Aku Ga Bisa Berhenti… [Pikabuu Stop]

Guys, kalian banyak banget yang request supaya aku main game ini. Katanya sedih banget. Judul gameennya adalah Pikabu Stop. Let’s go. Mulai baru ada peringatan. Gak apa-apa sensor, Guys. Mau disensor enggak? Aku sensor kata kasarnya aja deh, ya. Oke, lanjut. Wah, ini rumah kita, Guys, ya. W aku jadi ingat dong sama TV zaman dulu. TV tabung, Guys, namanya, ya. Terus aku ngapain ini, ya? Elah. Pagi-pagi kerjaannya ngerokok, Guys. Jangan ditiru, ya. Ini persis banget kayak papa aku, Guys. Mas, ini pisang goreng dan kopinya. Aduh, cantiknya istriku. Makasih ya. Apa sih, Mas? Suka lebay deh pagi-pagi istriku, Guys. Eh, kamu dipuji malah gitu. Ah, enggak butuh pujian, Mas. Aku butuhnya duit. Cepat. Mau uang kasih berapa, Guys? Rp50.000 atau Rp30.000? Setahu aku harga pasar itu e mahal. Kasih Rp50.000 aja deh. Disun dulu dong suaminya. Eh, he. He. Ngasih Rp50.000 R.000 minta Sun Rp10 juta baru boleh minta uang jajan dong anakku ya berarti ya Rp15.000 atau Rp10.000 waktu aku SMP uang jajan aku mah Rp10.000 doang guys. Terima kasih Pak. Ini squid game macam apa yang itu guys? Hah? Bisa masuk siadi. Bro entar malam ngopi yuk. Hah? Malas paling mau minjam duit. Hah? Enggaklah Bang. Justru gua mau traktir lu nih sama teman-teman. Tumben banget lu jadi sultan. Hah hah h. Iya. Ketahu orang sultan seperti itu ya, Guys, ya. Iya dong. Gua habis menang jackpot, Bang. Hah? Jackpot? Lu main judul? Seriusan? Eh, tak betul nih. Yoi, Bang. Ah, gila ini. Serius, Guys. Mau judul kek, mau pinjol kek, mau ngerokok kek, pokoknya jangan dilakuin ya, Guys, ya. Itu aduh sesat semuanya. Beneran, Bang. Kenapa mau ikutan? Wk wk wk. Tapi sekali lagi karena ini cuma game akan aku tunjukkan, guys ya. Seberapa buruk judul tuh bisa ngerusak hidup kalian. Boleh ya tengkoraknya guys ya. Untuk menunjukkan seberapa buruknya ini keputusan kita, cobalah iseng-iseng taruhan kecil-kecilan aja. Kalau udah menang sekali gua bakal berhenti. Bakalnya untung dan cuan gua bikin bangkrut itu si bandar judul. Emangnya bisa? Mana nih linknya? Gua lagi butuh duit nih, Yat. Oke, oke, oke, oke, oke, oke. Username adalah siapa ya, Guys? Ya, tralalero. Tralala username aku apa? Ya ampun, aku lupa, Guys. Tralalero ya kalau gak salah, ya. Password-nya ini. Benar enggak? Semoga betul. Let’s go. Halo Tralalero, balance kamu nol, uangnya nol. Top up dulu guys. Top up dulu. Top up kecil-kecilan 10.000 dulu aja. Oke, saatnya kita main, Guys, ya. Oke, Teman-teman, langsung aja kita coba, ya. Taruhannya ini kali 7 main. Let’s go, let’s go. Bisa menang emangnya ya, Teman-teman? Kok menang? Eh, enggak enggak, Guys. Ini tuh trik bandarnya ya. Trik bandar judulnya. Jadi, emang kalian tuh dibuat ketagihan dengan menang dikit, dikit dikit. Nanti kalau udah kalian menang besar, kalian dikalahin dan uang kalian tuh habis total, Guys. Jadi, enggak ada ceritanya orang kaya dari judul itu bohong, Guys. Ya, bohong. Judul itu penipuan. Oke, ya. Menang. Oke, udah. Level kecanduannya mana? Oh, belum kecanduan. Oke, baiklah. 25.000 kita putar tuuh kali. Langsung aja deh, Guys, ya. Langsung. Let’s go. Yap, let’s go. Nih, kita lihat, Guys, beneran bisa dapat uang enggak? Kalau aku rasa sih tidak mungkin, ya. A few moms later. Hadiah aku Rp.000. Itu mah rugi, Guys. Rugi kan? Tuh kan aku bilang apa? Rugi aku. Wah, gampang juga ya ternyata. H gampang gimana? Rugi, rugi loh. Tadi aku top up berapa itu? Seru, seru. Bapak ini agak-agak ya, Guys, ya. Uangnya hilang, dia malah senang, Guys. Lihat nih. Tuh, tadi tuh uang aku kan Rp35.000, Guys, ya. Eh, gimana sih? Kayaknya lebih seru kalau kita naikkan taruhannya. Kalau taruhannya makin naik, otomatis hadiahnya makin besar dong. Ayo, lanjut lanjut. Papa aku sih enggak enggak kecanduan judul ya. Soalnya zaman dulu itu belum ada judul, enggak ada internet ya, Teman-teman. Tapi dia itu kecanduan rokok ya. Sama aja lah ya. Jadi waktu aku kecil tuh sering banget tuh kayak guys. Aku tuh gak bisa makan cuma gara-gara ya gara-gara si papa aku tuh uangnya dipakai buat beli. Ini bukan papa yang baik memang ya teman-teman. Hari keenam. Gila, aku main ini judul sampai 6 hari enggak berhenti-berhenti. Enggak kerja apa aku? Anak istriku gimana? Tabungan aku, Guys. Lihat-lihat di pojok kiri atas sisa R juta loh, Guys. Parah banget. Dan aku masih ngerokok. Oh ya, jangan lupa hari ini bayar kontrakan rumah bulanan kita udah siapkan uang Rp1.250. Eh, enggak cukup uang aku. Hah? Loh, kenapa kaget, Mas? Lupa. Gak enggak gak apa-apa kok, Mas. Aku minta uang buat ke pasar dong. Waduh kasih berapa ya, Guys, ya? E 40 deh. Loh, kok cuma Rp40.000? Ya adanya cuma segitu. Ya udah, ke pasar, ya, Mas. Ini udah saatnya kita stop enggak sih, Guys? Ya, kalau waras sih udah berhenti. Eh, enggak sih? Kalau orang waras dari awal tidak menyentuh judul. E sama kayak kemarin ya, R.000 ya. Terima kasih, Pak. Sama-sama. Berangkat dulu. Bye. Byye. Bye. Bye. Ya, hati-hati. Yap, yap. Seperti biasa, lanjut makan, Guys. Lanjut ngopi. Aduh, uang gua mepet banget nih. Dan sekarang gua malah kepikiran soal uang kontrakan. Belum lagi harus bayar listrik, air, SPP Kaila. Aduh, gimana ini? Mau tahu solusinya? Berhenti judul, berhenti ngerokok. Y, niscaya kalian akan menjadi kaya. Bodo amat ah. Pusing. Ayo kita main judul lagi. Aku udah tahu trik-trik dapat jackpot ini. Hoaks ya, Guys. Enggak ada tuh trik trik trik tuh. Enggak ada itu. Kalau dapat jackpot gua bakalan kaya raya dan gua bakal beli dunia ini. Ya udah gila ini orang guys ya. Selamat tebakan kalian. Benar uang aku nol. Good job guys. Silakan tulis di kolom komentar uang aku nanti sisa berapa. I selamat. Kalian benar lagi nol. Good job. Udah enggak terasa. Tapi emang ya, Guys ya, sekalinya kecanduan itu susah untuk berhenti. Kecanduan aku sudah uh lumayan lah ya, Guys. Dan uang aku sisa Rp300.000 loh. Ada notif dari bank. Wah, gaji gua udah masuk. Gaji enggak nambah-nambah cuma R juta. Enggak apalah yang penting bisa dipakai buat modal main. Lah, K kira dia bakal bayar kontrakan atau bayar uang sekolah atau bayar ini kasih istri buat ke pasar. Astaga, aku punya teman ya, Guys ya, waktu kuliah dia itu juga suka banget main judul seperti ini ya. Ujung-ujungnya apa, Guys? Dia berhenti kuliah. Karena kenapa? Ya, karena itu, Guys, ya. Karena dia kecanduan ini sampai enggak bisa fokus belajar, Guys, ya. Makanya ini jahat sekali, Guys, ya. Judul ini tuh benar-benar membunuh kalian. Jangan dilakukan. 300.000. Baik, baik, baik, baik. Pah, sebentar, sebentar. Kaila, Kaila itu loh ngajak ngomong loh. Iya, iya, sayang. Aku mau berangkat sekolah. Uang jajan sama uang untuk berenang Rp50.000. Uang berenang? Iya kan? Separuh aku udah bilang. Ngapain sih kamu berenang-berenang? Jangan suka buang-buang uang. Ah. Loh, enggak ngaca bapaknya buang-buang uang mulu dia. Kok gitu, Pah? Ini kan buat nilai olahraga sebulan sekali kan memang ada pelajaran renang. Udah enggak usah ikut. Bilang aja kamu sakit. Hah? Tapi kalau enggak ikut nilai pelajaranku jelek, Pah. Jangan bawel. Hah? Papa lagi gak ada duit. Kau minta sama Mama sana. Geram kali aku, Guys, sama bapaknya ini, ya. Ada yang bilang kalau anak tuh durhaka, tapi lupa, ya, Guys, ya. Kalau orang tua tuh bisa durhaka loh. Itu kenapa Kayla enggak pamit sama aku? Enggak sopan banget sama orang tua. Dia ngambek karena enggak dikasih uang sama kamu. Halah, lebai banget sih. Titik titik titik. Nah, suara token listrik tuh. Token listriknya bunyi Mas tuh. Tit. Minta diisi tuh. Minta dibayar. Tolong diisi, Mas, tok listriknya. Ya, ya, ya, ya. Oh, ya. Kontrakannya udah dibayar belum, Mas? Udah. Beneran? Benar. Udah dibayar atau belum? Soalnya tadi yang punya kontrakan ngewatsapp aku, katanya belum. Lagi pula tanggal segini biasanya kamu udah gajian kan? Kamu bawel. Ya iya, ya, ya. Nanti aku bayar. Udah, udah dah. Kamu sana ke dapur. Aku pengin kopi sarapan sebelum berangkat kerja. Biasanya kalau orang kecanduan, kecanduan judul gitu, Guys, itu makin gampang marah-marah. Kayak contohnya Bapak ini sih. Dasar Bapak tidak berguna. Bukannya bukannya bayar token listrik, dia malah main ini lagi. Hah? Oh my God. Ini orang maunya apa dah? Tebak guys. Uang aku sisa berapa habis ini? Ya, guys. Silakan tulis di kolom komentar. Selamat tebakan kalian selalu benar. Jawabannya adalah nol. Mati listrik. Tokennya habis. Sialan. Bikin badmood aja. Mau enggak mau harus beli token listrik ya? Iyalah dari tadi kamu ngapain aja? Ee token listrik yang kamu beli 20, 50, 100 lah. 100 lah. 100 supaya ini enggak mati-mati lah. Udah token udah kebeli. Sekarang soal uang kontrakan. Titik titik titik. Ayo bayar. Ah bisa nanti bayarnya santai aja. Walah walah. Ini gimana nih? Tidak bisa diselamatkan, Guys, ya. Ini ini Bapak ini tuh. Aduh. Tuh, tuh, tuh, tuh, tuh. Udah sampai hari ke-17 loh, Guys. Dan masih belum tengah bulan duit gua udah habis lagi. Gua butuh modal buat main. Kali ini gua punya feeling yang bagus buat menang. Tapi bisa dapat duit dari mana? Gajian masih lama. Minjam uang ke si kali ya? Dia kan uangnya banyak. Jago dia mainnya. Oh, ngutang sekarang. Makin tidak berguna ini orang ya, Guys, ya. Siapapun yang memulai percakapan dengan P itu orang yang menyebalkan ya, Guys ya. Oi, kenapa, Bang? Lagi di mana, Yat? Buset, Bang. Lu minjam duit gak ada basa-basinya. Ya, gimana, Jat? Gua lagi butuh duit sekarang. Ya elah, Bang. Gua juga lagi gak ada duit. Tuh kan dia, dia juga habis uangnya. Kalah banyak gua main kemarin. Gua aja sekarang enggak bisa bayar kontrakan. Mending lu pinjol aja. Mau gua kasih linknya. Oke, boleh, Bro. Jangan pinjol juga, ya, Guys, ya. Prinsip aku dari dulu tuh aku tidak bakal ngutang ke siapapun, Guys, ya. termasuk habis papa dan mama aku cerai, Guys. Ya kan? Mama kan gak punya uang. Mama gak mau ngutang. Mama jual perhiasannya, cincin nikahnya dijual. Semua-semua dijual demi aku tuh bisa sekolah, Guys. Nah, udah pas nih. Jebret. Kita uploading foto KTP berhasil. Sekarang selfie pakai KTP. Selfie pakai KTP. 1 2 3 cheese. Eh, Guys. Tapi kalian jangan ini loh ya. Jangan foto-foto KTP terus kalian sebar-sebar loh, Guys. Bahaya loh, ya. Asik, registrasinya udah disetujui. Mau pinjam berapa ya? Pinjam berapa? Hayo, uang kamu cuma Rp35.000 loh. Ya udahlah, pinjam R2 juta kali ya. Jangka waktunya e 7 hari. Eh, bisa enggak sih dilunasin 7 hari? Coba deh ya. Coba deh ya. Siapa tahu kan aku udah gajian ya, Teman-teman ya. Oke, uangnya beneran masuk. Ternyata minjam duit segampang itu ya. Kalau segampang ini sih bisa minjam duit sepuasnya. Tapi kok yang masuk cuma 2,3 dipotong admin. Hah? Ya udahlah. Terus yang harus dibayar 2,8. Gila, gede banget bunganya. Tapi bodo amat lah. Yang penting modal main sudah ada. Ayo, let’s go. Kita main lagi. Selamat nol. Hore. Selamat nol lagi. Ye, bakar uang itu. Permisi, ada orang ketok pintu rumah. Dekh, bukain dong pintunya. Ada tamu. Uang kontrakan. Saya belum dapat uang kontrakan dari Bapak Benny. Hah? Belum bayar uang kontrak kan? Bener tuh? Betul. Jadi gimana Pak Benny? Kapan mau dibayar? Ah, gua kira udah dibayar loh, Guys. Ya, parah banget ini. Sudah lewat hampir 10 hari loh. Saya enggak mau ini berlarut-larut. I nanti saya bayar, Pak. Saya lagi banyak kebutuhan dan keperluan untuk anak dan istri. Bohong banget. Hah? Jangan begitu, Pak Beni. Bapak Benny kan sudah berkata seperti itu berkali-kali di WhatsApp. Saya ke sini untuk meminta keseriusan Anda. Gimana? Bayar. Oke, Pak. Saya transfer sekarang juga. Bayar dulu, bayar dulu. Yang benar kamu jadi Bapak. Ya, saya sudah transfer, ya, Pak. Bukti transfernya saya kirim lewat WA. Oke, terima kasih banyak ya, Bapak Benny. Kenapa kamu nunggak kontrakan? Enggak biasanya kayak gini. Lupa. Hah? Lupa kok bisa lupa? Kan udah ingetin berkali-kali. Ya udah sih, bawel banget loh. Kamu kok marah, Mas? Ah, kan cuma berisik. Pergi sana, buatin aku kopi dan sarapan sekarang. Kasihan banget, Guys, jadi istrinya. Punya istri kok bawel banget. Harusnya kamu tuh berterima kasih udah dibayarin uang kontrakannya. Dasar istri enggak tahu diuntung. Hari ke-20. Jangan bilang masih kecanduan itu. Dia masih loh, Guys. Oh my God. Aku kalau jadi istrinya ini bapak udah aku lempar ke rumah sakit jiwa, Guys. Ya. Dan selamat kamu dapat nol. Apa si kalah lagi. Itu kasar sekali, ya, Guys, ya. Ucapannya editor tolong disensor itu, ya. Padahal kemarin malam udah menang R jutaan, tapi langsung habis lagi. Duit tinggal R200.000-an. Duit segini bisa main berapa kali doang? Ah, gua nyesel. Nyesal gua nyesel. Kenapa kemarin kau bayar kontrakan? Harusnya kan bisa dicicil gara-gara Pak Heru bekel banget. Aduh, udah tua masih aja serakah. Padahal kalau uang kontrakan kemarin gua pakai, gua yakin bisa menang Rp10 juta. Aduh. Dah, terus gimana nih caranya gua dapat duit dengan cepat? Gua pengin taruhan yang gede. Hmm, mending pinjol lagi deh. Selagi ada pinjol itu, gua bisa top up sesukanya. Ayo kita ngutang. Mantap. Uang gua jadi 2,6. Indahnya hariku kalau udah bisa main lagi. Ho ho ho. Oke, hari ke-23, Teman-teman. Ya, enggak terasa udah mau 1 bulan loh dia tuh main terus. Bentar, Guys. Apa tuh? HP HP. Angkat angkat. Halo, dengan Papa Benny. Saya Roni dari melarat Finance. Saya mengatakan Bapak sudah menunggak cicilan motor untuk bulan ini karena keterlambatan jumlah cicilan akan didenda jadi 670. Jika Anda tidak membayarnya maka denda akan makin bertambah. Ya, ya, ya. Aku akan bayar. Bawel banget sih. Padahal sekarang kan hari Minggu loh. Rajin banget soal tagih-menagih. Sial, tiap hari ada aja yang bilang suruh bayar ini bayar itu. Mulai tagihan air SPP, sekarang cicilan motor. Gua bayar apa enggak ya? Bayar semuaah ya. Bayar tagihan pinjol. Ini bisa enggak? Gak bisa ini. Bayar bayar bayar bayar. Gua bayar semuanya lah. Kalau semua kebayar enggak bakal ada yang ganggu gua main kan. Sisa berapa tuh guys ya tabungannya? 1,6 utangnya 5,7. Ini orang masih main aja main aja. Loh, kamu ngapain? Aku mau nonton TV, Pah. Ada sinetron ganteng-ganteng Mbak Saudara. Hah? What is that? Mukanya kayaknya tahu deh, Guys, ya. Mirip sekali dengan Bang Winda. Apakah itu Bang Winda? Asik acaranya udah mulai. Kayaknya aku kenal deh, Kak, sama orangnya. Wah, bakalan seru nih ceritanya. Kamu ngapain nonton TV, bukannya belajar? Hah? Sekarang kan hari Minggu, Pa. Kamu nih ganggu Papa tahu. Udah, kamu ke kamar sana atau main di luar, jangan di sini. Hah? Aku mau nonton, Pak. Ini acaranya seru loh. Si Brando itu lagi PDKT sama kamu dengar Papa enggak? Jangan di sini. Pergi. Papa gak pengen diganggu di sini. Kok gitu sih, Pah? Kakan cuma mau cepetan pergi. Ya ampun, ini Papa kasar sekali ya, Guys, ya. Taipah bandel banget sih. Sini remot-nya. Mana remote-nya? Ah. Ah kasih ke papa. Ah, matikan. Gak ada nonton-nonton. Ngerti ya? Hemat listrik mukanya loh, Guys. Sedih banget. Ampun, enggak berasa duit gua udah hampir habis gini. Aduh, sial. Apa pinjol lagi ya? Hmm. Hmm. Lihat guys di atas level kecanduannya udah maksimal enggak sih? Itu sepertinya dia sedang keluar rumah. Kalau enggak salah dia punya tabungan rahasia yang ia simpan dalam lemari. Mending gua ambil aja buat model. Ayo cepat cari sebelum ketahuan. Wah parah sekarang berani mencuri, Guys. Cuma Rp13.000 doang ini mah. Buat sekali main. Payah banget punya istri yang bukan dari keluarga kaya ya. Elah, itu kan ya pilihan kamu, Jua. Oh, kaget aku. Kaget aku, sumpah, Guys. Oh, kenapa? Kenapa? Kenapa? Kamu bikin Papa kaget aja? Papa ngapain? Bukan urusanmu. Kamu yang ngapain ngagetin Papa? Ak cuma M, minta uang terus buat apa? Ya buat jajan. Tadi si Rani ngajakin makan seblak. Ya udah, kasih uang. Nih Rp5.000. Kok cuma malah R5.000? Enggak cukup lah buat beli seblak. Udah bagus, Papa kasih. Papa lagi ada duit. Apaapa bohong? Tadi kaila lihat Papa pegang u banyak. Udah udah udah mending kamu pergi aja nih. Papa tambahin 3.000. Ya udah kalau gitu aku main dulu ya, Pak. Dadah. Beberapa jam kemudian. Ketahuan enggak sih, Guys? Ternyata bukan ketahuan. Main, Guys. Yang ada dia. Halo, istriku. Apakah kamu sudah melihat kalau uang kamu hilang? Kamu lihat uang tabunganku di lemari? Enggak. Enggak. Tabunganku hilang loh. Kata Kaila kamu yang ambil. Enggak mungkin loh aku yang ambil. Terus siapa? Masa tuyul? Aku bilang bukan aku ya, bukan aku. Wah, parah, Guys. Parah, parah. Itu tabunganku ya. Udah aku kumpulin beberapa bulan buat darurat. Apa sih? Jangan ganggu. Kok kamu yang marah? Diam. Aku tuh capek dengar kamu marah-marah ya, Mas. Kamu kenapa sih? Enggak boleh. Enggak boleh. Ya, enggak boleh. Semarah apapun kalian tidak boleh menyakiti orang lain. Oke, Guys, ya. Pergi enggak? Pergi enggak? Kenapa sih, Mas? Sadar, Mas. Kamu dengar aku enggak sih, Mas? Tolong dengerin aku, Mas. Ini Bapak ini udah enggak bisa diselamatkan memang ya, Guys ya. Udah selayaknya ini Bapak dimasukkan ke penjara ya, Guys, ya. Main tampar lu. [Musik] Kamu kok nampar aku sih? Kamu kok tega sih? Kenapa kamu mau lagi? Kok jadi kasar gini sih, Mas? [Musik] Dasar istri enggak tahu di untung enggak pernah nurut sama suami. Aku ini suamimu orang yang wajib kamu hormati. Enggak lah. Suami kurang ajar begini buat apa, Guys dihormati, ya? Hah? Ya ampun, gila sih ini bapak gila ini, Guys. Sumpah urusanmu tuh cuma di dapur. Jangan urusin urusanku. Persis sekali seperti papaku ya, Teman-teman ya. Bedanya papaku tidak judul itu aja bedanya ya, Guys ya. Apa ini? Kayaknya kita sekarang jadi istrinya dan dia nangis ya. Siapa yang enggak sedih ya kan ya, Guys ya. Dikasarin, dikata-katain. Aduh, ya Tuhan. Kenapa jadi begini? Aku lagi-lagi dipukul padahal enggak berbuat masalah. Huh. Aku udah berusaha agar tidak membuatnya marah. Segala-galanya aku turuti. Tapi semuanya sia-sia. Aku cuma jadi pelampiasan kemarahannya. Apalagi saat ia kalah. Bukan aku aja. Bahkan Kaila pun juga. Mas Benny sudah tidak seperti dulu. Dia sangat menakutkan. Mohon Tuhan aku sudah gak tahan lagi kayak gini Tuhan. Aku bingung aku harus gimana. Bertahan atau pergi. Kamu harus pergi sih. Kayak mama aku ya, Guys, ya. Mama aku saat papa aku udah gila kayak gitu enggak jelas. Mama aku langsung bawa aku pergi ke Surabaya. Kita kabur ke Surabaya, Guys. Ya, [Musik] kabur. Kamu harus kabur. Lebih baik aku dan K keluar dari sini. Aku udah enggak kuat. Oke, sudah siap, Guys, ya. Sudah siap. Pergi keluar rumah. Jangan ketahuan. Please, jangan ketahuan. Jangan ketahuan. Jangan ketahuan. pada malam harinya. Semoga berhasil. Please, please. Semoga berhasil. Ini kenapa? Rumah gelap mati lampu. Ini kenapa enggak ada orang? Hah? Mereka pada peri ke mana? Apalagi pada keluar rumah. Oh, belum sadar, Guys. Bagus, bagus, bagus, bagus, bagus. Belum sadar, belum sadar. Ini kenapa enggak ada makanan? Istri sial. Suami lagi pusing berat, enggak ada yang bisa dimakan. Makanan gua habisin kalau dia pulang. Please siapapun tolong masukkan cowok ini ke penjara. Bapak durhaka guys ya. Tidak berguna dia itu bisanya cuma nyakitin doang itu ya. Tapi meskipun begitu ya guys ya kita enggak boleh benci sih ya. Kecewa boleh sih ya. Kecewa boleh, tapi benci jangan, Guys, ya. Kan gimanapun dia masih orang tua ya, Teman-teman, ya. Sebisa mungkin dia diikhlaskan saja gitu, Guys. Kayak aku sama keluargaku lah. Entahin dari pinjol yang mana. Udah 11 pinjol yang udah gua pakai. Kalau nambah lagi bakalan nambah besar hutangnya, ya. Ya, kanan bisa lihat di pojok kiri atas utangnya udah R17 juta sih, Guys. Ya, hutang menggunung, bunga gila-gilaan. Bingung bayarnya gimana. Masa pinc lagi? Kalau enggak dibayar, bunganya juga makin nambah dong. Terus telepon ini angkat atau enggak, ya? Angkat, angkat. Halo, ada siapa nih? Eh, kenapa lama banget ngangkatnya? Cepat bayar hutang lu. Udah berapa hari udah nunggak utang lu? Ma, maaf, Bang. Eh, lu udah berkali-kali ngomong maaf. Lu pikir utang bisa dibayar pakai maaf? Hah? sensor itu. Iya, Bang. Sabar, Bang. Saya minta eh udah ribuan kali ya lu ngomong gitu. Mau gua habisin lu sekarang. Gua tahu lu ngontrak di mana. Gua tahu tempat lu kerja. Gua tahu semuanya tentang lu. T apa yang terjadi? Menurut aku sih ini orang wow dijual-jualin barang-barangnya dan level kecanduannya, Guys. Lihat tuh udah kayak gak bisa diselamatkan. Udah kayak geter-geter gitu kotaknya, Guys. Ya, coba telepon Nadya lagi. Dan aku tidur pakai kardus Indomie doang, ya, Guys, ya. Coba telepon Nadya. Istriku Nadya. Nadya dan Kala enggak bisa dihubungi. Mereka udah pergi berapa hari. Benar-benar enggak menghormati gua sebagai kepala keluarga. Gua juga gak tahu mereka di mana. Kenapa mereka tega bisa ninggalin gua di saat gua kesusahan? Seenggaknya bantulah gua sedikit. Gua pengin pinjam KTP-nya Nadia soalnya nama gua udah di Blacklist. Oh, Bapak gila. K kira ditelepon tuh mau minta maaf loh, Guys. Seminggu yang lalu gua dipecat karena ketahuan mencuri. Motor TV dan barang-barang yang di rumah udah gua jual buat modal main dan nutupin sebagian hutang. Modal main. Aduh, pengin ngutang ke teman tapi enggak ada yang mau ngasih. Semuanya bilang enggak ada uang. Aduh, padahal gua sering lihat mereka tuh foto jalan-jalan di sosm jadi emosi kalau ngelihat orang-orang tuh memperlakukan gua kayak gini sekarang. Enggak ada teman, tetangga, saudara, keluarga, enggak ada siapapun. Gua tuh cuma butuh support. Kenapa gua ditinggalin gitu aja? Padahal gua sampai menang itu gua bayarin itu utang-hutangnya. Motor baru, baju baru, HP baru, makan pizza gua beliin. Sangat sangat gila loh. Kok gak bisa diambil, Guys? Kok error sih? Ini uang terakhir dan harapan gua satu-satunya kok error? Tekan terus, tekan terus, tek Hadi. Maksudnya apa? Website-nya hilang. Loh. L. Balikin di gua. Website-nya diblokir, Kawan-kawan. Balikin, balikin. Oke, terus tekan terus tekan. Nah, balikin. Kena karmanya. Kan aku bilang apa tadi di awal harusnya kau tidak judul. Tolong balikin. Tolong. Baru sekarang kamu bisa nangis. Beneran enggak bisa. Website-nya beneran heal lah. Ya ampun. Jadi gua enggak bisa narik duit, enggak bisa main inikah akhirnya. Ah, lapar kan? Kenapa kamu nangis? Cuma gara-gara website-nya diblokir. Harusnya kamu nangis. Anak istrimu pergi. Oi Neni. Gimana? Udah dapat uangnya hari ini? Astaga. Maaf Bang. Saya belum bisa bayar. Eh, lu pikir utang lu bisa langsung dilunasin kalau lu bilang maaf. Maaf, maaf. Dengar ya. Utang lu itu udah terlalu besar. Kalau lu enggak bayar sekarang, bunga, utang lu makin nambah, makin enggak kekejar utang lu. Paham enggak? Gua kasih waktu kemarin, sekarang kesempatan terakhir. Lu kabur. Oke, coba kabur. Bisa emangnya lari lari lari. bisa lari ya, Guys? Lari gimana, Guys, ya? Aduh, gak bisa lari pula. Udah capek nih, Guys, ya. Lari ke mana aku? Oh, ya ampun. Ketangkap pula, Guys. Ya, udahlah, ya. Nasib ya, Guys, ya. Nasib, Guys. Tapi, ya karma dia sendiri sih. Karma buruk. Let’s go lari. Eh, itu bukannya Pak Benny ya? Tetangga nih, Guys. Ceritanya yang gosipin. He eh. Kenapa dia dikejar-kejar ya sama om-om botak? Oh, lagi dikejar rentenir. Wah, kacau. Ayo kita tolongin. Tetangganya masih baik loh, Guys, ya. Masih mau nolongin nih, ya. Elah, ngapain? Biarin aja. Oh, enggak jadi, Guys. Tukang ngutang, tukang nipu, sampah masyarakat. Sampai kapan mau kabur? Kabur doang enggak nyelesaiin masalah loh, Pak. Gelap kan? Ya, itu masa depanmu ya, Pak Beni. Ya udah capek. Udah cukup tobat enggak? Menurut kalian masih bisa tobat enggak ya? Orang kayak gini itu enggak tahu sih, Guys. Orang itu sudah enggak ngejar lagi tapi sekarang makin kacau. Sepertinya mustahil untuk gua perbaiki. Emang baru sadar kamu sekarang. Gua lelah, enggak sanggup lagi. Gua pengin mengakhiri ini. Nadia ka di mana? Kirim pesan. Kan kita telepon enggak enggak diangkat ya, Guys. Kita kirim pesan di aku minta maaf. Baterai 2%. Maafkan aku. Sudah jahat kepadamu. Maafkan aku karena jadi papa yang jahat. Aku telah menghancurkan kebahagiaan kalian. Baterainya habis, Guys. Tapi setidaknya di endingnya dia menyesal. Ya, aku ingin bertemu kalian. Papaku sampai akhirnya itu tidak pernah minta maaf, Guys. Ya, sampai akhirnya tidak pernah minta maaf dan tidak pernah ketemu aku lagi. Oh, man. Aduh, aduh. At ending 4 dari 6. Jangan biarkan judul mengambil segalanya darimu, termasuk nafas terakhirmu. Sekarang kalian tahu kan, Guys, ya, efeknya itu segimananya. Sekarang ayo kita coba jadi orang yang normal, orang yang waras. Judul itu merusak hidup ya. Jangan, ya. Hati-hati, Yat. Bahaya main gituan. Udah, banyak korbannya loh. Berhenti yuk sebelum terlambat yuk. Ya sadar, sadar, sadar. Waras, waras, waras. Yuk, yuk kembali ke jalan yang benar. Yaah, Bang ini mah cuma iseng-iseng. Enggak, enggak, enggak, enggak. Pokoknya nanti malam kita ketemu ya. Lu bakal gua rukiah. Mantap. Nah, gini dong. Teman yang baik tuh gini, Guys. Ya, temannya jatuh ditolong. Ini gua serius gua gak pengin lu hancur. Oke, Bang. Oke. Santai banget, Guys. Dia si Yadi. Ngapain coba main judi? Ya ampun, kenapa sih orang-orang pada suka main judul-judul gitu? Pengin kayak mendadak mimpi. Enggak ada yang bisa kaya dari judul. Yang ada malah tambah miskin. Pokoknya bakal gua sadarkan sih, Jadi. Ah, gak mau teman gua itu hidupnya hancur gara-gara ini. Moga-moga dia belum terlalu jatuh. Hah, semoga happy ending. Semua berita dan kisah pahit tentang kehancuran hidup akibat judul dimulai dari iseng. Oke, Teman-teman, sekian dulu permainan aku di game Pikabu. Stop. Udah tahu ya, Guys, ya, pesannya apa. Pokoknya jangan judul, jangan ngerokok, jangan pinjol ya. Hidup yang baik-baik aja ya, Teman-teman, ya. Kalau kalian suka dengan video kali ini, jangan lupa ya guys tombol like, di-share, dan juga diubscribe. See you guys. Thanks for watching.

Jangan ditiru ya…
—–
Link Ig: https://www.instagram.com/fannytjandra0121/
Link Tiktok: https://vt.tiktok.com/ZSQoPSQa/
Channel kedua: https://www.youtube.com/c/FannyTjandraTV
Link game: https://joykeratif.itch.io/pikabuu-stop

Copyright Disclaimer under section 107 of the Copyright Act 1976, allowance is made for “fair use” for purposes such as criticism, comment, news reporting, teaching, scholarship, education and research.

– Dukung aku dengan berdonasi disini: https://saweria.co/Fannytjandra
– Join menjadi keluarga Fanny disini:
https://www.youtube.com/channel/UCM4m4jzE3UG1yQWJQH59gjA/join

Music by Oneul: https://www.youtube.com/@oneul274
Video ini diedit oleh: @RyodaAkamazuCh

#pikabuu #Fannyplays