Relawan Jokowi Klaim Koridor Hukum Tak Dilaksanakan Kepolisian | AKIP tvOne

Nah, di segmen ini saya diam aja ya kalau kayak gitu ya. Agak ngeri ya. Khawatir saya dipanggil agak ngeri ya. Oke. Tapi begini memang kan kasus ini ada dua perkara ya di Polda dan juga di Bares Krim begitu Pak Arianto. Kalau mungkin disampaikan tadi enggak bisa kasus yang di Polda ujaran kebencian dan juga kebohongan ini diselesaikan tanpa urusan ijazah di Baras Krim terbukti dulu baru bisa dibuktiin kebohongan. Misalkan ada pertanyaan begini meskipun enggak ada tadi jawab gitu kan. Kenapa sih melakukan ujaran kebencian terhadap Pak Jokowi? Memangnya ijazahnya asli atau palsu? Polisi kan pasti enggak jawab karena kan memang lagi belum kelar begitu. Ini enggak jadi pusing, Pak, penyidiknya, Pak. Kalau kita itu paham dengan cacara hukum yang berlaku di Indonesia, sekarang ini sudah clear laporannya di sini dianggap ini palsu kan gitu kan. I sini laporannya provokasi atau pencemaran. I membuktikannya harus sama-sama ini Pak. Nah, sekarang yang dimabes sudah clear enggak ada bukti. Berarti jasa itu dianggap asli kan? Diangkapnya asli meskipun ada ketidakpuasan ya. Nah, karena yang enggak puas kan mereka selalu enggak puas enggak apa-apa. Jadi gitu ini yang di bareskrim sudah selesai kan gitu. Makanya yang sini itu tadi mengacu pada ini. Oh. Tetapi yang ini itu nanti di sini masih tetap diik kembali. Masukkan dalam penyidikan, masukkan dalam berkas. Jadi satu dengan berkasnya yang ujaran jadi enggak harus menunggu sebenarnya ya tidak itu nanti hakim yang akan menuntutan di Metro menindaklanjuti laporan tersebut berdasarkan hasil bares krim terakhir pasti mengacu itu tapi ditambah lagi dengan yang dia tambah 50 ini tadi saksi tadi itu saksi itu tapi 50 itu mungkin tidak hanya untuk yang ijazah palsu ya tapi termasuk jalan kebencian itu ya karena saksi ahlinya ada tujuh kan itu. Oke. Kalau kemudian ee dari kacamata mantan penyidik ya yang membuat aturan itu juga seperti ini, artinya sudah siap belum kalau kemudian nanti kasus di Polda ini diselesaikan dengan kemudian hasil terakhir dari Barasrim sesuai dengan keinginan Pak Norman loh tadi loh. Jadi begini ini kan lama bulat tuh kan ada kontrol masyarakat, ada kontrol ahli, ada kontrol media sehingga polisi enggak bisa gegabah. Kalau enggak ada kontrol masuk nih barang buktikan aja kalian di pengadilan. Salah benar belakangan, bukti belakangan, tangkap duluan. Kan ini biasa seperti ini. Nah, karena hari ini banyak ahli, banyak kontrol masyarakat media, maka normannya balik lagi. Harus benar. Di antara norma yang harus benar kalau orang mengatakan ijazah palsu itu sebuah kebohongan, mau dijerat pasal kabar bohong, buktikan dulu ijazahnya asil atau tidak. Lah kalau ternyata terbukti pijakan bares krim yang terakhir tadi kata Pak Aranto. Nah, justru beliau juga enggak mengikat. Buktinya ketika kami meminta untuk mohon ada ya gelar perkara khusus ternyata ditindaklanjuti dan mohon maaf kami tidak pernahte. Kami hanya menyampaikan pendapat di publik. Kami hanya mengajukan permohonan-permohonan dan kebetulan permohonan itu ditindaklanjuti dan besok ada gelar perkara khusus. Anda terpikir enggak besok tuh gelar perkara khusus untuk apaagi? Bukannya bares krim sudah dengan gelar perkara yang sebelumnya menyatakan sepanjang tidak ada temuan baru oke saja. Tetapi dalam proses penyelidikan kan ada bukti baru, ada kekhilafan dalam proses dan prosedur. Misalnya contoh Bareski mengumumkan Bapak Jokowi KKN tahun 3 eh terpisah saudara Jok Joko Widodo menyatakan ya ee tahun ‘5 ini kan enggak nyambung. bagaimana mungkin akan mempertahankan hasil gelar yang jelas-jelas enggak nyambung begitu loh. Nah, di forum gelar perkara khusus itulah diuji kembali proses, tahapan, prosedur, dan substansi serta dikaitkan dengan temuan-temuan baru termasuk pasar pramuka. Dan apa yang terjadi di pasar pramuka ini enggak bisa hanya diklarifikasi oleh media, harus diklarifikasi oleh sesuai koridor hukum tadi. Pihak Anda juga akan membuat novum baru tidak ada tidak. Kemarin yang kami ajukan kan bukan Novum karena ini kan berkaitan dengan permohonan gelar perkara khusus. Jadi yang pertama kami ajukan pihak pengadu harus hadir, kemudian pihak pemohon harus hadir, kemudian ahli yang kami ajukan yang sebelumnya sudah masuk pada berkas juga bisa dihadirkan juga sejumlah ee tim dari TPUA dan juga tim advokasi itu yang kami sudah sodorkan. Dan terakhir memang sudah dibolehkan kami untuk membawa pihak-pihak untuk membantu proses gelar perkara. Enggak ada masalah. Mohon maaf sekali lagi kami tidak pernah mendikti. Kami hanya mengingatkan norma, proses, dan prosedur dan kebetulan kami memohon ditindaklanjuti enggak ada masalah kan norma bukan KP norma tapi ya enggak bukan Anda saja mengingatkan norma tapi Pak Norman juga Norman juga nih jadi enggak itu ya Pak Norman dan itu juga ditindak lanjuti kok oleh ee polisi. Artinya kalau maunya mereka itu diulur-ulur gitu. Iya kalau bisa apa biar apa biar apa untuk apa Pak? Biar polisi ini goyah. Jadi kelihatannya polisi ini kelihatan mau dipengaruhi secara politik. Oh oke. Koridor hukum ini enggak enggak dilaksanakan. Makanya saya bilang lamban ini. Oke. Polisi ini kan penegak hukum. Koridor hukum dilaksanakan dong. Ini sudah 2 bulan katanya sudah 50 sudah diperiksa. I hasilnya mana? Ini rakyat yang bertanya. Ya, tapi kan prosesnya kan periksa dulu, panggil dulu. Yuk, semua jangan hantam kromo, Pak. Oh, tidak. Kita sesuai dengan dengan SFnya. Kita juga ngantam kromo. Dari kelompok mereka pasti mengulur-ngulur kalau bisa dicari-cari lagi. Iya kan? Jadi, jadi pengin peradilan di di luar persidangan gitu. Mereka mau ngatur begitu aturan mereka mau seperti pengin kok paham benar suasana kebinan dan pengin mulur. Kami pengin cepat saudara Jokowi disidangkan lalu dibuktikan di dalam persidangan ijazahnya asli atau tidak. minimal ditunjukkan pada masyarakat ini loh jasaku asli gitu loh minimal itu anda setuju enggak kalau ini dipercepat ya dipercepat setuju ya setuju justru kami mengajukan gelar perkara kos untuk mempercepat besok itu apa besok gelar perkara kos berkaitan dengan hasil yang sudah ditentukan oleh baras versi kalian atau versi polisi ya versi polisi karena kami hanya diundang kan rumahnya polisi Pak penyelenggara polisi dan mohon maaf polisi kita itu adalah penegak hukum yang independen. Jangan kemudian dinarasikan terpengaruh loh. Kami cuman ngomong enggak ditindak lanjuti juga enggak ada masalah. Tapi seakan-akan dengan dengan polisi yang berhati-hati saat ini Anda kayaknya loh hati-hati benar memang harus begitu norma harus diperhatikan karena apa? Polisi kerja itu pertanggungjawabannya kepada rakyat. Jadi Anda happy nih loh bukan masalah happy. Inilah proses dan prosedur hukum yang seharusnya dijalankan. Ini bukan masalah. Jangan kemudian salahkan juga cari-cari loh. Sudahlah. Saya tahu mereka-mereka inilah siapa maksudnya mereka-mereka ini? Iya, ini kelompoknya si Roy Re Suryo nih. Itu pengacara di sebelah. I sudahlah saya tahu. Saya klarifikasi enggak? Hah? Saya klarifikasi enggak? Tahulah. Jadi kita enggak bisa dibohongin, enggak bisa ditipu itu Pak. Sebenarnya gampang tinggal bawa selesaikan secepat-cepatnya. Perlindungan kita adalah di kepolisian. Oke. Itu itu gerbang gerbang akhirnya ya. Iya. Kalau kepolisiannya kayak gini kita juga bingung. 2 bulan lebih loh. Iya. Pak Jokowi yang datang langsung sampai bawa ijazah ke sana. Ini kan terlalu. Oke, Pak Ranto. Kenapa sih kok keterlaluan, Pakanto? Kata Pak Norman ya. Ya, keterlaluan lamanya ya. Terlalu takut tapi Anda pun juga sebagai senior penyidik. Saya menganggap saya menganggap ini terlalu lama juga polisi. Tapi saya bagus karena polisi menuruti apa kehendak rakyat kan minta gelar khusus oke mereka ya lambat. Jadi tapi kemarin kan diundur karena sana minta diundur tapi enggak ngaku kan gitu kan. Oke, diundur besok ini. Nah, besok ini mudah-mudahan ya itu gelarnya itu betul-betul jalan. Apa yang akan terjadi dalam gelar khusus itu? Polisi akan mengundang sana sini sini. Oke. Apa yang mau mau Anda sampaikan? Oh, arah Pak. Iya. Enggak dua arah. Dua arah. Jadi polisi ini, Pak, ya. Kami sudah melaksanakan gini gini gini yang kemarin dibareskin itu sampaikan itu diulang kembali. I. Oke. Silakan yang mau datang ini mau mau ngasih buku tambahan apa enggak silakan. ditampung, ditampung-tampung selesai sudah jangan harap besok itu langsung selesai. Oh, ini berarti ini palsu asli gak yang namanya gelar gelar perkara itu enggak akan mungkin bisa memutus kayak gitu. Secara teoritis ya dengan bar dulu itu menghentikan penyelidikan itu dia sudah kelir selesai tugas dia itu sebetulnya sudah selesai cuman ini kan karena menuruti publik tadi kata Mas Samad publik iya kan terus dan lain-lainlah begitu. Iya. Saya dulu ya ketika itu mau di apa pertama kali bareng Sintangani saya sudah telepon dipidum dikalau Anda mau menghentikan penyelidikan ini ataupun penyidikan Anda sebaiknya gelar terbuka supaya tidak Anda nanti ser 2 bulan yang lalu saya duduk di sini saya sudah ngomong gitu ingat kalau waktu siapa makanya enggak clear tuh gelar perkara kemarin lagi karena waktu itu gelar perkaranya ngedidik internal seminggu kemudian diumumkan gitu nah diprotes kan itu wah enggak berpihak nah sekarang okelah dibuka buka besok ini datang semua datang mudah-mudahan tapi habis itu ya enggak pasti barasim tidak ada tindakan apa-apa lagi untuk mengenai kasus ini karena yang berlanjutnya adalah yang di Metro ini yang Marianto mungkin tidak kemudian hasil dari gelar perkara pertama dan gelap perkara khusus ini akan berbeda mungkin enggak sayaak pengalaman Anda bukan senayang saya enggak ngerti enggak besok itu cuman akan gini loh hasil gelar pera itu enggak akan diumumkan hasilnya begini begini enggak loh kan yang gelar pertama pertama kan diumumkan ijazah pertama kan kesimpulan daripada penyelidikan gelar ya dengan gelar kedua ini besok ini karena ini gelar khusus ya maka yang akan ditambung adalah keluhan-keluhan apa yang di tidak terutama dari pihak Pak Iya semua termasuk juga dari sini mungkin dari sana juga mau enggak harusnya enggak tahu saya seharusnya dalam gelar perkara khusus seperti ini kalau ini kan pihak yang kalau ini kan yang jadi biar ke mana-mana gitu ya ini yang saya lihat ini masalahnya kan gelar khusus itu karena ada yang tidak terima kan dengan putusan kemarin itu kan. Nah, menambung kayak gitu itu untuk transparansi diundanglah itu aja peran daripada gelar khusus. Setelah itu di coba lihat aja besok pasti enggak ada keputusan. Oh ya ini asli atau palu enggak ada keputusan itu. Oke. Dengan lamanya penanganan di kepolisian ini Pak Haranto dituding disebut oleh Pak Norman dimanfaatkan oleh sebagian kalangan justru malah ini memanfaatkan momentum yang lama ini untuk terus menggoreng menggoreng dan menggoreng begitu. Saya sudah mengatakan pada Polda Metro, Dik, ini kasus atensi nasional. Jadi, secepat Anda lebih bagus menyelesaikan itu, cepat tidak beritanya ke mana-mana. Jadi problematik nasional kan seakan-akan gitu. Tapi kalau itu langsung cepat selesai enggak akan ribut bangetlah. Oke, harapan Anda singkat saja mungkin untuk esok hari selama ini kami dituduh intervensi. Keterangan Pak Aryanto justru mengkonfirmasi beliau yang intervensi telepon langsung ke penyidik harus begini harus begitu sementara beliau penasak boleh dia penasolri bukan penyidik penyidik harus independen tidak boleh mendengar nah sementara kami ketika pemohon formal ada legal standing itu satu hal inain gitu itulah kehebatan dia seorang penasuk masalah tidak tahu tahu dia apa peran seperti apa? Kalau orang Jawa bilang cara berpikir bergantian gantian, Pak. Jadi itu ya cara berpikirnya itu lucu papan fungsi kita apa kewenangan kita apa yang harus kita sampaikan. Kalau penasihat Kapolri ya kepada Kapolri kecuali atasan penyid kan juga harus juga ada laporan ke Kapolri. Laporan ke Kapolri bukan kemudian telepon-telepon penyidik. Ini intervensi nih namanya. Saya yang dilaporkan ke kep misal ya Pak ya misal ya nih kata saya Pak Arifadil misal nih gitu yang dilapor ke Pak ini kayaknya penyidik kurang profesional terlalu lama Pak gini gini gini gini apun kan itah sisi positif buat anda dong enggak karena kami ingin hukum itu tegak normal bukan karena arahan nanti kalau sesuai arahan kami nanti orang bisa klaim oh itu karena peran saya loh saya telepon enggak sing hukum yang berjalan itulah hebatnya pengacara ini ya semua tahu it saya penasihat ah kapori itu menasihati kapori dan Polri ini untuk yang terbaik saya sampaikan pada mereka ini bukan intervensi Pakanto sama sekali ya saya saya tidak saya hanya menyarankan demi supaya anda nanti enggak diserang sana sini oke polisi terbuka itu lebih baik terbuka alhamdulillah kapori kan menyetujui kan setelah 1 bulan beliau katakan akan terbuka akan yang keluar kan kayak gitu yang terjadi rakyat ya Pak ya saya ini untuk mencari yang terbaik untuk rakyat dan untuk polisi gitu kalau saya melihat ah terakhir Pak Norman Polisi yang sekarang ini pol enggak punya target. Oh, gitu. Iya. Loh, bisa tahun depan. Jangan, Pak. Eh, nana sini ngomong jangan. Ini baru bulan Anda sendiri ngomong jangan. Arti kan minta dipercepat juga kan. Iya, iya iya iya. Nah, sikap seperti ini inilah yang ditunggu oleh masyarakat. Kalau dibilangin udah enggak ada bermasalah mereka, ya katakan polisi itu. Oke. Oke. Tuntas. Oke. Biar clear semuanya. Esok hari harapan singkat, Mas Amad. apa yang terjadi? Iya. Yang pertama kan permohonan kami kan dasarnya agar terjadi proses yang transp, transparan, kredibel, dan akuntabel sehingga dalam proses itu kami juga bisa ikut dalam prosesnya secara transparan, kredibel, dan sebagaimana disampaikan tadi ya dan terbuka. Dan dalam forum itu kami juga pengin dikasih tahu buktinya mana aslinya ada. Oh, kami yakin walaupun prosesnya tetap pengadilan, tapi kalau aslinya tak ada bagaimana kami percaya? Baik. Kalau misalnya hasilnya ada asli begitu berarti yang di Polda berarti bisa bisa bergerak lebih cepat lagi bisa e konsekuens sudah siap siap ya dengan resiko ya oke terima kasih untuk segera Pak terima kasih banyak kita jeda dulu ya yang ini viral kasusnya enggak k kelar ada juga nih yang viral di beda sosial nih ya saya ngos-ngosan nih tema yang ini nih yang ini jangan ngos-ngosan ya vi ya ini karena viral juga di media sosial pemirsa aksi para waria diduga melakukan pagelaran fashion show di acara A pesta pernikahan di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Informasi selengkapnya sesaat lagi. Jangan ke mana-mana. Terima kasih banyak.

AKIP, https://www.tvOnenews.com – Relawan Jokowi Klaim Koridor Hukum Tak Dilaksanakan Kepolisian | AKIP tvOne

Roy Suryo memilih bungkam ketika ditanya polisi terkait tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Ia mengaku dicecar puluhan pertanyaan.

Roy Suryo mengaku dilempar sebanyak 85 pertanyaan oleh penyidik. Namun dia tak mau menjawab pertanyaan penyidik.

AKIP01
RZA01

Saksikan live streaming tvOne hanya di https://www.tvonenews.com/live
Dan jangan lupa untuk follow akun-Akun Sosial Media tvOnenews untuk mendapatkan beragam informasi terkini dan update dari kami:

Facebook – https://www.facebook.com/tvOnenews
Instagram – https://www.instagram.com/tvOnenews
Twitter – https://twitter.com/tvOnenews
TikTok – https://www.tiktok.com/@tvOnenews
Website – https://tvOnenews.com