PLOT: Apa Yang Tersisa Setelah Insiden Beira D. | Still Wakes The Deep Siren’s Rest (All Endings)

Hello guys kembali lagi di channel Droomp dan selamat datang di plot Still Wakes The Deep Siren’s Rest Masih ingat dengan Still Wakes The Deep? Game horor garapan The Chinese Room yang berkisah tentang sebuah insiden mengerikan di sebuah anjungan pengeboran bernama Beira D. Kisahnya yang begitu mengerikan namun menyayat hati di saat yang bersamaan membuat game ini banyak diperbincangkan. Nah pada tanggal 18 Juni tahun 2025, kita baru saja mendapat ekspansi baru bertajuk Siren’s Rest yang mengambil latar waktu sekitar 10,5 tahun setelah Beira D. menghilang secara misterius. Jadi sudah jelas kami sangat merekomendasikan kalian untuk menonton plot Still Wakes The Deep terlebih dahulu. Kalau sudah, mari kita telusuri kembali apa yang tersisa dari Beira D. Tanggal 14 Mei tahun 1986, kurang lebih sekitar 10,5 tahun setelah insiden menghilangnya Beira D., seorang wanita bernama Mhairi yang merupakan pemimpin dari tim penyelam hendak mencari tahu apa yang terjadi pada anjungan pengeboran tersebut. Tujuannya adalah untuk mencari tahu nasib para kru sekaligus mengamankan barang kru yang mungkin masih bertahan agar dapat dikembalikan pada anggota keluarga mereka.
Bersama rekannya bernama Rob, ia menuruni kedalaman laut menggunakan lonceng selam sampai ke kedalaman 187 meter. Rob sudah lebih dulu melakukan eksplorasi, dan sembari menunggu kabar rekannya itu, Mhairi menghubungi seorang operator bernama Hans untuk memastikan semuanya dalam keadaan normal, mulai dari tekanan, kelancaran komunikasi, temperatur suhu air panas pakaian, sampai ke oksigen yang tersisa di dalam lonceng selam.
Tepat saat proses pengecekan selesai, Rob menghubungi dan meminta Mhairi untuk menemuinya di luar. Mendengar ini, Mhairi langsung memasang kabel umbilikal yang berfungsi sebagai pemasok oksigen dan jalur komunikasi dengan timnya, sebelum kemudian menemui Rob. Rob memberitahu bahwa ia sudah meletakkan beberapa flare di sekitar area yang dipenuhi dengan puing – puing, sehingga dimulailah penelusuran Mhairi terhadap apa yang tersisa dari Beira D… Pertanyaan pertama yang keluar dari mulut Mhairi adalah apakah Rob menemukan sisa – sisa tubuh manusia saat meletakkan flare? Rob mengaku tidak menemukan apa – apa, meminta Mhairi untuk tidak terlalu berekspektasi. Berdasarakan tanggapan Rob, terungkap bahwa Mhairi tidak hanya sekadar ingin mencari tahu apa yang terjadi pada Beira D., melainkan ada sesuatu yang lebih dari itu. Rob juga kembali mengingatkan Mhairi untuk fokus mencari data logger atau perekam data di area marine control, karena melalui data logger lah, mereka akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada Beira D. Menelusuri tempat yang dipenuhi dengan flare, Mhairi mendapati jalan masuk tertutup oleh reruntuhan, sehingga mau tidak mau ia harus masuk dengan membuka paksa sebuah pintu yang mengarah pada ruang kantor, tempat ia kemudian menemukan cetakan foto tua yang diambil pada tahun 1969. Mhairi menyimpannya, dan tidak lama meneruskan penelusuran, ia akhirnya menemukan jasad seorang pria yang ia kenali sebagai Van Der Bijl, seorang deputi yang bekerja di Beira D. Melihat dari bagaimana jasad itu ditemukan di dalam area kantor yang sama, bisa diasumsikan bahwa foto tua yang diambil pada tahun 1969 adalah milik sang deputi. Apapun itu, sebagai bagian dari tugasnya, Mhairi memotret jasad Van Der Bijl. Mhairi tidak senang dengan apa yang ia lakukan, mengaku merasa tidak menghormati orang – orang yang sudah meninggal. Di sisi lain, Rob memberitahu, justru Mhairi melakukan hal sebaliknya, memberikan ketenangan pada mereka yang sudah tiada. Keluar melalui pintu belakang, bila Mhairi memutuskan untuk menelusuri area sekitar terlebih dahulu, ia bisa menemukan sebuah sekoci. Sekoci ini tidak lain adalah sekoci sama yang jatuh di hadapan Caz, tokoh utama Still Wakes The Deep, saat ia berupaya untuk kabur. Bukan hanya itu, ia juga bisa menemukan sebuah helikopter yang tidak lain adalah helikopter sama yang hendak digunakan oleh Rennick untuk melarikan diri, namun tiba – tiba saja terlempar kembali… Saat ia membuka sebuah loker, Mhairi menemukan figur Dewa Hindu bernama Ganpati milik salah satu kru Beira D. bernama Sunil. Istri Sunil pernah bercerita tentang bagaimana Sunil selalu membawa figur itu ke tempat kerja. Mhairi menyimpan figur Ganpati untuk diberikan pada istri Sunil.
Puas mengitari area sekitar, ia mengambil alat las bawah air yang dapat digunakan untuk membuka pintu maupun penutup ventilasi yang tersangkut. Di dalam sisa – sisa reruntuhan yang sangat tidak stabil, Mhairi menemukan dua benda milik kru Beira D., yaitu sebuah salib dan cangkir bertuliskan nama Nic. Berbagai kejadian juga membuatnya terkejut, seperti runtuhnya bagian anjungan yang sudah tidak kuat, benda berat yang tiba – tiba jatuh di belakangnya, dan sejumlah ikan kecil yang keluar dari dalam loker… Sampai akhirnya, mencapai sebuah ruangan, Mhairi menemukan tubuh seseorang dalam keadaan yang sangat mengerikan. Ia sudah terjangkit mutasi makhluk laut misterius sampai pada titik dimana tubuhnya benar – benar hancur dan tak berbentuk. Ini adalah pemandangan mengerikan yang biasa kita lihat pada game Still Wakes The Deep. Seperti biasa, Mhairi memotret jasad tersebut. Selebaran kertas yang dipasang pada papan pengumuman menunjukkan bagaimana para pekerja Beira D. dipaksa untuk bekerja secara berlebihan di bawah pimpinan Rennick. Kita semua tahu Rennick memang adalah orang yang sangat keras. Nyatanya ia secara tidak langsung merupakan orang yang menyebabkan kekacauan di Beira D. Mhairi sendiri pernah bertemu dengan cucu kembar Rennick dan melalui pertemuan itu, terungkap bahwa pada Bulan Desember tahun 1975, Rennick seharusnya tidak berkerja di Beira D., namun karena adanya masalah kekurangan pengiriman, iapun tidak bisa menghabiskan hari natal bersama cucunya, tidak sadar bahwa hari itu akan menjadi akhir baginya. Pada Bulan Desember tahun 1975, Beira D. lenyap ditelan lautan bersama seluruh kru yang ada. Pada satu kesempatan, kabel umbilikal Mhairi sempat tertimpa oleh reruntuhan, memaksanya untuk melepas kabel tersebut sementara waktu agar ia bisa mengambil jalan putar dan memasangnya kembali. Jelas ini adalah tindakan yang sangat membahayakan, mengingat pasokan oksigen dan komunikasinya putus sesaat. Bagaimanapun juga, Mhairi kemudian menemukan papan nama salah seorang kru bernama Michael McNeil yang merupakan satu – satunya kru Beira D. yang selamat dari insiden mengerikan karena ia bertukar shift dengan seorang temannya bernama Dominic. Bisa dibilang Michael adalah orang yang sangat beruntung, namun kenyataan bahwa Dominic yang bertukar shift dengannya menjadi korban insiden Beira D. membuatnya dihantui oleh perasaan bersalah bahkan hingga saat ini. Sial di tengah perjalanan, jalan yang dilalui Mhairi tiba – tiba tertimpa reruntuhan, memaksanya untuk bergerak cepat sebelum tertimpa. Mhairi berhasil bertahan hidup, namun kini ia harus mencari jalan keluar lain. Kali ini ia menemukan jasad seseorang yang tampak berusaha menggapai sesuatu di bawahnya. Mhairi memotret jasad tersebut dan meneruskan penelusuran, membuat kabel umbilikalnya tersangkut untuk kedua kali. Sama seperti sebelumnya, kondisi ini mengharuskan Mhairi untuk melepas kabel, sebelum kemudian mencari jalan putar agar bisa memasangnya kembali. Saat seisi area mengalami guncangan hebat, ia langsung cepat – cepat kabur darisana, dan betapa terkejutnya Mhairi ketika ia mendapati salah satu area masih belum tergenang air. Mhairi tidak bisa mempercayai apa yang dilihatnya, begitu juga dengan Rob yang mendengar dari Mhairi. Penasaran, Mhairi hendak menelusuri area tersebut dengan melepas kabel umbilikal terlebih dahulu, mengklaim ia bisa memanfaatkan sisa oksigen di dalam tabung untuk mengitari area tersebut. Tentu Rob langsung menolak ide gila Mhairi, namun di saat yang tidak tepat ini, jalur komunikasi mereka semakin memburuk. Mhairi yang keras kepala memutuskan untuk melepas kabel umbilikal, seketika memutus jalur komunikasi.
Setelah memastikan sisa oksigen di dalam tabung masih banyak, ia membuka helmnya dan segera menghirup udara sekitar… Paling tidak sebelum ia mengenakan kembali helmnya begitu sadar bahwa kualitas udara disana benar – benar kotor. Mengikuti arahan papan bertuliskan marine control dan hampir terjatuh saat jalan yang ia lalui runtuh, Mhairi terus mencari celah demi celah. Seiring berjalannya waktu, ia juga semakin sering batuk – batuk. Ada kalanya ketika Mhairi harus berlari dan melompat melewati lubang besar di hadapannya, sebelum akhirnya ia berhasil mencapai area marine control dan terkejut mendapati jasad manusia yang sudah termutasi sangat parah berada disana. Dia adalah John Roper, orang yang memang sudah termutasi sangat parah saat Caz mencapai Marine Control 10,5 tahun yang lalu. Mhairi memotret jasad mengerikan tersebut.
Sesuai harapan, ia menemukan Data Logger yang tersimpan di area Marine Control, namun sayang dalam perjalanan kembali, ia tertimpa oleh reruntuhan… Berbagai penggambaran acak muncul, sebelum kemudian Mhairi mendapati dirinya terbangun di sebuah padang rumput yang sangat luas. Setelah mendengar suara seorang pria yang terdengar sangat familiar dan sedang membicarakan soal ibunya, Mhairi kehilangan kesadaran… Bangun kembali di sisa – sisa Beira D., ia sadar genangan air memenuhi seisi area dengan sangat cepat, seketika membuatnya menjadi sangat waspada, berusaha mencari jalan keluar. Saat air menenggelamkan seisi area, Mhairi membiarkan tubuhnya terbawa arus kuat sampai terseret keluar. Dengan segera, ia berenang ke arah lonceng selam, namun perhatiannya kemudian teralihkan pada cahaya merah yang jatuh secara perlahan dan menyinari bagian reruntuhan Beira D. yang belum pernah ia lihat sebelumnya. Meski ia sangat ingin menelusuri area baru itu, Mhairi harus mengambil napas sebelum tabung oksigen habis. Untuk itu, ia berenang secepat mungkin menuju lonceng selam dan berhasil masuk di waktu yang tepat… Rob segera menyampaikan kabar baik ini pada Hans namun kemudian menjeda komunikasi sesuai keinginan Mhairi. Begitu mereka tidak lagi terkoneksi dengan Hans, Mhairi langsung memberitahukan soal apa yang baru saja dilihatnya, yaitu sisa – sisa Beira D. yang belum mereka telusuri. Mendengar bagaimana area tersebut berada kurang lebih 50 meter lebih dalam, Rob segera menolak usulan Mhairi, dan saat ia bertanya apakah Mhairi menghirup udara disana, Mhairi berbohong dengan mengatakan ia tidak menghirup udara apapun.
Lebih lanjut, Mhairi berusaha meyakinkan Rob bahwa ia tidak mengalami gejala apapun seperti yang dialami oleh kru Beira D. Ini adalah satu – satunya kesempatan mereka untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Rob terdiam, dan meski tidak menyukai ide Mhairi, pada akhirnya ia melaporkan pengakuan Mhairi pada Hans. Hans yang sudah bersiap menaikkan lonceng selam tentu tidak setuju mereka harus masuk lebih dalam lagi, paling tidak sebelum Rob dan Mhairi berjanji bahwa jalur komunikasi mereka tidak akan terputus. Setelah mengisi perut, lonceng selam mulai diturunkan sampai ke kedalam 237 meter. Sesuai prosedur, mereka harus melakukan pengecekan terlebih dahulu, memastikan semuanya berjalan dengan baik. Namun karena Hans meminta mereka untuk menunggu sebentar, sedangkan Mhairi sudah tidak sabar untuk menyelam, Robpun menyuruh Mhairi untuk langsung turun saja, ia yang akan mengurusi pengecekan.
Senang, Mhairi langsung keluar dari lonceng selam, memulai misi keduanya, mencari kabin kru Beira D…. Setelah menutup arus kuat menggunakan sebuah box, ia menyusuri bagian dalam area engineering dan menemukan jasad lain yang tertimpa reruntuhan. Di tengah perjalanan, Rob juga sempat memberitahu bahwa ia sudah berhasil mengekstrak sebuah rekaman audio dari data logger, memperdengarkan situasi panik kru Beira D. yang diikuti dengan sebuah ledakan besar dan teriakan yang menyebut nama Caz, tokoh utama Still Wakes The Deep… Rekaman audio seolah mengungkap bahwa tenggelamnya Beira D. disebabkan oleh sebuah ledakan dahsyat yang terjadi tanpa adanya keterlibatan makhluk laut misterius seperti yang kita ketahui. Mhairi yang tidak tahu apapun mengenai keberadaan makhluk tersebut menjadi sangat kesal, tidak percaya ledakan adalah penyebab utama tenggelamnya Beira D. Rob di sisi lain menganggap ledakan sebesar itu cukup masuk akal untuk membuat Beira D. rusak total. Selain itu, ia juga mengatakan, “dia tidak mungkin selamat dalam ledakan”, secara tidak langsung memberikan kita petunjuk bahwa Mhairi memang sedang mencari seseorang. Mencapai area yang tidak tergenang air, Mhairi langsung melepas kabel umbilikal terlepas dari bagaimana ia sebelumnya sudah berjanji untuk tidak memutus jalur komunikasi mereka. Rob hanya bisa mengingatkan Mhairi untuk tetap mengenakan helm, jangan sampai dilepas. Runtuhnya jalan penghubung mengharuskan Mhrairi untuk memanjat, namun aneh disini ia melihat jasad sama yang sudah pernah ia temukan sebelumnya tidak lain adalah jasad seorang deputi bernama Van Der Bijl. Bukan hanya itu, ia juga menemukan cetakan foto sama bertuliskan tahun 1969 milik sang deputi, persis seperti saat ia pertama kali melakukan penelusuran. Bingung, Mhairi segera memasang kembali kabel umbilikal dan hendak memberitahukannya pada Rob, paling tidak sebelum ia berubah pikiran, Mhairi memutuskan untuk menyimpannya seorang diri. Di tengah penelusuran, Rob memperdengarkan rekaman audio kedua yang ia dapatkan… Rob dan Mhairi tidak bisa berkata – kata, tidak menyangka para kru mengalami teror semengerikan itu. Melewati area ventilasi, Mhairi menemukan jasad seseorang yang tampak sedang berusaha membebaskan diri. Menariknya, pemantik api yang ada di tangannya adalah pemantik api milik satu – satunya kru perempuan di Beira D. bernama Finlay. Namun jasad yang ia temukan adalah seorang laki – laki. Nah kalau kita ingat kembali ke cerita utama Still Wakes The Deep, Finlay memang sempat mengeluh kehilangan pemantik apinya. Disini akhirnya terungkap bahwa pemantik api Finlay rupanya berada di tangan salah seorang kru, entah apakah Finlay sendiri yang meminjamkannya atau diambil tanpa izin.
Bagaimanapun juga, Mhairi menjadi sangat panik begitu ia sadar ada bongkahan batu yang menggelinding di belakangnya, sehingga dengan cepat ia langsung berusaha mencari jalan keluar dari area ventilasi. Meski pada akhirnya ia berhasil membebaskan diri, kini kabel umbilikalnya tersangkut oleh bongkahan batu, belum lagi ia sempat mendengar suara raungan dari kejauhan. Rob yang mengetahui lokasi Mhairi langsung memberitahukan jalur yang harus ditempuh untuk mencapai jalan keluar, dan hanya sesaat setelah itu, komunikasi mereka terputus begitu saja. Mhairi terpaksa harus melepas kabel umbilikal, menggantungkan napasnya pada kadar tabung oksigen yang tersisa. Di titik ini ia mulai menyesali keputusannya menyelam lebih dalam, dan seolah masih belum cukup sial, senter mati di tengah perjalanan. Saat mencapai jalur keluar, pintu tidak bisa dibuka sama sekali, padahal Rob sudah menunggu di sisi luar. Segera di saat itu juga, Mhairi langsung mengungkapkan keputusasaannya, yakin semua jalan keluar sudah tertutup rapat. Di sisi lain, sadar senter Mhairi tidak bisa digunakan, Rob memberikannya sejumlah flare dan berusaha menenangkan rekannya itu, mengatakan bahwa Mhairi pasti akan menemukan celah untuk keluar. Senter Mhairi sempat menyala kembali, sebelum akhirnya mati total, kondisi yang mengharuskannya untuk menyalakan flare pemberian Rob. Melewati bagian dalam pipa, Mhairi tiba – tiba mendengar suara samar – samar Rob yang anehnya terdengar sangat tenang. Kedua kali mendengar suara Rob yang kali ini tampak menyalahkan Mhairi, Mhairi akhirnya sadar bahwa ia sudah melepas kabel umbilikal sejak kabel itu tertimpa oleh bongkahan batu. Jadi darimana suara Bob berasal kalau jalur komunikasinya saja sudah terputus? Belum sempat mencerna apa yang terjadi, Mhairi mendengar suara raungan monster dari belakang, dan untuk pertama kalinya, ia melihat wujud mutasi mengerikan yang disebabkan oleh makhluk laut misterius. Tanpa membuang banyak waktu Mhairi langsung berlari sekuat tenag- Ehhmm… Mhairi? Tanpa membuang banyak waktu Mhairi langsung berlari sekuat tenaga dan membuka pintu di ujung area. Di saat itu juga, situasi menjadi normal kembali… terlalu normal untuk situasi aslinya. Mhairi seolah dibawa ke masa lalu saat kondisi Beira D. masih baik – baik saja, lebih tepatnya ia berada di dalam ruang santai.
Mhairi, dalam kebingungan yang mengisi kepalanya, mulai mengitari area sekitar, bukan, bukan melihat pantat. Ia kembali mendengar suara seorang pria yang membicarakan soal ibunya, membuatnya refleks memanggil sang ayah. Kini menjadi jelas bahwa suara pria yang kerap kali ia dengar adalah suara ayahnya, dan alasan Mhairi begitu nekat menelusuri Beira D. adalah untuk mencari tahu apa yang terjadi pada ayahnya. Pada satu titik, Mhairi dapat mendengar suara ayahnya dengan sangat jelas, secara tidak langsung mengungkap bahwa ayah Mhairi adalah Brodie, salah satu pekerja Beira D. yang bertahan hidup cukup lama saat insiden terjadi. Iya, Brodie adalah orang yang diacungi jari tengah oleh Caz, bagian yang entah kenapa cukup sering kalian ulang – ulang… Apapun itu, Mhairi akhirnya berhasil mencapai kabin para kru, yang dimana setelah menelusuri dua kabin, yaitu kabin milik Addair dan kabin milik Gibson dan Dobbie, ia akhirnya menemukan kabin sang ayah. Begitu melihat foto yang menunjukkan kebersamaannya dengan Brodie sang ayah, Mhairi langsung menjadi sangat sedih, bertanya – tanya kenapa kejadian mengerikan seperti itu harus menimpa ayahnya? Mhairi memejamkan mata, dan saat ia membukanya kembali, ia mendapati dirinya kembali ke realita, berada di dalam kabin kru Beira D. yang sudah lama terbengkalai. Mhairi tidak bisa berlarut – larut dalam kesedihan, terlebih kadar oksigennya sudah mulai menipis. Sadar ia tidak memiliki banyak waktu, Mhairi bergegas mencari jalan keluar. Tapi sebelum itu, bila menyempatkan diri untuk berkeliling, ia akan menemukan sebuah foto tua di dalam kabin milik Caz. Bagaimanapun juga, Mhairi kemudian membiarkan tubuhnya terseret oleh arus kuat dan akhirnya berhasil membuka sebuah pintu yang membawanya keluar. Dengan cepat, ia langsung berenang sekuat tenaga menuju lonceng selam namun di luar dugaan, ia tidak bisa menemukan Rob. Hans tidak memberikan respon apapun saat ditanya perihal keberadaan Rob, dan tidak lama berselang perhatian Mhairi tertuju pada sesuatu yang bergerak di area luar. Lonceng selam juga tiba – tiba terguncang hebat, membuat Mhairi berakhir kehilangan kesadaran. Saat terbangun, ia mendapati lonceng selam mengalami kebocoran, tidak memberikannya pilihan lain selain keluar… Mhairi tidak tahu dimana dirinya saat ini, sesuatu tampaknya telah menyeret lonceng selam ke area lain. Masih mencari Rob, Mhairi mengitari area sekitar, tempat ia terkejut melihat sosok monster mengerikan sedang berkeliaran di dekatnya. Kondisi ini memaksa Mhairi untuk sangat waspada. Hanya berbekalkan flare sebagai satu – satunya penerangan sekaligus pemancing perhatian, ia bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya.
Mhairi yang tidak tahu harus kemana terus bergerak menelusuri apapun yang ada di hadapannya, yang dimana dalam penelusuran ini, ia sempat mencapai area yang tidak tergenang air namun sayangnya jatuh sebagai akibat dari runtuhnya pijakan yang membuatnya lagi – lagi harus bersembunyi dari pantauan monster. Begitu keberadaannya diketahui oleh sang monster, Mhairi langsung berenang sekuat tenaga mencari jalan keluar, sampai – sampai napasnya menjadi sangat berat dan sesak, belum lagi kakinya sempat terjerat. Berhasil melepaskan diri, Mhairi yang sudah mulai kehabisan napas dan tenaga masih terus berenang. Ia melihat sebuah pintu berada tidak jauh darinya, tapi semuanya sudah sia – sia. Mhairi meminta maaf pada Rob karena telah melibatkan rekannya itu dalam penelusuran ini. Kehabisan napas, iapun kehilangan kesadaran… Aneh, Mhairi kemudian terbangun kembali, dan kali ini ia memiliki cukup tenaga untuk mencapai pintu yang segera ia buka, membawanya kembali ke area yang sangat tenang. Pemandangan sekitar mengingatkan Mhairi bahwa ia sudah pernah mengunjungi tempat ini sebelumnya, dan lebih mengejutkannya lagi, ia melihat Brodie ayahnya sedang duduk santai di tepian. Di saat itu juga, Mhairi langsung berlari menemui sang ayah, hanya untuk mendapati bahwa ia tidak benar – benar bertemu dengan ayahnya, melainkan sedang menelusuri salah satu ingatannya di masa lalu ketika Mhairi mengkhawatirkan keselamatan sang ayah sebagai seorang penyelam. Saat itu menanggapi kekhawatiran Mhairi, Brodie hanya bisa tertawa, mengatakan bahwa peri sekalipun tidak akan bisa menghentikannya dalam menyelami lautan. Bagaimanapun juga, setelah mendengar ungkapan rasa sayang Brodie, Mhairi terkejut melihat sejumlah kru Beira D. bermunculan di belakangnya. Brodie melanjutkan pembicaraan, memberitahu bahwa lautan dipenuhi dengan hal – hal yang indah dan aneh. Bila suatu saat nanti Mhairi melihat hal seperti itu, lebih baik biarkan saja, tidak perlu mengganggu ketenangan mereka… Beira D. muncul di tengah – tengah lautan, seketika membuat Mhairi menjadi sangat gugup dan ketakutan. Brodie di sisi lain menjulurkan tangan, mengajak Mhairi untuk menyelam bersama. Mhairi memegang tangan Brodie, dan sampai di titik ini, game akan diakhiri dengan 2 cabang ending… Untuk mendapat ending pertama, kita hanya perlu menunggu beberapa detik, artinya Mhairi tidak tega melepas tangan sang ayah. Setelah Mhairi mendengar suara seseorang kehabisan napas, Brodie berusaha menenangkannya, mengajak sang putri untuk menyelam bersama… Di saat itulah, kisah game Still Wakes The Deep Siren’s Rest berakhir. Sedangkan untuk mendapat ending 2, Mhairi harus tega melepas pegangan tangan sang ayah. Sesaat setelah Mhairi mengungkapkan keinginannya untuk pulang, ia mendengar suara teriakan Rob yang memanggil namanya dan tubuhnya tiba – tiba terhempas menjauhi sang ayah, membawanya kembali ke dalam kegelapan, sebelum kemudian ia terbangun di dalam kedalaman laut. Rob, dengan penuh kepanikan, berusaha membawa Mhairi ke tempat yang aman… Jadi itulah kisah yang dibawakan oleh DLC Siren’s Rest beserta dengan kedua endingnya. Meski ceritanya sudah jelas, tapi mari kita perjelas lagi melalui babak penjelasan. Secara keseluruhan kisah DLC Siren’s Rest berpusat pada karakter Mhairi yang terungkap sebagai anak perempuan Brodie, salah satu kru Beira D. yang menjadi korban dalam sebuah insiden misterius 10,5 tahun yang lalu. Berdasarkan ucapan Brodie di bagian ending, kita tahu bahwa sedari dulu Mhairi dan ibunya selalu khawatir dengan pekerjaan Brodie sebagai seorang penyelam karena dinilai terlalu beresiko. Dari sini juga kita tahu bahwa Mhairi sebenarnya tidak memiliki keinginan untuk menjadi penyelam. Namun sejak ayahnya menghilang dalam insiden Beira D., iapun belajar menjadi seorang penyelam demi mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sang ayah, atau paling tidak ia bisa menemukan jasadnya.
Dengan mengetahui hal ini, akhirnya terjawab bahwa alasan Mhairi terlihat begitu nekat dalam menelusuri sisa – sisa Beira D. tidak lain adalah karena ia ingin mencari sang ayah. Itulah kenapa di sepanjang game, Mhairi digambarkan sebagai orang yang keras kepala dan bahkan sering melakukan hal – hal nekat seperti melepas kabel umbilikal demi meneruskan penelusuran lebih dalam.
Namun aksi nekat Mhairi pada akhirnya malah membahayakan dirinya sendiri dan Rob. Contohnya, saat mencapai area yang tidak tergenang air untuk pertama kalinya, ia malah melepas helm dan menghirup udara disana. Seperti yang sudah terungkap pada cerita utama Still Wakes The Deep, infeksi makhluk laut misterius dapat menyebar melalui berbagai cara, salah satunya adalah melalui gas.
Jadi sejak Mhairi menghirup udara, ia sudah mulai terinfeksi, dan sama seperti yang dialami oleh para kru Beira D., gejala infeksi bermula dari mendengar suara orang terdekat. Mhairi bahkan sampai sempat bermimpi terbangun di sebuah padang rumput dan mendengar suara samar – samar Brodie ayahnya.
Kondisi juga menjadi semakin kacau saat Mhairi berhasil mencapai lonceng selam namun tidak bisa menemukan Rob yang sedang mencarinya. Belum lagi, penelusurannya telah mengganggu ketenangan sang makhluk laut, sehingga makhluk itupun menyerang lonceng selam sampai terhempas sangat jauh. Nasib Mhairi ditentukan dari ending mana yang kita dapatkan. Bila Mhairi tidak tega melepas tangan sang ayah di alam bawah sadarnya, artinya ia menyerah dan berakhir mati tenggelam. Sedangkan bila ia melepas tangan sang ayah, artinya Mhairi masih memiliki sedikit kesadaran untuk terus berjuang. Di saat yang bersamaan, Rob datang menyelamatkan nyawanya. Tapi tetap saja, kita tidak diberitahu apa yang terjadi berikutnya karena game berakhir begitu saja. Meskipun Mhairi nantinya berhasil diselamatkan, kita semua tahu ia sudah terinfeksi. Memang sama seperti cerita utama Still Wakes The Deep, DLC Siren’s Rest juga sengaja tidak mengungkap apapun soal makhluk laut misterius yang hidup di bawah sana. Kehadirannya begitu misterius dan mematikan. Maka dari itu, seperti yang dikatakan oleh Brodie, laut dipenuhi dengan hal – hal indah dan aneh. Namun bila kita menemukan hal seperti itu, lebih baik biarkan saja, jangan mengganggu ketenangan mereka. Sagar Beroshi selaku sang penulis cerita dan narrative lead Siren’s Rest mengaku bahwa salah satu inspirasi yang ia gunakan dalam menggarap cerita ekspansi ini adalah sebuah suara frekuensi rendah yang sempat terekam di kedalaman lautan pada tanggal 1 Maret tahun 1999. Disebut dengan alias ‘Julia’, suara ini terdengar cukup keras sampai terdengar di sepanjang Samudra Pasifik selama 2 menit 43 detik. Berbagai penjelasan seketika bermunculan, termasuk salah satunya adalah dugaan bahwa ada makhluk laut raksasa yang tinggal di bawah sana, makhluk yang kita manusia tidak akan siap untuk menghadapinya. Beroshi juga menyebut suara ‘Julia’ sebagai simbolisasi dari ketidaktahuan, gagasan aneh bahwa sesuatu mungkin ada di luar sana, sesuatu yang besar atau diam yang di luar pemahaman manusia. Gimana menurut pendapat kalian? Silakan tulis di kolom komentar di bawah. Request bisa dengan reply komen yang kami pin atau DM ke instagram kami di @droomp1. Jangan lupa untuk kasi like kalau kalian suka dengan konten – konten kami dan tentunya terima kasih banyak kepada kalian semua yang telah merequest dan menonton video kali ini. And see you guys in the next video. Stay Romp

Seluruh Alur Cerita Game Still Wakes The Deep Siren’s Rest
Ekspansi cerita Still Wakes The Deep Siren’s Rest mengambil latar waktu 10,5 tahun setelah terjadinya insiden Beira D. Seorang wanita bernama Mhairi menelusuri apa yang tersisa dari anjungan tersebut, mengungkap banyak hal baru di dalamnya.

Plot Still Wakes The Deep

Game: https://store.steampowered.com/app/3465690/Still_Wakes_the_Deep_Sirens_Rest/

CHAPTERS
00:00 opening
00:47 Prologue
02:11 Chapter 1 Finding The Data Logger
12:14 Chapter 2 Finding The Crew Cabins
20:49 Chapter 3 Finding A Way Out
23:48 Ending 1
24:27 Ending 2
25:16 Explanation
29:03 Closing

Subscribe – https://www.youtube.com/channel/UC1cu3C3XRmGee8b1jifMQWA?sub_confirmation=1

Dukung kami melalui link dibawah ini (Jangan Pakai Duit Ortu)
https://saweria.co/droomp

Channel banner by @dzikrighoul

Follow us:
Twitter – https://twitter.com/Droomp1
Instagram – https://www.instagram.com/droomp1/

MUSIC USED
Still Wakes the Deep (Original Soundtrack)

FOOTAGE USED
[Droomp Plays] “Misteri Still Wakes The Deep Berlanjut Dalam Ekspansi Siren’s Rest”

VO: R
Editor: Armaguddien
Stay Romp!

#stillwakesthedeep #droomp