidak mau. Aku tidak mau disunat sama gunting raksasa nanti. Nanti jadinya gimana dong? Besar sekali loh itu guntingnya. Sedangkan barangku kan kecil. Ya, kecil. Ia disunat disunat. Oh, C jangan c jangan mendekat. Oke, aku akan mulai ya sunatnya. Kamu tarik napas. Hembuskan nafas. Tarik nafas. Jangan grogi. Oh, titin. Ah, aduh. Du du du du. Sakitsakit lama sakit. Sudah selesai. Oh, sudah selesai. Ye, sudah selesai. Wah, Yuta, akhirnya kamu sudah disunat. Selamat ya. Tapi kok banyak merah-merahnya? Itu apa yang di bawah? Heh, apa ya? Tapi yang penting kamu sudah disunat. Hore. Hore. Oh, tapi kenapa sakit sekali? Itu hanya sebentar aja kok. Eh, Kak Yuta syukurlah akhirnya Kak Yuta sudah selamat. Eh, sudah disunat. Eh, Kak Ota udah dicunatunat, Kak Yuta. Oh, Mio bawa aku pulang Mia. Aku sekarang mau di rumah aja. Oke deh, kalau gitu Mia bawa kakak ke rumah ya. Yang penting kakak sudah disunat sekarang. Tapi ngomong-ngomong itu apa ya? Ya, sudah boleh pulang. Terima kasih ya yang sudah bantu Kak Yu tadi sunat. Oh, pelan-pelan, Mio. Sakit nih. Sakit. Halo teman-teman semuanya, sampai di sini dulu video Hara. Sampai jumpa di video selanjutnya ya. Ingat subscribe, like, dan share ya. Dadah. Kakak sekarang Kakak istirahat aja kak mungkin satu du hari lagi Kakak bakal sembuh. Oh, tapi sekarang sakit kali, Mio. Sakit, sakit, sakit. Hah, sakit sekali ya, Kak? Iya. Sepertinya ini ada yang enggak beres deh, Mio. Masa iya sih, Kak? Iya. Lagian apa ya tadi itu? Aduh, tolong. Aku masih bisa pipis gak ya? Ini ini sunat beneran atau tidak sih?

#sakuraschoolsimulator
#duniahara