SELEBGRAM INDO DITANGKAP DI MYANMAR ! BELI ORGAN MAN*SIA PADA PEMBERONTAK BERSENJ4TA ?

Geng, lagi ramai banget nih pemberitaan tentang seorang selepgram asal Indonesia yang kabarnya ditangkap oleh otoritas Myanmar. Biasanya kan kalau kasus-kasus yang terjadi di Myanmar atau Kamboja gitu ya, itu sering sekali dihubungkan dengan judul ya kan. mengingat Myanmar ya pertumbuhan judulnya juga cukup besar dan banyak orang Indonesia yang pergi ke sana untuk dipekerjakan sebagai e admin judul atau justru scammer. Mau itu yang tertipu oleh agen pencari kerja atau justru memang mereka punya keinginan sendiri dan tergiur dengan gaji yang besar untuk bekerja sebagai seorang scammer atau ya admin judul tadi. Terus berbeda dengan kasus yang akan kita bahas ini. Jadi si selebgram yang satu ini tertangkap bukan karena kasus yang serupa, bukan karena judul, bukan karena scammer. Nah, tapi dia ditangkap dengan tuduhan berkomplot dengan kelompok pemberontak di Myanmar. Mau ngapain sih lu? Selepgram di Indonesia tiba-tiba mau jadi anggota kelompok pemberontak. Buat apa? Nah, gua disklaimer sedikit nih buat yang belum tahu. Di saat ini Myanmar sedang di dalam kondisi yang enggak aman, Geng. Karena sedang ada konflik di sana sejak kudeta militer yang terjadi di tahun 2021. Nah, konfliknya itu sampai sekarang. Dan gimana bisa ya ada orang Indonesia yang tiba-tiba ambil bagian dari kelompok memberontak Myanmar ini ya. Kalau sampai ditindak, tuduhannya sudah masuk ke dalam aksi terorisme yang mana tuntutan hukumannya bisa lebih parah dibandingkan kejahatan yang lain. Udah bagus-bagus jadi selebgram di sini, udah bisa pargoy ya kan malah ke sana megang senjata. Ditangkap kan sekarang. Nah, namun apakah pemberitaannya demikian? Sebenarnya apa yang terjadi? Selepgram Indonesia ini apakah benar berperan di dalam kelompok pemberontak Myanmar tersebut? Dan yang bikin netizen Indonesia jadi penasaran adalah siapa sih orangnya, selebgram yang mana gitu. Kalau ngomong selepgram di Indonesia udah banyak banget. Nah, netizen jadi menebak-nebak dan mencocoklogikan beberapa nama yang cocok dengan inisial dari selepgram tersebut yang disebutkan di berbagai media. Tapi ada satu nama yang paling sering disebutkan dibanding yang lain oleh netizen. Siapa dia? Ya, buat yang mau tahu silakan dengar pembahasan ini sampai selesai karena ini cukup seru untuk kita bahas. Oke, langsung aja nih, Geng. Kita bahas secara lengkap. Halo, Geng. Welcome back to Kamar Jerry, [Musik] Geng. Geng, kita langsung masuk ke dalam pembahasan utamanya nih, Geng. viralnya kabar tentang selepgram Indonesia yang ditahan oleh otoritas Myanmar ini. Sebelumnya gua minta maaf ya, Geng. Suara gua agak sedikit berbeda hari ini. Enggak tahu tiba-tiba tuh suara gua habis. Entah karena olahraga yang terlalu berat tiba-tiba jadi kayak gini atau justru kemarin sempat teriak-teriak kali ya. Tapi gua lupa gua teriak ngapain ya. Enggak apa-apa deh, kita lanjutkan aja. Oke, jadi geng kabar mengenai adanya selepgram asal Indonesia yang ditahan di Myanmar itu pertama kali diungkap oleh anggota Komisi 1 DPR yang bernama Abraham Sirajaya pada saat rapat bersama dengan Kementerian Luar Negeri di gedung DPR di hari Senin tanggal 30 Juni tahun 2025. Nah, di dalam rapat tersebut Pak Abraham ini menyampaikan informasi secara langsung kepada Pak Sugiono selaku Menteri Luar Negeri Indonesia. Disebutkan kalau selebgram yang berinisial AP usianya 33 tahun dan merupakan seorang selebgram yang sering membuat konten di sosial media. Nah, awalnya dari data ke Menl itu enggak ditemukan adanya warga negara Indonesia yang terancam hukuman di Myanmar. Tapi setelah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia atau KBRI yang ada di Yangon ya di Myanmar, Kemen lu mendapatkan informasi mengenai WNI yang dimaksud yaitu si inisial AP tadi. Penangkapan dia juga bukan baru-baru ini, Geng. Tapi sudah di akhir tahun kemarin. Namun putusan vonisnya baru keluar beberapa hari yang lalu. Dan setelah mendapatkan informasi ini, pihak Kemenlu berusaha untuk menjembatani ke otoritas Myanmar langsung. Di saat itu, Direktur Jenderal Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemenlu yang bernama Pak Juda Nugraha itu menyebutkan kalau penangkapan terhadap AP ini bisa terjadi disebabkan karena si AP ini dituduh masuk secara ilegal ke Myanmar. Udah dia masuk secara ilegal, terus dia ketemu dengan kelompok yang bersenjata yang dianggap sebagai organisasi terlarang oleh otoritas Myanmar. Jadi kalau misalkan di Indonesia tuh kayak lu ketemu sama Gam yang ada di Aceh atau ketemu sama OPM yang ada di Papua. Nah, kurang lebih kayak gitu, Geng. Karena dituduh berhubungan dengan kelompok pemberontak, inilah hukuman yang diberikan kepada si AP ini enggak main-main. Dia langsung dijerat dengan Undang-Undang Antiterorisme, Undang-Undang Keimigrasian 1947, dan Undang-Undang Perkumpulan yang melanggar hukum atau yang lebih dikenal dengan sebutan Unlawful Association Act yang mana AP ini bisa dihukum selama 7 tahun penjara. Vonis tersebut dijatuhkan setelah proses pengadilan berjalan di bawah sistem peradilan yang dikendalikan penuh oleh militer Myanmar. Dan diketahui juga kalau saat ini si AP ini sudah mendekam di dalam penjara yang bernama Insign Prison yang ada di Yangon, Myanmar. Nah, Insin Prison ini bukan sebuah fasilitas penahanan biasa, Geng. Jadi, ini kalau gua bilang kayak Nusakambangan kayaknya mirip-mirip tapi mungkin beda style dari lokasinya. Kalau misalkan Nusa Kambangan itu kan di tengah-tengah pulau, di tengah-tengah laut gitu kan. Nah, jadi Insent Prison ini adalah salah satu fasilitas penahanan dengan pengamanan tinggi yang berada di bawah otoritas junta militer Myanmar dan benar-benar menjadi tempat bagi para teroris ditahan di sana. Dan walaupun status vonis yang menjerat AP itu berkekuatan hukum tetap di Myanmar, namun pihak KBRI itu enggak membiarkan begitu aja, Geng. KBRI itu melakukan berbagai upaya untuk bisa membebaskan dan membawa pulang kembali si AP ke Indonesia. Ya, kita kan gak tahu ya apakah benar dia berhubungan langsung dengan kelompok terlarang tersebut atau justru dia cuma kejebak. Satu-satunya cara untuk bisa mengetahui ya diselamatkan dulu, ya kan? Nah, lalu geng menurut keterangan dari Pak Juda, pihak KBRI Yangon itu sudah melakukan berbagai upaya perlindungan sejak AP ditangkap pada tanggal 20 Desember tahun 2024. Hal tersebut dilakukan dengan mengirimkan nota diplomatik dan melakukan akses ke konsuleran serta pendampingan langsung pada saat dilakukan pemeriksaan terhadap si AP ini. Dan selain itu, KBRI Yangon juga memastikan pembelaan pengacara untuk dia dan permohonan pengampunan untuk si AP ini dari pihak keluarga dan juga akan difasilitasi komunikasi antara si AP dengan keluarganya. Nah, dikabarkan juga orang tua AP sudah menemui AP di penjara tempat dia ditahan. Ke depannya Kementerian Luar Negeri serta KBRI yangon akan terus memonitor kondisi AP selama menjalani hukuman penjara. Namun juga tetap mengupayakan agar AP bisa bebas dari sana. Terus, Geng, Kementerian Luar Negeri itu menyebutkan bahwa memang AP ini bertemu dengan kelompok bersenjata di Myanmar. Namun, dia enggak mendanai kelompok tersebut. Nah, dia udah ngaku tuh dia ketemu sama kelompok bersenjata itu, tapi dia gak ada tuh embel-embel buat ngasih duit katanya. Dan dia benar-benar gak ada ngebantu apapun dalam setiap operasi yang dilakukan oleh si kelompok tersebut. Tapi yang masih menjadi pertanyaannya adalah untuk apa AP ini bertemu dengan kelompok pemberontak di Myanmar? Ngapain mau ngonten kayak enggak ada tempat lain? Ke Intan Jaya aja sono sama OPM ketimbang ke Myanmar. Dan apakah dia enggak tahu ya kalau kondisi di Myanmar itu masih dilanda konflik dengan kelompok bersenjata dan otoritas Myanmar sendiri sangat ketat untuk menindak siapapun yang berhubungan dengan kelompok bersenjata. Lalu, geng, ada keterangan dari anggota Komisi Pertahanan DPR yang bernama Pak Tuagus Hasanudin yang mana beliau mengatakan bahwa saat ini otoritas Myanmar itu masih melakukan penyelidikan terhadap dugaan kriminal yang dilakukan oleh si AP ini. Dan Pak Hasanudin itu mengatakan saat ini DPR masih terus melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk mengetahui perkembangan situasi di sana. Beliau juga menyebutkan kalau Myanmar adalah negara yang bergejolak karena saat ini sedang terjadi konflik bersenjata dengan penduduk setempat. Dan oleh karena itu apa yang terjadi dengan AP ini menurut beliau itu tidak terlepas dari geopolitik yang sedang terjadi di Myanmar. Apalagi secara kondisi fisik warga negara Indonesia itu kan mirip dengan orang Myanmar. Sehingga Pak Hasanudin menduga kalau bisa saja AP ini jadi korban salah tangkap oleh otoritas Myanmar. Cuma Pak Hasanudin menghimbau agar publik tidak berspekulasi berlebihan dan meminta untuk menunggu kabar yang resmi dari pemerintah karena Kementerian Luar Negeri masih terus berkomunikasi dengan Duta Besar Indonesia untuk Myanmar. Sementara itu, Sugiono selaku Menteri Luar Negeri Indonesia belum menanggapi kasus ini ya secara spesifik. Tapi Pak Sugiono tetap memberikan himbauan kepada seluruh WNI yang ingin pergi ke luar negeri, termasuk ke Myanmar untuk mengumpulkan informasi yang cukup terlebih dahulu sebelum pergi ke sana. Karena bahaya banget kondisinya dan informasinya enggak cuma destinasinya aja yang bakal kalian kunjungi atau makanan apa yang harus kalian coba, tapi juga harus mencari tahu mengenai bagaimana tradisi di negara tersebut dan bagaimana situasi negara ini saat kalian akan berpergian. Nah, apakah sedang baik-baik aja atau justru sedang terjadi konflik? Misalnya kalian tetap kekeh mau ke negara yang lagi konflik, ya riset kalian tentang negara itu juga harus lebih dalam untuk menghindari hal-hal yang tidak memungkinkan. Ya kan? Selama berada di sana itu ya banyak banget hal yang bahaya ya. Contohnya kayak si AP ini. Di Myanmar sendiri seperti yang udah gue sebutkan sebelumnya kalau Myanmar sedang terjadi konflik yang berawal dari kudeta militer dari tanggal 1 Februari tahun 2021. Jadi di tengah-tengah pandemi di saat itu dan ketika itu pihak militer mereka menggulingkan pemerintahan sipil yang dipimpin oleh partai yang bernama NLD. Nah, akibatnya muncul perlawanan dari ratusan kelompok bersenjata termasuk aliansi tiga persaudaraan yang terdiri dari tentara Arakan, Aliansi Demokratik Nasional Myanmar, dan Tentara Pembebasan Nasional Taang. Untuk itu, Pak Sugiono menyarankan warga negara Indonesia untuk bisa menggunakan platform safe travel untuk informasi negara tujuan dan melaporkan keberadaan diri melalui peduli WNI. Berita ini, Geng, cukup menggemparkan Indonesia sebab profesi AP yang disebut-sebut sebagai selepgram. Nah, dari sinilah netizen mulai mencari tahu siapa si AP ini, Geng. nama lengkapnya siapa, orangnya yang mana, karena di media mainstream itu gak disebutkan dengan jelas nama lengkapnya dia. Dan dari postingan di media e Tirto yang ada di Instagram, ya, netizen itu banyak yang komen. Biasalah ya kan netizen kita kan suka nebak-nebak tuh si A, si B kadang-kadang suka nyebut hal-hal yang nyeleneh-nyeleneh gitu kan. Tapi dari semua komen netizen banyak banget yang menyebutkan nama dari Arnold Putra. Nah, terus juga di salah satu artikel di media kumparan disebutkan juga kalau AP ini dikaitkan dengan seorang influencer yang bernama Arnold Putra tersebut. Yang jadi pertanyaannya, siapakah Arnold Putra ini? Sekarang kita bakal bahas sosok dari Arnold Putra. Benarkah dia orangnya? Ya, tapi sebelum kita menebak-nebak, kita bahas dulu nih background dari Arnold Putra ini. Jadi, Gengizen Indonesia itu menduga kalau inisial AP ini itu adalah selepgram yang ditangkap bernama lengkap Arnold Putra. Memang cocok ya kalau kita lihat dari inisialnya. Nah, mungkin di antara kalian ada yang belum tahu siapa Arnold Putra ini. Nah, gua bakal menjelaskan profile-nya dulu yang mana sebenarnya ini orang memang agak banyak kontroversinya. Jadi, dari berbagai sumber yang gua dapatkan, Arnold ini berusia 27 tahun ya di tahun 2022 nih. Itu artinya dia ini kelahiran 1995 dan di tahun ini 2025 dia sudah ee genap 30 tahun. Sebenarnya, Geng. umurnya dia itu selisih 3 tahun dari keterangan mengenai AP ini. Karena di keterangan pemberitaan inisial AP ini dikatakan usianya 33 tahun. Nah, tapi ya memang agak sedikit ada perbedaan ya. Ya, tapi kita lanjut dulu nih, Geng. Nah, terus Geng Arnold Putra ini lahir di Jakarta dan memang merupakan warga negara Indonesia. Namun di saat ini dia itu udah menetap di Los Angeles, Amerika Serikat karena pekerjaannya sebagai seorang desainer. Kesukaan Arnold ini terhadap dunia fashion itu udah terlihat dari ketika dia kecil lah. Dan hal tersebut tidak lepas dari pengaruh dan dorongan ibunya dia yang selalu mendukung cita-citanya Arnold. Dan sejak dia duduk di bangku SD, Arnold ini sudah menunjukkan kalau dia sangat stylish dalam berpakaian. Bahkan dikatakan dia termasuk ke dalam siswa yang paling rapi di antara teman-teman yang lain. Terus, Geng, di usianya yang masih terbilang muda di saat itu, dia mulai melakukan berbagai eksperimen fashion. Mulai dari memakai topi sekolah menyamping dan juga menumpuk topi lain di atas terus miring ke sisi lain gitu ya yang pada akhirnya membentuk seperti topi bajak laut. Pokoknya nih orang tuh suka banget mix and match e fashion gitu. Dan Arnold ini pernah bercerita ketika itu teman-teman sekolahnya dia udah pakai Nike Airforce Ones dan LeBron yang mana di saat itu dia enggak mau ikut-ikutan menggunakan sepatu yang sama. Uniknya Arnold malah memilih untuk menggunakan sepatu selam. Aneh banget memang, tapi ya itu fashion. Nah, jadi memang dari kecil Arnold ini udah punya gaya yang nyentrik dan unik. Dan berbagai sumber juga menyebutkan kalau dia ini bukanlah berasal dari keluarga sembarangan. Dia adalah anak dari keluarga yang kaya raya atau crazy rich yang ada di Indonesia. Nah, makanya dia bisa mendapatkan berbagai keistimewaan sampai dia dewasa. Nah, sebagai orang Indonesia yang menetap di Amerika, Arnold ini tetap berusaha untuk mendalami fashion yang sedang ngetren di Indonesia. Dia sangat tertarik dengan komunitas remaja hardcore pun dan karena menurut dia ya mereka bisa mengekspresikan diri dengan cara yang unik seperti tato eh piercing ya, menusuk-menusuk badan dan menyesuaikan pakaian mereka sendiri. Gaya nyentriknya itu juga ditemukan dari hobinya yang sering traveling ke berbagai penjuru dunia. di akun Instagram pribadinya dia, dia itu terlihat memiliki minat terhadap berbagai suku dan budaya yang ada di setiap penjuru dunia, Geng. Bahkan Arnold sendiri mengaku dia bisa mendapatkan ide fashion dari suku-suku konservatif yang dia temui ketika traveling ke berbagai negara. Bahkan dikatakan kalau Arnold ini rela menukar barang mewahnya dengan barang milik suku-suku tersebut yang dianggap sakral oleh dia. Kayak cendramata lah gitu, buah tangan. Nah, Arnold ini terbilang sudah sukses meraih cita-citanya dia di bidang fashion desain dan karyanya dia udah beberapa kali ditampilkan di dalam galeri fashion Week yang diselenggarakan di berbagai negara. Selain aktif sebagai desainer, Arnold juga pernah jadi model majalah lokal. Di bulan Maret tahun 2020, dia sempat muncul di cover majalah Tetler Indonesia sebagai bagian dari 116 influencer di Asia yang bisa membawa perubahan. Kemudian di tahun 2022, Arnold sempat menghebohkan dunia khususnya Indonesia. Karena pada tahun itu Arnold ini mengikuti ajang internasional yaitu Paris Fashion Week 2022 di mana dia mengenakan seragam dari ormas Pemuda Pancasila. Dan ketika itu Arnold yang menggunakan seragam Pemuda Pancasila menimbulkan pro dan kontra bagi netizen Indonesia. Namun ya pemuda Pancasila sendiri mengaku bangga dengan apa yang dilakukan oleh Arnold karena bisa mempopulerkan seragam mereka di kanca internasional. Nah, itu dia geng sedikit profil singkat dari Arnold Putra. Namun, namanya enggak cuma ramai diperbincangkan karena berita mengenai selepgram yang ditangkap di Myanmar. Sebab sebelumnya ternyata Arnold Putra ini sempat terseret di dalam beberapa skandal yang cukup kontroversial, yaitu mengenai desain-desainnya dia yang ternyata bahannya menggunakan organ manusia. Kok bisa ya? Waktu itu sempat ramai nih, Geng, ya, beritanya. Namun mungkin ya ada di antara kalian yang ketinggalan infonya. Gua bakal menjelaskan skandal ini yang sempat heboh, ya. Dan sekarang kita bakal masuk ke dalam pembahasan selanjutnya mengenai skandal organ tubuh manusia yang digunakan sebagai bahan oleh Arnold untuk karya-karyanya. Nah, jadi geng skandalnya ini terungkap pada tanggal 22 Februari tahun 2022 di Brazil yang mana pada saat itu kepolisian Federal Brazil mengusut pengiriman paket yang berisikan potongan tubuh manusia yang sudah diawetkan di sebuah laboratorium. Paket tersebut berisikan potongan tangan serta tiga plasenta. Seram enggak tuh? Sayangnya ya, paket ini udah terlanjur dikirim. Jadi, udah enggak berada di Brazil lagi ketika polisi menyelidiki kasus itu. Dan berdasarkan informasi yang didapatkan oleh polisi, paket tersebut dikirim ke Singapura. Pihak kepolisian kemudian melakukan pengembangan kasus dan berhasil melacak di mana organ-organ tersebut berasal. Yaitu ternyata dari sebuah laboratorium di Amazona State University yang terletak di kota Manaus. Nah, Divisi Anti Perdagangan Manusia Kepolisian Brazil berhasil menangkap beberapa orang yang terlibat di dalam pengiriman paket ini. Pekerja yang ada di laboratorium tersebut terlibat di dalam operasi pengawetan organ untuk kepentingan komersial. Kebayang ya, Geng? Tubuh manusia udah masuk ke dalam kategori kepentingan komersial. Okelah kalau misalkan kita katakanlah ya kayak prostitusi gitu. Itu kan ya tubuh manusia untuk kepentingan komersial juga. Tapi kalau ini dipisahin tubuhnya, dijual set gila banget. Berdasarkan keterangan dari polisi Brazil, organ-organ tersebut diawetkan oleh salah satu profesor di kampus menggunakan teknik plastinasi yang mana organ tersebut asli milik seseorang yang diisi dengan silikon serta epoksi agar tidak membusuk. Dikarenakan terbukti menjadi tempat penjualan organ manusia secara ilegal, beberapa karyawan yang bekerja di lab yang disingkat dengan UEA ini itu diberhentikan. Menurut hukum di Brazil, penjualan organ untuk tujuan komersial tanpa izin itu berpotensi melanggar undang-undang perdagangan manusia dengan ancaman hukuman maksimal 8 tahun penjara kalau di sana. Dan ketika kasus ini terungkap, pihak rektorat UEA itu merilis sebuah pernyataan tertulis melalui sosial media yang menyatakan mereka siap bekerja sama dengan pihak kepolisian. Praktik yang dilakukan para pekerja lab di Brazil ini diibaratkan seperti gunung es ya dari jaringan penjualan organ manusia di pasar gelap internasional melalui pantauan lembaga hak asasi serta PBB. Sindikat penyediaan organ manusia ini itu sulit banget untuk bisa diberantas. Sebab seringnya hukum di tiap negara itu beda-beda untuk menyikapi kasus penjualan organ kayak gini. Kalau di Brazil, pemerintah itu sepenuhnya melarang bagi seseorang atau lembaga untuk menjual organ manusia. Contohnya aja ya, ada kasus yang sebelumnya terungkap tepatnya di tahun 2011 ketika kepolisian Brazil berhasil memenjarakan tiga dokter di kota Sao Paulo yang terlibat kasus penghilangan nyawa pasiennya sendiri demi bisa nyuri organnya dan dijual ee ginjalnya ke pasar gelap. Nah, makanya tuh gara-gara apa ya? Okelah kalau misalkan diperjual belikan dianggap e ada yang legal gitu ya. Misalkan kayak untuk kebutuhan ee ilmu kedokteran gitu. Nah, tapi ketika hal ini sudah menjadi ladang duit, nah, kayak gitu tuh jadinya tuh ada dokter yang seharusnya menyembuhkan orang, tapi dia udah memikirkan uang. Dia malah bukan menyembuhkan, tapi justru orangnya dimatikan. Terus diam-diam diambil tuh bagian organnya. Untuk apa? Ya, untuk dijual. Seram, ya. Yang membuat kasus ini heboh ya bukan cuma karena ditemukan paket berisikan organ manusia, Geng. Karena berdasarkan informasi dari kepolisian Brazil, organ manusia tersebut dipesan oleh seseorang yang merupakan desainer fashyion terkenal asal Indonesia. Nah, di sinilah nih mulai mengarah kepada si Arnold Putra tadi. Media VI itu mendapatkan informasi dari salah satu sumber dari pihak kepolisian Brazil yang menyebutkan paket dari Manaus itu dipesan oleh seseorang yang merupakan desainer berinisial AP yang mana kemudian diketahui nama lengkapnya adalah Arnold Putra. Jadi nyambung ya, jadi nyambung sama kasus yang pertama. Kalau kita lihat ya, Arnold ini pernah berhubungan dengan ya sesuatu yang ekstrm, pasar gelap, penjualan organ. Ketika ada kasus di Myanmar yang berhubungan dengan para angkatan bersenjata pemberontak di Myanmar, terus inisial orangnya itu adalah selepgram berinisial AP. Jadi orang tuh ketika mencocok logikan kayak nyambung-nyambung aja walaupun ya walaupun yang dianggap itu adalah e dia itu influencer bukan desainer ya disebutkan di sana tapi ya sama-sama public figure lah dan inisialnya AP ya kan terus juga suka dengan hal-hal seekstrem ini. Jadi makanya enggak salah netizen mencocok logikan atau nyambung-nyambungin ke Arnold Putra. Memang ya, Geng, penggunaan organ tubuh untuk dijadikan sebagai karya seni bukanlah suatu hal yang baru. Pada masanya ada seseorang yang bernama Anthony Noel Kelly yang merupakan seniman asal Inggris yang terpaksa harus berurusan dengan aparat dikarenakan dia terbukti menyelundupkan jasad manusia secara ilegal demi salah satu karya di dalam pamerannya dia. Kelly ini akhirnya divonis 9 bulan penjara. Dan terus juga di tahun 2007 ada seniman asal Inggris yang bernama Damian Hirs itu membuat karya seni menggunakan tengkorak kepala manusia yang dilengkapi dengan permata. Karya seninya itu dijuluki sebagai For the Love of God. Terus, geng, di dalam kasus ini kenapa justru eh semuanya mengarah ke Arnold Putra? Ya, soalnya ya sebelum kasus ini terungkap di tahun 2016, Arnold ini udah pernah menuai kontroversi dengan membuat sebuah tas yang terbuat dari tulang belakang manusia dan juga lidah buaya. Lidah buaya tuh bukan ini ya, bukan tumbuhan lidah buaya, tapi lidah buaya beneran. Tulang belakang manusianya dijadikan sebagai pegangan tas, sementara susunan lidah dari buaya dijadikan sebagai kantong tas. Tulang belakang manusia ini juga diambil dari seseorang yang masih di bawah umur yang semasa hidupnya menderita osteoporosis. Sementara lidah buayanya diambil langsung dari buaya yang sudah disembelih. Dan tas ini diklaim sebagai satu-satunya tas di dunia. Dan karena memiliki unsur organ manusia, tas itu dibandrol dengan harga yang cukup tinggi, yaitu sebesar.000 Amerika atau sekitar 71,7 juta di saat itu. Itu di zaman itu ya. Jadi cukup mahal lah. Di saat itu Arnold mengaku kalau dia cuma berkontribusi dalam pembuatan tasnya dan mengklaim kalau bahan baku tas itu yaitu tulang manusia serta lidah buayanya diambil dari sumber yang etis katanya. Enggak ilegal. Dan Arnold menyebutkan kalau perusahaan di Kanada yang bergerak di bidang ini memang menerima spesimen manusia dan akan menjualnya kalau perusahaan tersebut mengalami surplus. Dan dari sinilah Arnold ini mengklaim bisa mendapatkan tulang manusia tersebut. Jadi bukan dari pasar gelap atau dari kasus-kasus perdagangan ilegal. Nah, tapi diambil dari sumber resmi yang pastinya legal. itu menurut keterangan dia. Dan selain karena pernah menggunakan organ manusia di dalam karyanya, berdasarkan informasi yang gua dapat dari Media VI, pada saat terungkapnya pengiriman organ dari Brazil ke Singapura tadi, Arnold ini sempat berkomunikasi dengan Vice World News pada bulan Januari tahun 2022 yang berjarak sebulan sebelum kasusnya terungkap. Dia menyebutkan kalau dia berencana ingin berkunjung ke Singapura. Nah, dari dua hal tersebutlah ya dicocok logika. pernah menggunakan organ manusia dan pernah berujar ingin ke Singapura. Jadi alasan kuat kalau desainer yang dimaksud memesan organ dari Brazil ini adalah Arnold. Nah, jadi memang cocok banget kayaknya memang dia di saat itu dan ya terhitung dia aman-aman aja sih karena mungkin buktinya enggak begitu kuat gitu ya. Terus, Geng, berbicara tentang larangan penjualan organ tubuh manusia, ya itu enggak cuma di Brazil, di negara kita juga dilarang dan itu diatur di dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman paling lama 10 tahun dengan denda maksimal Rp1 miliar. Oleh karena itu, di Indonesia enggak ada alasan apapun yang bisa membenarkan praktik jual beli organ sehingga perbuatan tersebut jelas melanggar hukum. Karena pernah memiliki sederet kontroversi inilah, Geng. Akhirnya netizen di saat ini menghubung-hubungkan kalau selebgram yang ditahan di Myanmar ini adalah Arnold Putra. Meskipun sampai gua syuting video ini belum ada keterangan lebih lanjut mengenai nama lengkap dari selepgram berinisial AP ini. Semuanya cuma berdasarkan asumsi dari netizen yang ramai menyebutkan kalau AP adalah Arnold Putra. Mungkin juga karena netizen mencocok logikan dari postingannya Arnold ya di Instagram-nya dia yang terakhir kali diposting pada tanggal 14 September 2024, 2 bulan sebelum inisial AP ditangkap oleh otoritas Myanmar. Dan setelah berita ini mencuat, sudah banyak netizen yang mengunjungi akunnya untuk meninggalkan komentar mengenai kabar penangkapan dan vonisnya di Myanmar. Dan ya Arnold Putra belum muncul ke permukaan juga. Jadi orang semakin curiga kalau itu memang dia. Itu dia geng pembahasan kita kali ini mengenai seorang selebgram asal Indonesia yang dikabarkan sedang ditahan dan menjalani hukuman di Myanmar. Gua mau dengar pendapat kalian nih geng. Apakah selepgram yang dimaksud adalah Arnold Putra atau siapa? Coba deh tinggalkan komentar di bawah.

Business inquiries : +6282219111198 (Noval)
Email : KamarJeriOfficial86@gmail.com

Instagram : https://www.instagram.com/jeritaufik08
Jeri Taufik Music : https://www.youtube.com/JeriProduction
Twitter : https://twitter.com/JeriTaufik_

Subscribe What’sGood TV : https://bit.ly/2LT5ZZC
KamarJeri di Facebook : https://www.facebook.com/kamarjeri08

#KamarJeri